Elsha adalah gadis cantik, berpawakan tinggi, langsing dan memiliki body bak biola spanyol dengan kulit putih bersih. Dengan hidung manggir, awalnya keluarganya sangat harmonis. Dirinya sangat beruntung, memiliki Mama dan Papa yang sangat menyayangi dan mengasihi Elsha.
Mama Elsha bernama Sophia Wilson sedangkan Papa Elsha bernama Adam Wilson.
Hingga akhirnya seorang wanita cantik, tetapi berhati jahat seperti rubah betina yang menghancurkan semuanya. Wanita tersebut bernama Stella dan anak gadisnya bernama Yaseline.
"Ayo makan yang banyak Elsha sayang!" titah Adam kepada sang putri kesayangannya Elsha.
"Iya Papa, aku sudah kenyang. Seakan mulutku penuh dengan banyak makanan," keluh Elsa dengan sedikit memanyunkan bibirnya.
"Sayang makan yang banyak, supaya sehat dan kuat. Harus makan yang banyak," ucap Sophia dengan penuh kasih dan sayang.
"Iya Mama, tetapi aku udah kenyang. Aku sudah kenyang," ucap Elsha dengan menyunggingkan wajah cantiknya.
Hingga sebuah ketukan, pintu seakan membawa bencana di saat kami sarapan.
"Siapa yang bertamu pagi-pagi begini?" ucap Elsha yang bertanya-tanya di dalam hatinya.
"Sudah Papa dan Elsa makan saja, Mama saja yang membuka pintunya. Sepertinya ada tamu penting," ucap Sophia dengan senyuman manis di wajah cantiknya.
Sophia dengan sangat anggun dan cantik, melangkahlan kakinya. Dia berjalan menghampiri pintu dan membuka pintunya. Bak petir di siang bolong, Sophia sangat terkejut karena kedatangan seorang wanita dan seorang gadis seusia putrinya. Sophia tidak berprasangka buruk, dengan kebaikan hatinya Sophia mengajak wanita dan anak gadis tersebut untuk sarapan pagi dengannya.
"Ayo silahkan ikut sarapan pagi bersama," ajak Sophia dengan penuh kelembutan kepada tamunya.
"Terima kasih Nyonya," ucap Stella dan Yaseline secara bersamaan.
Setibanya di meja makan, Sophia langsung mempersilahkan Stella dan Sophia duduk di meja makan.
"Silahkan duduk," ucap Sophia dengan sangat ramahnya mempersilahkan Stella dan Yeseline duduk.
Sedangkan Adam Wiltson sang suami tercinta, sangat syok dan pucat wajahnya. Soalnya wanita selingkuhan dan anak gadis yang merupakan anak haramnya dengan wanita itu juga hadir.
"Kenapa mereka datang? Dasar wanita sialan untuk apa datang kemari? Padahal aku sudah memberinya banyak uang," ucap Adam di dalam hati.
"Kau harus menjadi milikku Adam, aku akan merebutmu dari istrimu. Aku akan menjadi ratu di dalam rumah ini," ucap Stella di dalam hati dengan tersenyum sinis dan jahat.
"Aku akan merebut kasih sayang Papa dari anaknya, aku akan menjadi putri di rumah ini. Lihat saja Elsa aku akan rebut semuanya darimu termaksud Papa atau pun orang yang kamu sukai," ucap Yeseline di dalam hati.
Sophia yang melihat suaminya, merasakan hal aneh. Karena Adam suami yang sangat ia cintai, biasanya Adam selalu tersenyum dan ramah. Kini ekpresi wajah Adam datar dan sukar untuk di deskripsikan. Wajahnya sang suami sangat pucat dan banyak mengeluarkan keringat, hingga akhirnya Sophia memberanikan diri untuk bertanya kepada sang suami ter cinta.
"dear you why? Are you sick?" tanya Sophia dengan penuh kecemasan.
(Sayang kamu kenapa? Apakah kamu sakit?)
"No honey, I'm not sick. It's just that the weather this morning is very hot," jawab Adam dengan sangat kikuk.
(Tidak sayang, aku tidak sakit. Hanya saja cuaca pagi hari ini sangat panas sekali,)
Sementara Elsha, yang mendengarkan perbincangan ke dua orang tuanya merasakan hal aneh. Entah apa, karena Elsha merasakan sesuatu hal yang sangat aneh.
Ketika dirinya menatap sang Papa, seperti melihat sebuah kebohongan. Ketika dirinya melihat kedua tamu tersebut Elsha seperti melihat hal yang tidak beres dari ke dua tamunya tersebut.
Apalagi ketika Elsha melihat senyuman dari ke duanya, ada tatapan jahat dan senyuman jahat dari ke duanya.
Setelah selesai makan, Sophia dan Adam Wilson mengajak ke dua tamunya untuk berbincang santai di ruang tamu. Elsha juga ikut bergabung.
Bagai petir di siang bolong, Sophia yang mengetahui jika wanita di hadapannya adalah selingkuhan sang suami tercinta.
"Maaf Nyonya Sophia, perkenalkan saya adalah Stella. Ini adalah putri saya Yeseline anak saya bersama Tuan Adam," ucap Stella dengan tersenyum.
"Maaf maksud anda bagaimana? Tidak mungkin suami saya selingkuh dengan anda?" tanya Sophia menatap lekat Stella dengan sangat tajam.
"Saya adalah kekasih suami anda, bahkan saya menjadi kekasihnya setelah tiga hari anda menikah dengan Tuan Nyonya. Bahkan putriku usianya dua tahun lebih tua dari Elsha putri anda," ungkap Stella.
Sophia sangat terguncang, Sophia sangat syok hingga akhirnya Sophia tak sadarkan diri dan harus di larikan ke rumah sakit.
Adam sangat panik, sang istri tercinta tak sadarkan diri. Adam dan Elsha membawa Sophia ke rumah sakit.
Sementara ke dua wanita tersebut, tertawa terbahak-bahak. Setelah kepergian sang empunya rumah.
"Sayang ayo kita pergi dari sini, setelah Sophia meninggal kita akan menempati rumah ini. Mama akan menjadi Ratu sedangkan kamu yang menjadi Tuan Putrinya," ucap Stella dengan tersenyum jahat.
"Iya Ma, ayo kita kembali ke apartement. Aku akan menjadi putri dan aku akan merebut apa pun milik Elsa," ucap Yaseline dengan tertawa jahat tak kalah dengan sang Mama.
Jaseline dengan sang Mama, pergi ke apartemen mereka, sementara di rumah sakit Elsa menangis. Karena Mamanya tak kunjung sadarkan diri, hati Elsa begitu sakit dan terpukul, dia tak menyangka jika sang Papa tega mengkhianati Mamanya padahal sang Papa adalah sang Papa sekaligus suami yang baik untuk Mamanya.
Papanya juga merupakan sosok Ayah dan suami penyayang, sosok penyayang anak dan istri.
"Sayang maafin Papa," ungkap Adam dengan menitikan air mata sambil memeluk Elsa sang putri tercinta.
"Elsa belum bisa jawab, Elsa bisa memaafkan Papa atau nggak. Elsa sangat sakit dan terluka," ucap Elsa dengan menangis.
"Maafin Papa Elsa," ucap Adam dengan menitikan air mata.
"Is Papa in love with Mama? Please answer honestly, the fox lady said if Papa cheated on her three days of marriage with Mama?" tanya Elsha dengan menatap lekat sang Papa.
(Apakah Papa cinta dengan Mama? Tolong jawab dengan jujur, wanita rubah itu mengatakan jika Papa selingkuh tiga hari pernikahan dengan Mama?)
"Yes, Papa loves Mama, Papa's love comes after having you, son. We got married because we were set up and Stella was Papa's first love," jawab Adam dengan tersenyum.
(Iya Papa cinta dengan Mama, rasa cinta Papa muncul setelah memiliki kamu nak. Kami menikah karena di jodohkan dan Stella adalah cinta pertama Papa,)
Jawaban dari sang Papa, merupakan tamparan untuknya. Ketika Stella harus mendengarkan langsung dari Papanya.
Stella sangat bersedih. Hatinya bagaikan di tusuk beribu pisau yang menghantam jantungnya, terasa begitu sakit dan perih.
Bersambung.
"Elsa tolong Papa sayang," ucap Adam dengan mencoba memeluk Elsa sang putri ter cintanya.
Sementara Elsa, iya Elsha hanya diam saja. Biasanya Elsha pasti akan berlarian bak anak kecil kepada sang Papa. Tetapi ini tidak, Elsha hanya menangis berlinangan air mata.
"Elsha kamu kenapa nak?" tanya Adam kepada putrinya.
"Papa silahkan pergi, Elsha butuh waktu untuk sendiri. Papa pulang saja," ucap Elsha dengan penuh kebencian.
"Papa nggak bisa nak, Papa mau menemani kamu di rumah sakit menunggu Mamamu. Papa sangat mencintai kalian ber dua," ucap Adam dengan penuh cinta dan penyesalan.
Elsha sangat bingung, apa iya maafkan saja. Iya dia memaafkan saja sang Papa. Setiap orang yang sangat iya sayangi dan cintai, mungkin memiliki masa lalu.
Setiap orang memiliki masa lalu, baik itu baik atau buruk.
"Baik Papa boleh di sini," ucap Elsha menghempas kesunyian di antara dirinya dan sang Papa.
"Terima kasih nak," ucap Adam dengan ingin memeluk dan mengecup sang putri tercinta.
"Dont touch me Papa," ucap Elsha sambil menghindari Adam.
Elsha memilih pergi, iya memilih untuk pergi ke kantin sebuah rumah sakit tersebut. Untungnya kantin tidak terlalu rame, jadi Elsha dapat reluasa menangis sepuasnya. Elsha tak tau jika di belakangnya ada sesosok pemuda yang sangat tampan sekali. Pemuda tampan tersebut menghampiri Elsha dan membekap mulut Elsha dengan tanganya, hingga terjatuh di lantai.
Elsha yang sangat terkejut, kaget mencampur jadi satu. Elsha salah paham dan mengira pemuda tersebut itu pemuda gila. Pemuda yang akan melakukan hal yang tidak-tidak kepadanya.
"Dasar kau pemuda gila!" maki dan umpat Elsha kepada pemuda tersebut.
"Tutup mulutmu Nona," jawab Pemuda tersebut dengan menggertakan giginya.
"Memang kenyataan, kenyataan jika kamu itu pemuda gila. Buktinya kamu itu seperti itu kepadaku," ucap Elsha dengan suara paraunya karena ketakutan setengah mati.
"Hey Nona kau jangan terlalu lebay!" ejek pemuda tersebut dengan tatapan menghina dan mengejek Elsha.
"Tetapi memang kenyataanya seperti itu kan?" tanya Elsha yang mulai menatap maniak pemuda tampan tersebut.
Elsha akui, wajah pemuda tersebut sangat tampan. Mampu membuat Elsha jatuh hati, terpana dan terpikat sesaat. Tetapi ketika melihat, sikap Pemuda tersebut yang kasar, angkuh dan menyebalkan membuat Elsha sadar. Untuk apa kagum dengan sosok pemuda tampan di hadapannya? Bahkan Elsha, hampir mau di lecehkan oleh pemuda tersebut. Makanya Elsha sangat marah dan kesal.
"Hey Nona," ucap pemuda tersebut dengan memeluk Elsha. Sebelum akhirnya, pemuda tersebut berucap."kau itu ada kaca kan?"
Elsha yang merasa, pertanyaan aneh pemuda tersebut ingin menyindirnya. Memberanikan diri, untuk bertanya balik.
"Saya punya, memangnya kenapa?"
"Kacamu jangan hanya di jadikan hiasan," ejek pemuda tersebut.
"Tetapi kamu pergunakan untuk berkaca," sindir Pemuda dingin dan angkuh tersebut.
"Sudahlah Tuan, terserah anda mau bilang apa? Saya nggak peduli," ucap Elsha sambil mencoba berlalu dari pemuda angkuh dan sombong tersebut.
"Aku akui Nona kau sangat cantik, tetapi tubuhmu itu terlalu kurus kekurangan gizi. Hanya cowok bodoh yang mau sama gadis jelek sepertimu," ejek Pemuda tersebut hinga membuat Elsha terjatuh di lantai.
Elsha menangis, merintih kesakitan. Elsha berharap iya tak akan bertemu dengan pemuda angkuh tersebut. Elsha kembali menangis meratapi nasibnya.
Sementara pemuda tersebut, iya marah-marah. Iya memasuki mobil lamborgini merahnya.
Iya sangat kesal dan marah, karena Ficko di tuduh gila oleh gadis yang baru dia temui. Padahal kenyataan tak seperti itu, Iya menghampiri gadis tersebut, karena sangat terganggu mendengarkan suara gadis tersebut yang menurut Ficko sangat menggangunya. Bahkan Ficko merasa sangat terganggu, karena aktifitas video call nya dengan kekasih hatinya yang bernama Jovanka model cantik nan seksi asal Portugis Indonesia.
Sementara Elsha memutuskan untuk segera pergi, iya pergi ke kamar Mamanya di rawat. Iya melihat sang Papa tercinta menangis memeluk dan memgecup sang Mama yang tidak berdaya. Mamanya masih berjuang untuk hidup dan matinya.
Sementara Sophia, iya Sophia dia berusaha berjuang. Di alam komanya, Sophia sedang berjalan menuju cahaya putih.
Hingga akhirnya, Sophia dinyatakan meninggal oleh pihak rumah sakit.
Hal tersebut membuat Elsha terguncang, Adam yang sangat mencintai Sophia juga sama sangat terguncang juga.
Ketika proses pemakaman, jasad Sophia di kebumikan. Suasanya hujan, Elsha sangat terpukul. Iya di peluk oleh Adam sang Papa tercinta dan David kekasihnya.
Tanpa sadar, ada dua sosok manusia yang menatap puas dari kejahuan, siapa lagi Kalau buka Yeseline dan Silla ibunya.
"Aku akan membuat hidup kamu seperti di neraka Elsha," ucap Yeseline dengan suara tersenyum terbahak-bahak.
"Sudah jangan tertawa seperti itu sayang," ucap Silla sambil menutup mulut sang putri tercinta.
"Tidak apa Ibu, aku yakin mereka tak dengar. Aku sangat bahagia," ucap Yeseline dengan suara menyeringai penuh keberanian.
"Sudahlah sayang, sebaiknya kita pulang. Nanti kita pikirkan lagi langkah selanjutnya, titah Tiara kepada sang putri tercinta.
Yeseline dan Ibunya Silla berniat, untuk masuk ke keluarga Adam. Silla ingin merebut posisi istri sekaligus Ibu untuk Elsha.
"Sayang sudah jangan menangis," ucap David yang mencoba menenangkan Elsha.
"Iya nak, kamu jangan menangis sayang," ucap Adam yang mencoba menenangkan sang putri tercinta.
"My heart is so sore, sore and hurt mixed into one. So it is very difficult to describe in words." ungkap Elsha dengan menangis.
(Hati saya begitu sakit, perih dan terluka bercampur menjadi satu. Sehingga sangat sulit di lukiskan dengan kata-kata.)
"Sorry dear Papa, Papa is wrong. Because Papa Mama died," ucap Adam yang diliputi rasa penuh penyesalan.
David yang melihat Elsha dan Papanya, yang mulai berbeda berusaha untuk menyatukan kembali mereka ber dua.
David sangat mencinta Elsha, iya David mencintai Elsha melebihi apa pun itu. David sangat sayang dengan Elsha.
"Sudahlah Elsha jangan menangis sayang, maafkan Papamu. Jadilah jiwa pemaaf dan tak mendendam," ucap David sambil mengusap air mata yang terjatuh di wajah Elsha.
Elsha menatap Papa, iya mulai tersenyum memeluk ke dua lelaki yang sangat dia cintai. Yaitu sang Papa tercinta dan David sang kekasih tercinta.
"Ayo kita pulang!" ucap Elsha dengan tersenyum yang menghiasi wajah cantiknya.
Di dalam mobil, Elsha sudah tidak menangis lagi. Elsha berusaha menerima takdirnya yang kejam. Tetapi Elsha bersyukur masih ada David sang kekadih yang baik, yang setia dan yang membuatnya dan Papanya akur. Setibanya di rumah, Elsha langsung menyediakan minum teh manis hangat untuk Papa dan David kekasihnya.
Tetapi tiba-tiba di ruang tamu, bingkai poto keluarganya jatuh dan pecah. Semenatara bingkai photo di dalam kamarnya yaitu photo dirinya dan David juga pecah.
Elsha merasa ada yang janggal, Elsha merasa ada firasat aneh yang akan terjadi.
Bersambung.
Elsha tak menyangka, kenapa ke dua bingkai photo bisa pecah secara bersamaan? Dia jadi harus membersihkan pecahan kacanya, walau pun dirinya harus terkena pecahan kaca tersebut.
"Ya Tuhan," ucap Elsha dari setiap membersihkan pecahan kaca.
Kekasih hatinya dan Papanya, berpamitan tak tau entah ke mana? Setelah kepergian dua orang yang dirinya sayang. Hati dan perasaanya sangat kacau, sangat tak menentu dan tak karuan.
"Pirasat apa ini ya Tuhan, hati dan pikiranku jadi tak karuan seperti ini. Apakah akan ada sesuatu yang terjadi," ucap Elsha dalam hati sambil mencoba tersenyum.
Sementara di dalam mobil, Ayah dan kekasih Elsha mencoba menemui Stella dan Yeseline.
"Sayang akhirnya kau datang juga," bisik Stella dengan manjanya.
"Kau jangan terlalu percaya diri Stella, hubungan kita sudah berakhir. Jadi jangan panggil aku sayang lagi kepadaku," maki dan umpat Adam sambil menepis tangan Stela yang mau memeluknya.
"Kau jangan seperti itu sayang, bukankah kau ini cintaku? Bahkan aku adalah cinta pertamamu, seharusnya kau jangan seperti ini kepadaku. Kau sangat mencintaiku kan?" tanya Stella kepada Adam.
"Iya aku dulu sekali memang mencintaimu, kau adalah cinta pertamaku. Tetapi rasa sayang dan cintaku memudar dan tergantikan oleh Sophia yang telah melahirkan Elsha," ungkap Adam dengan tersenyum getir.
"Tidak kau hanya boleh mencintaiku saja, bahkan Sophia tak boleh memilikimu. Secara kan dia sudah mati ke neraka," ejek Stella dengan sangat emosi.
Adam yang merasa, Stella sudah keterlaluan akhirnya memutuskan untuk menampar wajah wanita yang pernah ada di hatinya itu.
Adam menampar Stella, Stella merasakan sakit di Pipinya karena menerima tamparan dari lelaki yang sangat ia cintai.
"Sakit Adam!" pekik Stella.
"Itu sebagai balasan dan ganjaran karena kau sudah berani menghina istriku," ucap Adam dengan penuh emosi.
"Adam dia itu sudah mati, untuk apa kau peduli dengan dia?" tanya Stella dengan mencoba memeluk Adam.
"Dia mati karena kau, kau ini wanita rubah yang jahat. Karena kau istriku meninggal," ucap Adam dengan emosi yang sangat tinggi.
"Memang sepantasnya dia mati," ucap Stella dengan penuh amarah.
Adam yang merasa sangat kesal, akhirnya mencoba menampar pipi Stella kembali. Tetapi sayangnya Stella, iya Stella begitu pintar beracting dan pura-pura pingsan.
Sekarang selanjutnya, gilira Yeseline yang memerankan perannya sebaik mungkin.
Yeseline langsung menghampiri Adam, iya dia menghampiri Papanya.
"Papa cukup Papa," ucap Yeseline dengan berpura-pura menangis.
"Mama kamu kenapa?" tanya Adam kepada Yeseline.
"Mama sakit kena serangan jantung, Ayo kita bawa ke rumah sakit!" ajak Yeseline kepada sang Papa.
Jadi mau nggak mau, Adam dan David membawa Stella ke rumah sakit yang di arahkan Yeseline. Sudah pasti ke rumah sakit palsu, yang sudah Yeseline dan Stella rencanakan.
Setibanya di rumah sakit, Stella langsung di bawa ke ruangan.
"Papa aku mohon, aku juga anakmu Papa. Tolong ajak aku ke rumahmu dan menikah dengan Mama," pinta Yeseline dengan menangis.
Dengan air mata buayanya Yeseline, dia mampu untuk meyakinkan Papanya.
Akhirnya Adam menikahi Stella di rumah sakit, padahal ini semua menjadi penderitaan awal bagi Elsha.
"Terima kasih Papa, karena sudah mau mengabulkan permintaanku. Aku senang Papa dan Mama menikah," ucap Yeseline dengan tersenyum.
"Lihat saja Elsha, aku akan membuatmu menderita bagai di neraka. Aku akan rebut Papa dan kekasihmu," ucap Yeseline di dalam hati.
"Bagus nak, actingmu sangat bagus. Berkatmu Papamu sekarang menikahi Mama," ucap Stella di dalam hati.
"Terima kasih iya mas," ucap Stella dengan memeluk Adam.
"Sudah Stella kau hentikan jangan terus memelukku," protes Adam kepada wanita yang pernah ada di hatinya.
"Sayang kenapa?" tanya Stella dengan sangat manjanya.
"Saya tegaskan sekali lagi Stella, saya mau sama kamu. Hanya karena kamu sedang sakit," ungkap Adam dengan nada meninggi.
"Kau tidak boleh seperti itu adam, aku sangat mencintai kamu sayang. Bahkan kamu cinta pertamaku," ucap Stella dengan menangis.
Adam sebenarnya sudah sangat muak sekali, atas tingkah dan sikap Stella yang sangat memuakan.
"Ayo kita segera pergi dari sini David!" ajak Adam kepada David.
"Baik Pak, ayo kita pergi dari sini!" ucap David yang mulai beranjak dari tempat tidurnya.
Bukan Stella dan Yeseline namanya, jika otak dan pikirannya tak berjalan.
Stella dan Yeseline berusaha dengan sangat keras, mereka ber dua akhirnya mampu membujuk Adam dan David untuk mengijinkan mereka ber dua. Tinggal di rumah Adam.
"Papa tolong aku dan Mama aku mohon, aku dan Mama di usir dari rumah kami. Kami nggak ada tempat tinggal tolong izinkan kami tinggal bersama Papa," ucap Yeseline dengan mengiba.
"Iya mas, tolong izinkan aku Mas Adam. Walau bagaimana pun aku sekarang istrimu," ucap Stella dengan tersenyum.
Adam yang tak tega, akhirnya mengizinkan Stella dan Yeseline untuk pulang ke rumahnya. Adam mereka ber tiga pulang ke rumah. Sedangkan David pulang ke rumahnya.
Elsha yang sedang menikmati kue dan susunya, sangat syok dan terkejut. Tatkala melihat Papanya Adam membawa dua wanita yang sudah menyebabkan Mamanya meninggal.
"Papa kenapa Papa tega? Papa membawa dua wanita ini ke rumah!" tanya Elsha dengan nada tinggi Elsha kepada Papanya.
"Iya sayang, maaafin Papa nak. Papa terpaksa membawa mereka ke sini soalnya mereka sudah terusir dari rumahnya," ungkap Adam dengan tersenyum.
"Tolong jangan marah, jangan marah sama Papamu nak. Sekarang Papa kamu sudah menikahi saya," ucap Stella dengan tersenyum.
Sontak saja, hati Elsha sakit sekali. Elsha berlari menjauh dari mereka memasuki kamarnya. Di dalam kamar Stella menangis, iya Stella menangis dengan meraung-raung. Sambil menggengam erat Photo sang Mama.
"Mama Papa jahat sekali, Papa sudah menikahi wanita jahat itu. Bahkan Papa juga turut serta membawa anaknya Ma," keluh Elsha kepada bingkai Poto Mamanya.
"Mama Elsha capek dan lelah, bawa Elsha ikut Mama pergi. Elsha mohon," ucap Elsha dengan menangis.
Hingga akhirnya Elsa pun tertidur, di alam mimpi Elsha. Iya Elsha bermimpi bertemu sang Mama tercinta.
Elsa langsung memeluk dan mengecup sang Mama tercinta, Elsha langsung menangis dan mengecup ke dua pipi sang Mama.
"Kamu kenapa menangis sayang?" tanya Mama kepada Elsha dengan menghapus air mata Elsha yang berlinang air mata.
"Elsha sedih Ma," jawab Elsha dengan sangat murungnya.
"Sedih kenapa nak? Sedih itu ada sebabnya" tanya Mama kepada Elsha.
"Papa jahat Ma," jawab Elsha dan menangis.
"Papa nggak jahat nak, Papa sangat sayang dengan Elsha. Ini semua salah Mama andai Mama nggak menerima perjodohan ini," ucap Mama dengan tersenyum getir.
"Mama nggak salah Ma, yang salah mereka. Karena mereka sudah jahat dengan kita," keluh Elsha dengan menangis.
Bersambung.