Sampul Novel Dibuang, Bangkit, Menang!

Dibuang, Bangkit, Menang!

8.1 / 10.0
Tiga tahun mengabdi sebagai istri, Cindy justru diceraikan demi perempuan lain dan menjadi bahan cemoohan sekota. Namun setelah berpisah, ia bangkit membuktikan bakat terpendamnya hingga mencapai kesuksesan luar biasa. Ketika mantan suaminya menyesal dan mengemis meminta rujuk, Cindy menolaknya dengan dingin. Di saat itulah, suami barunya yang tampan hadir melindungi Cindy, sekaligus memberi peringatan keras kepada sang mantan agar tidak lagi mengusut kehidupan mereka.
Ringkasan Dibuang, Bangkit, Menang!
Tiga tahun mengabdi sebagai istri, Cindy justru diceraikan demi perempuan lain dan menjadi bahan cemoohan sekota. Namun setelah berpisah, ia bangkit membuktikan bakat terpendamnya hingga mencapai kesuksesan luar biasa. Ketika mantan suaminya menyesal dan mengemis meminta rujuk, Cindy menolaknya dengan dingin. Di saat itulah, suami barunya yang tampan hadir melindungi Cindy, sekaligus memberi peringatan keras kepada sang mantan agar tidak lagi mengusut kehidupan mereka.
Baca Selengkapnya

Dibuang, Bangkit, Menang! Bab 1

"Mari kita akhiri pernikahan ini."

Tiga kata yang sederhana itu sudah cukup untuk membuat Cindy Juanda menjadi seorang wanita yang tidak diinginkan oleh keluarga kaya. Tiga tahun kesetiaan kepada suaminya, Bagas Dewangga, tidak memberinya apa pun selain sakit hati yang memilukan.

Pada hari yang seharusnya menandai perayaan tahun ketiga pernikahan mereka, Cindy pergi ke kantor Bagas, ingin sekali mengajaknya keluar untuk merayakan. Begitu melangkah masuk, dia melihat kalung yang berharga di atas mejanya. Dia kira kalung itu ditujukan untuknya.

Akan tetapi, Bagas memperhatikan tatapan Cindy yang terpaku pada kalung perhiasan di atas meja, dan dia pun menutup kotak perhiasan yang indah itu. "Yuvia telah kembali. Ini hadiah untuknya." Perkataan Bagas seolah-olah memperingatkannya agar tidak larut dalam angan-angan belaka.

Segalanya menjadi sangat jelas pada saat itu. Cindy menundukkan kepala, kacamata berbingkai tebalnya tak mampu menutupi kepahitan dan kekecewaan yang menggenang di matanya.

Mantan kekasih Bagas, Yuvia Mardini, telah kembali dan mendapatkan kembali tempatnya di hatinya. Sementara itu, Cindy menyadari bahwa setelah tiga tahun di sisi Bagas, dia gagal memasuki hatinya, tidak pernah benar-benar merasa di sana—tidak pernah merasakan cintanya, selalu di luar, kini dikesampingkan seperti sesuatu yang usang dan tidak diperlukan.

Rasa jengkel mengernyitkan dahi Bagas. Saat dia melihat Cindy berdiri diam, kesabarannya mulai menipis dan dia menurunkan pandangannya. "Aku akan memastikan kamu mendapat kompensasi dan kita akan bercerai sesegera mungkin. Jangan pernah berpikir untuk menduduki posisi yang bukan milikmu," ucapnya, suaranya penuh dengan peringatan.

Sejujurnya, tidak ada yang salah dengan sosok, penampilan, dan kemampuan Cindy dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Masalahnya, wanita itu sungguh membosankan. Di mata Bagas, Cindy seperti hidangan yang terlalu hambar untuk dimakan, tetapi sayang untuk dibuang. Wanita ini memang seorang ibu rumah tangga yang kompeten, tetapi tidak cocok menjadi istrinya.

Keheningan Cindy hanya memperdalam garis-garis di dahi Bagas. Nada bicaranya menjadi dingin. "Kamu punya waktu tiga hari untuk memperimbangkan dan mengambil keputusan. Kesabaranku ada batasnya—jangan membuatku menunggu terlalu lama ...."

Tanpa ragu sedikit pun, Cindy menjawab, "Aku tidak perlu diberi waktu. Aku akan menandatanganinya sekarang." Dia dengan tenang mengambil pena dan menulis namanya di surat perjanjian perceraian.

Bersama-sama, mereka menjalani proses di kantor catatan sipil, dan semua formalitas hukum berakhir di belakang mereka dengan cepat.

Saat berjalan keluar sambil melihat akta perceraian, Cindy merasakan sakit yang hebat di dadanya, tetapi perasaan kebebasan yang aneh juga merayap masuk.

Akhirnya dia tak perlu lagi berharap suatu hari nanti dia bisa menghangatkan hati Bagas—dia tidak akan lagi menyia-nyiakan hidupnya dalam hubungan sepihak. Mulai sekarang, dia tak perlu lagi menyiksa diri dengan berkelana antara harapan dan keputusasaan. Tak akan ada lagi keraguan dan patah hati, tak akan ada lagi luka yang ditimbulkan sendiri karena mencintai seorang pria yang tak bisa mencintainya kembali. Dibanding rasa sakit yang berkepanjangan seperti mati karena ribuan luka kecil, lebih baik rasa sakit yang singkat. Sekarang, hubungan mereka benar-benar sudah berakhir—selesai dan tidak dapat ditarik kembali.

Tiba-tiba dering ponsel Bagas membuyarkan lamunan Cindy. Dia menjawab, kekhawatiran segera muncul di wajahnya. "Apa? Yuvia dirawat di rumah sakit? Aku akan segera tiba di sana!"

Tanpa pamit, Bagas bergegas menuju mobilnya dan melesat pergi, tanpa berhenti untuk menawarkan tumpangan atau melirik Cindy sedikit pun.

Setiap kali sesuatu terjadi pada Yuvia, Bagas akan menjadi cemas, hati dan matanya hanya dipenuhi oleh wanita itu.

Begitu Bagas menghilang, sebuah Bugatti hitam-merah yang mewah berhenti tepat di depan Cindy.

Della Mores, sahabat karib Cindy, keluar dari mobil. Mengenakan yang pakaian berani, dia menyambutnya dengan senyum lebar yang nakal. "Kebebasan terlihat cocok untukmu, Cindy. Selamat karena akhirnya berhasil lolos dari lautan penderitaan itu."

Dengan jentikan tangannya, Della melemparkan kunci mobil ke arah Cindy, matanya berbinar. "Bagaimana dengan sesuatu yang sedikit gila malam ini?"

Menangkap kunci mobil dengan mudahnya, Cindy hanya berjalan mendekat dan duduk di belakang kemudi. "Naiklah ke mobil," ucapnya, tanpa keraguan dalam suaranya.

Della tidak membuang waktu untuk duduk di kursi penumpang. Dengan menginjak pedal gas, Cindy meninggalkan kantor catatan sipil—dan masa lalu—jauh di belakang.

Bugatti melaju di Jalan Alu, deru mesinnya memadukan kegembiraan dengan rasa lega.

"Kita seharusnya pergi ke bar untuk merayakannya. Kalau saja kamu tidak menahanku, aku pasti sudah membuka tutup botol dan menyiramkan isinya ke pria itu saat itu juga," ucap Della dengan kemarahan yang meluap-luap.

"Kamu bisa memilih tempatnya. Tapi pertama-tama, aku perlu mampir ke salon," jawab Cindy, ketenangannya menutupi kebutuhannya untuk sedikit bersenang-senang yang nekat.

Della meliriknya sekilas. "Tiga tahun menghilang dari radar, dan orang-orang masih mencarimu. Kapan kamu akan mengambil kembali mahkotamu dan membalikkan dunia medis lagi?"

Cindy hanya mengangkat bahu. "Aku belum membuat rencana apa pun," jawabnya dengan suara tenang dan cuek.

Tawa tajam dan mengejek terdengar dari Della. "Kabarnya, mantanmu sedang mengacak-acak kota sambil berusaha melacak dokter legendaris, King, putus asa untuk menyelamatkan kekasihnya yang berharga. Bayangkan wajahnya jika dia tahu kamu sebenarnya adalah King."

Tak sepatah kata pun keluar dari bibir Cindy. Dia hanya menatap ke depan, ekspresinya tidak terbaca.

... ...

Sementara itu, mobil Bagas melaju kencang di jalan raya, sarafnya tegang karena khawatir. Dia menelepon sekretarisnya di tengah perjalanan ke rumah sakit. "Masih belum ada kemajuan mengenai keberadaan King?"

Reputasi King bergema di seluruh dunia, seorang penyembuh yang dibalut legenda dan kerahasiaan, lenyap tanpa jejak selama tiga tahun. Semua upaya untuk menemukan King tidak membuahkan hasil. Identitas asli dokter tersebut tetap menjadi teka-teki—tidak seorang pun pernah melihat wajah King, atau bahkan mengonfirmasi jenis kelaminnya.

Suara sekretaris itu terdengar serak di ujung telepon. "Kami sudah menghubungi semua orang yang kami kenal, Pak Bagas, tapi masih belum ada kabar tentang King."

Alis Bagas berkerut. "Jangan berhenti sampai kamu menemukan King. Aku tidak peduli bahkan jika kamu harus mencari ke seluruh dunia!"

"Kami akan terus melakukannya!"

Kegelisahan menggerogoti Bagas saat dia memasuki tempat parkir rumah sakit dan berlari menuju pintu masuk. Tidak peduli seberapa tinggi harganya, dia tidak akan berhenti mencari King—nyawa Yuvia bergantung padanya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Dibuang, Bangkit, Menang!

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Desain Cinta Kedua
9.4
Tiga tahun membina rumah tangga, Jessica hanya mendapatkan kepedihan dari Aaron. Usai perceraian mereka, ia memilih mandiri dan sukses membangun karier sebagai desainer tersohor tanpa sokongan finansial keluarga. Namun, di tengah keberhasilan dan kebahagiaan barunya, Aaron muncul lagi dengan penyesalan mendalam. Sang mantan suami kini memohon dimaafkan dan meminta peluang kedua. Akankah Jessica luluh atau memilih menutup rapat pintu hatinya?
Sampul Novel En-PD158
8.7
Demi menyembuhkan putra kandungnya dengan Lin Yanran yang terkena leukemia, Zhou Yu'an meminta cerai setelah tiga tahun pernikahan. Ia memohon kepada sang istri agar diizinkan memiliki anak lagi dengan mantan kekasihnya itu sebagai pendonor sel penyelamat. Di balik janji setianya untuk kembali setelah proses medis selesai, sang istri justru menemukan pesan provokatif dari Yanran yang telah menanti kedatangan Yu'an untuk menghamilinya malam itu juga.
Sampul Novel Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
8.1
Angela nekat hamil diam-diam dari Jeremy, walau tahu dia hanya dimanfaatkan. Demi lepas dari cengkeraman pria kejam itu, Angela sengaja memicu kemarahannya agar diusir. Namun, pelariannya gagal setelah Jeremy menemukan tempat persembunyiannya. Saat Angela pasrah memohon dibebaskan, situasi justru berbalik karena kehadiran anak mereka. Jeremy yang semula begitu dingin kini berubah drastis, bahkan menawarkan diri untuk melayani Angela serta buah hati mereka.
Sampul Novel Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
9.4
Di hari pernikahannya, seorang wanita dipaksa mengalah demi kakaknya yang sakit parah agar bisa menikahi James, sang tunangan. Karena menolak mentah-mentah rencana tersebut, orang tuanya tega mengikatnya di rumah sebelum pergi ke acara pernikahan. Malang, saat ditinggalkan sendirian dalam kondisi terikat, seorang penyusup masuk dan membunuhnya dengan kejam. Ketika keluarganya akhirnya kembali untuk membebaskannya, mereka hanya mendapati jasadnya yang telah membusuk tanpa nyawa.
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Demi menghapus duka setelah kepergian Rizal, Sonia memboyong kedua buah hatinya, Alif dan Hana, ke sebuah apartemen sederhana. Tak disangka, di sana ia bertetangga dengan Yudha, duda menawan yang juga mengasuh putri tunggalnya, Mira, seorang diri akibat tragedi masa lalu. Pertemuan tak sengaja di lorong apartemen perlahan menumbuhkan getaran tak biasa di hati mereka. Kini, keduanya dihadapkan pada pilihan sulit: terus meratapi kesedihan lama atau berani membuka hati demi cinta yang baru.
Sampul Novel Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
9.2
Rencana kejutan ulang tahunku hancur saat memergoki kekasihku berselingkuh dengan pria kaya. Setelah dihina karena miskin, takdirku berbalik ketika pelayan keluarga terkaya mengungkap bahwa aku adalah pewaris sah Grup Nelson. Kini, berbekal kekayaan tanpa batas, aku siap membalas dendam. Saat mantan kekasihku bersujud memohon maaf, aku mengabaikannya dan melangkah ke dunia mewah. Bagiku, uang melimpah hanyalah deretan angka yang siap kuhabiskan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED