Sampul Novel Aldrich Delano And His Wound

Aldrich Delano And His Wound

8.0 / 10.0
Kebahagiaan Aldrich begitu membuncah saat Ara mengabarkan kehamilannya. Langkah besar ini sengaja ia ambil sebagai upaya menebus dosa-dosa masa lalu di antara mereka. Ara yang tulus mencoba terus menyokong keputusan tersebut. Namun, ia lambat laun tersadar bahwa situasi ini bukanlah akhir dari penderitaan mereka. Alih-alih membawa kedamaian, kehamilan Ara justru menjadi awal mula dari rangkaian badai konflik baru yang siap menguji hubungan mereka dengan jauh lebih dahsyat.

Aldrich Delano And His Wound Bab 1

22 juli 2021

Beberapa pengawal dan staff berbaris rapih didepan lobi sebuah perusahaan besar, Caldwey Corp Junior. Pagi ini para pengawal dan staff tersebut tengah menyambut kedatangan CEO mereka yang baru saja kembali dari perjalanan bisnisnya yang memakan hampir setengah tahun.

Aldrich Delano Caldwey, pria tampan berusia 24 tahun, yang merupakan putra bungsu keluarga Caldwey. Sosok bertubuh tegap dengan tinggi 184cm. Pembisnis muda yang tengah menjadi perbincangan hangat karena sepak terjangnya yang luar biasa.

Dalam kurun waktu kurang dari tujuh tahun, Aldrich mampu membawa Caldwey Corp Junior yang merupakan sebuah perusahaan baru menjadi yang terbesar ketiga didunia. Hampir mengalahkan Marson company yang saat ini menduduki posisi nomor dua.

Pintu mobil terbuka menampilkan sosok sang CEO muda, Aldrich Delano Caldwey. Para pengawal dan staff yang berbaris kompak menunduk hormat. Salah satu pria diantara mereka kemudian maju mendekat.

"Selamat datang kembali diperusahaan, sir" sapa pria tersebut yang merupakan direktur perusahaan dengan sopan diiringi senyum ramah.

Aldrich mengangguk kecil sebagai jawaban, tidak ada senyum yang menghiasi wajah datarnya. Pria tampan itu melangkah masuk kedalam perusahaan, diikuti staff, dan pengawal, juga sang assistant yang setia berdiri disebelahnya.

Suara jeritan tertahan dan decak kagum dari para karyawan menjadi sambutan begitu Aldrich memasuki lobi perusahaannya. Meski begitu, pria itu sama sekali tidak perduli, karena bukan hal aneh jika dirinya selalu menjadi sorotan dimanapun ia berada.

"Yaampun pak Aldrich, ganteng bangeetttt"

"Pak Aldrich lirik saya dong pak, lirik aja pak. Setidaknya bapak tau saya hidup"

"Siapapun yang jadi istrinya pak Aldrich beruntung bangetttt"

"Setuju"

"Masa depan gemilang"

"Ketika saya menatap masa depan saya"

"Tapi kamu bukan masa depannya dia"

"Hahahaha"

Begitulan kira-kira sambutan yang Aldrich dapatkan. Senyum kecil terpatri dibibir Aldrich, yang sukses membuat seisi perusahaan menjerit heboh. Meski hanya senyum tipis, tapi hal itu bagai 1:1000000 hal yang bisa mereka dapatkan dari sosok sedingin Aldrich Delano Caldwey.

"Aaaaaaaaa, masa depan gemilang"

"Gue semakin yakin pak Aldrich masa depan gue. OH MY GOD!!!"

"Tapi beliau juga yakin Lo bukan masa depannya mba hiks hiks hiks"

Dua karyawan yang semula menjadi penyebab Aldrich menampilkan senyum tipisnya, kini sukses membuat sang pria idaman itu menimbulkan tawa kecilnya yang super limited edition.

"Ya tuhan, Pak Aldrich ketawa sama lelucon receh ai hiks hiks"

"Brendon" panggil Aldrich pada sang assistant.

Brendon Maxwell, pria yang usianya tiga tahun lebih tua dari Aldrich masih single, tapi tidak berniat mencari pasangan, masih ingin bebas katanya. Padahal ketampanannya tidak kalah dari sang atasan.

"Ya, sir" Brendon mengambil satu langkah mendekat.

"Berikan mereka berdua bonus karena sudah memberikan pagi yang indah untuk saya" ucap Aldrich tersenyum.

"Baik sir" dalam hati Brendon mengucap terimakasih pada dua karyawan yang sudah mengembalikan mood bosnya itu.

"Aaaaaaa, mas Aldrich emang calon suami yang baik"

"Mba panggil bos mas Aldrich? Bos panggil mba, Masyaallah mba hiks hiks "

Lagi, Aldrich kembali tertawa kali ini lebih lebar dari sebelumnya. Tidak ingin berlama-lama, pria itu kembali melanjutkan langkahnya yang tertunda.

Ting

Pintu lift tiba dilantai 8, tempat ruang CEO berada. Molly, sekretaris Aldrich berdiri dari posisinya, menunduk hormat pada sang atasan.

"Selama pagi, sir. Selamat datang kembali diperusahaan" sambutnya sopan.

"Selamat pagi, Molly. Apa jadwal saya hari ini?"

"Tidak ada jadwal khusus, sir. Anda hanya harus memeriksa beberapa berkas dan laporan keuangan yang baru selesai direvisi" Molly menjelaskan dengan lugas.

Aldrich mengangguk kecil, kemudian melangkah masuk kedalam ruangannya diikuti Brendon.

Tok tok tok

Pintu kembali terbuka, menampilkan tubuh mungil Molly yang membawa beberapa berkas ditangannya. Kemudian meletakkannya diatas meja CEO.

"Ini berkas yang harus anda tanda tangani, sir"

"Dan juga sepuluh menit lalu kaka kedua anda menelpon, beliau mengatakan agar anda menjawab panggilannya"

"Kau boleh kembali, Molly"

"Kalau begitu saya permisi, sir"

Aldrich merogoh saku celananya, bertepan dengan ponselnya yang berbunyi sebuah panggilan masuk dari kaka sulungnya, Archel.

Dengan malas, Aldrich menggeser tombol hijau setelah menetralkan suaranya agar tidak terdengar ketus.

"Halo, little boy" sapaan riang dari sang kaka menjadi hak pertana yang Aldrich dengar.

"Hm" jawab Aldrich singkat.

"Haissshh, dasar kutub utara"

"Ada apa?"

"Santai, little boy. Kaka hanya ingin memastikan kalau kamu akan datang nanti malam?"

"Kemana?"

"Apa Brendon belum memberitaumu?" Aldrich menatap sang assistant meminta penjalasan.

"Acara makan malam dengan keluarga Morgan, sir" ucap Brendon.

"Bagaiamana? Kau akan datangkan, little boy?" Tanya Archel lagi.

"Tidak!" Jawab Aldrich malas.

"Katakan itu pada Gabrielle nanti" Archel mengancam Aldrich dengan membawa nama Gabrielle.

Gabrielle Delani Caldwey, yang sudah berubah menjadi Gabrielle Aldebaren. Putri tunggal Rayen Caldwey dan Riyani Caldwey. Kaka Kedua Aldrich yang luar biasa galak tapi lembut. Aldrich tidak akan pernah bisa membantah kaka keduanya itu. Perintah wanita itu sama dengan kewajiban baginya. Dan kaka sulungnya malah mengancam akan mengadukannya pada Gabrielle, tentu saja itu membuat Aldrich tidak memiliki pilihan selain menurut.

"Sialan!" Aldrich mengumpat keras.

"Tidak baik mengumpat pada kakamu, Al. Baiklah, jangan lupa datang nanti malam"

"Bye little boy" telpon dipitus sepihak oleh Archel lebih tepatnya pria itu menghindari amukan adik bungsunya.

Aldrich menatap kesal Brendon yang tidak memberitaunya lebih awal, jika tau hal ini ia pasti akan menunda kepulangannya.

"Maafkan saya, sir. Ayah anda baru memberitaumu saat kita baru saja mendarat" ucap Brendon.

Aldrich menghela nafas kasar. "Pergilah. Hubungi stylish ku untuk datang sore nanti"

"Baik, sir"

*

*

Dikediaman keluarga Morgan.

Nyonya besar Morga, Sofia Morgan tengah disibukkan dengan memasak berbagai menu untuk acara mereka nanti malam. Dibantu menantu tertua, dan keduanya, juga putri bungsunya yang paling excited dengan acara makan malam ini.

"Ara, tolong ambilkan buah dikulkas, sayang" ucap Sofia pada putri bungsunya yang tengah membuat puding.

"Ini mah" Ara menyerahkan keranjang buah yang baru diambilnya pada sang mamah.

Keynara Elizya Morgan, putri bungsu keluarga Morgan. Sahabat sekaligus gadis yang hingga saat ini menjadi satu-satunya yang berhasil menaut hati seorang Aldrich Delano Caldwey. Sosok yang juga menjadi alasan dibalik sikap dingin Aldrich selama ini. Meski pada dasarnya Aldrich memang bukan tipe orang yang banyak bicara.

Lima tahun lalu Aldrich adalah sosok yang hangat meski kaku, pria itu sosok yang sangat pendiam, tapi tidak berlaku jika sudah berhadapan dengan ketiga sahabatnya, Keynara, Carina, dan Silena.

Tapi kejadian buruk itu mengubah persahabatan mereka. Aldrich memilih untuk pergi dan meninggalakan ketiga sahabatnya tanpa pamit. Hal itu menyebabkan kekecewaan besar bagi Camilla dan Selina, keduanya akhirnya memutuskan pergi mengikuti jejak Aldrich, menyisakan Ara sendirian hingga saat ini.

"Apa Aldrich akan datang, mah?" Neoura, menantu kedua keluarga Morgan bertanya pada ibu mertuanya dengan suara sepelan mungkin.

Neoura Renova, putri tunggal keluraga Renova. Neoura adalah istri dari putra kedua keluarga Morgan, Javin Ravino Morgan.

"Mamah gak tau, sayang. Semoga aja Aldrich datang ya" jawab Sofia.

Neoura mengangguk, melirik adik iparnya kasian. Gadis itu menunggu lima tahun hanya untuk bertatap muka dengan sahabatnya. Acara makan malam ini bahkan sudah yang kesekian kali dalam setahun mereka adakan, meski selalu berakhir sama. GAGAL!

*****

See you next part 😊

Kritik dan saran dipersilahkan

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Aldrich Delano And His Wound

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Akulah Cintamu
9.3
Pasca panggilan video terakhir, suami Kayra lenyap tanpa jejak, meruntuhkan dunianya dan memaksanya menghidupi kedua buah hati sendirian. Di masa sulit ini, Damar hadir. Sang ipar menaruh dendam akibat skandal masa lalu yang melibatkan rahasia saudara kembar Kayra. Sempat menolak mengakui darah daging dari relasi itu, Damar akhirnya luluh melihat kemiripan sang bayi. Akankah takdir baru bersama Damar ini menjadi akhir dari penderitaan panjang Kayra?
Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly, siswi berprestasi, menyimpan rahasia medis yang memalukan. Ia mengidap galaktorea yang membuatnya memproduksi ASI tanpa pernah hamil. Saat rasa sakit akibat kondisi hormon ini tak lagi tertahankan di sekolah, ia terpaksa meminta tolong kepada gurunya di ruang guru. Kejadian tak terduga itu menjadi awal mula rahasia mereka. Hubungan guru dan murid ini pun perlahan berubah menjadi jalinan asmara rumit yang sangat berisiko bagi keduanya.
Sampul Novel CINTA DI MUSIM SEMI
8.0
Dalam kisah romansa modern ini, David dan Arina memulai perjalanan emosional yang menuntun mereka pada kebahagiaan sejati. Berlatar keindahan bunga musim semi yang bermekaran, keduanya belajar saling memahami dan mengisi kekosongan jiwa masing-masing. Seiring berjalannya waktu, hubungan mereka tumbuh dengan begitu indah. Momen singkat di musim ini berhasil menyatukan dua hati dalam sebuah ikatan cinta yang tulus, kuat, dan sangat mendalam bagi mereka berdua.
Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Cinta matiku pada sang tunangan, Bima Wijoyo, berakhir tragis saat ia membiarkanku terpanggang api di studio seni demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Terbangun di masa lalu tepat sebelum rapat keluarga besar dimulai, aku membawa memori pahit tentang kobaran api itu. Kali ini, aku berdiri kokoh untuk membatalkan pertunangan kami di hadapan semua orang. Aku bersumpah tidak akan mati konyol untuk kedua kalinya.
Sampul Novel Desain Cinta Kedua
9.4
Tiga tahun membina rumah tangga, Jessica hanya mendapatkan kepedihan dari Aaron. Usai perceraian mereka, ia memilih mandiri dan sukses membangun karier sebagai desainer tersohor tanpa sokongan finansial keluarga. Namun, di tengah keberhasilan dan kebahagiaan barunya, Aaron muncul lagi dengan penyesalan mendalam. Sang mantan suami kini memohon dimaafkan dan meminta peluang kedua. Akankah Jessica luluh atau memilih menutup rapat pintu hatinya?
Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Jasmine Bintang, yang memiliki keterbatasan fisik sejak lahir, selalu dikecewakan oleh ibunya sendiri. Harapannya untuk bahagia sirna setelah menikah dengan Ardan Mahendra yang kaya raya. Alih-alih diterima, keluarga Ardan justru merendahkan fisiknya. Penderitaan Jasmine memuncak ketika Anindya, mantan kekasih suaminya, datang membongkar kepalsuan pernikahan mereka. Saat Jasmine menuntut cerai demi harga dirinya, Ardan menolak keras dan mengancam tidak akan membiarkannya pergi.

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED