"Aku mohon, menikahlah dengan Anakku,"
"Tapi Tante, Anak Anda sudah beristri. Saya tidak mungkin menjadi duri dalam rumah tangga mereka,"
"Tidak ! Menantuku itu tidak bisa mempunyai Anak. Aku sudah tua, sudah waktunya menimang cucu tapi sampai sekarang Dia belum juga memberiku cucu. Aku mohon, Aku sudah menolong Ibumu dulu jadi anggap ini sebagai balas budimu,"
"Saya akan pikirkan lagi nanti,"
✨✨
Beberapa jam lalu Kayla baru saja melakukan janji suci pernikahan dengan Anak seorang pengusaha kaya raya yang dulu membantu keluarganya nya.
Kayla Pratama adalah seorang yatim piatu. Ayahnya meninggal sejak Dia masih berumur 3th, sedangkan Ibunya meninggal 3 tahun yang lalu saat usianya menginjak 22 tahun. Ibunya meninggal karena sakit kanker yang dideritanya sejak lama. Untuk pengobatan Ibunya dulu, keluarga yang saat ini jadi mertuanya itulah yang membantu semua biayanya dan itu membuatnya merasa berhutang budi sekarang.
Selama 3 tahun ini Kayla hanya hidup sendirian mengingat dia Anak tunggal. Gadis itu bekerja keras untuk memenuhi kebutuhannya. Pagi bekerja di kedai dan malamnya di mini market.
Menikah dan menjadi istri kedua sama sekali tak pernah terpikir Oleh nya. Ia tidak menyangka hidup nya akan berakhir seperti ini.
"Ekhem," suara deheman seorang Pria mampu membuyarkan lamunan Kayla yang sejak beberapa menit lalu hanya duduk diam dipinggir ranjang. Ngomong-ngomong Gadis itu sekarang sedang berada disalah satu kamar hotel, tempat dimana pesta pernikahannya di gelar beberapa jam yang lalu.
"Kamu tidak ingin mandi ?"
"Apa? A-aku lupa membawa baju ganti," Ucap Naya pelan namun mampu didengar oleh Raga, Suaminya.
"Kamu tidak melihat isi lemari ? Ada banyak baju disana. Aku rasa ada baju untuk mu juga,"
Tanpa mengucapkan sepatah kata apapun Naya beranjak menuju lemari pakaian yang letaknya tidak jauh dari ranjang. Gadis itu mengambil sepasang piyama sebelum akhirnya masuk kedalam kamar mandi.
✨
Sudah lebih dari 15 menit sapasang pengantin baru ini hanya saling diam tanpa mengucapkan suara apapun. Benar benar sangat canggung. memang keduanya kini sedang tidur berdampingan diranjang namun mereka merasa seakan ada tembok tinggi yang jadi penghalang diantara mereka.
Mereke menikah atas dasar perjodohan, bahkan mereka hanya bertemu sekali sebelum menikah dan sekarang tiba tiba menjadi sepasang suami istri tanpa mengenal satu sama lain terlebih dulu. Jadi mereka sama -sama bingung harus bersikap seperti apa.
"Mama menginginkan cucu. Aku sudah menikah lebih dari 2 tahun tapi belum juga bisa memberinya cucu. Aku sedikit merasa bersalah padanya tapi Aku juga tidak bisa berbuat apa-apa. Maaf jika Kamu harus terseret dalam masalah ini,"
Kayla menoleh begitu mendengar suaminya mencoba untuk membuka percakapan.
"Kalau Kamu merasa tak nyaman dengan pernikahan ini, Katakan saja. Aku tahu Kamu pasti merasa tertekan dan terpaksa,"
"Kamu benar," 2 kata itu akhirnya keluar dari mulut Kayla . "awalnya Aku merasa sangat tertekan saat Mamamu memintaku untuk menjadi istri kedua dari anak nya. Aku bahkan hampir ingin mengakhiri hidupku karena berada di situasi yang sama sekali tidak aku inginkan. Tapi setelah Aku pikir dengan baik, Aku pikir ini jalan tuhan untuk hidup ku. Wanita miskin sepertiku sangat susah mencari pendamping hidup, ditambah wajahku yang pas-pas an. dengan menerima pernikahan ini Aku rasa ini jalan yang tuhan kasih agar Aku tidak selamanya hidup sendiri. Mamamu adalah orang yang sangat baik, jadi Aku pikir anaknya juga pasti sama baik nya. Itulah alasan kenapa Aku menerima pernikahan ini dan Aku akan mencoba menjalani semua ini,"
"Apa kamu tahu akibat dari perjanjian ini ?"
"Aku tahu. Setelah Aku hamil dan melahirkan nanti, Kamu akan menceraikanku. Iya kan ?" tanya Kayla dengan suara yang bergetar. Jangan lupakan matanya yang sudah berkaca-kaca.
"Itu artinya setelah semua ini berakhir, Kamu akan kembali sendiri. Apa Kamu tidak Memikirkan itu ?"
Kayla diam, ya dia bodoh karena tidak berfikir lebih jauh. Setelah melahirkan nanti, dia akan diceraikan dan hak asuh anak akan ada di tangan keluarga mertuanya.
"Aku bukan pria baik seperti yang Kamu pikirkan, dan Aku juga bukan pria jahat yang tega memisahkan Ibu dari anaknya. Walaupun nanti Aku akan mengambil hak asuh anak kita, Aku tidak akan melarangnya untuk menemui mu kapanpun dia mau,"
✨✨
"Bibi, Kamu sudah menyiapkan semuanya kan ? semua masakan yang Aku perintah sudah kamu buat kan ?" tanya nyonya Monika pada salah satu pelayannya.
"Sudah Nyonya. Semuanya sudah siap,"
"Bagus. Pokoknya nanti kalau anak dan menantuku datang. Kalian semua harus menyambutnya dengan baik. Mengerti kan ?"
"Baik Nyonya,"
Nyonya Monika terlihat sangat bahagia menunggu kedatangan anak dan menantu baru nya datang kerumah. Bahkan sejak subuh dia sudah bangun untuk mempersiapkan semuanya.
"Ckk kenapa harus disambut seheboh ini sih ? Benar-benar menyebalkan Nenek tua ini," gumam Celline, Istri pertama Raga.
"Nyonya, Den Raga dan Istrinya sudah datang," Sahut salah satu pelayan dirumah mewah itu.
"Selamat pagi," Sapa Kayla yang baru saja datang bersama Raga.
Melihat Anak dan Menantunya datang, Nyonya Monika langsung menghampiri keduanya. Wanita paruh baya itu terlihat sangat bahagia melihat kedatangan mereka "Ya ampun menantuku yang cantik. Bagaimana malam pertama kalian, Apa menyenangkan?" Tanyanya to the point membuat Raga dan Kayla saling melirik satu sama lain.
Tuan Brama yang tak lain adalah Suami Nyonya monika serta Ayah dari Raga pun akhrinya bersuara begitu mendengar pertanyaan Istrinya yang terkesan frontal itu. "Sudahlah lebih baik kita makan sekarang," Sahutnya.
Selama di meja makan, Celine terus mencoba melayani suaminya. Kayla yang melihat hal itu pun hanya diam karena itu adalah hal yang wajar mengingat Celine adalah Istri pertama dari suaminya.
"Naya, Ayo makan yang banyak sayang. Anggap saja seperti dirumah sendiri. Mulai sekarang kamu akan tinggal bersama kami disini,"
Mendengar sang mertua mengatakan jika Kayla akan tinggal disini membuat Celine langsung bersuara "Ma, Kenapa dia harus tinggal disini?"
"Memangnya kenapa ? Kayla juga istri Raga, jadi dia berhak tinggal disini,"
"Dia hanya istri kedua. Ma, Aku sudah membiarkan Mama menikahkan Raga dengan wanita jalanan itu tapi sekarang Aku tidak akan membiarkan wanita itu tinggal disini juga !"
"Celine pelankan suaramu !" bentak Raga tidak suka ketika Istrinya itu berbicara dengan nada tinggi pada Orang tuanya. "Mama benar, Mulai sekarang Kayla akan tinggal disini. Suka tak suka Kamu harus menerimanya,"
Merasa sangat kesal, Celine membanting kedua sendok nya diatas piring sebelum kemudian melangkahkan kakinya pergi dari ruang makan. Raga yang sudah ingin mengejarnya sudah lebih dulu ditahan oleh Mamanya.
,,,,,,,,,,,,,
"Maafkan perkataan Celine tadi,"
Kayla terkejut saat tiba-tiba Raga datang ke kamarnya. Ah lebih tepat nya kamar mereka.
"Jangan terlalu diambil hati. Dia memang seperti itu. Sebenarnya dia orang yang baik jadi kamu tidak perlu khawatir,"
Kayla hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Malam ini Aku tidur bersama Celine. Tak apa kan ?"
Lagi, Kayla hanya mengangguk sebelum suaminya itu keluar dari kamar.
Kayla hanya bisa diam pasrah saat Raga mengatakan akan tidur bersama Celine malam ini. Ada sedikit rasa tak rela tapi Ia sadar karena Ia hanyalah istri kedua. Kayla juga yakin pasti Raga tidak mempunyai perasaan apapun pada nya.
Sepanjang acara sarapan pagi, Kayla tidak berhenti mendapat pujian dari sang mertua karena masakannya yang dinilai sangat enak. Tentu saja itu membuatnya merasa senang dan lega, setidaknya keluarga besar Raga benar-benar sangat baik pada nya.
Namun ditengah kebahagiaan Kayla, ada satu orang yang sejak tadi berusaha menahan amarahnya. muak mendengar kedua mertuanya terus-terusan memuji Kayla. Bahkan selama 2 tahun dirinya menjadi menantu pertama, tidak sekalipun mertuanya itu memujinya. Benar benar keterlaluan, pikirnya.
"Aku akan berangkat ke kantor sekarang," sahut Raga yang sudah selesai dengan kegiatan sarapan nya.
"Ini masih terlalu pagi. Tidak berangkat bersama Papa ?" tawar sang kepala keluarga disana.
"Aku ada meeting besar hari ini, Pa. Jadi harus menyiapkan semuanya agar meeting berjalan lancar,"
"Papa tidak salah memilihmu untuk meneruskan perusahaan,"
"Memangnya Papa akan meminta siapa lagi selain Anak Papa satu-satu nya ini ?"
Tuan Brama hanya bisa terkekeh mendengar jawaban sang anak satu-satu nya itu yang terlihat sedikit kesal .
"Mas Raga, Ayo Aku antar ke depan," Sahut Celine bangkit dari kursi nya dan langsung memeluk lengan Raga.
"Kamu tidak ingin berpamitan dengan Istrimu terlebih dulu? Kamu tidak lupa kan jika Kayla juga Istrimu? Kamu harus bersikap adil," Ujar Nyonya Monika saat Anaknya itu sudah ingin berangkat ke kantor begitu saja tanpa berpamitan pada Istri keduanya, Kayla.
Kayla yang merasa namanya terpanggil hanya bisa diam bingung harus melakukan apa. Raga pun sama, Pria itu bahkan hanya menatap Kayla tanpa mengataka apapun. Keduanya benar-benar masih merasa canggung satu sama lain.
Tanpa memperdulikan ucapan sang mertua, Celine menarik tangan Raga untuk keluar tanpa membiarkan suaminya itu berpamitan dengan Istri keduanya.
"Cckk dasar wanita licik. Kayla, lain kali kamu harus lebih perhatian pada Raga. Mama tahu mungkin kamu belum mencintainya, tapi bagaimanapun Kamu itu juga Istrinya. Lakukan tugas mu sebagai seorang istri,"
"Maaf Ma, Aku hanya belum terbiasa,"
"Sudahlah jangan terlalu mendesaknya. Kamu membuat Kayla takut. Aku juga akan berangkat sekarang," sahut Tuan Brama
,,,,,,,,,,,,,
"Terima kasih atas kepercayaan Anda pada perusahaan kami. Saya harap Kami bisa terus bekerja sama,"
"Baik Pak Raga. Kalau begitu kami permisi. Selamat siang,"
Raga baru saja menyelesaikan meeting besarnya dengan perusahaan luar negri yang akan bekerja sama dengan perusahaannya. Tidak perlu diragukan lagi, Raga memang berbakat jika disuruh menarik perusahaan besar agar ingin bekerja sama dengan perusahaannya karena memang keahliannya di bidang ini sudah tidak perlu diragukan lagi.
"Wah luar biasa ! Kamu memang yang terbaik Pak Raga Dirgantara," puji Bayu, Asisten pribadi sekaligus sahabat Raga.
Mendengar pujian dari sahabatnya itu Raga hanya menyunggingkan senyum tipisnya. Pria itu sangat hafal dengan sifat sahabatnya ini, didalam kata pujiannya itu terdapat godaan untuknya.
"Oh iya, Ngomong-ngomong bagaimana Istri keduamu? Hidupmu sangat beruntung. Sudah mempunyai istri secantik Celine, sekarang ditambah istri baru yang muda, cantik dan juga lucu. Aku itu padamu,"
"Nada bicaramu terdengar seperti Aku mempunyai banyak istri," Kesal Raga
Belum sempat kedua Pria itu melanjutkan perbincangannya, Sektretaris Raga tiba-tiba masuk kedalam ruang rapat dan mengatakan jika Kayla saat ini sedang menunggunya diruangannya. Bayu yang mendengar hal itupun cukup terkejut, Baru saja mereka membicarakan wanita itu tapi sekarang tiba-tiba datang.
"Baru saja kita membicarakannya, kebetulan macam apa ini,"
"Ckk terserah apa katamu. Pergilah makan siang sendiri. Aku akan pergi menemuinya," ucap Raga yang langsung pergi meninggalkan sahabatnya itu sendirian.
"Ckk, Aku lelah hidup menyendiri. Kapan Aku bisa mempunyai kekasih apalagi istri ? Sudahlah Bay, lebih baik Kamu bekerja keras mengumpulkan banyak uang karena jaman sekarang wanita hanya membutuhka uang," gumam Bayu.
,,,,,,,,,,,,,,,
Suara pintu yang baru saja terbuka membuat seorang wanita yang tadinya sibuk meneliti sebuah ruangan langsung menoleh. Raga, Pria yang baru saja masuk kedalam ruangannya itu cukup terkejut melihat keberadaan istri keduanya diruangannya. "Kenapa tidak bilang kalau mau kesini?" Tanyanya sambil berjalan menuju sofa.
Dengan langkah pelan Kayla menghampiri suaminya itu lalu mendudukkan dirinya tepat disebrangnya "Maaf, Mama memintaku untuk mengantar makan siang untukmu. Apa Kamu sibuk? Maaf Kalau Aku sudah mengganggumu,"
"Tidak, bukan begitu. Aku baru saja akan makan siang diluar bersama temanku. Aku takut jika kamu datang tapi Aku tidak ada,"
"Lain kali jika Mama menyuruhmu jangan mau. Mama tidak biasanya menyuruh orang untuk mengantarkan makan siang untukku. Lagipula kamu bukan pelayan jadi jangan mau disuruh," Lanjutnya sambil melepas jas nya agar tidak kotor saat makan nanti.
"Tidak. Ini juga kemauanku sendiri. Hmm Kamu sudah makan siang ? Aku membuatkanmu sup, Mama bilang Kamu menyukainya jadi Aku membuatnya untuk mu. Hmm maaf jika mungkin rasanya tidak seperti yang biasa Kamu makan. Aku akan menyiapkannya sebentar,"
Raga hanya diam melihat istrinya itu yang sekarang sedang menyiapkan makan siang untuknya nya. Ini pertama kalinya ada yang mengantar makan siang untuknya , bahkan Celine yang sudah 2 tahun menjadi istrinya pun tidak pernah melakukan ini. Ah masak pun bahkan tidak bisa.
"Sudah, makanlah,"
Dengan tenang Raga mulai menyantap makanan yang Kayla masak untuknya. Akhir akhir ini udara nya sangat dingin jadi sup adalah makanan yang pas dimakan disaat cuaca seperti ini.
✨✨
"Berfoya-foya lagi ?"
Langkah Celine terhenti begitu mendengar suara sang mertua. Wanita itu baru saja pulang dari acara shopping nya. Ya seperti inilah kegiatan yang setiap hari Celine lakukan. jika tidak hangout dengan temannya ya berbelanja.
"Contohlah Kayla, Dia bahkan baru sehari menjadi istri Raga tapi dia jauh lebih baik darimu,"
"Apa maksud Mama ? Jangan membandingkanku dengannya. Lagipula Aku jauh lebih baik darinya! dia hanya wanita kampung yang beruntung menjadi istri pengusaha kaya raya,"
"Ckk, lebih baik ? lihatlah dirimu. Kayla sekarang pergi kekantor Raga untuk mengantar makan siang untuknya. Sedangkan kamu ? Lebih memilih sibuk berbelanja menghabiskan uang anakku dari pada memberi perhatian pada nya,"
"Apa, Kayla pergi ke kantor Raga? Ini pasti Mama yang menyuruhnya . iyakan ?"
"Kalau iya kenapa ? Ckk lihat saja jika Kamu tidak bisa merubah sifat jelekmu ini, Aku yakin cepat Atau lambat Raga akan jatuh hati pada Kayla," Ucap Nyonya Monika sebelum akhirnya melangkahkan kakinya pergi.
"Tidak ! Aku tidak akan membiarkan itu semua terjadi . awas saja Kamu Kayla, Kamu sudah mengibarkan bendera perang denganku maka kamu harus bersiap menerima apa yang akan Aku lakukan padamu,"
Suara pintu yang tertutup dengan cukup kencang berhasil membuat Kayla terkejut.
Celine, Wanita yang baru saja menutup pintu kamar dengan cukup kencang berjalan pelan menghampirinya setelah mengunci pintu itu.
"Kak Celine, Kena..
Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Sebuah tamparan keras mendarat begitu saja pada pipi mulus Kayla hingga menimbulkan bekas kemerahan yang cukup terlihat.
"Kamu sudah berani macam macam denganku ha?!"
"A-apa maksud Kak Celine ? Aku tidak mengerti,"
Celine tersenyum remeh "Jangan pura-pura menjadi wanita polos ! Kamu pikir Aku tidak tahu apa yang sudah kamu lakukan ha ?!! Kamu sudah berani mendekati Mas Raga !! Kamu ingin macam-macam denganku ?"
Kayla menggeleng cepat "Tidak Kak, Aku hanya mengantar makan siang untuk nya , tidak lebih,"
"Wah kamu sudah hebat sekarang ya ? Hei Kayla Pratama ! Aku peringatkan padamu, posisi mu disini hanyalah sebagai alat ! Alat pembuat keturunan, Kamu sama sekali tak ada nilainya sedikitpun selain itu. Setelah Kamu hamil dan melahirkan, Kamu akan ditendang keluar dari rumah ini. Jadi Aku peringatkan sekali lagi, jangan berani menyimpan rasa pada Mas Raga apalagi berandai andai yang lebih tinggi. Setelah semua ini berakhir, Kamu hanya akan menjadi sampah ! Ingat itu !"
Celine mendorong tubuh Kaya hingga membuat wanita itu terjatuh diatas ranjang sebelum akhirnya keluar dari kamar Kayla. Ini sudah jam pulang kantor jadi Celine tidak ingin mengambil resiko jika Raga tahu dirinya berada dikamar Kayla.
✨✨
"Dimana Kayla ? Kenapa Dia tidak ikut makan malam ?" tanya Nyonya Monika begitu tidak melihat keberadaan menantu kesayangannya itu.
"Aku tadi lihat dia sudah tidur. Saat Aku membangunkannya, dia malah marah marah," sahut Celine.
"Kamu membangunkannya ? Ckk tumben ? Lagi pula Aku tidak percaya denganmu,"
"Mama memang tidak pernah percaya padaku bukan ? Jadi Aku tidak heran,"
Tuan Brama dan Raga hanya bisa diam menghela nafasnya panjang. Setiap hari 2 wanita ini selalu saja bertengkar membuat mereka benar benar pusing.
"Raga, kamu tidak ingin melihat Kayla ? Kamu ini suaminya juga, jangan hanya peduli dengan istri tua mu itu. Kamu juga harus peduli dengan Kayla,"
"Apa Maksud Mama bilang Aku istri tua ? Aku masih muda, Mama yang sudah tua !" kesal Celine tak terima dirinya disebut sebagai istri tua oleh mertuanya.
"Kamu benar-benar tidak punya sopan santun ya ? Berani sekali kamu bilang mertuamu tua. Lagi pula Aku benar kan ? Kamu memang istri tua Raga dan Kayla istri muda. Bahkan kamu lebih tua dari Raga,"
Belum sempat Celine membalas ucapan mertuanya itu, Tuan Brama sudah lebih dulu bersuara. Pria paruh baya itu meminta kedua wanita itu untuk diam dan tidak mengatakan apapun. Raga yang sejak tadi hanya diam pun pada akhirnya memilih untuk beranjak ke kamar Kayla guna melihat istri keduanya itu.
✨
Raga membuka pintu kamar dengan sangat pelan. Sebelumnya Pria itu sudah beberapa kali mengetuk pintu Namun tidak ada tanggapan jadi Dia pikir mungkin Kayla memang sudah tidur.
"Kay, Kamu sudah tidur?" Tanyanya pada Kayla yang saat ini tidur diatas ranjang dengan menutup hampir seluruh tubuhnya dengan selimut tebalnya.
Melihat sang istri hanya diam, Raga pun memutuskan untuk kembali keluar dengan alasan takut mengganggu tidur istrinya itu. Tepat setelah mendengar suara pintu tertutup, Kayla langsung membuka matanya. Kenyataannya wanita itu hanya berpura-pura tidur sejak tadi.
"Posisi mu disini hanyalah alat untuk menghasilkan keturunan!"
"Setelah semua ini berakhir. Kamu akan dibuang layak nya sampah,"
Kayla tidak bisa melupakan Ucapan Celine tadi. Semua itu benar-benar terasa sangat menyakitkan baginya . Celine benar, Dia bukanlah siapa-siapa disini selain sebagai alat keturunan, Pikir Kayla.
Alasan kenapa Kayla berpura pura tidur, tidak ikut makan malam dan tidak ingin bertemu Raga bukan sepenuhnya karena omongan Celine. Kayla hanya tidak ingin mereka semua melihat bekas tamparan yang Celine berikan pada nya tadi.
✨✨
"Sudah kubilang Kayla sudah tidak bekerja disini lagi ! Jadi pergilah dari sini, Kamu membuat semua pelanggan ku ketakutan !" marah sang pemilik kedai tempat Kayla bekerja dulu.
"Berikan alamat dimana Kayla tinggal sekarang !"
"Aku tidak mempunyai nya,"
"Ckk berikan atau Aku akan menghancurkan kedai kumuhmu ini !"
"Dasar brandalan ! Pergi dari sini sekarang !!" teriak salah satu pengunjung kedai.
"Aku sudah menghubungi polisi jadi lebih baik kamu pergi sebelum polisi datang dan akan memenjarakanmu karena sudah membuat keributan !"
Karena tidak mau berurusan dengan polisi akhirnya orang yang disebut brandalan tadi pergi.
Bobby , itu adalah nama orang yang disebut brandalan tadi. Bobby adalah seorang preman jalanan yang sudah lama menyukai Kayla. Selama Kayla bekerja di kedai, Bobby selalu datang untuk mengganggunya.
✨✨
Jakarta, 09.00 wib
Celine melempar tas branded nya sembarangan begitu dirinya tiba dirumah orang tua nya. Hari ini dia benar-benar kesal melihat mertua nya lagi-lagi memuji Kayla di depannya. Tadi saat sarapan Kayla kembali mendapat perhatian dari seluruh keluarga Dirgantara termasuk Raga. Celine yang sudah benar-benar muak lebih memilih untuk pergi dari pada berdiam diri disana menyaksikan semua orang memuji wanita yang sangat ia benci.
"Buatkan Aku minuman sekarang !" teriak Celine pada pelayan dirumahnya.
"Astaga kamu kapan datang ? Kenapa tidak bilang kalau mau datang ?" Tanya Nyonya Hana, Mama kandung Celine.
Alih-alih menjawab pertanyaan Mamanya itu, Celine langsung bangkit dari duduknya dan memeluk Mamanya sambil menangis "Hiks Mama, Apa yang harus Aku lakukan sekarang,"
"Ada apa? Apa ada masalah? Katakan, Apa yang sudah membuatmu menangis seperti ini Sayang?"
"Mama tahu kan istri kedua Mas Raga ? Gadis kampung itu, Sekarang dia sudah berhasil mengambil hati seluruh keluarga Dirgantara termasuk Mas Raga. Aku benar-benar membencinya Ma !!"
"Apa ? Maksud kamu Kayla ?"
"Iya, Bahkan nenek tua itu sekarang semakin membuatku kesal. Aku harus bagaimana Ma ?"
"Gawat. Bisa-bisa dia mengambil alih semua harta keluarga Dirgantara. Kamu tenang saja nanti akan Mama pikirkan bagaimana caranya menyingkirkan wanita itu. Sekarang tenangkan dirimu, Mama ada coklat kesukaanmu oleh-oleh dari paris . kemarin Papamu baru pulang dari paris. Dia juga membawa banyak tas branded untukmu sayang,"
"Benarkah ? Ah Mama memang paling bisa membuat mood ku kembali bagus. Thank you, Ma,"
"Your welcome. Apapun yang membuatmu bahagia akan Mama kasih untukmu. Ayo kita ke kamar Mama, Akan Mama tunjukakan tas-tas itu,"