Bab 1

"You moron! How come?! You broke my expensive antique jar! Not even your pride can replace this expensive jar!" teriak Edmund murka. Demi Alek, Emerald tak sengaja, dia memang anak sembrono dan tak tahu jika guci mahal sialan itu bisa membuat laki-laki brengsek ini begitu murka luar biasa.

"I-I'm sorry, Sir. It's accidentally!" jawab Emerald dengan gugup. Padahal ia tak pernah takut berhadapan dengan siapapun, bertemu dengan si setan ini membuat nyalinya mengkerut seketika.

"You only have one week to replace it. If not, it looks like it's fun to play a little tense and hot game. Don't you like it? You little whore!"

"S-sir!"

"I'm not your fucking Sir. Fuck off! And wait for the games!"

"I'm sorry. But, it's accidentally!"

"Shut up! You'll become my slave. My slave lust! Deal?" bisik Edmund dengan nada sensual membuat tubuh Emerald merinding.

"Oh yeah. Welcome to the hell!" bisik Emerald pada dirinya sendiri.

Karena ia tahu, mengahadapi iblis satu ini tak mudah.

________

New story comes up🥰🥰🥰. Hope you guys enjoy the story.

Tema CEO ala-ala, lelaki brengsek yang tipe pembaca suka🔫🔫🔫.

Sebrengsek apa Edmund, kita liat nanti.

Btw, Emerald anak Emery dan Galen si cerita [Bukan] Pelakor. You guys, maybe check it first. Baca kisah orang tua mereka, entar balik ke sini💋💋💋.

Makasih udah mampir🥰🥰🥰🥰.

Bab 2

Di sini aku berada, berdiri di depan sebuah gedung tinggi yang berdiri angkuh dan sombong bagaimana dia mengejekku dan berdiri angkuh seperti pemiliknya. Si bajingan Edmund Bryan. Karena dia aku berdiri di sini.

Aku berjalan dengan menyeret heels dua belas centi milikku dan memasuki gedung itu. Aku selalu merasa terheran-heran dengan gedung mewah ini, kenapa bisa pemiliknya bersikap sangat arrogant? Kenapa dia tidak bangkrut saja dan jadi pengemis? Agar dia tidak semena-mena terhadap orang lain. Karena kesialanku aku harus mengganti barang yang tidak sengaja aku jatuhkan, aku hanya menarik napas panjang dan hari-hari sialku akan dimulai. Semoga aku kuat menghadapi itu semua.

Sang resepsionis tersenyum ke arahku. Aku mendekati dirinya dan berusaha menyapa sesopan mungkin.

"Ada yang bisa dibantu?"

"Saya ingin ke ruangan Tuan Edmund Bryan."

"Tentu. Kamu hanya tinggal naik ke lift menuju lantai 45." Aku tersenyum dan berterima kasih pada resepsionis yang bernama Mondi.

Heels dua belas centi milikku menyeret menuju lantai 45 yang dituju, aku berkali-kali menarik napas panjang dan memainkan kuku-kuku jariku karena gugup walau ada keinginan terpendam untuk menghantam kepala Edmund hingga bocor. Aku mengepalkan tanganku.

Lift terbuka, aku melongo melihat sebuah ruangan mewah dengan banyak hiasan bunga di depannya. Aku berani bertaruh jika ini adalah bunga hidup.

"Apa yang bisa aku bantu, Miss?"

"Apakah Mr. Edmund di dalam?" Aku melihat lagi sekretaris dengan dress ketat hitam membungkus tubuhnya, torsonya yang panjang, lipstik merah menyala yang sengaja dipakai terlihat begitu sensual. Bibit-bibit jalang! Aku bisa melihat hal itu.

"Mr. Edmund sedang berada di dalam." Aku mengangguk dan menunduk, merasa seperti Ana Steel yang hendak mewawancarai Christian Grey. Ugh ... Snap out if it! Kenapa aku jadi membayangkan si brengsek Edmund seperti Christian Grey?

Tepat saja, saat kakiku melangkah laki-laki sial itu berdiri dengan angkuh bersandar di meja kerja mahal miliknya. Rasanya aku ingin menangis ketika melihat guci-guci antik yang tersusun di sana begitu megah. Sepertinya Edmund sengaja memiliki guci di setiap ruangan sebagai pawang pengusir hantu.

"Aku kira tadi kau akan terjatuh seperti Annastasia Steel." ejek Edmund, aku hanya menatapnya nyalang, penuh permusuhan.

"Yeah. Setidaknya aku memenuhi panggilan itu!" Aku membalas dengan malas sambil memutar bola mataku. Ruangan ini begitu luas dengan kaca-kaca tinggi yang membuat kita bisa melihat ke bawah dengan banyak mobil kecil-kecil. Semua barang-barang yang ada dalam ruangan ini berteriak mahal.

"Hari ini kau jadi asisten pribadiku!" putus Edmund.

"What?!" pekikku tak percaya.

"Listen, Sir! Perjanjian kita aku mengasuhmu hanya di penthouse sialanmu itu!"

"Kau bukan seorang pengasuh! Kau budak! Budak nafsuku!" Shit! Aku hanya mampu mengepalkan tanganku, sepertinya lebih baik aku bertemu dengan ikan piranha daripada Edmund dia sahabat alien dari planet Pluto!

"Aku punya kehidupan! Kau tak bisa memonopoli hidupku! Kau hanya menyuruhku untuk jadi pengasuh di rumah mewahmu yang sialan itu! And no sex of course!"

"Menarik sekalia. Coba ulangi lagi kata-katamu, Miss? Silahkan buat cek $500.000."

"Sir, uang segitu tentu tidak ada harganya bagimu." Aku mencoba melunak, Edmund adalah tipikal orang yang dibuat keras makan akan semakin keras.

"Tentu tidak, Miss. Tapi rasanya menyenangkan bisa bermain dengan tikus kecil sepertimu!"

"Sir!"

"I'm not your fucking Sir!"

"Bagus, karena aku bisa memanggilmu bajingan!"

"Kau membuatku ingin segera memasukimu begitu dalam." What the heck?!

💰💰💰💰💰💰💰💰💰💰💰💰💰💰

Sebelum kecelakaan.

Aku baru saja menelpon Mommy yang sedang berbulan madu untuk ribuan kali selama hidup mereka. Betapa irinya aku pada hidup Mommy. Sedangkan aku harus terkurung dalam apartemen sempit yang membuat hidupku makin berantakan. Sebenernya ini adalah pilihanku, tapi pertanyaanku kapan aku bisa merasakan liburan? Aku bekerja selama 40 jam satu minggu dan itu sangat membosankan. Kehidupan monoton yang aku jalani membuatku ingin segera berlibur atau mengunjungi Mommy dan Daddy yang terus pergi bulan madu ke semua negara. Mommy dan Daddy selalu berpergian karena Mommy suka jalanan dan memutuskan untuk mengisi masa tua mereka dengan traveling keliling dunia.

"Mommy, jaga Daddy baik-baik. Aku akan merindukan kalian."

"Ya, jaga diri di sana. Kalau ada apa-apa segera hubungi Mommy. I love you."

"Love you Mom." Aku menarik napas panjang, dan berjalan sedang mencari makanan untuk mengisi perutku. Aku malas sekali untuk memasak di apartemen bahkan apartemen itu sudah seperti sarang tikus karena aku malas sekali untuk membersihkan bahkan malas untuk memanggil petugas kebersihan.

Aku baru saja gajian, dan setiap bulan yang kulakukan adalah self reward. Aku akan makan enak, agar aku tetap semangat untuk bekerja. Aku bekerja di sebuah publishing company, lebih tepatnya aku seorang editor, hal itu tentu membuat aku harus berhadapan dengan banyak tulisan setiap hari, memeriksa banyak tulisan. Jadi aku harus makan banyak biar tidak kurus.

Aku berencana untuk makan steak antelop. Steak yang harganya sama dengan harga sewa apartemen, tapi demi makan enak aku berani untuk datang ke restoran mahal ini. Biasanya setiap bulan aku akan membuat list restoran mana saja yang harus aku kunjungi. Dan Creamer Restaurant dikenal sebagai salah satu restoran termahal di California harga yang dijual memang bikin menggigil, tapi setidaknya aku bisa mencobanya.

Aku bernyanyi pelan saat masuk ke dalam restoran dan melihat ada life music seorang yang memainkan biola dengan begitu syahdu, aku berdiri sejenak di sana dan merasakan musik itu terasa menusuk kalbu. Ah aku merindukan dirinya.

Terlihat ada kumpulan orang-orang kaya beberapa laki-laki yang minum wine dan beberapa potong steak di depan mereka. Sepertinya aku pelanggan dengan uang pas-pasan berani masuk ke dalam restoran ini.

Dengan perlahan aku membaca menu jangan sampai uang yang kubawa kurang, karena setelah ini aku harus berhemat dengan makan sandwich setiap hari hingga bulan depan. Tidak apa, asal rasa penasaran itu segera terbayar.

Aku memesan teh cemara dan chamomile. Teh ini memang kelihatan sederhana, hanya seperti sebuah cangkir dengan air putih dan sedikit dedaunan di atasnya. Namun menurut Hoptail, teh ini merupakan "teh surgawi yang pernah aku minum." Satu cup teh ini berisi air lemon meyer serta satu ikatan cemara douglas, yarrow, chamomile, lemon balm, anise dan hyssop segar yang dipetik langsung dari kebun milik restoran. Sebenarnya aku ingin menangis melihat harganya tapi jangan pikirkan itu, mari kita senang-senang hari ini dan pikirkan lagi esok hari.

Harga teh putih itu seharga $600, aku ingin menangis sambil mencoba teh tersebut.

Untuk makanan aku memesan steak antelop. Potongan kecil steak antelop disajikan bersama chicory (semacam akar tumbuhan), salad rempah dan biskuit berlapis mentega madu yang terasa seperti pancake. Daging antelop ini bukanlah hasil buruan, namun berasal dari sebuah peternakan di Texas. Daging yang dimasak secara medium-rare ini terasa 'meleleh di mulut' dengan tekstur campuran antara daging rusa dan sapi.

Aku memotong kecil, agar daging kecil ini tak segera habis. Aku tahu ini kebodohan karena membuatnya menyesal keesokan harinya karena harus menghemat.

"Uhm..." Aku harus menutup mataku saking menikmati makanan, dan merasakan sedang berasa dalam taman surga. Khayalan indah itu rusak saat tanganku tersenggol dan sialnya makanan mahal itu jatuh berserakan ke lantai, demi si Boots monyet Dora aku langsung menangis di tempat. Bahkan aku rela kelaparan sebulan dan sekarang? Alam tidak merestuiku.

"Kau?! Kau berani menyenggolku? Kau tidak tahu aku harus menabung selama satu bulan demi makan ini." Aku murka, aku marah, bahkan aku sudah menangis karena kebodohan dan nasib sial ini.

Laki-laki itu hanya menatapku datar. Wajahnya sangat menyebalkan. Dasar orang kaya sombong!

"Kau?! Kau harus mengganti uangku! Asal kau tahu itu harganya $1000 lebih." Aku menuntutnya. Aku tahu ini kedengarannya konyol dan bodoh, bagi orang kaya seperti mereka $1000 itu seperti 1 cent. Ya Tuhan kenapa dunia tidak pernah berpihak padaku?

Melihat laki-laki itu yang wajahnya menyebalkan, aku memungut steak tadi bersiap untuk melempar wajahnya. Dengan air mata aku menunduk dan mencari-cari di mana steak tadi? Aku terus menunduk dan mencari di mana steak sialan itu bersembunyi?

Prang!!!!!

Aku berbalik dan melihat sebuah guci terguling-guling di lantai. Sial!

Bunyi itu semakin mengisi ruangan. Semua orang melihat ke arahku, aku langsung menelan ludahku gugup, aku tak sengaja menyenggol guci besar berwarna hitam. Sial! Kenapa harus seperti ini? Kenapa guci sial ini tidak memberitahuku terlebih dahulu?

Dengan perlahan aku mengangkat wajahku dan melihat semua orang melihat ke arahku. Kerja jantung langsung bekerja dua kali lebih cepat. Air mataku turun, dan hanya mampu menggigit bibirku.

"Kau tahu, Nona, harga guci itu adalah $500.000 bahkan kau tidak bisa membeli dengan harga dirimu." Laki-laki sial itu mengejekku membuatku ingin mengambil pecahan guci dan menggores kulitnya. Sialan!

"I'm sorry."

"Tidak segampang itu! Kau tadi meminta ganti uang $1000? Dan mari kita buat perhitungan, kau harus mengganti harga guci mahal itu $500.000. Kau tahu guci antik itu dibeli di China ada sejak jaman dinasti Ming." Tubuhku langsung gemetaran, merasa seperti gempa bumi lokal. Gagal makan enak, banyak hutang dan sekarang apalagi?

"Ini uangmu dan cepat ganti uang $500.000." Walau kesal dan takut aku tetap mengambil uang itu lumayan untuk bertahan satu bulan akhirnya aku tidak akan terserang penyakit maag.

"I'm sorry, Sir. I-its accidentally."

"I-I'm sorry, Sir. It's accidentally!" Aku mengulang dengan gugup. Padahal aku tak pernah takut berhadapan dengan siapapun, bertemu dengan si setan ini membuat nyaliku mengkerut seketika.

"You only have one week to replace it. If not, it looks like it's fun to play a little tense and hot game. Don't you like it? You little whore!"

"S-sir!"

"I'm not your fucking Sir. Fuck off! And wait for the games!"

"I'm sorry. But, it's accidentally!"

"Shut up! You'll become my slave. My slave lust! Deal?" bisik si brengsek ini dengan nada sensual membuat tubuhku merinding. Aku hanya mengepalkan tanganku dengan air mata penuh.

"Oh yeah. Welcome to the hell!"

Karena ia tahu, mengahadapi iblis satu ini tak mudah.

"Ingat kau, Nona. Temui aku di gedung Bryan Corp dan kau akan mendapatkan hukumanmu! Jika tidak, aku akan tetap mencarimu hingga ke lubang neraka!"

Rasa untuk membunuhnya begitu kuat. Aku hanya menatap punggung itu menjauh, saat aku menunduk aku melihat steak itu berada di ujung kakiku. Karena kesal aku memungut steak itu dan memakannya.

Ini tidak sebanding dengan siksaan apa yang aku hadapi! Dia adalah iblis berwujud manusia!

Bab 3

Lihatlah bagaimana repotnya hidupku sekarang, aku yang biasanya suka bangun terlambat dan buru-buru ke kantor harus membuatku ke rumah si brengsek itu.  Aku harus ke rumah Edmund sialan itu untuk membuatkannya sarapan. Menyusahkan saja!

Pagi-pagi sekali aku harus menerobos dinginnya cuaca naik kereta menuju rumah si sialan itu, dia sudah memberi alamat rumahnya bahkan dia bisa menyuruh sopirnya untuk menjemputku, alih-alih melakukan itu dia sepertinya senang menyiksaku.

Dengan sarung tangan super tebal, jacket kulit tebal, aku membenarkan rambut-rambut panjang sambil berjalan menuju rumah Edmund. Jarak stasiun kereta ke rumah besar itu memakan waktu sekitar 30 menit, kalian bisa membayangkan jika setiap hari aku harus seperti ini bisa dipastikan kakiku akan berotot. Sungguh aku merasa sangat dendam sekarang, jika aku punya kuasa aku akan mencincang tubuh Edmund dan memberi makan para buaya.

Aku berdiri sejenak memperhatikan rumah itu, sangat besar dan mewah, bahkan dalam mimpiku juga tidak pernah terbayang bisa melihat rumah super mewah itu berdiri gagah di depanku, aku masuk ke dalam sambil melihat seluruh kawasan sekitar yang sangat terawat.

Pintu bel kubunyikan, sudah bisa dipastikan itu adalah maid Edmund. Lihat? Dia punya maid di sini tapi sengaja agar membuatku kesusahan, orang-orang seperti Edmund darah dan tubuhnya halal dimakan buaya. Aku hanya tersenyum ke arah maid sambil mengepalkan tanganku karena kesal dan mengahalau rasa dingin, ruangannya terasa hangat.

Rumah ini sangat mewah dengan dekor berwarna putih, ngomong-ngomong lagi-lagi aku menjumpai banyak guci berdiri gagah di segala sudut ruangan. Ada apa Edmund dan para guci? Aku seperti trauma melihat guci itu di sini, selalu mengingatkanku tentang kesialan kemarin.

"Selamat pagi, Miss. Saya akan bertemu Mr Edmund."

"Bisa langsung ke kamarnya. Beliau sudah bangun sepertinya." Aku ditujuk ke sebuah ruangan dengan pintu lebar berwarna putih. Sepertinya si sialan itu suka dengan warna putih.

Aku berdiri di depan pintu meneliti pintu itu takut diletakan sebuah perangkap bom di dalamnya, Edmund sialan itu adalah orang yang tak bisa diprediksi! Dia sering berubah-ubah seperti bunglon, mungkin dia raja buglon.

"Anda telat 3 menit!"

Tiba-tiba pintu terbuka dan suara bariton itu membuat jantungku hampir copot. Aku mengurat dadaku dan melihat Edmund tak senang.

"Shit! Bahkan sekarang belum jam 8! Masih tersisa 8 menit lagi!" Aku menggerutu dan Edmund hanya tersenyum mengejekku!

Sepertinya dia baru selesai mandi, terlihat dia memakai kemeja asal-asalan dengan kancing yang tidak dikancing sempurna membuat dada bidang itu terlihat dan banyak bulu. Baru kali ini aku suka melihat dada orang dengan banyak bulu.

Rambutnya sepertinya baru saja kering, sial! Dia wangi dan tampan pagi begini. Aku bahkan belum mandi, hanya sikat gigi. Kenapa dunia tak pernah adil?

Sialan! Semoga dia cepat mati!

💰💰💰💰💰💰💰💰💰💰💰💰💰💰

Edmund.

Karena tuntutan pekerjaan yang membuatku harus terlihat kejam, berkuasa bahkan terjaga semalaman untuk membuat laporan jangan sampai lengah perusahan itu bisa berpindah tangan esok hari.

Orang miskin selalu mengeluh dengan hidup mereka dan mengejek jika orang kaya itu manja itu tidak bisa apa-apa, padahal jika dilihat orang kaya orang yang paling banyak berjuang tidak gampang menyerah. Semalaman mereka bisa rugi miliaran dollar bukan seperti orang miskin yang hanya kehilangan $10 tapi mengeluh seperti kehilangan separuh nyawa. Justru menurutku orang miskin itu yang manja, mereka tidak suka berusaha dan selalu berharap pada orang lain, hanya mengadahkan tangan. Cih memalukan!

Dalam 24 jam aku hanya tidur sekitar 5 sampai 6 jam. Tuntutan kehidupan dan perkejaan yang membuatku seperti itu, akhirnya membentuk kepribadianku yang keras dan tak kenal belas kasih. Jika aku bersikap lembut maka semua musuhku bisa mencari kelemahanku dan bisa menghancurkanku hanya dalam satu kedipan mata. Aku tak ingin apa yang kudapatkan sekarang tidak sia-sia.

Sekarang pukul 7 lewat. Waktu yang terlalu pagi untuk bangun. Tapi aku adalah orang yang selalu bangun pagi walau tidur larut malam. Aku akan berolahraga atau mengerjakan laporan yang belum tuntas. Melihat ke luar jendela adalah salah satu favoritku, jendela manapun aku pasti suka. Melalui jendela aku bisa melihat dunia luar dengan cara pandang yang berbeda dan melihat dunia yang berbeda.

Wanita bodoh, ceroboh itu masuk ke dalam rumah, dia melihat keadaan sekeliling. Rambut panjang pirang itu ia gerai, memakai sarung tangan, leggings hitam, jacket tebal berwarna maroon. Aku terbiasa memperhatikan detail seseorang, dengan begitu aku bisa melihat kelemahan pada seseorang dan hal itu bisa dimanfaatkan jika mereka adalah musuhku.

Walau dia adalah seorang pemberontak aku suka melihat semangat yang ada dalam dirinya, dia adalah gadis yang ceria, dia adalah orang yang tidak gampang menyerahkan dan kepribadian yang kuat.

Tanpa sadar aku tersenyum, dan melihat dirinya dari jendela, dia begitu semangat dan percaya diri masuk ke dalam.

Aku menyugar rambutku, laporan selesai dan aku akan sarapan setelah ini bisa bersiap ke kantor walau aku bisa ke kantor kapan saja.

Aku melihat dari dalam jika gadis bodoh itu hanya berdiri dan meneliti pintu itu. Menangnya dia pikir sedang ikut Fear Factor?

"Anda telat 3 menit!"

Wajahnya langsung terkejut, sepasang mata bulat berwarna biru itu terlihat mengemaskan, dia adalah Barbie versi hidup, dia sangat cantik walau dia adalah gadis yang bodoh dan ceroboh.

Aku tersenyum mengejeknya, aku suka melihat ekspresi wajahnya mengemaskan. Satu-satunya cara agar melihat wajah menggemaskan itu adalah dengan membuat dirinya kesal.

"Shit! Bahkan sekarang belum jam 8! Masih tersisa 8 menit lagi!"

"Buatkan aku sarapan." perintahku. Sepertinya melihat wajah kesal itu bisa membuat moodku bagus hingga siang.

"Apa yang kau mau, Tuan?" Dia mengenalkan tangannya tapi di mataku terlihat mengemaskan. Dia merasa seperti seorang singa galak yang sedang PMS, padahal di mataku dia terlihat mengemaskan seperti kucing yang minta dielus.

"Buatkan aku pancake."

"Sir, tapi aku harus masuk kerja jam 9. Belum lagi mencari kereta, aku bisa terlambat dan gajiku bisa dipotong. Aku harus menabung biar makan enak."

Aku hanya menatapnya datar, sebenarnya terhibur dengan kejujurannya.

"Oh Miss, ingat uang $500.000. tidak sebanding dengan harga dirimu, jadi cepat lakukan dan jangan membantah!"

"Mati aja kau!" Aku semakin tersenyum saat melihat napasnya yang tak beraturan meninggalkan ruangan.

Aku akan terus menyiksanya hingga dia menyerah dan bunuh diri. Baiklah semoga dia tidak berpikiran ke arah sana. Aku hanya suka melihat wajahnya itu. Tidak! Aku tidak jatuh cinta padanya, aku tak percaya cinta. Cinta itu hanya bisa membuat kamu lemah, cinta membuat kamu jadi orang bodoh. Aku tidak mau menjadi budak cinta, cinta itu hanya milik orang-orang bodoh seperti Shakespeare yang mengagungkan cinta, rela mati demi cinta. Cih, menjijikan!

Aku mengikuti gadis bodoh itu. Aku bahkan belum tahu siapa namanya.

"Aku belum tahu siapa namamu." Aku mengambil satu butir Apple dan memakannya. Dia terkejut dan memutar bola matanya. Ekspresinya sangat mengemaskan, aku jadi membayangkan jika mulutnya itu menghisap milikku apakah dia akan diam? Atau bersikap seperti jalang?

"Kau belum tahu namaku tapi kau sudah berani menyiksaku! Anda luar biasa, Tuan." Dia menyindirku.

"Kau sepertinya tidak bisa memasak." Bahan-bahan yang seharusnya dipisahkan malah dicampur jadi satu, dia memang melakukan semua ini dengan terpaksa tapi apakah harus bertingkah sebodoh ini?

"Oh yeah, kau benar, Tuan. Aku hanya makan sandwich setiap hari."

"Menyedihkan sekali hidupmu." Dia berhenti bekerja dan menatapku. Sekarang aku mengambil pisang dan memakannya.

"Yeah, sangat sial! Ditambah aku harus mengasuh seorang bayi beruang yang sangat mengesalkan. Sepertinya aku harus menaruh racun di makanannya." Aku hanya menggeleng, dia adakah orang yang sangat jujur.

"Well, aku menantikan hal itu. Tapi sebelumnya kau harus menggantikan uang $500.000."

Dia langsung membanting adonan itu. Aku membuka kulkas dan mendapatkan minuman isotonik dan meminumnya.

"Anda sepertinya sudah kenyang, Tuan. Sepertinya aku tidak perlu repot untuk membuatnya lagi."

"Lanjutkan."

"Aku harus bekerja sekarang. Bagaiamana mungkin waktu cepat berlalu?"

"Selamat pagi Mr Thompson, karyawan Anda bernama—" aku mengode padanya meminta namanya.  Sebenarnya aku sudah tahu di mana gadis bodoh ini tinggal dan bekerja di mana. Hanya saja aku memang tak peduli dengan namanya, selama kau bisa menyiksa dirinya sepuas mungkin. 

"Emerald."

"Karyawan Anda bernama Emerald sudah tidak bekerja di sana, mulai hari ini. Pecat dia dan usir dari sana! Dia telah mencuri sebuah perhiasan milik ibuku."

Gadis bodoh itu menatapku dengan tatapan penuh kebencian dan seperti orang ingin membunuh. Aku semakin terhibur kali ini.

"Kau gila, Edmund!"

"Yeah aku gila."

"Kau pantas berada di neraka!"

"Makananmu gosong sebentar lagi." Dia langsung gelagapan, bahkan dia belum menyalahkan kompor. Kenapa ada manusia begitu bodoh dan mengemaskan di saat bersamaan?

"Siapa tadi namamu?"

"Panggil aku setan! Namaku setan!"

"Nama yang mengemaskan." Dia semakin mengemaskan.

"Lama sekali. Jadi apa yang mau kau buat sebenarnya?" Aku mendekati dirinya. Feromon alami yang menguar dari tubuhnya sangat menangkan.

"S-Sir." Dia berkata dengan gugup saat menunduk dan aku semakin mengukung dirinya hingga ke bawah.

"Kau pasti belum mandi?" Dia hanya menggeleng, dia berani dan terlewat jujur. Gadis ini mengemaskan sekali.

"Patut bau gajah." Dia langsung mendorongku tapi keseimbangannya tak bisa dia tahan, dan akhirnya dia jatuh ke lantai. Dia hanya mengusap bokongnya.

"Padahal, jika kau tak jatuh aku akan menciumi!" Aku mengambil minuman tadi dan keluar dari dapur. Gadis bodoh itu bisa menghiburku setiap saat dengan tingkah bodoh itu. Sepertinya aku akan membeli banyak guci hingga ia pecahkan dan dia tak bisa lepas dariku.

"Edmund sialan! Semoga kau cepat bangkrut dan jadi gembel di jalanan!" teriak gadis bodoh itu. Aku hanya tersenyum penuh hiburan.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED