Sampul Novel Sang Alpha Salah Menandatangani Penolakanku

Sang Alpha Salah Menandatangani Penolakanku

9.5 / 10.0
Tiga tahun lamanya aku diabaikan oleh Alpha Bramantyo yang lebih memilih Rossa. Puncaknya, saat ayahku sekarat, Bram justru mementingkan kekasihnya yang pura-pura sakit hingga tabib pergi dan ayahku meninggal. Bram menganggap remeh tragedi ini. Namun, sebuah kelalaian fatal terjadi. Tanpa sadar, sang Alpha menandatangani dokumen Ritual Penolakan. Kini, ikatan jiwa kami telah resmi terputus selamanya, meninggalkan penyesalan yang takkan pernah bisa ia perbaiki lagi.
Ringkasan Sang Alpha Salah Menandatangani Penolakanku
Tiga tahun lamanya aku diabaikan oleh Alpha Bramantyo yang lebih memilih Rossa. Puncaknya, saat ayahku sekarat, Bram justru mementingkan kekasihnya yang pura-pura sakit hingga tabib pergi dan ayahku meninggal. Bram menganggap remeh tragedi ini. Namun, sebuah kelalaian fatal terjadi. Tanpa sadar, sang Alpha menandatangani dokumen Ritual Penolakan. Kini, ikatan jiwa kami telah resmi terputus selamanya, meninggalkan penyesalan yang takkan pernah bisa ia perbaiki lagi.
Baca Selengkapnya

Sang Alpha Salah Menandatangani Penolakanku Bab 1

Selama tiga tahun, aku adalah Mate takdir Alpha Bramantyo, sebuah gelar yang tidak pernah ia hargai. Dia mencintai wanita lain, Rossa, dan aku hanyalah pengganti sementara yang merepotkan, yang ia tolak untuk ditandai.

Malam saat ayahku terbaring sekarat, aku memohon padanya untuk obat penyelamat nyawa yang telah ia janjikan.

Dia sedang bersama Rossa. Melalui hubungan batin kami, aku mendengar tawa wanita itu di latar belakang sebelum Bram memutus koneksiku.

"Berhenti menggangguku dengan urusan sepele," geramnya.

Kekasihnya kemudian berpura-pura sakit, menarik semua tabib senior dari sisi ayahku. Ayahku meninggal saat Mate-ku sedang memilih tuksedo dengan wanita lain.

Nyawa ayahku adalah "urusan sepele" bagi pria yang seharusnya menjadi belahan jiwaku. Dalam obsesinya, dia telah menjadi kaki tangan pembunuhan.

Tapi dia tidak tahu apa yang telah kulakukan. Beberapa hari sebelumnya, saat dia teralihkan oleh telepon dari wanita itu, aku menyelipkan selembar halaman ke dalam tumpukan dokumen tebal. Dia menandatanganinya tanpa membaca, dan dengan satu goresan pena, dia telah memutuskan jiwanya sendiri. Dia baru saja menandatangani Ritual Penolakan.

Bab 1

ANYA POV:

Hujan deras menghantam jendela Rolls-Royce, setiap tetesnya seolah pukulan kecil yang tak kenal ampun. Di dalam, keheningan terasa sama brutalnya. Menekanku, berat dan dingin seperti batu nisan.

Aku duduk di ujung kursi kulit yang mewah, tanganku terkepal di pangkuan. Buku-buku jariku memutih.

"Bram, kumohon," bisikku. Suaraku tipis, rapuh di tengah kesunyian mobil yang menyesakkan. "Sudah tiga tahun. Para tetua kawanan... mereka mulai bergosip."

Dia bahkan tidak menatapku. Pandangannya terpaku pada jalan di depan yang diguyur badai, wajah tampannya seolah terpahat dari batu. Aroma tubuhnya—seperti hutan di musim dingin setelah salju turun, aroma pinus yang tajam dan tanah yang dingin—biasanya membawa kedamaian dalam jiwaku. Malam ini, aroma itu hanya membuat paru-paruku terasa sesak.

"Upacara penandaan hanyalah formalitas," desakku lagi, membenci nada putus asa dalam suaraku sendiri. Ini adalah kali kesembilan puluh sembilan aku memohon. Aku sudah menghitungnya. "Itu akan memperkuat posisimu sebagai Alpha. Kawanan kita akan lebih kuat."

Rahangnya mengeras. "Aku sudah menjadi Alpha. Posisiku tidak perlu diperkuat."

Tepat saat itu, ponselnya berbunyi. Suara merdu yang lembut, sama sekali tidak cocok dengan perang dingin di antara kami. Dia melirik layar, dan ekspresi bekunya meleleh. Perubahan itu sangat tipis, tapi bagiku, yang telah tiga tahun mempelajari setiap detail ekspresinya, rasanya seperti matahari yang akhirnya menembus awan kelabu.

"Sebentar," katanya, suaranya kini menjadi gumaman rendah yang hangat. Dia tidak berbicara padaku.

Dia menjawab panggilan itu, dan perubahannya menjadi sempurna. Es telah mencair, digantikan oleh kehangatan yang belum pernah kurasakan ditujukan padaku sejak hari pertama kami bertemu.

"Rossa," desahnya. "Apa kamu sudah siap untuk Gala Purnama? Aku baru saja memikirkanmu."

Jantungku serasa diremas hingga hancur. Rossa. Selalu Rossa. Teman masa kecilnya, wanita yang ia yakini sebagai Mate sejatinya, meskipun Dewi Bulan telah meneriakkan namaku ke dalam jiwanya.

Aku menatap ke luar jendela, menyaksikan dunia kabur oleh hujan dan air mataku yang tertahan. Dia terus berbicara dengan Rossa, kata-katanya merangkai gambaran kehidupan yang seharusnya menjadi milikku. Kehidupan penuh pesta, senyum bersama, dan perasaan dianggap ada.

Ketika dia akhirnya mengakhiri panggilan, es itu kembali, lebih dingin dari sebelumnya.

Dia menghentikan mobil dengan decitan keras di sisi jalan yang sepi, bermil-mil dari rumah utama kawanan.

"Keluar," katanya. Kata-katanya datar, tanpa emosi.

Aku menatapnya, bingung. "Apa? Tapi di luar hujan deras..."

Matanya berkilat, dan geraman rendah bergemuruh di dadanya. Aku merasakan kekuatan Perintah Alpha-nya menyelimutiku. Itu adalah kekuatan fisik, tekanan di belakang mata dan di tulang-tulangku yang menuntut kepatuhan. Tubuhku menegang, otot-ototku bersiap untuk mengikuti perintahnya di luar kehendakku.

"Kubilang," ulangnya, suaranya diresapi kekuatan yang tak terbantahkan itu, ""Pulang dan renungkan posisimu.""

Tanganku bergerak ke gagang pintu dengan sendirinya. Serigalaku merintih di dalam diriku, gemetar di hadapan dominasinya. Inilah kutukan hierarki kawanan; kehendakku sendiri menjadi nomor dua setelah perintahnya.

Saat jari-jariku menggenggam logam dingin itu, ponsel rahasiaku bergetar di saku. Satu getaran singkat. Itu adalah sinyal dari Arya. Sebuah tali penyelamat.

"Rute sudah diatur. Satu minggu. Kebebasan."

Pesan itu, yang kutahu akan menungguku, memberiku secercah kekuatan. Aku bisa menahan ini. Sedikit lebih lama lagi.

"Obat ayahku..." kataku, suaraku bergetar. "Apoteker kawanan bilang persediaan herbalnya menipis."

Bram menghela napas, suara kesal dan tidak sabar. "Akan kutransfer dananya. Jangan ganggu aku dengan hal-hal sepele seperti itu." Dia menunjuk ke kursi belakang. "Asistenku sudah mengirimkan beberapa gaun untukmu. Untuk gala. Pakai salah satunya. Itu dari desainer favorit Rossa."

Tentu saja. Lima kotak identik, mungkin berisi gaun-gaun berwarna merah muda pucat dan putih yang disukai Rossa, warna-warna yang membuatku terlihat pucat dan rapuh.

Bunyi lain datang dari ponselnya. Nada dering eksklusif Rossa. Topeng dingin di wajahnya meleleh lagi saat dia membuka Hubungan Batin dengannya. Hubungan Batin adalah koneksi suci, biasanya hanya untuk urusan kawanan atau keintiman terdalam antara Mate. Dia menggunakannya untuk menggoda wanita lain tepat di depanku. Aku bisa merasakan getaran rendah koneksi mereka di udara, dunia pribadi yang membuatku terkunci di luar.

"Aku sedang dalam perjalanan," katanya, suaranya seperti belaian. Dia menatapku, matanya kini benar-benar kosong dari pengakuan apa pun. "Keluar dari mobil, Anya."

Kali ini, tidak ada perintah dalam suaranya. Hanya penolakan dingin yang sederhana. Dia tidak membutuhkan perintah itu. Dia tahu aku akan patuh.

Aku membuka pintu dan melangkah keluar ke tengah hujan lebat. Hujan dingin langsung membasahiku, membuat gaun tipisku menempel di kulit.

Dia bahkan tidak menunggu aku menutup pintu. Dia menginjak gas, dan Rolls-Royce itu melesat maju, menyemburkan gelombang air berlumpur ke sekujur tubuhku. Kerikilnya terasa perih di kakiku.

Saat lampu belakang merahnya menghilang ditelan badai, serigala di dalam diriku tidak hanya merintih. Ia melolong. Jeritan sunyi yang menyiksa, penuh penghinaan murni.

Dia pikir aku lemah. Dia pikir aku Omega menyedihkan yang akan selamanya bergantung padanya. Dia sama sekali tidak tahu.

Selama sebulan, ruang kerjanya menjadi targetku. Aku akhirnya berhasil membobol brankas tersembunyi di balik potret kakeknya. Kata sandinya, yang sangat menyedihkan, adalah tanggal ulang tahun Rossa. Di dalamnya, bukan rahasia kawanan atau dokumen keuangan. Itu adalah sebuah kuil. Penuh dengan pakaian Rossa—syal, sarung tangan, bahkan gaun tidur sutra. Semuanya memancarkan aroma Rossa. Dan di sebelahnya, sebuah jurnal bersampul kulit usang yang merinci ritual kuno terlarang. Ritual untuk mencoba memaksakan ikatan Mate di tempat yang tidak seharusnya.

Dia tidak hanya mengabaikanku. Dia secara aktif mencoba menghapusku dari ikatan kami, untuk menggantikan jiwaku dengan hantu. Dan itu adalah pengkhianatan yang tidak akan pernah dimaafkan oleh Dewi Bulan.

---

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Sang Alpha Salah Menandatangani Penolakanku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Derita Menantu Jelita
9.1
Kehidupan dalam novel modern ini berubah drastis setelah kecelakaan membuat sang suami lumpuh. Situasi kian rumit saat ayah mertua pindah tinggal bersama mereka. Didorong obsesi memiliki keturunan demi meneruskan garis keluarga, sang suami nekat memasukkan obat secara diam-diam ke dalam minuman istri dan ayahnya sendiri. Sejak peristiwa tersebut, hubungan mereka berubah menjadi misteri penuh ketegangan, di mana segala sesuatunya mulai berjalan di luar kendali dan tanpa arah.
Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya terjebak dalam neraka pernikahan. Alih-alih bahagia, ia justru menjadi sasaran kekejaman Adnan, suaminya yang menyimpan dendam membara kepada sang mertua. Setiap hari, Saschya harus bertahan menghadapi siksaan fisik dan mental yang keji. Namun, di tengah keputusasaan yang mendalam, sosok dari masa lalunya mendadak hadir kembali. Apakah kemunculan mereka akan menjadi penyelamat yang membebaskan Saschya, atau malah memicu prahara baru di hidupnya?
Sampul Novel Gadis 100 juta (fatamorgana)
9.6
Demi menebus adiknya yang diculik, Daiva Gayatri Maheswari rela menjual kesuciannya pada Keyko Khayang Gumelar seharga 100 juta rupiah. Di tengah kemalangan itu, ia tanpa sengaja bertemu dengan duda tampan bernama Damian di supermarket. Kini, Daiva berada di persimpangan jalan ketika Keyko dan Damian sama-sama berjuang memenangkan hatinya. Siapa pria yang akan dipilih Daiva untuk menemani masa depannya dan melepaskannya dari bayang-bayang masa lalu?
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Nadia Antika selalu sabar menghadapi cemoohan ibu mertua demi cintanya pada sang suami, Askara Brahma. Namun, biduk rumah tangga mereka yang berjalan dua tahun mulai retak saat Askara mendadak bersikap dingin dan penuh rahasia. Kecurigaan Nadia menuntunnya pada kenyataan pahit yang tak terbayangkan. Bagaimana ia menghadapi fakta bahwa suaminya diam-diam mengkhianatinya dengan menjalin hubungan gelap bersama adik iparnya sendiri di dalam rumah mereka?
Sampul Novel Istri Pengganti
9.7
Rayhan hancur setelah dikhianati calon istrinya. Demi meluapkan kekecewaan, ia nekat memaksa Zahra menikah dengannya. Zahra tentu saja terkejut dan langsung menolak rencana gila itu. Tak tinggal diam, Rayhan menawarkan sebuah butik sebagai imbalan jika Zahra bersedia menggantikan posisi pengantin wanita yang kabur. Akankah Zahra menerima tawaran tersebut dan sanggup hidup sebagai istri pengganti bagi pria sedingin Rayhan?
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Dunia dokterku hancur saat merawat Evelyn Santoso, pasien VIP yang menangisi tunangannya. Pria di foto itu adalah Bima, suamiku, yang ternyata bernama asli Brama Wijaya, seorang taipan kejam. Saat Brama datang, ia sama sekali tidak mengenaliku. Ia justru memeluk Evelyn dan mengucap janji setia yang biasa ia katakan padaku. Lewat tatapan dinginnya, ia menegaskan bahwa pernikahan kami saat ia amnesia hanyalah aib rahasia yang kini harus ia lenyapkan selamanya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED