“Ken, watashi no hiro,” ucap seorang cewek.
Kemudian cewek misterius itu terus memandangi foto Ken yang ada pada layar monitornya.
Tiba-tiba Pria paruh baya mengetuk pintu kamar cewek itu.
Tok! Tok!
“Ojou-sama, asa gohan jundi-zumi.” Tanpa menunggu jawaban dari si cewek, pria paruh baya itu pergi.
“Chottomatte,” sahut cewek tersebut. “Aishiteruyo … Kenzie.”
Kemudian cewek itu mengelus foto Ken yang ada di layar komputernya. Lalu dia bergegas keluar dari kamarnya.
***
Tahun 2012 adalah tahun di mana sosial media sudah mencakup semua kalangan. Sosial media digunakan untuk berbagai kepentingan, dari tempat curhat, berjualan, mencari teman baru hingga pasangan. Ken, merupakan salah satunya, dia menjalani kehidupan sosial di dunia nyata dengan orang sekitarnya, dan di dunia maya dengan orang yang jauh di sana.
Jarum jam telah menunjukkan pukul sembilan lebih sepuluh menit. Seorang pemuda yang masih di atas ranjang dengan rambut berantakan, dia mengusap-ngusap matanya yang belum sepenuhnya terbuka. Kemudian dia langsung meraih laptop dan menyalakannya.
Dia adalah Kenzie Andriansyah, pemuda yang bersetatus mahasiswa tahun pertama, pada semester ke-dua di sebuah Univesitas swasta di Jember. Ken, merupakan satu dari sekian banyak pemuda yang menjelajah dunia maya untuk mencari teman hingga kekasih.
“Saatnya menjelajah.” Ken langsung membuka akun facebooknya.
Ken mulai menjelajah dengan melihat beranda facebooknya. Beranda itu, berisikan unggahan terbaru dari akun orang lain. Dengan cepat jari-jari tangannya menuliskan komentar-komentar pada status terbaru akun orang-orang di facebook.
Sudah sekitar dua bulan, Ken menekuni kegiatannya itu. Menjelajah di facebook dengan menuliskan komentar pada status orang lain, baik yang dia kenal atau tidak. Hal itu, dia lakukan untuk bisa saling berkomentar, bertukar pesan dan berteman dengan mereka.
Hampir semua status terbaru di berandanya, dia beri komentar. Meski begitu, sebelum berkomnatar, Ken memilih status yang cocok untuk diberi komentar. Meski dia, lebih banyak menuliskan komentar pada akun cewek. Kadang, Ken juga berkomentar pada akun-akun artis terkanal.
Akan tetapi, jarang sekali komentarnya mendapat balasan. Karena kemungkinan untuk komentarnya dibalas, tergantung dari banyaknya orang yang berkomentar. Meski itu akun yang sudah berteman dengan akun Ken, bila orang yang berkomentar sudah puluhan di statusnya, maka kemungkinan untuk dibalas hanya sebesar tiga puluh persen saja. Apalagi, bila akun tersebut tidak berteman, maka kemungkinan untuk balas hanya satu persen saja.
Ken memiliki dua akun facebook. Akun utama yang dia gunakan setiap hari dengan detail yang lengkap, sedangkan akun bodong hanya akun kosong tanpa detail identitas.
“Wah, pas banget nih, si Rinrin lagi online sekarang,” ucap Ken senang.
Rinrin merupakan nama dari akun facebook yang mengaku cewek, tetapi Ken masih belum tahu karena akun Rinrin juga bodong. Ken berkenalan dengan Rinrin sekitar dua minggu yang lalu di facebook. Akun Rinrin merupakan satu-satunya teman di akun bodong milik Ken.
@Ken
[Hey, Rinrin, tumben kamu on jam segini?]
Setelah Ken mengirimkan pesannya, dia menunggu balasan dari Rinrin, tetapi pesan tersebut tidak kunjung dibalas oleh Rinrin. Hingga 10 menit berlalu, tetapi pesannya tetap belum dibalas oleh Rinrin, lalu Ken memutuskan untuk mandi.
Setelah mandi, Ken sekilas melihat notifikasi pada pesan di facebook. Ternyata pesannya belum dibalas oleh Rinrin, jadi dia memutuskan untuk segera sarapan, lalu berangkat kuliah.
***
Langit sudah gelap, Ken yang baru pulang dari kuliahnya langsung masuk ke dalam kamarnya. Dengan wajah yang tampak lelah, Ken meletakkan tas pada tempatnya dan langsung menyalakan laptop untuk kembali membuka akun facebooknya. Tenyata muncul sebuah notifikasi pada akun bodongnya, yang sudah pasti itu dari Rinrin, dengan cepat Ken langsung membukanya.
@Rinrin
[Maaf, aku tadi masih sekolah, aku lupa mematikan aplikasi facebooknya.]
Melihat balasan pesan dari Rinrin yang di kirim sekitar tiga puluh menit yang lalu. Ken baru menyadari kalau Rinrin adalah anak sekolahan. Padahal, awalnya dia mengira bahwa Rinrin juga seorang mahasiswa yang sama seperti dirinya.
@Ken
[Iya, tidak apa-apa kok, kalau kamu masih sekolah, kamu harus fokus, sama pelajaran biar tidak ketinggalan materi pelajarannya.]
Setelah pesan tersebut terkirim, Ken beranjak dari tempatnya untuk segera mengisi perutnya yang sudah protes meminta untuk diisi. Akan tetapi, saat Ken sudah berdiri terdengar suara notif yang menandakan ada sebuah pesan masuk pada facebook miliknya.
@Rinrin
[Kamu, sudah on juga nih?]
Ternyata, Rinrin pada saat itu juga sedang online dan langsung membalas pesan Ken. Hal itu membuat Ken kembali duduk di tempatnya. Ken mulai bertukar pesan dengan Rinrin, hingga dia melupakan lapar di perutnya karena asyik bertukar pesan. Hal itu berlanjut hingga jam sembilan malam.
***
Hubungan mereka berdua berlanjut hampir 2 bulan. Akan tetapi, meraka belum sekalipun memperlihatkan foto asli, informasi pribadi, bahkan nama asli meraka juga tidak diungkapkan. Mereka hanya asyik saling bertukar pesan, tanpa memperdulikan siapa sebenarnya identitas asli lawan chatnya. Setelah 2 bulan berlalu, Ken mulai penasaran dengan lawan chatnya.
@Ken
[Eh … ngomong-ngomong, kamu … beneran cewek, ‘kan?]
Ken menuliskan pesan tersebut karena pensaran. Sebenarnya Ken sudah bertanya pada Rinrin untuk kesekian kalinya. Meski pada awalnya, dia tidak begitu memperdulikannya, tetapi tetap saja, rasa pensaran dalam dirinya ingin memastikan bahwa Rinrin benar-benar cewek.
@Rinrin
[Hem … kita sudah ngobrol lama lo, masak sih, kamu tidak percaya? kalau aku ini cewek asli.]
Setelah pesan tersebut, Rinrin juga mengirimkan beberapa emotion cemberut pada Ken.
@Ken
[Ya, kamu tahu lah … ceritaku dalu bagaimana, aku juga cowok normal yang suka lawan jenis.]
@Rinrin
[Hahahaha, iya …iya … aku tidak bisa tahan tawa, kalau inget ceritamu itu.]
Rinrin yang awalnya merasa kesal pada Ken, karena masih meragukan dirinya. Seketika, suasana hatinya berubah dan tertawa, karena Ken mengingatkan Rinrin dengan pengalamannya yang pahit, saat dia tertipu oleh akun yang berisikan foto cewek cantik dan berbicara seperti cewek. Akan tetapi, pemilik sebenarnya dari akun tersebut adalah cowok.
Meski begitu, Rinrin tetap tidak memberikan Ken bukti lainnya untuk meyakinkan Ken, bahwa Rinrin adalah cewek asli. Dia malah mengakhiri percakapan mereka pada malam itu.
***
Ken yang makin lama makin asyik, bertukar pesan dengan Rinrin. Hingga meraka menjadi sangat dekat, Rinrin kadang juga curhat tentang kehidupannya sehari-hari. Curhatan yang Rinrin ceritakan selalu berakhir dengan candaan. Hal itu, membuat Ken merasa bingung, apakah curhatan itu nyata atau hanya seketar candaan saja. Meski begitu, Ken tetap menanggapinya, lalu memberikan kata-kata bijak yang dia cari lewat internet dan dirubah keversinya sendiri. Ken merasa, isi pesan mereka berdua selalu tentang candaan saja. Ken jadi susah untuk mengetahui tentang Rinrin, dia juga tidak menceritakan tentang dirinya pada Rinrin. Hingga akhirnya, Rinrin mulai berani bercanda menggoda Ken, dengan panggilan sayang.
Awalnya, Ken tidak menanggapinya dengan serius, dia tetap menaggil Rinrin seperti biasanya. Ken berpikir, mungkin Rinrin melakukan hal tersebut untuk menjailinya. Ken juga merasa, bahwa Rinrin tidak suka memanggil Ken dengan nama Newggg yang tampak aneh. Hingga hubungan mereka berdua makin dekat, Ken jadi terbawa suasana. Akhirnya, dia menanggapi candaan Rinrin dan memanggilnya sayang juga. Hubungan tanpa status itu, berlangsung hingga lebih dari 2 minggu lamanya.
Ken tetap menjalani hubungannya dengan enjoy, tanpa memikirkan baik atau buruknya. Karena, hubungan mereka ini hanya sebatas teman atau yang biasa disebut hubungan tanpa status. Mereka terus saling memanggil sayang, pada saat saling bertukar pesan di facebook.
Hingga akhirnya, Rinrin yang lebih dahulu memberanikan dirinya untuk memperjelas, status dari hubungan mereka. Saat mereka berdua saling bertukar pesan, di malam hari seperti biasanya. Setelah asyik bercanda, tiba-tiba Rinrin bertanya pada Ken tentang status mereka.
@Rinrin
[Kita … sudah lama saling panggil sayang, kenapa kita tidak sekalian pacaran?]
Ken yang membaca pesan terbaru dari Rinrin, merasa senang sekaligus heran. Karena, apa yang Rinrin tanyakan kepadanya itu, belum pernah Ken fikirkan sama sekali. Hal itu, membuat Ken sedikit bingung untuk membalas pesan tersebut.
Setelah berpikir dengan matang, Ken langsung bergegas membalas pesan dari Rinrin. Ken tidak ingin membuat Rinrin gelisah karena dia terlalu lama berfikir, apalagi dengan pertanyaan Rinrin mengenai status dari hubungan mereka berdua kedepannya.
@Ken
[Bener sih, tetapi apa kamu tidak masalah pacaran sama aku? apa kmau tidak keberatan sama hubungan kita yang seperti ini?]
[Karena yang aku tahu, cewek selalu terganggu dengan hubungan yang tidak jelas, seperti yang kita jalani saat ini.]
Ken merasa senang karena Rinrin yang lebih dahulu ingin memperjelas status mereka. Meski begitu, dia bertanya kembali pada Rinrin, karena hubungan mereka yang pasti akan menyulitkan dan memberatkan Rinrin. Hingga beberapa menit berlalu, Rinrin belum membalas pesan Ken. Ken juga masih heran, dengan keputusan Rinrin yang ingin berpacaran dengan hubungan yang buta, tanpa tahu indentitas dari pasangannnya.
@Ken
[Memang sih, kita asyik mengobrolnya, tetapi kalau kita pacaran dan belum saling tahu satu sama lain, apa sayang tidak keberatan?
Rinrin tetap tidak kunjung membalas pesan Ken. Ken berpikir, mungkin Rinrin masih berpikir kembali tentang hubungan mereka atau dia marah, karena Ken meragukannya. Akhirnya Ken kembali mengirimkan pesan lagi, untuk memperjelas maksud Ken yang sebenarnya.
@Ken
[Bagaimana kalau kita tiba-tiba berselisih paham, hingga membuat kita jadi putus hubungan selamanya, aku tidak mau hal itu terjadi.]
@Rinrin
[Ya … kita jangan sampai putus sayang.]
Ternyata, Rinrin langsung membalas pesan Ken, setelah dia menjelaskan maksudnya. Dari pesannya, Ken merasa Rinrin kesal, karena pesan yang Ken kirim kepadanya.
Setelah berpikir kembali, Ken merasa Rinrin kesal karena pesan Ken yang ragu-ragu untuk menjalin hubungan dengannya. Jadi Rinrin mengirimkan pesan tersebut untuk menegaskan keiginannya, hal itulah yang Ken pikirkan tentang Rinrin pada saat dia menulis pesan tersebut.
Setelah mengetahui Rinrin yang besikeras untuk berpacaran dengan Ken. Meski dengan hubungan mereka yang buta, akhirnya Ken mulai luluh, hingga membuatnya menghela nafas. Karena pada akhirnya masalah tentang status hubungan mereka berdua sudah terpecahkan. Ken berpikir untuk mencoba mejalani hubungan dengan Rinrin. Meski dia tidak tahu identitas asli dari Rinrin, Ken membiarkan waktu yang mengungkapkan semuanya.
Meski tetap ada rasa penasaran dalam diri Ken, yang ingin mengetahui tentang cewek seperti apa Rinrin sebenarnya. Hingga Rinrin ingin menjalin sebuah hubungan buta dengannya.
@Ken
[Oke, mulai saat ini, kita jadian ya, terus … bagaimana kalau kita ganti panggilan sayangnya, dari sayang, jadi ke ayang, tetapi di singkat Ay aja, bagaimana?]
Ken menanggapi penyataan Rinrin, dia memutuskan membuat panggilan mesra baru. Dia melakukan hal itu sebagai tanda, awal baru bagi hubungan mereka yang sudah berpacaran.
@Rinrin
[Oke, sayangku, jadi mulai sekarang aku panggil sayang Ay.]
Rinrin langsung membalas pesan Ken dengan cepat, Rinrin juga menyetujui saran dari Ken, mereka mengubah panggilan mesra baru untuk status mereka yang sudah berpacaran. Ken juga merasa, bila Rinrin tampak gembira, Karena Rinrin mengirimkan emition love dan cium yang sangat banyak kepada Ken.
@Rinrin
[Sudah dulu ya, Ay, aku mau belajar dahulu, karena besok ada try out.]
@Ken
[Loh, Ay belum belajar dari tadi?]
Ken bertanya pada Rinrin, karena biasanya mereka berdua bertukar pesan setelah sudah belajar.
@Rinrin
[Sebenarnya, tadi sudah sih Ay, tetapi karena besok aku mau menghadapi try out, jadi aku mau belajar lagi sebelum tidur, untuk mengingat apa yang sudah aku pelajari tadi.]
Setelah memebaca pesan dari Rinrin, akhirnya Ken paham, bahwa Rinrin hanya ingin mengingat kembali apa yang sudah dia pelajari. Ken yang sekarang sudah berstatus sebagai pacar Rinrin, ingin memberi memotivasi pada Rinrin, karena sudah berusaha dan bersemangat belajar. Ken ingin Rinrin makin giat lagi dalam belajarnya, meski biasanya dia juga memberi semangat. Ken merasa pesan semangatnya yang sekarang pasti memiliki efek yang berbeda dari sebelumnya.
@Ken
[Iya Ay, Ay belajar yang rajin, biar lulus dengan nilai yang terbaik dan cita-citanya Ay tercapai, Aku akan selalu mendo’akan dan mendukung Ay, semangat terus ya Ayku sayang.]
Rinrin tidak menuliskan pesan apapun, dia hanya mengirimkan emotion hati dan bunga-bunga. Rinrin juga mengirimkan emotion malu-malu, setelah Ken mengirimkan pesan motivasinya. Ken jadi tertawa sendiri, saat melihat semua emotion yang Rinrin kirimkan kepadanya.
@Rinrin
[Sudah ya, Ay, aku mau off dulu.]
Setelah pesan tersebut Rinrin mengirimkan emotion cium pada Ken yang banyak. Ken kembali tersenyum melihat pesan itu, karena dia membanyangkan tingkah Rinrin pada saat itu.
@Ken :
[Iya Ay, yang semangat belajarnya, tapi inget jangan lupa waktu dan istirahat yang cukup.]
Ken juga mengirimkan emotion cium pada Rinrin setelah pesannya. Saat Ken akan off , tiba-tiba muncul notif pesan masuk pada akun Ken, tetapi Ken berpikir bahwa itu hanya pesan salam seperti biasanya. Ken juga memutuskan untuk off, untuk segera tidur agar bisa bangun pagi.
***
Saat matahari pagi sudah sangat terang. Ken kembali memulai aktivitas kesehariannya, setelah dia mandi dan sarapan, Ken langsung berangkat menuju ke kampus untuk kuliah. Tepat pada hari senin, Ken selalu ada mata kuliah yang jam masuknya sangat pagi, yaitu jam enam pagi. Padahal mata kuliah pada umumnya, jam masuk kuliah paling pagi jam tuju pagi.
Saat di kampus, Ken sama sekali tidak membuka akun facebook bodongnya. Ken terus membuka akun utama miliknya, Apalagi pada hari itu, Rinrin sedang menghadapi try out. Saat ada waktu senggang, Ken kembali online untuk berkomentar pada status orang lain seperti biasanya, bersama dengan teman-teman di kontrakan, tempat biasa mereka berkumpul. Setelah itu, Ken hanya bermain game bersama dengan mereka, hingga dia lanjut kuliah lagi di sore hari.
Setelah kuliah selesai, Ken menghunjungi temannya yang menjadi penjaga ruang praktek computer di kampusnya. Ruangan tersebut, biasa digunakan untuk diskusi mengenai organisasi yang sedang diikuti oleh Ken. Semua yang berada di ruang tersebut merupakan mahasiswa yang satu organisasi dengan Ken. Karena itu, Ken asyik berdiskusi dengan mereka, hingga membuat Ken lupa waktu.
Tiba-tiba jarum jam sudah menunjukkan pukul tuju malam. Karena sudah malam dan mulai merasa lelah, Akhirnya Ken pamit pada semua temannya yang ada di sana untuk pulang kerumahnya. Jarak dari kampus kerumah Ken cukup jauh, memakan waktu sekitar tiga puluh sampai empat puluh menit. Tepat jam tuju lebih empat puluh menit, Ken sudah berada di dalam kamarnya dan langsung menghidupkan laptop miliknya, dia segera bertukar pesan dengan pacar barunya, yang tidak lain adalah Rinrin.
Pada akunnya sudah muncul notif pesan dari Rinrin. Ken ingat, dia kemarin tidak membuka pesan terakhir yang Rinrin kirimkan kepadanya dan memutuskan untuk langsung off. Ken segera membukanya pesan itu, lalu dia dikejutkan dengan isi pesan yang Rinrin kirimkan kepadanya. Karena selama dia bertukar pesan dengan Rinrin. Mereka sama sekali tidak membahas tentang hal tersebut, mereka hanya asyik bercanda tentang berbagai hal.
@Rinrin
[Semoga, kita bisa cepet bertemu ya, Ay.]
Itulah isi pesan terakhir yang Ken lewatkan. Pesan itu juga membuat Ken penasaran dengan maksud dan tujuan dari Rinrin saat mengirimkan pesan tersebut kepada Ken.
Karena selama ini Rinrin tidak pernah menyinggung tentang identitas atau pertemuan, tetapi pesan yang Rinrin kirim saat Ken akan off itu, membuat Ken makin penasaran. Saat Ken akan bertanya kepada Rinrin, ternyata akun milik Rinrin masih belum online.
Ken langsung menuliskan pesan untuk di kirim kepada Rinrin. Ken ingin bertanya pada Rinrin tentang pesan tersebut, tetapi saat akan dikirim oleh Ken, dia ingat bahwa Rinrin saat itu sedang menghadapi try out selama 1 minggu penuh. Rinrin juga sudah mengatakan pada Ken bila dia akan off selama menghadapai try out, akhirnya Ken membatalkan untuk mengirim pesan tersebut dan berniat bertanya kepada Rinrin saat dia sudah online nanti.
Ken tetap merasa penasaran dengan maksud dari pesan Rinrin tersebut. Dia kembali menuliskan sebuah pesan karena merasa bimbang. Terlintas di benak Ken, sebuah pemikiran tentang pesan tersebut yang mungkin diungkapkan karena Rinrin saat itu baru jadian dengan Ken. Status mereka sudah menjadi pacar, membuat Rinrin mengirim pesan tersebut untuk membuat Ken pensaran. Karena itu, meski banyak yang ingin Ken tanyakan kepada Rinrin, pada akhirnya Ken mengurungkan niatnya itu dan menghapus lagi pesan yang baru saja dia tulis, Ken berpikir untuk membiarkan Rinrin sendiri yang menjelaskannya.
***
Setelah Rinrin selesai dengan try out, mereka berdua kembali bertukar pesan yang makin mesra, dengan status mereka sudah menjadi pacar. Meski begitu, Rinrin tidak pernah menyinggung tentang pesan yang terakhir kali dia kirim pada Ken, sebelum Rinrin menjalani try out, Ken juga sudah lupa untuk menanyakan tentang pesan tersebut kepada Rinrin.
Hingga satu bulan berlalu setelah mereka berpacaran dan Rinrin akan menghadapi ujian nasional. Rinrin memutuskan untuk bertukar pesan dengan Ken sebelum dia off selama ujian.
@Rinrin
[Ay, besok, aku mau ujian nasional nih, kasih semangat dan motivasi dong, biar pacarnya lebih semangat buat ujian besok, agar aku tidak gugup gitu.]
Pesan yang Rinrin kirimkan, disertai dengan emotion mengharap dan peluk, lalu Ken berpikir tentang pesan motivasi yang akan dia kirimkan kepada Rinrin, agar membuatnya semangat.
@Ken
[Iya Ay, Aku akan selalu do’akan agar Ay ujiannya lancar.]
[Aku juga akan kirim cintaku, di setiap do’a yang aku baca untuk Ay, agar Ay makin semangat menghadapi ujiannya.]
[Aku juga akan menambah rasa cintaku sama Ay, kalau Ay bisa mendapat nilai yang terbaik.]
@Rinrin
[Terus, kalau aku tidak dapat nilai terbaik bagaimana Ay?]
@Ken
[Ay tenang saja, meski nilai Ay tidak sesuai dengan harapan Ay, aku akan tetap mendukung dan mencintai Ay, setulus hatiku.]
Setelah pesan tersebut Ken mengirimkan emotion love, peluk dan cium. Rinrin juga langsung membalas pesan itu dengan emotion love dan cium yang sangat banyak, hingga membuat Ken tertawa sendiri di kamarnya, karena melihat pesan yang Rinrin kirim.
@Rinrin
[Amin … makasih ya, Ay.]
[Dengan ini, akhirnya aku bisa selangkah lebih dekat dengan impianku untuk menjadi dokter.]
Rinrin menuliskan pesan yang membuat Ken terkejut, karena untuk pertama kalinya, Rinrin mengungkapkan tentang sesuatu yang behubungan dengan identitas dirinya, secara terus terang dan tidak dalam kondisi yang bercanda. Selain itu, Ken juga menjadi ingat dengan pesan Rinrin yang mengatakan ingin bertemu dengan Ken, tetapi Ken yang lebih penasaran dengan impian Rinrin yang ingin menjadi dokter. Karena pesan tersebut sedikit mengungkapkan identitas dari Rinrin, apalagi tidak semua orang bisa masuk fakultas kedokteran. Selain biaya yang terbilang sangat mahal, kecerdasan juga sangat dibutuhkan untuk menjadi dokter, apalagi bila yang dipilih itu Universitas ternama.
Alasan lain yang membuat Ken pensaran akan hal itu, karena selama ini, Rinrin belum pernah mengungkapkan impian atau apapun, tentang hal-hal yang bisa mengungkapkan identitas dirinya. Meski dia sudah sering bercerita aktivitasnya kesehariannya, tetapi pesan tersebut selalu diakhiri dengan candaan, yang membuat Ken tidak bisa menebak atau membayangkan seperti apa Rinrin sebenarnya. Karena itu, Ken menjadi sangat penasaran dengan impian Rinrin tersebut.
Karena rasa penasaran itu, membuat Ken semakin ingin mengetahui lebih banyak lagi tentang pacarnya itu. Ken akhirnya memutuskan untuk bertanya tentang impian Rinrin, daripada bertanya tentang pertemuan yang Rinrin tulis pada pesannya. Ken berpikir untuk membiarkan Rinrin sendiri yang menjelaskan maksud dari pesannya, apalagi bila hubungan mereka makin serius, Ken yakin suatu saat nanti, Ken pasti akan bertemu dengan Rinrin secara langsung.
@Ken
[Jadi … impiannya Ay itu, ingin jadi Dokter, ya?]
[Ay, tidak lagi bercandakan?]
@Rinrin
[Iya Ay, aku serius ingin jadi Dokter, dan aku ingin jadi Dokter kandungan yang membantu wanita melahirkan, agar mereka bisa melahirkan dengan mudah dan lancar.]
Meski Rinrin sudah menuliskan tentang alasannya untuk memilih menjadi dokter kandungan, tetapi Ken merasa ingin menanyakan alasan Rinrin lebih jauh tentang pilihannya tersebut.
@Ken
[Kenapa jadi dokter kandungan Ay? pasti ada alasan lain, selain yang Ay beri tahu padaku.]
Ken mencoba menebak pilihan Rinrin dan menunggu pesannya dibalas, hal itu juga Abdi tanyakan, untuk mengetahui lebih banyak tentang identitas dan sosok pacarnya itu.
[Hm… kalau alasan lainnya, karena aku tahu tentang mamaku yang kesusahan saat melahirkan aku Ay, aku juga suka saat mendengar tangisan bayi yang beru saja lahir, karena itu menandakan keberhasilan Dokter dalam membantu sebuah nyawa baru hadir ke dunia ini.]
Ken mulai mengetahui tentang sikap dan sifat dari pacarnya tersebut, dan dia ingin mendukug Rinrin dalam menggapai impiannya yang mulia itu.
@Ken
[Untuk menggapai impian itu, Ay harus menyipakan semuanya dari sekarang, dari mulai diri Ay sendiri, nilai sekolah, hingga semua yang Ay butuhkan untuk menggapainya. Besok adalah awal dari persiapan Ay, jadi Ay harus siapinn, semua yang dibutuhkan buat besok.]
Ken memberi sedikit motivasi pada Rinrin. Ken juga mengingatkan kepada pacarnya tentang kesiapannya untuk ujian besok, yang mana akan menjadi awal dari jalan menuju impiannya.
@Rinrin
[Pastinya, sudah dong Ay, dari alat tulis, pakaian, mental hingga pikiran sudah siap semuanya, apalagi udah dikasih motivasi sama Ay, tetapi masih ada hal yang belum aku siapkan Ay.]
@Ken
[Loh, kok bisa sih, ada yang kelupaan Ay, terus apa yang belum Ay siapkan itu?”]
@Rinrin
[Em ….]
Hanya satu kata itu saja, yang Rinrin tulis untuk membalas pesan Ken dan dia tidak mengirimkan pesan lagi hingga beberapa menit. Hal itu membuat Ken bingung dan akhirnya bertanya kembali kepada Rinrin, karena dia bingung dengan pesan Rinrin yang hanya membalas satu kata saja.
@Ken
[Kok, cuman jawab em … aja, Ay?]
@Rinrin
[Em … gimana ya, jelasinnya sama Ay, aku bingung mau bilangnya.]
@Ken
[Pasti Ay, sedang bercanda nih.]
@Rinrin
[Aku tidak bercanda Ay, aku serius, cuman bingung aja yang mau jelasin sama Ay.]
Pesan yang Rinrin kirim itu, semakin membuat Ken bingung, tentang benada apa yang sebenarnya belum Rinrin siapkan, selain itu Rinrin juga semakin lama untuk membalas pesan dari Ken. Ken sudah pensaran, mencoba untuk membujuk Rinrin.
@Ken
[Kalau memang Ay serius, langsung bilang aja Ay, siapa tahu aku bisa bantu.]
Meski sebenarnya, Ken juga tidak bisa membantu untuk memenuhinya, tapi Ken mengirimkan pesan itu untuk meyakinkan Rinrin, agar Rinrin mengatakan kepada Ken tentang hal tersebut. Ken sangat penasaran akan hal itu, karena Ken berpikir, mungkin dia bisa mengetahui tempat Rinrin bersekolah dari hal yang telah Rinrin lewatkan itu. Sudah lebih dari lima menit, tetapi Rinrin tidak kunjung membalas pesan dari Ken dan semakin membuat Ken pensaran.