Sampul Novel Pengasuh Putraku Ternyata Ibu Kandungnya

Pengasuh Putraku Ternyata Ibu Kandungnya

8.2 / 10.0
Demi membiayai pengobatan sang ibu, Aera Jung Jun yang baru berusia tujuh belas tahun terpaksa menerima tawaran Tuan Besar Hyun untuk menjadi ibu pengganti bagi putra Myung Dae Hyun. Empat tahun kemudian, nasib mempertemukan Aera kembali dengan keluarga tersebut saat ia bekerja sebagai pengasuh anak di rumah Dae Hyun. Tanpa ia ketahui, balita yang kini diasuhnya adalah anak kandungnya sendiri. Akankah kebenaran masa lalu ini terungkap seiring tumbuhnya benih cinta di antara mereka?
Ringkasan Pengasuh Putraku Ternyata Ibu Kandungnya
Demi membiayai pengobatan sang ibu, Aera Jung Jun yang baru berusia tujuh belas tahun terpaksa menerima tawaran Tuan Besar Hyun untuk menjadi ibu pengganti bagi putra Myung Dae Hyun. Empat tahun kemudian, nasib mempertemukan Aera kembali dengan keluarga tersebut saat ia bekerja sebagai pengasuh anak di rumah Dae Hyun. Tanpa ia ketahui, balita yang kini diasuhnya adalah anak kandungnya sendiri. Akankah kebenaran masa lalu ini terungkap seiring tumbuhnya benih cinta di antara mereka?
Baca Selengkapnya

Pengasuh Putraku Ternyata Ibu Kandungnya Bab 1

Di era sekarang, ijazah SMA tidak menjamin mendapatkan pekerjaan dengan mudah. Aera Jung Jun bercita-cita bisa kuliah di universitas ternama di Kota Seoul, hanya sekadar angan-angan belaka. Meskipun Aera mendapatkan beasiswa, tapi dia harus banting tulang untuk menunjang kebutuhan sehari-hari. Ibunya--Nyonya Seo Jung Jun--memiliki fisik yang mudah sakit sehingga Aera mengantikan posisinya. Pascaoperasi satu tahun yang lalu, Nyonya Seo sering jatuh sakit."Ibu, minumlah dulu obatnya. Setelah itu, Ibu beristirahat," kata Aera yang duduk di samping tempat tidur."Letakkan di nakas. Ibu akan meminumnya nanti." Nyonya Seo menatap sendu putrinya yang kini telah tumbuh dewasa."Ibu, apakah tidak apa-apa jika aku pergi ke kampus? Hari ini, aku akan mengajukan skripsi. Semoga disetujui oleh Dosen," "Pergilah. Ibu akan baik-baik saja." "Ibu yakin?""Sangat yakin, Nak."Aera menyiapkan kebutuhan Nyonya Seo sebelum dia pergi. Dia yang berhasil kuliah meski bukan di universitas impiannya, bukan masalah baginya. Yang terpenting, dia kuliah di mana pun, asalkan biayanya tidak terlalu mahal. Dia harus berjuang untuk pengajuan skripsinya yang beberapa kali direvisi. Meskipun lelah, tidak jadi masalah. Baginya, setelah selesai kuliah, ia akan mencari pekerjaan dan menghasilkan uang.Setelah pertemuannya dengan Dosen, Aera meninggalkan kampus dengan perasaan yang jauh lebih tenang dari biasanya. Langkahnya ringan ke arah restoran cepat saji, tempat yang menjadi tujuannya setelah pulang dari kampus. Bekerja paruh waktu membuat seorang Aera mesti pintar membagi waktu, baik dalam pekerjaan maupun perkuliahan."Aera, bagaimana kabar ibumu? Aku dengar, ibumu kembali sakit. Apa sudah kamu bawa ke rumah sakit?"Aera mengangguk tanpa menjawab pertanyaan Ga Eun."Aera, jika kau tidak bisa bekerja dengan baik, sebaiknya kau pulang. Cepatlah rawat ibumu. Kau bisa kembali bekerja kapan pun." Ga Eun menarik pergelangan tangan Aera yang sibuk dengan pakaiannya."Ibuku baik-baik saja. Aku sudah mengantarnya ke Dokter. Kau tidak perlu khawatir, aku bisa bekerja dengan baik." Aera menutup lokernya dan melangkah. Tidak lama kemudian, dia berhenti dan berbalik ke arah Ga Eun."Terima kasih, kau perhatian pada ibuku. Sudah waktunya bekerja. Jangan sampai Manajer melihat kita." Aera kembali melangkah meninggalkan ruang ganti."Aera, kau pergilah ke sana. Ada berapa pengunjung yang membutuhkan pelayanan." Manajer Han menunjuk salah satu meja yang menunggu kedatangan Aera.Pekerjaan yang dilakukan membuat Aera tidak memikirkan dirinya walau dia memiliki tubuh yang proporsional. tingginya 170 sentimeter dan beratnya 45 kilogram. Dia pun memiliki wajah cantik alami, kulit yang putih, dan rambut yang berwarna kecokelatan. Semua itu membuatnya dia semakin cantik."Aera, kau akan pulang?" Ga Eun membuka loker, hendak mengganti pakaian sebelum meninggalkan restoran."Apa kau akan pulang bersamaku?" Aera meraih tasnya."Bisakah kau menungguku selama lima menit?" Ga Eun menarik kursi, mendudukkan Aera. "Aku tidak akan lama. Tidak apa-apa, kan?""Ya. Aku akan menunggumu. Cepatlah!"Ga Eun melirik ke arah Aera yang terus memeriksa jam tangan. Mata Ga Eun menyorotkan iba. "Aku selesai. Ayo, kita pulang."Aera beranjak dari kursi diikuti oleh Ga Eun.Ga Eun tahu kegelisahan Aera yang sibuk merisaukan kondisi sang ibu yang tengah tergeletak di rumah. Walau kondisinya jauh lebih baik, tetapi Aera tidak bisa membiarkan sang ibu sendiri di rumah tanpa ada yang memperhatikan makanan dan obatnya."Aera, ini untuk Bibi. Salam dariku. Maaf, aku tidak bisa menjenguk Bibi karena ada hal yang harus aku kerjakan."Aera mengerutkan keningnya saat Ga Eun menyerahkan paper bag berukuran sedang padanya."Ga Eun, apa ini?" "Ini untuk Bibi. Aku membelinya saat berangkat kerja. Terimalah … ini untuk Bibi," ucap Ga Eun."Ga Eun, untuk apa kamu memberikan ini untuk Ibu?" Aera menolak pemberian Ga Eun."Ini untuk Bibi. Jadi, kamu tidak perlu menolaknya karena aku memberikan ini untuk Bibi." Ga Eun menyodorkan paper bag pada Aera."Kamu tidak perlu melakukan ini. Pikirkanlah kondisi keluargamu. Ibuku akan baik-baik saja." "Aera, aku memberikan ini untuk Bibi, bukan untukmu. Jadi, terimalah dan berikan pada Bibi, kemudian sampaikan salamku kepadanya. Lusa, aku akan berkunjung." Ga Eun meninggalkan Aera yang terdiam di tempat.Ga Eun adalah sahabat yang baik untuk Aera. Ga Eun kerap memberikan makanan kesukaan ibunya."Ga Eun, terima kasih. Pasti aku sampaikan salam mu kepada Ibu." Aera kembali melanjutkan langkah. Dirinya ingin segera sampai di rumah dan bertemu dengan sang ibu. Langkah Aera semakin cepat, mengingat badai bakal datang malam ini. Dia ke supermarket untuk membeli beberapa kebutuhan. Mengingat kondisi yang tidak bersahabat, dia memilih menyiapkan semuanya untuk sang ibu dan dirinya. Setelah memilih beberapa makanan ringan, daging, dan sayuran, dia ke Kasir. Dia mengangsurkan sejumlah lembar uang sebagai alat pembayaran."Terima kasih, Nona," Dia mengangguk dan keluar dari supermarket. Aera berlari kecil agar segera tiba di rumah. Langkahnya terhenti saat seorang anak laki-laki berusaha menyeberang jalan tanpa menengok. Dari arah samping, sebuah mobil hitam melaju dengan kecepatan penuh ke arah anak itu. Aera melempar kantong belanjaan, lalu berlari menyelamatkannya."Aaargh ...." "Bruk!Ciiit!" Terdengar suara ban yang menggesek jalan aspal bersamaan dengan suara teriakan sang anak yang terjatuh berguling-guling di aspal. "Hei! Apakah kau ingin mati?! Lihatlah! Bahkan, kau tidak bisa menjaga putramu. Apa yang kamu lakukan sampai kamu tidak mengawasi putramu? Kau benar-benar orang tua yang bodoh. Membiarkan seorang anak di jalanan tanpa pengawasan."

Seorang sopir berteriak pada Aera yang memeluk si anak. Dua pria dan satu wanita berlari menuju Aera yang masih memeluk anak itu. "Tuan Muda, Anda tidak apa-apa?" Dua pria tersebut merebut anak di dalam pelukan Aera. "Nona, terima kasih." Salah satu pria, berjas hitam, mendorong tubuh Aera sedikit kasar. "Pergi! Bibi ini sudah menolongku. Kenapa kalian kasar? Akan aku katakan pada Ayah untuk memecat kalian!"

 "Tuan Muda, tolong jangan seperti itu. Maafkan kami, Tuan Muda. Kami benar-benar tidak tahu kalau nona ini yang sudah membantu tuan muda."

Kedua pria berlutut, sedangkan Aera tersenyum melihat tingkah anak kecil yang ditolongnya.

"Katakan itu pada Bibi!" Lagi-lagi Aera dibuat kagum dengan tingkah anak kecil di depannya.

"Nona, maafkan kami. Dan, kami ucapkan terima kasih karena Nona menolong tuan muda kami." Aera tersenyum dan menyejajarkan posisi tubuhnya dengan anak di depannya.

"Tuan Muda, lain kali, jika ingin menyeberang, mohon beri tahu para pengawal supaya tidak terjadi apa pun kepada Tuan Muda. Mereka pasti akan mengikuti semua yang Tuan Muda katakan. Sebaiknya, tolong kembali ke rumah. Badai turun sebentar lagi. Itu berbahaya buat tubuh tuan muda." Aera, mengusap kepala anak di depannya.

"Baik, Bibi. Tapi, bolehkah Bibi mencium ku?" Area mendekat, lantas mengecup kening sang tuan muda. Kemudian, dia beranjak pergi.

"Brakkk!"

"Arghhh!"

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Pengasuh Putraku Ternyata Ibu Kandungnya

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Akulah Cintamu
9.3
Pasca panggilan video terakhir, suami Kayra lenyap tanpa jejak, meruntuhkan dunianya dan memaksanya menghidupi kedua buah hati sendirian. Di masa sulit ini, Damar hadir. Sang ipar menaruh dendam akibat skandal masa lalu yang melibatkan rahasia saudara kembar Kayra. Sempat menolak mengakui darah daging dari relasi itu, Damar akhirnya luluh melihat kemiripan sang bayi. Akankah takdir baru bersama Damar ini menjadi akhir dari penderitaan panjang Kayra?
Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly, siswi berprestasi, menyimpan rahasia medis yang memalukan. Ia mengidap galaktorea yang membuatnya memproduksi ASI tanpa pernah hamil. Saat rasa sakit akibat kondisi hormon ini tak lagi tertahankan di sekolah, ia terpaksa meminta tolong kepada gurunya di ruang guru. Kejadian tak terduga itu menjadi awal mula rahasia mereka. Hubungan guru dan murid ini pun perlahan berubah menjadi jalinan asmara rumit yang sangat berisiko bagi keduanya.
Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku
8.6
Melinda kecil tanpa sengaja menemukan patung beruang di jalan dan membawanya pulang untuk dirawat dengan tulus. Ia tidak pernah menduga bahwa benda mati tersebut sebenarnya adalah inkarnasi dari sosok dewa muda yang sangat kuat. Wujud beruang itu terus bertahan menemani Melinda hingga ia tumbuh dewasa menjadi wanita yang cantik. Namun, sebuah konflik menegangkan mendadak muncul dan menguji ikatan unik mereka. Akankah kisah cinta antara manusia dan dewa ini berujung pada kebahagiaan?
Sampul Novel Gairah Liar Uncle Sam
9.6
Dalam keheningan malam, Shila harus menahan rasa sakit saat Sam menyentuhnya dengan begitu intim. Di tengah situasi yang sangat berisiko ini, Sam berbisik setengah berbisik, meminta Shila agar tidak bersuara. Ia mengingatkan bahwa ayah dan ibu Shila bisa saja terbangun dan memergoki mereka. Ketegangan pun kian memuncak saat keduanya berusaha keras menyembunyikan hubungan rahasia ini dari jangkauan orang tua Shila yang berada di rumah yang sama.
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Demi menghapus duka setelah kepergian Rizal, Sonia memboyong kedua buah hatinya, Alif dan Hana, ke sebuah apartemen sederhana. Tak disangka, di sana ia bertetangga dengan Yudha, duda menawan yang juga mengasuh putri tunggalnya, Mira, seorang diri akibat tragedi masa lalu. Pertemuan tak sengaja di lorong apartemen perlahan menumbuhkan getaran tak biasa di hati mereka. Kini, keduanya dihadapkan pada pilihan sulit: terus meratapi kesedihan lama atau berani membuka hati demi cinta yang baru.
Sampul Novel KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU
8.6
Randika mengurus ekspansi bisnis keluarga Baskoro di Bali bersama mentornya, Charli. Di sana, ia terpikat oleh Andini Wijaya, pemilik sekolah yang mandiri. Namun, hubungan mereka diuji saat mantan kekasih Andini, Junot, tiba-tiba kembali. Masalah kian rumit karena Lily, adik Andini, bertekad merebut Randika demi mendapat pengakuan dari ayah mereka, Sigit Wijaya. Di tengah bayang-bayang masa lalu dan ambisi keluarga Wijaya, akankah cinta Randika dan Andini tetap bertahan?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED