Sampul Novel Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah

8.0 / 10.0
Zeva terpaksa mengencani Alex demi menyelamatkan bisnis keluarganya dari kehancuran. Keputusan ini menjadi dilema besar karena ia menyembunyikan hubungan cintanya dengan Darrel dari sang ayah. Situasi kian rumit saat daya tarik Alex perlahan mulai memikat hati Zeva. Kini, ia terjebak di antara bakti pada orang tua, komitmen bersama kekasih rahasianya, dan getaran asmara baru yang membingungkan. Akankah pilihan Zeva berujung pada kebahagiaan atau justru penyesalan?
Ringkasan Jodoh Pilihan Ayah
Zeva terpaksa mengencani Alex demi menyelamatkan bisnis keluarganya dari kehancuran. Keputusan ini menjadi dilema besar karena ia menyembunyikan hubungan cintanya dengan Darrel dari sang ayah. Situasi kian rumit saat daya tarik Alex perlahan mulai memikat hati Zeva. Kini, ia terjebak di antara bakti pada orang tua, komitmen bersama kekasih rahasianya, dan getaran asmara baru yang membingungkan. Akankah pilihan Zeva berujung pada kebahagiaan atau justru penyesalan?
Baca Selengkapnya

Jodoh Pilihan Ayah Bab 1

Suara langkah high heels mengetuk dinginnya lantai marmer putih. Seorang wanita cantik dengan rambut sepinggang sedikit bergelombang, ia memasuki kamarnya.

Setelah pulang dari kantor, Zeva merasa badannya sangat lelah. Mengambil ponsel dari dalam tas selempang, namun ponselnya mati.

"Ah, baterai ponselku habis. Ini gara-gara meeting tadi, sampai aku tidak sempat mengecek ponselku," Zeva menancapkan kabel charger, dan matanya melihat selembar kertas di meja itu. Dari tulisannya, Zeva sangat mengenalnya, tulisan dari Harrison, ayahnya.

[Zeva, ayah ingin kamu datang ke hotel Savoy besok malam jam 7:00 pm]

Mata Zeva melotot jika ia tidak datang, Harrison memberikan ancaman tegas tentang perusahaan kosmetiknya yang baru saja sukses dua tahun ini.

"Ayahh," Zeva menggeram kesal, ia tidak bisa membiarkan perusahaan di tutup total oleh Harrison. Susah payah ia membangun D'Glows hingga masa kejayaan sukses. Entah ada apa di hotel Savoy besok sampai Harrison menyuruhnya wajib mendatangi hotel itu.

Zeva menarik nafas dalam-dalam. Keseluruhan isi kertas itu, mengharuskannya berpenampilan cantik dan anggun.

Tidak terlalu memikirkannya, Zeva merebahkan diri diatas ranjang. Apa yang di rencanakan Harrison esok, Zeva tidak tau.

"Mama, aku merindukanmu," mata Zeva menatap langit-langit kamar, 15 tahun silam setelah kepergian Margaretha. Hanya Harrison yang menyayanginya walaupun tidak selembut Margaretha.

Disisi lain, Harrison masih berbicara dengan seseorang yang ada dalam panggilannya.

Harrison meletakkan segelas wine yang sudah habis ia minum. "Ya, saya yakin ini akan berhasil. Tenang saja, saya sudah mengaturnya. Sekarang, kamu hanya meminta anak laki-lakimu."

Mendengar jawaban dari seberang sana, bibir Harrison tersenyum lebar. Ia bersuara dalam hati, "Aku tidak tega melihat Zeva terus bekerja keras tanpa merasakan kebahagiaan, semoga saja ini pilihan yang terbaik."

***

Pagi hari, Zeva bersiap untuk berangkat kerja.

Zeva melangkah melewati meja makan yang hanya ada Harrison. Sarapan sudah terhidang diatas meja, pasti Harrison sendiri yang memasaknya.

"Zevanya, sarapan dulu. Dan, kamu jangan lupa nanti malam," ucap Harrison tanpa menoleh. Ia tau, pasti Zeva sedikit tidak terima dengan permintaannya.

"Terima kasih, saya tidak lapar," setelah mengatakan itu Zeva berlalu pergi. Sarapan satu meja dengan Harrison? Tidak mungkin baginya, Harrison akan berbuat baik jika ada maksud terselubung di baliknya. Seperti isi dari tulisan kemarin.

Ujung mata Harrison menatap Zeva hingga anak perempuannya itu menghilang di ujung pintu.

"Huh, sampai kapan kamu bersikap dingin denganku, Zevanya," gumam Harrison menghela nafas. Semenjak kematian Margaretha, sikap Zevanya berubah lebih dingin kepada dirinya,

***

Perusahaan D'Glows, memiliki 25 tingkat lantai, bangunan tinggi yang berdiri kokoh itu Zeva bangun sendiri dari hasil tabungannya sedikit demi sedikit saat Harrison memberikannya jatah uang pada saat ia masih sekolah.

Mobil hitam Lamborghini baru saja tiba di parkiran basement.

"Zevaa!" Suara sapaan ceria itu membuat Zeva menoleh saat baru saja turun dari mobilnya.

Agnes melangkah mendekati Zeva. "Mau ke kantin dulu? Tolong temani aku sarapan pagi ya," pinta Agnes memohon.

"Iya, aku juga malas sarapan di rumah," yang membuat Zeva malas itu Harrison. Tempat satu-satunya yang membuat ia nyaman adalah D'Glows, perusahaannya sendiri. Selain lingkungan kerjanya nyaman, ada Agnes dan teman-teman yang lainnya segan kepadanya.

"Karena ayahmu lagi?" Agnes sangat tau pertengkaran antara Zeva dan Harrison, Zeva sering bercerita. Menurutnya Zeva itu tidak nyaman saja karena perlakuan Harrison. Zeva hanya butuh kebahagiaan dan kasih sayang.

"Hmm. Aku nanti pulang ke lebih cepat, jadi kalau ada karyawan atau client yang tanya, bilang saja aku sudah pulang," ucap Zeva cuek, andaikan saja tidak ada permintaan Harrison itu, ia bisa saja lembur hari ini seperti biasanya, jam 9 malam pulang. Terkadang, sengaja berlama-lama di perusahaan agar ia tak bertemu Harrison.

Dari arah berlawanan, seorang pria tinggi dengan langkah lebarnya menabrak Zevanya.

Zeva tersenggol dan terhuyung jatuh. "Arghh!" Zeva meringis, tangannya tidak siap menopang tubuhnya di lantai. Terdengar bunyi tulang-tulang jemarinya.

"Hey! Apa kau punya mata huh?" Amarah Zeva meledak, Zeva berdiri tegap. Tapi pria itu tak mendengar suaranya dan pergi begitu saja.

"Ssstt, aduh. Zevaaa, jaga mulutmu!" Agnes berbisik menahan rasa kesalnya, matanya mengamati pria itu dan betapa terkejutnya dengan aroma wangi mint yang tercium di hidungnya. 'Astaga, demi apa? Dia tampan sekali,' hatinya memuji sedikit salah tingkah dengan jantung berdebar-debar.

Zeva menggertakkan gigi kesal. "Puas huh? Matamu tidak berkedip sama sekali, Agnesia," Zeva tau jika Agnes masih memperhatikan pria yang menabraknya tadi.

Agnes gugup. "A-ah, maaf. Ayo ke kantin. Kau ini, tidak suka melihatku bahagia ya? Huh, dasar!" Agnes menggerutu kesal.

***

Otot-otot mencuat dari tangannya, meraih sebuket bunga warna putih, warna kesukaan kekasihnya.

Pria itu menyerahkan beberapa lembar uang kepada pihak toko. "Saya membeli ini."

"Terima kasih, semoga hubunganmu dengan pasanganmu bertahan selamanya," ucap Sales perempuan penjaga toko dengan bibir tersenyum ramah.

Meletakkan dengan hati-hati di kursi mobil.

"Hahaha, Tuan. Kau banyak sekali membeli barang hari ini," ciutan menggoda dari sopir pribadinya, apa yang di katakannya benar, beberapa tumpukan barang di bagian kursi belakang.

"Iya, aku akhir-akhir ini terlalu sibuk. Semoga dia suka pemberianku. Huh, mau bagaimanapun, pekerjaanku lebih penting dan tidak bisa aku meminta izin cuti," suara sendu beratnya terasa mengganjal di tenggorokan. Sudah 2 bulan ini semenjak ia sukses di terima di rumah sakit, waktu untuk bertemu wanitanya tidak senggang seperti dulu.

"Cepat, jalankan mobilnya. Jam istirahatku selesai, jangan lupa serahkan barang ini ke kurir. Tolong kemas yang rapi jangan sampai ada yang rusak," perintahnya tegas. Andaikan waktu bisa di beli dengan uang, ia akan membelinya. Tapi mustahil, uangnya ia tabung untuk melamar wanitanya.

***

Pukul 4 sore, Zeva sudah menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat. Ia langsung pulang, mengingat perjanjian Harrison yang membuat pikirannya terus di hantui kata-kata ancamannya.

Ponsel Zeva berbunyi. Zeva mengurangi kecepatan mobilnya dan menepi.

Pesan dari nama favorit yang ia tunggu sejak kemarin.

[ Lihat box putih di sudut kamarmu. Aku harap kamu menyukainya ]

"Seandainya ayah merestui hubunganku," senyuman Zeva memudar. Ia masih tidak berani memperkenalkan pacarnya kepada Harrison, ia takut Harrison tidak menyukainya.

***

Setibanya di rumah, Zeva melangkah terburu-buru menaiki tangga, kakinya langsung menuju ke kamar. Matanya tak bisa berkedip mencari box putih yang sepertinya baru saja di kirimkan oleh kekasihnya.

Namun, saat Zeva membuka pintu kamarnya, mata Zeva tidak menemukan box putih.

Nafas Zeva tersengal-sengal bingung, mengacak rambut kesal. "Sial! Dimana box putihnya? Kenapa tidak ada disini?"

Zeva mengirimi pesan kekasihnya, ia mempertanyakan apakah box putih itu benar-benar di letakkan di sudut kamarnya atau tidak.

Tapi, pesannya tak di balas karena kekasihnya tidak online.

"Sialan! Dimana box putihnya? Mustahil ayah mengambilnya."

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Jodoh Pilihan Ayah

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Cinta Dalam Hati
8.4
Tania, pengacara pemberani yang mempertaruhkan nyawa demi keadilan, kerap berseteru dengan rival masa kecilnya yang dingin, Yudi. Walau menentang perjodohan, takdir mengikat mereka dalam pertunangan rahasia yang diatur orang tua. Di tengah konflik perasaan benci dan cinta, bahaya besar mengintai saat Tania nekat melawan Wijaya, konglomerat kejam dalang kasus perdagangan manusia. Akankah benih cinta tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel Dinodai keluarga suami
9.6
Kehidupan baru Anisa Rahma dimulai setelah ia menikah dengan Seno Bagaskara, seorang pria kaya raya. Di kediaman megah keluarga suaminya, ia harus beradaptasi tinggal bersama para ipar. Namun, di balik kemewahan itu, bahaya mengintai. Anisa tidak menyadari bahwa adik laki-laki Seno serta suami dari iparnya memendam hasrat terlarang padanya. Kini, ia terjebak dalam ancaman nafsu mereka di rumah tersebut. Mampukah Anisa bertahan menghadapi situasi rumit ini?
Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya terjebak dalam neraka pernikahan. Alih-alih bahagia, ia justru menjadi sasaran kekejaman Adnan, suaminya yang menyimpan dendam membara kepada sang mertua. Setiap hari, Saschya harus bertahan menghadapi siksaan fisik dan mental yang keji. Namun, di tengah keputusasaan yang mendalam, sosok dari masa lalunya mendadak hadir kembali. Apakah kemunculan mereka akan menjadi penyelamat yang membebaskan Saschya, atau malah memicu prahara baru di hidupnya?
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Nadia Antika selalu sabar menghadapi cemoohan ibu mertua demi cintanya pada sang suami, Askara Brahma. Namun, biduk rumah tangga mereka yang berjalan dua tahun mulai retak saat Askara mendadak bersikap dingin dan penuh rahasia. Kecurigaan Nadia menuntunnya pada kenyataan pahit yang tak terbayangkan. Bagaimana ia menghadapi fakta bahwa suaminya diam-diam mengkhianatinya dengan menjalin hubungan gelap bersama adik iparnya sendiri di dalam rumah mereka?
Sampul Novel Istri Untuk Suamiku
8.6
Divonis kanker rahim stadium lanjut membuat Fatma harus mengubur mimpinya memiliki keturunan. Demi membahagiakan Satria, ia bahkan rela memohon sambil menangis agar sang suami bersedia menikah lagi. Satria sempat menolak rencana itu karena tidak ingin melukai perasaannya. Namun, di balik pengorbanan tulus Fatma sebagai bukti cinta terakhirnya, sebuah kenyataan pahit justru terungkap. Fatma harus menerima fakta menyakitkan bahwa suaminya ternyata tidak pernah mencintainya.
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Pasca dikhianati saudara angkat dan tunangannya sekembalinya dari desa, Sabrina memilih membalas dendam lewat Charles, paman sang mantan. Walau Charles sempat menolak perasaan setelah malam intim mereka, Sabrina berhasil memicu harga diri pria itu hingga terikat selamanya. Kini berstatus sebagai bibi mantannya, Sabrina yang kerap diremehkan ternyata menyimpan kekayaan miliaran dolar. Ia membuktikan diri bukan pemburu harta, melainkan pemilik takhta yang sesungguhnya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED