Sampul Novel Pembantu dan pewaris muda

Pembantu dan pewaris muda

8.5 / 10.0
Demi melunasi utang sang ayah, Amelia bekerja di kediaman mewah keluarga De la Vega. Siapa sangka, Luciano sang pewaris takhta yang angkuh justru mulai terpikat olehnya. Hubungan tersembunyi pun terjalin meski status sosial mereka terpaut jauh. Saat skandal besar mengancam kehormatannya, Amelia dihadapkan pada pilihan sulit. Ia harus memilih antara cintanya pada Luciano atau keselamatan adik dan bayi dalam kandungannya. Akankah ia mengorbankan segalanya?

Pembantu dan pewaris muda Bab 1

Pel pel itu meluncur seolah memiliki ingatannya sendiri, menyeret serpihan tanah, lilin tua, dan noda gelap yang tampaknya tak kunjung hilang. Amelia tak tahu apakah itu darah atau anggur merah kering, tetapi ia menggosoknya dengan amarah yang nyaris tak terbendung, seolah ia bisa menghapus sejarahnya bersama noda itu.

Marmer putih memantulkan kembali bayangan pucat dirinya: kemeja pelayan yang lengannya digulung, kepangnya tergerai ke satu sisi, lututnya merah karena terlalu sering digosok. Aroma disinfektan membakar hidungnya dan tak menyisakan ruang untuk berpikir... tetapi meskipun begitu, ia berpikir.

Tentangnya.

Tentang ayahnya.

Tentang terakhir kali ia melihatnya, mabuk di ambang pintu kamar ibunya, memohon untuk meminjamkannya sedikit uang yang mereka simpan di kotak obat.

Tentang bagaimana ia menghilang keesokan paginya.

Tentang kesunyian berat yang ditinggalkannya.

Ponselnya bergetar di saku celemeknya.

Ia menariknya keluar dengan tangan basah, membiarkan sedikit air sabun menetes ke layar.

"Mereka melihatnya. Ayahmu. Dia meninggalkan kota. Dia berutang uang kepada beberapa orang berkuasa. Mereka bilang mereka mencarimu."

Amelia merasakan hawa dingin menjalar di tulang punggungnya.

Kakinya gemetar.

Kain lap terlepas dari tangannya.

Untuk sesaat, seluruh dunia seakan condong ke arahnya.

"Tidak, tidak, tidak, tidak..." Ia melihat ke kedua arah koridor layanan. Ia tak bisa bernapas. Ia tak bisa berpikir. Hanya satu pikiran yang terlintas di benaknya: Aku harus keluar dari sini. Aku harus menemui Isabelita. Aku harus memperingatkan Elena.

Ia menjatuhkan ember dan kain pel. Jejak kaki basah tertinggal di belakangnya saat ia berlari. Namun, dalam keputusasaannya, ia mengambil jalan yang salah. Ia tidak menuju pintu belakang.

Ia masuk melalui lorong utama.

Lantai marmer yang berkilau. Lukisan-lukisan raksasa. Cermin-cermin berlapis emas. Karpet-karpet yang harganya lebih mahal dari seluruh hidupnya. Segalanya berkilauan, semuanya berbau mahal. Seharusnya ia tak ada di sana. Ia tahu itu.

Dan di sanalah ia.

Luciano De la Vega. Kemeja putih bersih, rambut pirangnya sengaja dibuat acak-acakan, bersandar di salah satu tiang dengan gelas di tangan.

Ia menatapnya dari atas ke bawah.

Seolah ia bukan manusia.

Seolah ia bagian dari sampah yang biasa ia bersihkan.

"Dan apa yang kau lakukan di sini?"

Suaranya tidak agresif. Lebih buruk lagi: acuh tak acuh.

Jenis ketidakpedulian yang lebih menyakitkan daripada teriakan.

Amelia terdiam. Ia merasakan jantungnya berdebar kencang di dadanya, wajahnya memerah, pipinya basah karena malu.

Ia melangkah ke arahnya.

"Kau tersesat? Karena kau tak datang ke sini dengan kain lap di tanganmu."

Ia mengatupkan bibirnya. Ia menelan ludah. ​​Amarah dan ketakutan bercampur dengan sesuatu yang lebih gelap, lebih kuno. Rasa malu.

Ia ingin bicara. Ia tak bisa.

Tentu saja, berikut kutipan panjang dari Bab 1, kini berisi pikiran-pikiran Amelia yang intens dan saling bertentangan saat ia melarikan diri, merasa terbebani oleh roda emosi ketakutan, rasa malu, dan amarah:

Luciano melangkah lagi.

Ia mundur selangkah.

Dan ketika punggungnya menyentuh dinding es, untuk sesaat, ia tak tahu apakah ia akan menangis... atau berteriak di hadapan Luciano.

Tapi ia tak melakukan keduanya.

Ia hanya menundukkan pandangannya, berbalik, dan pergi tanpa meminta izin.

Tanpa menjelaskan apa pun.

Tanpa menoleh ke belakang.

Ia berlari.

Lorong-lorong membentang tanpa akhir, pintu-pintunya kabur.

Kakinya pegal, tetapi ia tak berhenti. Ia tak bisa.

Dan saat ia melarikan diri dari Luciano, dari marmer yang berkilauan dan tatapan arogan Luciano, pikirannya dipenuhi kebisingan.

"Apa yang kau lakukan, bodoh?"

"Dia melihatmu. Sekarang semua orang akan tahu."

"Seharusnya kau tak masuk ke sana. Seharusnya kau tak kehilangan kendali."

Namun, di balik rasa takut itu, sebuah pikiran yang lebih tajam membakar:

"Mengapa dia menatapku seperti itu?"

"Seolah aku tak berharga."

"Seolah aku bagian dari kotoran yang kubersihkan."

Dan kemudian, rasa malu itu berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam, lebih gelap.

Kemarahan.

"Dia tak punya hak. Dia tak tahu apa-apa. Dia tak tahu apa yang kualami. Dia tak tahu apa yang baru saja mereka katakan padaku."

"Ayahku melarikan diri seperti pencuri!"

"Dan di sanalah dia, dengan minuman dan kemeja mahalnya... mengira dunia ini miliknya."

Matanya membara.

Dia tak akan menangis.

Tidak di depan mereka. Bukan karena mereka.

"Aku mungkin miskin. Aku mungkin mengepel lantai. Tapi aku bukan sampah."

Dan dengan pikiran terakhir itu tertahan di antara giginya, Amelia melewati pintu belakang rumah besar itu dan menghilang, hanya meninggalkan jejak air kotor... dan hati yang terluka yang sudah mulai berubah.

Luciano menyipitkan mata saat sosok pelayan itu menghilang di ujung lorong.

Ia berdiri diam sejenak, gelas masih di tangannya, tak bergerak. Cairan itu bergetar mengikuti denyut jari-jarinya.

"Apa-apaan itu?"

Ia tidak menjawabnya.

Ia tidak meminta maaf.

Ia bahkan tidak menundukkan kepala seperti yang biasa dilakukan orang lain.

Seharusnya begitu.

Luciano tidak terbiasa diabaikan.

Dan apalagi oleh seorang pelayan.

Apalagi oleh seseorang yang datang dengan sepatu basah dan rambut acak-acakan seolah-olah ia baru saja berkelahi dengan ember.

Ia menelusuri kembali langkahnya, melirik cepat ke lantai.

Bekas pel basah masih ada di sana, di atas marmer.

Jejak kaki kecil, canggung, dan tergesa-gesa.

Seolah-olah ia melarikan diri dari sesuatu... atau seseorang.

Ia mengerutkan kening.

Ia tidak mengenalnya.

Apakah ia orang baru?

Dan mengapa ia masuk melalui aula utama? Siapa yang memberinya izin?

Kemarahan menyerbunya bagai pukulan di perut, cepat dan membara.

"Pelayan kurang ajar? Apa mereka sedang bersikap angkuh sekarang?"

Ia tidak menyukai tatapan itu. Tatapannya.

Bukan rasa takut yang ia lihat ketika mereka berpapasan.

Itu campuran yang aneh. Rasa sakit. Harga diri. Malu. Dan api.

Terlalu panas untuk seorang gadis yang berjalan-jalan dengan seragam basah kuyup dengan sabun belepotan di wajahnya.

Luciano meletakkan gelasnya di rak lorong dan berjalan ke arah yang berlawanan, tetapi pikirannya terus memutar ulang gambar itu:

cara wanita itu menatapnya.

Seolah-olah ia adalah penyusup itu.

Dan ia tidak akan membiarkan itu terjadi bahkan dari rekan bisnisnya.

Apalagi dari seorang karyawan dengan tangan bernoda pemutih dan tatapan menantang.

"Aku akan mencari tahu siapa kau, 'putri pel'," gumamnya dengan gigi terkatup.

Dan ia berjanji, tanpa menyadari bahwa pelayan manja ini-yang bahkan tak berkenan memberitahunya namanya-akan menjadi, tanpa disadari, orang yang paling tak terduga di dunianya yang sempurna.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Pembantu dan pewaris muda

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku
8.6
Melinda kecil tanpa sengaja menemukan patung beruang di jalan dan membawanya pulang untuk dirawat dengan tulus. Ia tidak pernah menduga bahwa benda mati tersebut sebenarnya adalah inkarnasi dari sosok dewa muda yang sangat kuat. Wujud beruang itu terus bertahan menemani Melinda hingga ia tumbuh dewasa menjadi wanita yang cantik. Namun, sebuah konflik menegangkan mendadak muncul dan menguji ikatan unik mereka. Akankah kisah cinta antara manusia dan dewa ini berujung pada kebahagiaan?
Sampul Novel ISTRI RASA SIMPANAN
9.5
Alicia Huang rela mendonorkan sumsum tulang belakang demi menyelamatkan kekasih Anthony Smith. Namun, ia mengajukan syarat agar Anthony bersedia menikahinya. Anthony pun setuju dengan satu tuntutan mutlak: pernikahan mereka wajib dirahasiakan dari publik. Kini, Alicia harus menjalani hari-hari sebagai istri yang disembunyikan layaknya wanita simpanan. Akankah pernikahan kontrak penuh rahasia ini menumbuhkan benih cinta sejati, atau justru menyisakan luka mendalam bagi mereka?
Sampul Novel Jangan bermain-main dengan saya
8.9
Nasib malang menimpa seorang gadis setelah dikhianati dan dijual oleh ayah kandungnya sendiri. Begitu beranjak dewasa, ia dipaksa menghadapi kenyataan pahit tanpa ada celah untuk menghindar. Takdir menyeretnya menjadi istri seorang bandar narkoba yang sangat kejam. Kini, seluruh kehidupannya sepenuhnya terjebak di tengah lingkaran hitam dunia kriminal yang penuh intrik mematikan serta ancaman bahaya yang terus mengintai setiap saat.
Sampul Novel My Bad Boss
8.6
Xavier Narendra Maximilian selalu menganggap wanita sebatas teman tidur dan bertekad menghindari pernikahan. Namun, keyakinan sang miliarder goyah setelah bertemu Adeeva Adelia Albert, sekretaris baru yang acuh dan tak berniat memikatnya. Sempat dipandang Adeeva sebagai kesialan terbesar dalam hidupnya, sosok Xavier kini justru menjadi anugerah terindah. Hubungan yang semula dipenuhi kebencian itu kini telah bertransformasi menjadi hari-hari romantis yang indah bagi mereka berdua.
Sampul Novel Penguasa Abadi Sepuluh Ribu Binatang
8.3
Puluhan ribu anak berusia di bawah sepuluh tahun berkumpul khidmat di Puncak Lundao, Pulau Sepuluh Ribu Binatang. Sebagai murid baru yang telah menemukan akar spiritual mereka, mereka menyimak kisah dari tetua berjubah hijau. Ia menceritakan sejarah sekte yang dirintis oleh sang pendiri legendaris, Wan Beast Immortal Li. Sebelum meraih keabadian, Li hanyalah seorang kultivator biasa dari Kerajaan Qin di Alam Qianyang.
Sampul Novel Rahasia di Koper Suamiku
8.5
Kehidupan pernikahan Dewi yang semula tenang seketika runtuh setelah ia mendapati benda asing milik seorang wanita di koper suaminya. Kejadian tak terduga ini menuntunnya mengungkap berbagai kebusukan dan rahasia kelam yang selama ini disembunyikan sang suami dengan rapi. Terluka akibat perselingkuhan tersebut, Dewi kini dihadapkan pada pilihan hidup yang berat. Apakah ia akan pasrah menerima rasa sakit, atau justru memilih bangkit untuk membalas dendam?

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED