Sampul Novel Obsesi Cinta Sang Pemain Wanita

Obsesi Cinta Sang Pemain Wanita

8.5 / 10.0
Demi menghindari takdir kematian berulang akibat ancaman kejam Jonathan, Devanda mengambil langkah nekat. Ia menikahi Andriyan, sepupu Jonathan yang terkenal sebagai playboy, berharap pernikahan mereka bisa cepat usai. Namun, sikap dingin Devanda justru memicu obsesi mendalam dalam diri Andriyan. Kini, di tengah kejaran Jonathan yang ingin merebutnya kembali, Devanda harus berjuang bertahan menghadapi dua pria berbahaya tersebut untuk meraih kebahagiaan sejati.
Ringkasan Obsesi Cinta Sang Pemain Wanita
Demi menghindari takdir kematian berulang akibat ancaman kejam Jonathan, Devanda mengambil langkah nekat. Ia menikahi Andriyan, sepupu Jonathan yang terkenal sebagai playboy, berharap pernikahan mereka bisa cepat usai. Namun, sikap dingin Devanda justru memicu obsesi mendalam dalam diri Andriyan. Kini, di tengah kejaran Jonathan yang ingin merebutnya kembali, Devanda harus berjuang bertahan menghadapi dua pria berbahaya tersebut untuk meraih kebahagiaan sejati.
Baca Selengkapnya

Obsesi Cinta Sang Pemain Wanita Bab 1

Langkahnya semakin cepat dari biasanya. Dia tidak ingin menimbulkan masalah karena alkohol yang membuat kesadarannya menurun. Dia khawatir namanya dan nama keluarganya akan tercemar. Sehingga, dia memutuskan untuk menghindar dari keramaian dan mencari tempat sepi untuk menghirup udara segar.

"Tunggu! Tolong, tunggu sebentar, Pak! Tunggu!"

Dia mendengar suara itu, tapi sengaja mengabaikannya dan terus berjalan.

"Andriyan Prakarsastra!"

Dia terpaksa berhenti. Perempuan itu pasti sangat nekat sampai berani memanggil namanya.

"Maaf, bukannya saya bermaksud lancang, Pak Andriyan, tapi bisakah Anda membantu kami? Kami sudah mencari-cari orang yang lewat di lorong ini, tapi hanya menemukan Pak Andriyan," ucapnya.

Dia menoleh dan melihat perempuan itu dengan wajah panik. Dia tidak menjawab apa-apa, hanya menatapnya dingin.

"Emm, nyonya saya mengeluh pusing dan tubuhnya lemas. Saya tidak tahu harus berbuat apa karena saya tidak kuat membopongnya sendirian. Saya sangat khawatir dengan keadaan beliau, tapi tidak ada orang baik yang mau membantu kami. Saya takut kalau nyonya malah menerima bantuan dari pria-pria hidung belang itu."

Dia menghela napas panjang. Perempuan itu semakin ketakutan.

"Harapan kami besar terhadap Anda?"

Dia akhirnya berbalik dan berjalan tegas ke arah perempuan itu. Perempuan itu terkesima melihat wajahnya yang tampan dan anggun. Dia seperti reinkarnasi pangeran Eropa. Semua fitur wajahnya sempurna, mulai dari kulit, alis, hingga bibirnya. Dia merasa Tuhan menciptakannya dengan senyum dan kebanggaan.

Jadi ini yang bernama Andriyan Prakarsastra? Keturunan Keluarga Prakarsastra yang paling tampan. Walau keluarga itu memang memiliki pengaruh besar di negara ini, tapi Andriyan paling unggul karena wajahnya mencuri banyak perhatian. Bahkan banyak perempuan yang bersedia untuk sujud di kakinya. Sekarang aku bisa mengerti mengapa nyonya sangat memuja pria ini sampai tidak bosan membicarakannya setiap saat, batin Senka.

Kalau ada nominasi pria paling tampan di negara untuk tahun ini, pasti dimenangkan Andriyan Prakarsastra. Jika ada yang membicarakan Keluarga Prakarsastra, pasti yang diingat adalah Andriyan yang fenomenal.

“… jadi saya ulangi sekali lagi, ada yang bisa saya bantu?”

Wajah Senka langsung memerah malu saat sadar bahwa dia terlalu fokus memperhatikan wajah Andriyan sampai mengabaikan ucapannya. “Ah, maaf! Emm, jadi saya sedang menunggu seorang pria baik dan bertanggung jawab yang lewat untuk membantu. Ini semua demi keamanan nyonya saya. Tapi tidak ada siapa pun yang lewat dari tadi, jadi saya semakin mencemaskan kondisi nyonya saya. Sekarang akhirnya saya bertemu dengan Bapak. Bisakah Anda membantu untuk memapah nyonya saya ke hotel mana pun yang terdekat? Saya tidak percaya siapa pun untuk menyentuh tubuh beliau.”

Trik murahan yang bisa dengan mudah dibaca, pikir Andriyan yang memasukkan tangannya ke salah satu saku celana sembari menyunggingkan senyuman.

Senka pun mempersilakan Andriyan agar mengikutinya. Sampai di tempat yang sedikit jauh dari aula acara dan sangat sepi, seorang perempuan yang dikuasai pengaruh alkohol itu menyambut Andriyan dengan penuh rasa lapar. Andriyan akan menjadi makanan penutup yang sangat berkesan baginya.

“Beliau adalah Bu Agnes Prananta,” ucap Senka.

Agnes Prananta … Andriyan tau nama itu.

Baru-baru ini bisnis yang dimiliki oleh keluarga mereka memiliki peningkatan yang signifikan sehingga disebut perintis beruntung. Kebetulan sekali usaha mereka melejit karena promosi atau iklan mereka viral di sosial media. Akan sangat merugikan jika seorang Agnes Prananta, putri bungsu dari Keluarga Prananta, diekspos di sosial media sedang mabuk berat dan menggoda pria. Begitu nekat sekali anak ini, pikir Andriyan.

“Situasi yang sangat genting, ya,” ucap Andriyan yang sebenarnya sengaja bersikap sarkastik, namun Senka yang hanya asisten tanpa memiliki kecakapan intelektual, tidak paham dengan tutur Andriyan. Ia pun berjalan mendekati Agnes yang duduk sambil bersandar pada pilar. “Permisi.”

Agnes tentu langsung menoleh. Pria tampan ini … dia harus mendapatkannya malam ini. “Ya?”

“Anda sudah mabuk. Bolehkah saya membantu Anda ke tempat yang lebih aman? Pelayan Anda sudah sangat mencemaskan Anda.”

Senka menepuk bahu Andriyan beberapa kali. “Pak, saya akan memesankan hotelnya terlebih dahulu. Anda dan Bu Agnes bisa menyusul ke sana, ya. Saya akan pergi ke Hotel Harrington lebih dulu,” pamitnya.

Andriyan membalas dengan senyuman, yang membuat Senka pun langsung salah tingkah di tempat. Kalau dia masih di sini dalam waktu lama, mungkin sudah keburu mimisan. Maka ia harus segera bergegas memberikan kesempatan atasannya berduaan dengan Andriyan.

Setelah kepergian Senka, Andriyan mengulurkan tangannya pada Agnes. “Ijinkan saya membantu Anda, Nyonya.”

Tanpa menunggu lama, Agnes langsung memberikan tangannya. Dia naik ke gendongan Andriyan dan memeluk erat leher pria itu. Andriyan pun otomatis menahan paha Agnes agar tetap stabil di atas gendongannya. Diam-diam Agnes tersenyum, kapan lagi dia punya kesempatan mendekati Andriyan begini?

“Anda benar-benar sehebat yang orang ceritakan. Tubuh Anda yang kekar ini layak untuk dibanggakan,” ucap Agnes.

Di dalam hati, Andriyan mempertanyakan kondisi Agnes yang katanya mabuk dan tidak berdaya. Nyatanya sepanjang jalan, wanita itu tidak berhenti menyebutkan rentetan kelebihan Andriyan. Bahkan terus mengagung-agungkan Keluarga Prakarsastra.

“Anda memiliki wawasan yang bagus,” balas Andriyan sebagai apresiasi terhadap berbagai hal yang sudah diceritakan Agnes.

“Itu semua karena sebenarnya saya sangat mengagumi Anda, Pak. Anda itu layaknya berlian. Walau kakek Anda merupakan salah satu yang berjasa di negara ini, tapi Anda pun tidak menjadikannya alasan untuk menguasai politik di pemerintahan dan lebih fokus pada bisnis yang Anda bangun. Berbeda dengan sepupu Anda yang lain, yang hingga saat ini masih berkampanye dan memonopoli media massa,” ujar Agnes. Itu pujian yang bagus, Andriyan ingin memberikan emas lidah wanita itu.

“Sebagai Prakarsastra, saya belajar bahwa ada kewajiban yang setara dengan hak kehormatan yang diperoleh. Maka saat ini pun saya memiliki peran yang penting untuk membantu negara dalam meluaskan lapangan kerja.

Memberdayakan masyarakat dan membantu perekonomian mereka. Setidaknya itu adalah beberapa janji yang ingin ditepati kakek saya, tapi belum berhasil dipenuhi karena kematian mendahuluinya,” kata Andriyan yang membuat tatapan kagum Agnes semakin menjadi-jadi. “Untuk berada di posisi paling terhormat, harus memikul tanggung jawab yang paling berat. Itu adalah kalimat yang selalu dikatakan oleh—mmh!”

Agnes langsung melumat bibir Andriyan, tanpa aba-aba dan berapi.

Siapa yang tidak mengidamkannya? Hanya orang gila, pikir Agnes yang semakin memperdalam pagutannya.

Pria yang memiliki segalanya, Andriyan Prakarsastra.

Mengikuti permainan perempuan ini, Andriyan melepaskan gendongannya lalu menghimpit tubuh Agnes di salah satu pilar. Ia membalas lumatan perempuan itu dan menarik salah satu pahanya agar memeluk pinggangnya. Sementara Agnes masih erat memeluk tengkuk leher Andriyan. Merasa napas keduanya habis, mereka melepas ciuman itu. Agnes belum menyerah, dia langsung mengecupi leher dan telinga Andriyan. Keganasan mereka dapat dilihat dari lipstik perempuan itu yang sudah menghiasi bibir Andriyan tak beraturan.

Usia 27 tahun, masa kejayaan Andriyan dalam menikmati para wanita yang siap memberikan tubuh mereka kapan saja.

“Hahah … Pak Andriyan ….” Wanita itu terus membusungkan dadanya yang besar agar Andriyan terpancing menyentuhnya. Melihat wanita ini tidak berhenti menggoda dan merayu Andriyan, ia jadi terkekeh geli. Memang ya perempuan mana yang tidak ingin disentuh Andriyan?

Ah, mungkin ada. Hanya satu, perempuan itu.

“Tunangan Anda terlalu biasa, Pak. Dia itu seperti mayat hidup. Berdandan saja tidak pernah. Saya yakin Anda tidak akan bisa merasakan kenikmatan seperti yang bisa saya berikan jika menjadi istri Anda. Apa Anda tidak muak jika kalian tinggal satu rumah lalu melihat wajah mengerikan wanita itu? Kalau saya jadi Anda, melihat keberadaannya akan membuat suasana hati saya menjadi berantakan,” ucap Agnes.

Apa yang dikatakan Agnes memang benar. Ia tidak mengada-ada tentang hal ini.

“Kalau memang wanita pilihan Anda sangat sempurna sampai saya maupun perempuan lain mengakuinya, kami bisa merelakan Anda dan mundur untuk menghargainya. Tapi bagaimana mungkin kami diam saja ketika melihat siapa yang menjadi calon istri Anda? Ini sangat menyebalkan dan tidak adil, Pak,” ucap Agnes lagi.

Tap! Tap! Tap!

“Devanda, putri sulung Keluarga Kusumawirya itu sangat tidak cocok dengan Anda. Dia yang kaku dan membosankan sangat tidak pas untuk bersanding dengan Anda.”

Tubuh Andriyan langsung membatu di tempat. Bola matanya terbelalak ketika seseorang muncul dari ujung lorong yang lampunya mengalami gangguan. Tidak pernah terpikirkan baginya bahwa dia akan dipergok secara langsung begini karena biasanya perempuan itu hanya mendengar lewat gosipan saja.

“Va—Vanda?” gumam Andriyan.

Selama menjadi tunangan perempuan itu, ini adalah kali pertama Devanda berhasil memergoki Andriyan. Namun di luar ekspektasi Andriyan, wajah Devanda tampak datar tanpa ekspresi. Tidak terlihat terkejut atau sakit hati. Ini yang semakin menyebalkan bagi Andriyan.

“Om Aji memanggilmu ke ruangannya,” ucap Devanda. Itu saja, setelahnya dia berbalik kembali tanpa menanyakan apa pun.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Obsesi Cinta Sang Pemain Wanita

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya terjebak dalam neraka pernikahan. Alih-alih bahagia, ia justru menjadi sasaran kekejaman Adnan, suaminya yang menyimpan dendam membara kepada sang mertua. Setiap hari, Saschya harus bertahan menghadapi siksaan fisik dan mental yang keji. Namun, di tengah keputusasaan yang mendalam, sosok dari masa lalunya mendadak hadir kembali. Apakah kemunculan mereka akan menjadi penyelamat yang membebaskan Saschya, atau malah memicu prahara baru di hidupnya?
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Nadia Antika selalu sabar menghadapi cemoohan ibu mertua demi cintanya pada sang suami, Askara Brahma. Namun, biduk rumah tangga mereka yang berjalan dua tahun mulai retak saat Askara mendadak bersikap dingin dan penuh rahasia. Kecurigaan Nadia menuntunnya pada kenyataan pahit yang tak terbayangkan. Bagaimana ia menghadapi fakta bahwa suaminya diam-diam mengkhianatinya dengan menjalin hubungan gelap bersama adik iparnya sendiri di dalam rumah mereka?
Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota, pemuda malas berumur dua puluh tahun, lebih memilih menganggur dan bermain gawai meski otaknya sangat licik. Tabiat buruk ini membuat ibunya, Artisa, merasa sangat khawatir. Sebagai pekerja keras yang juga punya sisi licik, Artisa bertekad merombak total kepribadian putranya. Ia pun memilih cara ekstrem dengan mengubah wujud fisik Sota. Akankah rencana drastis sang ibu berhasil mengubah jati diri Sota melalui transformasi tubuh tersebut?
Sampul Novel Kekasihku Meninggalkanku di Hari Pernikahan
9.3
Hari pernikahan Cherish hancur seketika saat Diego pergi demi menolong Zoey, membuat nenek Cherish syok hingga meninggal dunia tanpa ada yang membantu. Di tengah kedukaan di kamar mayat, Diego justru menghubungi Cherish untuk meminta donor darah bagi Zoey. Merasa dikhianati, Cherish tegas mengakhiri hubungan mereka. Kini, Diego bersujud di bawah guyuran hujan, memohon kesempatan kedua dan bersedia memberikan apa saja, bahkan nyawanya, demi mendapatkan kembali cinta Cherish yang telah pergi.
Sampul Novel Penantian Yang Tak Kunjung Kembali
9.3
Enam tahun menjalani pernikahan rahasia dengan seorang direktur miliarder, sang istri harus menelan pil pahit karena suaminya menolak diakui sebagai ayah oleh putra kandung mereka sendiri. Puncaknya, sang suami kembali absen di hari ulang tahun anak mereka demi menemani sekretaris wanitanya. Kecewa mendalam, sang istri mengajukan gugatan cerai lalu pergi membawa putranya selamanya. Sang suami yang biasanya tenang seketika kehilangan kendali dan mencarinya dengan panik, namun penyesalan itu sia-sia karena mereka tidak akan pernah kembali.
Sampul Novel Penguasa Abadi Sepuluh Ribu Binatang
8.3
Puluhan ribu anak berusia di bawah sepuluh tahun berkumpul khidmat di Puncak Lundao, Pulau Sepuluh Ribu Binatang. Sebagai murid baru yang telah menemukan akar spiritual mereka, mereka menyimak kisah dari tetua berjubah hijau. Ia menceritakan sejarah sekte yang dirintis oleh sang pendiri legendaris, Wan Beast Immortal Li. Sebelum meraih keabadian, Li hanyalah seorang kultivator biasa dari Kerajaan Qin di Alam Qianyang.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED