Sampul Novel Ranjang Panas Hot Daddy

Ranjang Panas Hot Daddy

9.5 / 10.0
Demi membiayai operasi David, sang tunangan yang mengalami kecelakaan, Rania rela menjual kesuciannya. Tak disangka, pria yang membelinya adalah Aslan, duda kaya raya yang lambat laun memikat hatinya. Di tengah tumbuhnya rasa cinta, pengkhianatan David justru terungkap hingga menghancurkan kesetiaan Rania. Namun, masa lalu Aslan kembali hadir menguji hubungan mereka. Rania kini terjebak dilema di antara luka masa lalu dan cinta baru yang penuh rintangan.

Ranjang Panas Hot Daddy Bab 1

"Ran, antar ke meja nomor delapan." 

Rania meraih nampan berisi makanan yang dipesan pelanggan di meja nomor delapan. Ia segera mengantarkan nampan tersebut pada meja yang ada di samping dinding. 

"Selamat menikmati," ucap Rania sembari tersenyum ramah pada pelanggan. Lalu membawa kembali nampan kosong menuju dapur restoran. 

Rania Pramadita, seorang wanita yang saat ini menginjak usia 24 tahun. Dirinya sudah bekerja di restoran tersebut selama dua tahun. Rania terpaksa berhenti kuliah dan merantau ke Jakarta untuk bekerja sejak empat tahun yang lalu karena ibunya meninggal. 

Rania merupakan anak tunggal dari sepasang keluarga sederhana yang tinggal di sebuah kampung kecil di Jawa Tengah. Sedangkan ayahnya meninggal sejak ia menginjak sekolah menengah atas di tahun pertama. 

Usai meletakkan nampan di dapur, Rania pergi ke arah lain karena mendapatkan sebuah telepon. Keningnya mengernyit melihat nama kontak David yang tertera pada layar. Ia merasa bingung karena David tidak pernah menelpon di saat jam kerja. 

"Ini masih jam empat. Tumben banget dia udah nelpon," gumam Rania lalu berdehem sebelum menempelkan ponselnya ke arah telinga. 

"Halo," sapa Rania. 

"Selamat sore." Rania tertegun mendengar suara wanita yang menyahut sapaannya. "Apakah Anda mengenal saudara David Bimantara?" 

"Ya," jawab Rania ragu. "Ada apa yah? Ini siapa?" tanyanya penasaran. 

"Kami dari Rumah sakit Umum Dr. Hermawan ingin menginformasikan bahwa pasien atas nama David Bimantara tengah dirawat di rumah sakit kami. Pasien menjadi korban kecelakaan dan kondisinya sedang kritis. Kami membutuhkan informasi mengenai pasien dan walinya untuk penanganan lebih lanjut." 

"Astaga." Rania menutup mulutnya sedang kedua matanya berkaca-kaca. Kakinya menjadi lemas dalam sekejap membuatnya hampir terjatuh. "A-apa belum ada keluarga … yang datang?" tanya Rania terbata-bata. Bibirnya bergetar ketika air matanya tidak sanggup dibendung lebih lama. 

"Kami sudah mencoba menghubungi kontak keluarga pasien dan belum ada jawaban. Mohon untuk segera menginformasikannya pada keluarga pasien karena kondisi pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut." 

Suara penelepon begitu lancar memberikan informasi tetapi tidak bisa didengar jelas oleh Rania. Wanita itu hanya dapat menahan tangisnya sembari tidak berhenti membayangkan kondisi sang kekasih. 

Perlahan tangan Rania menjauhkan ponsel dari telinga. Ia bergegas pergi ke ruangan manager yang letaknya tak jauh dari dapur. Rania tampak gugup saat hendak mengetuk pintu. Pasalnya manager di cabang restoran itu cukup sulit untuk diajak bicara jika ingin meminta izin. 

Usai mengetuk daun pintu, Rania membukanya perlahan membuat perhatian sang manager langsung tertuju padanya. 

"Permisi, Pak," ucap Rania. Suaranya sedikit bergetar karena menahan rasa cemas yang membelenggu. 

"Ada apa, Rania?" tanya manajer tersebut. 

Rania melangkah masuk, lalu menutup pintu. Kakinya bergerak menuju meja sang manajer. Rania berhenti tepat di depan meja tersebut. 

"Maaf Pak, saya … ingin minta izin." Rania menundukkan kepalanya. Jujur saja ia tidak berani jika harus bertatapan dengan manajernya yang sudah dikenal cukup galak. 

"Izin untuk apa? Ini sudah sore. Dua jam lagi sudah waktunya kau pulang." Manajer itu langsung memalingkan muka seolah enggan mendengarkan alasan dari Rania. 

"Tapi, Pak," Rania meremas jari-jari tangannya yang sudah basah karena keringat dingin. "Pak, saya mohon diberikan izin. Tunangan saya sedang dirawat di rumah sakit karena kecelakaan. Keluarganya belum ada yang datang. Keadaan tunangan saya sangat kritis dan butuh—" 

"Rania," tegas sang manajer lalu menatap tajam pada Rania membuat wanita itu semakin beringsut. "Aku sudah pernah mengatakan padamu dan karyawan yang lain. Aku tidak ingin mendengar alasan pribadi apapun kecuali jika musibah orang tua meninggal dunia. Apalagi ini, tunanganmu! Heh! Dengar ya," manajer itu mengarahkan pulpen yang ada di tangannya pada Rania. "Tunanganmu masih memiliki keluarga lengkap bukan? Kenapa tidak keluarganya saja yang datang ke rumah sakit? Kamu disini kerja, bukan main!" Lalu kembali memalingkan muka. "Sudah sana pergi. Balik kerja lagi," perintahnya seraya mengusir Rania. 

Rania menggigit bibirnya. Air matanya sudah berada di ujung seolah siap menetes saat itu juga. Dirinya pergi tanpa mengatakan apapun pada manajer itu. 

Ketika sudah berada di luar ruangan manajer, Rania berusaha menghubungi nomor telepon keluarga David. Dua kali panggilan ke nomor telepon ibu David dan tidak ada jawaban. Rania menghubungi adiknya David hingga tiga kali dan tetap tidak ada jawaban. 

"Ya Tuhan. Kenapa mereka tidak menjawab teleponku?" gumam Rania lalu mengusap air matanya yang mulai menetes. 

"Rania!" 

Rania menyembunyikan ponsel di balik punggung. Tubuhnya terlonjak saat melihat Bertrand—sang manajer yang keluar dari ruangannya. Bertrand menghampiri Rania dengan raut muka seramnya. 

"Kenapa kamu masih ada di sini?! Apa kamu tuli? Aku menyuruhmu balik kerja bukan main handphone!" gertak Bertrand membuat beberapa karyawan mendengarnya. 

"Maaf, Pak," cicit Rania dengan kepala tertunduk. 

"Balik kerja sekarang!" perintahnya membuat Rania pergi dari tempatnya dengan tatapan ke bawah. 

Rania memasukkan ponselnya ke dalam saku celana. Dirinya diam sejenak saat berada di dapur untuk menetralkan perasaan yang sedang berkecamuk di hatinya. Ia juga berusaha mengusir pikiran-pikiran buruk yang muncul di kepala. 

"Ran, kamu kenapa?" tanya Gea, salah satu teman di tempat kerjanya. 

Rania hanya menoleh dan berusaha untuk tersenyum. "Nggak papa," jawabnya lalu pergi ke arah meja dapur untuk kembali membawakan makanan-makanan yang dipesan oleh pelanggan. 

*** 

Rania berlari memasuki gedung rumah sakit usai turun dari ojek online. Air matanya kembali mengalir membuat pandangannya kunang-kunang. Rania segera pergi ke ruangan yang sebelumnya dikirimkan oleh Selvi, adiknya David. 

"Ibu," panggil Rania saat memasuki ruangan rawat inap ketika melihat Bu Dewi, calon mertuanya. 

"Rania," panggil Bu Dewi dan langsung memeluknya. 

Rania tidak bisa lagi menahan tangis. Ia membalas pelukan Bu Dewi sembari sesenggukan. Bu Dewi pun ikut menangis mengingat kondisi putra sulungnya yang masih kritis. 

"Gimana keadaan David, Bu?" tanya Rania ketika pelukan mereka terlepas. 

Rania menatap David yang terbaring tak berdaya dengan banyak alat rumah sakit yang menempel di tubuhnya. 

"Kata dokter keadaan David kritis, Ran. Dia harus segera di operasi. Limpanya pecah karena benturan keras saat kecelakaan. Tapi," Bu Dewi tidak sanggup melanjutkan ucapannya. 

"Terus kenapa nggak langsung dioperasi, Bu?" tanya Rania melihat wajah David yang semakin pucat. 

"Bapak sedang berusaha mencari pinjaman untuk biaya operasi. Usaha Bapak sedang bangkrut, Ran. Kami gak punya tabungan." 

"Memangnya … berapa biayanya, Bu?" tanya Rania ragu. 

"Dokter menyuruh kami untuk menyiapkan biaya operasi sebesar seratus lima puluh juta, Ran," lirih Bu Dewi disusul tangisnya mengingat sangat sulit mendapatkan uang sebesar itu karena hutangnya pun sudah banyak untuk biaya membayar gaji karyawan. 

Rania tercengang mendengar nominal yang sangat besar. Kakinya lemas membuat Bu Dewi memegang kedua tangannya. 

"Ran, kamu kenapa?" tanya Bu Dewi cemas. 

"Terus … gimana Bu? Bapak sudah ada kabar?" tanya Rania tanpa menjawab pertanyaan Bu Dewi. 

Gelengan kepala Bu Dewi membuat Rania semakin tidak karuan. Dirinya merasa bingung sekaligus cemas. Kemana ia akan mendapatkan uang sebesar itu dalam waktu cepat?

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Ranjang Panas Hot Daddy

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel DOSEN ITU SUAMIKU
9.5
Kehidupan Bunga berbalik total setelah sebuah rahasia di kampusnya terungkap. Ezza, sosok suami yang dinikahinya melalui perjodohan orang tua, mendadak hadir sebagai dosen baru di tempatnya berkuliah. Kemunculan Ezza yang tiba-tiba di hadapannya memicu kecurigaan besar dalam benak Bunga. Ia pun mulai mempertanyakan tujuan sebenarnya dari sang suami. Apakah ada motif terselubung di balik keputusan Ezza, ataukah semua ini murni ketidaksengajaan?
Sampul Novel Gadis 100 juta (fatamorgana)
9.6
Demi menebus adiknya yang diculik, Daiva Gayatri Maheswari rela menjual kesuciannya pada Keyko Khayang Gumelar seharga 100 juta rupiah. Di tengah kemalangan itu, ia tanpa sengaja bertemu dengan duda tampan bernama Damian di supermarket. Kini, Daiva berada di persimpangan jalan ketika Keyko dan Damian sama-sama berjuang memenangkan hatinya. Siapa pria yang akan dipilih Daiva untuk menemani masa depannya dan melepaskannya dari bayang-bayang masa lalu?
Sampul Novel Istri yang Dihancurkan Mereka
8.1
Bramantyo dan Bima tega menguji ketulusanku lewat obsesi kejam mereka pada Sandra. Puncaknya, demi menyelamatkan perempuan itu dalam sebuah kecelakaan, mereka membiarkan tanganku hancur hingga karier musikku hancur total. Reaksi diamku saat liontin peninggalan ibu dihancurkan Sandra membuat mereka heran. Namun di rumah sakit ini, cintaku telah mati. Aku sadar ini hanyalah sangkar penyiksaan. Kini, aku bersiap untuk pergi dan membalas semua kepedihan ini.
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN
9.0
Menjebak Ivander dalam pernikahan paksa rupanya menjadi penyesalan terbesar bagi Nada. Meski begitu, cara ekstrem ini adalah satu-satunya jalan agar ia bisa mendampingi pria yang dahulu pernah ia hancurkan hidupnya. Terbelenggu rasa bersalah, Nada kini bertekad menebus dosa masa lalu lewat pengabdiannya sebagai istri. Namun, mampukah ketulusan Nada melunakkan dinginnya kebencian Ivander, ataukah perjuangannya meraih maaf justru berujung sia-sia?
Sampul Novel Misteri matinya teman-temanku
8.6
Satu per satu orang di sekitarku tewas secara mengerikan. Mulai dari sahabat, kerabat dekat, hingga musuh-musuh yang pernah berbuat jahat kepadaku, semua berakhir tragis. Sang pembunuh berdarah dingin beraksi sangat rapi tanpa meninggalkan bukti sedikit pun. Teror mencekam ini terus berlanjut, memakan korban baru tanpa bisa dihentikan. Kini, di tengah misteri yang tak terpecahkan, nyawaku sendiri pun terancam menjadi target berikutnya dari sosok misterius yang mengintai.
Sampul Novel My Bad Boss
8.6
Xavier Narendra Maximilian selalu menganggap wanita sebatas teman tidur dan bertekad menghindari pernikahan. Namun, keyakinan sang miliarder goyah setelah bertemu Adeeva Adelia Albert, sekretaris baru yang acuh dan tak berniat memikatnya. Sempat dipandang Adeeva sebagai kesialan terbesar dalam hidupnya, sosok Xavier kini justru menjadi anugerah terindah. Hubungan yang semula dipenuhi kebencian itu kini telah bertransformasi menjadi hari-hari romantis yang indah bagi mereka berdua.

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED