Di suatu pagi menjelang siang
Di suatu rumah dalam suatu komplek perumahan
Tok… tok… tok.. tok…, terdengan suara pintu kamar diketukan.
Terlihat seorang ibu rumah tangga, Santy (38 Tahun) yang secara fisik layak seperti ibu-ibu yang sudah punya anak dan mendekati umur 40 tahun, tidak kurus dan tidaklah gemuk. Sebenernya Santy memiliki dada yang cukup membusung dan pinggul yang menggiurkan pria manapun apabila dia rajin berolahgara dan merawat dirinya dengan sungguh. Santy sudah menjanda selama 2 tahun. Dia di tinggal suaminya yang meninggal karena serangan jantung. Dengan Harta warisan dari suami dan tokonya, cukup membuat Santy hidup dengan tenang berkecukupan.
Saat ini Santy sedang mencoba membangunkan anak semata wayangnya, Henry (18 Tahun). Seorang pemuda yang baru saja lulus dari SMA, yang cenderung agak gemuk, malas dan sangat kecanduan bermain game. Saking kencaduannya, di kadang tidak acuh atas kejadian di sekitarnya, yang ada dalam pikirannya hanya game dan game saja.
Bahkan karena kencaduannya itu, tidak seperti anak-anak yang lain yang seumuran, bukannya sibuk mencari Universitas untuk melanjutkan pendidikan, Henry malah lebih sering bergadang hanya untuk main game.
Tok… Tok… Tok…
“Henry…. Hen… bangun dong sayang, sudah siang iniiiiii!” pinta Santy di depan pintu kamar anaknya sambil terus mengetuk pintu anaknya.
Tok… Tok… Tok…
“Sayang sudah jam 10 lohh iniii, masa masih mau tidur sih” lanjut sang ibu sambil terus mengetuk pintu kamar anaknya.
Tok… Tok… Tok…Tok…..
Hening tidak ada balasan dari anaknya yang masih didalam kamarnya.
“huft…… ni anak kebiasaan deh mentang-mentang baru lulus SMA, malah malas-malasan gini malah gak usaha cari kuliah yang dia mau” batin Santy.
Dengan suara yang lebih keras dan ketukan yang lebih keras DOK… DOK… DOK….“ HENRY BANGUN SUDAH SIANG INI, KOK MALAH MALAS-MALASAN Sih”.
Lalu terdengar suara grasak-grusuk dari dalam kamar anaknya. Tak Lama Kemudian terbukalah pintu kamar anaknya.
Clek….
Terlihat Henry yang masih terlihat berantakan habis bangun tidur. Dengan rambut yang acak-acakan si anak bertanya dengan nada kesal kepada ibunya. “Paan sih Ma !? Kan Henry masih libur habis lulus” keluh Henry.
Lalu Santy menjawab “Lahhhh terus kalau libur kamu bisa malas-malasan terus gitu? “
“Lihat tuh si Andre (18 Tahun), pagi-pagi sudah ngajak mama sepedaan” Lanjut ibunya Henry.
Andre merupakan tetangga dari Santy dan Henry yang masih dalam satu komplek meski rumah mereka tidak bersebelahan. Andre merupakan teman sepermainan Henry, tetapi beda sekolah. Meskipun begitu mereka sama-sama gemar bermain game, tetapi berbanding terbalik dengan Henry, Andre gemar berolahraga untuk menjaga fit tubuhnya untuk tetap prima sehingga terlihat atletis dan menggairahkan kaum hawa. Dan tidak hanya itu berbanding dengan Henry yang pemalu dan pemalas, Andre sangat easy-going terhadap semua orang.
Setelah mendengar omelan ibunya dan selesai mengucek-ngucek matanya, Henry baru sadar kalau ibu masih berkeringat dan sedang memakai pakaian olaharga, sebuah T-shirt putih kebesaran dan legging yang dibalut celana pendek diluarnya. (ane gak nemu ilustrasinya, harap pembaca bisa berimajinasi hehehe intinya buka pakaian ketat. Detail ini penting buat kedepannya ya)
Lalu Henry berkomentar “Oalahhh, tumben si Andre ngajak mama sepedean”
Dengan ketus Santy menjawab “Lahhhh kamu gimana sihhh…., ini kan sudah ketiga kali-nya dalam seminggu ini Mama sepedaan pagi sama Andre”
Dengan cengengesan Henry membalas ketusan ibunya ”Hehe iya ya…. ? Aku gak sadar Mam hehehe….”
Lalu Santy dengan nada kesal dan sambil menoel kepala anaknya “Ishh kamu sih nge-game terusssss, masa gak sadar mama ngapain aja. Padahal kamu juga di rumah loh…..“
“Kan Henry sering mama ajak juga, ehh….giliran diajak kamunya kalau gak lagi maen game paginya atau kamunya masih tidur abis bergadang” omel Santy ke anaknya
“Males aku banget aku sih mam….. Di luar panas pake bangettttt’” keluh Henry sambil menggaruk-garuk lehernya.
Dengan berdecak pinggang “Duhhh… jangan ogahan gitu dong… kan biar kamu sehat juga sayangggg, kamu tuh harus banyak gerak dan kena sinar matahari juga sayang, masa mau di kamar terus sihh” komentar Santy terhadap kebiasan buruk anaknya.
Lanjut omelan Santy “Kamu tuh ya… harusnya juga nemenin Mama tau…. Siapa tau nanti kamu kuliah di luar kota”
“Takutnya jarang ketemu mama nanti, harusnya kita spend time together honey….” ujar Santy sambil mengelus pipi anaknya dan memelas kepada anaknya
Tapi Henry dengan jengkel malah menepis tangan ibunya sendiri. Dan hal itu membuat Sant kaget dan sedit.
“Yaelah….Mam, terserah aku dong Mam, Henry mau ngapain aja toh masih libur juga…” ketus Henry dengan tindakan dan nada yang agak sedikit menjengkelkan di telinga Ibunya.
Santy hanya bisa menghela kecewa dan terdiam menatap anaknya yang barusan menepis tangannya dan ogah-ogahan untuk berolah-raga. “Yauda deh…… terserah kamu mau ngapain aja selama liburan, tapi jangan lupa cari dan daftar kuliah ya sayang…” pinta dan pasrah Santy.
Meski ada rasa kecewa, tapi tetap dengan rasa keibuannya, Santy meminta anaknya untuk sarapan pagi yang sudah disiapkan olehnya. “Oh ya… Hen… tuh ada makanan buat sarapan kamu. Mama tadi beli bubur ayam di warung Pak Joko. At least….. kamu makan teratur dan yang sehat dong sayanggg” lanjut Santy.
“iya… iya….., thanks Mam” Jawab Henry datar.
Di tengah obrolan antara ibu dan anak tersebut, tiba-tiba muncul sesosok pemuda dari dapur rumah Santy dan Henry. Siapa lagi kalau bukan si Andre, jejaka ganteng dan bercharismatic yang baru saja menemani Santy untuk bersepedaan pagi tadi di sekitar komplek mereka.
“Halo broooo….., baru bangun ni hahhaha” sapaan dan tawaan mampir dari mulut Andre.
Terlihat Andre yang berkeringatan yang menenggunakan Jersey Sepeda yang merupakan pakaian ala pesepeda jaman sekarang. Dengan reseleting dada yang terbuka, memarkan badan yang fit dan memiliki six-pack yang dapat memikat wanita manapun. Andre menghampiri pasangan ibu dan anak tersebut lalu bertanya ke Herny “Bergadang lagi ni Hen….?ck.. ck.. ck… Nge-push rank nih?”
Dengan meggaruk-garuk kepala, Henry hanya cengar-cengir mengganguk.
Lalu ejekan datang dari Andre “Sekali-kali olahraga bisa kali brooo…. biar gak tambah bulet gitu badan lo hahaha”
“Hehehe” Cengir Henry atas ejeken temannya itu. Lalu Henry menjawab dengan nada tidak antusias “Males gw bro….., panasss di luar. Enakan naekin rank gw mah”
“Tuhkan Henry lebih mentingin nge-game, sampe gak pernah mau olahraga nemenin mamanya padahal sudah di ajakin juga” omel Santy di depan Andre.
“Wahhhh parahhh……. masa lu gak mau nemenenin nyokap lu juga sih? Durhaka loh hahaha” ejek Andre untuk memana-manasi Santy
Mendengar itu Santy menyahut “Tuh kamu Hen…. dengerin si Andre, durhaka kamu mentingin game daripada mama kamu sendiri….huh…”
Andre manghampir Santy dan berdiri disebelahnya dan menepok dadanya sendiri buk…buk…, Andre berkata “Sudah tante, biar Andre aja yang nemenin sepedaan”
.
“Iya Dre, makasih ya sudah ngajakin dan nemenin tante sepedaan” Jawab Santy.
“Si Henry mending gausa di ajakin lagi ya tante, percuma kan si Henry pasti gak bakal mau dan ngeluh doang….” Lanjut Andre menganjurkan Santy
Dengan mendesah capek, Santy setuju atas anjuran “Hadehh bener kata kamu Dre, Iyaaahh tante juga capek ngajakin anak tante. Bisanya cuma makan tidur makan game doanng”.
Henry hanya bisa terdiam pasi atas omongan Andre dan Santy yang menyindir dirinya. Tidak heran dengan sikap Henry yang diam, di depan Andre dia memang cenderung mengalah atau bahkan takut. Bahkan Henry hanya diam melihat tatapan Andre terhadap ibunya yang cenderung mesum.
Lalu ibunya Henry menyeletuk ke Andre “oh ya Dre, padahal baru tiga kali loh bareng kamu Dre…., tapi sudah bikin nagih aja ya sepedean pagi-pagi gitu”.
“Iya tante, emang bikin nagih kok. Jadi gini tan…… kalau badan kita sudah terbiasa dengan berolahraga nantinya badan kita bakal nagih untuk terus beraktivitas” Jelas Andre.
Sambil menganggukan kepalanya, Santy bertanya “Oh begitu ya….. ? Kamu tahu juga banyak ya soal ginian ya?”
“Iya dong tante, Andre kan dibiasain olahraga sejak kecil dan pas kecil pernah mimpi jadi atlet tapi gak jadi heheh” Jawab Andre
“Hmmm… bener juga sih, tante dulu sering lihat kamu sama papa kamu jogging kalau pagi. Sekali lagi makasih ya Dre, nanti ajak tante lagi ya” timpa Santi
“Sama-sama tante, biar gak hanya sehat dan badannya jadi bagus hehehe” cengir Andre dengan menatap Santy dari atas hingga bawah.
Tetapi Santy tidak menghiraukan tatapan, toh dia pikir maklum seorang pria, dan tidak mungkin Andre punya niat buruk terhadap dirinya. Lalu tanpa sengaja Santy melihat ke bagian bawah Andre, dan melihat ada “sesuatu yang besar” disitu. Santy langsung menolehkan kepalanya melihat kearah lain. Tanpa disadari oleh Santy, Andre tersenyum melihat gelagat dirinya.
Dan yang terjadi adalah bawah ada beberapa detik di keheningan di rumah tersebut, untuk menghilangi kecangungan itu, Santy berseru “Wah bener tuh Dre!!, biar badan tante makin bagus dan langsing juga”.
“Nah bener tante……. makanya besok-besok sepedaan lagi sama Andre ya…” Ajak Andre dengan antusias
“Iya dengan senang hati Dre…. biar tante makin strong dan sehat hihihi.” Jawab Santy semangat dan gembira atas ajakan kedepan tetangganya mudanya.
Henry hanya bisa mendengarkan obrolan antara ibu dan temannya sambil melanjutkan diamnya sambil menggaruk-garukan kepalanya yang tidak gatal itu. Bahkan saking asiknya pembicaraan antara Santy dan Andre, Henry tidak di ajak dari pembicaraan mereka lagi. Oleh Karena itu Henry memutuskan untuk ke meja makan untuk menyantap sarapan yang di belikan oleh mama nya. Meskipun gitu Santy dan Andre tetap terus ngobrol tentang rencana sepedaan mereka di kemudian hari tanpa mengacuhkan Henry. Di saat Santy tidak melihat dirinya, Andre hanya tersenyum dan menatap Henry dengan tatapan merendahkan.
Setelah ngobrol panjang dengan Andre, Santy memutuskan untuk mandi. Lalu sebelum Andre pamitan untuk pulang, dia mengajak henry untuk nge-game “Oh ya Hen, nanti kita kapan-kapan maen bareng push rank ya…sambil pake Dscrd juga ya”
Dengan senang menerima tawaran tersebut, memang pada dasarnya Andre sangat jago maen game juga. “Mayan auto-win nih” Pikir Henry
Lagi game dan game yang berada di kepala Henry, dia tidak sadar hal tersebut yang akan menjatuhkannya ke jurang yang amat dalam.
Apakah jurang tersebut?????
Bersambung
Jam 11.13 WIB
Pov ke-3
Hari Minggu pagi menjelang siang, tiga hari setelah Henry dicerca Ibunya sendiri di hadapan Andre. Hal itu lantas membuat hubungan ibu kandung dan anak kandung tersebut menjadi agak renggang. Henry cenderung menghindari ibunya, supaya dirinya tidak di marahi lagi. Akibatnya Santy memendam sedikit kekecewaan atas perilaku Henry. meskipun begitu dia tetap berusaha menjadi seorang ibu sebagaimana mestinya. Dia tetap berusaha menyemangati dan mengajak Henry untuk lebih aktif dan sedikit mengurangi main gamenya. Tapi apa daya bukannya berubah untuk menjadi lebih baik, Henry tetap tidak mengikuti nasihat ibunya. Tetap saja begadang hanya untuk bermain game. Seperti pada pagi ini.....
“Hoahmmmm……..ah……. aduh duh duh malah krammm gwwww” terdengar geraman Henry yang terbangun dari tidurnya sambil meregangkan badannya tapi malah mengalami kram pada saat bersamaan.
Pov Henry
“Hmmm jam berapa ini ya……” gumamku sendiri. Kugapai handphone-ku untuk melihat jam berapa ini. “Anjir sudah jam 11 aja, mampus nih gw” omelku sendiri.
Ah kalau kayak gini gw pasti kena ceramah lagi deh. Emang kenapa sih kalau gw mau santai aja, padahal masih libur ini.
Ah gimana dong ini gusarku. Setelah berpikir lama akhirnya kuberanikan diri untuk menuju kamar mandi yang terletak di luar kamar ku. Karena aku tidak memiliki kamar mandi pribadi, maka mau tidak mau aku harus mempersiapkan diri untuk menerima amarah mama.
Jam 11.15 WIB
Sambil membawa handuk, kupersiapkan diri untuk memutar gagang pintu kamarku sendiri.
Kuputar gagang itu.
*Cleck….
Aku keluar melangkah dan aku melihat mama yang hendak berdiri dari sofa.
Jam 10.15 WIB (1 Jam Sebelumnya)
PoV Santy
*Bukkk….
“Ah……” hanya berpakain daster berlengan pendek kuhempaskan pantatku ini di sofa ruang tengah yang cukup empuk ini, lumayan pikirku untuk mengistirahat tubuhku sebentar setelah tadi pagi jalan keluar pagi ama Andre. Kemudian kulihat jam di dinding, lalu kuperhatikan pintu kamar anakku. Dalam hati aku merasa sangat heran, kapan anak itu berubah sihhhh. Bikin pusing dan stress saja pikirku. Ah daripada aku puyeng mikirin dia, mending aku cari kegiatan lain dulu ah. Lalu aku teringat anjuran Andre tadi pagi untuk membeli perlengkapan-perlengkapan bersepeda. Hmmm, kayaknya aku harus coba browsing di toko online.
Jam 11.10 WIB
“Fiuhhhh……” Desahku.
Wahhh gilaaaa pikirku, setelah ku mengecek di berbagai toko online ternyata susah juga ya mencarinya. Tidak segampang yang aku kira.
Sambil ku berpikir gimana cara untuk memperoleh barang-barang tersebut ya, akhirnya kuputuskan untuk me-ngechat Andre saja.
“Dre….” ketikku di aplikasi chattingan yang hijau di Handphone-ku.
*Ting….
Tak lama kemudian dia membalas pesanku “ya tante ada apa?” balasnya.
“Tante ada problem nich…….” jawab ku.
*Ting….
“Loh ada masalah apa tan????” balas dia sangat cepat dan menurutku terlihat was was.
Hiihihi lucu sekali si Andre ini, terlihat khawatir banget sama aku. Lalu ku berkeluh “Ini lochhhh, tante kok gak nemu-nemu sih gear-gear yang kamu suruh cari di olshop”.
*Ting…
“Oalah kukira ada apa tan….. bikin kaget ajaaaa si tante mahhhhh” jawab dia dengan lega. “Hiihihihi” sampai membuatku tersenyum dan tertawa sendiri. Lucu juga menggoda pemuda ganteng ini.
Ehhhh kok aku menganggap dia ganteng ya. Tapi memang rupawan si kalau dilihat-lihat, tanpa sadar aku membayangkan dia disertai dengan gigitan bibirku ini. Sudah ganteng, badannya bidang, lucu, baik lagi..…. gak kayak Henry bahkan mendiang suamiku
Termenung dalam imajinasiku di siang bolong ini tiba-tiba…
*Ting….
Tiba-tiba dia ngechat lagi “kalo gitu mendingan kt cari di toko sepeda xxxx” kubaca saran dia. “Kita?” batinku bertanya.
Lalu segera kubalas dia “emang km mau nemenin tante nyariin barangnya?”
*Ting…..
“Mau dong tante” Balas dia lagi
Lalu kupikir dalam hati, apa aku ajak dia hari ini saja ya. Ah kucoba iseng bertanya sama dia “Kalau hr ini gmn Dre?”
*Ting….
“Ehmmm…. emangnya tante Santy sayang yang cantik ini gk capek? kan td pagi sudah sepedaan sama Andre” kubaca chat dari Andre yang sepertinya bernada khawatir dan aku digombalin pula. Sedikit ada rasa senang dari pujian itu, aku juga senang kalau ada masih yang care sama aku.
“Dihhhh km yaaa… Dre sempet-sempetnya gombalin tante” Ledekku
“Gak samsek loh…… sejak sering bersepeda sama kamu dan minum susu protein dari kamu, tante jadi gak gampang capek” jelasku
*Ting….
“Wahhhh bgs dong tante, tuhkan kelihatan maanfat dari olahraga sama Andre dan minum susu protein dari Andre” seru Andre di chatnya
*Ting….
Belum aku mampu memberi respon, dalam waktu sepersekian detik tiba-tiba Andre ngechat lagi “oh ya rasa susunya gimana tan???”
Setelah kubaca chat dari dia barusan, kutepuk daguku dengan jariku ini. Aneh pikirku kan dia yang ngasih aku, harusnya dia tahu rasanya juga dong.
“Lahhh gmn sih Dre masa kamu gak tahu rasanya sendiri” tanyaku balik ke dia.
Agak lama dia membalas chatku, kira-kira 3 menit kemudian baru dia membalas “hehehe gak kok tan, takutnya pas aku kasih ke tante sudah basi…. Gitu tan”.
“Oalahhhh gak basi kok…. buktinya sudah 5 botol dalam 2 minggu ini kamu kasih, tante gak kenapa2 tuchhh”.
“Yang ada tante malah nagihhhh, enak dan bikin sehat sih susunya”.
“Dan rasanya manis gurih-gurih gitu Dre, tante suka bgttttt” tambahku
*Ting
“Heheheh” tawa dia dalam chat
“Hihihi….. oh ya susu protein-nya merek apa ya Dre? Biar tante siap sedia dirumah” tanya ku
*Ting…..
“Wah itu resep keluarga tante….., gak dijual dimana pun”
“Oh gitu yaa……” jawabku mengerti.
“Padahal enakloh…., kenapa gak di jual ke pasar-pasar gitu Dre?”
*Ting….
“Wah susah tante buatnya, soalnya butuh waktu lama bgt buat ngocoknya susu apalagi kalau gak dibantuin…..”
*Ting….
“Tapi kalau memang tante mau bgt, biar Andre siapin deh buat tante….”
*Ting….
“Dan gratis loh buat tante” tambah dia menawarkan
“Ehhhhhh bnr nih gratis buat tante?? Makasih ya Dree….” balasku tak lupa kusertakan emoticon kiss juga.
“Oh ya, trs gak apa2 kalau hr ini km nemenin Tante?” Khawatirku takut mengganggu quality time dia bersama keluarganya atau kekasihnya. Meskipun begitu aku harus tetap sadar Andre hanya tetanggaku, aku tidak boleh egois dan memaksa dia.
Sebelum dia menjawab, aku coba pastikan ke dia lagi perihal pacarnya “Emangnya kamu gak ada acara keluarga gitu ??? atau jalan sama pacarmu si Aya?” Tanyaku di chat-an kami.
*Ting….
Dia balas “Pacar Andre tuh Ara tante, bukan Aya dan aku lagi gak ada rencana apa-apa ama yayangku kok dan ortuku kan juga lagi keluar negeri”
*Ting….
“Kan papa sama mama Andre, 1 minggu lalu pamitan sama tante kalau mau keluar negeri”
Jelas dia mengingatkanku.
“Oalahhhh namanya Ara toh, hihihi namanya mirip sih dengan Aya. Oh ya ya tante lupa kalau mereka keluar negeri hihihi” kujawab dengan malu atas kelupaanku.
“btw bener ni ya gpp kalau hari ini?” tanyaku memastikan
*Ting….
“Gpp kok Tan, apa sih yg gak buat tante hehehe” canda Andre melegakan hati ku, berarti bisa pergi hari ini sama Andre. Entah kenapa girang rasanya hati ku, mungkin karena ada aktivitas yang dapat sedikit melupakan kekecewaanku terhadap Henry.
*Ting….
Dan Andre langsung mengajakku “Yukkk tante, skrng aj ya biar sekalian makan sianggg juga.”
*Ting….
“Pakai mobil aku aja yaaaa tante” tawar Andre di chat.
“Ok dechh yuk, tante dandan ya dulu ” balasku
“kira -kira 20 menit ya Dre”.
*Ting….
“Ok tan” lanjut dia mengakhiri chat
Setelah selesai chat-an dengan Andre, dan saat aku hendak berdiri terdengar suara pintu terbuka.
*Clek……
Bersambung
Kulihat Henry keluar dari kamar sambil menenteng handuk, dan kami terdiam saling tatap-tatapan. Eh tapi tunggu…. kenapa tatapan Henry lambat laun turun menjauh dari mataku. Yahh dia malah melihat ke arah dadaku dan itu cukup lama. Bukan hanya malas ternyata anakku ini, tapi juga kurang ajar sama ibunya sendiri.
Ya harus kuakui sejak sering beraktivitas bareng Andre, ada sedikit perubahan dalam tubuhku. Dada dan pinggulku jadi lebih menonjol dan membentuk. Padahal belum lama aku sepedaan sama Andre, tapi efeknya sangat luar biasa. Perubahan yang kualami ini semakin membuatku semangat untuk beraktivitas dan menghabiskan waktu dengan Andre. Ya, itu jauh lebih baik daripada stress di rumah mikirin Henry terus.
Henry tersadar kalau aku telah memergoki dia yang baru saja menatap lama ke dadaku, Aku lihat muka anakku yang berubah menjadi ketakutan dan tambah pucat. Pasti dia takut dimarahi lagi. Ahhhh tapi sudahlah, aku sudah capek, kudiamkan saja dia mending aku siap-siap untuk pergi sama Andre.
PoV ke-3
Setelah terjadilah tatapan yang canggung dan dingin antara anak dan ibu tersebut, Henry melihat ibunya beranjak dari sofa ruang tengah tanpa berkomentar apa-apa, kemudian Santy masuk ke kamarnya sendiri. Henry terlihat menghela napas dengan lega dan melanjutkan langkahnya ke kekamar mandi.
PoV Santy
*Clek…..
Masuk aku kekamar meninggalkan Henry yang pucat di ruang tengah, langsung tanpa membuang waktu aku langsung merias wajah dengan make-up natural saja. Toh pikirku cuma jalan-jalan biasa serta belanja di toko sepeda, jadi gak perlu yang fantastis.
Tapi aku teringat perkataan Andre tadi pagi ketika istirahat dari bersepeda. “Tan, merasa ada yang berubah dari body tante gak?” dia bertanya seperti itu padaku, spontan aku melihat diriku sendiriku “Iya loh…. Dre, gak cuma turun berat badan tapi sepertinya pinggul sama dada jadi bagus dan sexy nichh” jawabku yang tanpa sadar mengucapkan kata sexy di depan dia dan disaat bersamaan aku melenggok-lenggokan badanku didepan dia yang terlihat sensual. Aku tersadar dan jadi malu sendiri atas perbuatanku sendiri, karena aku melakukannya di depan Andre.
Lanjut dia menganjurkan aku untuk berpakain yang lebih cocok dengan tubuhku yang sekarang agar terlihat lebih modis dan menarik. Sepertinya memang menarik dan menyenangkan untuk memakai pakaian yang lebih kecil dan sexy, tapi apakah pantas aku berpakaian agak ketat di umur segini dan juga di depan seorang pemuda, yang bukan siapa-siapa. Aku timang-timang segala resiko yang ada. Ah cuma hal sepele ini gak perlu dipikir keras. Setelah bimbangku pudar, aku mencoba mecari pakaian ku yang lama.
Akhir kutemukan legging hitam yang tidak begitu ketat. Segera kupakai, berjalan menuju ke cermin besar di kamarku.
“Hmmm….:” gumamku disertai memutar-mutar badanku sendiri di depan cermin. Cocok sih, tapi setelah perhatikan lagi ternyata celana dalam ku agak sedikit nyeplak, jadi membuatku bimbang lagi.
“Aghhh…. ya sudahlah” desahku setelah mengambil keputusan untuk tetap memakai legging, toh Andre sudah menyuruh aku untuk menyesuaikan pakaian yang akan aku pakai kedepannya. Aku harus memberanikan diri untuk
Ketika sudah selesai mempersiapkan diri aku berseru sendiri “Sip…. semua beres”. Tinggal menunggu dijemput Andre pikirku.
Jam 11.17 WIB
Pov Henry
Tadi pas aku keluar dari kamar aku menatap mata mama, tapi tahu-tahu mataku langsung menuju ke bagian tubuh mama yang menonjol itu. Lagian laki-laki mana sih yang gak bakal kepancing untuk melihat tonjolan seperti itu. Dan bodohnya aku, mama tahu kalau menatap memandangi payudaranya. Alih-alih marah menegurku dia hanya diam, lalu melengos menuju ke kamarnya sendiri. Lega hatiku, kupikir bakal menadi bulan-bulanan mama.
Tapi setelah kuperhatikan mama jadi lebih cantik dan ceria ketimbang dulu. Dan entah kenapa body mama menjadi macam magnet untuk mataku. Hebat juga Andre, dia ini ngapain mama ya kok bisa jadi gitu ya badannya.
Hmmm selain membentuk badan mama menjadi sexy. Sepertinya selain itu aku harus berterima kasih sama Andre juga, soalnya gara-gara dia mama jadi sibuk dan gak mengganggu aku nge-game. Dengan kata lain temanku itu menjadi alat distraksi bagi mama, yang tidak lagi mengganguku.
Dalam waktu 15 menit, ku selesaikan mandi. Kemudian aku keluar dari kamar mandi dan kulihat mama berdandan dan berpakain legging hitam yang tidak terlalu ketat serta kaos hitam. Hmmm tidak biasanya mama pakai legging kalau kuingat-ingat. Dengan heran ku bertanya kepada mama, “mau kemana Mam siang-siang gini?”
Kulihat Mama menoleh dan tersenyum lalu menjawab “mama dijemput dan jalan sama Andre ke toko sepeda di xxxxx”
“Hahhhh, Mama mau jalan sama Andre ?” kagetku
“Iyahhh, emang kenapa ? gak bolehhhh ?” sergah mama sewot
“Oh ya Hen……, Mama gak bisa ambil game-game kamu ya, kamu kan sudah dewasa harusnya sadar diri” jelas mama kulihat yang wajah tadinya tersenyum berubah menjadi datar.
Aku hanya bungkam dan tak menggubris kata-kata mama, toh untung di aku pikirku liburan masih panjang jadi aku bisa sepuas-puasnya main.
Setelah berkata seperti itu mama pergi menuju ke depan untuk menunggu di jemput Andre. Lalu aku menuju kamar dan aku duduk di depan komputer-ku. Dan aku berpikir kok aneh juga ya si Andre bukannya jalan sama pacarnya, si Ara malah mau nemenin mama.
Lalu aku chat Andre “Dre Dre Dre”
*Ting
“paan Hen?”
“Lu mau jalan ama nyokap gw??”
*Ting
“Iya bro, nich gw lagi mau jemput nyokap loe? napa emang ? gak suka ?” bacaku hmmm sepertinya chatnya Andre agak sewot pikirku. Ah paling cuma candaan biasalah pikirku.
“Aneh amat lu sih bro, masa jalan-jalan ama emak-emak bukannya ama cewek cantik”
Kemudian Andre membalas chatku *Ting…. “terserah gw dong mau ngapain, lu siapa emang ngelarang-larang gw”
Aku kaget dengan jawaban Andre, tapi aku lebih memilih diam.
*Ting……
Ada chat masuk lagi dari Andre, dia bertanya “kalau nyokap lo gw jadiin pacar gw gmn broww, lu mau ngelarang juga hah??”
Dihhh aneh amat pertanyaan-nya pikir ku, namun aku tak pedulikan lagi lebih lanjut. “Yauda Dre, terserah lo dehh” Balasku
“Dah lu tenang aja Hen dirumah ya. Mending lu sana nge-push rank lagi biar sama rank lu kayak rank-nya gw”
“Biar nyokap lo nikmatin jalan-jalan sama gw ya!” Lanjut dia chat.
Aku tidak membalas chat-nya lagi. Lebih aku main aja pikirku. Lagipula aku jadi bebas untuk main.
Jam 11.23 WIB
Pov ke-3
Terlihat Santy yang sedang duduk di kursi yang terdapat di teras rumahnya. Sebenarnya dia tidak sabar untuk keluar dari rumah untuk menghabiskan waktu tanpa memikirkan anaknya. Apalagi kalau jalan sama Andre, entah kenapa membuat hatinya senang. Aneh pikirnya kenapa dia bisa gembira, apakah karena Andre perhatian terhadap dirinya.
Pada saat Santy sedang termenung. Tiba-tiba….
*Tinnnnn…..
Suara klakson mobil Andre
Andre telah datang untuk menjemput dirinya. Dengan jendela mobil yang terbuka Andre berteriak ke arah Santy “Ayo Tant… Cusss kita”
Lalu santy membalas sahutan itu “Eh Dre, yukkk”
Terlihat Santy naik mobil Andre dan mereka pergi menuju…….
BERSAMBUNG…..