Sampul Novel Ketika Hati Mulai Mendua

Ketika Hati Mulai Mendua

7.9 / 10.0
Pernikahan harmonis Anis dan Affandy Nugraha hancur saat mantan kekasih suaminya kembali. Terpikat pesona masa lalu, Affandy mengabaikan peringatan Anis untuk melupakan masa lalu. Di tengah kepedihan dikhianati, sang putra sulung, Angga, hadir menjadi pelindung ibunya. Ia menyemangati Anis agar bangkit menjadi sosok mandiri demi dirinya dan Anggi, sekaligus membuktikan harga diri mereka di hadapan sang suami yang telah berpaling.
Ringkasan Ketika Hati Mulai Mendua
Pernikahan harmonis Anis dan Affandy Nugraha hancur saat mantan kekasih suaminya kembali. Terpikat pesona masa lalu, Affandy mengabaikan peringatan Anis untuk melupakan masa lalu. Di tengah kepedihan dikhianati, sang putra sulung, Angga, hadir menjadi pelindung ibunya. Ia menyemangati Anis agar bangkit menjadi sosok mandiri demi dirinya dan Anggi, sekaligus membuktikan harga diri mereka di hadapan sang suami yang telah berpaling.
Baca Selengkapnya

Ketika Hati Mulai Mendua Bab 1

Hari ini Mas Fandi memberitahu kalau ia pulang terlambat, karena mau melayat ke rumah temannya. Seperti itulah Mas Fandi, setiap terlambat selalu memberitahu, jadi aku tidak cemas menunggu kabarnya.

Aku seorang ibu dari dua anak, yang sudah beranjak remaja. Aku juga bekerja di sebuah kantor kecamatan, dan Mas Fandi merupakan pegawai di sebuah kantor pemerintah. Sesibuk apapun aku di kantor, aku selalu mengutamakan keluarga.

***

"Anis, temenin aku melayat ya?" kata Sandra teman sekantorku, pagi ini.

"Siapa yang meninggal?" tanyaku.

"Teman SMA ku?"

"Sekarang melayatnya?" tanyaku lagi.

"Enggak, lebaran nanti! Ya sekarang!" kata Sandra.

Aku tertawa. Setelah izin dengan teman, kami langsung berangkat. Sepanjang perjalanan Sandra bercerita tentang temannya. Anton, temannya Sandra meninggal karena penyakit gagal ginjal. Sudah setahun ini rutin cuci darah. Memiliki dua anak laki-laki. Sekitar usia 15 dan 10 tahun. Istrinya memiliki toko sembako. Anton sebagai PNS di kantor pemerintahan.

Sesampai di rumah duka sudah banyak pelayat yang datang. Karangan bunga juga banyak berjejer. Tanpa sengaja, aku melihat mobil Mas Fandi. Aku berusaha mengedarkan pandangan mencari keberadaan mas Fandi. Tak terlihat dimana mas Fandi.

Sandra mengajak aku menemui istri Anton. Aku kaget, ternyata istri Anton itu bernama Leni yang pernah ketemu aku di rumah sakit. Leni juga tampak terkejut melihatku. Setelah mengucapkan bela sungkawa, kami keluar mencari tempat duduk.

Sandra bertemu dengan beberapa temannya. Aku ikut bergabung dengan mereka.

"Istrinya Anton pasti senang ya?" kata Ine teman Sandra.

"Kok bisa?" tanya Sandra.

"Anton sakit-sakitan malah istrinya selingkuh dengan mantan," sambung Citra teman Sandra yang lain. Aku hanya menjadi pendengar saja.

"Selingkuhannya datang nggak ya?" tanya Ine.

"Datang, aku tadi lihat kok. Mana ya?" kata Citra sambil mengedarkan pandangan.

"Itu, pakai kemeja putih, duduk dekat pintu masuk," kata Citra lagi. Kami semua menatap ke pintu.

Deg! Itu kan Mas Fandi. Sandra juga kaget, langsung menatap aku.

"Kenapa? Kenal ya?" kata Ine bertanya padaku.

"Kayaknya tetanggaku itu," jawabku berbohong sambil menata emosi. Aku menatap Sandra mengkode untuk ikut bersandiwara.

"Namanya Fandi, dia mantannya Leni. Leni ninggalin Fandi, karena Anton lebih kaya. Padahal sekarang Fandi sudah memiliki istri dan anak," kata Ine menjelaskan pada kami.

Aku sudah tidak kuat mendengar cerita Ine. Hatiku terasa nyeri, mataku mulai berembun. Sandra menatapku iba.

"Eh kami pulang dulu ya? Nggak enak kalau kelamaan ninggalin kantor," potong Sandra.

Kami berjalan menuju mobil Sandra.

Aku lihat mbak Sisi dan Ibu datang melayat, mereka kaget melihatku.

"Lho kamu kok kesini, kenal ya?" tanya ibu.

"Nemenin Sandra Bu," jawabku.

"Oh."

"Tuh Mas Fandi juga ada di sana," kataku sambil menunjuk ke arah Mas Fandi duduk. Secara bersamaan ternyata Mas Fandi melihatku dengan ekspresi yang terkejut. Mbak Sisi dan ibu diam, sepertinya ada yang mereka sembunyikan.

"Ayo San," aku menarik tangan Sandra.

Di dalam mobil Sandra, aku menangis melepaskan sesak dan emosi yang dari tadi aku tahan.

"Menangislah biar kamu lega," kata Sandra.

"Maaf ya Nis, kalau aku tidak ngajak kamu tadi, kamu tidak akan tahu ini," kata Sandra lagi.

"Enggak apa-apa kok, dengan begini akhirnya ketahuan juga," jawabku

"Jangan bertindak gegabah, ya? Selidiki dulu semuanya. Aku akan selalu ada untukmu kapanpun kamu butuh bantuanku." kata Sandra.

Aku mengangguk, sambil berusaha menghapus air mata. Jangan sampai orang di kantor tahu kalau aku habis menangis.

***

"Pa, kemarin melayat dimana? Di tempat lain atau di tempat Leni?" tanyaku pada Mas Fandi ketika pulang dari kantor.

"E..e kemarin gak jadi melayat. Banyak yang harus di selesaikan di kantor. Makanya pagi ini baru melayat," jawab Mas Fandi agak gugup.

"Kok nggak bilang sama Mama? Biasanya Papa tu apa-apa cerita sama Mama," tanyaku lagi.

"Maaf Papa lupa. Jangan marah ya sayang," kata Mas Fandi sambil mencium keningku.

Inilah yang membuat aku bucin. Ia pandai sekali membuat hati berbunga-bunga.

Aku mengangguk.

Drtt....drtt

Gawai Mas Fandi bergetar, sekilas kulihat nama Dani yang tertera di layar. Dani siapa ya? Perasaan Mas Fandi tidak punya teman yang bernama Dani.

"Halo?" Mas Fandi menerima panggilan di telepon

"..............."

"Iya, iya."

"..............."

Mas Fandi mengakhiri panggilan di telepon.

Setelah Magrib, Mas Fandi sudah kelihatan rapi.

"Mau kemana, Pa?" tanyaku.

"Mau takziah, Ma."

"Ke tempat Leni ya? Mama ikut ya?" Kataku sambil bergegas ganti baju.

"Tapi Ma, Papa berangkat sama Mirza dan Candra."

"Ya nggak apa-apa, Mama kan kenal sama mereka. Mereka pasti tidak akan keberatan."

"Nggak jadilah ma. Nggak enak sama mereka, mereka kan nggak bawa istri."

"Lho emang kenapa? Kan tujuannya mau takziah."

"Enggak usahlah, sudah banyak orang juga yang takziah kesana." Mas Fandi menjawab dengan nada agak kesal. Apa yang kamu sembunyikan Mas?

Aku kembali ke kamar. Berganti pakaian lagi, samar-samar aku dengar Mas Fandi menelpon seseorang.

"Maaf ya, aku nggak jadi datang. Soalnya Anis mau ikut."

"................"

"Jangan marah, Sayang, nanti hilang cantiknya."

"..............."

"Iya...."

Sayang?! Mungkinkah Leni yang dipanggil sayang oleh Mas Fandi? Aku pura-pura sibuk dengan gawaiku, ketika Mas Fandi masuk ke kamar.

Malam ini aku terbangun, aku lihat jam, menunjukkan pukul satu dini hari. Aku menoleh ke samping, Mas Fandi tidak ada. Aku keluar kamar untuk mencari Mas Fandi. Samar-samar ku dengar suara di dapur. Dengan langkah pelan aku menuju dapur. Mas Fandi sedang melakukan video call dengan perempuan.

Aku kembali masuk ke kamar dan menangis. Tak lama kemudian Mas Fandi masuk ke kamar. Aku pura-pura tidur. Mas Fandi masih menatap gawainya. Akhirnya Mas Fandi terlelap. Segera aku mengambil hp Mas Fandi pelan-pelan. Aku tahu pasword hpnya. Ternyata belum diganti. Aku cari panggilan terakhir dengan seseorang bernama Dani Setelah kusalin no hpnya, kuletakkan kembali.

***

"San, bantuin aku ya," Kataku pagi ini di kantor.

"Bantuin apa?" kata Sandra, tapi mata masih menatap gawainya.

"Mencari informasi tentang Leni."

"Apa?" Sandra langsung memandangku dengan heran.

Aku menceritakan tentang kejadian tadi malam.

"Oke, serahkan padaku," Kata Sandra

"Makasih ya, San."

Sandra bertindak cepat buktinya baru sehari sudah mendapatkan bukti-bukti berupa foto Mas Fandi dan Leni. Leni memang cantik, pantas kalau Mas Fandi terpikat lagi. Aku mengenal Leni ketika Ibu mertua sakit dan dirawat di sebuah rumah sakit. Ternyata kamarnya bersebelahan dengan kamar suami Leni yang juga dirawat di rumah sakit.

"Leni, kenalkan ini Anis istrinya Fandi" kata Mbak Sisi ketika aku menunggu Ibu mertua di rumah sakit.

"Leni."

"Anis."

"Saya keluar dulu ya Mbak. Nanti Mas Anton nyariin" kata Leni pamit. Aku dan Mbak Sisi mengangguk.

Mbak Sisi menceritakan kalau Leni sedang menunggui suaminya yang sakit. Anton sudah sering keluar masuk rumah sakit karena penyakit ginjal yang dideritanya.

Setelah itu aku tidak pernah bertemu dengannya lagi. Perilaku mas Fandi juga masih biasa. Atau aku yang tidak pernah peka, karena terlalu bucin.

Kupandangi foto mereka, terasa nyeri dihati. Mengapa engkau berbagi hati Mas? Apakah kekurangan ku selama ini? Walaupun aku seorang wanita kantoran tapi urusan rumah tangga masih yang utama. Aku selalu menyiapkan sarapan untuk suami dan anak-anak.

Aku tidak akan bertindak gegabah, harus menyelidiki dulu supaya tidak jadi bumerang untukku sendiri. Harus menyusun strategi.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Ketika Hati Mulai Mendua

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel CINTA DI MUSIM SEMI
8.0
Dalam kisah romansa modern ini, David dan Arina memulai perjalanan emosional yang menuntun mereka pada kebahagiaan sejati. Berlatar keindahan bunga musim semi yang bermekaran, keduanya belajar saling memahami dan mengisi kekosongan jiwa masing-masing. Seiring berjalannya waktu, hubungan mereka tumbuh dengan begitu indah. Momen singkat di musim ini berhasil menyatukan dua hati dalam sebuah ikatan cinta yang tulus, kuat, dan sangat mendalam bagi mereka berdua.
Sampul Novel DOSEN ITU SUAMIKU
9.5
Kehidupan Bunga berbalik total setelah sebuah rahasia di kampusnya terungkap. Ezza, sosok suami yang dinikahinya melalui perjodohan orang tua, mendadak hadir sebagai dosen baru di tempatnya berkuliah. Kemunculan Ezza yang tiba-tiba di hadapannya memicu kecurigaan besar dalam benak Bunga. Ia pun mulai mempertanyakan tujuan sebenarnya dari sang suami. Apakah ada motif terselubung di balik keputusan Ezza, ataukah semua ini murni ketidaksengajaan?
Sampul Novel Menyusui Bayi Mafia
9.7
Pelajar muda bernama Lea dikejutkan oleh tawaran gila dari bos mafia, El Zibrano Elemanus. El bersedia memberikan kekayaan melimpah asalkan Lea mau menyusui putranya. Tentu saja Lea menolak mentah-mentah karena merasa permintaan itu sangat tidak masuk akal. Namun, sang mafia tidak mengenal kata menyerah dan siap memakai caranya sendiri. Kini, Lea terjebak dalam situasi intim yang mengancam harga diri serta masa depannya akibat ambisi El.
Sampul Novel Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam
8.5
Seorang penjelajah tersesat di Hutan Gondoriyo dan mengalami teror mistis saat kendaraannya hilang secara gaib. Di sebuah gubuk sunyi, pasangan lansia misterius sempat memperingatkannya. Meski sempat kembali dengan selamat, rasa penasaran justru menyeretnya kembali ke sana, namun hutan itu seolah menguap. Misteri pun kian kelam saat ia menemukan kaitan erat antara kecelakaan bus di jurang dan hutan tersebut, hingga ia harus bertaruh nyawa demi kebenaran.
Sampul Novel Pengorbanannya, Kebencian Butanya
8.0
Demi Rania, tunangannya, Baskara tega memaksaku mendonorkan sumsum tulang. Kedekatan masa kecil kami kini musnah, berganti kebencian buta darinya setelah fitnah keji Rania menghancurkanku. Akibat rekaman asusila palsu itu, Baskara menyiksaku dan menculik orang tuaku, memaksaku melihat mereka jatuh dari gedung tinggi hingga tewas. Di tengah penyakit parah yang kusembunyikan, dia justru menyuruhku mati. Tanpa ragu, aku menuruti keinginannya dan melompat ke jurang maut.
Sampul Novel Rahasia di Koper Suamiku
8.5
Kehidupan pernikahan Dewi yang semula tenang seketika runtuh setelah ia mendapati benda asing milik seorang wanita di koper suaminya. Kejadian tak terduga ini menuntunnya mengungkap berbagai kebusukan dan rahasia kelam yang selama ini disembunyikan sang suami dengan rapi. Terluka akibat perselingkuhan tersebut, Dewi kini dihadapkan pada pilihan hidup yang berat. Apakah ia akan pasrah menerima rasa sakit, atau justru memilih bangkit untuk membalas dendam?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED