Bab 1

Part 1. Malam Ada Yang Datang Bertamu

Di pelosok pedalaman desa terpencil, yang masih kurang penduduk itu, terdapat di tengah-tengah kampung ada mata air yang muncul sejak dulu kala, entah kapan, akupun tak mengetahuinya. Terdapat dua buah air yang mengalir deras, masih menggunakan bambu bulat sederhana untuk mengairi air yang deras mengalir begitu saja dari dalam tanah. Panjang bambunya sekitar 2 meteran. Usul punya usul air yang mengalir dari dalam tanah itu, entah dari mana datangnya, karena gak terlalu di atas perbukitan. Tapi terdapat 2 pohon besar yang menjulang tinggi tepat berada di samping kiri mata air kembar itu, jika kita menghadap ke utara.

Saat musim kemarau tiba, rata-rata mata air kecil yang mengairi setiap pemukiman penduduk pasti akan kekeringan. Tapi mata air kembar itu, gak akan pernah berkurang sedikitpun.

Tentu sangatlah membantu warga untuk keperluan sehari-hari seperti mandi, air buat memasak, mencuci pakaian.

Paling beruntung orang-orang yang tinggal dekat dengan mata air itu. Meskipun rumahku ya, lumayan jauh dari sana, hingga aku bisa aja ke sana sekedar mandi atau mencuci pakaian.Tapi aku gak berani sendirian ke sana karena di sekitar pelataran di kelilingi hutan rimba dan sungai.

"Bang, coba buka pintunya tuh,ada orang yang datang." Pintahku pada suami yang sudah terlelap tidur malam. Sambil melirik jam dinding ternyata sudah pukul 11 malam, tapi kok siapa malam-malam begini bertamu ke rumah ya.

"Gak ada siapa-siapa tuh, dek!" Sahut suamiku saat ke kamar lalu naik ke kasur bersamaku kembali.

"Ya Allah...." Aku tak dapat melanjutkan kata-kataku, karena sudah merinding tubuh ini. Karena jawabannya aku sudah tau, pasti Abang Ali sudah macam-macam di tempat itu, sampai ada teror mendatangi kami saat ini.

"Bang, habis ngapain di sana kemarin sih, Abang tau sendiri kan di sana tuh di larang ngelakuin hal-hal aneh yang dapat mengusik mereka?" Tanyaku, saat kami sedang sarapan di meja makan, namun suamiku hanya menggeleng kepala.

Pagi ini, Abang Ali mau ke sawah menggarap tanah. Hampir 100% kehidupan di desa kami itu petani, pedagang, turun ke sawah, ke kebun coklat atau tanam jagung kuning, beternak sapi, ada juga membuat gula merah dari pohon aren. Rata-rata penghasilan mereka lebih layak untuk bisa menghidupi anggota keluarga mereka. Banyak yang punya rumah bagus, menyekolahkan anak-anak sampai sarjana hanya dari hasil tani mereka.

Penghidupan kami jauh lebih baik dari desa di banding harus ke kota. Mereka harus serba bisa, kerja apa harus ke kota kalau gak ada keahlian.

Malam ini kami mewanti-wanti, apakah ada hal terjadi kembali?

Teror pun Kembali...

"Bang, Abang dengar sendiri kan, di luar pintu ada yang mengetok pintu lagi!" Tanganku pada Abang Ali.

"Iya benar, dek...!"

"Jangan bang, aku takut!" Aku menarik tangan Bang Ali saat ingin beranjak membuka pintu. Sementara aku mengecilkan volume tv, agar kami bisa konsentrasi mendengar ketokan pintu lagi yang lumayan keras.

"Tok...tok...tok.."

"Tok...tok...tok.."

"Tok..tok.."ketukan kedua kali setelah bebetapa saat.

"Assalamu Alaikum..." Salam dari luar sana.

"Waalaikum salam..." Sahut kami berdua, Abang Ali kemudian berdiri bergegas membuka pintu.

Masa iya, hantu bisa mengucapkan salam, batinku. Tapi kan bisa saja mereka berubah menyerupai manusia asli.

"Ali, Lia... kok lama amat bukanya!" Ucapnya, wanita separuh baya itu sambil menggaruk kakinya yang sedang gatal, pasti habis digigit nyamuk karena agak lama berdiri di depan pintu tadi.

"Tante Sinta...?

Bab 2

"Tante Sinta, maaf kami kirain siapa datang malam-malam begini... "Sahut Abang Ali ketika sudah membuka pintu.

"Masuk Tan, hmmm..." Sambil senyum menyambut Tante aku. Emang sih Tante aku suka banget ke rumah membawa makanan atau sayuran mentah hasil dari ladang. Tante Sinta adalah kakak tertua mama aku.

"Ini saya bawain opor ayam lho, kebetulan Tante syukuran habis panen padi kemarin." Jawabnya sambil meletakkan rantang makanan di atas meja tamu.

"Loh, kok Tante gak ngundang sih, kan bisa ke rumah aja, gak perlu repot-repot Tante bawain ke sini. Apalagi klo ke sana sendiri bisa makan lebih banyak lagi, kan? Hehehe..." Kekehku pada Tante Sinta, ambil ngamok rantang makanan tadi.

"Isshhh, kamu nih, bisa saja. Cuman kecil-kecilan saja kok, om kamu sendiri tuh yang selamatan hidangan makanannya." Sahutnya, sambil memukul lenganku saat hendak beranjak ke dapur.

"Tunggu ya Tan, aku pindahin dulu opornya ya." Teriakku dari bilik dapur.

"Yoo.."

"Oh ya Tante, tadi tuh kirain itu yang datang lagi sampai ngetik pintu berkali-kali. Soalnya kejadian kemarin malam ada yang ngetok pintu gitu, tapi gak ada siapa-siapa di sana!"

"Lah, jangan-jangan..." Tante jadi merinding lalu mengangkat bahunya.

"Apaan sih Tan?" Tanya Bang Ali, tiba-tiba muncul dari ruang dapur, iya sejak tadi Abang Ali tuh kebelet buang air.

"Li, kamu enggak dari sana kan?" Maksud Tante, kami tuh sudah tau. Yang pasti kalau ada kejadian aneh seperti ini, asalnya pasti dari sumber mata air kembar itu.

"Aku cuman datang ke sana untuk mandi kok!" Jawab Abang Ali, tapi keliatan ragu seperti menyembunyikan sesuatu.

"Iya saya tahu, tapi kamu pasti habis melakukan sesuatu di sana, kan?" Tanya Tante Sinta serius.

"Jawab bang!" Sahutku, menimpahi.

Bab 3

"Iya Abang habis ngelempar batu ke semak-semak, kirain ada ular di sana, rumput dan dahan-dahan daun kayu berisik banget saat aku sedang mandi. Yah, jadi aku lemparin deh!" Sahutnya.

"Ya Allah bang. Kan udah di bilangin jangan macam-macam di sana. Tau sendiri kan akibatnya."

Kebetulan suamiku, Abang Ali emang orang dari luar desa kami. Menikah denganku, karena kami tak sengaja ketemu di saat berlibur ke daerah lain. Kami sedang berpapasan dan dia gak sengaja menabrak ku, dan akhirnya dia meminta maaf lalu mentraktirku makan sebagai wujud permintaan maafnya. Kemudian kami bertukar kontak dan sering berkomunikasi dengan pendekatan masing-masing. Setahun aja kenalan, baru dia ngelamar aku saat itu.

Namaku Lia, anak sulung dari bapak Rahman dan ibu Ami. Kebetulan kami sudah memiliki rumah sendiri di kampung ini. Aku mengajak Abang Ali bertani di kampung ini, untuk menyambung hidup. Mama dan papaku juga ada di kampung dusun sebelah, jaraknya gak terlalu jauh hanya sekitar 2 kilometer.

Kami sekaligus ingin belajar hidup mandiri setelah berkeluarga. Tapi kami juga belum di karuniai anak padahal nikahnya udah hampir setahun lamanya.

Meskipun kami berada di bawah lereng gunung yang menjulang tinggi, tapi banyak menyimpan harta Karun, hasil cocok tanam sangatlah subur, tapi juga menyimpan banyak cerita misteri keanehan yang sering terjadi di kampung kami. Padahal kalau melihat dari suasananya, seperti biasa-biasa aja sih.

Bahkan ada satu kuburan yang sangat dianggap sakral, tepatnya berada di bukit gak terlalu jauh dari pemukiman warga. Berada di pinggir jalan yang menghubungkan satu desa ke desa lain. Tapi sangat jarang dilalui orang-orang karena jalannya masih rusak, licin jika turun hujan.

Katanya kuburan itu adalah petinggi kampung terdahulu, istilah di kampung kami adalah kuburan "PUANG" Derajatnya yang dianggap tinggi, sangat dihormati, bisa dikatakan keturunan ningrat atau berdarah biru.

Menurut cerita, jika ada yang lewat di sana melewati kuburan PUANG itu, dengan mengendarai kuda, pengendaranya harus turun berjalan kaki sambil menggiring kuda nya. Tujuannya untuk menghargai beliau yang dianggap wali itu. Klo enggak, bakal terjadi rintangan yang dihadapi mereka di jalan. Sehingga tempat kuburannya sangatlah istimewa di beri rumah-rumah kecil yang menaunginya.

Tak terlalu jauh dari kuburan PUANG itu, terdapat tempat angker juga yang berada di tengah jalanan, jika ada yang melewatinya sering mereka mendapati keanehan.

Pernah suatu ketika...

"Mau kemana, Kek?" Tanya seorang pengendara yang lewat situ, saat di waktu malam hari. Seorang kakek tua berdiri tepat di pinggir jalan, dari penampilannya seperti orang biasa saja.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED