Bab 2

"Hmm ... sombong juga perkataan kalian sebagai iblis, namun kesombongan itu sebentar lagi akan membawa petaka untuk kalian semua," sahut Skylark.

Pedang katana yang di tarik keluar dari sarungnya, tiba-tiba memancarkan sebuah cahaya cukup terang yang kemudian diselimuti oleh kobaran api berwarna merah kehitaman pada bagian seluruh pedang katana tersebut.

"Mengamuklah! Suigetsu ...," lirih Skylark sambil menarik pedang katananya.

Pedang yang di selimuti kobaran api tersebut di genggam erat oleh Skylark hanya dengan satu tangan dengan posisi melintang di hadapan tubuhnya.

"Bersiaplah nyawa kalian akan segera ku cabut," gertak Skylark dengan menatap tajam.

Mendengar perkataan tersebut Orc, Chimerea, dan laviant kemudian meningkatkan kekuatan mereka, yang mana Orc menambah masa otot dan tubuhnya menjadi lebih besar dari sebelumnya.

Chimerea membuat kedua taring di mulutnya menjadi lebih panjang serta membuat kobaran api yang berada di punggung hingga ekornya berubah menjadi lebih besar dan sangat panas.

sedangkan Laviant membuat bulu-bulu pada sayapnya menjadi sangat keras dan tajam seperti pisau untuk ia lepaskan ketika menyerang Skylark.

Orc dan Chimerea menyerang lebih dulu, dengan mengandalkan kekuatan otot dan taring untuk melawan Skylark. Orc menggunakan bahu kanannya langsung menubruk Skykark, akan tetapi Skylark dengan mudahnya menahan benturan dari tubuh Orc tersebut hanya menggunakan tangan kirinya saja dan hanya membuatnya Skylark sedikit tersentak dan bergeser dari tempat ia berdiri.

Namun, dari arah sebaliknya Chimerea datang dengan berlari sangat kencang menggunakan keempat kakinya. Ia langsung mengincar lengan kanan Skykark Dengan taring yang cukup panjang dan yang sangat tajam Chiemerea kemudian hendak menggigit lengan lawan yang ada di hadapannya itu.

Akan tetapi dengan keahlian pedang yang di milikinya Skylark dapat dengan mudahnya menebas dan memotong taring tersebut hanya dengan sekali tebasan saja.

"Arrgghhh ...." Chimerea berteriak dan merintih kesakitan akibat kedua taring yang ia miliki berhasil di potong oleh Skylark.

Di satu sisi, dengan tubuh dan tangan yang masih menahan tubuh Orc, membuat Skylark berpikir dan langsung melakukan sebuah gerakan di mana gerakan tersebut dapat menghempaskan tubuh lawannya dengan mudah.

Skylark kemudian sedikit mendorong balik tubuh Orc dengan sangat kuat hingga membuatnya terhentak lalu setelah itu Skykark kembali menarik salah satu lengan dari Orc tersebut dan mencengkramnya dengan sangat kuat.

Setelah lengan musuhnya tersebut telah ia dapatkan kemudian Skylark membalikkan tubuhnya agar dapat mengangkat tubuh Orc dan langsung membantingnya ke tanah dengan sangat kuat hingga membuat tanah di bawahnya menjadi hancur berantakan akibat tak kuat menahan beban dari tubuh Orc yang sangat besar ketika di hempaskan oleh Skylark.

"Fiuhh! Tak salah jika tubuhmu sangat besar, ternyata tubuh itu cukup berat juga bagiku." ujar Skylark sambil melakukan peregangan setelah baru saja membanting Orc.

Belum sempat menarik napas, dari atas Laviant langsung menyerang Skylark dengan mengibaskan kedua sayapnya dimana dari kedua sayap tersebut melesat bulu-bulu yang sangat keras dan tajam ke arah Skylark, hal tersebut membuat Skylark langsung menyerang balik dengan menebaskan pedang suigetsu yang di selimuti kobaran api tepat ke arah Laviant.

Semua bulu dari sayapnya yang baru saja di lepaskan, langsung terbakar habis oleh kobaran api dari pedang suigetsu milik Skylark. Api tersebut membentuk sebuah cambuk panjang yang menyerupai naga mengarah tepat ke tubuh Laviant hingga membuat Laviant tidak sempat lagi untuk menghindar.

"Kurang ajar kau manusia!!" umpat Laviant sebelum tubuhnya tersambar oleh api dari pedang milik Skylark.

Tubuh Laviant pun langsung di selimuti kobaran api yang sangat panas setelah menerimanya dari pedang Skylark, hingga membuatnya tidak dapat terbang dan kemudian terjatuh dan menimpa tubuh Orc.

Dengan tubuh yang masih terbakar Laviant mencoba menggulingkan-gulingkan tubuhnya untuk memadamkan api tersebut, namun hal yang ia lakukan itu hanya sia-sia saja tubuhnya terus terbakar habis hingga hanya meninggalkan abunya saja.

Orc yang masih belum sadarkan diri akibat serangan balik dari Skylark di tambah dengan benturan cukup keras dari tubuh Laviant, membuat Orc sama sekali tak bergerak sedikitpun di tambah lagi api yang menempel pada sebagian tubuh Orc akibat benturan dengan Leviant menambah kesengsaraan bagi Orc.

Inilah kesempatan Skylark untuk menghabisinya, Skylark lalu mengangkat pedangnya dan mengarakhannya tepat ke arah leher Orc.

"Inilah balasan dari perbuatan jahat kalian," kata Skylark mengacungkan pedangnya.

Namun, hal tak terduga kembali terjadi dan belum sempat Skylark menebas leher Orc tiba-tiba saja Chimerea muncul kembali di hadapan Skylark, ia pun kemudian langsung melompat dan hendak menerkam Skylark.

"Sungguh merepotkan sekali, iblis rendahan ini!" umpat Skylark.

Belum sempat Chimerea menerkam tubuh Skylark, Skylark ternyata lebih dulu menyerang tubuh Chimerea dengan sebuah teknik mematikan yang di milikinya.

Seakan waktu seketika berhenti, ketika Skylark mulai memejamkan kedua matanya lalu membukanya kembali Chimerea yang berada di hadapan Skylark seketika bergerak sangat lambat.

"Kekuatan mu masih jauh lebih rendah dari kekuatan yang kumiliki, jadi jangan berharap kau masih bisa menang melawanku," ucap Skylark menatap Chimerea yang hendak menerkam dirinya.

Pedang Suigetsu di tangan Skylark pun langsung tancapkan ke rahang bawah Chimerea hingga menembus tengkorak kepalanya lalu, dengan pedang yang menancap itu Skykark langsung membelah tubuh Chimerea hingga terbelah menjadi dua.

Setelah berhasil menghabisi iblis tersebut kemudian seketika waktu kembali normal, dan tubuh iblis berkaki empat tadi pun terjatuh dan terpotong. Darah iblis itupun membanjiri tanah di bawahnya, nampak bahwa Iblis itu sepertinya sama sekali tidak merasakan sakit ketika tubuhnya terpotong dengan pedang milik Skylark dan tewas begitu saja.

"Fiuhh... Selesai juga akhirnya dengan begitu aura iblis yang tersisa dari tubuh mereka dapat ku serap untuk menambak kekuatanku," gumam Skylark.

Namun anehnya Skylark hanya merasakan 2 buah aura iblis saja yang masih ada, sedangkan ia merasa bahwa ketiga iblis tersebut telah ia bunuh.

Skylark pun berpikir akan ke anehan tersebut, dan seketika ia tersadar bahwa sepertinya Orc lah yang belum terbunuh olehnya. Skylark pun membalikan kembali tubuhnya dan melihat ke arah di mana Orc berada, akan tetapi Orc telah hilang dari tempat tersebut.

"Brengsek! Kemana perginya iblis sialan itu," lirih Skylark yang mencari keberadaan iblis yang menghilang itu.

Lalu, dari atas kepala Skylark terlihat ada sebuah bayangan gelap yang semakin mendekat dengan dirinya, Skylark pun mendongak ke atas dan ternyata itu adalah Orc. Entah dari mana asalnya tiba-tiba saja iblis tersebut sudah berada tepat di atas kepalanya.

Skylark kemudian melompat ke arah depan untuk menghindari serangan Orc tersebut.

"Boom ...!" suara Orc yang mendarat di tanah.

"Cih! Hampir saja ... Ternyata iblis ini masih hidup, walaupun keadaannya sudah babak belur," gumam Skylark menatap ke arah Orc.

"Sepertinya aku harus lebih serius, melawan yang satu ini," sambungnya.

Dengan memasang sebuah kuda-kuda, dengan menekuk kedua kaki, dengan menfokuskan kekuatan pada kedua kakinya Skylark langsung melesat maju ke arah Orc. Bersamaan dengan Pedang Suigetsu yang ia letakan tepat di samping tubuhnya,

Iblis yang bernama Orc tersebut menerima sebuah tebasan kilat dari Skykark tepat pada bagian lehernya hingga membuat kepala Orc tersebut putus dan terlempar ke tanah.

Tubuh Orc yang awalnya masih berdiri tegap, sektika ikut tumbang setelah menerima serangan mematikan dari Skylark.

"Iblis yang satu ini, ku akui memanglah sangat tangguh. Ia sungguh sulit untuk di kalahan walupun ia termasuk golongan iblis level 1 akan tetapi kekuatannya seperti iblis 2 tingkat di atasnya," jelas Skylark.

Bab 3

Setelah berhasil membantai ketiga iblis tersebut, Skylark kemudian menyarungkan kembali pedang suigetsu miliknya.

Ia pun kemudian berjalan mendekati satu persatu mayat iblis yang baru saja ia kalahkan tersebut, untuk ia serap energi yang tersisa dari mereka. Sebab setiap iblis yang telah mati masih memiliki sebuah energi dan aura yang masih bisa di serap oleh sang pemburu untuk meningkatkan kekuatan yang ia miliki.

Lalu, ketika setiap iblis yang telah di serap energinya oleh sang pemburu maka tubuh atau mayat dari iblis tersebut akan menguap dengan sendirinya lalu setelah itu akan menghilang tanpa menyisakan sedikitpun dari bagian tubuh mereka kecuali senjata yang mereka pakai.

Senjata para iblis tersebut biasanya di ambil oleh pemburu iblis untuk di jadikan sebuah pajangan atau koleksi. Akan tetapi berbeda dengan Skylark, ia malah menghancurkan semua senjata yang di gunakan oleh para iblis tersebut, agar nantinya tidak di salah gunakan oleh manusia yang menemukannya.

"Yahhh... Saatnya aku kembali ke rumah, aku sudah lama sekali tidak pulang untuk menemui ayah, ibu dan adik perempuanku dan mungkin sekarang dia sudah sangat besar, ketika terakhir aku tinggalkan berkelana," kata Skylark berbicara seorang diri.

Ia pun akhirnya berjalan meninggalkan perkampungan yang sempat di serang oleh ketiga iblis tersebut. Dan para penduduk di sana pun mulai memberanikan diri untuk kembali ke perkampungan mereka setelah Skylark berhasil membasmi ketiga iblis itu.

"Hei, anak muda ... Terima kasih atas bantuanmu, jika kau tidak datang kemari mungkin perkampungan ini akan di hancur oleh ketiga iblis tadi," ucap salah satu tetua di perkampungan itu.

Skylark kemudian tersenyum kepada orang itu dan berkata;

"Ini adalah merupakan salah satu tugasku, untuk membasmi para iblis-iblis itu sehingga aku tidak akan membiarkan mereka terus menerus datang dan mengganggu manusia," sahut Skylark.

"Selain itu, alasan mereka datang kemari adalah untuk menyantap para manusia untuk menambah kekuatan mereka agar menjadi lebih kuat," sambungnya.

"Iya, kami tahu tentang itu... Sebab sudah banyak yang menjadi korban akibat kekejaman para iblis itu di perkampungan ini, mereka menyerap seluruh energi yang di miliki manusia sebelum mereka memakannya," jawab tetua perkampungan itu.

"Tepat sekali, maka berhati-hatilah. Jangan sesekali melawan para iblis itu sebab manusia biasa tidak akan bisa menang melawan para iblis tersebut," jelas Skylark.

"Iya kau benar anak muda, dan Sekali lagi terima kasih atas bantuan," ucap tetua tersebut sambil membungkukan tubuhnya di hadapan Skylark.

Skylark kemudian berlalu pergi setelah berbincang dengan tetua di perkampungan tersebut, untuk segera kembali ke rumah.

Jarak antara perkampungan dengan dinasti milik ayahnya berjarak cukup jauh, untuk menuju kesana Skylark harus menunggangi kuda dengan menempuh perjalanan sekitar 1 hari.

"Aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan keluargaku, dan aku berharap mereka semua dalam keadaan baik-baik saja," gumam Skylark sambil memacu kuda miliknya agar segera sampai ke rumah.

Di tengah perjalanan perasaan Skylark tiba-tiba merasa kalau ada yang tidak beres.

"Ada apa ini,kenapa perasaaan seketika tidak enak apa yang sebenarnya terjadi," gumam Skylark dalam hati.

Entah apa yang mengganggu di dalam pikiran dan perasaannya itu namun, Skaylark mencoba untuk tidak memikirkan hal yang tidak-tidak dan mencoba menghilangkan prasangka buruk yang ia rasakan dalam perjalanan itu.

"Mungkin ini hanya perasaanku saja. Dan semoga tidak terjadi hal buruk nantinya," lirih Skylark yang tetap berfokus memacu kudanya.

***

Tibalah Skylark di rumahnya, di pintu masuk gerbang utama ia telah di sambut oleh para penjaga yang begitu ramah terhadapnya.

Walaupun sebenarnya rumah itu memiliki penjagaan yang sangat ketat dan di dalammya terdapat para pengawal yang sangat terlatih untuk menjaga keluarga Skylark dari berbagai ancaman termasuk ancaman para iblis yang sewaktu-waktu akan datang dan meneror keluarganya.

Akan tetapi Hal tersebut bukanlah sebuah masalah bagi keluarga Skylark yang memang sudah sejak lama di kenal sebagai salah satu keluarga bangsawan terkuat pada jaman dinasti kerajaan Emperor.

Para penjaga tersebut kemudian membuka pintu gerbang dan salah satunya melapor ke pada ayah Skylark atas kepulangan anak sulungnya.

Keluarga Skylarkpun sangat senang atas kepulangannya, sebab sudah cukup lama dan hampir 5 tahun Skylark tidak menemui keluarganya.

"Kakak ..." sang adik berlari sambil memanggilnya.

Skylark pun langsung merentangkan kedua tangannya, untuk segera memeluk adik kecilnya itu yang sekarang sudah tumbuh besar ketika sudah lama di tinggalkan.

"Hai ... Kemarilah Sylvina, kau nampak sudah sangat besar ya sekarang," kata Skylark sambil mengusap kepala sang adik.

"Tentu saja kak, itu karena aku banyak berlatih seperti kakak. Sehingga aku dengan cepat tumbuh besar seperti kakak," sahut Sylvina.

"Hahaha, memangnya kau berlatih apa saja semenjak kakak pergi?" tanya Skylark kepada adiknya.

"Sylvina sangat banyak berlatih kak, terutama berlatih ilmu bela diri seperti yang telah di ajarkan oleh ayah," jawab sang adik.

"Benarkah? Wah, hebat juga ya kau sudah berlatih ilmu bela diri sejak dini," senyum Skylark.

Lalu, dari dalam rumah sang ayah dan ibu tiba-tiba muncul. Mereka berdua menyambut hangat kedatangan Skylark yang sudah lama pergi meninggalkan mereka, kedua orang tua Skylark terlihat nampak cukup tua semenjak terakhir kali Skylark berpamitan pergi kepada mereka.

"Akhirnya kau kembali pulang juga anakku," ucap sang ayah.

Skylark pun bergegas mendatangi dan memeluk dengan hangat kedua orang tuanya itu.

"Bagaimana kabar kalian ayah, ibu? Apakah kalian sehat," tanya Skylark.

"Seperti yang kau lihat anakku, ibu dan ayahmu cukup sehat hingga saat ini. Kau sepertinya nampak sangat lelah," tanya ibu Skylark.

"Tidak ibu, Skylark baik-baik saja dan rasa lelah Skylark seketika menghilang setelah melihat ayah dan ibu dalam keadaan baik-baik saja," sahut Skylark.

Lalu, mereka semua mengajak Skylark untuk masuk ke dalam. Di ruang makan telah di siapkan makanan-makanan lezat kesukaan Skylark dan semua makanan itu adalah buatan dari sang ibu sendiri tanpa bantuan dari koki di rumah mereka.

"Hmm ... Nampaknya masakan ibu sangat lezat, sebab aku sudah lama tidak merasakan masakan ibu," ucap Skylark memandangi makanan yang tersaji di meja makan.

"Makanlah nak, makanan itu khusus ibu buatkan untu mu." sahut ibu.

Skylark pun meletakan semua barang bawaannya termasuk pedang Suigetsu pemberian dari sang ayah di atas meja. Dan ia pun bergegas menuju meja makan untuk menyantap masakan dari sang ibu.

Ketika sedang asik menikmati masakan yang tersedia, ayah Skylark kemudian duduk di hadapannya dan berkata;

"Sudah cukup lama kau pergi dari rumah ini, dan nampaknya ini adalah waktu yang tepat untukmu mengetahui sebuah rahasia Skylark dari kami," kata ayah Skylark.

Mendengar ucapan tersebut membuat Skylark seketika tersedak begitu saja. Ia nampak sangat terkejut mendengar ucapan sang ayah tentang sebuah rahasia yang akan di sampaikan kepadanya.

"Aa..apa itu ayah? Rahasia apa yang Skylark tidak ketahui," tanya Skylark dengan serius.

"Hmm, jadi begini ... Sebenarnya ada sebuah rahasia yang selama ini kami simpan dari mu, sambil menunggu waktu yang tepat agar kau siap mengetahuinya," sahut ibu.

"Benar kata ibumu... Rahasia ini mungkin akan membuatmu sangat terkejut jika mengetahuinya," sambung ayahnya.

"Hmm baiklah ayah, ibu ... Skylark akan mendengarkannya," sahut Skylark yang semakin penasaran dengan rahasia itu.

"Hmm, tepat 28 tahun yang lalu ... Ayah dan ibumu menemukan seorang anak bayi berjenis kelamin laki-laki. Ia kami temukan tepat di halaman depan rumah ini dengan hanya di selimuti oleh daun yang lumayan lebar, anak itu terus menangis dan menjerit ketika di tinggalkan oleh orang tuanya," jelas ayah Skylark.

"Ketika kami menemukan bayi tersebut, bayi laki-laki itu di tinggalkan dalam keadaan masih berlumuran darah di sekujur tubuhnya, yang kemungkinan baru saja di lahirkan. Lalu, di samping anak itu diletakan sebuah pedang yang kemungkinan pedang tersebut adalah milik dari orang tua bayi itu," sambung ibunya.

"Bayi laki-laki? Siapa sebenarnya anak itu ayah?" tanya Skylark dan langusung menghentikan makannya.

"Bayi lelaki adalah kau Skylark," sahut ayah.

Sontak Skylark amat terkejut setelah mendengar sebuah rahasia tersebut. Dari dalam hatinya yang paling dalam, Skylark masih tidak percaya dengan apa yang baru saja di katakan kedua orang tuanya itu.

Yang ada di dalam pikiran Skylark sekarang adalah bahwa dia adalah benar-benar anak dari mereka berdua dan bukanlah seorang anak angkat yang di pungut dan di besarkan di rumah tersebut dulunya.

"Ayah ... Ini semua hanya bohongkan? Ayah cuma bercanda kan?" ucap Skylark dengan wajah sedikit tegang.

"Semua itu benar Skylark. Namun walaupun begitu kau tetaplah anak bungsu dari kami berdua, dan rasa sayang kami kepadamu sama besarnya dengan Sylvina adik perempuanmu," sahut ibu Skylark untuk menenangkan anak lelakinya itu.

Skylark pun hanya terdiam, dan tidak berkata apa-apa lagi sebab ia masih tidak menyangka bahwa dirinya bukanlah darah daging dari kedua orang tua yang ada di hadapannya sekarang.

***

Dari halaman depan rumah mereka, tiba-tiba terdengar suara keributan dari para penjaga. Para penjaga yang bertugas mengamankan rumah tersebut mulai berlarian ke halaman utama.

Skylark dan keluarganya pun terkejut mendegar keributan tersebut, lalu mereka pun bergegas untuk keluar dari rumah untuk memeriksa apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Sesampainya di pintu keluar rumah tersebut, Skylark sangat terkejut ketika menatap ke arah halaman rumah itu. Di sana ternyata terdapat 2 iblis berukuran raksasa yang sedang mengamuk dan memporak porandakan tempat itu.

Seluruh penjaga di rumah itu berhasil di kalahkan oleh kedua iblis tersebut, termasuk para penjaga yang memang memiliki keahlian khusus untuk melawan para iblis ikut di kalahkan.

Semua jasad dari panjaga itupun di lahap habis oleh kedua iblis menakutkan tersebut. Melihat hal mengerikan tersebut, Skylark kemudian menyuruh anggota keluarganya untuk segera bersembunyi ke tempat yang aman.

"Ayah, ibu pergilah segera dan bawalah Sylvina pergi dari tempat ini. Biar Skylark yang akan menghadapi kedua iblis itu," perintah Skylark

"Tidak ... Kau juga harus pergi nak, kau tidak akan bisa menang melawan kedua iblis tersebut seorang diri," ayah menahan Skylark untuk menghadapi kedua iblis raksasa yang berada tepat di hadapan mereka.

Skylark kemudian berusaha untuk menyakinkan kedua orang tuanya itu bahwa, dirinya dapat mengatasi para iblis itu walaupun hanya seorang diri.

Dengan menggenggam kedua tangan orang tuanya, Skylark berpamitan untuk menghabisi iblis raksasa yang belum di ketahui kategori dan level mereka ada di bagian mana.

"Baiklah, berhati-hatilah Skylark ... Segeralah temui kami jika kau berhasil mengalahkan mereka," ucap sang ibu beranjak pergi dari tempat itu.

"Ya ibu, Skylark tak akan mungkin kalah dari kedua iblis pengacau itu," sahut Skylark dengan penuh percaya diri.

Setelah ayah, ibu dan adik perempuannya pergi. Kini Skylark tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi iblis-iblis itu seorang diri.

"Ck... Woii, iblis sialan! Apa yang kalian lakukan itu tidak dapat di maafkan. Kalian tengah mengusik tempat dan menghancurkan tempat ini ! Jadi bersiaplah, kalian akan menanggung akibatnya," Skylark berteriak keras sambil mengancam kedua iblis tersebut.

Kedua iblis tadi pun menoleh ke arah Skylark, setelah mendengar suara keras dari Skylark. Mereka berdua pun mulai berjalan dan mendekati dimana Skylark berdiri.

Kedua iblis tersebut memiliki wujud yang berbeda dimana salah satu iblis itu seperti manusia namun memiliki tubuh dan otot raksasa dengan dua buah tanduk di kepalanya dan di bagian punggungnya ternyata memiliki dua buah sayap berwarna hitam pekat dan di sekujur tubuhnya di selimuti dengan aliran listrik berwarna kuning.

Sedangkan iblis yang satu lagi berbentuk seperti manusia api dengan bagian kepala seperti seekor naga. Ia membawa sebuah pemukul raksasa dengan di bagain batang pemukul tersebut di penuhi dengan duri-duri yang sangat tajam.

Kedua iblis itu bernama Jaqen dan Draco. Dan mereka berdua adalah iblis yang berada di kategori iblis terkuat di level 3.

Jaqen dan Draco kemudian berlari dengan langkah lebar mendekati Skylark. Skykark yang telah bersiap menunggu kedatangan kedua iblis itu ke arahnya.

"Kemarilah iblis sialan! Aku akan memenggal kepala kalian berdua," gumam Skylark menatap tajam ke arah kedua iblis itu.

Draco lebih dulu mengayunkan pemukul berduri di tangannya tepat mengarah Skylark dengan sangat kuat. Skylark melihat hal itupun kemudian menghindar dengan melompat tinggi di atas pemukul Darco.

Pemukul raksasa itu pun langsung menghantam pintu masuk rumah Skylark dan langsung menghancurkannya seperti debu.

"Brengsek! Ternyata kuat juga iblis ini," iirih Skylark yang masih melompat ke udara dan sedang menyaksikan kekuatan dari salah satu iblis tersebut.

Tanpa Skylark sadari, tepat dari arah belakang dirinya ternyata Jaqen tengah bersiap untuk menyerang. Dengan menggunakan kedua sayapnya Jaqen terbang dan berada tepat di atas Skylark.

Dengan kakuatan listrik yang ia kumpulkan di tangan kanannya, Jaqen telah siap dan langsung menyerang Skylark dari arah belakang. Dengan kecepatan penuh Jaqen menukik turun ke arah Skylark.

Skylark yang lambat menyadari kedatangan Jaqen, karena terlalu fokua dengan Draco akhirnya terkena serangan telak dari Jaqen.

Serangan listirk yang mematikan itupun mengenai langsung ke punggung Sklyark hingga membuatnya, jatuh dan melesat dengan cepat sebelum akhirnya menabrak dan mengahancurkan rumahnya sendiri.

Skylark yang terkena serangan telak itupun seketika tidak berdaya, dan hanya tersungkur di bawah reruntuhan rumah tersebut.

"Cih! Kurang ajar, sejak kapan iblis itu berada di belakangku," gumam Skylark dalam hati, sambil mencoba untuk bangkit dan keluar dari reruntuhan rumah yang menimpa tubuhnya.

Dengan sekuat tenaga Skylark berusaha keluar dari sana, akan tetapi kedua iblis tadi kembali mendekati dirinya untuk menyerang Skylark.

Draco terlihat sedang memutar-mutar pemukul besinya untuk kembali menghajar Skylark..

"Sial! Aku harus segera pergi dari sini, jika tidak aku pasti akan terkena serangan selanjutnya dari iblis ini," lirih Skylark yang masih berusaha keluar sebab salah satu kakinya tersangkut oleh atap bangunan.

"Aaarrgghhh ...!!" teriak Skylark mendorong dirinya agar bisa keluar dari tempat itu.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED