Sampul Novel Terjebak Cinta Masa Lalu

Terjebak Cinta Masa Lalu

9.8 / 10.0
Kecelakaan sang putri memaksa Amanda bertemu kembali dengan mantan suaminya, Pandu, setelah enam tahun berpisah. Selama ini ia menyembunyikan keberadaan anak kembar mereka. Namun, rahasia besar tersebut kini terancam runtuh saat Pandu menyadari kemiripan fisik yang sangat mencolok pada putra Amanda. Di tengah situasi yang penuh ketegangan emosional, Pandu pun menuntut penjelasan jujur apakah kedua anak tersebut adalah darah dagingnya yang selama ini dirahasiakan.
Ringkasan Terjebak Cinta Masa Lalu
Kecelakaan sang putri memaksa Amanda bertemu kembali dengan mantan suaminya, Pandu, setelah enam tahun berpisah. Selama ini ia menyembunyikan keberadaan anak kembar mereka. Namun, rahasia besar tersebut kini terancam runtuh saat Pandu menyadari kemiripan fisik yang sangat mencolok pada putra Amanda. Di tengah situasi yang penuh ketegangan emosional, Pandu pun menuntut penjelasan jujur apakah kedua anak tersebut adalah darah dagingnya yang selama ini dirahasiakan.
Baca Selengkapnya

Terjebak Cinta Masa Lalu Bab 1

“Arghhh!”

Seorang anak perempuan berteriak sebelum tubuhnya terpental dan jatuh ke aspal. Tubuh kecil itu tergeletak dan bersimbah darah. Bersyukur kepalanya terganjal oleh tas yang digendongnya, namun tidak ada rintihan dan juga tangisan dari anak itu.

“Kita menabrak anak kecil, Bos.” Tama melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau anak kecil itu terpental jauh.

Seorang laki-laki yang memakai kemeja berwarna putih itu keluar dari mobil dengan tergesa-gesa, napasnya memburu ketika melihat bocah kecil tergelatak dan berlumuran darah.

Pria yang keluar dari sisi kiri mobil hanya bergumam dalam hati saat melihat anak kecil yang ditabrak bosnya itu. 'Alana.'

Pria yang dipanggil bos itu langsung menggendong tubuh Alana. “Tam, kamu yang nyetir. Cepat!” perintah Pandu sebelum memasuki mobilnya.

“Baik, Bos.” Tama segera menjalankan mobilnya membelah jalanan kota. Untung saja jalanan tidak macet walau ramai dengan kendaraan, tapi lancar.

Pandu, seorang CEO BARA Corporation yang masih terlihat muda dan tampan di usianya yang sudah menginjak kepala tiga. Pria itu terus memandang wajah anak kecil yang lemah tak berdaya dalam gendongannya akibat kelalaiannya saat mengendarai mobil.

“Bos, apakah anak itu masih bernapas?” Tama melirik sebentar ke arah spion dalam untuk melihat keadaan Alana, lalu ia kembali fokus pada kemudinya.

Tama tetap berusaha fokus, walau pikirannya tertuju pada ibu dari anak yang ditabrak bosnya itu.

'Bagaimana caranya saya menjelaskan semua ini?' Pria yang duduk di kursi kemudi itu hanya bisa bergumam dalam hati. Ia tidak memberitahu pada bosnya kalau ia mengenali anak itu.

Pandu menatap wajah anak perempuan yang terkulai dalam pangkuannya. Anak kecil itu masih terlihat cantik dan manis walau sudah sangat pucat.

Pria yang memakai kemeja putih yang sudah berlumuran darah itu meletakkan jari telunjuknya di bawah hidung Alana, ia bernapas lega saat masih merasakan napas anak itu.

Tidak berapa lama, mereka sampai di rumah sakit. Suster segera membawa Alana ke instalasi gawat darurat. Pandu dan Tama berjalan cepat mengikuti brankar yang didorong suster.

Alana dimasukkan ke instalasi gawat darurat. Pandu menunggu dengan gelisah di depan ruangan. Ia takut terjadi sesuatu pada Alana. Jika itu terjadi ia tidak akan pernah bisa memaafkan dirinya sendiri.

Tama mendekati sang Bos yang berdiri dengan gelisah di depan pintu ruang IGD. “Bos, sebaiknya kita memberitahukan keluarganya.”

“Ya Tuhan ... kenapa aku bisa lupa. Kita harus mencari tahu ke mana? Aku tidak tahu siapa orang tuanya."

Pandu tiba-tiba teringat tas anak itu yang diberikan oleh suster kepadanya. "Mungkin di sini ada info tentang keluarganya." Pandu menyodorkan tas berwarna merah muda itu pada asistennya.

"Baik, Bos." Tama mengambil tas berwarna merah muda itu. "Saya akan segera menghubungi orang tua Alana."

"Alana?" Kening Pandu berkerut. "Anak itu bernama Alana?"

"Iya, Bos," jawab Tama.

"Dari mana kamu tahu? Apa kamu mengenalnya?" Pandu mencecar beberapa pertanyaan kepada asistennya.

"Ini ada namanya?" Tama memperlihatkan nama Alana yang tertera di tas sekolah berwarna merah muda itu. "Ini pasti nama anak itu."

"Ya itu pasti namanya," kata Pandu, "kamu cari tahu taman kanak-kanak itu dan minta nomor orang tua Alana pada mereka," lanjutnya sambil menunjuk nama sekolah Alana yang tertera pada tas sekolahnya.

Tama mengangguk, lalu pergi dari hadapan bosnya. Setelah berada sedikit jauh dari Pandu, Tama segera menghubungi ibu kandung Alana.

"Halo ... anakmu mengalami kecelakaan. Cepat kamu datang ke sini, nanti saya kirim alamatnya." Tanpa menunggu jawaban dari orang di balik telepon itu. Tama segera menutup panggilannya. Ia tidak bisa menjawab pertanyaan yang pastinya akan dilontarkan padanya.

Tama kembali menghampiri Pandu setelah selesai menelepon.

"Saya sudah menghubungi ibunya," kata Tama, "dia akan segera datang."

"Baguslah." Hanya itu yang bisa diucapkan Pandu. Kini ia memikirkan bagaimana caranya meminta maaf kepada orang tua anak kecil itu.

Setelah sekian lama, seorang dokter keluar dari ruang pemeriksaan.

"Apa Bapak keluarga anak gadis kecil yang mengalami kecelakaan itu?” tanya Dokter.

“Iya, Dok,” jawab Pandu, "saya ayahnya."

Tama membelalakkan matanya saat sang bos mengaku sebagai ayah dari anak yang ditabraknya.

“Gadis kecil itu kehilangan banyak darah. Untuk darah golongan AB di rumah sakit sedang kosong,” jelas Dokter.

Pandu terdiam beberapa saat setelah mendengar ucapan sang dokter.

“Agar mendapatkan penanganan lebih lanjut, untuk administrasi dan pendaftarannya tolong segera diurus,” tambah Dokter lagi sebelum ia pergi.

Pandu sangat gelisah, pria dewasa itu terus menengok ke jendela ruang rawat darurat. Pandu ingin tahu bagaimana keadaan gadis kecil itu.

Ia benar-benar tidak sengaja saat menabraknya. Andai ia tahu kalau akan begini jadinya, Pandu akan mengendarai mobilnya dengan pelan.

Padahal sebelumnya Tama sudah menawarkan diri agar dia saja yang menyetir, tetapi Pandu bersikeras ingin menyetir sendiri. Alhasil begini jadinya, karena tidak hati-hati, ia menabrak seorang gadis kecil.

Ia sudah siap jika orang tua Alana marah besar padanya dan ia akan bertanggung jawab penuh dan ikhlas jika orang tua Alana menuntutnya.

Pandu terus gelisah, ia terbayang wajah gadis kecil ketika dalam gendongannya yang terasa tidak asing baginya.

“Bos, kalau Anda ingin pulang, biar saya yang mengurus masalah ini,” ucap Tama.

“Mana mungkin aku pulang kalau aku yang sudah menyebabkan gadis itu celaka? Kalau dia kenapa-napa bagaimana?” sentak Pandu menggebu-gebu.

Tama terdiam, bibirnya ingin membuka suara lagi. Namun, ia urungkan saat melihat raut wajah bosnya yang semakin lama semakin gelisah.

Seorang suster keluar dari ruang instalasi gawat darurat. Pandu segera mendatangi suster itu. “Sus, apa saya boleh masuk?” tanya Pandu tak sabar ingin segera bertemu dengan gadis kecil yang ditabraknya.

“Silakan, Pak!” jawab suster itu dengan ramah.

Pandu mengangguk, ia segera masuk ke ruangan, sedangkan Tama mengurus pendaftaran untuk Alana.

Pandu memasuki ruang gawat darurat dengan perasaan yang campur aduk, gelisah, takut dan merasa kasihan. Jantungnya berdetak lebih kencang ketika matanya terus fokus pada wajah anak kecil itu.

Tangan besar Pandu perlahan membelai tangan Alana, tangan gadis kecil itu sangat dingin. Kepala dan tangannya juga dibalut perban.

"Anak manis, bangunlah! Maafkan Paman karena sudah membuatmu seperti ini. Paman janji akan membelikan boneka besar untukmu dan kita akan berteman. Kamu cepat sembuh ya." Pandu mengusap-usap dengan lembut tangan Alana sambil memerhatikan wajah cantik anak kecil itu.

'Wajahmu mengingatkanku pada seseorang.'

"Alana bangun—"

“Lana!” Suara teriakan wanita membuat Pandu menghentikan ucapannya. Lalu menoleh ke sumber suara.

Seorang wanita yang sangat Pandu kenal kini berdiri di samping kanan ranjang. Pandu terkejut saat tahu ibu dari anak kecil yang ia tabrak itu.

"Amanda ...."

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Terjebak Cinta Masa Lalu

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan
8.4
Delapan tahun membina rumah tangga, Jessica harus menelan pil pahit di hari ulang tahun pernikahannya. Alih-alih merayakan momen spesial, dia tidak sengaja mendengar pengakuan kejam suaminya, Rio Aditya. Rio ternyata berselingkuh dengan Nadia dan berniat menceraikannya. Di saat yang sama, Jessica didiagnosis mengidap kanker ovarium stadium akhir. Tanpa rasa cinta yang tersisa dan waktu yang kian menipis, Jessica memutuskan untuk merelakan semuanya, bersiap pergi selamanya demi kedamaiannya sendiri.
Sampul Novel Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
9.4
Nalula Diandra hancur setelah kesuciannya dirampas paksa akibat rencana jahat kakek pacarnya sendiri. Tragisnya, sang kekasih justru mencampakannya demi menikahi wanita lain. Di titik terendah, Lula diselamatkan oleh orang tua kandungnya yang ternyata konglomerat kaya raya. Didukung kekuatan keluarganya, ia pun menyusun rencana balas dendam demi menghancurkan mantan kekasih beserta keluarganya. Namun, akankah kehancuran mereka membawa kedamaian yang dicarinya?
Sampul Novel My Bad Boss
8.6
Xavier Narendra Maximilian selalu menganggap wanita sebatas teman tidur dan bertekad menghindari pernikahan. Namun, keyakinan sang miliarder goyah setelah bertemu Adeeva Adelia Albert, sekretaris baru yang acuh dan tak berniat memikatnya. Sempat dipandang Adeeva sebagai kesialan terbesar dalam hidupnya, sosok Xavier kini justru menjadi anugerah terindah. Hubungan yang semula dipenuhi kebencian itu kini telah bertransformasi menjadi hari-hari romantis yang indah bagi mereka berdua.
Sampul Novel Rahasia di Koper Suamiku
8.5
Kehidupan pernikahan Dewi yang semula tenang seketika runtuh setelah ia mendapati benda asing milik seorang wanita di koper suaminya. Kejadian tak terduga ini menuntunnya mengungkap berbagai kebusukan dan rahasia kelam yang selama ini disembunyikan sang suami dengan rapi. Terluka akibat perselingkuhan tersebut, Dewi kini dihadapkan pada pilihan hidup yang berat. Apakah ia akan pasrah menerima rasa sakit, atau justru memilih bangkit untuk membalas dendam?
Sampul Novel Rahasia Gelap Sang Kekasih
8.2
Sebuah pesan masuk di tengah malam buta membangunkan tidurku, membawa sebuah kiriman video dari sahabat dekatku. Di dalam rekaman tersebut, tampak seorang wanita bergaun tipis nan ketat sedang menari dengan lekuk tubuh yang anggun. Namun, perhatianku seketika terenggut sepenuhnya saat menyadari warna ungu samar di balik gaunnya. Celana dalam yang dikenakan wanita misterius itu ternyata persis seperti milik pacarku sendiri, memicu kecurigaan mendalam tentang rahasia tersembunyi kekasihku.
Sampul Novel Satu Malam Bersama Calon Besan
8.5
Setelah sekian lama menyendiri, sebuah kesalahan fatal terjadi dalam hidup Mira akibat pengaruh alkohol di malam ulang tahunnya. Ia melewati malam yang intim bersama Rendi, lalu pergi tanpa sempat mengenali wajah pria itu. Saat mencoba melupakan kejadian tersebut, Mira justru dikejutkan oleh kenyataan pahit saat bertemu calon besannya. Rendi ternyata adalah ayah dari calon menantunya. Kini, keduanya terjebak dilema antara melupakan malam itu atau berselingkuh di belakang anak-anak mereka.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED