Bab 2

💑💏💏💏💑

Yuki yang tersadar dari lamunannya mulai beranjak memasuki rumah nya lagi, dia menuju kekamar nya dengan menaiki tangga selama menaiki tangga Yuki selalu mengukir senyum dibibir nya meskipun hati nya ada rasa ragu dan gelisah segera yuki enyah kan perasaan itu yang penting dia sudah mendapatkan ijin papahnya. dan Yuki yakin dia akan bisa memberikan pria tua itu pelajaran!!

Setelah yuki sampai di depan kamar nya Yuki langsung membuka pintu kamar nya dan menyambar tas slempang yang berada diatas kasur, lalu handphone nya yang tadi Yuki letakan di atas meja riasnya. setelah Yuki mengambil apa yang dia mau dia beranjak mendekati cermin nya yang besar agar bisa melihat pantulan tubuhnya di cermin setelah dilihat dan dirasa sudah cukup rapi ia langsung melenggang keluar dengan senyuman yang tidak pernah pudar dibibir nya yang sensual.

Sesampainya Yuki dibawah. Yuki beranjak mendekati kamar orang tua nya yang terletak tidak jauh dari tangga untuk meminta izin orang tuanya. Entah apa yang dilakukan orang tuanya orang mah pagi tuh olahraga ini malah di kamar hadddeuuh dasar emak-emak sama bapak-bapak ckkckckc yuki berdecak heran, sambil menggelengkan kepalanya.!!

"Mamahh" panggil Yuki setelah ia mengetuk pintu orang tuanya tapi didalam tidak ada sahutan.

" papahh " panggil Yuki lagi, namun kali ini yang ia panggil papah nya. Tapi tetap tidak ada sahutan. Apa mungkin tidur ya? akh tapi tidak mungkin?ujarnya lagi dalam hatinya.

" mamah papah "teriak yuki saking kesal nya dan akhirnya yang di teriaki langsung menyahut

" yaaahhh "teriak keduanya menyahut namun suaranya seperti habis lari puluhan mil.

" Yuki izin mau pergi ke mall Mah sama Kevin dan Feby boleh ya " Yuki menjawab sedikit nyaring.

" ohhh iya boleh, yang hati-hati yahhh sayang " jawab mamah Lina ngosngosan. Yuki yang heran mendengar napas mamah nya langsung bertanya.

" mamah ngapain sih ? kaya habis lari saja kalau olahraga diluar Mah biar kena cahaya matahari jangan dikamar, masa masih pagi di kamar. Hhuhhff papah juga mentang-mentang hari minggu" teriak Yuki didepan kamar orang tuanya sebelum mengucapkan salam dan beranjak keluar untuk menuju Mall karena teman-temannya mengatakan akan menunggunya di mall. Tapi yang didalam bukanya menjawab pertaannya yuki hanya mampu menjawab salam anaknya saja karena sibuk mencapai puncak kenikmatannya masing masing.

Yuki langsung masuk ke dalam taksi yang di pesan nya , dia pun menyebutkan tujuannya pada supir taksi tersebut.

" Baik neng,” kata supir taksi tersebut, yang langsung tancap gas menuju tempat yang Yuki sebutkan.

Sesampainya Yuki di depan mall yang dia tuju yuki langsung turun dari taksi yang dia tumpangi, karena dia sedang malas membawa mobil sendiri. semenjak yuki turun banyak mata pria yang meliriknya karena badanya yang indah dan wajahnya yang ke jepangan karena ayahnya dari jepang sedang mamah dari bandung. sebenarnya dia risih di tatap oleh kaum pria seperti itu seolah akan menerkam dirinya..hiihhhhh yuki bergidik ngeri!!

Setelah berjalan cukup jauh memasuki mall yuki melihat teman nya feby dan kevin sedang menunggunya ditempat yang biasanya mereka kalau mau janji bertemu.Yuki langsung berlari kecil sambil meneriaki nama temannya. yang di teriki langsung menoleh dan melambaikan tanngannya.

" heyy " tegur yuki pada temanya sambil ngongosan. " aduuh hauss " lanjutnya setelah mengambil napas dalam.

" makanya jangan lari lari lebay sih lo pake acara lari lari segala di mall lagi lo pikir ini hutan bikin malu aja " ucap feby yang sedikit kesal terhadap sahabatnya itu.tapi yang diomongin malah nyengir kuda." untung lo sahabat gue yuk " lanjut feby sambil menautkan kedua tangannya di depan dada dan memutar bola mata nya kesal.

" udah yu ach mulai kita dengan acara kita " ujar kevin yang sedari tadi hanya diam menatap kedua temannya.

" oke lah hayu atuh " jawab yuki sambil mengamit kedua temannya. feby disisi kanan sedang kevin di kiri sebenarnya mereka berdua tidak suka gandengan begini kaya keluarga aja. Feby emak nya kevin bapaknya padahal mereka seumuran tapi muka yuki yang imut menjadi terlihat lebih muda dari mereka berdua.

" ekkh bentar bentar " ucap feby sambil melepaskan tangannya dari yuki yang mengamitnya " kita sudah besar tidak usah gandengan oke " lanjut feby.

" oke lah " ucap keduanya.kevin dan feby sedikit kaget pasalnya dulu yuki keuekeuh pengennya gandengan terus kaya bayi siam. tapi setelah nya merekantersenyum mengerti mungkin yuki sudah mula untuk berpikir dewasa.

" jadi kita kemana dulu nih " tanya feby dan kevi barengan.

" euuhm " yuki seprti berpikir dulu.tapi bunyi di perutnya lah yang menjadi jawaban. yuki lansung menundukan muka nya karena malu " pastinya mukanya sudah memerah" batin yuki.sementara itu feby dan kevin saling bertukar pandang lalu tersenyum sambil mengeleng gelengkan kepala mereka heran dengan kelakuan sahabat mereka.

" oke fix berarti kita makan dulu " ucap feby. Yuki yang mendengar itu langsung mengangkat kepala nya lalu tersenyum bahagia dengan mata berbinar.

" akhh lo lebay banget kaya yang belum makan setahun aja " ucap kevin gemas sambil mencubit kedua pipi yuki yang menggemaskan.

" iiih kevin sakiitt " ucap yuki sambil memegangi kedua pipinya yang memerah akibat cubitan kevin. tapi sebelum yuki mau membalas kevin keburu kabur lebih dulu memasuki restaurant yang akan mereka datangi.

Sementara itu feby hanya bisa tersenyum menggelengkan kepala melihat kedekatan kedua temannya ia berharap semoga kebersamaan ini bisa bertahan Aamiin ucapnya dalam hati

Yuki yang berlari mau mengejar kevin tidak sengaja kaki nya tersandung entah dia kesandung apa badannya limbung mau jatuh " aaaaak "teriak yuki yang mau jatuh namun menabrak dada bidang dan kokoh entah siapa.?? sebelum ia mengangkat kepala untuk melihat tiba-tiba bruuuukk keduanya terjatuh karena lantai nya yang licin sehingga keduanya kehilangan keseimbangan.

💑💏💏💏💑

Bab 3

"Akhirya selesai juga" ujar pria tampan dan kharismatik itu sambil meregangkan tanggannya keatas, karena pekerjaanya yang menumpuk akibat dirinya sudah ia bereskan. Dan sekarang dia bersiap-siap untuk makan siang bersama sahabatnya, karena tadi sahabatnya menelpon mengajak dirnya untuk makan siang bersama.

Stefan menghembuskan napasnya sedikit kasar, lalu berdiri setelah mengambil kunci mobil dan jas nya yang dia simpan ditempat khusus jasnya, Stefan melenggang keluar melewati beberapa karyawan nya dan ruangan yang terlihat sudah  kosong , di lihatnya jam ditangan kirinya. Pantas saja ternyata waktu memang sudah menunjukkan waktu makan.! pikirnya lalu melenggang keluar menuju parkiran mobil khusus para atasan yang memiliki jabatan tinggi.

Stefan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sambil mendengarkan musik kesukaanya dilayar kecil .

Jalanan yang cukup padat karena memang di jam-jam seperti ini banyak orang-orang pegawai kantor, dan  sebagainya pada cari makan di luaran, kalau bosan dengan makanan di kantin yang ada di kantor.

Tapi kalau untuk Stefan pribadi, dia akan memilih untuk makan siang di kantin yang ada di kantor nya, yah ketimbang kaya gini macet kan , sungguh membuang waktu , pikir Stefan.

setelah sampai Stefan turun dan memberikan kunci mobilnya kepada petugas valet, setelah itu dia memasuki mall yang cukup ramai siang ini , yapz Stefan bersama sahabatnya makan siang di mall, alasan sahabatnya sih agar tidak kena macet, biasalah jakarta. Padahal nyatanya ia sendiri masih kena macet. Sungguh teman yang jenius emang.

Sesaat kemudian Stefan sudah sampai di depan restoran tempat mereka biasa ketika sudah waktunya makan siang, tapi saat ia hendak melangkah masuk, tiba-tiba ada wanita yang menabrak tepat didadanya, belum sempat Stefan menegakan badannya yang sedikit limbung, untuk menahan agar dia, dan wanita itu tidak terjatuh bersama , karena lantai nya yang licin sesaat kemudian.

Brukkk

keduanya terjatuh dengan posisi Stefan dibawah dan Yuki diatas, keduanyapun mengaduh.

Yuki mengangkat wajahnya begitupun dengan Stefan menundukan sedikit kepalanya, pandangan mereka bertemu, beberapa detik mereka masih terdiam saling mengagumi memberikan pujian meskipun hanya didalam hati. Terhadap keindahan dari masing-masing.

Dapat Stefan rasakan benda kenyal itu menekan dadanya," ohh shiit " umpat Stefan dalam hati karena merasakan junior nya yang mulai bangun dari tidurnya, Stefan harap wanita yang masih berada diatas tubuhnya ini, tidak merasakan sesuatu yang sudah mulai membengkak diantara kedua pahanya.

Yuki yang lebih dulu tersadar dari keterpanaanya hendak bendiri tanpa sengaja lututnya menyenggol selangkangan pria yang berada dibawahnya, dan Yuki langsung cepat-cepat berdiri.

Yuki melihat pria itu seperti mengerang, apa lelaki itu marah pikir Yuki sedikit takut sambil memainkan jemari nya karena takut.

Melihat lelaki itu berdiri Yuki ingin melangkah pergi karena merasa takut, tapi tangganya ada yang menarik sampai punggungnya membentur dada bidang itu lagi, dada yang sempat membuat jantungnya berdebar sangat kencang.

" Kamu tahu kesalahan mu apa heuum " bisik Stefan sedikit mendesis ditelinga Yuki, tengkuk Yuki meremang karena hembusan napas pria itu ditelinganya.

" A a aku minta maaf Om karena aku ceroboh " ucap Yuki sedikit gagap.

" kau tau gara-gara lutut mu itu telur ku hampir pecah " ujar Stefan sedikit menekankan kalimatnya kesal.

Yuki yang sedari tadi membelakangi lelaki itu lalu ia memutar tubuhnya menatap lelaki itu dengan tatapan bingung.

" maksud om apa yah aku tidak mengerti " sahut Yuki sedikit menganggkat bahunya.

" maksud ku kau tadi hampir membuat telur ku pecah " Jawab Stefan kesal.

Tanpa Stefan duga Yuki malah menertawakannya, dan sukses membuat dirinya semakin kesal, untung dia masih  sadar kalau ini di tempat umum, kalau bukan sudah ia seret ke hotel wanita dihadapannya kerena berani menertawakannya.

" Ahahhahha Om Om. ya ampun ini Mall Om ngapain pake bawa-bawa telor " ucap Yuki sambil memegang perutnya yang sedikit sakit akibat tertawa.

" kamu yah berani menertawakan saya " ucap Stefan sambil mengarahkan telunjuk nya tepat diwajah mungil itu.

" Laah ada yang lucu ya tertawa lah Om "

" maksud ku bukan telur itu tapi ini telur yang berbeda " ucap Stefan sedikikit pelan sehingga hanya dirinya dan Yuki yang hanya bisa mendengar ucapannya.

Namun bukannya mengerti apa yang di ucapkan Stefan, Yuki malah semakin kebingungan dengan telur, yang di sebut kan Stefan.

" Yuki " panggilan Feby mengehentikan , pembicaraannya  antara Stefan dan Yuki.

" Ahh aku sudah di pannggil om,  maaf karena sudah menabrak om . Oh yah lain kali jangan bawa telur ya om, ini mall banyak kok telur di sini hihih " ucap Yuki memberitahu Stefan sambil cekikikan. Lalu meninggalkan Stefan, tanpa mnunggu jawaban Stefan.

Stefan hanya bisa melihat puggung  gadis itu menghilang di balik restaurant yang menjadi tujuannya juga , dengan pasrah.

Ada perasaan ingin lebih mengenal

Wanita tidak bukan wanita tapi gadis, karena serpertinya gadis itu masih 17 tahun usianya, tapi bentuk tubuh nya seperti sudah dewasa hehmhh benar-benar tubuh yang subur batin Stefan sampai bisa membuat Stefan kecil hendak bangun.

Sesaat sudah menetralkan sedikit kesal nya karena kejadian itu, Stefan beranjak memasuki restaurant tempat dia dan sahabat nya sudah janji.

Dilihatnya temannya ternyata sudah duduk dan memesan minum, mungkin aku terlalu lama pikirnya Stefan, sambil melangkah mendekati sahabatnya dari kecil.

Chika Esmeralda dan Aiden fujimura, sahabatnya yang selalu ada sampai sekarang, dan masih melajang biasa katanya daripada yang satu jomblo mending semuanya jomblo.

Sampai katanya kalau menikah pun harus sama-sama asal bukan malam pertamanya yang sama-sama emangnya mau balapan siapa yang sampai puncak duluan ucap mereka bebarengan mereka pun tertawa bersama.

Stefan hanya tersenyum karena mengingat janjinya dan sahabatnya itu yang terasa konyol tapi masih dia dan sahabatnya pegang teguh sampai sekarang.

Namun jika memikirkan kejadian tadi siapa tau jodoh nya duluan yang dateng. Bisa-bisa dia juga nih yang duluan belah duren . Pikir Stefan sampai senyum-senyum sendiri.

💑💏👩‍❤️‍💋‍👩💑

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED