Sampul Novel Kisah Penyesalan Masa Lalu Yang Menusuk

Kisah Penyesalan Masa Lalu Yang Menusuk

9.7 / 10.0
Satu dekade membina rumah tangga bersama Pradipa hanya membuahkan kepedihan karena obsesinya pada cinta pertama. Ia bahkan tega menuntut donor darah dariku demi perempuan itu. Saat ajal mendekat, sebuah visi masa lalu memperlihatkan dosa besarku yang telah merusak hidup Adam, pria yang tulus mengasihiku. Kini, aku terbangun di masa lalu dengan peluang kedua. Aku bertekad meninggalkan Pradipa dan memperbaiki kesalahanku demi meraih kedamaian sejati.

Kisah Penyesalan Masa Lalu Yang Menusuk Bab 1

Selama sepuluh tahun pernikahan, aku menahan siksaan batin karena suamiku, Pradipa, tak pernah bisa melupakan cinta pertamanya, Riana.

Aku mencintainya secara buta, namun yang kudapat hanyalah penghinaan dan pengkhianatan. Puncaknya, saat Riana mencoba bunuh diri, Pradipa dengan kejam memaksaku yang menderita anemia untuk mendonorkan darah demi menyelamatkannya.

Saat itulah hatiku benar-benar mati.

Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Di ambang kematian, aku melihat kehidupan masa laluku yang lain-di mana akulah yang menjadi sosok kejam seperti Pradipa. Aku menyakiti dan menghancurkan pria yang tulus mencintaiku, Adam, hingga ia memilih mengakhiri hidupnya.

Penyesalan yang menusuk jiwa itu membuatku terbangun.

Kini, aku terlahir kembali. Aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Aku akan melepaskan Pradipa, membiarkannya mengejar kebahagiaannya sendiri, dan aku akan mencari kedamaian untuk diriku.

Bab 1

Alvina POV:

Jika aku tahu bagaimana ini akan berakhir, aku tidak akan pernah membiarkan Pradipa Prakasa masuk ke dalam hidupku.

"Apa kamu akhirnya akan menyerah?" Suara Pradipa menusuk telingaku, diselimuti nada ejekan yang sudah terlalu akrab. Wajahnya yang tampan terlihat begitu dingin, tanpa sedikit pun emosi.

Aku menatapnya. Dia berdiri di hadapanku seperti pahlawan yang muncul dari komik, seragam militernya yang sempurna membingkai sosok tegapnya. Medali di dadanya berkilauan, seolah mengejek setiap napas yang kuambil. Dia adalah gambaran sempurna seorang pria yang dihormati, seorang penyelamat bagi banyak orang. Namun bagiku, dia adalah algojo.

Dulu, aku akan tersipu melihatnya dalam seragam itu. Kini, setiap benang kainnya terasa seperti belenggu yang mengikatku pada penderitaan. Mataku terasa perih, bukan karena air mata, melainkan karena kesadaran yang pahit. Kenangan pahit muncul, satu per satu, seperti pecahan kaca di hatiku. Aku tahu, kali ini, aku tidak akan membiarkan diriku hancur lagi.

Dia bertanya lagi, "Apakah kamu sudah gila? Atau pura-pura gila?"

Aku hanya tersenyum tipis. Mungkin memang benar. Mungkin aku memang gila. Gila karena pernah mencintainya begitu dalam. Gila karena mengira aku bisa mengubahnya. Tapi kali ini, kegilaanku adalah kunci kebebasanku.

"Aku sudah tidak mencintaimu," kataku, suaraku sendiri terdengar asing di telingaku. Aku tidak tahu dari mana datangnya kekuatan itu, tapi setiap kata yang keluar terasa seperti membebaskan rantai yang mengikatku.

Wajahnya menegang. Keningnya berkerut, seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja kudengar. "Apa maksudmu?"

"Dia, Riana, adalah wanita yang selalu kamu inginkan, kan?" Aku melanjutkan, menatap tepat ke matanya. "Wanita yang selalu kamu kejar, bahkan saat kamu bersamaku."

Mata Pradipa menyipit. Aura permusuhan langsung memancar darinya. "Jangan coba-coba melibatkan Riana dalam masalah ini."

"Melibatkan?" Aku tertawa getir. "Dia selalu ada di antara kita, Pradipa. Bahkan saat kita mengucapkan janji suci."

"Jangan berani-berani melakukan hal kotor apa pun pada Riana," ancamnya, suaranya rendah dan penuh bahaya. "Aku peringatkan kamu."

Aku mengangkat tanganku, menghentikan ucapannya. "Tidak perlu mengancamku. Aku tidak akan melakukan apa pun padanya. Atau padamu." Aku menarik napas dalam-dalam, mengumpulkan semua keberanian yang tersisa. "Aku menyerah, Pradipa."

Dia menatapku dengan tatapan tajam, seolah mencoba membaca pikiranku. Ada campuran kejutan dan ketidakpercayaan di matanya. "Apa yang ingin kamu lakukan?"

"Aku hanya ingin mengakhiri semua ini," jawabku lembut, tapi dengan tekad baja. "Aku akan pergi. Bebaskan aku, dan kamu bisa bersama Riana, tanpa ada aku di antara kalian."

"Aku tidak punya waktu untuk omong kosongmu," katanya dingin, menolak untuk percaya. "Tandatangani surat-surat ini secepatnya. Jangan buang waktuku." Pradipa melempar setumpuk dokumen ke atas meja di hadapanku, lalu berbalik dan melangkah pergi tanpa menoleh lagi.

Aku hanya bisa menatap punggungnya yang menjauh, hatiku terasa seperti dicabik-cabik. Dulu, aku akan mengejarnya, memohon padanya untuk tetap tinggal. Tapi tidak lagi. Rasa sakit ini, aku sudah terlalu akrab dengannya. Ini adalah rasa sakit yang sama setiap kali dia memilih Riana, setiap kali dia melupakan janjinya padaku.

Aku ingat bagaimana aku dulu mencintainya. Cinta yang buta, cinta yang bodoh. Aku jatuh padanya seperti kupu-kupu yang tertarik pada api, bahkan setelah dia menyelamatkan hidupku dari sebuah kecelakaan. Aku mengira kebaikan itu adalah cinta, mengira tatapan khawatirnya adalah kepedulian seorang kekasih. Bagaimana aku salah.

Orang tuanya, begitu menyukaiku, telah mencoba menjodohkan kami setelah kejadian itu. Mereka melihat kesetiaan dan ketulusanku, sesuatu yang tidak pernah dilihat Pradipa. Aku setuju, berharap bahwa kedekatan akan menumbuhkan cinta, bahwa aku bisa menjadi wanita yang dia inginkan.

Namun, setelah kami menikah, kenyataan menghantamku dengan keras. Aku hanyalah bayangan, pengganti, pelampiasan. Dia tidak pernah melupakan Riana. Ketika Riana mencoba bunuh diri karena patah hati… Pradipa langsung menghilang dari hidupku, hanya untuk kembali setahun kemudian, lebih dingin dan acuh tak acuh daripada sebelumnya.

Sepuluh tahun. Sepuluh tahun aku hidup dalam bayang-bayang cintanya yang tak pernah kumiliki. Sepuluh tahun aku mencoba mempertahankan pernikahan yang sudah mati. Sepuluh tahun aku menjadi bahan ejekan orang, sementara dia sibuk mengejar hantu masa lalunya.

Aku ingat suatu malam, dia mabuk berat. Aku merawatnya, menyeka keringat di dahinya, berharap dia akan melihatku. Sebaliknya, dia bergumam, "Seharusnya aku tidak pernah menikahimu. Ini adalah kesalahan terbesar dalam hidupku."

Kata-katanya menembus hatiku lebih dalam dari pisau mana pun. Dan kematiannya membuatku benar-benar hancur. Bukan karena aku tidak mencintainya, tapi karena aku menyadari betapa aku telah menyiksa dirinya dengan cintaku. Aku adalah beban, aku adalah kesalahan, aku adalah sumber penderitaannya.

Tapi takdir memberiku kesempatan kedua. Kesempatan untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Kesempatan untuk tidak membiarkannya mati lagi karenaku. Kali ini, aku akan melepaskannya. Ini adalah caraku membayar nyawanya yang pernah dia selamatkan.

Aku akan membiarkannya pergi, kembali ke kehidupannya. Aku akan membiarkan Riana mendapatkan cintanya. Dan aku, aku akan mencari kedamaianku sendiri. Aku tidak akan pernah mengganggu hidupnya lagi. Ini adalah janjiku.

Aku membungkuk, mengambil dokumen-dokumen itu. Pena di tanganku terasa dingin. Aku menuliskan nama "Riana"-wanita yang selalu dia cintai-di formulir yang seharusnya kuisi. Sebuah senyuman pahit tersungging di bibirku. Ini adalah keadilan yang kubisa berikan padanya.

Dengan langkah mantap, aku berjalan menuju pintu. Aku tahu, ini adalah awal dari segalanya, atau akhir dari semua yang ada.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Kisah Penyesalan Masa Lalu Yang Menusuk

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly, siswi berprestasi, menyimpan rahasia medis yang memalukan. Ia mengidap galaktorea yang membuatnya memproduksi ASI tanpa pernah hamil. Saat rasa sakit akibat kondisi hormon ini tak lagi tertahankan di sekolah, ia terpaksa meminta tolong kepada gurunya di ruang guru. Kejadian tak terduga itu menjadi awal mula rahasia mereka. Hubungan guru dan murid ini pun perlahan berubah menjadi jalinan asmara rumit yang sangat berisiko bagi keduanya.
Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Cinta matiku pada sang tunangan, Bima Wijoyo, berakhir tragis saat ia membiarkanku terpanggang api di studio seni demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Terbangun di masa lalu tepat sebelum rapat keluarga besar dimulai, aku membawa memori pahit tentang kobaran api itu. Kali ini, aku berdiri kokoh untuk membatalkan pertunangan kami di hadapan semua orang. Aku bersumpah tidak akan mati konyol untuk kedua kalinya.
Sampul Novel Hijrah Cinta Sang Casanova
8.0
Sejak pandangan pertama, Bobby terpikat oleh Claudia. Namun, masa lalunya sebagai casanova membuat Claudia enggan membuka diri. Walau ramah karena Bobby pernah menolong menantunya, Claudia tetap merasa terganggu. Sebaliknya, sang mertua, Sultan, mendukung Bobby agar Claudia segera mengakhiri masa jandanya. Saat hati Claudia akhirnya luluh dan bersedia menikah, badai masa lalu serta kehadiran sosok misterius datang menguji kesetiaan cinta mereka.
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Dunia dokterku hancur saat merawat Evelyn Santoso, pasien VIP yang menangisi tunangannya. Pria di foto itu adalah Bima, suamiku, yang ternyata bernama asli Brama Wijaya, seorang taipan kejam. Saat Brama datang, ia sama sekali tidak mengenaliku. Ia justru memeluk Evelyn dan mengucap janji setia yang biasa ia katakan padaku. Lewat tatapan dinginnya, ia menegaskan bahwa pernikahan kami saat ia amnesia hanyalah aib rahasia yang kini harus ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU
8.6
Randika mengurus ekspansi bisnis keluarga Baskoro di Bali bersama mentornya, Charli. Di sana, ia terpikat oleh Andini Wijaya, pemilik sekolah yang mandiri. Namun, hubungan mereka diuji saat mantan kekasih Andini, Junot, tiba-tiba kembali. Masalah kian rumit karena Lily, adik Andini, bertekad merebut Randika demi mendapat pengakuan dari ayah mereka, Sigit Wijaya. Di tengah bayang-bayang masa lalu dan ambisi keluarga Wijaya, akankah cinta Randika dan Andini tetap bertahan?
Sampul Novel Menyusui Bayi Mafia
9.7
Pelajar muda bernama Lea dikejutkan oleh tawaran gila dari bos mafia, El Zibrano Elemanus. El bersedia memberikan kekayaan melimpah asalkan Lea mau menyusui putranya. Tentu saja Lea menolak mentah-mentah karena merasa permintaan itu sangat tidak masuk akal. Namun, sang mafia tidak mengenal kata menyerah dan siap memakai caranya sendiri. Kini, Lea terjebak dalam situasi intim yang mengancam harga diri serta masa depannya akibat ambisi El.

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED