Shila seorang gadis cantik bekerja di perusahaan asing selain cantik ia juga memiliki karir yang bagus, tapi tidak dengan percintaannya.
Sore itu Shila sengaja pulang lebih awal karena ia berencana ingin merayakan ulang tahun pacarnya.
Ia sudah membeli kue serta hadiah ulang tahun untuk pacarnya.
Shila pun langsung bergegas menuju apartemen pacarnya yang dibeli olehnya.
Shila yang tak sabar langsung masuk ke dalam apartemen itu karena dia juga memiliki kunci apartemen itu.
Ia berencana ingin memberi kejutan kepada pacarnya karena hari ini pacarnya akan pulang dari luar kota.
Saat ia sedang mempersiapkan kejutan untuk pacarnya,tiba -tiba terdengar suara langkah kaki Shila yakin itu pasti pacarnya.
Shila pun bersembunyi untuk memberi kejutan untuk pacarnya.
Namun yang ia dengar sungguh membuat ia terluka, ternyata selama ini pacarnya selingkuh dengan temannya sendiri.
Shila yang masih bersembunyi patah hati mendengar hal itu, ia pun mengumpulkan kekuatan untuk menerima kenyataan apa pun yang akan terjadi.
Shila keluar dari tempat ia bersembunyi.pacar dan temannya langsung terkejut melihat Shila yang sekarang berada tepat di hadapan mereka.
"Shila, aku bisa jelaskan ini tidak seperti yang kamu pikirkan. " ucap Steven.
Dengan menahan sakit hati Shila mencoba tersenyum walau pun hatinya sakit.
"Apa lagi yang harus dijelaskan, Mas.apa yang aku lihat sudah cukup jelas, " jawab Shila.
Steven mencoba menahan Shila dengan memegang tangannya, tapi di tepis oleh Shila.
"Cukup,Mas.mulai saat ini kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, "ucap Shila sambil berlalu pergi.
Kayla yang melihat hal itu tersenyum penuh kemenangan karena sudah lama ia ingin merebut Steven dari Shila.
Apartemen yang kini di tempati oleh Steven adalah pemberian Shila,suratnya pun masih atas nama Shila.
Steven hanya karyawan biasa di tempat Shila bekerja.Namun selama ini Kayla berpikir Steven adalah atasan Shila di kantornya hingga muncul niat Kayla ingin merebut Steven dari Shila.
Sementara itu Shila yang kini patah hati berdiri di jembatan.
Saat sedang ada masalah Shila selalu datang ke jembatan itu untuk menghilangkan beban di hatinya.
Tiba-tiba ada seorang wanita tua berdiri disampingnya.
Wanita tua itu memberikan Shila sebuah buku, sambil berkata, "mungkin kamu akan membutuhkan buku ini.
Shila pun menerima buku itu, saat Shila fokus kepada buku itu wanita tua tadi sudah pergi.
Shila yang penasaran langsung membuka buku itu.
Di buku itu tertulis, ucapkan sesuatu di hatimu maka kamu akan dapat jawabannya dalam buku ini.
Shila pun mencobanya, setelah itu dia buka lembar berikutnya dalam buku itu.
"Akan banyak orang yang akan jatuh cinta kepadamu, tapi hanya satu yang sungguh-sungguh. "
Karena hari sudah malam Shila pun langsung pulang ke rumahnya.
Saat Shila sampai di rumahnya tiba-tiba seorang laki-laki datang menghampiri, lalu bertanya.
"Apakah kamu sudah memiliki pasangan, " tanya laki-laki itu.
"Maaf anda siapa? " tanya Shila.
"Saya baru pindah di samping rumah anda, " ucap laki-laki itu.
ternyata laki-laki itu tetangga barunya, laki-laki tadi memberikan kartu namanya kepada Shila.
Shila yang masih bingung hanya menyimpan bisa menyimpan kartu nama itu dan masuk ke dalam rumah.
Sesampainya di depan rumah Shila, Shila melihat sebuah mobil terparkir depan rumahnya.
Mobil itu milik Steven, Steven datang untuk mencoba merayu Shila agar Shila tidak jadi memutuskan hubungan mereka.
Selain tukang selingkuh Steven juga adalah parasit yang kerjanya hanya memanfaatkan kebaikan Shila.
Namun kini Shila sudah sadar apa yang dilakukannya selama ini untuk Steven terlalu berlebihan, Shila dibutakan oleh cintanya kepada Steven.
Sehingga apapun yang Steven inginkan ia akan selalu mencoba mengabulkannya, tapi kini Shila sudah sadar.
Saat masuk Shila disambut dengan senyum palsu Steven.
"Mau apa lagi kamu kesini, Mas, " ucap Shila.
"Kasih Mas kesempatan untuk jelasin semuanya Shila, kamu sudah salah paham, " jawab Steven.
"Sudahlah Mas,sudah cukup kamu bohongi aku, Oya, mana kunci apartemen ku.kamu sudah tidak punya hak untuk tinggal di sana lagi, " ucap Shila.
"Trus, Mas harus tinggal dimana, dong.Shila, " ucap Steven.
"Maaf,Mas.itu bukan urusan ku lagi. Selamat malam, " jawab Shila berlalu meninggalkan Steven yang masih mematung.
Shila terlahir dari keluarga kaya raya, tapi Shila adalah wanita yang mandiri dan pekerja keras, terbukti di usia nya yang masih terbilang muda, ia sudah sukses.
Saat ini Shila sudah memiliki rumah, apartemen, dan mobil pribadi.
Banyak lelaki yang tertarik dengan Shila namun sayang.Ia harus terjebak untuk mencintai Steven hanya karena Steven pernah menolongnya waktu ia hampir kecopetan.
Namun sekarang Shila bukan lagi Shila yang bisa di manfaatkan.
Sadar bahwa usahanya untuk merayu Shila sia-sia, Steven pun pulang dengan kecewa.
"Ah sial,kemana harus ku cari wanita seperti Shila, hanya Shila yang bisa aku manfaatkan agar aku bisa foya-foya. " ucap Steven kesal.
Tak lama ponselnya berdering, dilayar ponselnya tertulis nama Kayla,Steven menjawab panggilan itu dengan malas.
"Ada apa Kayla, aku lagi sibuk,nih, " ucap Steven.
"Sayang, kamu kok gitu sama aku, oya, kamu kesini dong temani aku pergi, aku baru dapat kiriman uang dari Papa aku, " ucap Kayla.
Steven tersenyum mendengar apa yang baru dikatakan Kayla, Steven adalah lelaki matre yang tak bermodal.
"Ok, baiklah, " jawab Steven.
Kini muncul niat Steven untuk memanfaatkan Kayla, walaupun tak sekaya Shila, tapi setidaknya Steven dapat menjadi Kayla ATM berjalan nya untuk sementara.
Steven pun langsung bergegas menuju apartemen Kayla.
Sesampainya di depan apartemen Kayla, ternyata Kayla sudah menunggu nya.
Mereka pun langsung pergi menuju tempat yang mereka ingin datangi.
Sesampainya di sebuah mall Kayla mengajak Steven untuk berbelanja dan makan.
Kayla berpikir, Steven akan mengganti semua uang yang sudah ia habis malam ini.
Setelah selesai berbelanja dan makan,mereka lalu kembali ke apartemen.
Karena apartemen yang di tempati oleh Steven sudah diambil kembali oleh Shila, kini Steven menginap di apartemen Kayla dengan alasan ia ingin selalu dekat dengan Kayla.
Kayla yang terlalu polos pun percaya begitu saja dengan ucapan Steven.
Keesokan paginya,Shila yang sudah bisa move on dari Steven pergi ke kantor nya seperti biasa.
Apartemen yang dibelikannya dulu buat Steven, akan dijual oleh Shila karena ia tak sudi tinggal di apartemen yang pernah Steven tempati.
Ia meminta sahabatnya Devan untuk mengurus penjualan apartemen itu.
"Shil, kamu yakin mau jual itu apartemen, lokasinya kan bagus, gak jauh juga dari kantor, " ucap Devan.
"Ya,aku yakin banget malah, mana sudi aku tinggal di apartemen bekas di tempati laki-laki brengsek itu, " jawab Shila.
"Akhirnya kamu sadar juga kalau Steven itu brengsek, sudah sering aku bilang sama kamu, tapi kamu kayaknya bucin banget sama dia, " ucap Devan.
"Udah, deh gak usah bahas dia lagi buat mood aku jelek aja, " jawab Shila.
Setelah itu Shila dan Devan pergi ke ruangan masing-masing.
Devan adalah sahabat Shila sekaligus wakil direktur di perusahaan itu.
Semenjak sekolah mereka selalu bersama hingga banyak mengira mereka berpacaran.
Walaupun Devan tak kalah tampan dari Steven, tapi Shila sudah menganggap Devan sebagai sahabatnya.Bertahun-tahun Devan mencoba menyembunyikan perasaannya terhadap Shila.
Siang ini mereka ada meeting dengan klien mereka dari Australia, kemampuan Shila berbahasa asing patut diacungi jempol. Sehingga tak salah jika Shila di pilih untuk menduduki jabatan sebagai direktur.
Hasil meeting kali ini sukses, perusahaan mereka berhasil mendapatkan proyek besar lagi,atas hasil kerja Shila yang memuaskan ia diberikan bonus yang sangat besar dari perusahaan.
Sebelum kembali ke kantor Shila dan Devan merayakan keberhasilan mereka, lalu tiba-tiba seorang pria mendekati Shila dan langsung meminta Shila untuk menjadi pacarnya.
Shila yang heran mengapa semenjak dia mendapatkan buku itu ia ini kedua kalinya seorang lelaki yang tak ia kenal ingin jadi pacarnya.
Sementara itu kabar Shila memenangkan tender besar terdengar oleh Steven membuat Steven menyesal sudah menduakan Shila.
Karena jika ia masih bersama Shila sudah pasti dia ikut menikmati bonus Shila yang jumlahnya sangat fantastis itu.
Steven mencoba kembali untuk merayu Shila, tapi kali ini lebih bisa dibilang mengemis.
Dia mencoba ingin menemui Shila di ruangan nya. namun kali ini Devan melarang Steven untuk masuk.
Devan sangat mengenal Shila, Shila akan luluh jika berkali-kali di rayu, apalagi Steven yang sangat pandai sekali bersandiwara.
Steven masih memaksa untuk masuk,setelah Devan mengancam untuk memecatnya, nyali Steven langsung ciut.
Dengan kesal Steven pergi dan tak jadi menemui Shila,tapi ternyata keributan tadi di dengar oleh Shila.
"Ada apa, sih Dev, kok ada ribut-ribut tadi, " tanya Shila.
"Tadi ada orang mau minta sumbangan aku usir, tapi masih maksa masuk, " ucap Devan.
"Yakin itu tadi orang minta sumbangan, Dev, " ucap Shila.
"Iya, jawab Devan sambil menahan tawa.
Shila yang tahu Devan berbohong langsung menatap Devan dengan tajam.
"Iya, deh aku jujur, tadi itu Steven, mau ketemu sama kamu, " ucap Devan.
"Oh, kenapa gak disuruh masuk aja tadi. "jawab Shila.
" Aku takut nanti kamu kemakan rayuan dia lagi, dan balikan, "ucap Devan.
Shila langsung tertawa mendengar ucapan dan ekpresi sahabatnya itu.
Saat Shila sedang menuju ke parkiran Steven datang menghampiri Shila.
" Shila aku mohon berikan aku kesempatan sekali ini saja, "ucap Steven.
Shila melihat wajah Steven yang memelas, walau bagaimana pun Steven pernah jadi orang yang sangat dia cintai.
Shila kemudian berpikir apa yang harus dia lakukan.kemudian Shila berkata kepada Steven.
" Berikan aku waktu untuk berpikir,"
Setelah itu Shila pun masuk ke dalam mobilnya, saat memikirkan ucapan Steven tadi Shila teringat buku yang diberikan oleh wanita tua kemarin.
Ia mencoba mencari buku itu, di dalam mobilnya, tapi tidak ketemu Shila langsung bergegas pulang dia berpikir mungkin buku itu ada di kamarnya.
Sesampainya di rumahnya Shila langsung menuju kamarnya untuk mencari buku tersebut.
Setelah lama mencari akhirnya buku itu pun ia temukan.
Dia lalu meletakkan tangannya pada buku itu dan mengucapkan apa yang sedang ia pikirkan dalam hati.
Selanjutnya dia membuka buku itu, di lembaran buku itu tertulis setelah gelap akan ada cahaya terang, seseorang yang sudah lama menantimu akan datang.
Dari tulisan dalam lembaran itu Shila yakin bahwa orang tersebut bukan lah Steven, tapi siapa? batin Shila pun bertanya-tanya.
Dia kemudian meletakkan buku itu kembali ke tempat dimana dia menemukannya tadi.
Setelah itu Shila langsung membersihkan diri lalu bersiap untuk makan.
Setelah selesai mandi, ponsel Shila berdering, Shila menebak pasti itu dari Steven.
Shila mengambil ponselnya yang dia letakkan di atas ranjang.
Benar saja itu adalah panggilan telepon dari Steven, Shila yang sedang tidak berminat untuk berbicara dengannya membiarkan ponselnya itu berdering lalu dia pun keluar kamar menuju meja makan.
Sementara itu Devan kini sudah tak bisa lagi menahan perasaan nya kepada Shila.
Selama bertahun-tahun dia memendam rasa cintanya terhadap Shila.
Devan berencana untuk mengajak Shila untuk dinner besok malam.
Namun Devan tak punya keberanian untuk mengatakan nya kepada Shila.
Devan mondar-mandir sambil memegang ponselnya, dia bingung bagaimana caranya berbicara kepada Shila agar Shila mau menerima ajakan nya.
Kemudian ponsel Devan berdering, ternyata itu adalah panggilan telepon dari Shila.
Devan langsung menjawab panggilan telepon itu.
"Besok pagi jemput aku ya, " ucap Shila.
"Tumben minta di jemput,Shil, " jawab Devan.
"Steven besok pagi mau jemput aku pergi ke kantor aku males, mau nolaknya aku takut dia tersinggung sama ucapan aku, " ucap Shila.
Ternyata setelah panggilan nya diabaikan Shila, Steven mengirimkan pesan bahwa besok dia akan menjemput Shila.
Devan langsung berpikir mungkin ini jalan yang ditunjukkan Tuhan untuk dia.
"Oke, deh, besok pagi aku jemput kamu, tapi malamnya temenin aku dinner ya, " jawab Devan.
"Oke, " ucap Shila.
Panggilan itu pun terputus.
Setelah itu Devan kemudian berpikir bagaimana cara agar Shila menerimanya jadi pacar.
Karena sibuk memikirkan Shila mata Devan sulit untuk di pejamkan, takut akan terlambat menjemput Shila besok. Devan langsung membuat alarm jaga-jaga bila dia ketiduran,tak lama kemudian Devan pun tertidur.
Keesokan harinya, alarm pun berbunyi, tapi Devan tak mendengarnya, beruntung Bi Asih asisten rumah tangga Devan masuk karena mendengar alarm Devan yang terus berbunyi.
"Den, bangun sudah jam tujuh, Den, " ucap Bi Asih.
Devan masih belum terbangun, Bi Asih membangun kan Devan lagi hingga akhirnya Devan pun terbangun.
"Bi,ini sudah jam berapa ya, apa saya sudah kesiangan, " tanya Devan.
"Jam tujuh lebih sepuluh menit, Den, ayo, buruan nanti telat ke kantor, " ucap Bi Asih.
Bi Asih sudah lama bekerja di keluarga Devan, sehingga Devan sudah menganggap Bi Asih seperti keluarganya.
Devan langsung bergegas mandi takut terlambat menjemput Shila.
Setelah mandi dia langsung bersiap-siap dan langsung menuju mobilnya.
"Mudah-mudahan belum terlambat, bisa ngomel nanti Shila, " ucap Devan sambil menyetir.
Devan kemudian melajukan mobilnya menuju ke rumah Shila, ketika tiba di halaman rumah Shila terlihat sudah ada mobil yang terparkir di halaman itu.
"Itu bukan mobil milik Shila sudah pasti itu mobil Steven,batin Devan.
Devan lalu memarkirkan mobilnya dan langsung masuk ke dalam rumah Shila.
Saat masuk ke dalam rumah Shila, Devan melihat Steven, saat melihat Devan masuk Steven memandang Devan dengan tatapan tak suka.
" Mau apa loe ke sini, "ucap Steven sinis.
" Ya jelas mau jemput Shila, emangnya kenapa, "ucap Devan.
" Shila akan pergi ke kantor bersama gue, mending loe pergi aja, deh, "jawab Steven.
" Kita lihat saja, Shila bakalan pergi dengan siapa, "ucap Devan.
Tak lama Shila pun keluar dari kamarnya, melihat Devan sudah sampai membuat Shila lega. karena dia tak harus pergi bareng Steven.
" Yuk, Dev berangkat entar kita telat, "ucap Shila sambil berlalu.
Devan langsung tersenyum penuh kemenangan,di liriknya Steven yang kesal karena di acuhkan oleh Shila.
"Shila,tunggu.Aku yang duluan sampai di sini jemput kamu.kenapa kamu pergi bareng dia, Shil, " ucap Steven kemudian.
"Maaf Steven,semalam aku sudah bilang sama kamu, aku bakalan pergi bareng Dev, " jawab Shila.
Shila langsung masuk mobil Devan karena dia malas harus melihat wajah memelas Steven.
Steven masih diam mematung, dia tak percaya untuk kesekian kalinya Shila mengacuhkan dirinya.
Sementara itu Shila dan Devan sudah berangkat menuju kantor.
Steven merasa sangat kesal,kemudian dia menyusul mobil Devan yang belum jauh,di pacunya mobil sekencang mungkin lalu menghadang mobil Devan.
Shila yang melihat hal itu merasa takut, pasti kali ini Devan dan Steven akan berkelahi.
Shila mencoba mencegah Devan untuk keluar, tapi karena Devan terpancing emosi dengan perkataan Steven yang mengatakan dia pecundang dia pun langsung keluar dan memukul Steven.
Steven dan Devan berkelahi.hal itu membuat Shila panik, Shila keluar mobil dan meminta pertolongan warga sekitar.
Tak lama datang lima orang bapak-bapak dan langsung melerai perkelahian Steven dan Devan.
Shila langsung mengajak Devan untuk pergi meninggalkan Steven yang masih di tenangkan oleh warga.
"Kamu pecat saja lelaki parasit itu, Shila, aku sudah muak liat dia, " ucap Devan.
"Tapi kita tidak punya alasan kuat memecatnya, " jawab Shila.
"Hal itu biar aku yang urus, yang penting kamu siapkan saja surat pemecatannya, "ucap Devan.
Tak lama kemudian mereka pun sampai di kantor.
Melihat Devan yang babak belur, Dinda sekretaris Devan yang sudah lama menyukai Devan langsung menghampiri mereka.
" Apa yang terjadi, Pak, mari saya bantu obati, "ucap Dinda.
" Tidak apa-apa terima kasih, saya bisa sendiri, "jawab Devan.
Shila kemudian membawa Devan ke ruangannya.
Shila mengobati luka Devan, saat Shila sedang mengobati luka Devan, Devan lalu memegang tangan Shila.
" Shila aku boleh jujur gak, "tanya Devan.
" Boleh Dev, tentang apa, "ucap Shila.
" Aku sebenarnya udah lama suka sama kamu, "ucap Devan.
Mendengar hal itu ada getaran di hati Shila, tapi Shila mencoba menyembunyikan nya.
" Jangan becanda kayak gitu, Dev, gak lucu tau, "jawab Shila kemudian.
" Aku sungguh-sungguh,Shila.maukah kamu jadi pacarku,"ucap Devan.
Shila hanya terdiam mendengar perkataan Devan.
Setelah itu Shila langsung pergi meninggalkan Devan yang masih menunggu jawaban darinya.
Shila bingung dengan perasaan nya sendiri, Shila memilih untuk pulang dan mencari jawaban pada buku yang di berikan wanita tua kemarin.
Shila langsung melajukan mobilnya menuju rumah nya, sesampainya dirumahnya Shila langsung mencari buku itu.
Setelah mendapatkan buku itu dia langsung mengucapkan dalam hati apa yang ada di hatinya.
"Apakah seseorang yang menunggunya lama itu adalah Devan, " ucap Shila dalam hati.
Shila langsung membuka lembaran buku itu, tapi yang tertulis hanya hatimu yang bisa merasakannya.
Lalu lembaran berikutnya tertulis dia akan datang menemuimu.
Sementara itu Devan yang takut Shila marah dengannya memilih menyusul Shila, Devan mengirim pesan kepada Shila menanyakan keberadaan nya.
Setelah tahu Shila di rumah Devan langsung menuju rumah Shila.
Devan ingin meminta maaf kepada Shila jika ada perkataan nya yang salah atau menyinggung perasaannya.
Sesampainya di rumah Shila, Devan langsung meminta asisten rumah tangga Shila untuk memanggil Shila yang berada dalam kamar.
Tak lama kemudian Shila pun keluar dari kamarnya.
"Maaf Shila jika perkataan ku tadi ada yang tidak pantas, " ucap Devan.
"Tidak Dev, tidak ada yang salah, hanya.." Shila menggantung perkataan nya, ada keraguan di hatinya.
"Hanya apa,katakanlah, " ucap Devan.
"Kita sudah lama bersahabat jika kita berpacaran dan seandainya nanti kita bertengkar, kita tak mungkin lagi bisa jadi sahabat, " jawab Shila.
Setelah mendengar alasan dari Shila, Devan pun mengerti dan dia mencoba menerima bahwa dia dan Shila hanya akan bersahabat.
Kemudian Shila dan Devan kembali ke kantor, mereka bersikap seolah-olah tidak ada yang terjadi di antara mereka.
Hari ini Shila memilih pulang lebih awal karena orang tuanya hari ini datang menjenguknya.
Sudah lama sekali orang tuanya tidak datang, terakhir datang ke rumahnya saat acara perayaan kenaikan jabatannya.
Sebelum pulang Shila menyempatkan diri untuk membeli makanan kesukaan orangtuanya.
Setelah selesai membeli makanan Shila langsung bergegas menuju rumahnya.
Sesampainya di rumah Shila langsung mencium tangan kedua orangtuanya yang sedang menonton sambil menunggu Shila pulang.
"Ini aku bawain makanan kesukaan Mama sama Papa, " ucap Shila.
"Makasih, Nak, mandi dulu sana,abis itu duduk sini ada yang mau Mama omongin sama kamu, " ucap Mama Shila.
Shila langsung masuk ke kamar nya untuk mandi.
Tak lama kemudian Shila sudah siap mandi dan duduk di dekat Mama nya.
"Mau ngomongin apa,sih,Ma.Serius banget kayaknya, " ucap Shila.
"Ini emang serius, Shila, coba kamu pikir umur kamu udah berapa, apa gak ada niat buat menikah, " jawab Mama Shila.
"Ada, Ma, tapi gak sekarang juga dong, Ma, " ucap Shila.
"Kalau kamu gak punya calon suami dalam waktu dekat ini, kamu harus mau Mama jodohin, " jawab Mama Shila.
Shila langsung terkejut dengan ucapan Mama nya, dia langsung berpikir siapa yang harus dia jadiin calon suami pura-pura dia.
Yang terlintas di pikiran nya itu cuma Devan, karena dia gak mungkin jadiin Steven calon suami pura-pura dia, yang ada malah jadi nambah masalah buat dia.
Usia Shila yang sudah memasuki Dua puluh tujuh tahun membuat Mama nya khawatir.
Setelah pembicaraan itu Shila langsung pamit untuk istirahat, Shila pun masuk ke kamar nya.
Sampai di kamar dia teringat buku itu lagi, dia pun mencoba bertanya pada buku itu.
Jawaban dari buku itu adalah seseorang yang selalu di dekatmu adalah masa depan mumu, jangan percaya siapapun yang tiba-tiba datang,diantara beribu bintang hanya satu yang paling terang.
Setelah itu Shila langsung tidur karena dia perlu banyak energi untuk meeting besok.
Keesokan paginya Shila buru-buru berangkat ke kantor karena dia kesiangan.
Mobil Shila tiba-tiba tidak mau hidup dia pun mencoba menelpon Devan,saat Shila ingin menelpon Devan tidak lama kemudian Devan sudah muncul di hadapannya.
"Mobil kamu kenapa,rusak? " ucap Devan.
Shila tak bisa berkata apa-apa,ia bingung kenapa Devan yang masih ingin dia telepon sudah ada di depannya.
"Kok kamu tahu mobil aku rusak, Dev? " tanya Shila.
"Emangnya beneran rusak ya, Shil, aku cuma nebak aja tadi, " ucap Devan.
"Terus kok tumben kamu jemput aku pagi ini, " jawab Shila.
"Oh, tadi kebetulan aku nganter sepupu aku pulang, rumahnya gak jauh dari rumah kamu, jadi sekalian, deh aku mampir, " ucap Devan.
"Oh,tapi kamu gak bohong kan, Dev? " tanya Shila.
"Gak, loh, kamu kok nanya gitu, " jawab Devan.
"Gak ada cuma nanya aja, yaudah buruan entar kita telat masuk kantor, " ucap Shila.
Shila pun masuk ke mobil Devan dan mereka pun berangkat menuju kantor.
Sesampainya di parkiran tiba-tiba seorang laki-laki menghampiri Shila, lalu berkata.
"Cantik, kamu mau jadi pacarku, " ucap laki-laki itu.
Shila langsung menarik Devan pergi meninggalkan parkiran itu.
Melihat laki-laki tadi Devan langsung bertanya.
"Kamu kenal laki-laki tadi, Shila?
" Gak, aku gak kenal, "ucap Shila.
Shila mempercepat langkahnya menuju ruangan nya,hal aneh yang terjadi pasti karena buku itu, " batin Shila.