Sampul Novel Takdir Cinta Siluman Rubah

Takdir Cinta Siluman Rubah

9.1 / 10.0
Air mata Dean jatuh saat melihat Lee Dari pergi menjauh. Sejak terdampar di pulau terpencil, benih cinta beda dunia tumbuh di antara mereka meski sangat berisiko. Dean tahu kepergiannya membahayakan nyawa Dari, sebab gadis itu hanya mampu bertahan hidup jika berada di dekat pemilik hatinya. Namun, Dean tetap memilih kembali ke dunianya dan meninggalkan Dari sendirian. Menyaksikan pengkhianatan itu dengan pedih, kepergian Dean secara diam-diam perlahan membunuh Dari dalam duka yang mendalam.
Ringkasan Takdir Cinta Siluman Rubah
Air mata Dean jatuh saat melihat Lee Dari pergi menjauh. Sejak terdampar di pulau terpencil, benih cinta beda dunia tumbuh di antara mereka meski sangat berisiko. Dean tahu kepergiannya membahayakan nyawa Dari, sebab gadis itu hanya mampu bertahan hidup jika berada di dekat pemilik hatinya. Namun, Dean tetap memilih kembali ke dunianya dan meninggalkan Dari sendirian. Menyaksikan pengkhianatan itu dengan pedih, kepergian Dean secara diam-diam perlahan membunuh Dari dalam duka yang mendalam.
Baca Selengkapnya

Takdir Cinta Siluman Rubah Bab 1

“Baiklah anak-anak hari ini adalah hari terakhir kita berada di Korea, yah. Besok kita akan kembali lagi ke Indonesia. Harap semuanya mengingat semua yang sudah saya jelaskan sedari kemarin,” ucap Pak Budi menjelaskan.

Tak lama kemudian Pak Budi mulai menjelaskan sebuah cerita yang begitu terkenal di Korea Selatan sebagai pembelajaran budaya di hati terakhir itu.

Pembahasan mengenai makhluk yang biasa disebut Gumiho. Manusia yang merupakan jelmaan dari seekor rubah yang hidup ribuan tahun lalu.

Tiba-tiba saja, Dean yang berdiri di antara kerumunan murid-murid mengangkat tangan kanannya hingga membuat Pak Budi menoleh ke arahnya.

“Ada apa, Dean?” tanya Pak Budi.

“Pak, saya mau izin ke toilet sebentar, ya,” kata Dean.

Akhirnya Pak Budi pun memberikan izin pada Dean untuk pergi ke toilet. Dengan langkah cepat Dean berlari mencari toilet terdekat.

Sementara yang lain masih berdiri menatap sungai Han sebagai materi pembelajaran budaya, Dean justru sibuk mencari toilet.

“Ah sial! Ngantri lagi,” kata Dean kesal saat melihat toilet umum terdekat penuh hingga harus mengantre.

Sebenarnya antreannya tidak begitu panjang, hanya kurang lebih sekitar lima orang saja. Namun, bagi Dean yang sudah merasakan air seninya penuh, tidak bisa menahan lagi jika harus mengantre.

Dengan terpaksa Dean harus mencari toilet lain agar air seninya tidak tertahan lebih lama di dalam kantung kemihnya.

Meski harus sesekali mengumpat karena ia yang ingin buang air kecil di saat yang tidak tepat. Sepertinya cuaca di Korea yang begitu dingin sangat tidak cocok dengannya sehingga membuatnya harus sering bolak-balik toilet.

Tak sengaja Dean melihat seorang pria baru baya tengah berdiri sembari menatap dalam ke arahnya. Meski ragu, akhirnya Dean memutuskan untuk mendekati pria itu.

“Excuse me, do you know where the toilet is?” (Maaf apa anda tahu toilet ada di sebelah mana)

Dean terpaksa bertanya pada pria yang melihatnya dengan begitu dalam. Dean tak punya pilihan lain lagi, air seninya benar-benar sudah tidak bisa ditahannya lagi.

Namun, usahanya sia-sia. Pria itu memberikan respon gelagat tak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Dean.

Ah sial, kayaknya dia ngga ngerti bahasa Inggris deh, batin Dean kesal.

Untungnya meski sedikit dan aksen yang tidak begitu bagus, Dean bisa memakai bahasa Korea karena sebelum berangkat ia sempat mempelajari bahasa Korea meski sedikit sehingga ia bisa mempraktekkannya sekarang.

“sillyehabnida ahjussi, hwajangsil-i eodie issneunji asibnikka?”(maaf pak, apa anda tau toilet ada dimana?) tanya Dean yang kali ini memakai bahasa Korea.

“jeogiiss-eoyo.” (Di sana) pria itu menjawab sembari menunjuk ke arah kanan yang tak jauh darinya.

Pria itu menunjuk sembari memberikan senyum misterius, tapi Dean tak ambil pusing akan hal itu. Ia sama sekali tak menaruh rasa curiga apapun.

Menurut Dean air seninya lebih penting untuk dikeluarkan saat itu juga karena rasanya sudah sedikit nyeri di ujung pangkal tongkat pribadi miliknya.

Ternyata benar dugaan Dean bahwa pria itu tidak mengerti bahasa Inggris. Setelah mengucapkan terima kasih pada pria itu dengan cepat Dean berjalan ke arah toilet yang ditunjukkan oleh pria misterius itu.

Baru beberapa langkah Dean meninggalkan pria itu, ia pun menoleh dan melihat pria tadi sudah menghilang entah kemana.

Loh ke mana perginya orang tadi yah, batin Dean penasaran.

***

Namun, sayangnya air seninya benar-benar sudah tidak bisa ditahannya lagi sehingga Dean harus membuyarkan lamunannya dan segera masuk ke dalam toilet.

Tak lama akhirnya Dean selesai mengeluarkan air seninya yang sedari tadi sudah bersemayam di kantung kemihnya. Ia pun sudah bisa kembali melanjutkan langkah kakinya dengan rasa lega.

Tiba-tiba langkah kakinya terhenti saat kaki kirinya terasa seperti menginjak sesuatu. Dean menunduk ke bawah dan melihat benda yang diinjaknya.

“Apa ini.” Dean mengangkat benda yang tadi diinjaknya. Ternyata itu adalah sebuah boneka rubah berukuran segenggam tangan.

“Wah lucu banget. Punya siapa ya ini,” kata Dean sembari menoleh kesana-kemari mencoba menemukan sang pemilik boneka rubah itu.

Namun, sepertinya tak ada yang memiliki boneka itu. Sebuah rumah yang berada tepat di sebelahnya pun terlihat kosong dan tak berpenghuni. Terlihat dari keadaan rumah itu yang sudah tak terawat lagi.

“Lee Dari.” Dean membaca tulisan pada pinggiran perut boneka itu. Tanpa sadar bibirnya melebar menyunggingkan senyuman. “Nama yang lucu,” lanjutnya.

“Kayaknya ngga ada yang punya boneka ini, deh. Apa aku ambil aja yah, toh ngga ada orang juga,” ucap Dean yang sebenarnya sudah merasa tertarik pada boneka rubah berwarna putih dengan ujung ekor berwarna sedikit pink.

Terlebih lagi, boneka itu memiliki nama yang lucu dan juga unik sehingga Dean merasa sayang jika harus membiarkan boneka itu kembali ke tempatnya.

Dengan cepat Dean memasukkan boneka itu ke dalam saku celananya sembari berlari kecil menghampiri gerombolannya yang sudah menunggunya.

“Kamu lama banget sih, Dean,” kata Vania.

“Iya maaf tadi toilet yang deket sini ngantri jadi aku harus cari toilet lain,” jawab Dean dengan suara ngos-ngosan.

“Terus ini apa?” tanya Rafael yang langsung memegang saku celananya dan meremasnya seolah ingin memastikan benda apa yang bersembunyi di saku celana Dean.

“Apaan sih Lo main remes aja,” kata Dean sedikit kesal karena Rafael yang tiba-tiba meraih saku celananya.

“Ya abis apaan itu nonjol banget. Abis kencing kok ada yang nonjol gitu,” goda Rafael.

“Jangan gila Lo. Awas aja mikir yang macem-macem,” gertak Dean. Ia kemudian merogoh saku celananya dan mengambil boneka rubah di dalamnya. “Ini Cuma boneka, tadi gue ngga sengaja nemu pas lagi jalan.”

***

“Oh kirain apaan abis nonjol banget tadi.” Rafael tersenyum malu. Sementara Pak Budi masih menjelaskan materi budaya seputar Korea Selatan kepada para siswanya.

“Lagian ngapain sih Lo bawa boneka itu. Ngapain juga diambil itu kan kotor. Kalo Lo mau kan bisa beli aja,” ucap Vania terlihat heran.

Pasalnya Dean Anggara bukanlah anak dari kalangan bawah. Ayahnya adalah seorang pengusaha kaya raya apalagi tempat sekolah mereka terkenal bagus dan juga mewah. Tentu akan sangat mudah membeli boneka baru yang lebih bagus dan lebih mahal jika dia mau.

“Tapi ini bagus kok menurutku. Lagipula sayang kalo dibuang gitu aja.” Dean menolak untuk membuang boneka itu.

Entah mengapa Dean seperti merasa jatuh cinta pada boneka itu sejak pertama kali melihatnya. Seperti ada daya tarik tersendiri dari boneka itu yang membuat Dean tak bisa melepaskannya begitu saja.

“Udahlah ngga usah diributin lagi. Cuma masalah boneka ini kan. Kalo si Dean emang suka sama boneka itu ya ngga apa-apa. Sekarang kita fokus aja lagi sama pembelajaran di hari terakhir kita,” kata Bastian yang meminta teman-temannya untuk tidak meributkan lagi perihal boneka rubah itu lagi.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Takdir Cinta Siluman Rubah

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Akulah Cintamu
9.3
Pasca panggilan video terakhir, suami Kayra lenyap tanpa jejak, meruntuhkan dunianya dan memaksanya menghidupi kedua buah hati sendirian. Di masa sulit ini, Damar hadir. Sang ipar menaruh dendam akibat skandal masa lalu yang melibatkan rahasia saudara kembar Kayra. Sempat menolak mengakui darah daging dari relasi itu, Damar akhirnya luluh melihat kemiripan sang bayi. Akankah takdir baru bersama Damar ini menjadi akhir dari penderitaan panjang Kayra?
Sampul Novel Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
9.4
Nalula Diandra hancur setelah kesuciannya dirampas paksa akibat rencana jahat kakek pacarnya sendiri. Tragisnya, sang kekasih justru mencampakannya demi menikahi wanita lain. Di titik terendah, Lula diselamatkan oleh orang tua kandungnya yang ternyata konglomerat kaya raya. Didukung kekuatan keluarganya, ia pun menyusun rencana balas dendam demi menghancurkan mantan kekasih beserta keluarganya. Namun, akankah kehancuran mereka membawa kedamaian yang dicarinya?
Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan, punggungku hancur terbakar. Empat tahun aku merawatnya yang koma, tetapi saat terbangun, ia justru menyatakan cinta pada Stella di depan umum. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat diserang preman. Baginya, aku hanya beban. Di hari pernikahan, ia tega membuangku di jalan tol demi Stella. Akhirnya, aku memilih pergi meninggalkan semuanya menuju bandara.
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN
9.0
Menjebak Ivander dalam pernikahan paksa rupanya menjadi penyesalan terbesar bagi Nada. Meski begitu, cara ekstrem ini adalah satu-satunya jalan agar ia bisa mendampingi pria yang dahulu pernah ia hancurkan hidupnya. Terbelenggu rasa bersalah, Nada kini bertekad menebus dosa masa lalu lewat pengabdiannya sebagai istri. Namun, mampukah ketulusan Nada melunakkan dinginnya kebencian Ivander, ataukah perjuangannya meraih maaf justru berujung sia-sia?
Sampul Novel Kurang dari tiga
9.2
Kehadiran Nadia membuat jalinan cinta Raka dan Cherry terancam kandas. Raka merasa tersisih karena kekasihnya itu selalu mendahulukan sang sahabat yang berkacamata tebal. Murka pun tak terbendung kala ia sadar posisinya telah tergeser menjadi nomor dua bagi Cherry. Namun, kecemburuan hebat ini justru menuntun Raka pada sebuah titik balik hidup yang sama sekali tak terduga. Mampukah hubungan mereka selamat saat prioritas Cherry tak lagi utuh untuknya?
Sampul Novel Misteri Ular Xaver
8.3
Sekembalinya dari Kota Xaver, ibu membawa patung dewa ular yang dipercaya bisa memberi keawetan muda jika disembah dengan darah menstruasi perawan. Aku dipaksa menyerahkan darahku dan rambutku dipotong untuk dililitkan di patung itu. Namun, aku menyembunyikan rahasia bahwa aku pernah menginap dengan pacarku saat kuliah. Dua bulan kemudian, konsekuensi mengerikan muncul ketika kulit ibu mulai ditumbuhi bercak biru bersisik dan dia mulai berganti kulit layaknya seekor ular.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED