"Salma!" Teriak suara seorang pria yang membuat Salma kerap merasa ketakutan.
"Ternyata kamu disini dasar wanita murahan!!kamu kenapa keluar hotel hah? Mau tebar pesona dengan pria di luar sana "ucap pria itu dengan tegas pada Salma.
"Aakkuu hanya bosan berada di dalam sini sehingga tadi memutuskan keluar dari hotel "jawab sama dengan suara bergetar.
Plakkkk
"Denger yah gak boleh ada satupun orang yang terpesona dengan kecantikan kamu karena kamu hanya milik aku Salma! "Ucap pria itu kembali sembari mencengkram wajah Salma setelah ia menampar pipinya yang lembut.
Salma hanya bisa terisak dan terus menangis dalam sebuah penyesalan karena dia harus memilih pria yang salah dalam hidupnya dia adalah Leon seorang pria yang tidak sengaja ia temui di media sosial.
Salma berpikir hidupnya akan jauh lebih bahagia ketika bersama Leon pria yang sangat dia cintai selama ini, bahkan dia pun rela meninggalkan kedua orang tuanya dan keluarganya hanya untuk bisa menyusul leon ke Bali.
Namun, ternyata kehidupannya di sini malah semakin parah dia diperlakukan tidak selayaknya seorang wanita yang dicintai dengan tulus oleh seorang pria. Bahkan seringkali mendapatkan kekerasan fisik dan mental dari Leon.
"Maafin Salma Bu mungkin ini adalah dosa yang harus sama tanggung sendiri karena sudah meninggalkan ibu dan ayah sendirian "gumam Salma yang terus terisak dalam tangisnya.
Salma melihat dirinya di depan cermin, gadis itu begitu sangat cantik dengan mata yang terbuka lebar dan hidungnya yang mancung serta berkulit putih. siapapun pasti akan jatuh hati padanya termasuk Leon bahkan, Leon pun selalu takut jika ada seorang pria yang mencoba untuk mendekati pacarnya itu.
Leon dan Salma tinggal bersama dalam satu hotel, tidak ada ikatan pernikahan di antara mereka Salma telah meninggalkan semua aturan keluarganya yang begitu sangat taat beragama.
Namun, meskipun dia tinggal bersama dengan kekasihnya akan tetapi mereka tidak pernah berbuat macam-macam selama pernikahan itu belum terjadi. Leon dan Salma memang berencana untuk menikah bulan depan akan tetapi ia mulai ragu , karena dia tahu bagaimana sifat asli calon suami. sehingga dia memutuskan untuk kabur dan kembali bersama keluarganya.
"Aku harus kabur dari sini menemui ibu dan ayah juga Salwa aku tidak mau hidup selamanya bersama pria yang kasar seperti Leon " gumam Salma sembari mengemasi barangnya.
Syukurlah Dia memiliki cukup banyak tabungan untuk kabur dari tempat ini. Dan kabar baiknya lagi Leon sedang tidak ada di hotel sehingga salma bisa buru-buru untuk pergi dari sini sebelum dia kembali datang. salma tidak mau hidupnya hancur bahkan selamanya dia harus tinggal bagaikan di neraka bersama pria yang sama sekali tidak pernah menghargai dirinya.
***
"Salwa Kamu cantik sekali dengan gaun pengantin ini kamu pasti akan menjadi pengantin paling bahagia karena bisa menikah dengan Farhan pria yang begitu sangat baik dan juga sayang sama kamu " ucap Bu Mayang pada putri pertama itu
"Terima kasih banyak ya Bu aku juga sangat bahagia akhirnya bisa menemukan cinta sejatiku yaitu mas Farhan tapi aku tetap rindu dengan Salma Bu "jawab Salwa menggenggam tangan sang ibu.
"Jangan pernah lagi kamu bicarakan anak itu dia bukan lagi anak ibu dan ayah dia kabur begitu saja untuk menyusul pria yang sama sekali tidak mencintai dia Salma terlalu bodoh menjadi wanita "papar sang ibu menatap Salwa dengan mata berbinar.
Sebuah air mata ketulusan dari seorang ibu yang sedang terluka karena putrinya kabur begitu saja hanya karena mengejar cinta laki-laki yang tidak sama sekali direstui oleh kedua orang tuanya. Dia adalah Salma Putri kedua dari pasangan Bu mayang dan juga pak Asep , Salma dan Salwa adalah saudara kembar yang sangat identik.
Sulit sekali untuk membedakan wajah mereka namun, mereka memiliki perbedaan sikap dan sifat yang sangat jauh Salma dia adalah gadis yang sangat keras kepala selalu memutuskan kehendaknya sendiri bahkan dia rela mengejar apapun demi mendapatkan hal itu berbeda dengan Salwa Dia adalah gadis yang sangat penurut bahkan dia yang selalu menjaga nama baik keluarga dan Salwa pun memutuskan untuk menikah dengan pria dari keluarga yang baik-baik tidak seperti Salma, di saat dia tahu bahwa kedua orang tuanya tidak merestui hubungannya dengan Leon karena bunga yang tahu bahwa pria itu bukanlah yang terbaik untuk Putri keduanya itu, tapi Salma malah memutuskan untuk kabur dari rumah dan menyusul Leon ke Bali sehingga hal tersebut membuat kedua orang tuanya marah dan tidak lagi menganggap Salman sebagai anak mereka.
"Bu, mau bagaimanapun sama tetep adik aku dan dia hanya sedang salah arah aku berharap suatu saat nanti dia akan bisa berubah menjadi lebih baik karena dia pun adalah anak yang baik "papar sawah mencoba menenangkan ibunya.
"Udahlah, tiga hari lagi adalah acara pernikahan kamu ibu harap kamu akan hidup bahagia bersama Farhan "jawab sang ibu sembari memeluk Salwa dengan erat.
***
Salma akhirnya berhasil kabur dia bisa kembali ke Jakarta dengan selamat selanjutnya dia akan mengganti nomor teleponnya agar tidak bisa dilacak oleh Leon karena dia tahu pria itu sangatlah licik dan pintar berbagai cara akan dia lakukan hanya untuk mendapatkan Salma kembali. sedangkan Salma sudah tidak ingin lagi bersamanya.
Salma langsung bergegas memesan tiket kereta menuju Bandung, karena dia ingin sekali bertemu dengan keluarganya yang sudah hampir satu tahun tidak dia temui.
"Salma pulang Bu maafin semua kesalahan yang sudah Salma perbuat" ucap Salma menikah sudut mata iya dan mencoba untuk tetap tersenyum. Karena dia bahagia akhirnya bisa lepas dari Leon pria yang dia anggap sebagai malaikat namun ternyata Leon nyatanya seperti iblis yang menyakitinya setiap saat.
Ternyata hidup yang Salma impikan bersama pilihan hatinya nyatanya bukanlah hidup yang sebenarnya andai saja dia mau mendengarkan pendapat dari kedua orang tuanya agar tidak salah memilih pria yang akan dijadikan suami. Mungkin nasib Salma tidak akan seperti ini, tetapi nasi sudah menjadi bubur ia sudah terlanjur menaruh luka kepada kedua orang tuanya belum lagi masalahnya tidak akan selesai begitu saja karena dia tahu sang kekasih pasti akan terus mencari dirinya karena tidak mudah lepas dari belenggu Leon selama ini.
Nyatanya ini bukanlah cinta yang dia inginkan, dia berharap setelah kehidupan barunya di Bandung dia akan bisa menemukan cinta yang selama ini dia cari dan akan merasakan kebahagiaan karena hampir setahun ini Salma merasakan hidupnya tersiksa dan sulit rasanya untuk bisa tersenyum lagi.
Tiba-tiba suara handphone Salwa berdering satu panggilan masuk dari nomor yang tidak dia kenal salwa pun mengangkat telepon itu.
"Assalamualaikum maaf ini siapa?" Tanya Salwa via telpon.
"Aku Salma sekarang ada di taman dekat rumah aku mohon izinkan aku bertemu sama kamu "jawab Salma pada saudara kembarnya Salwa.
Seketika Salwa pun terkejut karena akhirnya salma menghubungi dirinya setelah sekian lama menghilang bahkan tidak ada satupun keluarga yang tahu tentang keberadaan saudara kembar yaitu.
Salwa pun langsung bergegas pergi ke taman yang memang tidak jauh dari rumahnya dia berharap yang menelponnya itu adalah saudara kembarnya Salma karena Salwa begitu sangat merindukannya meskipun memang kedua orang tua mereka sudah tidak menerima lagi Salwa dalam keluarga akan tetapi sebagai saudara kandung sawah begitu sangat menyayangi adiknya tersebut.
"Salma" ucap Salwa dengan mata berbinar dan langsung memeluk Salma dengan erat.
"Salwa terima kasih kamu masih mau menganggapku sebagai saudara dan kamu masih mau menemui aku" jawab Salma menatap senyum saudara kembarnya.
"Aku tidak pernah membencimu selama ini Salma aku bahkan mengawetkan keadaan kamu aku takut ada sesuatu yang menimpa kamu setahun ini "ucap Salwa sembari menggenggam tangan Salma.
Senyum indah di wajah Salwa begitu sangat terlihat, dia begitu sangat bahagia karena airnya bisa bertemu dengan Salma yang sudah pergi dari rumah hampir 1 tahun.
"Wajah kamu kenapa Salma?" Tanya Salwa yang pandangannya terfokus pada memar di wajah Salma.
"Aku sering dipukuli oleh Leon ayah dan ibu memang benar dia bukan pria baik-baik tapi aku yang selalu bersikeras untuk bersama dan menikah dengannya tapi akhirnya aku bisa bebas dari dia dan kabur aku berharap bisa mendapat tempat persembunyian yang aman "papar Salma mencoba menceritakan tentang apa yang dia alami selama ini.
Salwa langsung memeluk Salma dengan erat dia tidak menyangka bahwa saudara kembarnya itu mengalami hal yang sangat buruk bahkan lebih buruk dari apa yang dia bayangkan selama ini. Padahal dia berharap bahwa Salma bisa bersama pria yang dia cintai bahkan hidupnya akan bahagia namun pada kenyataannya cinta tanpa restu dari kedua orang tua ternyata tidaklah mudah akan ada banyak kesulitan di dalamnya bahkan mungkin malah petaka jika kita terus memaksakan kehendak kita sendiri.
"Ya sudah sekarang kamu ikut aku pulang ibu sama ayah pasti sangat senang karena akhirnya kamu pulang ke rumah setelah hampir 1 tahun pergi entah ke mana "ucap sawah menggenggam tangan Salma.
"Tidak Salwa aku hanya akan tetap menemui kamu tapi tidak dengan ibu dan juga ayah Karena aku tahu mereka masih sangat membenci aku meskipun memang aku adalah anak kandung mereka "jawab Salma dengan mata berbinar.
"Ayolah Salma kita harus bisa berkumpul menjadi keluarga yang bahagia sama seperti dulu saat kita masih kecil sebentar lagi aku akan menikah dengan mas Farhan pria yang begitu sangat aku cintai aku harap kamu bisa hadir dalam pernikahanku nanti "papar Salwa dengan senyum bahagia.
"Akhirnya kamu menikah juga dengan mas Farhan pria yang selalu kamu ceritakan sama aku meskipun dia tidak tahu bahwa kamu memiliki saudara kembar tapi aku harap kamu bisa hidup bahagia jauh lebih dari apa yang aku alami dengan Leon "jawab Salma menatap Salwa.
"Lalu Kamu akan tinggal di mana dan bagaimana kalau Leon mencari kamu?" Tanya Salwa khawatir.
"Dia tidak tahu tempat tinggalku lagi pula aku sudah memutuskan semua jejak sehingga tidak mudah dia mencariku di sini aku akan mencari penginapan yang memang tidak jauh dari rumah sehingga aku bisa melihat kamu menikah dengan pria yang menjadi pilihan kamu "jawab Salma sembari tersenyum pada saudara kembarnya itu.
"Aku mau besok ketemu kamu lagin karena aku masih sangat merindukan kamu "ucap Salwa.
"Nanti setelah aku mendapatkan penginapan di daerah sini aku akan beri tahu kamu tapi aku mohon jangan beritahu ibu dan ayah bahwa kita sudah bertemu karena cukup melihat mereka dari kejauhan hidupku sudah bahagia "jawab Salma kembali memeluk Salwa.
Akhirnya Salma dan Salwa pun berpisah Dia memutuskan untuk mencari tempat tinggal sendiri meskipun memang dia tidak bisa tinggal kembali bersama kedua orang tuanya dan saudara kembalinya akan tetapi karena dia tetap bahagia karena akhirnya keluarganya baik-baik saja terlebih, saudara kembarnya Salwa akan melangsungkan pernikahan.
***
"Salma sayang" panggil Leon dengan manis. Pria itu memang terkadang aneh dia bisa memperlakukan sama dengan begitu sangat keras namun dia juga bisa bersikap lembut seperti pria romantis lainnya.
Leon mencari keberadaan calon istrinya tersebut di sekitar hotel namun ternyata dia tidak menemukannya dia pun mencoba menghubungi Salma namun nomor yang sudah tidak aktif.
"Salmaaaaa!!! Ternyata kamu coba kabur dari aku"
"Lihat saja aku pasti menemukanmu lagi" gumam Leon mengepal kedua tangannya dengan penuh amarah.
***
"Salwa Kamu dari mana aja sih pengantin yang mau menikah itu tidak boleh pergi kemana-mana dulu harus dipinggir karena bisa terjadi sesuatu yang tidak dia inginkan nanti" ucap Bu Mayang pada putrinya tersebut.
"Sawah hanya ke taman kok Bu sebentar mencari udah ada segar lagi pula itu kan hanya mitos pengantin dulu zaman sekarang kan sudah modern Bu banyak kok pengantin yang pada jalan-jalan sebelum pernikahannya "jawab Salwa dengan senyuman.
"Tapi tetap saja ibu tidak akan izinkan kamu pergi dari rumah karena sebentar lagi pernikahan kamu dengan Farhan akan tiba "ucap kembali sang ibu.
Salwa berpikir akan sulit rasanya meminta izin kepada ibunya untuk menemui Salma besok karena dia tahu pasti sang ibu tidak akan mengizinkan Salwa untuk keluar karena sebentar lagi acara pernikahan mereka.
Semua tetap ingin mengetahui keberadaan adiknya dan memastikan bahwa Salma baik-baik saja, terlebih ketika dia tahu Salma mengalami kekerasan fisik dan dia sendiri tidak bisa melaporkan kejadian itu kepada pihak polisi karena selama ini memang Salma tidak memiliki bukti apapun atas kejahatan yang telah dibuat oleh pacarnya tersebut.
Salwa pun akhirnya meminta izin untuk masuk ke dalam kamar sambil memikirkan bagaimana caranya untuk bisa keluar rumah menemui Salma tanpa ibu dan ayahnya tahu.
Selama ini Salwa adalah Putri kesayangan dari kedua orang tuanya karena, semenjak Salma memutuskan pergi dari rumah tidak ada lagi anak yang bisa mereka didik dengan baik selain Salwa sehingga perhatian sepenuhnya diberikan untuk Salwa.
"Sepertinya aku harus kabur lewat jendela karena ibu dan ayah besok pasti sibuk mengurus pernikahanku dengan mas Farhan dan aku akan kembali sebelum ibu dan ayah sadar bahwa aku tidak ada di kamar aku harus bisa bertemu dengan Salma" gumam Salwa sembari menatap ke arah jendela.
Pagi telah tiba Salwa teringat bahwa hari ini dia harus bertemu dengan Salma karena tinggal menghitung hari Salma akan menikah dengan Farhan dan pasti hal itu semakin sulit bertemu dengan Salma.
Terlebih, dia harus ikut dengan Farhan tinggal di Jakarta karena Farhan di sana harus fokus dengan bisnisnya.
"Salwa" panggil Bu Mayang pada putrin kesayangannya tersebut.
"Iya Bu ada apa?" Tanya Salwa menghampirinya.
"Ibu dan ayah akan pergi sebentar ibu harap kamu bisa berdiam diri di rumah karena ibu tidak mau ada sesuatu yang terjadi sama kamu sebelum pernikahan kamu tiba "jawab sang ibu menatap Salwa dengan senyuman.
Salwa pun mengangguk dan mengerti akhirnya dia punya kesempatan untuk bisa menemui Salma tanpa harus kabur lewat jendela. Dia tahu apa yang dia lakukan jika sang ibu tahu pasti membuat dia marah namun, selalu melakukan hal ini demi kembarannya Salma. Dia tidak mau sama hidup menderita kembali setelah pulang karena dia berhak bahagia dengan keluarganya.
***
"Akhirnya aku bisa lepas dari Leon meskipun memang aku tidak tahu apakah dia sadar bahwa aku telah kabur dari hotelnya "gumam Salma.
Salma langsung mengambil handphonenya dan memberi kabar sebuah pesan pada salah saudara kembarnya tentang keberadaannya di tempat tinggal yang baru.
Salma bahagia karena meskipun kedua orang tuanya memang masih belum bisa memaafkan atas semua kesalahan yang telah dilakukan olehnya namun sama masih memiliki saudara kembar yang berhati baik seperti Salwa. Wajar saja jika Salwa mendapatkan pria yang juga memiliki sifat yang sama seperti dirinya karena memang Salwa layak untuk diperjuangkan. terlebih dia juga menutup auratnya dengan baik jauh berbeda dari Salma yang mungkin setengah hidupnya sudah hancur.
***
Sama terpaksa memakai kendaraan umum, karena sejak kecil dia memang tidak pernah diizinkan untuk membawa kendaraannya sendiri. Selalu memang terbilang sebagai anak kesayangan karena sikapnya yang lembut jauh berbeda dengan kembarannya Salma sehingga pergaulan mereka berdua pun sangat berbeda titik Salma adalah anak yang mandiri dan pemberani dia sama sekali tidak takut terhadap hal apapun oleh sebab itu, dia pun seringkali menentang perkataan kedua orang tuanya sedangkan Salwa, dia tidak tega jika harus melihat kedua orang tuanya bersedih dan menangis karena ia sehingga sebisa mungkin dia pasti selalu menuruti apapun permintaan dari kedua orang tuanya.
"Pak, antar ke alamat ini yah" ucap Salwa sembari menunjukan sebuah pesan yang dikirimkan Salma.
***
Setelah selesai merapikan semua barang-barangnya Salma pun langsung turun ke bawah dan menunggu saudara kembarnya di pinggir jalan Dia sudah tidak sabar ingin banyak bercerita dengan Salma karena selama ini hanya Salma yang begitu sangat dekat dengannya meskipun memang satu tahun terakhir mereka sudah lost contact.
Setelah menunggu hampir setengah jam akhirnya sebuah taksi berhenti di pinggir jalan.
Salma pun melambaikan tangan pada Salwa Salma tersenyum bahagia karena akhirnya dia bisa bertemu dengan saudara kembarnya lagi.
Salwa mulai menyeberang jalan namun karena dia terlalu fokus melihat Salma dia tidak melihat ke arah kiri dan kanan hingga sebuah mobil truk melaju dengan kecepatan tinggi.
"Salwa awas" teriak Salma dengan kencang.
"Aaaaaaaaaa" Salwa berteriak namun, dia tidak bisa menghindari kecelakaan tersebut Salwa pun tergeletak di jalan dengan darah yang sangat banyak sama dengan sigap langsung menghampiri saudara kembarnya Salwa dan secepatnya meminta bantuan orang-orang berkerumun dan melihat kecelakaan itu. Salwa tidak sadarkan diri dan Salma pun terus menangis memeluk saudara kembarnya itu.
Setelah beberapa lama akhirnya ambulans datang dan Salwa langsung dibawa ke dalam mobil ambulans didampingi oleh Salma. Dia terus menggenggam tangan kembarannya tanpa memikirkan dirinya sendiri yang berlumuran darah. dia tidak menyangka bahwa pertemuannya kali ini malah membawa pahala petaka untuk Salwa.
"Salwa bangun aku yakin kamu kiat kamu pasti selamat" Isak Salma yang terus menangis di dalam mobil ambulans.
Dan setelah beberapa menit dalam perjalanan akhirnya sampai juga di rumah sakit di daerah Bandung Salwa pun langsung dilarikan ke ruang IGD dan mendapatkan perawatan khusus. Salma yang sadar bahwa dirinya sedang berlumuran darah dia pun bergegas pergi ke dalam toilet untuk membersihkan dirinya.
"Semua karena aku ada saja aku tidak mengajak Salwa untuk bertemu pasti semuanya tidak akan seperti ini "gumam Salma menatap dirinya di cermin.
Salma tidak berani untuk menghubungi kedua orang tuanya karena pasti dia yang akan disalahkan tentang semua yang terjadi terlebih dia tidak tahu bagaimana kondisi Salwa yang sebenarnya.
Handphone Salwa digenggam oleh Salma ada satu panggilan masuk dari calon suaminya yaitu mas Farhan Salma tidak berani untuk mengangkatnya karena dia tahu jika sama mengatakan yang sejujurnya tentang kondisi calon istrinya pasti pria itu akan hancur dan terluka terlebih sama seperti ini karena menemui Salma.
Akhirnya Salma pun memutuskan untuk mematikan handphone Salwa.
Satu jam akhirnya dokter keluar dari ruang IGD sama berharap bahwa kondisi kembarannya itu akan baik-baik saja.
"Bagaimana dong keadaan saudara kembar saya? "Tanya sama dengan suara bergetar.
"Dia mengalami pendarahan di otaknya kami tidak tahu apakah dia bisa selamat atau tidak tapi tadi dia sempat sadar dan meminta Mbak untuk masuk ke dalam kamar "jawab sang dokter dan Salma pun langsung masuk ke dalam ruang IGD.
Dia melihat Salwa saudara kembarnya yang sedang terbaring dengan perban yang melilit kepalanya namun Salwa masih bisa sadar dan tersenyum pada Salma.
"Salwa kamu kuat ya kamu pasti baik-baik saja aku akan ngelakuin berbagai cara biar kamu selamat ingat sebentar lagi kamu akan menikah dengan mas Farhan "ucap Salma menatap saudara kembar yang tersebut.
"Aku tidak kuat lagi Salma aku hanya minta satu hal sama kamu tolong kamu menjadi aku dan menikah dengan mas Farhan karena dia adalah pria yang sangat baik aku yakin dia bisa menjaga kamu dan aku juga mau kamu jaga ibu dan ayah jika aku pergi tolong sembunyikan pemakamanku agar mereka tidak tahu bahwa Salwa yang asli telah pergi "papar Salwa dengan suara sesak.
"Jangan bicara seperti itu Salwa aku yakin kamu pasti sembuh kamu bisa menikah dengan mas Farhan "jawab Salma terus terisak.
"Ikhlaskan aku Salma buat orang-orang yang aku sayangi bahagia dan jaga diri kamu baik-baik jangan pernah tinggalin lagi ibu sama ayah jadilah aku untuk selamanya "ucap Salwa yang semakin sesak suaranya. Dia terus menggenggam tangan Salma kembarannya dengan erat. Salwa pun tersenyum dan menarik nafas panjang hingga akhirnya dia menutup mata tanpa suara.
"Salwa bangun" teriak Salma yang mencoba untuk membangunkan kembarannya tersebut dokter pun langsung masuk ke dalam ruangan Salwa begitu sangat panik karena dia takut jika Salma meninggal dunia.
"Maaf Mbak Salma saudara anda telah meninggal dunia "ucap dokter dengan raut wajah sedih..
Salma pun hanya terdiam dia berlutut lemas karena semua ini adalah perbuatan dirinya andai saja dia tidak mengizinkan Salwa bertemu tadi pagi mungkin Salwa akan tetap baik-baik saja.