Bab 1

Cerita ini hanya untuk dewasa

*****

"Kapan hidup miskin ini akan berakhir." Gumam Kayla saat ia baru saja duduk setelah hampir empat jam berada di dalam kostum rillakuma yang ia kenakan.

Kayla melirik mobil-mobil mewah yang lalu lalang di hadapannya. Ia lalu melihat dirinya. Sangat berantakan. Namun ia tak boleh menyerah. Ia butuh makan dan tempat tinggal.

___

Sang Fajar  sudah mulai menutup diri tugasnya dan berpindah kebelahan dunia yang lainnya, mengizinkan sang Bintang untuk menghibur manusia diwaktu itu terkhususnya manusia yang sedang galau seperti Andreas.

Bertengkar lagi dengan sang ayah membuat Andreas sedikit muak dan berakhir dengan kaburnya dia dari rumah layaknya bocah SD yang tak dibelikan mainan kesukaan.

Entahlah, padahal dia masih dua puluh delapan tahun tapi ayahnya sudah bersikeras ingin menjodohkannya dengan sang mantan pacar dulunya yang juga bekerja bersama Andreas di perusahaan saat ini. Walaupun mulutnya sudah berbusa mengatakan,

"Aku bukan bujang tua yang jelek Yah. Jadi ayah tak perlu mencarikan jodoh untukku. Aku bisa mencarinya sendiri." Namun tetap tak didengarkan. Alhasil lagi-lagi ia memilih untuk kabur mencari udara segar di luar rumah dan berakhir di taman ini.

Andreas merebahkan dirinya sambil melipat kedua tangan di atas kening sambil menatap langit malam yang sudah di penuhi bintang. Asik bermenung, tiba-tiba sebuah beruang besar langsung mengagetkannya.

"Aiiisshh! Ngagetin aja sih Lo!" bentak Andreas sembari mengusap dadanya. Detak jantungnya masih berpacu karena kemunculan kepala beruang itu yang secara tiba-tiba di atas kepalanya.

"Ngapain Lo?" bentak Andreas sambil mendudukkan dirinya.

Namun bukannya menjawab, Andreas justru dibuat kebingungan dengan si beruang yang memberikan sebuah lembaran brosur lalu menunjuk salah satu restoran Jepang yang ada di ujung jalan sebelum lampu merah.

"Lo nyuruh gue makan di sana?" tanya Andreas. Si beruang itupun mengangguk. "Gue nggak laper." Andreas kembali tidur namun tubuhnya seketika di tahan oleh tangan besar si beruang. "Mau apa sih Lo? Gue bilang gue nggak laper.!"kali Ini Andreas membentak si beruang cukup keras membuat gadis di dalamnya yang tak lain adalah Kayla langsung terkejut.

Kayla yang dibentak, langsung menggerakkan tangannya seolah dia sedang marah sambil menghentak-hentakkan kakinya ke lantai trotoar. Dengan kesal dia langsung memukul Andreas gemas.

Kayla menggerakkan tangannya seperti orang yang tengah menghapus air mata lalu menunjuk Andreas. "Lo berpikir gue lagi nangis?" Si beruang menggeleng. Lagi-lagi ia mencontohkan sebuah gerakan seperti orang yang sedang bersedih.

"Bersedih?" tebak Andreas. Si beruang pun mengangguk antusias. "Gue baik-baik aja. Sana Lo."

Kayla pun berkacak pinggang karena kesalnya. Dia melemparkan satu brosur lagi pada Andreas sebelum memutuskan meninggalkan tempat tersebut untuk melanjut pekerjaannya. Mengurus orang keras kepala seperti pria itu akan membuat Kayla sakit kepala.

Andreas melihat kepergian si beruang tersebut dan sesekali menatap restoran yang tadi di tunjuknya.

*****

Kayla baru saja pulang dari pekerjaannya menjadi badut lucu. Hari ini begitu melelahkan. Tubuhnya dipenuhi keringat. Namun lelah itu harus ia tahan. Karena malam hari ini ia kembali harus bekerja di sebuah Bar. Ia harus bekerja ekstra keras demi kelangsungan hidupnya yang sebatang kara.

"Haaah. Capeknya." gumam Kayla sambil memijit tengkuknya yang terasa lelah. Sambil berjalan menuju kamar, Kayla memutar kepalanya kekanan dan kekiri secara bergantian bahkan sampai membuat tulang-tulang lehernya berbunyi.

Ia harus mandi dan bersih-bersih. Baju seksi lagi?

Iya. Lagi-lagi Kayla harus kembali memakai baju seksi itu. Dikatakan gadis baik-baik, mungkin bukan Kayla. Karena untuk hal berbau sex, Kayla sudah pernah mencobanya walaupun bukan tahap membobol keperawanan. Tapi bagaimana nikmatnya Kayla sudah mencobanya.

Kejadiannya terjadi sebulan yang lalu. Saat Kayla yang sungguh kehabisan uang menawarkan tubuhnya untuk disentuh oleh seorang pria yang mungkin sebaya dengannya. Karena wajah pria tersebut terlihat sangat muda.

Singkat cerita, pria itu menyanggupi apa yang Kayla tawarkan. Mereka menyewa satu kamar untuk bermain. Tidak sampai pembobolan keperawanan, tapi Kayla mampu dibuat melayang oleh lidah sang pria yang menggelitiki klitorisnya gemas. Menekan-nekan daging kenyal nan sensitive itu dengan lembut membuat Kayla keluar beberapa kali.

Tak cukup sampai di situ, Kayla juga diminta melakukan pemijitan pada kejantanan sang pria yang sudah menegang sempurna. Seolah menjiwai perannya, Kayla dengan telaten dan semangat memijit kejantanan sang pria bahkan sampai mengulumnya dan menghisap benda keras dan panjang itu kuat membuat si empunya merem-melek menahan nikmat.

Itulah awal pertama Kayla mencicipi kejantanan lelaki. Rasanya sedikit aneh namun enak. Ia ketagihan dengan hal itu. Untung saja kejantanan pertama yang ia mainkan saat itu bersih dan wangi. Tak ada bau pesing seperti kenjantanan yang baru saja buang air kecil. Malah itu sangat kering dan nikmat.

Haahh. Mengingat hal itu, Kayla malah menginginkannya lagi. Semoga saja pria itu ada di Bar. Karena setelah kejadian saling jilat itu, Kayla tak pernah lagi melihat si pria berkunjung ke sana.

Kayla buru-buru menyudahi mandinya. Dengan tanpa busana, Kayla berjalan mengitari kamarnya. Memutari kasur guna men-cek ponselnya, lalu meletakkannya kembali dan dilanjutkan berjalan menuju walk in closet tempat baju-baju seksi dan pakaian kerjanya tergantung.

Kayla mengambil satu baju yang memang terbuka bagian atasnya. Sedangkan untuk bawahan, Kayla memakai rok di bawah pantat sedikit. Namun tak cukup besar untuk menutupi gundukan montok tersebut. Mengingat Kayla yang memiliki tubuh tinggi, jadilan rok kerja yang sebenarnya sampai paha, jika dipakai oleh Kayla, hanya bisa menutupi sampai bawah bokongnya. Bahkan saat Kayla menungging, celana dalam gadis itu langsung terlihat.

Kayla sudah rapi dan tampak sangat seksi dengan pakaian kerjanya. Melirik jam sekilas, Kayla segera berlari meraih ponselnya dan juga tas lalu berjalan keluar apartemen.

Untuk kali ini Kayla menaiki taksi dulu karena motor kesayangannya sedang diperbaiki. selama perjalanan, ia selalu digoda supir taksi yang cukup membuat Kayla bergidik ngeri. Kan nggak lucu kalau nanti perawannya direbut. Sama bapak-bapak? Nggak mau dia. Sama cowok yang kemaren itu baru Kayla mau.

Untung ketakutannya tak terjadi. Ia bahkan sampai ketempat kerjanya dengan selamat. Sambil berlari-lari kecil, Kayla bersenandung sambil menelusuri kamar ganti. Di sana ia meletakkan tasnya dan kembali lagi ke luar menemui beberapa rekannya yang tengah berbincang-bincang.

"Enak nggak? Nikmat nggak?" tanya Tia si cewek hentai.

"Banget Ti. Kejantanan dia itu gede banget. Sesak milik gue jadinya. Lo tahu nggak sih, pas masuknya itu lho. Ya ampuuunn, penuh banget rasanya lubang gue."

"Ya ampuun. Mau dong gue ditusukin juga. Udah lama nih lubang gue nggak kemasukan kejantanan seperti yang lo bilang tadi." seru Tia.

Sedangkan Kayla hanya mendengar dengan seksama pembicaraan kedua rekannya tersebut.

"Gue berharap malam ini dia beri gue kenikmatan lagi."

"Kenikmatan apa?"

Kedua wanita yang tengah bercakap itu langsung kaget.

"Ya Ampun Kayla. Bisa nggak sih lo itu munculnya jangan kayak setan." bentak Tia.

Namun Kayla yang dibentak hanya tertawa tak berdosa.

"Apanya yang nikmat?" tanya Kayla kembali.

Ia kepo dengan yang teman-temannya bicarakan.

"Kejantanan berurat." bisik Dini sembari mendesah.

Kayla membola seketika saat bisikan Dini membuat bulunya meremang.

"Gila lo?" teriak Kayla.

"Seriusan gue Kay. Kejantanannya itu nikmat banget Kay."

"Siapa?"

"Seorang pria. Ah gue berasa pengen diobok-obok lagi. Geli gue." seru Dini yang langsung ngacir menjauh. Dibelakang Dini, Tia juga ikut menyusul meninggalkan Kayla dengan segala hayalannya.

Sepuluh menit berdiam, Kayla akhirnya memutuskan untuk mengambil alih pekerjaan untuk ruangan VVIP.

"Ini di VIP satu ya." ucap Kemal pada Dini. "Dan ini VVIP. Lo yang anterin ya Kay." Kayla mengangguk mengiyakan.

Setelah mengambil nampan berisi sebotol Wine dari Italia yang harganya sungguh fantastis itu, Kayla dengan segala kehati-hatiannya, berjalan cukup pelan menuju ruangan yang tadi Kemal maksud.

Tak perlu mengetuk terlebih dahulu, Kayla segera menekan tombol password ruangan dan dalam hitungan detik, pintu itupun bergeser ke samping.

Kayla masuk dengan hati-hati namun masih belum melihat apa yang sedang terjadi di ruangan itu sampai ia mendongak dan di sanalah ia seketika melongo tak percaya.

Bagaimana tidak. Kini di depannya terpampang adegan tak senonoh. Seorang pria yang grrrr sangat tampan dengan seorang wanita penghibur yang Kayla tahu wanita tersebut bagian dari Bar ini.

Tapi tunggu dulu, sepertinya Kayla merasa pernah bertemu pria itu, tapi dimana? Ia sungguh pelupa. Kayla kembali menatap ke depan nya.

Mereka tengah melakukan oral Sex. Si pria masih belum sadar kalau Kayla ada dia sana. Ia sibuk mendongak ke atas dengan mulut terbuka dan mata terpejam menikmati setiap hisapan mulut si wanita pada kejantanannya yang sudah menegang sempurna.

Kayla menggigit bibir bawahnya kuat saat melihat kejantanan yang wow besarnya menurutnya.

Asik memandang 'senjata' itu, Kayla dikagetkan dengan si wanita yang memanggilnya dengan bahasa isyarat. Wanita itu menggerakkan telunjuknya untuk meminta Kayla mendekat.

Kayla menggeleng cepat, namun rasa penasarannya sungguh menghianati hatinya saat ini. Sekali lagi wanita itu meminta Kayla untuk mendekat. Dengan langkah pasti Kayla berjalan secara perlahan dan meletakkan Wine yang tadi di pegangnya di atas meja tanpa menimbulkan suara. Toh timbul suara pun, pria yang sedang keenakan itu tak akan tahu. Karena kini televisi besar di ruangan itu tengah memutar adegan dewasa yang sungguh panas.

Walaupun ragu, Kayla akhirnya berjongkok di depan kejantanan berurat itu. Dilihatnya kini mulut sang wanita berganti dengan jemari lentik si wanita.

"Mau coba?" tanya nya pada Kayla.

Tanpa pikir panjang Kayla langsung menggeleng. Mana mungkin ia akan mencoba itu? Bisa dipecat ia dari sini.

"Coba saja. Gue jamin enak kok." bisik wanita itu lagi.

Kayla menggigit bibir bawahnya. Dia ingin menolak tapi setan dalam dirinya berteriak meminta untuk mencicipi.

Entah sadar entah tidak, Kayla mengangguk membuat si wanita tersenyum. Sembari terus mengocok kejantanan itu, si wanita bergeser sedikit ke samping dan memberi akses untuk Kayla mendekat.

Si wanita mengambil tangan Kayla dan mengarahkannya pada kejantanan yang sudah menegang sempurna tersebut.

"Puasin dia." bisik wanita itu.

Dengan perasaan campur aduk, Kayla akhirnya mengangguk. Ia menggenggam kejantanan yang ternyata tak bisa ia genggam semuanya itu. Sungguh ukuran yang fantastis. Bisik Kayla dalam hatinya.

Setelah mengocoknya kuat sampai membuat si empunya mengeram nikmat, Kayla kini mencoba bermain dengan mulutnya. Ia penasaran bagaimana rasa si pria yang tengah mendesah ini.

Tanpa pikir, Kayla langsung memasukkan kejantanan itu dalam mulutnya.

"Aagghh.." desah sang pria. Pria itu merasakan kenikmatan yang sangat sangat nikmat. Ia tak pernah merasakan ini sebelumnya. Bahkan sejak tadi. Apa wanita yang berada di kejantanannya ini tengah mengeluarkan trik jitu.?

"Aaghhh Shit! nikmat banget." racaunya. Si pria semakin mendongak saat ia merasakan kedutan di kejantanannya yang siap meledakkan 'larva' putih itu.

"Hisap kuat sayang. Aku sudah tak tahan." racaunya. Dengan kuat Kayla menghisap dan beberapa detik kemudian cairan kental itu keluar sangat banyak. Tubuh si pria langsung bergetar hebat bahkan kejantanannya masih bersarang dalam mulut Kayla.

"Sshhhh--aagghh.fuck so good.." racaunya terus.

Kayla yang cemas langsung menelan cairan itu dan segera berdiri. Merapikan dirinya seolah ia baru saja datang.

Saat membuka mata, si pria langsung kaget melihat kehadiran Kayla di samping meja.

"Siapa Lo?" bentaknya kuat.

"Saya pelayan Tuan. Mau mengantarkan minuman." jawab Kayla sesantai mungkin. Padahal jantungnya saat ini tengah dilanda gemuruh hebat. Apalagi tatapannya sesekali tertuju pada kejantanan si pria yang masih berdiri tegak.

Pria itu berdiri dari baringnya dan langsung mendekati Kayla.

Kayla terkejut bukan main. Apalagi cowok itu tengah menatapnya seksama. Tepatnya menatap bibir Kayla.

"Cairan sperma." batin Pria itu saat melihat ada beberapa tetes cairan putih kental itu menempel di pipi dan pinggiran bibir Kayla serta di dagunya.

Kayla yang panik seketika meminta izin untuk keluar.

"Apa dia yang tadi mengoralku sampai orgasme sehebat itu?" tanya si pria.

"Tepat sekali Andreas. Bagaimana mulutnya? Kau suka?" jawab si wanita.

Seketika senyuman miring nan misterius terbit di bibir tebal Andreas.

*****

Bab 2

Ya, pria itu Andreas. Andreas sendiri tak menyangka akan mendapatkan service terbaik hari ini. Sangat baik.

Andreas memasukkan kejantanannya yang sedikit mengecil ke dalam celana jeansnya dan menaikkan kembali resleting yang tadi dibuka oleh Anita si pelacur. "Siapa namanya?" tanyanya.

"Kalau nggak salah namanya Kayla. Kenapa? Lo mau coba dia juga?"

"Ide bagus."

Anita mengangkat bahunya. "Terserah Lo sih. Setidaknya untuk beberapa hari gue bisa istirahat dulu. Capek gue tiap hari layanin nafsu gila Lo." rutuk Anita.

"Kalau dia memuaskan, mungkin gue bebasin lo dalam beberapa saat. Tapi jika tak memuaskan, lo harus kembali layanin gue." jawab Andreas sekenanya.

"Emang kenapa sih lo betah banget sama gue."

"Meki lo enak. Makanya gue betah keluar masuk dalam lubang lo."

"Sialan!" umpat Anita. Wanita itu langsung memasang kembali pakaiannya dan langsung keluar dari ruangan tersebut.

Sebelum keluar, Anita sempat meminta bayarannya ditransfer saja.

"Kayla. Lo target gue selanjutnya." ucap Andreas dengan senyum yang tak sulit untuk mengartikan apa maksudnya

*****

Kayla berlari sekencang mungkin menuju kamar mandi. Ia masih belum percaya dengan apa yang ia lakukan tadi. Kejantanan yang besar dan panjang, cairan yang nikmat, ekspresi lenguhan yang merangsang.

Haaah! Kali ini Kayla sungguh gila. Bahkan lebih gila dari sebulan yang lalu saat untuk pertama kalinya ia mencicipi kejantanan lelaki.

Gila memang. Sangat gila.

Kayla menatap wajahnya di cermin yang ada di kamar mandi. Matanya membola seketika, bukan tentang kejadian tadi yang membuatnya seperti itu, tapi apa ini?

Cairan sperma?

Ya Tuhaaan. Ceroboh sekali lo Kay. Gimana bisa lo nggak sadar masih ada sisa sperma cowok tadi menempel di wajah lo.

Aaggggrrr!

Kayla memutar kran dengan gemetar. Dengan cepat ia segera menampung air menggunakan telapak tangannya lalu membasuh muka cantiknya sedikit kasar agar sperma kering itu segera hilang.

"Dasar ceroboooh." desahnya menyesal.

Pasti pria itu sadar kalau yang memainkan kejantanan besarnya tadi adalah Kayla.

Bagaimana ini?

Kayla panik bukan main. Ia bahkan mondar-mandir di kamar mandi. Membuat pengunjung yang masuk ke dalam keheranan.

Sepertinya kamar mandi bukan tempat yang baik untuk berpikir saat ini. Kayla segera melangkah keluar. Ia berniat untuk masuk ke dalam kamar ganti dan berdiam diri sedikit di sana. sepertinya akan jauh lebih baik jika ia di sana.

Kayla baru saja setengah jalan menuju ruang gantinya ketika sebuah tangan kekar menahan geraknya cepat.

Tubuhnya seketika terputar ke belakang membuat Kayla berteriak, tubuhnya terhempas dalam pelukan seseorang.

Nyaman.-Batinnya.

Namun hanya sebentar. Karena sedetik kemudian Kayla tersadar dan segera melepaskan pelukan tersebut.

"Hai.." sapa seseorang yang tadi dipeluk Kayla.

Namun mendadak Kayla merasa jantungnya sungguh sudah tak berfungsi. Bahkan ia sampai lupa cara untuk bernafas.

Satu detik, dua detik, tiga detik.

"Bernafaslah. Lo nggak lupa caranya nafas kan?"

Huuuufff..

Seketika hembusan nafas berat terdengar keluar dari mulut Kayla. Membuat Andreas, pria yang menyapanya tadi tersenyum geli.

"A-ada apa?" tanya Kayla seduktif.

"Nggak. Gue cuma nyari lo. Minta pertanggung jawaban."

Kayla mengernyit. Pertanggung jawaban apa? Dia hamil? Gila kali.

"Maksud Lo?" tanya Kayla dengan menggunakan Lo Gue.

Berani juga dia sama gue ternyata.- Batin Andreas.

"Gue tahu apa yang lo lakuin di dalam tadi--" Andreas menjeda ucapannya. Lalu ia mendekat ke arah Kayla dan berbisik di telinga perempuan itu "sama Kejantanan Gue."

Deg!

Kayla memucat. 

Bagaimana bisa pria di depannya ini tahu. Ini mimpi kan? apa wanita tadi yang memberitahukan? Tapi tidak mungkin. Tapi ini-Aaaa! Bagaimana nasib Kayla setelah ini.

"L--lo tahu dari--"

"Mudah saja. Karena kebodohan lo tentu saja."

"Eh?"

"Cairan cinta gue menempel di bibir lo." bisik Andreas lagi.

Kayla semakin dibuat mematung dan pucat. Ternyata ini karena kebodohannya sendiri.

"Bagaimana? sudah paham? Ke-bo-do-han-lo." ucap Andreas sambil menekankan kata kebodohan pada Kayla.

Siaaall

Kayla sungguh tak bisa dibuat berkutik.

"Apa mau Lo?" tanya Kayla akhirnya pasrah. Seketika senyum setan terbit dari bibir Andreas.

"Mudah saja. Gue lihat tubuh lo seksi dan cocok jadi model gue."

Apa? Si gila ini bilang apa? Model? Modelnya?

Taakk!

Awww. Kayla meringis karena keningnya dijentik oleh Andreas cukup keras.

"Gue minta lo jadi model gue. Bukan jadi orang bodoh yang kehilangan akal." ucap Andreas sinis.

"Lo kalau ngomong bisa di saring nggak sih? Ngatain gue aja dari tadi."

"Sayangnya nggak. Lo emang bodoh di mata gue. Ya lo liat aja contohnya. Kerja tak bersih."

"Lo--"

"Udah. Gue males berdebat. Kalau lo nggak mau, siap-siap aja nasib lo berakhir buruk karena sudah lancangnya bermain dengan junior gue tanpa seizin gue.

Wajah Kayla memerah. Ingatan tentang bagaimana ia mengulum milik pria di depannya ini tadi terlintas dengan tak sopannya di otak cantiknya.

"Lo ngancem gue?" tanya Kayla tak bisa terima.

Andreas mengangkat bahu. "Terserah lo nganggep ini apa. Yang jelas ini tawaran dari gue."

"Lo mau jadiin gue pelacur?"

"May be." Jawab Andreas tak jujur. Bukan pelacur, tapi model. Siapa suruh wanita di depannya ini terlalu baper.

"Brengsek."

"Jaga ucapan Lo." ancam Andreas tak suka.

"Kenapa? Emang lo brengsek. Memanfaatkan seorang gadis kayak gue."

"Apa? Gadis? Gue nggak salah denger?" Andreas mengerjap tak percaya. Gadis? Mana mungkin perempuan ini masih gadis. Bahkan cara dia bermain dengan juniornya tadi kayak wanita berpengalaman.

Kayla kembali merutuki kebodohannya. Ia keceplosan mengatakan kalau dirinya seorang gadis.

"Tadi lo bilang apa?" ulang Andreas bertanya sambil mendekat.

Kayla yang gugup langsung mundur sampai punggungnya menubruk dinding yang dingin. Sementara Andreas semakin terus menghimpit tubuhnya.

"Ma--mau lo apa?"

"Jawab pertanyaan gue tadi. Lo masih perawan?"

"Bu--bukan urusan lo."

"Brengsek. Tinggal lo jawab aja susah amat sih. Atau mau gue laporin polisi atas kelancangan Lo?"

Deg.!

Brengsek ini cowok.

"Kalau ia kenapa? Apa mau lo?"

Mendadak Kayla merinding saat senyum misterius terbit di bibir Andreas.

"Bagus. Mulai hari ini lo resmi jadi model gue"

"WHAT?" Andreas menutup telinganya karena pekikan Kayla yang mendenging di telinganya.

"Apaan sih Lo."

"Lo yang apa-apaan. Ada hak apa lo nyuruh gue jadi model lo? Berani bayar berapa Lo?" tantang Kayla jengah.

Seketika Andreas tertawa terbahak-bahak mendengar keberanian Kayla padanya.

"Gila lo ya." sinis Kayla.

Andreas memegang dagu Kayla kuat dan mengarahkan wajah gadis itu padanya.

"Jangankan Lo. Beli diskotik ini gue mampu. Asal lo tahu, gue tinggal minta sekretaris gue bicara dengan pemilik di sini dan gue pastikan hanya hitungan satu detik, Lo akan didepak dari sini."

Kayla lagi-lagi melongo tak percaya. Sebenarnya siapa orang yang kini berdiri di depannya. Apa sebenarnya jabatan pria ini.

"Siapa lo sebenarnya?" tanya Kayla tanpa basa-basi.

"Bagus sekali. Akhirnya lo nanya juga. Gue Andreas, Andreas Praditya Erlangga.

Suasana hening seketika, sampai sedetik kemudian, tawa keras terdengar dari mulut Kayla membuat Andreas mengernyit bingung.

Gila ni cewek.

"Lo bilang apa tadi? Lo siapa? Andreas Praditya Erlangga? Hahahaha." Kayla masih tertawa. Perutnya terasa geli. "Hahaha. Kalau lo Andreas Praditya Erlangga, kenalin gue Chelsie island. Hahahah."

Shit. Sialan ni cewek. Nggak percaya dia siapa gue.

Kayla masih tertawa mengejek. Sedangkan wajah Andreas sudah merah padam karena emosi.

Dengan cepat Andreas mengeluarkan ponselnya dan mencari data dirinya lewat internet dan membuka bagian gambar yang memang menampilkan fotonya dengan sangat gagahnya.

Andreas mengarahkan ponsel itu pada Kayla. Awalnya Kayla belum sadar sampai ia akhirnya menatap foto tersebut dan lambat laun tertawanya berubah menjadi suara batuk karena tersedak.

Andreas tersenyum meremehkan. Senyuman jahat muncul begitu saja di bibir tebalnya.

"Haha--haha. Ini--"

"Gue Andreas Praditya Erlangga. Dan setau gue Chelsie Island tak se bar bar lo."

Glek.

Kayla kesusahan menelan ludah. Seolah yang dia telan saat itu adalah bongkahan batu besar.

"Lo--lo beneran--"

"Andreas." sahut Andreas cepat. "Dan sepertinya Lo udah lakuin kesalahan lagi."

"Tu--tuan saya--"

"Cih. Tadi udah kayak singa, sekarang seperti kucing kelaparan."

Sialan ni cowok.

"Lo gue maafin. Asalkan lo mau jadi model gue." ulang Andreas yang kali ini lengkap dengan sedikit penekanan seolah ingin mengatakan gue nggak mau dibantah.

"Tap--tapi saya--"

"Iya atau tidak?" ulang Andreas tegas.

Andreas mengambil ponselnya dan menekan layar ponsel itu.

"Mau ngapain?" tanya Kayla.

"Telpon atasan Lo." Kayla diam tak merespon. Karena memang ia yakin lambat laun ia akan didepak dari sini.

Andreas menyadari kediaman Kayla. Ia sedikit membuang muka, lalu kembali memasukkan ponsel dalam jaket denim hitam yang dia kenakan.

"Bagaimana?" tawar Andreas lagi.

"Baiklah tapi--"

"Tak ada tapi tapian." sergah Andreas cepat membuat Kayla menatap tajam kearahnya.

"Mana bisa begitu. Gue nggak mau jadi budak lo terus."

"Yang bilang lo budak gue siapa?"

"Itu sama saja sialan."

"Bahasa lo tolong di kontrol."

"Bukan urusan lo."

Andreas mengumpat kasar. Ia geram melihat Kayla yang selalu menjawab ucapannya. Tapi sebisa mungkin ia menahan untuk tak meledakkan amarahnya.

"Jadi bagaimana? Iya atau tidak?"

"Gue bilang nggak pun lo pasti akan memaksa." ucap Kayla kesal.

"Itu lo tahu. Jadi itu artinya lo setuju. mulai hari ini, Lo jadi model di perusahaan gue Untuk--"

"Gue nggak mau terikat. Selain ini gue masih ada kerjaan lain."

"Apa? Wanita bayaran?"

Kayla menatap Andreas tajam. "Setidaknya bukan sebagai pelacur." ucap Kayla sangat sinis.

"Berhenti dari sana."

"Untuk yang satu ini, Lo nggak berhak campuri. Ini kerjaan gue dari dulu"

"Oke. Silahkan lo cari kerja di sana, tapi siap-siap saja video lo yang hisap kejantanan gue tersebar di dunia maya."

Kayla merasakan dunianya berhenti seketika. Ia memucat dan mematung. Apa-apaan ini. Video? Apa ruangan itu ada CCTV nya?

Tapi sepertinya untuk jadi badut ini, Kayla tak mau dilarang.

Mungkin saat ini ia harus melawan.

"Terserah lo. Mau lo sebar gue nggak peduli. Yang jelas setelah lo sebar, jangan harap lo bisa maksa gue kerja jadi model lo dan asisten pribadi lo."

Andreas mengeram tak percaya. Kayla cukup berani jika ia lihat. Karena selama ini tak ada yang berani melawan seorang Andreas.

Tatapan tajam bak ujung pedang yang runcing berhasil Andreas hunuskan pada mata indah seorang Kayla. Namun bukannya takut, Kayla justru melakukan hal yang sama. "Baiklah. Apa pekerjaan lo itu?"

"Badut."

Hening. Suasana langsung hening.

"Apa?" seolah tak percaya dengan pendengarannya. Andreas mencoba bertanya kembali.

"Kerjaan gue jadi badut."

"Badut?"

*****

Bab 3

Badut?

"Becanda lo ya?" ucap Andreas dengan suara sedikit meninggi.

"Kalau nggak percaya ya sudah. Minggir! gue mau kerja lagi." usir Kayla.

Kayla mendorong tubuh Andreas kuat ke samping membuat pria itu sedikit terdorong. Dengan angkuhnya Kayla berjalan melewati Andreas tanpa melihat sedikitpun ke arah pria tersebut.

Sebenarnya bukan tak mau melihat. Kayla hanya memikirkan jantungnya dan kemaluannya. Saat melihat Andreas ia selalu terbayang milik pria itu yang mengacung tinggi membuat bagian bawahnya berdenyut.

Jangan sampai nanti Kayla kalap dan menyerang Andreas di sini. Bisa diletak dimana repotasinya sebagai gadis cantik.

Kalap?

Ya. Haaahh. Banyak hal yang kaila alami sebenarnya tentang dunia panas ini.  Dan semua itu dimulai saat dia berusia 10 tahun.

__

Selama ini aku menyimpan satu rahasia. Aku berkenalan dengan sex sejak umurku sepuluh tahun. Saat itu tanpa sadar aku memergoki om dan tanteku tengah bercinta di kamar mereka dan itu terlihat begitu panas. Dan sejak saat itu aku selalu mencuri lihat. Saat mereka  ada di kamar, aku selalu mengintip dan terus mendapati mereka bercinta.

Tak hanya om dan tanteku. Aku pernah melihat kakak sepupuku melakukan affair dengan Leoni, adik dari kakak sepupunya itu.

Mereka melakukan sex di kamar kakak. Aku melihat dengan jelas bagaimana kejantanan kakak sepupuku itu mengujami milik Leoni begitu keras membuat sepupuku itu mengerang nikmat dan selalu meminta lagi dan lagi.

Apa dimasuki kejantanan rasanya begitu nikmat? tante juga begitu saat dimasuki milik om, dan Leoni juga berekspresi seperti itu saat dimasuki kejantanan bang Tristan, kakak sepupunya.

Sejak saat itu, aku menjadi gadis hipersex namun masih perawan. Aku mencoba menahan diri untuk tak bercinta dengan siapapun. Sebagai ganti pelampiasan, aku melakukan sendiri pada klitorisku. Memijitnya sendiri sampai aku orgasme kuat dan hebat.

___

Dan tentang mengulum kejantanan pria, baru dua kali itu aku lakukan. Pertama pria yang aku tak tahu namanya sebulan yang lalu, yang kedua Andreas.

Kalau dibandingkan ukuran, milik Andreas lebih besar dan kekar dari si pria yang tak kutahu namanya itu.

Haaah. Benarkan instingku. Untung aku segera meninggalkan Andreas, jika tidak mungkin aku akan kembali menyerang pria itu di sana dan mengoral daging keras itu sampai kembali mengeluarkan sperma yang terasa nikmat.

___

Kayla kembali bekerja sedangkan Andreas pergi menemui temannya yang juga menjadi pemilik Bar tersebut. Dalam benaknya saat ini masih berputar Bagaimana pertemuannya tadi dengan Kayla.  Dan iya benar-benar ingin Kayla bekerja sebagai modal di perusahaannya.

"Hey apa kabar Bro. Tumben lo mau nemuin gue? Biasanya kesini cuma buat nikmatin pelacur Bar." ucap Ridho dengan nada sedikit mengejek.

Memang benar. Andreas biasanya ke Bar milik Ridho memang untuk memuaskan kejantanannya. Tapi sekarang ada angin apa pria itu menemui sahabatnya?.

Tanpa dipersilahkan duduk, Andreas sudah menyamankan dirinya dengan duduk di salah satu sofa empuk di ruang kerja Ridho. Andreas melipat tangan yang ke dada sembari bersandar di sandaran sofa.

"Gue minta lo pecat Kayla." ucapnya singkat namun membuat Ridho menganga.

"Maksud Lo?"

"Gue mau Kayla jadi model gue."

Lagi-lagi Ridho dibuat melongo. Ni anak sakit atau gila beneran?

"Lo aman kan Bro? Nggak gila kan?" tanya Ridho sedikit menyipit.

"Nggak lah. Gue baik. Aman sehat sentosa. Kecuali adik kecil gue. Masih belum aman dia."

"Brengsek Lo." maki Ridho saat melihat Andreas menunjuk kejantanan pria itu yang memang menegang.

"Lo butuh pelacur lagi?" tawar Ridho.

Andreas menggeleng."Gue butuh Kayla, bukan pelacur."

Ridho memicing sedikit. "Maksud Lo?"

"Rasa-rasanya gue nggak pernah punya teman bego. Tapi kenapa lo lemot banget sekarang."

Ridho langsung menyumpah serapahi sahabatnya itu.

"Jika tujuan lo cuma untuk ngatain gue. Pergi lo sana.!"

Andreas menggeleng.

"Tidak jika lo nggak serahin Kayla jadi model gue." balas Andreas. Pria itu berjalan mengitari meja dan duduk di salah satu sofa panjang nan empuk.

"Tapi kenapa? Lo pernah ketemu Kayla sebelumnya? Kenapa tiba-tiba lo minta Kayla jadi model lo?"

"Karena gua mau. Jadi lo tahu kan gue nggak bisa ditolak. Gua paling males menerima kata tidak dari seseorang." Ucap Andreas masih terlihat santai.

Ridho mengangguk, "Baiklah. Tapi ada syaratnya."

"Sebutkan saja."

"Gue bakal serahin Kayla sama Lo, tapi Lo harus serahin Yuki sama gue."

Rahang Andreas mengeras. Yuki adalah salah satu modelnya yang dia banggakan. Dan satu lagi. Yuki masih perawan.

"Lo yakin? Yuki masih perawan. Jadi--"

"Lo pikir Kayla sudah bolong?"

Andreas terkejut. Jangan pikir Andreas tak tahu maksud omongan Ridho. Otaknya langsung berputar pada ucapan Kayla tadi yang mengatakan jika dirinya masih gadis.

Jadi benar, celetukan Kayla tadi itu nyata. Kayla masih virgin.

"Jadi perawan harus dibayar perawan."

"Dari mana Lo tahu Kayla perawan?"

"Oh Men. Lo nggak lupa kan apa syarat untuk jadi pelayan di sini? Terserah nantinya mereka mau apa, yang jelas syarat untuk masuk di sini harus still Virgin."

Ya. Tentu saja Andreas tak lupa. Syaratnya itu 'Harus perawan'. Bahkan Ridho mengharus ada surat keterangan keperawanan dari dokter rumah sakit ternama milik om sahabatnya itu.

"Tapi siapa tahu dia setelah bekerja di sini, dia serahin virginnya pada pelanggan."

Tuduhan Andreas tak salah kan? Pasalnya ia baru saja mendapat layanan blowjob dari Kayla tadi di kamar VVIP.

"Gue tahu siapa Kayla. Palingan dia cuma kasih blowjob ke para pelanggan."

Shit! Kenapa Ridho tahu semua.

Andreas kehabisan kata. Ia tak bisa mengelak lagi.

"Kenapa? Lo kalah kan? Makanya, gue serahin Kayla sama Lo, Lo serahin Yuki ke gue. Kita imbang."

Setelah menimbang cukup lama, Andreas pun mengangguk menyetujui. Dengan lagi-lagi syarat dari Ridho jika nanti gue kepengen, gue bakal perawanin Yuki, tapi tentu saja bukan karena paksaan. Gue bisa bikin dia nyaman saat kejantanan gue tertanam di kewanitaannya.

Itulah kalimat panjang yang Ridho ucapkan untuk Deal mereka. Begitupun sebaliknya. Syarat itu juga berlaku untuk Andreas jika ingin menghangatkan diri dengan Kayla.

*****

Setelah melakukan Deal itu, Kayla pun dipanggil oleh Ridho dan diminta bekerja di perusahaan Andreas. Kayla sempat menolak tapi ancaman kontrak kerjanya di Bar membuat Kayla mau tak mau harus menerima.

Dan kalian tahu siapa yang diuntungkan? Tentu saja Andreas. Ia tak perlu repot-repot menarik Kayla dari tempat itu. Hanya dengan bantuan Ridho, ia bisa dengan mudah membawa Kayla keluar dari sana.

Kini Kayla sudah berada di dalam mobil Andreas. Walaupun dengan paksaan ekstra yang Andreas lakukan.

"Pasang Seatbelt Lo!" perintah Andreas pada Kayla yang masih terdiam duduk di sebelahnya.

"Kita mau ke mana?" tanya Gadis itu.

"Ke perusahaan. Gue mau ngenalin perusahaan sama Lo."

"Apa harus sekarang?"

"Karena sekarang ada pemotretan. Dan gue mau lo lihat gimana proses pemotretan tersebut. Sudah jangan banyak bantahan. Pasang seatbelt lo."

Kayla akhirnya pasrah. Ia mengambil ujung seatbelt dan memasangkannya pada ujung yang lain.

Selama di perjalanan, Kayla tak mau buka suara. Dan hal itu cukup membuat Andreas bosan.

Ide usil terlintas di otak pria itu. Otak cerdasnya kembali mengingat bagaimana rasa miliknya yang tadi dikulum Kayla dan sungguh hangat.

Shit. Ia keras kembali hanya gara-gara mengingat hal tadi.

Egghemm!

Andreas berdehem mengagetkan Kayla yang tengah bermenung di sampingnya.

"Gimana rasanya?" tanya Andreas ambigu.

Kayla mengernyit bingung.

"Rasa apa?"

"Kejantanan gue."

Deg!

Kayla terdiam mematung. Kenapa pertanyaan itu yang ditanyakan pria sialan di sampingnya ini.

"Ma--maksudnya?"

"Gak perlu gue jelasin lebih detail kan untuk lo tahu apa maksud gue."

Sialan!

"Jadi gimana rasanya? Bahkan lo sampai telan sperma gue."

Kayla tiba-tiba kelu. Ia tak tahu harus bicara bagaimana. Otaknya mendadak kosong.

"Mau dicoba lagi?" tawar Andreas. Sebenarnya pertanyaan ini dilontarkan pria itu untuk sebuah keberuntungan. Siapa tahu saja Kayla mau dan kejantanannya kembali mendapatkan kehangatan.

Kayla merasa wajahnya memanas. Otaknya error seketika. Dengan cepat Kayla memutar kepalanya kesamping menghadap jendela. Ia tak mau Andreas melihat dirinya yang memerah.

Namun jantung Kayla kembali berdetak saat ia merasakan jemarinya digenggam oleh Andreas dan dibawa menuju sebuah tempat.

Kayla terkejut namun tak mau menoleh pada Andreas. Ia tahu betul dimana posisi tangannya saat ini. Pasalnya dengan jelas ia merasakan gundukan keras yang tertutupi kain.

Ya.

Jemarinya kini ada di atas kejantanan Andreas yang sudah mengeras.

Ingin rasanya Kayla menarik jemarinya dari sana, namun entah kenapa ia tak mampu. Jiwa hipersex nya mendadak muncul. Jemarinya menghianati otaknya.

Bukannya menjauhkan tangan itu dari kejantanan Andreas, Kayla justru menggerakkan seolah tengah memijit sesuatu membuat Andreas meremang dan meremas stir mobilnya kuat.

Shit! ini nikmat banget. Umpat Andreas dalam hatinya.

Darahnya berdesir. Tak ada yang bisa ia lakukan selain menikmati remasan jemari Kayla pada miliknya. Ini baru di dalam celana sudah membuatnya nyaris gila. Apalagi Kayla menyentuhnya secara langsung.

Andreas menatap Kayla yang masih membuang muka ke samping. Pria itu gemas melihat sikap Kayla. Dengan cepat ia mengangkat tangan Kayla dan tanpa sepengetahuan Kayla, Andreas mengeluarkan kejantanannya dari kurungan celana yang ia kenakan dan membebaskannya menjulang ke atas.

Jemari Kayla yang tadi di tahan oleh Andreas, diturunkan kembali oleh pria itu hingga menyentuh langsung miliknya.

Kayla yang kaget, langsung menoleh pada Andreas yang tampak terpejam menikmati.

Kayla menatap wajah Andreas dan kejantanan pria itu secara bergantian. Reaksi kenikmatan yang Andreas munculkan mampu membangkitkan jiwa liar Kayla.

Kayla kembali melirik ke arah jendela saat Andreas membuka mata. Walaupun begitu, jemari lentiknya mulai bekerja kembali memijit kejantanan Andreas yang sudah tak bisa dirasa lagi bagaimana kerasnya. Saking tegangnya milik pria itu.

Andreas kembali mengendarai mobilnya dengan susah payah. Bahkan ia terus-terusan meremas stir mobil nya kuat.

Desahan keluar dari bibir Andreas. Tak apa jika Kayla mengalihkan pandangan, yang jelas rudalnya terpuaskan.

"Yang kencang Kay.!" pinta Andreas di tengah kocokan Kayla pada miliknya. Kayla menuruti permintaan Andreas sampai gadis itu merasakan milik Andreas yang membesar serta racauan pria itu yang semakin gila.

Tak berapa lama setelah itu, Andreas mengerang keras disertai semburan spermanya yang kuat mengenai stir mobil, celananya dan juga jemari kayla.

Kayla belum berhenti. Ia terus memijitnya sampai Andreas benar-benar puas. Tubuh Andreas bergetar nikmat. Apalagi saat Kayla memijit kepala kejantanannya yang memerah.

Kayla menggigit bibir bawahnya saat desahan Andreas terdengar membuat bagian bawahnya ikutan geli.

Saat Andreas sudah tenang, barulah Kayla melepaskan jemarinya dari kejantanan Andreas.

Otak Kayla mendadak gila. Apa yang baru ia lakukan? Kenapa ia bisa senekat ini? Dan ini sudah kali keduanya ia menyentuh milik Andreas. Walaupun bukan dengan mulutnya, namun sensasi panas itu menjalar sampai ke seluruh tubuhnya.

*****

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED