Sampul Novel KASIH YANG TAK DIINGINKAN

KASIH YANG TAK DIINGINKAN

8.5 / 10.0
Kasih menjalani hidup sebagai anak yang tak pernah diharapkan kehadirannya. Namanya semula merupakan harapan sang ibu untuk melunakkan hati suaminya, tetapi ia justru dituduh sebagai penyebab hancurnya pernikahan siri mereka hingga berujung perpisahan. Tanpa pernah merasakan kehangatan keluarga sejak lahir, kini Kasih harus menanggung akibat dari kegagalan orang tuanya yang egois dan enggan memberikan cinta tulus padanya.
Ringkasan KASIH YANG TAK DIINGINKAN
Kasih menjalani hidup sebagai anak yang tak pernah diharapkan kehadirannya. Namanya semula merupakan harapan sang ibu untuk melunakkan hati suaminya, tetapi ia justru dituduh sebagai penyebab hancurnya pernikahan siri mereka hingga berujung perpisahan. Tanpa pernah merasakan kehangatan keluarga sejak lahir, kini Kasih harus menanggung akibat dari kegagalan orang tuanya yang egois dan enggan memberikan cinta tulus padanya.
Baca Selengkapnya

KASIH YANG TAK DIINGINKAN Bab 1

Sejak lahir aku tak pernah menemukan banyak pilihan untuk dijalani. Terlahir dari orang tua yang tidak menginginkan kehadiranku, termasuk diantaranya.

"Jangan tinggalin aku dan Kasih, Bang!" Jerit Ibuku waktu itu masih terngiang hingga hari ini.

Pertengkaran demi pertengkaran di rumah kecil kami saat itu bukanlah hal yang baru bagiku. Sudah tak terhitung lagi berapa kali mereka bertengkar, hingga akhirnya aku terbiasa dengannya.

"Salah sendiri kau melahirkan anak itu! Aku kan sudah bilang dari dulu, tidak mau punya anak darimu!"

"Tapi kenapa nanti sekarang kamu perginya, Bang? Kenapa justru saat Kasih sudah berumur tujuh tahun? Aku pikir kamu sudah menerimanya!"

"Aku memang sengaja menunggunya besar dulu! Setidaknya aku pernah membesarkan anak itu, biarpun terpaksa, tapi cukup sampai di sini. Aku rasa dia juga sudah cukup besar untuk mengerti keputusanku. Sekarang aku akan kembali pada keluargaku, jangan halangi aku!"

"Lalu bagaimana aku dengan Kasih tanpa kamu, Bang?"

"Jangan tanyakan padaku! Kau yang memilih jalan ini, Aku tidak merasa perlu bertanggungjawab pada anak yang tidak kuinginkan, tujuh tahun kurasa cukup untuk membesarkan anak itu, apa pendengaranmu juga sudah bermasalah? Baru juga aku bilang! lagian selama ini kita itu hanya menikah siri, jadi kau tidak akan pernah bisa menuntut!"

"Aku memang tidak akan menuntut, Bang ... pulanglah seperti biasa, aku juga bakal nunggu kamu seperti biasanya. Kamu akan pulang ke istri pertamamu itu, dan akan balik lima hari lagi ...."

"Kali ini tidak ada kata balik, jangan banyak berharap!"

"Tapi Bang, bukannya nikah siri pun tetap sah secara agama? Bagaimanapun kamu menolaknya, tetap saja Kasih ini darah dagingmu sendiri, tidak boleh kamu melepaskan kewajibanmu darinya, sebelum dia menikah nanti."

"Silahkan gunakan namaku padanya, tapi aku sudah tidak perduli lagi pada kalian berdua. Aku tak akan bisa lagi membohongi istriku. Mulai hari ini, aku bebaskan semua kewajibanmu sebagai istriku, aku talak tiga kau saat ini juga! Kita cerai!"

"Tidak! Aku tidak mau! Jangan pergi Bang ...."

Ayah tetap melangkahkan kakinya dengan tas ransel yang penuh dengan pakaiannya, meninggalkan Ibu yang histeris memanggil namanya dan berusaha menahan langkahnya, walau akhirnya gagal.

Dia yang ku panggil Ayah, ternyata tak pernah menganggap ku ada. Bahkan aku baru tahu, jika Ayah dan Ibuku hanya menikah secara siri, tentu saja waktu itu aku tak tahu artinya, sesuai kesepakatan keduanya, karena ia sudah memiliki istri dan anak di kota lain. Pantas saja, Ayah jarang di rumah.

"Ini semua gara-gara kamu! Seharusnya aku tidak melahirkan saat itu. Aku pikir dengan adanya kamu, bisa menahan Bang Jaya di sini selamanya, ternyata aku malah kehilangan dia!"

Aku tak akan pernah melupakan kalimat itu seumur hidupku. Ibu mengucapkannya sembari mengguncang tubuh kecilku. Aku pikir ia akan memukulku, ternyata tidak, Ibu hanya menangis histeris setelahnya, Ibuku terlihat sangat kacau, dan aku memilih menjauh darinya dengan tangisan tanpa suara.

Mengurung diri di kamar kecilku adalah hal pertama yang kulakukan, perasaan hampa dan tak dicintai itu sangat buruk, bahkan untuk anak berusia tujuh tahun, aku masih mengingatnya dengan jelas. Tentu saja, tak akan mudah menghilangkan memory buruk yang terjadi sejak kecil bukan? Setidaknya itu yang aku rasakan.

Setelah Ayah pergi, Ibu semakin jarang pulang ke rumah. Ia memilih untuk menghabiskan banyak waktu di tempat kerjanya. Saat pulang ke rumah ia enggan menegurku, lebih suka mengurung diri di kamar, dan aku akhirnya terbiasa sendiri. Sampai Ibu mengantarku ke rumah Bi Yana, satu-satunya saudara kandung Ibu.

"Kamu di sini saja, ibu akan pergi mencari Ayahmu," ucap Ibu sebelum ia pergi meninggalkanku di rumah Bi Yana, dan tak pernah kembali lagi. Setelah hari itu, aku tak tahu kabar Ibu, dan apakah ia akhirnya bertemu Ayah. Tak ada gunanya juga aku tahu soal itu, tak akan merubah apa pun pada hidupku.

Akhirnya aku menjalani masa kecilku hingga besar di rumah Bibi Yana dan Paman Darto, yang hidupnya agak lebih baik dari Ibu, namun beban mereka cukup berat dengan dua orang anak yang masih kecil dan pendapatan yang pas-pasan.

Ibu mungkin sedikit membenciku karena tak bisa menahan Ayah di sisinya, tapi setidaknya ia tetap menitipkan aku di sini, bukan di tempat asing, dan tidak dengan tangan kosong.

"Aku akan ke kota Mbak, tolong titip Kasih di sini ya ... aku tidak mungkin ajak dia," kata Ibu dengan suara pelan. Aku yang masih kecil hanya mendengar saja apa yang mereka bicarakan. Lagi-lagi semua percakapan Ibu dan Bibi hari itu, masih aku ingat sampai hari ini.

"Bukannya aku menolak, tapi kamu tahu sendiri ekonomi kami seperti apa Yen, dan membiayai dua anak saja, aku dan Bang Darto kesulitan, apalagi harus nambah satu ... kamu ngerti kan, maksud Mbak?

"Aku sangat paham dengan kondisi kalian, karena itu, aku menitipkan Kasih di sini, dengan semua perhiasan yang aku miliki ini, tolong pergunakan sesuai kebutuhan Kasih, jika pun Mbak butuh silahkan, asal bisa digunakan dengan bijak." Ibu mengeluarkan sebuah kotak berwarna merah yang cukup besar dan sangat cantik.

"Ini satu-satunya barang berharga milikku, bisa kan Mbak gunakan ini untuk keperluan Kasih?"

Bibi membuka kotak itu menghadapnya cukup lama, aku melihatnya dengan jelas, senyum itu ... ya, aku rasa Bibi senang dengan isi dari kotak itu, tapi itu hanya sesaat, setelah itu wajahnya kembali datar, dan meletakkan kotak itu pelan-pelan di depan kami.

"Baiklah jika kamu memaksa. Berapa lama kamu ke kota? Aku tidak bisa jamin semua perhiasan ini akan bisa menanggung hidup Kasih sampai dewasa, kamu pasti tau itu kan?"

"Aku tidak bisa pastikan Mbak, tapi nanti aku akan tetap mengabari Mbak, dan silahkan hubungi aku jika semua sudah habis, aku akan berusaha untuk mengirimkan uang pada Mbak."

Begitulah awalnya sampai aku terjebak di tempat yang sekali lagi, tidak benar-benar menginginkanku, namun aku sudah terbiasa. Setidaknya aku punya tempat untuk tidur dan makan, tidak peduli seburuk apa makanannya, atau harus kelelahan karena bekerja. Tak ada bedanya bagiku. Tinggal bersama Ibu pun aku melakukan hal yang sama.

Oh iya, soal perhiasan itu? Aku tak pernah tahu bagaimana nasibnya, wujudnya saja aku tak pernah melihat. Semuanya diatur oleh Bibi. Jika tahun pertama tinggal dengan mereka aku merasa nyaman, terlebih di tahun yang sama aku mulai masuk sekolah, semua berjalan dengan lancar. Di tahun kedua hingga hari ini, aku mulai belajar untuk benar-benar menjalani hidup dengan kedua tangan dan kakiku sendiri.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi KASIH YANG TAK DIINGINKAN

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
9.6
Delapan tahun lalu, ibu tiriku menikah dengan ayah yang tampan namun tak bertanggung jawab. Ayah lebih sering menghilang daripada mengurus keluarga, membuatku hanya tinggal berdua dengan ibu tiriku yang kaya raya. Aku diperlakukan seperti anak sendiri, tapi kebiasaannya mengenakan pakaian seksi perlahan mengganggu pikiranku. Di saat yang sama, aku masih menyimpan perasaan untuk Rania, teman SMA yang ingin kudekati lagi. Namun, kehadiran ibu tiri yang terlalu perhatian itu membuat segalanya menjadi rumit. Antara cinta masa lalu dan godaan yang tak terduga, aku harus memilih jalan yang tepat sebelum semuanya berantakan.
Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly, siswi berprestasi, menyimpan rahasia medis yang memalukan. Ia mengidap galaktorea yang membuatnya memproduksi ASI tanpa pernah hamil. Saat rasa sakit akibat kondisi hormon ini tak lagi tertahankan di sekolah, ia terpaksa meminta tolong kepada gurunya di ruang guru. Kejadian tak terduga itu menjadi awal mula rahasia mereka. Hubungan guru dan murid ini pun perlahan berubah menjadi jalinan asmara rumit yang sangat berisiko bagi keduanya.
Sampul Novel Desain Cinta Kedua
9.4
Tiga tahun membina rumah tangga, Jessica hanya mendapatkan kepedihan dari Aaron. Usai perceraian mereka, ia memilih mandiri dan sukses membangun karier sebagai desainer tersohor tanpa sokongan finansial keluarga. Namun, di tengah keberhasilan dan kebahagiaan barunya, Aaron muncul lagi dengan penyesalan mendalam. Sang mantan suami kini memohon dimaafkan dan meminta peluang kedua. Akankah Jessica luluh atau memilih menutup rapat pintu hatinya?
Sampul Novel DOSEN ITU SUAMIKU
9.5
Kehidupan Bunga berbalik total setelah sebuah rahasia di kampusnya terungkap. Ezza, sosok suami yang dinikahinya melalui perjodohan orang tua, mendadak hadir sebagai dosen baru di tempatnya berkuliah. Kemunculan Ezza yang tiba-tiba di hadapannya memicu kecurigaan besar dalam benak Bunga. Ia pun mulai mempertanyakan tujuan sebenarnya dari sang suami. Apakah ada motif terselubung di balik keputusan Ezza, ataukah semua ini murni ketidaksengajaan?
Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan, punggungku hancur terbakar. Empat tahun aku merawatnya yang koma, tetapi saat terbangun, ia justru menyatakan cinta pada Stella di depan umum. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat diserang preman. Baginya, aku hanya beban. Di hari pernikahan, ia tega membuangku di jalan tol demi Stella. Akhirnya, aku memilih pergi meninggalkan semuanya menuju bandara.
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Nadia Antika selalu sabar menghadapi cemoohan ibu mertua demi cintanya pada sang suami, Askara Brahma. Namun, biduk rumah tangga mereka yang berjalan dua tahun mulai retak saat Askara mendadak bersikap dingin dan penuh rahasia. Kecurigaan Nadia menuntunnya pada kenyataan pahit yang tak terbayangkan. Bagaimana ia menghadapi fakta bahwa suaminya diam-diam mengkhianatinya dengan menjalin hubungan gelap bersama adik iparnya sendiri di dalam rumah mereka?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED