Sampul Novel TERJEBAK CINTA SATU MALAM

TERJEBAK CINTA SATU MALAM

7.8 / 10.0
Dunia Anaya Diandra runtuh akibat pengkhianatan kekasih dan paksaan ibu tirinya untuk menikahi lelaki tua. Di tengah keputusasaan, ia nekat menyerahkan kesuciannya kepada pria asing. Tak disangka, sosok itu adalah Kevin Wiratama, CEO sukses yang pernah menyelamatkan ayahnya. Akibat kesepakatan jahat sang ibu tiri, Anaya kini terjerat untuk melayani Kevin selamanya. Ia tidak menyadari bahwa sang CEO rupanya telah lama mengincar dan menjebaknya dalam jerat cinta.

TERJEBAK CINTA SATU MALAM Bab 1

“Berapa tarifmu semalam?” tanya Anaya Diandra sambil menatap pria tampan di depannya. Pria itu hanya diam menatap tajam ke arah Anaya.

Saking frustasinya, Anaya terpaksa memilih jalan pintas untuk menghabiskan malam ini dengan seorang pria tidak dikenal. Beberapa minggu lalu, ibunya menangis tersedu bersimpuh di kaki Anaya meminta Anaya untuk mau menerima pinangan seorang pria tua yang sudah beristri.

Perusahaan keluarganya sedang colaps dan jalan satu-satunya meminta bantuan Tuan Sandoro, sayangnya Tuan Sandoro memberi persyaratan yang sangat sulit yaitu Anaya harus bersedia menjadi istri keduanya. Siapa juga yang mau menjadi istri pria tua dan berperangai buruk itu. Hingga akhirnya Anaya memutuskan pergi ke club malam ini.

“Memangnya berapa uangmu, Nona?” kata pria tampan itu balas bertanya. Pria bermata pekat dengan senyum menawan itu terus menatap Anaya dan sama sekali tak melepas pandangannya.

“Uangku banyak. Kamu minta berapa saja akan aku beri, asal kamu puaskan aku malam ini.”

Pria tampan itu terkekeh sambil mengulurkan tangannya ke arah Anaya. “Deal!!”

Anaya sedikit ragu saat akan menyambut uluran tangan kekar pria itu, tapi bagaimana lagi. Ini sudah separuh jalan dan dia tidak mau mengurungkannya.

“Deal!” Sedikit bergetar Anaya bertutur sambil membalas jabat tangan pria asing tersebut.

“Jadi di mana kita melakukannya? Di tempatmu atau tempatku?” Suara pria itu membuyarkan lamunan Anaya.

“Eng ... aku sudah menyewa kamar di hotel depan. Kita bisa melakukannya sekarang.”

Pria itu tersenyum sambil mengendikkan bahunya. “Tentu, ayo!” Dia berjalan mendahului Anaya keluar dari club tersebut.

Kemudian Anaya menyusul dan keduanya sudah berjalan beriringan masuk ke dalam hotel menuju kamar yang sudah dipesan Anaya. Pintu kamar dibuka, Anaya menyalakan lampu kamar tersebut. Dia sedikit berdecak kagum melihat kamar ini.

Rasanya tidak sia-sia dia menghabiskan seluruh tabungannya khusus untuk malam ini. Anaya tidak mau Tuan Sandoro memiliki mahkota terindah miliknya dengan mudah. Biar saja dia melakukannya dengan pria random yang lebih muda yang sengaja dia sewa malam ini.

“Bisa kita mulai sekarang? Atau kamu ingin melakukan sesuatu sebelumnya?” tawar pria tampan itu.

“Eng .. iya. Aku ... aku mandi dulu. Aku baru pulang kerja, aku takut kamu illfeel nantinya.” Pria tampan itu hanya tersenyum sambil berulang menganggukkan kepala.

“Tentu, silakan! Aku tidak keberatan menunggu.”

Anaya bergegas masuk kamar mandi. Ia terdiam beberapa saat menatap wajahnya di depan vanities.

“Apa yang aku lakukan benar kali ini?” gumam Anaya. Dia memejamkan mata dan tanpa sadar semua kejadian beberapa bulan terakhir bergulir di benaknya.

Mulai dari kecelakaan tiba-tiba yang merenggut nyawa ayahnya sehingga membuat Anaya harus tinggal bersama ibu dan adik tirinya. Lalu saat Anaya mengetahui tentang perselingkuhan tunangannya dengan sahabatnya sendiri, kebangkrutan perusahaan ayahnya. Lalu kejadian hari ini saat dia dituduh melakukan kecurangan sehingga harus kehilangan pekerjaan membuat Anaya berada di titik paling bawah.

“Tarik napas Anaya. Lepaskan dengan pelan dan ambil napas perlahan lagi. Anggap saja ini terakhir kali aku menikmati kesenanganku karena selanjutnya hidupku akan terpenjara dalam pasungan Tuan Sandoro,” monolog Anaya.

Gadis berwajah bulat itu terus memejamkan mata sembari menarik napas berulang. Banyak hal yang harus dia tenangkan kali ini, termasuk keputusan untuk melepas keperawanannya kepada pria random di malam ini. Selang beberapa saat Anaya sudah keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan bathrobe saja.

“Maaf, membuatmu menunggu lama. Apa kamu juga mau mandi?” Sebuah pertanyaan konyol tercetus dari mulut Anaya.

Pria itu tersenyum lalu mengendus ketiaknya. “Aku baru saja mandi dan masih wangi. Apa kamu menginginkanku mandi juga?”

Cepat-cepat Anaya menggelengkan kepala dengan tangan yang mengibas di udara. “Tidak, tidak. Aku terserah kamu saja.”

Pria tampan itu tersenyum kemudian melepas kaos dan melemparkannya sembarang. Anaya terdiam, tertegun menatap pria tampan yang sedang bertelanjang dada di depannya ini. Berulang ia menelan saliva membuat gerakan aneh di wajahnya.

“Kenapa? Ada yang salah dengan tubuhku?” Pria itu menginterupsi lamunan Anaya.

“Tidak. Tubuhmu bagus, teruskan saja! Aku akan menikmatinya.”

Pria itu terkekeh mendengar ucapan Anaya kemudian sudah melepas celana panjangnya dan berjalan menghampiri Anaya.

“Bagaimana kalau kamu juga membuka bathrobemu? Apa perlu kubantu?”

Anaya membisu dan membeku di tempatnya berdiri. Ini pertama kali baginya, tentu saja ada rasa canggung saat harus mempertontonkan tubuhnya pada pria tidak dikenal.

“Aku akan mematikan lampunya agar kamu nyaman.” Pria itu berjalan ke arah belakang pintu dan mematikan lampu kamar membuat suasana temaram menyelimuti kamar tersebut. Kemudian dia melepas satu-satunya penutup tubuh yang tersisa dan berjalan mendekat ke arah Anaya.

Perlahan Anaya melonggarkan ikatan bathrobe dan melepasnya begitu saja. Untuk seperkian detik pria di depannya ini tertegun. Meski suasana temaram, Anaya masih bisa melihat mata pekat nan indah milik pria tampan itu terpesona menatap tubuhnya.

“Bisa aku mulai?” lirih dia berbisik. Tentu saja Anaya mengangguk mengiyakan pria itu memulai transaksi mereka.

Perlahan pria itu mendekat merengkuh pinggul Anaya. Ada sensasi aneh saat kulit mereka saling bersentuhan. Lalu pria tersebut mengecup bibir Anaya, awalnya pelan dan begitu lembut namun semakin lama semakin intens dan penuh tuntutan, Anaya baru kali ini merasakan ciuman sedahsyat itu. Bahkan tunangannya Juan tidak pernah melakukan seperti ini.

“Kamu boleh bersuara, tidak perlu malu,” desis pria itu di tengah cumbuannya. Anaya hanya mengangguk dan mengizinkan pria tidak dikenal itu mengeksplore tubuhnya lebih dalam.

Mereka sudah bergulingan di atas kasur dengan desahan menggoda yang keluar dari bibir Anaya. Anaya tahu ini yang pertama baginya pasti akan sangat sulit memulai, tapi pria sewaannya ini begitu pintar menstimulasi tubuhnya. Hingga dia tidak merasakan kesakitan saat penyatuan pertama dilakukan. Tubuh Anaya menggigil saat pria itu melepas penyatuan mereka dan ambruk di samping Anaya.

Anaya melirik sekilas pria tampan yang tampak memejamkan mata di sampingnya. Sepertinya pria itu tahu sedang menjadi obyek pengamatan Anaya. Ia membuka mata, menoleh kemudian tersenyum. Anaya membalas senyumannya.

“Apa kamu ... mau melakukannya lagi?” pinta Anaya dengan malu-malu. Pria tampan di sebelah Anaya ini hanya terdiam menatap Anaya sambil mengulum senyum.

“Tentu. Kamu ingin berapa kali? Aku akan memenuhi permintaanmu.”

Anaya tidak menjawab, dia menundukkan kepala mengalihkan pandangan pria tampan itu. “Terserah kamu. Buat aku hingga tertidur saja.”

Lagi-lagi sebuah senyuman terukir manis di wajah tampan pria itu. Tanpa menunggu lama, ia memulai pagutannya dan suara desahan kembali terdengar keluar dari bibir Anaya. Mereka melakukan penyatuan hingga beberapa kali baru Anaya tertidur pulas.

“Gadis yang aneh,” gumam pria itu sebelum tumbang di sebelah Anaya. Dia sangat kelelahan sepanjang malam ini dan memutuskan untuk tidur sejenak.

**

Suara alarm ponsel yang berulang membuat pria tampan yang terlelap itu membuka mata. Dia merenggangkan tangan dan melirik ke samping, lalu bergegas bangkit dan terduduk di atas kasur dengan bingung.

“Ke mana gadis aneh itu? Mengapa juga meninggalkanku begitu saja?” gumam pria itu.

Pria tampan itu menyibak selimut dan bergegas memakai celananya, tapi segera terkejut saat melihat ada tumpukan uang di atas nakas. Mata pria itu terbelalak kaget saat melihat banyak tumpukan uang kertas berwarna merah berjajar di sana.

“GILA! Dia benar-benar membayarku!”

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi TERJEBAK CINTA SATU MALAM

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Cinta Dalam Hati
8.4
Tania, pengacara pemberani yang mempertaruhkan nyawa demi keadilan, kerap berseteru dengan rival masa kecilnya yang dingin, Yudi. Walau menentang perjodohan, takdir mengikat mereka dalam pertunangan rahasia yang diatur orang tua. Di tengah konflik perasaan benci dan cinta, bahaya besar mengintai saat Tania nekat melawan Wijaya, konglomerat kejam dalang kasus perdagangan manusia. Akankah benih cinta tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel Godaan Liar Sang Ustazah
8.5
Kisah romansa dewasa untuk pembaca usia 21 tahun ke atas ini menguak sisi kehidupan tersembunyi yang jarang dibahas. Di balik topeng kesucian, terdapat luka mendalam, dilema, serta kerinduan emosional yang rumit. Melalui penyampaian yang realistis dan eksplisit, Anda diajak merenungkan jati diri di tengah kegelapan demi meraih titik terang. Sebuah bacaan penuh makna tentang pencarian hakikat hidup dan cinta yang berliku, siap memberikan sudut pandang baru yang mendalam bagi pembacanya.
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Demi menghapus duka setelah kepergian Rizal, Sonia memboyong kedua buah hatinya, Alif dan Hana, ke sebuah apartemen sederhana. Tak disangka, di sana ia bertetangga dengan Yudha, duda menawan yang juga mengasuh putri tunggalnya, Mira, seorang diri akibat tragedi masa lalu. Pertemuan tak sengaja di lorong apartemen perlahan menumbuhkan getaran tak biasa di hati mereka. Kini, keduanya dihadapkan pada pilihan sulit: terus meratapi kesedihan lama atau berani membuka hati demi cinta yang baru.
Sampul Novel Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan
7.9
Pernikahan Mira Aditya dan Rafiq Jaya yang didasari perjodohan orang tua berujung duka. Mira harus menelan pil pahit setelah tahu suaminya telah menikahi cinta lamanya, Elena Faris, secara sembunyi-sembunyi. Tersisih dan terabaikan di rumahnya sendiri, Mira merasakan kepedihan yang luar biasa. Di tengah keputusasaan yang terus menyiksa batinnya, kini ia harus menentukan sikap: tetap bertahan dalam hubungan toxic ini atau melangkah pergi demi meraih kebahagiaannya sendiri.
Sampul Novel Misteri matinya teman-temanku
8.6
Satu per satu orang di sekitarku tewas secara mengerikan. Mulai dari sahabat, kerabat dekat, hingga musuh-musuh yang pernah berbuat jahat kepadaku, semua berakhir tragis. Sang pembunuh berdarah dingin beraksi sangat rapi tanpa meninggalkan bukti sedikit pun. Teror mencekam ini terus berlanjut, memakan korban baru tanpa bisa dihentikan. Kini, di tengah misteri yang tak terpecahkan, nyawaku sendiri pun terancam menjadi target berikutnya dari sosok misterius yang mengintai.
Sampul Novel Pengorbanannya, Kebencian Butanya
8.0
Demi Rania, tunangannya, Baskara tega memaksaku mendonorkan sumsum tulang. Kedekatan masa kecil kami kini musnah, berganti kebencian buta darinya setelah fitnah keji Rania menghancurkanku. Akibat rekaman asusila palsu itu, Baskara menyiksaku dan menculik orang tuaku, memaksaku melihat mereka jatuh dari gedung tinggi hingga tewas. Di tengah penyakit parah yang kusembunyikan, dia justru menyuruhku mati. Tanpa ragu, aku menuruti keinginannya dan melompat ke jurang maut.

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED