Sampul Novel SUKSES USAI DICERAIKAN

SUKSES USAI DICERAIKAN

9.5 / 10.0
Kehancuran menerpa Andini setelah dikhianati dan diceraikan oleh Agung. Selama ini, ia selalu dihina oleh mertua serta iparnya karena hanya lulusan SMA dari panti asuhan. Meski kini berstatus janda satu anak, Dini menolak menyerah. Ia bangkit membuktikan kemampuannya hingga berhasil meraih kesuksesan besar. Namun, saat berada di puncak keberhasilan, Agung kembali datang dan memohon rujuk demi anak mereka. Akankah Dini luluh atau memilih menutup rapat pintu hatinya?

SUKSES USAI DICERAIKAN Bab 1

Bab 1

Kelakuan Agung dan Keluarganya

"Bang, tolong dong, belikan air minum! Itu galon sudah kosong semua!" pinta Andini.

"Alah… beli sendiri kan bisa! Biasanya juga beli sendiri! Manja banget!" ujar sang suami sambil terus memainkan game onlinenya.

Andini hanya bisa menghela nafas. Selalu begitu. Agung tidak pernah peduli kepadanya. Pun kepada anak semata wayang mereka. Padahal, dia sedari pagi hanya bermain game online. Sementara Andini harus mengerjakan semua pekerjaan rumah dan menyelesaikan jahitan tetangga.

Memang, sejak awal menikah, Agung tidak pernah mau membantu pekerjaan rumah. Baginya, pantang mengerjakan pekerjaan wanita. Itu akan menjatuhkan harga dirinya sebagai seorang pria.

Andini beranjak bangun dari kursi kerjanya. Dia pergi ke warung sendiri.

"Nitip belikan rokok sekalian!" teriak Agung. Andini tak menjawab. Dia terus melangkah.

"Mak, beli rokok satu sama galonnya satu ya!"

"Aduh, Din! Kamu kok mau-maunya sih angkat galon sendiri! Berat itu! Mbok, ya, suruh si Agung itu!" omel Mak Warsih.

Mak Warsih adalah pemilik toko kelontong dekat rumah. Walaupun orangnya cerewet, tapi dia satu-satunya orang yang bersimpati terhadap Andini.

Andini hanya menanggapinya dengan senyuman. Saat dia hendak melangkah pergi, tiba-tiba ada yang memanggilnya.

"Din, gue mau beli sabun mandi sama bumbu dapur! Bayarin sekalian ya?" ujar Niken dengan tak tahu malu. Niken adalah kakak iparnya.

"Enak saja! Situ yang belanja, kenapa Dini yang harus bayar?" bela mak Warsih.

"Ya elah, Mak! Gue ngomong sama Dini, kenapa situ nyahut, sih?"

"Maaf, mbak! Saya bawa uang pas!" ujar Dini sambil melangkah pergi.

"Huh…! Dasar pelit!" omel Niken. Dini sudah terbiasa dengan semua itu. Jadi dia tidak kaget.

Melihat itu, mak Warsih tertawa terpingkal-pingkal.

"Syukurin…!" ujar mak Warsih sambil meneruskan tawanya.

"Ketawa ja, terus! Puas? Ya udah, kalo gitu gue ngutang dulu!"

"Eits, gak bisa! Utang elu saja yang Minggu kemarin belum dibayar, ini mau ngutang lagi! Gak ada! Bayar utang dulu!"

"Ish, dasar pelit! Tak sumpahin tokomu bakalan bangkrut, gak laku!"

"Tokoku jelas akan bangkrut kalau pembelinya modelan kamu semua!"

Akhirnya Niken pergi sambil ngedumel.

"Awas, kamu, Din! Akan aku adukan sama Ibu! Biar tahu rasa kamu!" omel Niken sambil jalan.

**************

Sesampainya Dini di rumah, dia sudah disambut teriakan Agung.

"Dini! Buatkan kopi! Sekalian, mana rokoknya?" ujar Agung tanpa merasa bersalah.

Dini beranjak ke dapur membuatkan kopi untuk Agung. Berulang kali dia mencoba menyalakan kompor, tapi tak berhasil.

Ceklek … ceklek….

Dini masih berusaha, tapi kompornya tetap tak mau menyala. Saat dia mengecek, ternyata gasnya habis.

Dini menghela nafas lelah.

"Dini… mana kopinya? Lama amat!" teriak Agung.

"Bentar, Bang! Gasnya habis!" ujar Andini sambil melangkah ke luar untuk membeli gas di warung Mak Warsih.

Tak lama kemudian, Dini sudah kembali sambil menenteng tabung gas. Dia segera kembali ke dapur untuk membuat kopi, sebelum Agung kembali berteriak marah.

"Ini, Bang, kopinya!" ujar Dini.

"Hm…." Agung menanggapinya hanya dengan deheman. Dini segera kembali ke dapur untuk memasak makan siang.

Siang ini, Andini ingin makan sayur asem, sambal terasi, dan lauk ikan asin. Membayangkannya saja, membuat Dini menelan liur.

"Din! Dini!" teriak mertua Andini saat masuk ke rumahnya.

"Ada apa sih, Bu? Kok teriak-teriak gitu! Malu kalau didengar tetangga!" ujar Agung.

"Mana istrimu? Dia itu sudah berani kurang ajar sama kakak iparnya! Dini!"

Dini yang mendengar suara ribut dari depan rumahnya, bergegas keluar.

"Ada apa, Bu? Kok teriak-teriak? Saya tadi masih masak."

"Kamu itu bikin malu saja! Mbok, ya, kalo Niken minta dibayarin, ya dibayarin saja! Wong belanja segitu saja kok, kamu pelit! Jangan lupa, uang yang kamu pakai belanja itu uangnya anakku! Adiknya Niken!"

Selalu begitu. Sebenarnya, Dini sudah jengah. Namun, dia berusaha bertahan. Demi anaknya.

Dia kasihan jika anaknya harus tumbuh tanpa kasih sayang ayahnya.Walaupun, selama ini, Agung nyaris tidak pernah mau memegang anaknya. Dia terlalu asyik dengan dunianya.

"Maaf, Bu! Tadi itu saya memang benar-benar hanya bawa uang pas! Jadi, tidak bisa membayar belanjaan mbak Niken!" ujar Dini halus.

"Alah..., alasan saja kamu! Emang dasar kamunya saja yang pelit!"

"Memang tadi mbak Niken belanja apa, Bu?" tanya Agung.

"Tadi mbakmu belanja sabun mandi sama bumbu dapur. Tapi, gak jadi. Sama Mak Warsih gak boleh ngutang. Wong hutangnya yang dulu belum dibayar!"

"Memang berapa, Bu, hutangnya?"

"Gak banyak, kok! Hanya lima ratus ribu!"

Agung membuka dompetnya dan memberikan uang lima ratus ribu kepada ibunya.

"Udah, ini Ibu bayarkan hutangnya mbak Niken!"

"Tambahin dua ratus ribu, dong, Gung! Besok Ibu ada arisan!"

"Lho, kan kemarin sudah Agung kasih dua juta, Bu! Buat belanja satu bulan dan buat bayar arisan! Ini uang tabunganku untuk membayar kreditan mobil dan uang semesteran Shelly."

"Itu, Gung! Emmm…, uangnya Ibu pakai buat beli gamis baru. Kan Ibu malu, pakai gamis itu-itu terus!"

Agung hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Koleksi gamis Ibunya sudah satu lemari penuh. Namun, tetap saja. Selalu beli dan beli lagi.

Agung mengambil dompet lagi dan menyerahkan uang dua ratus ribu kepada Ibunya. Dini hanya mampu memandangnya.

"Terimakasih, Gung! Ibu pulang dulu!"

"Jangan boros-boros, Bu! Agung juga ingin menabung!"

"Iya, iya!"

Dini kembali ke belakang. Dia meneruskan pekerjaannya dan membereskan rumah dengan berurai air mata.

Sampai kapan dia harus begini? Dia mencoba bertahan, tapi suaminya tidak ada tanda-tanda mau berubah. Agung begitu royal kepada keluarganya, tapi perhitungan kepada anak dan istrinya.

Dia hanya mendapat nafkah dua juta rupiah per bulan. Itu pun harus dipotong untuk bayar listrik lima ratus ribu. Belum lagi untuk membelikan susu dan diapers anaknya. Sisanya untuk belanja kebutuhan dapur.

Sebenarnya, gaji Agung sebesar sepuluh juta rupiah sebulan. Dini mengetahui itu pun karena tidak sengaja menemukan slip gaji di kantong celana suaminya. Itu belum termasuk tunjangan dan uang lembur.

Selama ini, Agung tidak pernah jujur tentang jumlah gajinya. Sejak awal menikah, Dini hanya diberi nafkah dua juta rupiah. Bahkan, hingga usia pernikahan mereka tiga tahun dan memiliki seorang balita yang tampan, uang nafkah yang diberikan Agung pun tidak berubah.

Sebenarnya, dengan gaji segitu, seharusnya mereka bisa hidup berkecukupan dan memiliki sedikit tabungan. Tapi sayang, Agung lebih suka menghabiskan gajinya untuk keluarga dan teman-temannya daripada untuk anak dan istrinya.

Sejak awal menikah, mereka sudah menempati rumah sendiri. Rumah itu dibuatkan oleh ayah mertua Dini untuk anak lelakinya. Dini senang karena tidak harus serumah dengan mertua dan iparnya. Jadi, dia bisa bebas. Tidak ada yang merecoki rumah tangga mereka. Walaupun pada kenyataannya, sungguh berbeda.

Hampir setiap hari mertua dan iparnya pasti membuat masalah. Jarak yang dekat membuat mereka bebas keluar masuk rumah Dini. Bahkan, Dini merasa, dia kehilangan privasinya di rumah sendiri.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi SUKSES USAI DICERAIKAN

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Dari Saingan Menjadi Ipar
9.8
Josie Watson kembali meminta cerai untuk ke-99 kalinya. Namun, Laurence Andrews justru menurunkannya di jalan demi menjawab telepon sang mantan, Rosalie Harris. Laurence terus meremehkan Josie dan yakin istrinya tidak akan berani pergi. Dia tidak sadar bahwa pengabaiannya kali ini telah melewati batas. Di sisi lain, saudara laki-laki Rosalie diam-diam terus mendesak Josie agar segera menyelesaikan perceraiannya dan pergi meninggalkan negara ini untuk selamanya.
Sampul Novel Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
9.4
Nalula Diandra hancur setelah kesuciannya dirampas paksa akibat rencana jahat kakek pacarnya sendiri. Tragisnya, sang kekasih justru mencampakannya demi menikahi wanita lain. Di titik terendah, Lula diselamatkan oleh orang tua kandungnya yang ternyata konglomerat kaya raya. Didukung kekuatan keluarganya, ia pun menyusun rencana balas dendam demi menghancurkan mantan kekasih beserta keluarganya. Namun, akankah kehancuran mereka membawa kedamaian yang dicarinya?
Sampul Novel Diselingkuhi Suami Dibucinin Berondong
8.9
Kehidupan Ratih Apsari hancur setelah memergoki suaminya berselingkuh. Usai bercerai, sebuah ketidaksengajaan membuatnya masuk ke mobil Derryl Dariawan hingga mereka melewati malam bersama. Tak disangka, pria itu adalah CEO baru di tempatnya bekerja. Sempat curiga telah dijebak, Ratih justru mulai jatuh cinta seiring kebersamaan mereka. Kini ia bimbang karena status sosial dan usia Derryl yang tujuh tahun lebih muda. Haruskah ia menerima cinta baru ini atau kembali pada mantan suaminya?
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Nadia Antika selalu sabar menghadapi cemoohan ibu mertua demi cintanya pada sang suami, Askara Brahma. Namun, biduk rumah tangga mereka yang berjalan dua tahun mulai retak saat Askara mendadak bersikap dingin dan penuh rahasia. Kecurigaan Nadia menuntunnya pada kenyataan pahit yang tak terbayangkan. Bagaimana ia menghadapi fakta bahwa suaminya diam-diam mengkhianatinya dengan menjalin hubungan gelap bersama adik iparnya sendiri di dalam rumah mereka?
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Demi menghapus duka setelah kepergian Rizal, Sonia memboyong kedua buah hatinya, Alif dan Hana, ke sebuah apartemen sederhana. Tak disangka, di sana ia bertetangga dengan Yudha, duda menawan yang juga mengasuh putri tunggalnya, Mira, seorang diri akibat tragedi masa lalu. Pertemuan tak sengaja di lorong apartemen perlahan menumbuhkan getaran tak biasa di hati mereka. Kini, keduanya dihadapkan pada pilihan sulit: terus meratapi kesedihan lama atau berani membuka hati demi cinta yang baru.
Sampul Novel Menaklukkan Duda Dingin
8.7
Amber Lim, sosialita kontroversial yang kerap dicap perusak hubungan, bertekad mengubah hidupnya. Demi belajar dari desainer legendaris Adam Smith, ia nekat menerjang musim dingin utara yang ekstrem. Sialnya, Amber dirampok hingga tersesat di tengah hutan beku. Harapan hidupnya kini bergantung pada Tuan Dingin, duda misterius pembenci wanita yang dirumorkan sebagai kanibal. Bisakah Amber menaklukkan hati pria tersebut, atau ia justru akan menjadi korban dari kebenciannya?

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED