Sampul Novel Istri Rahasia CEO Arogan

Istri Rahasia CEO Arogan

9.3 / 10.0
Evely gemetar saat menolak dinikahi Megantara, seorang CEO angkuh yang tak pernah ditolak. Penolakan dari gadis miskin itu menyulut kemurkaan Megantara yang merasa harga dirinya diinjak-injak. Sambil mencengkeram dagu Evely, sang CEO melontarkan ancaman kejam demi menunjukkan dominasi kekuasaannya. Meski Evely terus meronta dan memohon untuk dilepaskan, Megantara tetap menyudutkannya dengan senyuman sinis dalam situasi yang kian mencekam.
Ringkasan Istri Rahasia CEO Arogan
Evely gemetar saat menolak dinikahi Megantara, seorang CEO angkuh yang tak pernah ditolak. Penolakan dari gadis miskin itu menyulut kemurkaan Megantara yang merasa harga dirinya diinjak-injak. Sambil mencengkeram dagu Evely, sang CEO melontarkan ancaman kejam demi menunjukkan dominasi kekuasaannya. Meski Evely terus meronta dan memohon untuk dilepaskan, Megantara tetap menyudutkannya dengan senyuman sinis dalam situasi yang kian mencekam.
Baca Selengkapnya

Istri Rahasia CEO Arogan Bab 1

Seorang gadis yang tahun ini genap berusia dua puluh tahun itu berjalan dengan cepat menuju rumahnya sambil tersenyum riang. Ia ingin cepat-cepat sampai rumah dan menunjukkan nilai yang ia dapatkan pada ibu serta adiknya, ia berhasil mendapatkan nilai yang tinggi dari semua mahasiswa di kelasnya. Hal itu jelas sangat membanggakan baginya karena ia hanyalah seorang gadis yang berasal dari kalangan bawah, sedangkan kebanyakan dari teman-temannya berasal dari kalangan atas dan sering mengikuti les pelajaran. Senyumnya meluruh saat melihat sekelompok orang-orang yang berdiri di depan rumahnya sambil mengetuk pintu rumahnya. Orang-orang itu nampak menyeramkan dengan tubuh berotot dan juga tatto yang menghiasi sepanjang lengan mereka. Ia memberanikan dirinya menghampiri orang-orang itu.

"Siapa kalian?" tanyanya.

"Apa kau pemilik rumah ini?" tanya balik salah seorang pria yang memakai kacamata hitam.

"Iya, apa ada yang bisa kubantu?" Sebisa mungkin ia menghalau ketakutan yang dirasakan.

"Kami ke sini ingin menagih utang ayahmu yang sudah jatuh tempo," ujar pria itu.

"Utang? Tetapi selama ini ayahku tidak pernah mengatakan kalau ia dulu pernah meminjam uang," balas gadis itu kebingungan.

"Kau bisa lihat sendiri kertas ini." Pria itu memberikan sebuah kertas berisi jumlah pinjaman yang sempat mending ayahnya pinjam.

Dengan ragu-ragu, gadis itu mengambil kertas itu kemudian membacanya dengan teliti. Wanita itu menutup mulutnya saat melihat nominal yang sangat besar tertera di tulisan paling bawah kertas yang ia bawa.

"Tidak mungkin ayahku meminjam uang sebanyak ini 'kan? Untuk apa dia meminjam uang sebanyak ini?" tanyanya, lebih tepatnya pada dirinya sendiri.

"Kau harus membayar uang itu segera, Nona, karena kalau tidak. Rumah ini akan kami sita, bukan hanya itu saja. Kalian bisa kami laporkan ke pihak berwajib karena tak mampu melunasi utang ayahmu itu," ujar pria itu membuat tubuh gadis itu menegang.

"Bisa beri aku waktu untuk mencari uang? Untuk saat ini, aku sama sekali tidak memiliki uang. Aku mohon, tolong beri aku waktu. Jangan sita rumah kami dan jangan laporkan kami ke polisi." Wajah gadis itu nampak memelas, tangannya bahkan saling menyatu dengan tatapan permohonannya.

Semua yang ada di sana saling pandang, seakan tengah berkompromi dengan permohonan gadis di hadapan mereka.

"Baiklah, tapi kau harus membayarnya secepatnya. Kami hanya akan memberi kau waktu hingga bulan depan, kami akan katakan pada bos kami kalau kau membutuhkan waktu. Tapi sebagai syarat, kau harus bisa membayar bunganya satu persen dari utang itu. Kami beri kau waktu tiga hari untuk mencari satu persen bunga itu," ujar pria yang merupakan tangan kanan seorang rentenir.

"Terima kasih karena kalian sudah memberiku waktu." Meskipun waktu yang diberikan orang-orang itu tidak banyak, tetapi ia merasa beruntung karena setidaknya pria-pria itu tidak mendesaknya segera membayar utang itu hari ini.

Tanpa kata, orang-orang itu pergi dari hadapannya. Meninggalkan dirinya yang terdidik di sebuah kursi panjang rumahnya, ia melirik sekilas ke arah pintu rumah. Ia menghela napas lega saat melihat pintu rumahnya yang tertutup, itu berarti tidak ada orang di rumah. Setidaknya ibu ataupun adiknya tidak tahu mengenai hal ini dan ia pun tidak akan pernah memberitahu hal ini sampai kapanpun.

"Kak Evely sudah pulang?" Gadis itu langsung mendongakkan kepalanya ketika mendengar suara sang adik.

"Iya, kau dan Ibu dari mana?" tanya gadis bernama lengkap Evely Candrica Grusell itu.

"Ibu bilang, tadi dia ingin pergi ke taman. Jadi aku membawanya ke sana, Kak," jawab sang adik.

"Kamu dari tadi sudah ada di sini?" tanya sang ibu pada Evely.

"Baru aja kok, Bu. Ayo kita masuk," ajak Evely.

"Mana kunci rumah?" tanya Evely pada adiknya yang bernama Glory Candrica Grusell.

"Ini, Kak." Glory menyerahkan kunci rumah pada sang kakak.

Evely bergegas membuka pintu rumahnya, kemudian ia membantu mendorong kursi roda sang ibu bersamaan dengan Glory yang mengikuti dari arah belakang.

"Bagaimana hasil ulanganmu?" tanya sang ibu. Nampaknya Bu Candrica begitu tak sabar mendengar perkataan putri sulungnya itu.

Evely langsung gugup saat ditanya begitu, gadis itu bergegas menyembunyikan kertas yang hendak ia berikan kepada ibunya di dalam sakunya, sedikit meremasnya hingga sepertinya kertas itu pasti akan lusuh.

"Nilaiku sangat jelek," ujar Evely sambil tersenyum sedih. Ia sengaja berbohong karena ia sudah memutuskan suatu keputusan yang besar, ia akan mengorbankan impiannya karena saat ini hanya dirinyalah tulang punggung keluarga.

"Tidak apa-apa, setidaknya kau sudah berusaha keras. Ibu yakin kalau semester depan kau pasti akan dapat nilai yang tinggi," ucap Bu Candrica tersenyum menenangkan putrinya sambil menyentuh lengan Evely.

"Tapi aku tak yakin itu, aku rasa ... kalau sebaiknya aku berhenti saja dari kampus." Evely menghela napas dalam-dalam setelah mengatakan ini.

"Mengapa kau berkata begitu? Apa ada yang mengganggumu di kampus?" tanya Bu Candrica.

"Tidak ada yang menggangguku, Bu, hanya saja saat ini aku merasa sangat menyesal melanjutkan pendidikanku. Tak seharusnya aku tetap lanjut sementara nilaiku terus turun, aku takut kalau nantinya apa yang aku lakukan hanya sia-sia. Lebih baik aku bekerja keras saja untuk memenuhi kebutuhan hidup kita dan biaya sekolah Glory," jawab Evely.

"Kau tak boleh berkata seperti itu, Ibu sangat yakin kalau kau pasti akan menjadi orang sukses. Jangan pantang menyerah menggapai impianmu, Ev." Meskipun ibunya mengatakan itu, tetapi keputusan Evely tidak bisa diubah lagi. Ia sudah sangat yakin kalau ia akan mengorbankan pendidikannya karena hanya dirinya lah yang bisa berusaha membayar utang itu. Kalau ia tidak segera membayarnya, maka akan sangat menyakitkan bagi keluarganya.

"Aku sudah memikirkan ini matang-matang, Bu, aku harap Ibu bisa menghargai keputusanku. Semua ini demi kebaikan kita," ucap Evely sambil menyentuh punggung tangan ibunya.

"Kak, aku tak akan lanjutkan sekolahku. Lebih baik Kakak tetap kuliah," ujar Glory yang sedari tadi diam.

"Tidak, kau harus tetap sekolah, Glo. Pendidikan itu sangat penting, jangan pernah berniat putus sekolah."

"Kalau Kakak menganggap pendidikan itu penting, mengapa Kakak malah ingin berhenti?" Evely terdiam mendengar pertanyaan Glory.

'Sebenarnya aku pun tak ingin berhenti, hanya saja keadaan yang memaksaku. Ini semua demi kebahagiaan kita, maka aku yang harus mengalah.' Evely membatin dalam hati.

"Penting bagimu, tetapi bagi Kakak tak terlalu penting. Kau harus rajin belajar supaya bisa sukses, jangan seperti Kakak." Evely tersenyum sambil mengusap rambut Glory dengan sayang.

"Kau benar-benar yakin dengan keputusanmu, Ev?" Bu Candrica kembali bertanya.

"Aku yakin, Bu." Evely menjawab dengan mantap, ia akan berusaha untuk mengumpulkan uang yang banyak kali ini. Agar kehidupan mereka kembali tenang setelah semua utang itu lunas, fokusnya saat itu hanya ini. Walau ada sedikit perasaan sedih ketika ia harus mengorbankan pendidikannya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Istri Rahasia CEO Arogan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly, siswi berprestasi, menyimpan rahasia medis yang memalukan. Ia mengidap galaktorea yang membuatnya memproduksi ASI tanpa pernah hamil. Saat rasa sakit akibat kondisi hormon ini tak lagi tertahankan di sekolah, ia terpaksa meminta tolong kepada gurunya di ruang guru. Kejadian tak terduga itu menjadi awal mula rahasia mereka. Hubungan guru dan murid ini pun perlahan berubah menjadi jalinan asmara rumit yang sangat berisiko bagi keduanya.
Sampul Novel CINTA DI MUSIM SEMI
8.0
Dalam kisah romansa modern ini, David dan Arina memulai perjalanan emosional yang menuntun mereka pada kebahagiaan sejati. Berlatar keindahan bunga musim semi yang bermekaran, keduanya belajar saling memahami dan mengisi kekosongan jiwa masing-masing. Seiring berjalannya waktu, hubungan mereka tumbuh dengan begitu indah. Momen singkat di musim ini berhasil menyatukan dua hati dalam sebuah ikatan cinta yang tulus, kuat, dan sangat mendalam bagi mereka berdua.
Sampul Novel Mafia In The Night
8.0
Demi ambisinya, William yang merupakan putra bos mafia kejam rela melakukan segalanya. Namun, ayahnya yang bernama Ferdinand tewas secara tragis akibat sebuah pengkhianatan fatal. Kematian ini membuat sang istri, Rosemary, mulai menyadari sisi gelap suaminya yang selama ini tersembunyi. Kini, William bertekad membalas dendam sekaligus membersihkan nama baik ayahnya dari fitnah. Meski jalannya dihalangi seorang polisi wanita, William takkan mundur hingga peluru terakhirnya habis.
Sampul Novel Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam
8.5
Seorang penjelajah tersesat di Hutan Gondoriyo dan mengalami teror mistis saat kendaraannya hilang secara gaib. Di sebuah gubuk sunyi, pasangan lansia misterius sempat memperingatkannya. Meski sempat kembali dengan selamat, rasa penasaran justru menyeretnya kembali ke sana, namun hutan itu seolah menguap. Misteri pun kian kelam saat ia menemukan kaitan erat antara kecelakaan bus di jurang dan hutan tersebut, hingga ia harus bertaruh nyawa demi kebenaran.
Sampul Novel My Bad Boss
8.6
Xavier Narendra Maximilian selalu menganggap wanita sebatas teman tidur dan bertekad menghindari pernikahan. Namun, keyakinan sang miliarder goyah setelah bertemu Adeeva Adelia Albert, sekretaris baru yang acuh dan tak berniat memikatnya. Sempat dipandang Adeeva sebagai kesialan terbesar dalam hidupnya, sosok Xavier kini justru menjadi anugerah terindah. Hubungan yang semula dipenuhi kebencian itu kini telah bertransformasi menjadi hari-hari romantis yang indah bagi mereka berdua.
Sampul Novel Rahasia di Koper Suamiku
8.5
Kehidupan pernikahan Dewi yang semula tenang seketika runtuh setelah ia mendapati benda asing milik seorang wanita di koper suaminya. Kejadian tak terduga ini menuntunnya mengungkap berbagai kebusukan dan rahasia kelam yang selama ini disembunyikan sang suami dengan rapi. Terluka akibat perselingkuhan tersebut, Dewi kini dihadapkan pada pilihan hidup yang berat. Apakah ia akan pasrah menerima rasa sakit, atau justru memilih bangkit untuk membalas dendam?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED