Sampul Novel Menikahi Mantan Pacar Teman

Menikahi Mantan Pacar Teman

9.0 / 10.0
Mei sangat terpukul saat lelaki yang ia cintai sejak SMA menikahi sahabatnya. Saat menghadiri pernikahan itu, Juna datang melamarnya secara tiba-tiba. Juna adalah mantan pacar sahabat Mei yang juga sedang patah hati. Meski mapan dan tampan, ia mengajak Mei membangun rumah tangga tanpa cinta untuk mencari kebahagiaan baru. Akankah pernikahan ini menyembuhkan luka mereka, atau justru mendatangkan kepedihan yang lebih dalam?
Ringkasan Menikahi Mantan Pacar Teman
Mei sangat terpukul saat lelaki yang ia cintai sejak SMA menikahi sahabatnya. Saat menghadiri pernikahan itu, Juna datang melamarnya secara tiba-tiba. Juna adalah mantan pacar sahabat Mei yang juga sedang patah hati. Meski mapan dan tampan, ia mengajak Mei membangun rumah tangga tanpa cinta untuk mencari kebahagiaan baru. Akankah pernikahan ini menyembuhkan luka mereka, atau justru mendatangkan kepedihan yang lebih dalam?
Baca Selengkapnya

Menikahi Mantan Pacar Teman Bab 1

“Four ...!”

“Three ...!”

“Two ...!”

Semua bersorak. Teriak serentak. Menghitung mundur dengan penuh penantian kala si pengantin wanita berdiri membelakangi stage, bersiap melempar buket bunga pengantinnya. Terutama bridesmaids sudah mulai saling sikut, tak sabar untuk saling rebut.

Namun tidak dengan Mei. Meski bibir wanita itu tersenyum, tetapi senyum itu tak mencapai matanya yang menyorot suasana itu dengan sendu. Meski begitu dia tetap bergabung dalam barisan besties yang  berseragam kebaya merah terang.

“Gooo!” 

Semua tanganpun melambai-lambai ke atas, siap menangkap disertai pekikan heboh. Tetapi. Semua kemudian terdiam. Semuanya bengong. Si pengantin wanita justru berbalik badan, mengulurkan buket bunga pengantin yang ditunggu-tunggu banyak orang itu kepada seorang lelaki yang berlari-lari kecil menghampiri untuk mengambilnya. Menciptakan berbagai tanya yang menggantung dalam pikiran semua orang yang melihatnya.

Dan ... tiba-tiba saja, lelaki itu dengan gentle membungkuk di depan Mei seraya berkata, “Meilani, will you marry me?” sambil mengulurkan buket bunga itu padanya.

Mei terperangah. Tak mengira Juna bakal bertindak sampai seperti ini.

Lelaki bernama Juna itupun menyeringai kecil dengan salah satu alis terangkat. Masih membungkuk dan menyodorkan bunga. Menantinya.

Seketika ballroom hotel diriuhkan teriakan orang-orang dalam satu ketukan irama komando.

“Yes!”

“Yes!”

“Yes!”

“Yes!”

Tepukan meriah dan siulan orang-orangpun saling bersahutan ramai kala tangan Mei akhirnya terulur jua, menerima buket bunga itu. Juna pun berdiri. Mengeluarkan sesuatu dari saku celananya dan meraih tangan kiri Mei. Lalu memasang cincin belah rotan bermata berlian yang berkilau cantik di jari manis wanita itu.

Mei berkedip-kedip, tatapannya beralih dari cincin itu ke wajah Juna yang tiba-tiba saja bergerak mendekat secepat kilat. Dan mendelik saat bibirnya terasa hangat di bawah kecupan Juna yang sedang mencuri ciumannya.

“Fans service,” bisik Juna di tengah jeritan ramai orang-orang yang menyoraki mereka.

Mei menelan ludah dan memalingkan wajah. Tatapannya pun membentur si pengantin pria yang berdiri di atas pelaminan sana, yang tak lain adalah Kevin. Pria itu tengah menatapnya setajam elang. Mengoyak perasaan Mei dengan ketidaknyamanan. Secepat kilat Mei pun mengalihkan tatapannya kepada Juna.

Juna justru menertawakan wajah Mei yang semerah tomat. “Jangan bilang kalau ... ini first kiss elu?” bisik cowok itu terdengar begitu meledek.

“Shut up,” desis Mei seraya berjinjit dan merangkul leher Juna. Membuat pria itu mematung kala sekonyong-konyong Mei melumat bibirnya yang menganga kaget.

Sekilas Juna melirik ke arah pelaminan, menangkap ekspresi sang pengantin wanita, yang tak lain mantan kekasihnya. Di sana, Raya terbelalak tak percaya sambil mencengkeram lengan Kevin yang juga  terlihat jengah memalingkan wajah. Membuat Juna bersorak menang dalam hatinya, kemudian dia berbisik disela-sela ciumannya, “Good job, Mei.”

***

Dua jam sebelumnya,

Mei berbaur dalam suasana pesta yang sudah selayaknya dipenuhi dengan kegembiraan dan kebahagiaan. Namun tidak dengan perasaannya kini. Entah sudah yang keberapa kali Mei mencuri tatap ke pelaminan dengan sorot sendu. Memandangi Kevin. Pria itu tampak begitu menawan dan gagah dalam balutan jas mahalnya. Bersisian dengan Raya yang begitu cantik, secantik gaun pengantinnya saat ini.

“Mereka cocok banget ya? Serasi,” celetuk Sarah yang diamini teman-temannya. Lalu keempat bridesmaid berseragam kebaya merah terang itu mulai membicarakan tekad mereka untuk saling rebut buket bunga pengantin dari Raya nanti, biar yang mendapatkan bisa lekas menyusul kawin. ‘Siapa tahu mitos itu jadi kenyataan?’ Begitu harapan mereka.

Mei ikut tertawa palsu bersama teman-temannya yang lain meski perasaannya berantakan. Kevin adalah cinta satu-satunya, yang sampai kini bertahta di hatinya. Namun, bukan salah pria itu yang pilih melabuhkan hatinya kepada Raya, sebab tiada komitmen apa-apa antara Kevin dengan Mei. Bahkan mungkin Kevin tak peduli bagaimana jantung Mei berdebar dalam setiap momen kebersamaan mereka.

Mei masih ingat rasanya. Saat Raya melempar bom itu padanya di sebuah acara reuni 2 minggu yang lalu. “Mei, ini undangan buat elu. Gue sama Kevin mo merit, elu wajib datang. Elu mau kan jadi bridesmaid gue?” ucap Raya dengan ceria, berbanding terbalik dengan Mei yang seketika memucat.

Tak ada angin, tak ada hujan. Lalu. Dari manakah badai ini datang?

“M-memangnya ...,” Mei menelan ludah pahit, “sejak kapan elu sama Kevin jadian?”

Raya tersenyum simpul. “Actually, kami tunangan setahun lalu di Amrik. Kami mulai dekat sejak kuliah bareng di kampus yang sama di sana.”

Pengakuan Raya terasa mencekik Mei hingga sulit berkata-kata. Komunikasinya dengan Raya memang tersendat sejak Raya melanjutkan study pasca sarjananya di Amerika. Dan kesibukan membuat keduanya menjadi sulit bertemu sekembalinya Raya ke Jakarta beberapa bulan lalu.

Mei terlalu terkejut sampai lupa memberi selamat. Tatapannya menelusuri undangan cantik nan wangi di tangannya. Jantungnya dipecut nyeri mendapati foto prewed Raya dan Kevin yang begitu mesra. Mei mengabaikan sosok Raya dalam foto itu, perhatiannya tertuju lurus-lurus pada wajah Kevin yang sedang tersenyum dengan teramat manis. Rahang tegas dan belahan dagunya yang khas, menyihir Mei dengan kekaguman seperti biasa. Mei pun membaca baris demi baris kalimat dalam undangan itu. Dan tatapannya terhenti, tertancap pada  nama Kevin Febrian yang terukir indah dalam tinta emas. Seindah ukiran perasaan Mei terhadap pria itu selama ini.

Tiba-tiba mata Mei terasa memanas. Sebelum air mata benar-benar menetes dan mempermalukan dirinya di depan Raya dan teman-teman, Mei lekas menyingkir menuju restroom. Lalu membasuh wajahnya dengan air kran. Mei mati-matian menahan. Tapi, air mata sialan itu meluncur juga. Bersama setiap nyeri yang menggigiti hati. Dan hari ini ..., rasa nyeri itu kian terasa menjadi.

“I know, Mei. Lu pernah ada something kan sama Kevin? So, kita senasib sekarang. Right?” tembak Juna yang tiba-tiba berdiri di sampingnya, membuat Mei terbatuk-batuk kaget.

“Sorry ...? What do you talking about?” Mei mencoba mengelak dari ucapan Juna, si cowok berisik yang kerap membuntuti dan menyogoknya dengan aneka coklat semasa SMA, demi sekulik info tentang Raya. Ya. Juna adalah penggemar berat Raya sejak dulu. Harusnya Mei iba mengingat betapa bucinnya Juna kepada Raya, tetapi pria itu tetap membesarkan hatinya untuk hadir di sini. Tetapi Mei jadi kesal karena Juna mengungkit-ungkit tentang dirinya dan Kevin.

“Mata itu jendela hati, Mei. You show it too clear. So I know, everybody know. Pernikahan ini menghancuranmu.”

Kata-kata Juna bagai panah yang menancap telak ke jantung Mei. Seketika kakinya gemetar. Sejelas itukah?

Seakan bisa mendengar isi pikiran Mei, Juna bergerak mendekatinya dan berkata. “I feel you, Mei. Posisi kita sama. Kita sama-sama dicampakkan. Kevin tahu banget elu masih suka sama dia. Raya juga tahu gue masih suka sama dia. Di mata mereka, kita ini pecundang. So, gimana kalau kita bersekutu? Come on, kita tunjukin ke mereka kalau kita udah move on and happy together. Bukankah tampak bahagia itu pembalasan dendam terbaik?”

“Ckckck. Teori dari Hongkong!” ketus Mei sambil beranjak pergi.

Juna mencekal lengan Mei. “I will pay you,” ucapnya membuat wanita itu terpaku di tempat. Lalu pria itu merundukkan kepala dan membisikkan sesuatu ke telinga Mei.

***

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Menikahi Mantan Pacar Teman

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel En-PD153
8.9
Kekasih lama yang kusangka sudah mati tiba-tiba kembali dengan membawa wanita hamil yang katanya telah menolongnya. Dengan lancang, dia menyuruhku tinggal bersama mereka dan menawarkan janji pernikahan palsu demi menikahi perempuan itu. Sebagai putri bangsawan sekaligus menantu dari dinasti konglomerat, aku menolak menjadi simpanan. Jika dia memilih melepaskan kemewahan ini, aku akan memastikan dia jatuh miskin tanpa sisa.
Sampul Novel Gadis 100 juta (fatamorgana)
9.6
Demi menebus adiknya yang diculik, Daiva Gayatri Maheswari rela menjual kesuciannya pada Keyko Khayang Gumelar seharga 100 juta rupiah. Di tengah kemalangan itu, ia tanpa sengaja bertemu dengan duda tampan bernama Damian di supermarket. Kini, Daiva berada di persimpangan jalan ketika Keyko dan Damian sama-sama berjuang memenangkan hatinya. Siapa pria yang akan dipilih Daiva untuk menemani masa depannya dan melepaskannya dari bayang-bayang masa lalu?
Sampul Novel Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
9.4
Di hari pernikahannya, seorang wanita dipaksa mengalah demi kakaknya yang sakit parah agar bisa menikahi James, sang tunangan. Karena menolak mentah-mentah rencana tersebut, orang tuanya tega mengikatnya di rumah sebelum pergi ke acara pernikahan. Malang, saat ditinggalkan sendirian dalam kondisi terikat, seorang penyusup masuk dan membunuhnya dengan kejam. Ketika keluarganya akhirnya kembali untuk membebaskannya, mereka hanya mendapati jasadnya yang telah membusuk tanpa nyawa.
Sampul Novel Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
9.2
Rencana kejutan ulang tahunku hancur saat memergoki kekasihku berselingkuh dengan pria kaya. Setelah dihina karena miskin, takdirku berbalik ketika pelayan keluarga terkaya mengungkap bahwa aku adalah pewaris sah Grup Nelson. Kini, berbekal kekayaan tanpa batas, aku siap membalas dendam. Saat mantan kekasihku bersujud memohon maaf, aku mengabaikannya dan melangkah ke dunia mewah. Bagiku, uang melimpah hanyalah deretan angka yang siap kuhabiskan.
Sampul Novel Kurang dari tiga
9.2
Kehadiran Nadia membuat jalinan cinta Raka dan Cherry terancam kandas. Raka merasa tersisih karena kekasihnya itu selalu mendahulukan sang sahabat yang berkacamata tebal. Murka pun tak terbendung kala ia sadar posisinya telah tergeser menjadi nomor dua bagi Cherry. Namun, kecemburuan hebat ini justru menuntun Raka pada sebuah titik balik hidup yang sama sekali tak terduga. Mampukah hubungan mereka selamat saat prioritas Cherry tak lagi utuh untuknya?
Sampul Novel Menaklukkan Duda Dingin
8.7
Amber Lim, sosialita kontroversial yang kerap dicap perusak hubungan, bertekad mengubah hidupnya. Demi belajar dari desainer legendaris Adam Smith, ia nekat menerjang musim dingin utara yang ekstrem. Sialnya, Amber dirampok hingga tersesat di tengah hutan beku. Harapan hidupnya kini bergantung pada Tuan Dingin, duda misterius pembenci wanita yang dirumorkan sebagai kanibal. Bisakah Amber menaklukkan hati pria tersebut, atau ia justru akan menjadi korban dari kebenciannya?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED