Bab 1

Seiring perkembangan teknologi yang semakin pesat, semakin banyak perangkat dan sistem digital membuat orang semakin mudah melakukan tindakan kejahatan seksual dengan berbagai macam modusnya.

Ditambah dengan penggunaan sosial media yang semakin massif, pencurian dan penyalahgunaan data pribadi juga menjadi semakin mudah dilakukan.

Terlebih lagi karena literasi masyarakat yang masih kurang tentang daya berdigital membuat banyak dari mereka yang rentan menjadi target tindak kejahatan.

Namun sulitnya mendapatkan barang bukti menjadi kendala utama untuk bisa mengejar dan menjerat pelaku ke meja hijau.

Masyarakat pun mendesak kepolisian untuk bertindak meningkatkan pengawasan dan melakukan tindakan pengamanan agar kaum wanita khususnya dapat merasa tenang dalam melakukan aktifitasnya baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

Menanggapi hal itu kepolisian pusat membentuk sebuah tim khusus untuk menangani segala tindak kasus kejahatan seksual, pemerkosaan, prostitusi dan sejenisnya. Beranggotakan 4 orang detektif pilihan, mereka menjadi wajah baru kepolisian dalam memerangi setiap bentuk kejahatan seksual.

Nama divisi khusus tersebut adalah Timsus Perjaka (Tim Khusus Pemburu kejahatan dan kekerasan Seksual).

***

Dua Tahun sejak dibentuknya Timsus Perjaka, banyak inovasi dan sistem yang mereka buat untuk mencegah dan mengawasi segala pergerakan di area umum.

Ditambahnya perangkat cctv, dibukanya jalur pengaduan dan perlindungan bagi korban yang seluas-luasnya untuk dapat menjerat pelaku.

Memasuki semester ke dua sejak tahun pertama, hasil kerja mereka mulai terlihat dengan berkurangnya aksi kejahatan sosial di tempat umum.

Namun kejahatan seksual rupanya tidak hanya terjadi melalui kontak fisik. Bahkan seseorang bisa melakukan kejahatan seksual dari tempat yang tidak diketahui.

Di sebuah hotel di tengah kota, Timsus Perjaka sedang melakukan tugasnya...

Seorang agen sedang mengamati sebuah kamar hotel menggunakan teleskop genggam dari atap sebuah bangunan.

"Cek, Levi disini mereka sudah memasuki puncak acaranya, hihi".

Dari dalam kamar seorang wanita tengah bergerak erotis tanpa busana di atas tubuh seorang pria tambun. Wanita itu meliuk dengan kedua payudara yang berguncang hebat sembari memainkan rambutnya.

“Ohhh yeess bitch thats fvcking good” ucap pria itu sembari memainkan kedua payudara gadis tersebut.

Wanita seksi dengan kulit putih yang mulus itu menggerakkan pinggangnya maju dan mundur memanjakan batang kenikmatan yang telah terbenam sepenuhnya di dalam miss Vnya.

Wanita itu pun mengambil botol minuman anggur di atas meja dan meminumnya, lalu menumpahkan minuman itu di atas dadanya membuat pria itu pun bergegas bangkit untuk menjilati tumpahan minuman tersebut.

Di lorong hotel dekat kamar pria tambun itu, seorang agen sedang menyamar sebagai cleaning service, sambil memegang vacum cleaner dia membawa tong sampah dorong di sebelahnya.

"Cek, Jordi disini, kami sudah memasuki lorong dan bersiap di lokasi".

Dan satu agen lainnya bersembunyi di dalam tong sampah dorong tersebut.

"Kiros disini, Aku tidak percaya apa sedang yang kulakukan sekarang".

"Bersabarlah saat ini dia sedang melepas roknya hihi setelah ini giliran kalian". ucap agen Levi dari seberang bangunan.

Wanita di kamar itu bergerak semakin erotis dengan membenamkan kedua payudaranya di wajah pria tambun tersebut. Pria itu tampak begitu menikmati melumat daging lembut yang menggantung di wajahnya.

Dia pun beranjak dan kini berada di atas tubuh wanita itu lalu menghimpitnya sekuat tenaga. Ranjang yang empuk membuat tubuh wanita itu pun memantul dengan kuat oleh tekanan pria tambun tersebut.

"Cek hei Levi, bagaimana keadaan di dalam? Sahut agen Jordi.

Lalu dari ujung lorong hotel tempat agen Jordi berada seorang wanita keluar dari elevator dengan langkah gontai, tampaknya wanita itu sedang mabuk.

Wanita berambut pirang dengan pakaian terusan panjang itu berjalan semakin mendekat dengan agen Jordi.

"Hei hei apa dia sedang mabuk" gumam Jordi dalam hati.

"Apa anda baik baik saja nona?

"Ah aku baik-baik saja terima kasih" jawab wanita itu sambil tertawa kecil.

"Uhhmm tapi sepertinya aku ingin muntah.

Dia pun mendekat ke arah tong sampah yang dibawa agen Jordi dan perlahan membukanya..

"Sial disini panas sekali” Gumam agen Kiros Sambil melirik ke atas karena ada cahaya masuk dari celah pintu tong sampah tersebut.

Disaat bersamaan mereka pun saling bertatapan

"Hei hei AARRGGHH.....teriak agen Jordi dan Kiros bersamaan

Agen Kiros yang menyadari wanita itu akan membuang sesuatu dari mulutnya spontan berdiri dari tong sampah dan menabrak wanita itu, lalu terjatuh ke lantai bersamaan dengan tong sampah tempat ia bersembunyi.

Tanpa sengaja dia menjatuhkan dompet yang memperlihatkan lencana polisi dari balik kemejanya.

"Hei apa yang terjadi, kalian berisik sekali" sahut agen Levi

"Ugghh ada sedikit masalah, bagaimana keadaan di dalam?" Tanya agen Jordi.

Di dalam kamar pria tambun itu mulai menekan tubuh ramping itu dari belakang. Disertai dengan tamparan lembut ke arah pantat gadis tersebut. permainan semakin memanas ketika dia menarik kedua lengan gadis itu dan kembali menekannya dengan kuat.

Wanita itu pun hanya merintih menahan tekanan pria tambun tersebut dengan tubuh yang dipenuhi keringat. Pria itu juga menarik rambut wanita itu dengan tangannya yang lain hingga membuatnya mengangkat dagunya.

Di lorong hotel "Aduhhh kepalaku sakit" Ucap wanita yang setengah mabuk itu setelah berbenturan dengan agen Kiros.

"Aduhh sial kenapa kau muntah disini Menjijikan sekali" Sahut agen Kiros sembari membersihkan pakaiannya..

"Apa kau baik-baik saja nona? Sahut agen Jordi sembari Membantu wanita itu bangkit dari posisinya.

"Aauhh pusing sekali, apa yang sedang kalian lakukan, kenapa kau bersembunyi di dalam tempat sampah ?" Ucap wanita itu

"Hei Levi bagaimana kondisi di dalam? Kenapa kau diam saja, hei...!!" Ucap agen Jordi sambil menjaga volume suaranya.

Di dalam kamar, Wanita itu mulai menjalankan tugasnya sebagai umpan. Dia merebahkan tubuh pria yang tampak kelelahan itu dan mendaratkan payudaranya di wajah pria itu. Perlahan dia mengambil sebuah borgol yang telah disiapkannya di laci meja sebelah ranjang dan memasangkannya pada pria tersebut.

Pria itu dengan beringas mencium dan menjilati dua bongkahan daging yang lembut itu tanpa menghiraukan borgol di tangannya.

Di luar agen Levi hanya terdiam dengan mulut yang terbuka dengan bahagia, rupanya agen Levi juga menikmati pertunjukan itu sehingga dia tidak merespon panggilan dari rekan2nya.

"Ohh hebat dia benar-benar seksi" Gumam agen Levi sambil menggerakkan tangannya maju mundur di area pribadinya di atas bangunan yang gelap itu.

Wanita yang mabuk itu kemudian melihat lencana polisi yang terjatuh di lantai. Kemudian dengan kondisi setengah sadar secara spontan dia berkata dengan nada yang sedikit histeris

"Ya ampun apakah kau polisi, maafkan saya pak polisi, saya tidak sedang mabuk, saya hanya tidak enak badan setelah acara di bawah.. mohon maafkan saya" ucap wanita itu dengan nada panik.

Melihat wanita itu panik agen Jordi dengan spontan menutup mulut wanita itu

"Hei hei tenanglah !!! ssstt sssttt kami bukan polisi, kami tidak akan membawamu" Ucap agen Jordi.

Dari dalam kamar wanita itu kemudian berusaha memasang pasangan borgol yang lain kedua tangannya. Namun ketika dia sedang mengarahkan borgol, pria itu tanpa sengaja mendengar kegaduhan di luar.

"Hah? Apa? polisi? Kau!? Sial rupanya ini semua jebakan".

Secara spontan dia mendorong wanita itu hingga terpental ke lantai

"Sial, seharusnya aku menyadarinya. apa kau pikir rencana kalian akan berhasil huh?"

Pria itu bergegas mengambil handphone dari saku jasnya. Setelah menekan beberapa kali di layar hp dia bergegas memakai celananya dan berlari keluar kamar.

"Hei sepertinya dia mendengar kebisingan kalian, dia baru saja berlari keluar kamar...!!!" Teriak agen Levi.

Di luar kamar agen Jordi dan agen Kiros melihat target keluar dan berlari ke ujung lorong ke arah pintu darurat.

"Uggh sial kita ketahuan "

"Ayo cepat kejar dia"

***

Bab 2

Dari kamar sebelah tempat pria itu bermain sebelumnya terdengar suara yang berbunyi seperti alarm dan tak lama kemudian dua orang pria bertubuh besar keluar menghadang mereka.

"Bereskan mereka dengan cepat dan bersihkan area..!!!"

"Sial mereka akan membayar untuk semua ini" Ucap pria itu sambil berlari menuju pintu darurat dan hanya mengenakan celana pendek.

"Kiros kejar dia serahkan mereka padaku"

"Huh ayo cepat buka jalan untukku" sahut agen Kiros.

Di lorong hotel yang cukup sempit mereka berlari menyerang kedua pria besar yang berdiri sebaris itu.

Jordi menyerang Pria di depan dengan tendangan terbang ke arah wajah disusul agen Kiros yang berlari sambil mengarahkan pukulan kanannya ke wajah pria di belakang .

Kedua pria besar itu menahan serangan mereka dan membalas dengan pukulan..

Jordi dan Kiros menghindar,

Jordi melangkah dan melompat ke arah pria di depan, dia tampak seperti akan melakukan tendangan yang sama dan pria itu menutupi wajahnya dengan kedua tangannya untuk menangkis tendangan agen Jordi kembali.

Namun rupanya Jordi bukan sedang menendang melainkan menggunakan paha pria yang memasang kuda-kuda itu sebagai pijakan untuk melompat dan menendang pria di belakang.

Pria besar itu juga berhasil menangkis tendangan Jordi, namun tiba2 Kiros berlari kencang sambil mendorong tubuh pria itu hingga terjatuh. Setelah itu dia melakukan roll ke depan dan berlari mengejar pria tambun itu ke arah pintu darurat.

"Sial.. sial.. sayang sekali pertunjukannya harus berakhir, aku harus segera turun". Ucap agen Levi sambil berlari menuju sebuah pintu di atap bangunan tersebut.

Kiros berlari menuju pintu darurat, dia melihat pria tambun itu berada 3 lantai di bawahnya.. kemudian pria itu masuk di lantai 2 hotel tersebut.

"Sial.. untuk ukuran pria berbadan besar dia cepat juga"

Setelah membuka pintu darurat di lantai dua tiba2 dua orang pengawal lainnya menendang Kiros kembali ke ruang tangga darurat.

"Ugghh sial mengganggu saja" ucap Kiros.

Di lantai lima, agen Jordi berhadapan dengan dua pengawal. Setelah menghindari pukulan salah satu pengawal, dia menahan pukulan dari pengawal lainnya.

Pukulan yang kuat sehingga membuat agen Jordi terseret ke belakang.

Jordi berlari menuju pengawal di sebelah kiri, pengawal itu melakukan tendangan ke arah kaki, lalu Jordi melompat ke tembok dan menambah kekuatan tendangannya ke arah wajah pria itu. Pria itu berhasil terjatuh namun sesaat ketika kaki Jordi baru saja menapak kembali ke lantai, pria di sebelah kanan menyerangnya dengan dorongan bahu tepat ke wajah Jordi, membuatnya terlempar ke belakang cukup jauh dan keras membuat darah mengalir seketika dari hidungnya.

"Ugghh, baiklah rupanya mereka berdua cukup kompak, aku harus melawannya satu persatu"

Di lantai dua Kiros terlempar ke tembok setelah menerima tendangan dari kedua pengawal yang menghadangnya.

"Sial, dua serangga ini mengganggu saja. Aku harus mengalahkan mereka dengan cepat".

"Teman2 bagaimana keadaan kalian?" Panggil Levi sambil berlari menuruni tangga darurat gedung yang berada di sebelah hotel tersebut.

Di area basement hotel, pria tambun itu berlari menuju sebuah mobil sedan yang sudah bersiap seorang driver dan seorang pengawal di dalamnya.

"Cepat pergi dari sini, jangan sampai mereka mendekat" ucap pria itu.

Dengan cepat driver menekan pedal gas mobil itu menuju keluar area parkir. Tampak plat nomer mobil itu berubah sesaat sebelum melewati portal. Setelah keluar, driver menambah kecepatan mobil.

Dari gedung sebelah, agen Levi berlari keluar lalu melihat pria tambun itu berada di dalam mobil yang berlari kencang. Kemudian dia memberikan tembakan menggunakan pistol peredam suara ke arah ban mobil tersebut.

Beberapa tembakan meleset, akhirnya dia menembak dengan pistol yang berbeda yang diambil dari saku celananya, satu tembakan berhasil mengenai bagian belakang mobil itu sebelum akhirnya mobil itu menjauh dari jangkauan tembakannya.

"Hh hh.. sial aku meleset"

"Target menjauh ke arah timur menggunakan mobil sedan berwarna hitam"

"Boss, maaf sepertinya ini giliranmu"

"Penanda lokasi sudah terpasang"

Rupanya tembakan terakhir dari agen Levi tadi merupakan peluru pelacak lokasi.

"Hhh.. kalian selalu tidak bisa diandalkan"

Ucap seseorang dengan suara wanita dari alat komunikasi agen Levi.

Di lantai Lima agen Jordi mulai meningkatkan serangannya.

"Sial.. ini bukan waktunya bermain-main"

"Hei cumi-cumi apa kau butuh bantuan?" Ucap agen Kiros melalui earphone.

"Siapa yang kau panggil cumi huh, dasar landak laut". Sahut agen Jordi.

Jordi menyerang dengan memberikan tendangan ke sisi lutut kaki bagian dalam menggunakan kaki kiri. Membuat salah satu pengawal itu tersujud.

Dia melanjutkan dengan dua tendangan ke arah perut dan kepala sehingga membuat pengawal itu mendangakkan kepalanya.

Lalu agen Jordi sedikit melompat dan berputar, dia mendaratkan tendangan yang sangat kuat ke arah wajah dengan kaki kanannya..

Membuat salah satu pengawal tersungkur..

Di lantai dua

Kiros menghindari pukulan salah satu pengawal dan memberikan pukulan ke sisi perut bagian samping, dilanjutkan tinju atas ke dagu dan di akhiri dengan pukulan keras ke perut sampai membuat pengawal itu terlempar ke dalam lorong hotel.

Di luar tampak seorang wanita mengenakan setelan jaket kulit dan helm berwarna hitam sedang mendekati mobil yang melaju dengan mengendarai motor sport berkecepatan tinggi.

Walaupun waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 namun lalu lintas di jalan tersebut masih cukup ramai.

Wanita bermotor itu melaju sambil menghindari beberapa mobil di depannya.

Ketika sudah berada dalam jarak yang cukup dia mengeluarkan sebuah pistol dengan peredam suara dari punggungnya.

Driver mobil yang menyadari kehadirannya kemudian membelokkan setir dengan tiba2.

"Aduhh Hei apa yang kau lakukan... !!!" Teriak pria tambun itu setelah kepalanya terbentur kaca di dalam mobil.

"Tenanglah boss, kita sedang diikuti. Arahkan ke jalur lingkar timur, akan kuhentikan dia" Perintah pengawal itu.

Wanita itu membatalkan tembakannya, dia menyadari bahwa musuh telah mengetahui kehadirannya. Dia memasukkan kembali pistolnya dan kembali fokus mengejar mobil itu.

"Bos, sepertinya dia mengarah ke jalur lingkar timur. Aku sedang menghubungi pusat untuk mengirimkan bantuan”. Ucap agen Levi.

“Aku tahu, perintahkan untuk mensiagakan personil di titik utara dan selatan jalur tersebut, dan pastikan tidak ada lampu merah di jalurku”. Sahut agen wanita itu sambil berbelok ke sebuah gang di antara bangunan.

“Siap boss.. satu kilometer ke depan sudah tidak ada lampu merah” ucap Levi sambil mengutak atik tablet yang dia bawa.

“Kemana dia pergi.. apa kita berhasil kabur?” Ucap pria tambun itu.

“Dia mencari rute lain untuk mencegat kita” ucap pengawal pria itu.

Tidak lama kemudian agen wanita itu muncul dari sebuah jalan kecil dan dengan cepat berada tepat di samping mobil tersebut.

“Huh dia muncul lagi, berikan pistolmu” ucap pengawal tersebut.

***

Bab 3

Sebelum dia bisa mengambil pistol di punggungnya, driver mobil itu berusaha menabraknya dari samping. Pengawal yang berada di kursi belakang pun membuka jendelanya mencoba menembak agen wanita tersebut.

Namun agen wanita itu seketika mengurangi kecepatan dan menghindar ke belakang mobil tersebut. Mobil itu tiba-tiba saja melakukan rem mendadak untuk menghantam agen tersebut, namun dengan respon yang sangat baik dia dapat menghindarinya dan bergerak menjauh.

Sang pengawal pun mencoba menembakinya beberapa kali, namun agen wanita itu berhasil berlindung di belakang kendaraan lainnya yang melintas.

Menyadari musuh yang bisa membahayakan nyawa pengguna jalan lainnya, agen wanita itu pun memutuskan untuk menghindar menunggu waktu yang tepat untuk kembali menyerang.

Dia mengurangi kecepatannya dan berbelok ke sebuah gang “dia bergerak di kawasan padat, tetap informasikan padaku rute yang dilaluinya dan akan kuhabisi di jalanan yang lengang” ujar agen wanita tersebut.

“Baik Bos dia masih mengarah ke utara melewati jalan utama, seharusnya dia akan berbelok 50 meter di depan menuju ke timur” ujar Levi melalui alat komunikasi mereka.

“Hehe akhirnya dia mundur juga” sahut pria tambun tersebut.

“Tetap waspada, dia mungkin saja menunggu waktu yang tepat untuk menyerang kembali” ujar sang pengawal.

Setelah beberapa saat mereka berjalan hingga memasuki kawasan yang cukup sepi tiba-tiba saja mereka dikejutkan oleh beberapa tembakan yang mengenai kaca mobil bagian belakang.

“Ahh sial, mengagetkan saja. Haha itu tidak mempan bodoh” ujar pria tambun tersebut.

Tembakan itu tidak berpengaruh sama sekali karena rupanya kaca mobil itu adalah kaca anti peluru. Agen itu pun mencoba mendekatkan jarak kendaraannya untuk sedikit bergeser dan mencoba menembak ban depan mobil tersebut.

Setelah tiga kali tembakan dia berhasil mengenai ban depan di sebelah kanan mobil itu. Secara otomatis driver pun kehilangan kendali dan menyerempet trotoar dan beberapa mobil lain di depannya. Tak lama kemudian mobil itu oleng dan menabrak pembatas jalan.

Sang driver mencoba kembali ke jalur utama namun justru membuat mobil itu lepas kendali dan terbalik di pinggir jalan.

"Ugghh sial, dasar bodoh beruntung aku masih hidup tahu". Ucap pria tambun itu.

Setelah tabrakan itu, driver tidak sadarkan diri karena luka di kepalanya dan si pengawal pria keluar dari mobil dan mengarahkan tembakannya pada agen wanita tersebut.

Namun agen wanita itu dapat menembak lebih dulu pistol tersebut dan menjatuhkannya. Agen wanita itu pun menepi dan melepaskan helmnya, rambutnya yang berwarna coklat bergelombang terurai dengan panjang sebahu. Dengan tangan kosong dia mendekati pengawal itu.

Pengawal itu pun mengeluarkan sebuah pedang seperti samurai namun lebih pendek dari balik punggungnya. Dia mulai berlari dan menyerang wanita itu..

Sebuah sabetan pun dilayangkan dari atas, namun wanita itu berhasil menghindar, dilanjutkan dengan ayunan menyamping ke arah kepala, namun masih juga bisa dihindari.

Pengawal itu kemudian memberikan serangan beruntun berupa tusukan ke arah dada dilanjutkan ayunan ke kepala dan kaki.

Dengan sangat lincah wanita itu berhasil menghindari semua serangannya.

Pengawal itu tampak kesal dan mengambil langkah panjang sembari mengayunkan pedangnya secara vertikal.

Wanita itu masih sanggup menghindarinya lalu dia memegang tangan pria itu dan memukul sikutnya dengan tangan kiri sehingga membuat pedang pria itu terjatuh.

Kemudian dia memukul perut pria itu, membuatnya membungkuk dan memukul tengkuk pria itu sehingga membuatnya terjatuh dan tidak sadarkan diri.

Dia menjatuhkan pria itu hanya dengan tiga serangan yang sangat cepat.

Kembali ke lantai lima hotel, agen Jordi berhadapan dengan satu pengawal. Dia menghindari tendangan dari pengawal itu dengan menundukkan kepala.

Melihat celah setelah musuhnya melakukan serangan, agen Jordi kemudian melompat dan memberikan tendangan menggunakan lutut ke arah dagu sehingga membuat lawannya terjatuh tak sadarkan diri.

Agen Jordi berhasil mengalahkan kedua pengawal itu.

"Haha.. yeah terima itu.. dasar ikan buntal".

Profil :

Nama : Jordi del osha

Panggilan : Jordi / Joe

usia : 26 tahun

Keahlian : ahli perangkat digital elektronik

Di lantai dua

Kiros menerima pukulan tepat di wajah dan tersungkur di lantai.

Kemudian dia bangkit, berlari ke arah lawannya dan melompat. Dia memberikan pukulan yang kemudian ditahan oleh musuhnya dan membuatnya bergeser ke belakang.

Belum selesai, dia mendaratkan dua pukulan ke perut dan ke dagu, membuat kepala pengawal itu menengadah ke atas.

Terakhir dia memberi pukulan yang sangat keras ke wajah sehingga membuat pengawal itu seketika terjatuh ke lantai dan tidak sadarkan diri.

"Cih... Aku tidak percaya mereka merepotkanku".

Profil :

Nama : Kiros Venture

Panggilan : Kiros

usia : 27 tahun

Keahlian : ahli senjata dan peralatan

"Boss, pasukan bantuan sedang bergerak ke arahmu, apa kau baik-baik saja bos?". Panggil agen Levi

Profil :

Nama : Levi elrokki

Panggilan : Levy / El

usia : 24 tahun

Keahlian : ahli pemrograman dan perangkat digital.

"Aku sudah selesai, jangan lupa untuk mengambil barang bukti di area dan rekaman cctv. Aku ingin keluar sebentar, tolong bereskan sisanya untukku”.

Perintah Agen wanita itu sambil mengaitkan borgol pria tambun itu ke mobil yang terbalik.

"Hei hei jangan tinggalkan aku disini, bagaimana jika mobil ini meledak?" Ucap pria tambun itu merengek.

Profil :

Nama : Eva Avalon

Panggilan : Eva / Vivi

usia . : 26 tahun

Keahlian. : ahli senjata, perangkat digital elektronik dans trategi.

"Siap boss" Agen Levi

"Apa kau ingin ditemani?" Agen Jordi

"Pergilah" Agen Kiros

Mereka pun berhasil menangkap target yang telah dipantau selama dua bulan lamanya.

***

Di sebuah ruangan kamar mandi yang luas, seseorang sedang berendam sambil melihat televisi. Dia mengangkat telepon genggamnya yang berbunyi.

"Hallo."

"Ya siapa ini?"

"Oh kau, tidak biasanya kau menelpon"

"Hmm ya aku mendengarnya"

"Sebenarnya tidak perlu, tapi aku ingin kau mencari tau seberapa jauh yang mereka ketahui"

"Dan tolong alihkan transaksi selama 48 jam ke depan, jangan sampai ada jejak yang tertinggal"

Di sisi lain tampak siluet sesorang berambut silvee sedang menjawab telepon.

"Baiklah, karena itu aku menghubungimu" Ucap pria berambut silver tersebut.

Tengah malam di tepi sungai di bawah sebuah jembatan tempat favoritnya untuk menyendiri, Eva sedang bersandar di pagar pembatas sambil menikmati sebatang rokok. Dia melihat foto seorang wanita di ponselnya dengan wajah yang datar.

Sambil memejamkan mata dia menikmati setiap hisapan rokoknya. Setelah itu dia menunjukkan ekspresi yang kesal dan marah juga kecewa. Entah siapa wanita itu dan apa yang ada di pikirannya.

Setelah menghabiskan beberapa puntung rokok Eva pun pergi meninggalkan tempat itu.

***

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED