Sampul Novel Let's Watch the Stars Forever

Let's Watch the Stars Forever

7.9 / 10.0
Ataya, seorang gadis muda yang selalu membenci dirinya sendiri, akhirnya menemukan titik balik kehidupan setelah bertemu dengan seorang pemuda yang memiliki minat sama di bidang astronomi. Lewat keindahan bintang-bintang di langit malam, ia mulai belajar menerima dan menghargai jati dirinya. Di tengah perjuangan menyembuhkan trauma masa lalu, Ataya menyadari bahwa kehadiran pemuda yang setia menemani setiap langkahnya itu telah menumbuhkan benih cinta yang tulus di hatinya.

Let's Watch the Stars Forever Bab 1

Air hujan masih menggenang di lekukan-lekukan jalan. Orang-orang kembali melanjutkan aktivitasnya, begitu pun dengan seorang gadis yang kini tengah berlari ke arah sebuah bus dan langsung menaikinya. Untungnya, tadi ia sempat berteduh di sebuah warung kecil yang berada tak jauh dari bus yang dinaikinya saat ini. Padahal bulan ini belum memasuki musim penghujan, tapi Kota Bogor hari ini rupanya sedang memuntahkan perasaannya.

Ataya menaruh tasnya di bagasi atas kemudian ia mendudukkan dirinya di kursi barisan keempat dari depan sebelah kanan. Sejenak setelah Ataya duduk, bus ini mulai melaju pelan meninggalkan terminal. Ataya mencopot masker di wajahnya lalu menatap keluar jendela. Libur telah tiba. Dirinya memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya menghabiskan waktu libur semester genap ini.

"Kayaknya gue harus buat planning," gumam Ataya kepada dirinya sendiri. Ia mengambil headset yang ada di sling bag nya lalu memakainya. Well, welcome to my holiday. Batin Ataya. Selanjutnya ia memutuskan untuk tidur selama di perjalanan.

Setelah menempuh perjalanan selama enam jam, akhirnya bus itu tiba di Majalengka. Ataya turun dari bus seraya membenarkan masker yang telah dipakainya lagi. Ia mengeluarkan handphone nya dari sling bag dan segera menelepon seseorang.

“Halo, Aa dimana?” tanya Ataya setelah deringan ketiga diangkat.

“Ini di terminal dek, kamu dimana?” Laki-laki di seberang sana menjawab.

“Di depan warung nasi sebelah mushola."

“Oke, nanti Aa kesana.”

“Iya.” Ataya mematikan sambungan telepon lalu memutuskan untuk duduk selagi menunggu kakaknya datang.

Ia memperhatikan orang yang berlalu lalang sampai seseorang menepuk pundaknya.

“Dek,” panggil seorang laki-laki sambil menepuk pundak Ataya.

Ataya menoleh lalu segera berdiri. “Yuk a, pulang.”

Mereka berdua pulang menggunakan motor dengan Ataya yang dibonceng oleh kakaknya.

“Gimana kuliahnya, dek?” tanya Arki.

Arki adalah kakak pertama Ataya, kebetulan kakaknya juga sedang libur kuliah dan sudah lebih dulu pulang ke rumah, jadi kakaknya bisa menjemputnya di terminal tadi.

“Biasa aja a. Aa gimana semester depan udah mau KKN, ya?”

“Lagi nyusun prokernya.” Di pertigaan jalan, Arki belok ke arah kiri.

“Prokernya gak dari dosen pembimbing lapangan?” tanya Ataya.

“Gak, di kampus aa diwajibkan buat proker sesuai keahlian masing-masing.”

“Oh, gitu ya.” Ataya mengangguk-anggukan kepalanya mengerti.

“Kamu ikut UKM apa, dek?”

“Belum ikut apa-apa sekarang, mungkin nanti, a,” jawab Ataya sambil membenarkan rambutnya yang menutupi pandangannya.

“Oh, gak ada yang menarik buat kamu, ya?”

“Hm, ada, tapi masih ragu.”

“Mau aa yakinin?” goda Arki.

Ataya tertawa. “Gak, makasih deh a.”

Di sebelah kanan jalan, rumah mereka sudah terlihat, Arki memarkirkan motornya di halaman rumah. Ataya turun dari motor dan melepas helmnya begitu juga dengan Arki. Mereka masuk ke dalam rumah bersama-sama.

“Assalamualaikum.” Ataya membuka pintu.

Seorang wanita berperawakan sederhana yang tampaknya berusia akhir lima puluhan, tetapi masih terlihat bugar, muncul dari kamarnya. “Waalaikumsalam.”

Ataya mencium tangan Sinta, ibunya, diikuti oleh Arki.

“Kamu simpan dulu barang bawaanmu, dek,” perintah Sinta.

“Iya, bu.” Ataya berjalan menuju kamar kecilnya yang berada di sebelah kiri ruang tv.

Kamarnya tidak ada yang berubah, Sinta pasti selalu memastikan agar kamar ini dibersihkan dan bisa untuk saudara lain tempati ketika sedang menginap di rumah ini. Ataya menata barang-barangnya sesuai dengan tempatnya, ketika itu ia melihat sebuah buku diary di dalam laci meja belajarnya, di sampulnya tertera namanya. Ataya Kananta Arsyakayla. Ia menarik sudut bibirnya lalu segera menutup kembali laci itu.

“Ah, akhirnya selesai juga.” Ataya membaringkan dirinya di atas kasur.

Suara notifikasi dari handphonenya menarik perhatiannya, ia bangkit lalu mengambil sling bagnya yang tadi ia letakkan di atas meja belajar dan mengambil handphonenya. Sebuah pop up muncul di layar.

Bagaswara W

Lo udah sampai kan, Ta?

Ketika melihat pop up itu, jarinya langsung lihai mengetik balasan.

Ataya Kananta A

Udah, baru aja selesai beres-beres barang.

Bagaswara W

Ya udah, have fun ya disana, jangan lupain gue.

Ataya Kananta A

Yah, bucin haha.

Bagaswara W

Bodo.

Ataya terkikik pelan ketika melihat balasan dari Bagas. Pada saat itu, Sinta memanggil dari ruang tv. Ataya segera menyahut dan menghampirinya yang sedang duduk di sofa.

“Sini, dek.” Sinta menepuk bantalan kursi di sebelahnya dan Ataya paham.

“Kenapa, bu?” tanya Ataya setelah duduk di sebelah ibunya.

“Temenin ibu nonton tv,” pinta Sinta.

Ataya menganggukan kepalanya.

Suasana sunyi menyelimuti mereka hanya suara dari tv yang menjadi backsound. Pasti rumah ini sangat sepi ketika tidak ada Ataya dan Arki, ibu sendirian di rumah maka dari itu mungkin setiap seminggu sekali ada saudara yang datang untuk menginap. Pikir Ataya. Kedua orang tua mereka sudah bercerai ketika mereka berdua masih SD, bapaknya pergi ke bandung dan ibunya tinggal disini.

“Aa kemana bu?” Sekarang sudah pukul setengah empat dan Ataya belum melihat Arki lagi.

“Di kamar, kayaknya sibuk banget,” jawab Sinta.

Ataya hanya mengangguk mengerti dan lanjut menonton tv kembali.

“Kamu mandi sana, dek,” titah Sinta.

“Iya iya.” Ataya beranjak dari duduknya lalu segera melesat ke kamar mandi.

Beberapa menit kemudian Ataya selesai mandi, ia keluar sembari mengeringkan rambutnya dengan handuk. Ketika ia melewati antara ruang tv dan ruang tamu, ia mendengar ibunya sedang berbicara dengan seseorang. Ataya memutuskan untuk mengintip dan mengupingnya.

“Aku kan udah bilang, sekolahin Ataya di kedinasan aja biar pas lulus udah langsung dapet kerja,” jelas Agung, omnya yang entah kapan dia datang ke rumah ini.

“Iya, nanti aku bicarain lagi,” jawab Sinta.

“Ya udah, kalau gitu aku pulang dulu, udah mau magrib.” Agung bangkit dari duduknya lalu pamit.

Ataya bergegas masuk ke kamarnya lalu membantingkan tubuhnya di atas kasur. Ia menoleh ke kanan, tangannya meraih handphone kemudian mengetikkan sesuatu disana.

Pukul tujuh, Sinta memanggil Ataya dan Arki untuk makan malam bersama. Mereka berdua pun bergegas ke ruang makan dan menemukan makanan favoritnya ada disana. Ataya langsung duduk begitu juga Arki. Ketika mereka bertiga akan mulai makan, Zidan, sepupu mereka datang menghampiri.

“Eh, mau pada makan, ya?” tanya Zidan.

“Iya, yuk gabung, Dan,” jawab Sinta.

Zidan pun duduk di kursi sebelah Arki. Ataya dan Zidan seumuran membuat mereka mudah sekali akrab.

Mereka berempat makan dengan khusyu sampai Sinta memulai obrolan.

“Menurut kamu gimana dek sekolah kedinasan?”

“Gak gimana-gimana, bu,” jawab Ataya.

“Zidan gak pengen masuk sekolah kedinasan?” tanya Sinta kepada Zidan.

Zidan yang semula sedang fokus makan mendongak kaget. “Oh, enggak deh, tan.”

“Kenapa sih bu, nanya kayak gitu?” tanya Arki penasaran.

“Enggak, cuma nanya aja.”

“Semua orang tua pasti mikir hasilnya, Ki. Disana kan kalau udah lulus langsung kerja,” jelas Zidan.

Ataya menghela napas pelan. “Ibu pengen aku pindah? Pokoknya aku gak mau dipaksa-paksa, ini salah satu mimpi aku, bu.”

“Iya ibu tahu, dek.”

Selesai makan malam Ataya segera pergi ke kamarnya dan langsung mengerjakan tugas yang masih ada walau libur. Ia larut dalam tugasnya dan tak sadar ada bunyi notif dari handphonenya. Sebuah pop up muncul.

Bagaswara W

Lo kenapa?

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Let's Watch the Stars Forever

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly, siswi berprestasi, menyimpan rahasia medis yang memalukan. Ia mengidap galaktorea yang membuatnya memproduksi ASI tanpa pernah hamil. Saat rasa sakit akibat kondisi hormon ini tak lagi tertahankan di sekolah, ia terpaksa meminta tolong kepada gurunya di ruang guru. Kejadian tak terduga itu menjadi awal mula rahasia mereka. Hubungan guru dan murid ini pun perlahan berubah menjadi jalinan asmara rumit yang sangat berisiko bagi keduanya.
Sampul Novel CINTA DI MUSIM SEMI
8.0
Dalam kisah romansa modern ini, David dan Arina memulai perjalanan emosional yang menuntun mereka pada kebahagiaan sejati. Berlatar keindahan bunga musim semi yang bermekaran, keduanya belajar saling memahami dan mengisi kekosongan jiwa masing-masing. Seiring berjalannya waktu, hubungan mereka tumbuh dengan begitu indah. Momen singkat di musim ini berhasil menyatukan dua hati dalam sebuah ikatan cinta yang tulus, kuat, dan sangat mendalam bagi mereka berdua.
Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Cinta matiku pada sang tunangan, Bima Wijoyo, berakhir tragis saat ia membiarkanku terpanggang api di studio seni demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Terbangun di masa lalu tepat sebelum rapat keluarga besar dimulai, aku membawa memori pahit tentang kobaran api itu. Kali ini, aku berdiri kokoh untuk membatalkan pertunangan kami di hadapan semua orang. Aku bersumpah tidak akan mati konyol untuk kedua kalinya.
Sampul Novel Dinodai keluarga suami
9.6
Kehidupan baru Anisa Rahma dimulai setelah ia menikah dengan Seno Bagaskara, seorang pria kaya raya. Di kediaman megah keluarga suaminya, ia harus beradaptasi tinggal bersama para ipar. Namun, di balik kemewahan itu, bahaya mengintai. Anisa tidak menyadari bahwa adik laki-laki Seno serta suami dari iparnya memendam hasrat terlarang padanya. Kini, ia terjebak dalam ancaman nafsu mereka di rumah tersebut. Mampukah Anisa bertahan menghadapi situasi rumit ini?
Sampul Novel Diselingkuhi Suami Dibucinin Berondong
8.9
Kehidupan Ratih Apsari hancur setelah memergoki suaminya berselingkuh. Usai bercerai, sebuah ketidaksengajaan membuatnya masuk ke mobil Derryl Dariawan hingga mereka melewati malam bersama. Tak disangka, pria itu adalah CEO baru di tempatnya bekerja. Sempat curiga telah dijebak, Ratih justru mulai jatuh cinta seiring kebersamaan mereka. Kini ia bimbang karena status sosial dan usia Derryl yang tujuh tahun lebih muda. Haruskah ia menerima cinta baru ini atau kembali pada mantan suaminya?
Sampul Novel Kurang dari tiga
9.2
Kehadiran Nadia membuat jalinan cinta Raka dan Cherry terancam kandas. Raka merasa tersisih karena kekasihnya itu selalu mendahulukan sang sahabat yang berkacamata tebal. Murka pun tak terbendung kala ia sadar posisinya telah tergeser menjadi nomor dua bagi Cherry. Namun, kecemburuan hebat ini justru menuntun Raka pada sebuah titik balik hidup yang sama sekali tak terduga. Mampukah hubungan mereka selamat saat prioritas Cherry tak lagi utuh untuknya?

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED