Sampul Novel Dalam Dekapan Dosen Tama

Dalam Dekapan Dosen Tama

8.1 / 10.0
Suasana begitu tegang saat Tama mendekap erat Runa, mencoba meyakinkan sang istri agar tidak lagi menjauhinya. Sembari menghirup dalam-dalam aroma tubuh Runa dengan penuh emosi dan kerinduan, Tama membisikkan penegasan penting. Ia mengingatkan bahwa hubungan intim di antara mereka berdua adalah hal yang sepenuhnya sah, baik di mata hukum maupun agama. Sebagai pasangan suami istri, Tama merasa tidak ada alasan lagi bagi Runa untuk terus menghindari dirinya.
Ringkasan Dalam Dekapan Dosen Tama
Suasana begitu tegang saat Tama mendekap erat Runa, mencoba meyakinkan sang istri agar tidak lagi menjauhinya. Sembari menghirup dalam-dalam aroma tubuh Runa dengan penuh emosi dan kerinduan, Tama membisikkan penegasan penting. Ia mengingatkan bahwa hubungan intim di antara mereka berdua adalah hal yang sepenuhnya sah, baik di mata hukum maupun agama. Sebagai pasangan suami istri, Tama merasa tidak ada alasan lagi bagi Runa untuk terus menghindari dirinya.
Baca Selengkapnya

Dalam Dekapan Dosen Tama Bab 1

Matahari pagi menyorot hangat ke dalam ruang 4.207 di lantai dua gedung Fakultas Ekonomi Universitas Mandala. Ruangan itu sudah penuh oleh mahasiswa semester empat yang sedang bersiap mengikuti mata kuliah "Akuntansi Keuangan Menengah I", salah satu mata kuliah inti bagi jurusan Akuntansi.

Di depan kelas, tepat pukul 08.00, pintu terbuka dengan suara klik yang langsung disambut riuh pelan mahasiswa. Sosok yang masuk bukan dosen tua dengan jas kusut dan rambut beruban seperti kebanyakan, melainkan pria tinggi berwajah bersih dengan kemeja putih yang digulung rapi di lengan, celana kain abu-abu gelap, dan senyum tipis yang entah bagaimana bisa membuat seisi kelas mendadak lebih hidup.

"Selamat pagi, semuanya. Saya Tama Pratama, M.Acc, CPA, pengampu mata kuliah ini," ucapnya dengan suara tenang namun jelas. Gelar M.Acc menunjukkan gelar Master of Accounting yang dia raih dari universitas ternama di luar negeri, dan CPA adalah sertifikasi sebagai akuntan profesional yang menambah prestisenya.

Tama memang dosen muda yang sedang naik daun di kalangan mahasiswa. Selain karena kemampuannya menjelaskan topik-topik rumit seperti "pengakuan pendapatan berbasis akrual" dengan cara yang mudah dimengerti, wajah tampan dan gaya mengajarnya yang santai tapi cerdas membuatnya menjadi idola banyak mahasiswa, terutama mahasiswi.

Termasuk Dewi.

Dewi, mahasiswi ceria dengan rambut panjang se pantat dan kuku yang selalu berganti warna setiap minggu, duduk di bangku kedua dari depan, sebelah Aruna. Matanya sudah berbinar sejak lima menit sebelum Tama datang, dan dia dengan semangat menyiapkan buku catatan serta bolpoin warna-warni yang katanya untuk "menulis ilmu dengan cinta".

"Gila, Na. Dosen seganteng ini ngajar akuntansi? Rasanya kayak nonton drama Korea tapi isinya debit-kredit," bisik Dewi dengan suara tertahan, membuat beberapa mahasiswa di sekitar mereka ikut tersenyum.

Tapi Aruna hanya mengangguk pelan, tidak menanggapi lebih jauh. Dia mengenakan kemeja abu dan celana jeans longgar, rambut diikat satu, dan wajah datar yang nyaris tidak menunjukkan minat terhadap apapun selain layar laptopnya. Dia tipe mahasiswi yang masuk kuliah tepat waktu, mengerjakan tugas, lulus ujian, tanpa embel-embel euforia.

Baginya, dosen tetaplah dosen. Mau seganteng apapun, tidak ada bedanya.

"Aruna Janitra ya? Saya lihat nama kamu cukup sering di daftar nilai ujian tengah semester. Kerja bagus."

Suaranya membuat kepala Aruna perlahan terangkat. Dosen muda itu baru saja menyebut namanya. Kelas mendadak hening. Mata-mata penuh rasa ingin tahu mulai mengarah pada gadis yang biasanya luput dari perhatian.

"Terima kasih, Pak," jawab Aruna singkat. Suaranya datar, tanpa intonasi. Lalu kembali menunduk.

Tama tampak tersenyum kecil, lalu melanjutkan penjelasannya tentang pencatatan aktiva tetap dengan metode garis lurus.

Dewi menatap Aruna dengan wajah penuh curiga. "Jangan bilang kamu nggak deg-degan barusan?"

"Enggak."

"Kamu ini manusia atau robot sih?" sengit Dewi. Teman satu-satunya Aruna di kampus, teman dari mereka SMP. Dewi si bocah ekstrovert.

Tapi Aruna tidak menjawab. Dalam hati, dia justru merasa heran. Kenapa seorang dosen repot-repot memperhatikan nilai mahasiswanya secara personal? Namun dia mengabaikan itu. Baginya, akuntansi adalah tentang angka, bukan perasaan.

Yang belum dia tahu, bagi Tama, sejak pagi itu, nama "Aruna Janitra" tidak hanya muncul di daftar nilai. Tapi mulai diam-diam menempati satu ruang di pikirannya.

Sejak orang tuanya menyebutkan nama itu kemarin. Sejak orang tuanya mengenalkan dia dan seluk beluk gadis itu dengan sebuah foto, kemarin malam.

Suasana kelas 4.207 siang itu lebih senyap dari biasanya, meski keheningannya penuh dengan ketegangan yang manis. Dosen Tama Pratama berdiri tegak di depan papan tulis digital, jemarinya menggenggam spidol sambil sesekali mengetuk-ngetukkan ujungnya ke telapak tangan. Materi hari ini adalah lanjutan dari topik yang membuat kepala mahasiswa berdenyut. akuntansi untuk liabilitas jangka panjang.

Tama dikenal sebagai dosen killer, yang tanpa ragu melempar pertanyaan mendadak dan memanggil nama-nama mahasiswa yang bahkan belum sempat membuka buku. Tapi anehnya, para mahasiswa tetap rela antre di kelasnya. Killer-nya kalah oleh karismanya.

"Jika sebuah perusahaan memiliki obligasi yang diterbitkan dengan diskon, bagaimana perlakuan amortisasinya menggunakan metode garis lurus?"

Seketika ruangan jadi museum. Sunyi. Tak ada yang berani mengangkat tangan.

Tama menghela napas, matanya menyapu ke arah bangku-bangku tengah. Di situlah Dia melihatnya lagi, gadis dengan kuncir kuda dan kemeja abu, duduk tenang seperti biasanya. Tidak ikut tegang, tidak gelisah, hanya fokus menatap layar laptopnya.

"Aruna Janitra."

Suara Tama memanggil dengan mantap, namun nada suaranya entah mengapa terasa berbeda. Tak segarang biasanya.

Aruna mengangkat wajah. Tanpa ekspresi takut atau gugup seperti mahasiswa lainnya. Hanya sedikit kaget karena namanya disebut lagi. Dua kali dalam satu hari berturut-turut. Terlalu sering untuk ukuran gadis yang katanya "tidak menonjol".

"Silakan jawab."

Aruna mengangguk, dan dengan nada tenang menjawab teori serta aplikasinya. Suaranya tidak gemetar, tidak pula terlalu percaya diri. Sekadar menjawab. Sesederhana itu.

Tama mengangguk kecil. "Benar. Singkat, tapi tepat."

Lalu kembali membalik badan ke arah papan.

Namun pikirannya tertinggal di tempat Aruna duduk.

Ada sesuatu yang mengganggunya hari itu. Bukan karena materi yang rumit, atau mahasiswa yang pasif. Tapi karena pikiran yang sejak pagi belum juga luruh dari benaknya. Proposal dari ayahnya.

"Putri teman Bapak dari kampung. Anak baik. Sudah semester empat juga. Kalau cocok, ya kita lanjut serius, Tam."

Dan seperti takdir yang suka main-main, si "anak teman dari kampung" itu ternyata duduk hanya beberapa meter di hadapannya. Aruna Janitra. Nama yang tertulis di profil biodata yang dikirimkan lewat pesan WhatsApp oleh ibunya, malam sebelumnya.

Gadis itu. Yang bahkan selama dua semester tak pernah dia perhatikan. Yang kini justru menonjol karena ketidak peduliannya pada dirinya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Dalam Dekapan Dosen Tama

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya terjebak dalam neraka pernikahan. Alih-alih bahagia, ia justru menjadi sasaran kekejaman Adnan, suaminya yang menyimpan dendam membara kepada sang mertua. Setiap hari, Saschya harus bertahan menghadapi siksaan fisik dan mental yang keji. Namun, di tengah keputusasaan yang mendalam, sosok dari masa lalunya mendadak hadir kembali. Apakah kemunculan mereka akan menjadi penyelamat yang membebaskan Saschya, atau malah memicu prahara baru di hidupnya?
Sampul Novel I Fall Endlessly
8.1
Kasih sayang mendalam sebagai ibu memaksa Neva Zetrix mengesampingkan harga dirinya demi melindungi sang anak yang tak berdosa. Setiap hari, ia harus tunduk dan bersikap rendah hati di hadapan Brian Anderson yang sangat dominan. Demi keselamatan buah hatinya, Neva rela bertahan melewati penderitaan batin dan tekanan konstan. Kisah perjuangan penuh pengorbanan ini memperlihatkan ketegaran seorang wanita dalam menghadapi peliknya dinamika hubungan yang menjerat hidupnya.
Sampul Novel KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU
8.6
Randika mengurus ekspansi bisnis keluarga Baskoro di Bali bersama mentornya, Charli. Di sana, ia terpikat oleh Andini Wijaya, pemilik sekolah yang mandiri. Namun, hubungan mereka diuji saat mantan kekasih Andini, Junot, tiba-tiba kembali. Masalah kian rumit karena Lily, adik Andini, bertekad merebut Randika demi mendapat pengakuan dari ayah mereka, Sigit Wijaya. Di tengah bayang-bayang masa lalu dan ambisi keluarga Wijaya, akankah cinta Randika dan Andini tetap bertahan?
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Perpisahan yang terjadi menyisakan penyesalan mendalam dan duka yang tak bisa diubah oleh air mata. Kehadiranmu dahulu telah memberi warna, mengajarkan arti kesetiaan, serta pengorbanan tulus. Walau mengenalmu membawa kesedihan dan rasa sakit, bersamamu pula kebahagiaan sejati berhasil kutemukan. Kini, saat kesadaran terlambat itu datang, andai saja waktu dapat diputar kembali, aku hanya ingin mengulang setiap detik berharga bersamamu.
Sampul Novel Misteri matinya teman-temanku
8.6
Satu per satu orang di sekitarku tewas secara mengerikan. Mulai dari sahabat, kerabat dekat, hingga musuh-musuh yang pernah berbuat jahat kepadaku, semua berakhir tragis. Sang pembunuh berdarah dingin beraksi sangat rapi tanpa meninggalkan bukti sedikit pun. Teror mencekam ini terus berlanjut, memakan korban baru tanpa bisa dihentikan. Kini, di tengah misteri yang tak terpecahkan, nyawaku sendiri pun terancam menjadi target berikutnya dari sosok misterius yang mengintai.
Sampul Novel MY LOVELY LITTLE WIFE
8.9
Yuki sangat geram karena ditolak mentah-mentah oleh pria yang dijodohkan dengannya. Alasan klasik bahwa mereka tidak saling kenal membuat Yuki berang hingga mengatai calon suaminya itu sebagai lelaki tua yang menjengkelkan. Namun, kekesalan tersebut tidak bertahan lama. Sebuah senyum licik merekah di wajah Yuki saat sebuah ide brilian muncul di benaknya. Ia pun menyusun rencana cerdik untuk memberi pelajaran bagi pria yang telah menolaknya tersebut.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED