Walaupun Devan tak kalah tampan dari Steven, tapi Shila sudah menganggap Devan sebagai sahabatnya.Bertahun-tahun Devan mencoba menyembunyikan perasaannya terhadap Shila.
Siang ini mereka ada meeting dengan klien mereka dari Australia, kemampuan Shila berbahasa asing patut diacungi jempol. Sehingga tak salah jika Shila di pilih untuk menduduki jabatan sebagai direktur.
Hasil meeting kali ini sukses, perusahaan mereka berhasil mendapatkan proyek besar lagi,atas hasil kerja Shila yang memuaskan ia diberikan bonus yang sangat besar dari perusahaan.
Sebelum kembali ke kantor Shila dan Devan merayakan keberhasilan mereka, lalu tiba-tiba seorang pria mendekati Shila dan langsung meminta Shila untuk menjadi pacarnya.
Shila yang heran mengapa semenjak dia mendapatkan buku itu ia ini kedua kalinya seorang lelaki yang tak ia kenal ingin jadi pacarnya.
Sementara itu kabar Shila memenangkan tender besar terdengar oleh Steven membuat Steven menyesal sudah menduakan Shila.
Karena jika ia masih bersama Shila sudah pasti dia ikut menikmati bonus Shila yang jumlahnya sangat fantastis itu.
Steven mencoba kembali untuk merayu Shila, tapi kali ini lebih bisa dibilang mengemis.
Dia mencoba ingin menemui Shila di ruangan nya. namun kali ini Devan melarang Steven untuk masuk.
Devan sangat mengenal Shila, Shila akan luluh jika berkali-kali di rayu, apalagi Steven yang sangat pandai sekali bersandiwara.
Steven masih memaksa untuk masuk,setelah Devan mengancam untuk memecatnya, nyali Steven langsung ciut.
Dengan kesal Steven pergi dan tak jadi menemui Shila,tapi ternyata keributan tadi di dengar oleh Shila.
"Ada apa, sih Dev, kok ada ribut-ribut tadi, " tanya Shila.
"Tadi ada orang mau minta sumbangan aku usir, tapi masih maksa masuk, " ucap Devan.
"Yakin itu tadi orang minta sumbangan, Dev, " ucap Shila.
"Iya, jawab Devan sambil menahan tawa.
Shila yang tahu Devan berbohong langsung menatap Devan dengan tajam.
"Iya, deh aku jujur, tadi itu Steven, mau ketemu sama kamu, " ucap Devan.
"Oh, kenapa gak disuruh masuk aja tadi. "jawab Shila.
" Aku takut nanti kamu kemakan rayuan dia lagi, dan balikan, "ucap Devan.
Shila langsung tertawa mendengar ucapan dan ekpresi sahabatnya itu.
Saat Shila sedang menuju ke parkiran Steven datang menghampiri Shila.
" Shila aku mohon berikan aku kesempatan sekali ini saja, "ucap Steven.
Shila melihat wajah Steven yang memelas, walau bagaimana pun Steven pernah jadi orang yang sangat dia cintai.
Shila kemudian berpikir apa yang harus dia lakukan.kemudian Shila berkata kepada Steven.
" Berikan aku waktu untuk berpikir,"
Setelah itu Shila pun masuk ke dalam mobilnya, saat memikirkan ucapan Steven tadi Shila teringat buku yang diberikan oleh wanita tua kemarin.
Ia mencoba mencari buku itu, di dalam mobilnya, tapi tidak ketemu Shila langsung bergegas pulang dia berpikir mungkin buku itu ada di kamarnya.
Sesampainya di rumahnya Shila langsung menuju kamarnya untuk mencari buku tersebut.
Setelah lama mencari akhirnya buku itu pun ia temukan.
Dia lalu meletakkan tangannya pada buku itu dan mengucapkan apa yang sedang ia pikirkan dalam hati.
Selanjutnya dia membuka buku itu, di lembaran buku itu tertulis setelah gelap akan ada cahaya terang, seseorang yang sudah lama menantimu akan datang.
Dari tulisan dalam lembaran itu Shila yakin bahwa orang tersebut bukan lah Steven, tapi siapa? batin Shila pun bertanya-tanya.
Dia kemudian meletakkan buku itu kembali ke tempat dimana dia menemukannya tadi.
Setelah itu Shila langsung membersihkan diri lalu bersiap untuk makan.
Setelah selesai mandi, ponsel Shila berdering, Shila menebak pasti itu dari Steven.
Shila mengambil ponselnya yang dia letakkan di atas ranjang.
Benar saja itu adalah panggilan telepon dari Steven, Shila yang sedang tidak berminat untuk berbicara dengannya membiarkan ponselnya itu berdering lalu dia pun keluar kamar menuju meja makan.
Sementara itu Devan kini sudah tak bisa lagi menahan perasaan nya kepada Shila.
Selama bertahun-tahun dia memendam rasa cintanya terhadap Shila.
Devan berencana untuk mengajak Shila untuk dinner besok malam.
Namun Devan tak punya keberanian untuk mengatakan nya kepada Shila.
Devan mondar-mandir sambil memegang ponselnya, dia bingung bagaimana caranya berbicara kepada Shila agar Shila mau menerima ajakan nya.
Kemudian ponsel Devan berdering, ternyata itu adalah panggilan telepon dari Shila.
Devan langsung menjawab panggilan telepon itu.
"Besok pagi jemput aku ya, " ucap Shila.
"Tumben minta di jemput,Shil, " jawab Devan.
"Steven besok pagi mau jemput aku pergi ke kantor aku males, mau nolaknya aku takut dia tersinggung sama ucapan aku, " ucap Shila.
Ternyata setelah panggilan nya diabaikan Shila, Steven mengirimkan pesan bahwa besok dia akan menjemput Shila.
Devan langsung berpikir mungkin ini jalan yang ditunjukkan Tuhan untuk dia.
"Oke, deh, besok pagi aku jemput kamu, tapi malamnya temenin aku dinner ya, " jawab Devan.
"Oke, " ucap Shila.
Panggilan itu pun terputus.
Setelah itu Devan kemudian berpikir bagaimana cara agar Shila menerimanya jadi pacar.
Karena sibuk memikirkan Shila mata Devan sulit untuk di pejamkan, takut akan terlambat menjemput Shila besok. Devan langsung membuat alarm jaga-jaga bila dia ketiduran,tak lama kemudian Devan pun tertidur.
Keesokan harinya, alarm pun berbunyi, tapi Devan tak mendengarnya, beruntung Bi Asih asisten rumah tangga Devan masuk karena mendengar alarm Devan yang terus berbunyi.
"Den, bangun sudah jam tujuh, Den, " ucap Bi Asih.
Devan masih belum terbangun, Bi Asih membangun kan Devan lagi hingga akhirnya Devan pun terbangun.
"Bi,ini sudah jam berapa ya, apa saya sudah kesiangan, " tanya Devan.
"Jam tujuh lebih sepuluh menit, Den, ayo, buruan nanti telat ke kantor, " ucap Bi Asih.
Bi Asih sudah lama bekerja di keluarga Devan, sehingga Devan sudah menganggap Bi Asih seperti keluarganya.
Devan langsung bergegas mandi takut terlambat menjemput Shila.
Setelah mandi dia langsung bersiap-siap dan langsung menuju mobilnya.
"Mudah-mudahan belum terlambat, bisa ngomel nanti Shila, " ucap Devan sambil menyetir.
Devan kemudian melajukan mobilnya menuju ke rumah Shila, ketika tiba di halaman rumah Shila terlihat sudah ada mobil yang terparkir di halaman itu.
"Itu bukan mobil milik Shila sudah pasti itu mobil Steven,batin Devan.
Devan lalu memarkirkan mobilnya dan langsung masuk ke dalam rumah Shila.
Saat masuk ke dalam rumah Shila, Devan melihat Steven, saat melihat Devan masuk Steven memandang Devan dengan tatapan tak suka.
" Mau apa loe ke sini, "ucap Steven sinis.
" Ya jelas mau jemput Shila, emangnya kenapa, "ucap Devan.
" Shila akan pergi ke kantor bersama gue, mending loe pergi aja, deh, "jawab Steven.
" Kita lihat saja, Shila bakalan pergi dengan siapa, "ucap Devan.
Tak lama Shila pun keluar dari kamarnya, melihat Devan sudah sampai membuat Shila lega. karena dia tak harus pergi bareng Steven.
" Yuk, Dev berangkat entar kita telat, "ucap Shila sambil berlalu.
Devan langsung tersenyum penuh kemenangan,di liriknya Steven yang kesal karena di acuhkan oleh Shila.
"Shila,tunggu.Aku yang duluan sampai di sini jemput kamu.kenapa kamu pergi bareng dia, Shil, " ucap Steven kemudian.
"Maaf Steven,semalam aku sudah bilang sama kamu, aku bakalan pergi bareng Dev, " jawab Shila.
Shila langsung masuk mobil Devan karena dia malas harus melihat wajah memelas Steven.
Steven masih diam mematung, dia tak percaya untuk kesekian kalinya Shila mengacuhkan dirinya.
Sementara itu Shila dan Devan sudah berangkat menuju kantor.
Steven merasa sangat kesal,kemudian dia menyusul mobil Devan yang belum jauh,di pacunya mobil sekencang mungkin lalu menghadang mobil Devan.
Shila yang melihat hal itu merasa takut, pasti kali ini Devan dan Steven akan berkelahi.
Shila mencoba mencegah Devan untuk keluar, tapi karena Devan terpancing emosi dengan perkataan Steven yang mengatakan dia pecundang dia pun langsung keluar dan memukul Steven.
Steven dan Devan berkelahi.hal itu membuat Shila panik, Shila keluar mobil dan meminta pertolongan warga sekitar.
Tak lama datang lima orang bapak-bapak dan langsung melerai perkelahian Steven dan Devan.
Shila langsung mengajak Devan untuk pergi meninggalkan Steven yang masih di tenangkan oleh warga.
"Kamu pecat saja lelaki parasit itu, Shila, aku sudah muak liat dia, " ucap Devan.
"Tapi kita tidak punya alasan kuat memecatnya, " jawab Shila.
"Hal itu biar aku yang urus, yang penting kamu siapkan saja surat pemecatannya, "ucap Devan.
Tak lama kemudian mereka pun sampai di kantor.
Melihat Devan yang babak belur, Dinda sekretaris Devan yang sudah lama menyukai Devan langsung menghampiri mereka.
" Apa yang terjadi, Pak, mari saya bantu obati, "ucap Dinda.
" Tidak apa-apa terima kasih, saya bisa sendiri, "jawab Devan.
Shila kemudian membawa Devan ke ruangannya.
Shila mengobati luka Devan, saat Shila sedang mengobati luka Devan, Devan lalu memegang tangan Shila.
" Shila aku boleh jujur gak, "tanya Devan.
" Boleh Dev, tentang apa, "ucap Shila.
" Aku sebenarnya udah lama suka sama kamu, "ucap Devan.
Mendengar hal itu ada getaran di hati Shila, tapi Shila mencoba menyembunyikan nya.
" Jangan becanda kayak gitu, Dev, gak lucu tau, "jawab Shila kemudian.
" Aku sungguh-sungguh,Shila.maukah kamu jadi pacarku,"ucap Devan.
Shila hanya terdiam mendengar perkataan Devan.
Setelah itu Shila langsung pergi meninggalkan Devan yang masih menunggu jawaban darinya.
Shila bingung dengan perasaan nya sendiri, Shila memilih untuk pulang dan mencari jawaban pada buku yang di berikan wanita tua kemarin.
Shila langsung melajukan mobilnya menuju rumah nya, sesampainya dirumahnya Shila langsung mencari buku itu.
Setelah mendapatkan buku itu dia langsung mengucapkan dalam hati apa yang ada di hatinya.
"Apakah seseorang yang menunggunya lama itu adalah Devan, " ucap Shila dalam hati.
Shila langsung membuka lembaran buku itu, tapi yang tertulis hanya hatimu yang bisa merasakannya.
Lalu lembaran berikutnya tertulis dia akan datang menemuimu.
Sementara itu Devan yang takut Shila marah dengannya memilih menyusul Shila, Devan mengirim pesan kepada Shila menanyakan keberadaan nya.
Setelah tahu Shila di rumah Devan langsung menuju rumah Shila.
Devan ingin meminta maaf kepada Shila jika ada perkataan nya yang salah atau menyinggung perasaannya.
Sesampainya di rumah Shila, Devan langsung meminta asisten rumah tangga Shila untuk memanggil Shila yang berada dalam kamar.
Tak lama kemudian Shila pun keluar dari kamarnya.
"Maaf Shila jika perkataan ku tadi ada yang tidak pantas, " ucap Devan.
"Tidak Dev, tidak ada yang salah, hanya.." Shila menggantung perkataan nya, ada keraguan di hatinya.
"Hanya apa,katakanlah, " ucap Devan.
"Kita sudah lama bersahabat jika kita berpacaran dan seandainya nanti kita bertengkar, kita tak mungkin lagi bisa jadi sahabat, " jawab Shila.
Setelah mendengar alasan dari Shila, Devan pun mengerti dan dia mencoba menerima bahwa dia dan Shila hanya akan bersahabat.
Kemudian Shila dan Devan kembali ke kantor, mereka bersikap seolah-olah tidak ada yang terjadi di antara mereka.
Hari ini Shila memilih pulang lebih awal karena orang tuanya hari ini datang menjenguknya.
Sudah lama sekali orang tuanya tidak datang, terakhir datang ke rumahnya saat acara perayaan kenaikan jabatannya.
Sebelum pulang Shila menyempatkan diri untuk membeli makanan kesukaan orangtuanya.
Setelah selesai membeli makanan Shila langsung bergegas menuju rumahnya.
Sesampainya di rumah Shila langsung mencium tangan kedua orangtuanya yang sedang menonton sambil menunggu Shila pulang.
"Ini aku bawain makanan kesukaan Mama sama Papa, " ucap Shila.
"Makasih, Nak, mandi dulu sana,abis itu duduk sini ada yang mau Mama omongin sama kamu, " ucap Mama Shila.
Shila langsung masuk ke kamar nya untuk mandi.
Tak lama kemudian Shila sudah siap mandi dan duduk di dekat Mama nya.
"Mau ngomongin apa,sih,Ma.Serius banget kayaknya, " ucap Shila.
"Ini emang serius, Shila, coba kamu pikir umur kamu udah berapa, apa gak ada niat buat menikah, " jawab Mama Shila.
"Ada, Ma, tapi gak sekarang juga dong, Ma, " ucap Shila.
"Kalau kamu gak punya calon suami dalam waktu dekat ini, kamu harus mau Mama jodohin, " jawab Mama Shila.
Shila langsung terkejut dengan ucapan Mama nya, dia langsung berpikir siapa yang harus dia jadiin calon suami pura-pura dia.
Yang terlintas di pikiran nya itu cuma Devan, karena dia gak mungkin jadiin Steven calon suami pura-pura dia, yang ada malah jadi nambah masalah buat dia.
Usia Shila yang sudah memasuki Dua puluh tujuh tahun membuat Mama nya khawatir.
Setelah pembicaraan itu Shila langsung pamit untuk istirahat, Shila pun masuk ke kamar nya.
Sampai di kamar dia teringat buku itu lagi, dia pun mencoba bertanya pada buku itu.
Jawaban dari buku itu adalah seseorang yang selalu di dekatmu adalah masa depan mumu, jangan percaya siapapun yang tiba-tiba datang,diantara beribu bintang hanya satu yang paling terang.
Setelah itu Shila langsung tidur karena dia perlu banyak energi untuk meeting besok.
Keesokan paginya Shila buru-buru berangkat ke kantor karena dia kesiangan.
Mobil Shila tiba-tiba tidak mau hidup dia pun mencoba menelpon Devan,saat Shila ingin menelpon Devan tidak lama kemudian Devan sudah muncul di hadapannya.
"Mobil kamu kenapa,rusak? " ucap Devan.
Shila tak bisa berkata apa-apa,ia bingung kenapa Devan yang masih ingin dia telepon sudah ada di depannya.
"Kok kamu tahu mobil aku rusak, Dev? " tanya Shila.
"Emangnya beneran rusak ya, Shil, aku cuma nebak aja tadi, " ucap Devan.
"Terus kok tumben kamu jemput aku pagi ini, " jawab Shila.
"Oh, tadi kebetulan aku nganter sepupu aku pulang, rumahnya gak jauh dari rumah kamu, jadi sekalian, deh aku mampir, " ucap Devan.
"Oh,tapi kamu gak bohong kan, Dev? " tanya Shila.
"Gak, loh, kamu kok nanya gitu, " jawab Devan.
"Gak ada cuma nanya aja, yaudah buruan entar kita telat masuk kantor, " ucap Shila.
Shila pun masuk ke mobil Devan dan mereka pun berangkat menuju kantor.
Sesampainya di parkiran tiba-tiba seorang laki-laki menghampiri Shila, lalu berkata.
"Cantik, kamu mau jadi pacarku, " ucap laki-laki itu.
Shila langsung menarik Devan pergi meninggalkan parkiran itu.
Melihat laki-laki tadi Devan langsung bertanya.
"Kamu kenal laki-laki tadi, Shila?
" Gak, aku gak kenal, "ucap Shila.
Shila mempercepat langkahnya menuju ruangan nya,hal aneh yang terjadi pasti karena buku itu, " batin Shila.