Bab 1

Pengenalan tokoh

Nayra Ayudia

Dia hanyalah wanita yang kehilangan masa depan ketika baru lulus Sekolah Menengah Atas akibat ulah kekasihnya. Nayra di perkosa oleh orang lain yang bahkan tidak dia kenal, dan itu merupakan perbuatan Chrisyan yang menjebak dia di malam perpisahan sekolah.

Pengalaman menyedihkan dan rasa trauma mengubah pola pikir Nayra. Dia yang semula adalah gadis lugu dan polos berubah menjadi, wanita dingin, cuek dan tak acuh terhadap semua jenis pria. Malam dimana dia kehilangan kesuciannya, dia bersumpah akan membalaskan dendam kepada kedua orang yang menyebabkan dia mendapatkan malu karena pria asing itu meninggalkan jejak di tubuh Nayra. Dia hamil, dan tidak ada yang bertanggung jawab.

Hidupnya hancur, ketika Nayra ketahuan hamil di luar nikah dan beasiswa yang ditawarkan kepadanya untuk kuliah di Amsterdam gugur. Dia di black list, di buang oleh keluarganya dan diusir dari rumah. Tidak ada kata yang lebih pantas lagi untuk menggambarkan perasaan seorang Nayra.

Tapi keterpurukan itu tidak membuat dia lemah, dia justru bangkit di tengah penderitaannya. Hingga suatu hari, takdir mempertemukan dia dengan pria yang menghancurkan masa depan dan mimpinya, Chrisyan Amirestu. Dan sejak hari itu, dia bersumpah akan membalaskan sakit hatinya pada mereka yang telah membuang dan menghancurkan hidupnya.

“Kau hanya bisa membuat malu nama keluarga! Sekarang kau pergi dari rumah ini dan jangan pernah kembali. Kuanggap kau sudah mati! Anak tidak tahu diuntung!” Dia menangis tersedu mendengar teriakan sang ayah yang ditujukan padanya.

Dan gilanya, Ibu dan adiknya hanya menjadi penonton setia di hadapan Nayra yang habis di maki-maki oleh Ayah yang terkenal dengan sikap otoriternya itu. Dia di usir dan di buang dari keluarga Hermansyah, bahkan mereka menganggap tidak memiliki putri yang bernama Nayra Ayudia lagi.

Nayra memiliki dua orang saudara, saudara tertuanya ialah seorang lelaki yang bernama Benhard. Hanya dia orang yang paling menyayangi Nayra di rumah ini, tapi sayangnya sekarang dia akan menempuh pendidikannya di luar negeri itu sebabnya ketika dia dalam masalah seperti ini tidak ada orang yang akan membelanya.

Hal gila yang terjadi ketika lelaki yang pernah mengisi hatinya kembali hadir untuk mendekati dia dan berusaha untuk meminta maaf. Memohon ampun atas semua kesalahan yang dia perbuat, memohon untuk memperbaiki kesalahannya, tapi tidak semudah itu. Nayra sudah terlanjur benci pada pria yang telah menghancurkan semua impian dan mimpinya.

“Kau tahu, seorang bajingan tidak pantas untuk dimaafkan.”

Baginya, memaafkan orang yang sudah menyakitinya adalah hal yang sangat tabu. Orang-orang yang dia sayangi membuang dan mengabaikannya, bahkan menganggap dia seperti gadis yang menjual diri. Masih pantaskah dia memaafkan orang-orang itu? Wanita itu malah menjadi semakin tersakiti jika dia kembali berhubungan dengan mereka.

Takdir baik mempertemukan dia dengan seorang wanita paruh baya yang menyelamatkan dia dari percobaan bunuh diri, dan mulai saat itu dia mencoba untuk menjalani hidup sebagaimana sungai mengalirkan airnya.

Tiba-tiba seorang pria aneh dan pecicilan hadir di hidupnya. Yang bukan lain merupakan putra tunggal dari bosnya sendiri. Tingkah pria itu selalu saja menguji segala kesabarannya. Dan sialnya, dia mengetahui siapa Xabiru sebenarnya.

Xabiru Ray Smith

Anak tunggal dari keluarga Smith, pewaris perusahaan raksasa yang bergerak di bidang property. SpecT Center Corporotion. Siapa yang tidak mengenal perusahaan besar ini, yang sebagian sahamnya di sumbangkan untuk pembangunan kota. Meski di sumbangkan itu tidak membuat keluarga maupun perusahaan Smith runtuh, malah semakin banyak investor yang ingin bekerjasama dengan mereka.

Biru, nama panggilannya. Lelaki yang tumbuh dengan bergelimangan harta, tidak pernah mengenal kata susah, tidak tahu bagaimana rasanya berjuang. Apapun yang dia mau pasti akan dengan mudah terwujud, hanya dengan sekali jentikan jari. Termasuk, gadis-gadis mana yang dia inginkan.

Garis wajah yang terbilang sempurna mengatakan jika para Malaikat begitu berpihak padanya. Mata biru turquoise indah miliknya mampu memikat setiap orang yang memandang ke arahnya. Tidak ada gadis yang mampu menolak pesonanya. Biru memiliki sifat yang cukup konyol, pecicilan, petakilan dan menyebalkan. Tapi terkadang dia juga bisa menjadi pria dingin yang tidak tersentuh.

Semasa sekolah, dia dikenal dengan gelar, ‘Playboy!’ karena hampir semua gadis cantik di sana pernah dia ajak berkencan. Dari isu-isu yang tersebar, dia kerap sekali tidur dengan gadis-gadis itu.

Dan anehnya, dia jatuh cinta pada wanita yang menjadi sekretaris pribadi Ayahnya. Dan berjuang mati-matian untuk mendapatkan hati wanita itu meski Nayra selalu saja membuat dia mati kutu dengan ucapan tajam yang sinyalnya tidak pernah bisa untuk dia balas.

“Oh ayolah. Kau diciptakan dari tulang rusukku, jadi sejauh apapun kau pergi. Akan tetap kembali padaku.”

Dia tidak akan pernah melepaskan apa yang sudah dia cap sebagai miliknya meski itu harus membuat dia mempertaruhkan seluruh yang ada padanya.

Chrisyan Amirestu

Lelaki famous di Sekolah Menengah Swasta menjadikan dia idola bagi para siswa-siswi. Banyak mengaguminya tapi entah kenapa hatinya hanya tertuju pada seorang gadis polos dan lugu. Berambut kepang dan berkacamata persegi, benar-benar tidak cocok jika disandingkan dengannya.

Chris nama sapaannya, setiap hari jika bertemu Nayra dia akan memuji kecantikan gadis itu. Rasanya Nayra benar-benar beruntung dapat memiliki lelaki ramah dan mudah tersenyum seperti Chris. intinya, Nayra sangat mencintai dia. Perlakuan manis dan hangatnya selalu membuat Nayra merasa spesial bahkan tidak sedikit gadis-gadis yang iri kepadanya.

Hingga suatu hari pada saat acara perpisahan sekolah, entah apa yang terjadi padanya saat malam itu dia menyerahkan kekasihnya itu kepada orang lain. Membiarkan orang itu yang adalah sahabatnya sendiri merenggut kesucian Nayra.

Dia menjual Nayra!

Chris berpikir dengan dia pergi dan menghilang, maka dia tidak akan bertemu dengan Nayra lagi. namun ternyata, rasa bersalah yang hadir persis seperti duri di antara daging. Membuat dia tidak nyaman dan merasa menjadi pria paling bejat di muka bumi.

Takdir tampaknya sedang bermain dengan Chris, sampai suatu hari Chrisyan bertemu kembali dengan Nayra. Melihat perubahan pada mantan kekasihnya itu membuat dia ingin menebus kesalahannya dan ingin mengobati luka-luka yang sudah dia ciptakan sendiri.

Siapa yang tidak jatuh cinta dengan seorang wanita dewasa, seksi, cerdas, dan tangguh seperti Nayra yang baru. Bahkan rasanya Chris siap untuk melakukan apa saja, agar Nayra mau kembali padanya.

“Nayra, maafkan aku. Aku ingin menebus kesalahanku. Kau ternodai karena kebodohanku yang telah menyerahkanmu padanya. Dan sekarang aku ingin menebusnya, aku ingin bertanggung jawab atas semua kesakitan dan duka yang telah kau lalui selama ini. Beri aku kesempatan.”

Tapi sayangnya Nayra yang sekarang bukanlah Nayra yang dulu begitu memujanya. Nayra Ayudia yang tumbuh menjadi wanita seksi, berkelas dan berwibawa itu tidak akan pernah memaafkan kesalahan bodoh yang dia perbuat.

Tidak akan pernah!

Jika pun dia memaafkannya, maka Nayra yakin dirinya sudah benar-benar mati.

***

Bab 2

Gadis itu membuka matanya dengan perlahan, dia berkedip beberapa kali untuk menyesuaikan penglihatannya dengan cahaya yang sangat menusuk netra coklat itu. Ketika dia berusaha menggerakkan kaki, Nayra merasakan perih di area sensitifnya.

“Akh!” pekiknya dengan keras.

Dia berusaha duduk di tengah kasur meski dengan menahan rasa perih di sekujur tubuh terlebih pusat intinya. Nayra menyingkapkan selimut yang menutupi tubuhnya dan betapa terkejut dia, saat menyadari jika tubuhnya tampil polos dan tidak berbalut apa-apa, dan gilanya dia melihat bercak darah persis di bawah paha.

“A-apa yang terjadi?” tanyanya entah pada siapa karena hanya dia sendiri yang berada di dalam kamar yang sangat luas ini.

Dia mulai berusaha mengingat kejadian tadi malam. Terakhir dia sedang berbincang dengan Chrisyan kekasihnya selama tiga tahun sejak pertama kali masuk sekolah menengah atas. Dia ingat betul jika tadi malam mereka sedang berada di party acara perpisahan sekolah dan Chris mengajaknya ke sebuah tempat yang sangat indah.

Dia ingat sekali Chris membawanya ke sebuah tempat di pinggir kolam renang. Tempat yang sangat luas dan besar dengan musik yang mengalun merdu. Dia masih ingat ketika Chris mengajaknya untuk minum di meja kecil yang dihiasi dengan banyak bunga mawar merah yang sangat dia sukai. Chris memberikan dia minuman kesukaannya, Lemon Tea karena ingin merayakan hari jadi mereka yang ketiga tahun.

Namun setelah Nayra meneguk minumannya beberapa kali, dia merasakan ada sebuah gelenyar aneh dalam dirinya. Dia mulai merasa panas dan tidak terkendali, bahkan dia ingin sekali mencium bibir tipis Chris tapi kekasihnya itu menahan dan malah mengulur waktu. Sekujur tubuhnya terasa berkeringat menahan perasaan bergelora yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.

Ingin sekali Nayra menolak gejolak dalam tubuhnya, tapi entah apa yang membuat dia malah memeluk Chris dengan tiba-tiba dan malah menggesekkan pipi di dada bidang kekasihnya itu.

“Sabar sayang, aku punya kejutan untukmu.” Nayra tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Chris, dia hanya terlihat pasrah saat tangan lembut dan kekar itu mengikatkan selembar kain di kepalanya dan menutupi penglihatannya.

“Chris aku kenapa? Tubuhku panas sekali.” Nayra mulai merengek berusaha menggapai Chris agar bisa menyentuhnya sekarang juga karena ini benar-benar menyiksa dia.

“Iya sayang, tahan sebentar ya. Kamu akan mendapatkannya nanti.” Dia mengecup pipi Nayra sekali lalu menuntunnya entah kemana, Nayra tidak tahu. Yang dia mau sekarang, gelenyar aneh di tubuhnya bisa hilang secepatnya.

“Kamu tunggu disini ya, aku akan kembali.”

“Chris mau kemana?”

“Sebentar Nayra.”

Tiba-tiba dia merasa sepasang tangan mulai meraba punggungnya dengan lembut lalu menjalar ke bagian perut hingga orang itu memutar tubuh Nayra menghadapnya, sebuah jari mengusap pelan bibir mungilnya dan perlahan mengecupnya dengan lembut hingga perlahan menjadi sedikit kasar dan menuntun bahkan orang itu menekan tengkuk Nayra untuk lebih memperdalam ciuman mereka.

Bukan, ini bukan Chris karena bau parfumnya sangat berbeda dan tadi Chris pun berpamitan untuk keluar sebentar. Lalu siapa orang yang kini berusaha menyentuhnya. Apakah Chris menjualnya pada orang asing. Tapi kenapa, apa alasannya. Bukankah tadi Chris mengatakan jika dia sangat mencintai Nayra.

Lelaki itu mulai mencumbuinya dan tangannya perlahan menurunkan resleting gaun merah mudahnya. Dia sadar jika dirinya sudah setengah telanjang, meski dia berusaha untuk terus memberontak tapi gelenyar aneh dalam tubuhnya terlalu menguasai dia. perlahan dia mulai hanyut mengikuti gelombang gairah yang disalurkan oleh lelaki asing yang tidak dia kenal itu. Entahlah, dia benar-benar sudah kehilangan kewarasannya.

Entah berapa kali pria itu melakukannya, bahkan dia tidak mengijinkan Nayra untuk membuka penutup matanya. Pria itu tidak bersuara sama sekali, yang Nayra dengar hanyalah desahan-desahan panas yang semakin membakar gairahnya. Hingga akhirnya Nayra mendengar orang menggeram keras dan dia merasakan semburan hangat menjalar di dalam rahimnya. Perlahan mata Nayra mulai tertutup dia terlalu lelah dan tidak sanggup walau hanya menggerakkan tubuhnya.

Hingga dia bangun dengan tubuh yang dipenuhi kissmark dan perih di area sensitifnya. Seluruh tubuhnya sakit dan remuk. Nayra meraung keras menangisi dan menyesali tindakannya yang sudah mempercayai Chris dan malah berakhir tragis seperti ini.

Dia bukan gadis murahan, dia hanya gadis polos dan lugu. Rambutnya yang selalu di kepang dan kacamata persegi yang menghiasi matanya benar-benar menggambarkan seperti apa dirinya. Nayra tidak pernah mau melakukan hal tabu ini, tapi dia terjatuh ke lubang yang kelam karena ulah kekasih yang paling dia cintai dan puja itu.

Semuanya hilang, semuanya lenyap dan hancur hanya satu malam. Nayra tidak menyangka mendapatkan nasib seburuk ini.

Dia berusaha bangun dari kasur besar itu dan berjalan tertatih menuju kamar mandi dengan selimut tebal yang menggulung tubuh polosnya. Nayra terduduk di bawah shower dan membiarkan air mengguyur tubuhnya. Dia merasa jijik pada dirinya sendiri karena sudah tidak berhasil menjaga kesuciannya lagi, dia benar-benar benci akan dirinya sendiri.

“Chrisyan sialan! Aku membencimu!” pekiknya dengan keras di tengah guyuran air shower yang menyamarkan suara tangisannya.

Apa yang harus dia lakukan sekarang, apa yang harus dia katakan kepada Ayahnya yang otoriter itu. Apa ada orang yang akan mempercayainya jika dia di jebak. Tidak, pasti tidak akan ada yang mempercayainya.

Nayra Ayudia, gadis polos dan lugu itu perlahan menekan bel rumah bertingkat dua itu dengan penuh ketakutan. Semalaman dia tidak pulang, pasti Ayah dan Ibunya akan mencecar dia dengan berbagai pertanyaan.

Pintu terbuka lebar dan terlihatlah seorang gadis remaja perempuan yang usianya tidak terpaut jauh darinya sedang berdiri di depan pintu sambil menatapnya dengan bingung.

“Kak Nay, Kakak kemana aja? Semalaman kami semua mencari kakak. Kenapa Kakak gak kasih kabar?” Nayra bingung harus memberikan jawaban apa.

“Kakak sakit? Kok wajahnya pucat?”

“Aku gak apa-apa Len. Papah dan Mamah di dalam?” Hal yang paling dia takuti, jika sampai Papanya memarahi dia.

“Iya. Ada Kak Ben juga. Untung kakak cepat pulang, karena kak Ben mau berangkat.” Ah, dia baru ingat jika hari ini Kakak tersayangnya itu akan berangkat ke luar negeri untuk melanjutkan studinya.

Belum sempat Nayra menjawab ucapan Alen adik perempuannya, suara baritton dari dalam rumah mengintruksinya dengan penuh peringatan.

“Darimana saja kau Nayra!” Muncullah pria berwajah beringas dengan kumis yang tidak terlalu tebal. Pria yang ternyata Papanya itu menatap dia dengan tajam dan penuh intimidasi.

“Pa. Papah.”

“Pagi-pagi begini baru pulang! Kau sudah pintar keluyuran ya!” Dia menghardik dengan keras dan tidak peduli dengan keadaan Nayra yang sudah terlihat lemas.

“Papah sudah, jangan marah-marah. Dengarkan penjelasan Nayra dulu.” Wanita yang setia di sampingnya itu berusaha untuk menenangkan dia, “Nayra kamu darimana sayang? Apa kamu lupa jika hari ini Kak Ben akan berangkat? Dia tidak mau berangkat sebelum kamu pulang.”

“Iya Mah maafin Nayra. Tadi malam acara perpisahannya cukup lama, jadi Nayra menginap di rumah Caca. Ponsel Nayra juga mati, jadi gak sempat mengabari Mamah. Maafin Nayra Mah.” Dia menunduk sedih, sebenarnya ingin sekali Nayra menangis meraung sekarang. Tapi dia sama saja menyerahkan diri kepada singa jika sampai dia menceritakan kejadian yang sebenarnya.

“Nah loh. Papah dengarkan, Nayra tidak mungkin berbuat yang macam-macam. Jangan menuduh anak sendiri yang bukan-bukan.” Dia memperingati suaminya yang masih saja tidak mengubah air mukanya.

“Sudah sayang, ayo kita masuk. Temui kakakmu, dia sudah menunggumu sejak tadi.” Nayra mengangguk patuh dan melangkahkan kakinya untuk memasuki kamar.

Mungkin hari ini dia selamat, tapi dia tidak tahu apa yang akan terjadi setelah ini nanti.

***

Bab 3

Satu bulan berlalu setelah kejadian pemerkosaan itu, dan sejak saat malam itu Nayra tidak tahu dimana keberadaan Chrisyan. Nomor ponselnya sama sekali tidak aktif dan semua akun sosial medianya hilang begitu saja. hal ini membuat Nayra semakin terpuruk.

Dia terus memikirkan Chrisyan, meminta penjelasan atas apa yang sudah terjadi kemarin. Dia ingin bertanya, kenapa Chris menyerahkannya pada pria asing. Karena akhir-akhir ini, Nayra seringkali bermimpi hal ini.

Belakangan ini juga dia merasa jika tubuhnya terasa lesu dan sering mendadak pusing. Bahkan tidak sekali dua kali dia pingsan. Tentu Mamanya khawatir dan selalu mendesak Nayra agar memeriksakan diri ke Dokter, tapi dia selalu menolak. Alasannya, dia hanya kelelahan akibat mengikuti ujian seleksi beasiswa ke Amsterdam seperti impiannya.

Memang beberapa hari ini dia selalu sibuk belajar dan belajar bahkan sampai lupa istirahat. Makan pun dia sangat jarang demi mencapai mimpinya. Dan satu hal lagi yang dia takutkan, jika sampai Papah tahu dia gagal dalam seleksi ini maka dia akan mendapat murka darinya.

Sikap otoriter dan keras Johan memang membuat ketiga anak-anaknya menakuti dia. tidak segan memarahi dan membentak jika yang terjadi tidak sesuai seperti keinginannya. Pokoknya semua hal yang terjadi di rumah ini harus sesuai kemauannya, jika tidak maka amarah yang akan terdengar.

Huek. Huek. Huek. Semua orang yang tengah menikmati sarapan tiba-tiba terkejut saat mendengar Nayra memuntahkan isi perutnya dan berlari menuju kamar mandi.

Prang! Johan melemparkan garpu dan sendoknya dengan kasar di atas meja hingga terpental di lantai. Sontak hal itu membuat Maya istrinya dan Alen adik bungsu Nayra kembali terkejut bahkan terperanjat dari kursi yang mereka duduki.

“Sudah berapa kali kukatakan! Aku tidak ingin ada kekacauan ketika sarapan!” Mata besarnya melotot sempurna, menyalurkan amarah yang menggebu-gebu bahkan tangannya terlihat gemetar. “Apa kau tidak paham juga Maya! Kenapa tidak membawanya ke Dokter!”

“Iya Pah, nanti Mamah akan bawa ke Dokter.” Jika suaminya itu sedang marah seperti ini maka tidak ada yang bisa menghentikannya. Semuanya akan bungkam.

“Nanti! Nanti kapan?!” Maya kembali terkejut mendengar pekikan pria itu. Dia tahu sebenarnya niat suaminya ini baik, hanya saja cara penyampaiannya yang salah.

“Alen telepon Dokter sekarang.”

“Iya Pah.” Gadis mungil berambut panjang lurus itu segera beranjak dari kursinya dan berlari menuju meja telepon yang terletak persis di bawah tangga.

Satu jam kemudian seorang Dokter pria paruh baya sedang memeriksa keadaan Nayra yang tertidur lesu di atas kasurnya. Wajahnya pucat dan bibirnya memutih, dia benar-benar tidak kuat walau hanya untuk berbicara.

Sesekali Dokter itu mengernyit bingung ketika dia memeriksa keadaan Nada. Dia terdiam sebentar lalu memeriksanya kembali. Untuk ketiga kalinya dia memeriksa dan akhirnya, Dokter itu benar-benar yakin dengan hasil pemeriksaannya.

“Dokter bagaimana keadaan putri saya.” Tanya Maya yang terus berada di samping Nayra sambil mengusap lembut rambutnya dan Johan yang berdiri di depan pintu memperhatikan semuanya dengan wajahnya yang kejam.

“Apa putri anda sudah menikah?” Maya mengernyit bingung dan menggelengkan kepalanya. Menikah bagaimana, dia saja baru lulus sekolah menengah atas dan baru mengikuti tes untuk mendapatkan beasiswa di Amsterdam.

“Belum Dokter. Nayra baru saja lulus sekolah. Dia belum menikah. Memangnya ada apa?” Maya berusaha memperjelas apa maksud ucapan Dokter itu, dia benar-benar tidak paham.

Dokter itu tampak bingung harus menjelaskannya bagaimana, karena dia tahu jika kabar ini bukanlah yang mereka inginkan.

“Boleh kita berbincang di luar saja?” Dia mulai merapikan alat-alatnya dan mengemasnya ke dalam tas yang selalu dia bawa.

“Baiklah, mari Dokter.” Maya tahu jika Dokter ini ingin berbicara sesuatu yang serius.

“Kamu istirahat yang banyak ya, jangan terlalu kelelahan.” Dokter itu menepuk punggung tangan Nayra yang tergeletak begitu saja di atas kasur dengan lemas. Dia tidak bisa berkata apa-apa selain tersenyum tipis. Rasanya perutnya seperti dikocok dan selalu ingin mual.

Maya mempersilahkan Dokter pria itu untuk duduk di sofa ruang tamu. Lalu dia ikut duduk di hadapan sang Dokter dan suaminya di sofa tunggal.

“Ada apa Mah? Bagaimana keadaan Nayra.”

“Sepertinya ada yang ingin disampaikan Dokter pada kita.” dia menatap suaminya itu dengan penuh was-was, berita apa yang akan disampaikan oleh Dokter. Apakah ingin menyampaikan jika Nayra mengidap penyakit keras. ah tidak mungkin, anak gadisnya itu baik-baik saja selama ini bahkan tidak pernah melihat ataupun mendengar dia mengeluhkan sesuatu.

“Hal apa yang ingin anda sampaikan Dokter.” Johan menatap Dokter yang sudah bersiap untuk berbicara hal penting itu. dengan sekali tarikan nafas dia mengatakannya.

“Begini Pak, sudah tiga kali saya memeriksa ulang keadaan putri Bapak. Dan kali ini saya benar-benar yakin jika analisa saya tidak salah, jika putri Ibu dan Bapak sedang hamil.”

Bagai tersambar petir di siang bolong, jantung Maya hampir saja copot dari tempatnya begitu pun dengan Johan. Air mukanya langsung berubah saat itu juga. Mereka tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Dokter itu bahkan Maya menggelengkan kepalanya beberapa kali.

“Dokter jangan bercanda. Bagaimana mungkin putri saya hamil, dia belum menikah.”

“Saya harap juga begitu tapi sayangnya itulah hasil pemeriksaan. Jika Bapak dan Ibu tidak yakin, boleh bawa putri anda ke rumah sakit untuk tes darah agar kita tahu kebeNayrannya.”

Seketika dunia mereka mendadak gelap, bahkan Johan sudah tidak dapat menutupi kemarahan dalam dirinya. Maya tahu apa yang akan dilakukan oleh suaminya itu, sesuatu yang mungkin tidak terbayangkan oleh siapapun.

“Baik Dokter terima kasih atas kedatangan anda. Saya permisi.” Ucapan penutup dari Johan benar-benar membuat Maya kalang kabut, apalagi saat melihat suaminya itu meninggalkan ruang tamu dan berjalan naik menuju kamar Nayra. Sesuatu yang buruk akan benar-benar terjadi di sini.

“Baiklah jika begitu, saya permisi Bu Maya.”

“Ya ya. Terimakasih Dokter.”

“Saya mungkin tidak tahu apa yang terjadi, tapi harapan saya sebagai orang tua harus tetap berada di sisi anak-anaknya apapun yang terjadi. Permisi.”

Ucapan Dokter itu menjadi pukulan tersendiri baginya, dia tidak pernah bisa menjaga anak-anaknya dari kemarahan Johan. Dia hanya bisa menenangkan suaminya itu tapi tidak bisa menghentikan amarahnya.

Setiap kali berniat menyudahi kemarahan Johan, namun pria itu akan berbalik menyerangnya.

Entahlah, pada saat seperti ini Maya merasa menjadi seorang Ibu yang gagal. Gagal menjadi seorang Ibu untuk anak-anaknya.

Karena sekarang, dia bahkan tidak bisa melakukan apapun saat mendengar suara pintu yang dibuka dengan kasar dari atas.

Maya berlari ke atas, dia akan tetap membela putrinya meski akan ada Johan yang menghalangi.

***

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED