Sampul Novel MENGGODA CEO KEJAM

MENGGODA CEO KEJAM

8.3 / 10.0
Kehilangan sang ibu menyisakan luka bagi Reaneta Alisha, yang kian perih saat tahu ayahnya berselingkuh dengan gadis muda. Didorong hasrat balas dendam, Rea berniat merebut Logan Asher Maverick, miliarder berhati dingin yang dipuja oleh selingkuhan ayahnya. Namun, menaklukkan Logan tidaklah mudah. Ketika rencana busuknya terungkap, kemarahan Logan berbalik mengancam hidup Rea. Kini, jebakan rayuan yang ia rancang justru siap menghancurkan dirinya sendiri.
Ringkasan MENGGODA CEO KEJAM
Kehilangan sang ibu menyisakan luka bagi Reaneta Alisha, yang kian perih saat tahu ayahnya berselingkuh dengan gadis muda. Didorong hasrat balas dendam, Rea berniat merebut Logan Asher Maverick, miliarder berhati dingin yang dipuja oleh selingkuhan ayahnya. Namun, menaklukkan Logan tidaklah mudah. Ketika rencana busuknya terungkap, kemarahan Logan berbalik mengancam hidup Rea. Kini, jebakan rayuan yang ia rancang justru siap menghancurkan dirinya sendiri.
Baca Selengkapnya

MENGGODA CEO KEJAM Bab 1

Mata Rea terlihat sembab karena menangis sejak pagi. 

Napasnya pun masih terasa sesak dan berat. Mental dan pikirannya bagai diterjang badai setelah ibunya mengembuskan napas terakhirnya pagi ini. 

"Rea! Apa yang kau lakukan? Masih banyak tamu yang berdatangan!" sergah Lydia, saudara jauh yang sering ia panggil bibi itu. 

Rea berkedip untuk mengaburkan lamunan. Benar saja. Tamu yang datang untuk berbela sungkawa semakin banyak. Entah sudah berapa lama Rea termenung di sini. Wajah gadis itu pun terlihat pucat dan lesu karena bersedih sejak pagi. 

"Ayahmu juga tidak ada! Cepat cari dia. Siapa yang akan mengurus semua tamu-tamu ini jika bukan Ryan? Bibi tidak mengenal mereka!" gerutu Lydia.

Tak heran jika ia menjadi temperamental, sebab wanita yang sebenarnya saudara jauh ibunya itu pun sudah lelah sejak pagi. 

Rea menghapus air mata di pipinya dan cepat-cepat berdiri untuk mencari sang ayah. Padahal, Rea melihat pria itu masih berada di antara tamu-tamu beberapa menit lalu. 

Gadis itu mencari ke mana-mana, tetapi tidak berhasil menemukannya hingga ia melihat siluet sang ayah di area belakang rumahnya. 

Rea mencoba menjulurkan kepala dan ia melihat sang ayah tengah berbicara dengan seseorang. Dalam jarak ini, ia tak bisa melihat lawan bicaranya karena terhalang mobil yang terparkir. 

Gadis itu berniat berjalan mendekat, tetapi langkahnya terhenti saat tahu-tahu sang ayah memeluk lawan bicaranya. 

Deg 

Jantung Rea seolah berhenti saat itu juga. Seluruh tubuhnya membeku, tak dapat digerakkan sedikit pun. 

"Sabar sedikit, Baby." Suara sang ayah terdengar, mengusap lembut rambut wanita di pelukannya. 

Rea tak bisa melihatnya karena wajahnya tertutup dekapan sang ayah. Namun, ia bisa melihat rambut panjang, lurus, dan berwarna kemerahan itu. 

"Aku benar-benar merindukan Mas." Wanita itu menjawab. 

Ryan mengangguk dan memeluknya lebih erat. Mata Rea membelalak dan terpaku seolah lupa berkedip. Baru kali ini melihat sang ayah bersikap begitu hangat dan lemah lembut. Sebelumnya, kepada ibunya yang sakit pun Ryan tak pernah menunjukkan kasih sayang. 

"Aku tahu, tapi aku masih disibukkan dengan upacara pemakaman ini."

"Wanita itu benar-benar merepotkan, ya? Untung saja sekarang dia sudah mati. Mas tidak akan kerepotan lagi," jawab wanita itu. 

Napas Rea menjadi semakin berat mendengarnya. Jantungnya berdenyut nyeri tiap kali ia bernapas. 

Rea tak percaya dengan apa yang dilihat. Makam ibunya bahkan masih basah dan ayahnya justru bermadu kasih dengan wanita lain. 

"Kau benar. Mulai sekarang, aku bisa fokus menghabiskan waktu bersamamu," jawab sang ayah, kemudian mengecup puncak kepala wanita itu. 

Rea yang menjadi anaknya saja belum pernah dikecup semenjak ia kecil. 

"Bagaimana jika putrimu mengetahuinya?" 

"Dia sibuk dengan kuliahnya. Dia tidak akan tahu sampai kapan pun. Lagi pula, jika dia curiga, aku hanya perlu menyentaknya."

Wanita dalam dekapan sang ayah itu terkekeh. Rea masih tak bisa melihat wajahnya. Hanya satu langkah. Rea akan mengetahui wajahnya jika ia maju satu langkah. Namun, hal itu juga akan menunjukkan keberadaan dirinya. 

"Baiklah. Mas pasti capek. Aku akan memberi pelayanan tambahan jika kita bertemu nanti," jawab wanita itu dengan nada manja. 

Rea nyaris muntah mendengarnya. Daun telinganya terasa panas dan air mata nyaris tak bisa ia bendung lagi. 

Gadis itu cepat-cepat pergi dari sana. Hingga saat ia tiba di dalam rumah, air mata kembali tumpah membasahi wajahnya. 

Rea tak bisa mempercayai ini. Ayahnya sendiri berselingkuh tepat pada hari pemakaman ibunya. 

Tidak, mungkin saja ayahnya sudah sebelum hari ini? Semenjak ibunya sakit-sakitan? 

Gadis itu masih berusaha menghapus air matanya saat tahu-tahu ayahnya berjalan masuk. Dia menatap ke arah Rea dengan tidak senang. 

"Nangis melulu," komentarnya, "Apakah kamu tidak capek menangis sejak pagi? Cepat! Banyak tamu yang berdatangan!" omel Ryan. 

Pria itu memang selalu bersikap galak dan tegas kepada Rea dan ibunya. Oleh sebab itu, ia terheran-heran menatap sikap lembut Ryan terhadap wanita itu. 

Rea masih terisak saat Ryan berjalan pergi meninggalkannya. Pria itu bersikap seolah tak terjadi apa-apa, tetapi satu noda di sisi leher Ryan berhasil menarik perhatian Rea. Warnanya kemerahan dan tampak samar. Namun, dari ukurannya, Rea bisa langsung menerka apa itu. 

Ia sungguh merasa jijik. 

***

***

Pikiran Rea masih berkecamuk sehari setelah pemakaman ibunya. 

Benaknya dibanjiri kesedihan, tetapi pikirannya terus tertuju pada wanita yang memeluk ayahnya kemarin. 

Siapa dia? Tidak ada kenalan mereka yang berambut kemerahan. Apakah dia dari kantor ayahnya?

Pikiran-pikiran itu terus memenuhi otak Rea hingga rasanya mau meledak. 

Dering ponsel tanda pesan masuk seketika mengalihkan perhatiannya. 

"Biaya kuliah untuk mahasiswi atas nama Reaneta Alisha masih belum dibayar dan sudah menunggak dua minggu. Jika belum dibayarkan sampai akhir bulan, yang bersangkutan tidak akan diizinkan menghadiri kelas." 

Rea seketika memejamkan mata membacanya. Belakangan ini, ia terlalu fokus mengurus sang ibu yang sakit-sakitan sampai lupa jika SPP kuliahnya belum terbayarkan. 

Tanpa pikir panjang, Rea menghampiri sang ayah di kamarnya. Rasanya aneh berbicara dengan pria itu setelah menyaksikan semuanya. 

"Papa belum membayar SPP kuliahku?" Rea bertanya tanpa basa-basi. Bahkan kini gadis itu tak bisa berbicara lembut kepada ayahnya. Nadanya selalu datar ataupun kecewa. 

Ryan yang tengah mengelap tongkat golfnya seketika mendelik ke arah sang putri. 

"Dasar anak tidak tahu diri!" bentaknya, "Kamu tidak lihat kemarin Papa sudah mengeluarkan berapa banyak untuk kematian ibumu? Berani-beraninya kamu menagih uang itu! Kamu pikir Papa ladang uang!?" 

Bahu Rea berjengit kaget karena tahu-tahu sang ayah meledak. Ini bukan kali pertama Rea terkena semprotan emosi pria itu. 

Dahulu, Rea selalu merasa bersalah dan ketakutan tiap ayahnya murka. Kini, entah mengapa Rea justru merasa kecewa. 

"Aku bisa dikeluarkan dari kampus jika tidak segera bayar, Pa," ucapnya. 

"Masa bodoh!" sergah Ryan, "Sudah Papa bilang, seharusnya kamu bekerja saja, tidak usah kuliah segala! Kalau bekerja, kamu bisa dapat uang dan membantu keluarga, bukan justru terus-menerus menyusahkan Papa seperti ini," komentarnya. 

Tangan Rea tanpa sadar mengepal erat mendengar cacian sang ayah. 

"Mama ingin aku kuliah agar hidupku lebih terjamin, Pa," jawab gadis itu. 

"Hidupmu terjamin, tapi hidup Papa sengsara! Ibumu sudah sakit-sakitan dan Papa juga harus bayar uang kuliahmu! Kamu dan ibumu sama saja, sama-sama menjadi beban bagi keluarga ini," tukas Ryan dengan wajah penuh emosi. 

Bibir Rea terbuka untuk menjawab, tetapi terhenti karena tiba-tiba ponsel ayahnya berdiring. Wajah Ryan yang semula jengkel seketika berubah saat melihat layar ponselnya. Namun, ia tak langsung menjawab panggilan itu. Dia kembali menatap tajam ke arah Rea. 

"Papa tidak mau tahu, kau harus mencari uang sendiri untuk biaya kuliahmu itu! Terserah bagaimana caranya. Jual diri juga tidak masalah! Minggir!" Dia menyentak tubuh Rea dan melewatinya begitu saja. 

Hati Rea berdenyut nyeri mendengarnya. 

"Ya, aku akan segera ke sana." Suara sang ayah masih terdengar sementara dia berjalan pergi. 

Rea langsung menoleh ke arah sang ayah dengan curiga. Penampilan pria itu jauh lebih rapi dari biasanya.

Tidak salah lagi, dia pasti hendak menemui wanita selingkuhannya itu. 

Ini kesempatan bagi Rea untuk melihat identitasnya! 

Tanpa berpikir panjang, Rea mengikuti sang ayah. Pria itu pergi dengan mobil dan Rea menyewa taksi untuk membuntutinya. Gadis itu sedikit heran saat mobil sang ayah memasuki mal yang terkenal mewah. 

Rea terus mengikuti Ryan dengan hati-hati dan benar saja Ryan bertemu dengan wanita berambut kemerahan yang sama. Rea memicingkan mata berusaha melihat wajahnya dan matanya membelalak seketika. 

Ia tak mengenal wanita itu, tetapi dia terlihat sangat muda. Tubuh dan wajahnya bahkan nyaris sepantar dengan Rea. 

Tenggorokan Rea seakan tercekat saat melihat keduanya bergandengan tangan. 

"Apa-apaan ini?" Rea bergumam dalam hati. Ia tidak salah lihat, bukan? 

Seketika merasa jijik dengan sang ayah yang berselingkuh dengan gadis seusia putrinya.

Masih tak percaya, Rea mengikuti mereka memasuki toko yang khusus menjual tas dan sepatu. Ryan tampak setia mengikuti wanita—gadis— di sisinya melihat-lihat. 

"Benar tidak apa-apa Mas membelikan ini untukku?" Gadis itu bertanya dengan nada manja seraya memegang sebuah tas yang Rea yakin harganya menyentuh belasan juta. 

Ryan mengangguk ringan dan tersenyum. 

"Tidak masalah. Aku akan membelikan apa pun untukmu."

Jawaban itu bagaikan panah yang melesat langsung menembus jantung Rea. 

Ayahnya menyuruh dia untuk menjual diri demi biaya kuliah, tetapi membelikan gadis itu tas bernilai belasan juta. 

"Tapi, Mas pasti sudah keluar banyak untuk pemakaman wanita sakit-sakitan itu." Gadis itu berkata lagi. Masih dengan nada manja yang membuat Rea jijik. 

"Biayanya aku bayar dengan uang wanita itu. Enak saja aku mengeluarkan banyak uang untuk dia. Lebih baik aku simpan untuk membahagiakanmu, Baby," ucap Ryan, kembali merangkul mesra bahu sang kekasih. 

Kesabaran Rea sudah habis. Cara mereka membicarakan ibunya dan sikap sang ayah sungguh menyulut emosinya hingga ke ubun-ubun. 

Tanpa pikir panjang, Rea meraih salah satu tas di sisinya dan berjalan mendekati keduanya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi MENGGODA CEO KEJAM

Ch. 1
Ch. 2
Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
9.6
Delapan tahun lalu, ibu tiriku menikah dengan ayah yang tampan namun tak bertanggung jawab. Ayah lebih sering menghilang daripada mengurus keluarga, membuatku hanya tinggal berdua dengan ibu tiriku yang kaya raya. Aku diperlakukan seperti anak sendiri, tapi kebiasaannya mengenakan pakaian seksi perlahan mengganggu pikiranku. Di saat yang sama, aku masih menyimpan perasaan untuk Rania, teman SMA yang ingin kudekati lagi. Namun, kehadiran ibu tiri yang terlalu perhatian itu membuat segalanya menjadi rumit. Antara cinta masa lalu dan godaan yang tak terduga, aku harus memilih jalan yang tepat sebelum semuanya berantakan.
Sampul Novel Dari Saingan Menjadi Ipar
9.8
Josie Watson kembali meminta cerai untuk ke-99 kalinya. Namun, Laurence Andrews justru menurunkannya di jalan demi menjawab telepon sang mantan, Rosalie Harris. Laurence terus meremehkan Josie dan yakin istrinya tidak akan berani pergi. Dia tidak sadar bahwa pengabaiannya kali ini telah melewati batas. Di sisi lain, saudara laki-laki Rosalie diam-diam terus mendesak Josie agar segera menyelesaikan perceraiannya dan pergi meninggalkan negara ini untuk selamanya.
Sampul Novel Derita Menantu Jelita
9.1
Kehidupan dalam novel modern ini berubah drastis setelah kecelakaan membuat sang suami lumpuh. Situasi kian rumit saat ayah mertua pindah tinggal bersama mereka. Didorong obsesi memiliki keturunan demi meneruskan garis keluarga, sang suami nekat memasukkan obat secara diam-diam ke dalam minuman istri dan ayahnya sendiri. Sejak peristiwa tersebut, hubungan mereka berubah menjadi misteri penuh ketegangan, di mana segala sesuatunya mulai berjalan di luar kendali dan tanpa arah.
Sampul Novel P. S. I LOVE YOU
8.5
Cyra Alesha, mahasiswi berumur dua puluh tahun, harus membanting tulang sebagai pekerja paruh waktu di kota besar. Nasib buruk menimpanya saat ia terlibat kesalahpahaman dengan Felix Domil. CEO muda yang kejam itu tanpa ragu merendahkan harga diri Cyra dan menyiksanya dalam penderitaan. Meski terus tersakiti oleh perlakuan sang pewaris tunggal, Cyra malah terpikat oleh pesona pria itu. Akankah ia tetap bertahan atau memilih memberontak untuk lepas?
Sampul Novel Pengorbanannya, Kebencian Butanya
8.0
Demi Rania, tunangannya, Baskara tega memaksaku mendonorkan sumsum tulang. Kedekatan masa kecil kami kini musnah, berganti kebencian buta darinya setelah fitnah keji Rania menghancurkanku. Akibat rekaman asusila palsu itu, Baskara menyiksaku dan menculik orang tuaku, memaksaku melihat mereka jatuh dari gedung tinggi hingga tewas. Di tengah penyakit parah yang kusembunyikan, dia justru menyuruhku mati. Tanpa ragu, aku menuruti keinginannya dan melompat ke jurang maut.
Sampul Novel Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin
8.1
Clayden Ardhanesa, yang dahulu dikenal sebagai Bradford, rela meninggalkan kejayaannya di puncak dunia demi wanita yang sangat ia cintai. Ia memilih hidup sederhana dalam pernikahan sambil terus melindungi istrinya secara rahasia. Sialnya, begitu meraih kesuksesan besar, sang istri justru menganggap Clayden sebagai beban tak berguna dan menuntut perceraian. Namun, roda berputar saat nama Clayden kembali mengguncang dunia, menyisakan penyesalan mendalam bagi mantan istrinya yang kini bersujud menangis.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED