Bab 1

“Nicholas, mau sampai kapan kamu akan berlarut-larut dalam keterpurukan seperti ini terus? Usiamu sudah hampir tiga puluh tahun nak, papa sudah di vonis terkena penyakit kanker. Mau sampai kapan kamu bertahan dengan kesendirianmu. Apakah kau mau jika perusahaan ini papa berikan saja semuanya kepada Galaxy hah?!" ancam Owen.

Betapa pusingnya Nicholas saat ini, acara makan keluarga mereka selalu saja berakhir dengan tuntutan agar Nicholas segera menikah. Jika tidak maka tongkat estafet kepemimpinan perusahaan belum bisa di pegang oleh generasi penerus.

Hal ini bukannya tanpa alasan, selain menikah karena cinta tapi pembagian saham dalam perusahaan akan turun temurun kepada istri penerus perusahaan. Tentu saja wanita yang akan menjadi istri dari penerus perusahaan bukanlah wanita sembarangan. Oleh sebab itu tidak mudah bagi keluarga Cale untuk mendapatkan pasangan yang tepat.

“Emangnya Galaxy sudah punya calon istri, sampai papa mau kasih perusahaan ini ke dia?” kekeh Nicholas sambil meminum air putihnya.

“Aku sudah ada calon yang akan menjadi calon istriku Nicho. Jadi kau berhati-hatilah. Wanita ini bukan wanita sembarangan. Dia terbukti wanita yang tidak silau dengan harta benda, dia sungguh lemah lembut dan sederhana.” Ejek Galaxy membuat Nicho mendengus sambil meliriknya.

“Mana ada wanita seperti itu, Kau hanya mimpi!” sergah Nicholas.

“Tentu saja ada, buktinya mamamu?” sahut Owen.

“Pa... Mama tidak silau harta karena dia memang sudah kaya dari lahir pa!" omel Nicho.

“Sudah, sudah! Habiskan dessert kalian. Kalau kau memang tidak bisa menemukan wanita itu, maka serahkan saja sama mama! Mama yang carikan istri buat kamu Nicho. Suka atau tidak suka pokoknya kau harus menikah dengannya. Paham?!” bentak Iva tidak mau dibantah.

“Gila apa aku nikah sama istri yang tidak aku kenal? Emangnya aku ini Bingo yang ketemu Matcha langsung kawin gitu ma?” tolak Nicho tidak terima dengan keputusan mamanya.

“Yah! Kau patut di samakan dengan Bingo dan Matcha karena kau tidak berguna dalam mencari jodoh.”Omel Iva membuat Galaxy terbahak mendengarnya.

“Hahaha! Kau di samakan dengan anjing sama mamamu sendiri Nicho.” Ejek Galaxy.

“Shut up!” desis Nicho sudah kehilangan mood makannya dan segera beranjak dari meja makan.

“Mau kemana kau?” tanya Owen.

“Kekantor.” Jawab Nicho.

“Malam-malam begini? Apa kau gila?” Omel Owen.

“Iyah papa, aku mulai gila sekarang.” Sahut Nicho jengah.

“Bagus kalau kau mulai gila, besok kau akan mami pertemukan dengan calon istrimu. Jadi suka tidak suka kau akan menikah tahun ini, bila perlu bulan ini. Paham?!” paksa Iva.

“Terserah!” teriak Nicho langsung membanting pintu depan dan segera menuju ke garasi untuk melepaskan penat dengan menuju ke kantor, ketempat Nicho bisa duduk sendiri dan tidak di ganggu oleh siapapun.

Keberangkatan Nicholas membuat ketiga orang di dalam ruangan tersebut menghela nafas dengan berat, mereka berbincang satu sama lain agar pengangkatan resmi Nicholas sebagai CEO Cale Corpotation pada akhir tahun harus di laksanakan setelah pernikahan Nicho dengan wanita yang akan di pilih oleh Iva.

Owen sudah menyerahkan semua urusan tersebut kepada sang istri dan percaya bahwa pilihan istrinya adalah yang terbaik dan pastinya tidak akan bisa di ganggu gugat oleh siapapun di rumah ini. Termasuk Nicholas sekalipun.

“Apakah kau yakin anak gadis itu akan mau Va?” tanya Owen takut jika justru anak gadis yang akan di jodohkan itu yang tidak berkenan menjadi istri dari anak semata wayangnya.

“Tenang pa, dia pasti mama sudah sering berbicara dengannya. Kalian bahkan mengenalnya dan sangat familiar walau tidak akrab.” Ucap Iva senyam senyum membayangkan anak gadis pilihannya akan memakai gaun pengantin yang dulu pernah dipakainya saat menikah dengan Owen.

“Siapa dia aunty? Aku jadi penasaran.” Ucap Galaxy sang casanova di keluarga itu.

“Ada! Pokoknya ada. Kau juga mengenalnya, kalau aku kasih tau kau pasti akan menggodanya anak nakal! Aunty harus menjaga hati calon menantu aunty agar tidak tergoda oleh laki-laki playboy cap sandal jepit karet seperti kamu.” Dengus Iva membuat semuanya terkekeh.

“Jadi besok mama akan menjemput dia kesini? Untuk bertemu dengan anak kita?” tanya Owen sekali kali memastikan.

“Tentu saja, besok mama akan mengajaknya kesini. Tapi sebelumnya mama akan mengajak dia ke salon dan berbelanja beberapa barang dulu. Anak gadis ini sangat sederhana pa, pokoknya dia nggak neko-neko lah. Mama suka, dan dia juga sangat berprestasi di kampusnya. Akhir tahun nanti akan wisuda, kabarnya dia akan lulus dengan nilai terbaik.” Terang Iva begitu berbinar.

“Apakah dia juga cantik aunty?” tanya Galaxy tak kalah berbinar karena penasaran.

“Sangat! Sangat cantik. Makanya aunty nggak mau kau tau, bisa bahaya kalau kau tau. Tunggulah kalau mereka sudah menikah baru kau akan bertemu dengan iparmu itu.” ucap Iva dengan ketus.

“Yah Tuhan aunty, aku bersumpah tidak akan mengambilnya dari Nicho, lagi pula kalau aunty sangat percaya diri gadis itu gadis yang baik, kenapa aunty harus takut? Justru bagus bukan jika aku menemani aunty untuk melihat dia tergoda atau tidaknya denganku. Kalau dia ternyata tergoda maka dia bukanlah calon istri yang baik untuk Nicho.” Sahut Galaxy dengan percaya diri dan tentu saja memiliki maksud terselubung.

Iva dan Owen saling pandang dan mencerna ucapan Galaxy , benar juga apa yang di katakan Galaxy. Bagaimanapun Iva harus memastikan jika gadis ini tidak akan berpaling dari anaknya. Apalagi menurut suster Theresa, gadis ini memang mengidolakan Nicho sejak masih di sekolah minggu hingga remaja sampai di bangku senior high school.

Hanya saat kuliah saja mereka tidak kuliah di satu lingkungan kampus yang sama. Jika Galaxy jika menjadi salah satu bahan ujian gadis pilihan Iva, mengapa tidak? mumpung belum terlantur. Iva lalu menghela nafas dan menatap tajam kepada Galaxy.

“Kau benar! Kali ini aunty setuju dengan ide gila mu. Besok kau dan aunty akan pergi ke gereja, kita akan bertemu dengan anak gadis ini di sana. Kau berpakaian yang rapi atau entahlah Lexy, pokoknya kau harus tampan. Okay?” perintah Iva kepada Galaxy.

“Okay aunty! Tapi kenapa ke gereja? Kan mau ketemu calon menantu harus berdoa dulu gitu?” tanya Galaxy dengan heran.

“Sudah jangan banyak tanya, dia ada disana. Gadis itu ada disana dan tinggal di sana.” Terang Iva membuat Galaxy terkejut.

“Apa? Jangan-jangan?” tanya Galaxy dengan lidah yang begitu keluh.

“Jangan-jangan apa?” tanya Iva menatap tajam kepada Galaxy.

“Jangan-jangan... dia... apakah dia Kimberlie Frey?” tanya Galaxy menahan debaran di dadanya.

“Kok kamu tau?!” tanya Iva tidak kalah terkejut.

Semalaman tidur di kantor membuat Nicho memikirkan bagaimana caranya lepas dari perjodohan yang di tetapkan oleh mamanya, segala sesuatu yang di tentukan oleh Iva tidak mungkin dibantah oleh siapapun, termasuk suaminya sendiri. Apalagi hati Nicho masih penuh dengan satu nama yaitu Angel Liam.

Bersinarnya matahari pagi taak membuat hati Nicho sehangat cahaya mentari pagi. Ia bahkan bersiap dari kantor untuk memulai pekerjaannya sebagai wakil CEO di perusahaan keluarganya saat ini. Untuk mengejar jabatan tertinggi pada perusahaan tersebut ada beberapa tradisi keluarga yang harus dipenuhinya.

“Tapi aku hanya ingin bersama Angel, hanya Angel yang akan menjadi istriku.” Gumam Nicho pada dirinya sendiri setelah selesai memakai dasinya.

Nicholas yang masih mengharapkan kekasihnya akan kembali ke London, terus saja berusaha menghubunginya tiada henti walau sudah ditinggal hampir tiga tahun lamanya untuk mengejar karir di Hollywood sebagai artis tentunya. Ambisinya membuat dirinya memilih untuk berpisah dengan Nicho.

“Halo tuan Nicho? Maaf nona Angel sedang ada pemotretan.” Ucap suara wanita asing di sana.

“Katakan jika aku akan menikah!” tegas Nicho tak seberapa lama ponsel tersebut segera saja di rebut oleh seseorang.

“Omong kosong apa ini?” ucap Angel yang tiba-tiba saja merampas ponsel tersebut dari asistenya.

“Angel... pulanglah. Aku akan menjemputmu yah.” Pinta Nicho untuk yang kesekian kalinya dia memohon kepada wanita yang masih meniti karir ini.

“Mengapa kau tidak pernah memperhitungkan keinginanku? Sudah kukatakan beri aku waktu lima tahun disini, setelahnya aku akan pulang dan memperkenalkanmu kepada dunia bahwa kau adalah kekasihku, calon suamiku.” Jawab Angel, selalu dengan kalimat yang sama setiap kali Nicho memintanya untuk pulang.

“Kali ini tidak ada waktu lagi Angel. Mama sudah memutuskan sebelum pengangkatanku sebagai seorang CEO, aku harus menikah. Mama juga sudah menemukan calon menantunya, dia berencana akan menikahkan dalam waktu dekat.” Ucap Nicho terdengar begitu serius.

Tidak ada kebohongan apapun pada suara Nicho, hati Angel terasa ngilu saat mendengar kabar ini, tapi dia tinggal selangkah lagi akan debut di rumah production yang mengontraknya dengan bayaran yang tinggi juga popularitas yang sangat menjanjikan. Apalagi pada bulan Desember nanti Angel akan memulai syuting film pertamanya bersama salah satu artis yang sangat terkenal.

“Maafkan aku Nicho, bukan hanya kamu yang memikirkan karirmu. Tapi aku juga memikirkan karirku. Menikahlah jika memang itu adalah sebuah keharusan dalam tradisi keluargamu. Jadilah CEO, bangunlah perusahaan itu lebih besar dari pada saat dipegang oleh papamu. Dua tahun lagi aku akan pulang ke London dan akan merebutmu dari wanita yang menyandang status sebagai istrimu. Selamat malam Nicho.” Tegas Angel dengan terisak dan segera mematikan ponselnya.

Nicho mendengarkan keputusan Angel dengan dada yang terengah hebat, Ia bahkan meremas ponsel androidnya dengan sangat keras lalu membantingnya ke tembok hingga tidak berbentuk lagi selain hanya serpihan kaca dan ondersil yang terburai di lantai.

***

Dengan perasaan frustasi Galaxy akhirnya mau mengantarkan Iva ke gereja setelah menolak rencana yang dibuatnya senddiri semalam. Ia selama ini memang suka bermain wanita dan bergonta ganti pasangan karena bosan juga belum menemukan tambatan hati yang pas. Namun saat dia bertemu kembali dengan Kimberlie hati kecil Galaxy ingin pensiun sebagai sang casanova, tapi rasanya angannya hanya tinggal angan belaka yang menguap bagaikan embun di pagi hari.

“Galaxy, maafkan aunty. Kali ini aunty tidak bisa mengalah denganmu, aunty memiliki perjanjian dengan seseorang sebelum dia meninggall untuk menikahkan anaknya dengan anakku. Janji adalah hutang bukan? Semua ini harus aunty tepati.” Batin Iva dalam hati saat melihat wajah kecewa juga rasa cemass di wajah keponakannya.

Sesampainya di gereja Iva segera bertemu dengan pastor dan meminta ijin untuk bertemu dengan suster Theresa. Setelah menunggu selama lima belas menit akhirnya keluarlah suster Theresa dengan seorang gadis imut dengan rambut panjang berwarna hitam legam, kulit putih, mata coklat, bibir mungil dan merona merah, Galaxy begitu terpesona dengan sesosok bidadari dihadapannya itu.

“Galaxy yah?” tiba-tiba saja Kimberlie menyapanya dengan ramah.

“Hai Kim, apa kabar?” tanya Galaxy dengan gugup lalu merasa tertekan dengan mata tajam Iva yang terus menatap tajam kepadanya.

“Aku baik Galaxy, senang berjumpa denganmu lagi. Selamat pagi Aunty Iva, apa kabar?” kini giliran Iva yang di sapa oleh Kimberlie yang langsung memeluk wanita paruh baya di hadapannya itu.

“Baik sayang, aunty baik. Apakah siap untuk pindah kerumah aunty dan bertemu dengan Nicho?” tanya Iva membuat Galaxy seolah menelah pil pahit yang begitu besar hingga menyumbat tenggorokannya.

“Iyah Aunty, Kim siap.” Jawab Kimberlie dengan semangat.

Kim lalu berpamitan dengan suster Theresa dan Pastor dan mengikuti Iva menuju ke rumah yang bagaikan kerajaan di pinggiran kota London. Sepanjang perjalanan hati Kimberlie begitu membuncah akhirnya Ia akan bertemu dengan pangeran masa kecilnya, pangeran yang telah menyelamatkannya saat dia terjatuh dari pohon rambutan di depan gereja sepulang dari ibadah sekolah minggu.

Sejak itu hati Kimberlie hanya terpaut dengan seorang pria yang membuat masa-masa hidupnya hanya berdoa dan berharap akan menikah dengan pria impiannya tersebut. Siapa sangkaah jika doanya itu ternyata di kabulkan oleh Tuhan, melalui perjodohan ini. Kimberlie bahkan tidak sanggup untuk berhenti tersenyum juga berbinar sepanjang perjalanan, jantungnya bergemuruh begitu hebatnya saat Ia memasuki pekaran rumah megah tersebut.

“Aunty, apakah Nicho ada dirumah?” tanya Kimberlie dengan gugup sambil meremas-remas jemarinya.

“Nicho lagi dikantor sayang, dia akan pulang saat sore nanti. Tapi biasanya jika aunty masak enak dia akan pulang di siang hari untuk makan siang.” Terang Iva sambil tersenyum palsu, sebenarnya sejak tadi dia berusaha menghubungi anaknya tapi ponsel Nicho malah mati.

“Baiklah aunty.” Jawab Kimberlie langsung bernafas lega, kim berpikir dia bisa-bisa pingsan ditempat jika saat dirinya datang ke rumah ini dan langsung di sambut oleh Nicho.

“Sayang nanti Galaxy akan mengantarkanmu di kamar yang akan kau tempati. Aunty mau belanja dulu di antar sama supir. Jangan sungkan-sungkan di rumah aunty yah... anggap saja rumah sendiri.” Ucap Iva saat dirinya telah sampai.

Mengikuti langkah Galaxy, Kimberlie berjalan dari belakang sambil terpanah melihat bagaimana megah dan besarnya rumah ini, “Bukankah ini tidak cocok di sebut rumah Galaxy?” tanya Kimberlie yang tiba-tiba memecahkan keheningan yang ada. Galaxy begitu terkesiap mendengar suara lembut Kimberlie, suara yang selama ini menjadi candu.

“Lalu cocok di sebut sebagai apa?” tanya Galaxy.

“Ini namanya Istana, ini bukan rumah.” Ucap Kimberlie sambil menggelengkan kepalanya dan masih memutar-mutar tubuhnya untuk melihat sekeliling ruangan dengan kagumnya. Membuat Galaxy tersenyum kagum melihat bagaimana reaksi Kimberlie yang begitu polosnya.

“Apakah kau menyetujui pernikahan ini karena kau memang menyukai Nicho Kim?” tiba-tiba saja sebuah pertanyaan terceplos begitu saja dari bibir Galaxy hingga membuat Kimberlie berdiri dan mematung gugup.

BERSAMBUNG

Bab 2

Setelah meninggalkan kembali pekarangan rumahnya dengan alasan akan berbelanja, Iva pergi dengan supirnya menuju ke area gedung-gedung pencakar langit di tengah kota London. Tujuannya hanya satu yaitu segera sampai di kantor milik keluarganya untuk bertemu dengan anak semata wayang yang dari tadi dihubungi tidak bisa sama sekali.

Berjalan memasuki area Lobi membuat beberapa orang menunduk hormat kepadanya dan menegurnya dengan sopan. Siapa yang tidak tau wanita paruh baya yang masih sangat cantik ini adalah istri pemilik gedung dan beberapa gedung lainnya yang ada di kota London. Belum lagi toko perhiasan, hotel, pusat perbelanjaan, serta lahan-lahan kosong yang sebagian di kembangkan menjadi perumahan elit adalah milik keluarga Cale.

“Selamat pagi Nyonya Cale...” sapa Denis sekretaris Nicho dengan hormat kepada Iva.

“Hem.” Sahut Iva jengah dengan penampakan sekretaris anaknya yang super genit dengan pakaian super seksi dan langsung melipir masuk ke dalam kantor anaknya.

“Dia itu sekretaris atau pemandu karaoke sih?” batin Iva dalam hati.

“Nicho?!” pekik Iva saat melihat jasad ponsel berserakan di bawah lantai kantor tersebut.

Nicho yang di panggil namanya hanya bergeming di tempatnya, kedua tangan di lipatnya di meja kantor dengan wajah tertunduk sembunyi dibalik kedua tangan tersebut. Iva lalu mendekat dan mengusap lembut kepala anaknya lalu mengangkat kepala tersebut. Terlihat wajah Nicho yang memerah karena dengan pelupuk mata yang sedikit basah.

“Kau masih menangisi Angel?” tanya Iva dengan lembut kepada anaknya.

“Apakah aku salah ma?” sahut Nicho juga di jawab dengan pertanyaan.

“Tidak salah Nak. Mama tau segala sesuatu yang bersangkutan dengan masalah hati memang tidak sesederhana segala perkara yang ada di dunia ini. Tapi ingatlah satu hal, jika pikiran juga bisa menguasai hati, bukan hanya hati yang mampu menguasai pikiran seseorang. Oleh karenanya banyak orang berkata mencintai boleh tapi harus pakai logika.” Nasehat Iva kepada Nicho sambil tersenyum.

“Jika kau memang tidak menikah yang sudah, mama tidak akan memaksa. Walau mama harus kecewa tapi itu lebih baik dari pada kau yang tersiksa dengan pilihan mama.” Ucap Iva sambil menyeka air matanya.

“Apakah memang harus secepat ini ma?” tanya Nicho kepada Iva. Satu-satunya wanita yang bisa diajaknya berbincang panjang dan lebar selain Angel.

“Ini sudah terlambat nak, apakah kau tidak tau perusahaan kita sedang goyah sejak papamu di vonis menderita kanker? Di saat papamu masih kuat mereka semua adalah rekan bisnis yang baik. Tapi di saat papamu lemah... rekan bisnis pun bisa menjadi lawan jika sudah menyangkut urusan Tahta dan Harta.” Terang Iva dengan lembut kepada anaknya.

“Aku... tidak mengenal wanita yang akan mama bawa ke rumah sebagai calon istriku. Bagaimana aku bisa menjadikannya nyonya Cale seperti papa menjadikan mama nyonya Cale yang terhormat.” Ucap Nicho dengan frustasi.

“Maka pergilah berkenalanlah dengannya Nicho.” Usul Iva kepada anaknya.

Nicho merasa begitu enggan dengan usul sang ibu, ia kembali mengingat penolakan Angel. Keadaan memang sangat mendesak untuk masalah perusahaan, benar apa yang dikatakan oleh mamanya. Nicho juga sejujurnya sudah lelah dengan merayu Angel terus menerus, namun Angel justru mengatakan akan datang dua tahun lagi dan merebutnya.

Bukankah itu tindakan yang gila? Tapi bukankah selama ini Nicho memang sangat mencintai Angel gadis yang selalu memiliki ide-ide absurd. Kembali Nicho berpikir ini hanya pernikahan demi menyelamatkan nama keluarganya dan juga perusahaan mereka. Dia sudah menunggu Angel hampir tiga tahun, maka untuk menunggu dua tahun kedepan lagi bukanlah sesuatu yang sulit baginya.

Apalagi Nicho paling tidak tega melihat air mata jatuh dari pelupuk mata sang mama tercinta. Ia memilih jalan ini walau tau ini salah, tapi seperti yang tadi di katakan oleh Iva bahwa masalah hati memang sangat rumit dan tidak bisa di prediksi bukan?

“Baiklah ma, aku akan menikah sesuai dengan keinginan mama.” Ucap Nicho membuat kedua mata Iva begitu berbinar dan spontan langsung memeluk anaknya dengan erat.

“Syukurlah nak... terima kasih banyak anakku sayang...” ucap Iva sambil mengusap-ngusap punggung Nicho.

“Kalau begitu ayo, sekarang kita kerumah. Mama mau kenalkan kalian berdua.” Ajak Iva kepada Nicho.

“Ma.. maaf, kalau sekarang Nicho belum bisa kemana-mana ma. Ada meeting satu jam lagi. Lalu aku masih harus ke lahan proyek pengembangan properti The Green Mountion area The Bolton ma.” Terang Nicho membuat Iva menghela nafasnya dengan berat.

“Baiklah pastikan jika semuanya sudah beres kamu langsung pulang yah nak.” Ucap Iva.

“Iyah ma, kalau tidak ada lembur yah. Mama jangan khawatir, siapkan saja semuanya sesuai keinginan calon pengantin wanitanya, aku akan setuju apapun yang dipilihnya. Mau pesta besar ataupun mau pesta tiga hari tiga malam pun tidak masalah asal dia bahagia.” Ucap Nicho yang ingin membenturkan kepalanya sendiri ketika mengucapkan kalimat penuh kebohongan tersebut kepada Iva.

“Hem... Kimberlie, namanya Kimberlie sayang. Baiklah kalau begitu mama akan mengajak Kim pergi belanja untuk perawatan tubuhnya. Kau ingat makan yang teratur okey?!” pamit sang mama sambil memperingati Nicho yang selalu lupa untuk makan siang jika sudah dipadati dengan jadwal bekerja.

“Iyah ma. Eh ma.. satu lagi.” Cegah Nicho saat Iva mau membuka pintu ruangannya.

“Ada apa Nicho?” tanya Iva.

“Apakah Kimberlie setuju-setuju saja saat dijodohkan denganku?” tanya Nicho masih berharap jika Kim bisa di ajak kompromi.

“Dia sangat setuju karena memang dia sudah mengidolakanmu sejak lama sekali, dia akan menjadi istri yang baik nak. Ingatlah di cintai itu lebih baik dari pada mencintai. Jangan membuat Kim bertepuk sebelah tangan yah... kasihan dia anak yang sangat baik. Dia..” belum selesai Iva berbicara Nicho langsung memotongnya.

“Yah... yah sudah ma, Nicho hanya ingin tau saja.” Ucap Nicho cepat-cepat karena merasa bahwa harapannya hanya tinggal harapan yang tidak akan pernah tercapai.

“Baiklah mama pamit dan tolong kau ganti sekretarismu. Mama jijik liat perempuan genit begitu.” Desis Iva membuat Nicho ketawa.

“Iyah nanti Nicho ganti, itu pilihan Galaxy ma.” Terang Nicho.

“Awas aja sampai di rumah mama jewer anak mesum satu itu.” omel Iva di barengi dengan langkah kakinya meninggalkan ruangan tersebut.

Segera melaksanakan permintaan Iva, Nicho langsung menghubungi kepala HRD yang berada di lantai tiga. “Selamat pagi tuan muda Cale?” tanya Edo.

“Edo carikan aku sekretaris berjenis kelamin pria saja yang bisa di percaya dan memiliki kemampuan ilmu bela diri sekalian untuk melindungiku. Nyonya Iva Cale tidak suka dengan Denis. Pindahkan Denis di perusahaan Fashion saja, dia cocok di sana.” Pinta Nicho tanpa basa basi.

“Baik Tuan, berikan saya waktu hari ini. Besok semua akan beres.” Terang Edo.

“Okay Good.” Nicho lalu mematikan sambungan teleponnya dan melangkah keluar untuk menuju ke gedung seberang yang merupakan Plaza milik keluarganya.

Bukan untuk berbelanja pakaian tapi untuk mengambil ponsel keluaran terbaru di salah satu konter terkenal berlogo buah apel. Setelah mendapatkan apa yang diinginkannya lagi-lagi nomor yang sama ditekannya.

“Halo Tu..tuan. Maaf nona..” belum selesai asisten Angel berbicara menahan rasa gugup, Nicho langsung berbicara.

“Katakan pada bosmu. Aku menunggunya dua tahun lagi.” Ucap Nicho singkat lalu mematikan ponselnya.

Angel menyadari jika yang menghubunginya barusan adalah pria yang begitu mengejarnya, pria yang kini menyandang status mantan kekasih. Dengan memasang nada dering khusus saat tadi berbunyi membuat Angel ingin segera menyelesaikan urusan ranjangnya dengan pria yang kini menjadi produsernya itu. Suara lenguhan lelaki paru baya tersebut terdengar begitu puas akan servis yang di berikan oleh Angel kepadanya.

“Tuan Martin, apakah kau puas dengan servisku?” tanya Angel sambil mengerlingkan matanya dan begelanyut manja.

“Tentu saja Angel... my Angel hahaha! Jangan lupa minggu depan datanglah untuk tanda tangan kontrak dengan Brad Pit. Walaupun kau bukan artis wanita utamanya dalam film ini, tapi kau sangat penting dalam film ini. Akan ada beberapa scene yang menampilkan percakapanmu dengan pemeran utamanya. Setelah ini sukses aku berjanji kau akan kuberikan posisi pemeran utama pendatang baru untuk proyek bulan Maret tahun depan.” Terang Marin sambil mengusap-ngusap bibir ranum Angel.

“Ah! Terima kasih tuan Martin. Baiklah aku akan pergi keruanganku dan mandi, nanti malam aku akan datang ke apartemenmu. Kau ini sangat nakal Tuan Martin, suka sekali secara spontan meminta aku melayanimu seperti ini.” Goda Angel sambil mencubit pelan hidung Martin.

“Hahaha! Baiklah sampai jumpa nanti malam sayang.” Ucap Martin lalu mengecup lembut bibir Angel.

Bergegas Angel keluar dari ruang kerja Martin dan segera menghampiri asistennya yang telah menunggu lebih dari tiga puluh menit di depan ruangan tersebut. “Grace, apa kata Nicho saat menghubungi ku tadi? Apakah kau mengatakan jika aku bersama Martin di dalam? Cepat katakan kepadaku?” tanya Angel dengan perasaan was-was.

“Dia mengatakan akan menunggu anda dua tahun lagi Nona. Aku juga tidak mengatakan apa-apa kepadanya, aku bersumpah nona.” Terang Grace membuat sebuah senyuman lebar tercetak di wajah Angel.

“Baguslah, dia masih pria penurut seperti dulu. Tunggulah aku dua tahun lagi Nicho, setelah itu akan aku buktikan ke mamamu jika aku adalah wanita yang pantas untuk mendampingi anaknya dan bukan hanya bermodal wajah serta tubuh seksi saja. Ketika aku sudah punya cukup uang ketika itu aku akan menakhlukan seluruh keluarga Cale” Ucap Angel penuh semangat sambil menyeringai kejam.

Sementara itu Galaxy yang mengetahui keberadaan Angel selama ini, sangat mengkhawatirkan Kimberlie yang akan dinikahi oleh Nicho. Ia tau jika hanya Angel satu-satunya wanita yang sangat dicintainya dari dulu hingga saat ini. Kekhawatirannya membuat Ia bertanya niat dasar Kimberlie menyetujui pernikahan yang didasari dengan perjodohan ini.

“Apakah kau menyetujui pernikahan ini karena kau memang menyukai Nicholas Kim?” tanya Galaxy dengan serius. Wajah Kimberlie seketika memerah manahan rasa malu dan segera menundukkan kepalanya dengan cepat.

“Iyah Galaxy, aku sudah menyukai Nicho sejak jaman kita di junior High School dulu. Hanya saja saat kita naik kelas ke Senior High School Nicho pindah kan? Hanya kau yang bertahan di asrama pria tersebut dengan kumpulan geng anehmu itu.” kikik Kimberlie.

Mendengar jawab Kim hati Galaxy terasa bagai disayat oleh belati tajam, “Aku bertahan karena aku menyukaimu sejak dulu Kim, hanya saja saat kita kuliah kita berpisah dan aku sudah menepati janjiku untuk kembali ke London dan mencarimu, tidak ku sangkah kau malah akan menjadi kakak iparku.” Batin Galaxy dalam hati.

“Wah! Ternyata kau sudah lama yang memendam rasa kepada kakakku.” Kekeh Galaxy menguasai diri, menanggapinya Kimberlie mengangguk malu dan mengulum senyumnya.

“Ayo itu kamarmu yang berada di ujung koridor. Aku sendiri yang memilih kamar ini untukmu, ayo masuklah Kim. Lihat ini adalah kamar dengan pemadangan terbaik di mansion ini. Tiap pagi kau akan melihat pemandangan bunga-bunga yang segar dan disaat malam jika kau beruntung kau akan melihat kunang-kunang.” Terang Galaxy menatap wajah Kimberlie yang tersenyum begitu bahagia mendengar ucapan Galaxy.

“Yah Tuhan Lexy, terima kasih banyak. Kau masih saja ingat yah kalau aku sangat menyukai bunga yah?” Ucap Kim dengan tulus.

“Segala sesuatu tentangmu tidak mungkin aku lupakan Kim.” Gumam Galaxy begitu pelan.

“Kenapa Lexy? Kau tadi bicara apa?” tanya Kimberlie sambil mengerjabkan matanya beberapa kali.

“Aku bilang yah... aku mengingatnya, kita kan dulu satu sekolahan Kim. Apa kau lupa aku dulu sering sekali mengganggumu?” ucap Galaxy berusaha menguasai kegugupannya.

“Yah kau sangat menyebalkan saat itu.” kekeh Kimberlie.

Setelah mengantarkan Kimberlie ke kamarnya Galaxy segera pamit turun kebawah dan mengatakan kepada Kim bahwa dia harus turun tepat pukul dua belas siang saat jam makan siang, sebelum itu Galaxy mempersilahkan Kim untuk berisirahat atau mengatur barang-barangnya terlebih dahulu.

Kini pikiran Galaxy hanya satu yaitu ingin menemui Nicho dan mengingatkan agar Nicho bersikap baik kepada Kimberlie, Ia sungguh tidak tega jika Nicho menyakiti Kimberlie. Walaupun terlihat tenang dan dingin tapi Nicho adalah penyiksa paling kejam dilingkungan keluarganya.

Ia tidak segan-segan akan membuat orang-orang yang tidak disukainya menderita dan memohon ampun kepadanya. Bahkan memohon agar dibunuh saja dari pada hidup penuh dengan tekanan darinya.

“Baiknya aku menunggunya pulang atau ke apartemennya dan berbicara secara baik-baik dengannya, jika sekarang maka sama saja cari gara-gara.” Ucap Galaxy pada dirinya sendiri.

Saat dirinya begitu gelisah, terdengar suara langkah kaki memasuki mansion dan terlihat Iva datang dengan wajah yang begitu ceria. Galaxy menjadi sangat penasaran apakah ada kabar baik?

“Aunty, cantik sekali kalau aunty senyum terus seperti ini. Apakah ada kabar gembira aunty?” tanya Galaxy penasaran.

“Iyah Lexy, Aunty begitu bahagia dan memang aunty membawa kabar yang sangat bahagia. Apakah kau tau? Tadi aunty ke kantor Nicho dan banyak berbincang dengannya. Sampai pada akhirnya Nicho setuju dengan pernikahan ini Lexy. Dia akan memperistri Kimberlie, ah senangnya aku.” Ucap Iva dengan penuh semangat.

Galaxy begitu tercengang dengan apa yang diucapkan oleh Iva, dia terdiam dan bergelut dengan pikirannya sendiri. Apakah ini nyata? Galaxy yang paling tau dengan sikap Nicho dibanding semua orang yang ada dirumah ini. Nicho selalu menutupi sisi gelapnya di hadapan kedua orang tuanya.

“Pasti ada sesuatu yang salah disini, bagaimana mungkin dia langsung menyetujui pernikahan ini begitu saja.” Gumam Galaxy tanpa sadar terdengar oleh Iva.

“Apanya yang salah hah? Tidak ada yang salah! Aunty sudah menasihati Nicho dan dia akhirnya menerima semua nasihat Aunty dengan lapang dada. Bahkan dia menyuruh aunty untuk segera melangsungkan pernikahan dan dia suruh aunty untuk bertanya kepada Kim mau pernikahan yang megah atau megah sekali. Apa yang salah? Mungkin isi otakmu yang salah Lexy.” Ejek Iva sambil mencubit kedua pipi keponakannya dan pergi begitu saja meninggalkan Galaxy.

“Fix! Ini ada yang salah! Kau pasti merencanakan sesuatu Nicho. Aku tidak akan membiarkanmu menyakiti Kimberlie! Jangan! Jangan Kimberlie Nicho.” Ucap Galaxy segera berjalan menuju ke garasi terlihat mobil sport Ferari berwarna kuning menyala yang sudah bersiap untuk ditumpangi oleh Galaxy.

“Okay baby! Antarkan aku untuk bertemu dengan sepupuku itu.” ucap Galaxy dan segera menyalahkan mesin mobil tersebut.

BERSAMBUNG

Bab 3

Suara bell pintu apartemen berkali-kali berbunyi sungguh mengganggu waktu istirahat Nicho yang setelah mengerjakan pekerjaannya justru pulang ke apartemen penthousenya. Nicho begitu enggan untuk menginjakkan kaki ke rumah utamanya karena tau ada wanita yang di jodohkan dengannya kini tinggal di mansion tersebut.

Nicho melangkahkan kakinya dengan sesekali menggerutu karena sudah bisa menebak siapa yang sedang berdiri di balik pintu masuknya tersebut. “Kau ini ada apa datang kesini hah?! mengganggu saja! Aku ingin istirahat Galaxy.” Dengus Nicho sambil berjalan masuk ke ruang tengah dan merebahkan tubuhnya di atas sofa empuk miliknya.

“Kenapa kau tidak kerumah Galaxy? Aunty Iva dan Uncle Owen dari tadi bertanya terus kemana anak kesayangannya ini, batang hidungnya tidak kelihat sama sekali dari semalam. Pulanglah, lagian ada Kimberlie yang juga sudah menunggu kamu di mansion.” Ucap Galaxy sambil memperhatikan perubahan mimik wajah sepupunya tersebut.

Jika Galaxy adalah pemuda yang sangat pintar menyembunyikan perasaannya dan bisa di katakan bisa beracting di hadapan orang yang bahkan tidak disukainya, maka semua itu sangat bertolak belakang dengan karakter Nicho. Ia tidak dapat menyembunyikan raut wajah ketidak sukaannya akan sesuatu.

“Lexy kau adalaah saudaraku satu-satunya. Kau yang paling tau bagaimana diriku, bagaimana mungkin aku kerumah dan bertemu dengan wanita yang tidak aku kenal. Yang tiba-tiba akan menyandang status sebagai istriku tanpa ada dasar rasa cinta sama sekali. Apakah kau bayangkan? Aku akan terlihat begitu kacau Lexy, aku tidak bisa berpura-pura seperti kamu.” Ucap Nicho benar-benar terlihat frustasi.

Galaxy sudah menduga jika ada sesuatu yang salah dengan ucapan aunty Iva tadi dan Galaxy ingin memastikan sebenarnya apa yang terjadi dan bagaimana perasaan Nicho akan rencana pernikahan ini. “Tapi bukannya tadi kau sudah menyetujui perjodohan ini Nicho? Ayolah brother jangan plin plan.” Kekeh Galaxy.

Sambil menghela nafas dengan berat Nicho mengusap kasar wajahnya, “Aku tidak mampu melihat mama sedih Lexy. Aku juga berharap agar Kimberlie mau di ajak kompromi, tapi mama bilang dia malah memang mengidolakan diriku. Apa kau tau rasanya asam lambungku naik seketika saat mama menceritakan bagaimana perempuan yatim piatu itu sudah menyukai aku sejak kecil. Apakah dia kelainan jiwa?” ucap Nicho bergidik ngeri.

Mendengar penuturan saudaranya Galaxy sedikit jengkel. “Cobalah buka hatimu sedikit untuknya Nicho. Minimal coba kamu berkenalan dulu, siapa tau dengan berkenalan lebih dekat kalian bisa jadi akrab dan malah bisa membuat rencana.” Sahut Galaxy.

Seketika itu juga Nicho langsung menoleh. “Rencana untuk membatalkan pernikahan ini? Atau untuk pura-pura menikah?” tanya Nicho dengan serius.

“Oh Tuhan kau memang sinting Nicho, tentu saja rencana untuk belajar saling mencintai! Kau ini kayaknya ada yang salah sama ini otakmu Nicho!” dengus Galaxy jengah lalu membakar rokok dan menyesapnya dalam-dalam.

“Otakmu yang salah Galaxy! Bagaimana mungkin aku bisa memiliki rencana untuk saling mencintai sama wanita asing. Aku juga menyetujui permintaan mama karena perusahaan kita sedang goyah akibat papa di vonis kena penyakit kanker. Lalu satu-satu yang bisa menyelamatkan itu hanyalah aku, dengan melaksanakan tradisi bodoh ini. Shit!” umpat Nicho begitu kesal.

“Apakah semua karena Angel? Apakah alasannya karena Angel Nicho?” Cecar Galaxy membuat mulut Nicholas terkunci tak ingin menanggapinya dan memilih untuk membuang muka.

“Jawab aku Nicholas Cale! Apakah karena Angel?” tanya Galaxy dengan suara agak meninggi, hingga menarik perhatian Nicho.

“Ada apa denganmu Galaxy? Kenapa kau sangat perduli dengan urusanku hah? Lagi pula jika memang karena Angel lantas masalahnya dimana?!” giliran Nicho mencecar Galaxy dengan pertanyaan sambil menatap tajam paada kedua manik mata Galaxy untuk mencari sebuah kebenaran dibalik sorot mata saudaranya.

“Jangan jawab pertanyaanku dengan pertanyaan yang lain Nicho. Katakan saja apakah ini semua karena Angel? Apa rencanamu sebenarnya hah?!” tantang Galaxy membalas tatapan tajam saudara sepupunya.

“Iyah! Ini semua memang karena Angel! Kau mau tau rencanaku?! Rencanaku adalah menikahi Kimberlie selama dua tahun dan ketika Angel kembali aku akan segera menceraikannya. Sebagai timbal baliknya aku akan mengangkat perusahaan Cale menjadi perusahan tersukses di Inggris bahkan di seluruh Eropa hingga ke seluruh dunia! Agar mama dan papa tidak banyak protes. Apa kau kira aku akan memberikan hatiku begitu saja kepada wanita yang tidak aku kenal? Itu hanya mimpi Galaxy!” tegas Nicho sambil terengah-engah mengeluarkan semua rencananya.

Galaxy begitu sesak mendengar pengakuan Nicholas, Ia tidak menyangka Nicho bisa memiliki rencana serendah itu. “Kau gila Nicholas. Ck ck ck aku tidak menyangka jika sepupuku memiliki rencana serendah ini. Dengan menghancurkan kehidupan dan hati seseorang kau ingin berada di puncak dan kembali pada masa lalumu yang telah meninggalkanmu demi sebuah karir.” Sahut Galaxy dengan kecewa.

“Aku tidak perduli dengan penilaianmu Lexy. Penilaianmu tidak akan mempengaruhi hidup dan rencanaku. Aku bukanlah dewa yang selalu saja bisa memenuhi ekspektasi fantastis setiap orang. Aku memang egois, tapi kalian semua yang memaksa aku untuk bertindak egois seperti ini bukan? Jadi yah sudah terima saja apa yang akan terjadi kedepannya.” Sahut Nicho.

“Oh satu lagi, aku tiak merusak hidup siapapun, aku tidak akan menyentuh Kimberlie. Aku berjanji, tidak akan!” tegas Nicho melanjutkan ungkapan hati yang belum selesai di sampaikan.

“Semoga kau tidak menyesal Nicholas. Setelah kau benar-benar mengenal Kimberlie, aku yakin kau akan sangat menyesal. Kau akan sangat menyesal hingga membuatmu menderita. Tapi di saat penyesalanmu itu datang ku pastikan kau tidak akan pernah bisa memiliki Kimberlie!” ucap Galaxy menahan gelora amarah di dadanya.

“Yah... yah... Whatever You say Galaxy! Kau bisa memilikinya jika kau setelah dua tahun kedepan. Aku tidak perduli, bahkan aku akan mendukung hubungan kalian. Sudahlah kau bisa pergi dari apartemenku ini, aku benar-benar ingin istirahat dan sedang tidak ingin di ganggu. Besok pekerjaanku sangat banyak dengan jadwal meeting yang padat, aku harap kau bisa membantu mamaku dan wanita itu untuk mempersiapkan acara pernikahan sesuai dengan yang dia impikan.” Ucap Nicho lalu berjalan santai menuju kekamarnya meninggalkan Galaxy yang masih gamang dengan sikap saudara sepupunya ini.

“Kau memang benar-benar brengsek Nicho. Aku tidk menyangka kau ternyata sehina itu.” desis Galaxy tidak ingin berlama-lama di apartemen sepupunya tersebut.

Ia lantas memilih untuk pulang dan menyetir mobilnya dengan kecepatan diatas batas kecepatan normal, pikirannya kalut memikirkan nasib Kimberlie, “Jika saja aku adalah Nicho aku akan menjadi pria yang paling bahagia di muka bumi ini.” Gumam Galaxy pada dirinya sendiri.

Tiba-tiba dia mengingat sesuatu dan langsung menepikan mobilnya di tepi jalan tol, Galaxy segera menghubungi seseorang yang sangat dikenalnya dengan cukup baik dan memiliki hutang budi dengannya.

“Halo apakah kau masih bisa membantuku untuk menyelidiki seseorang?” tanya Galaxy.

“Iyah tentu saja Lexy, siapa yang harus aku selidiki?” tanya pria tersebut.

“Tolong selidiki Angel Liam, artis pendatang baaru di Hollywood, aku ingin detail lengkap dengan siapa dia berpacaran saat ini, bagaimana cara dia mendapatkan popularitasnya dan kesehariannya. Semua harus tertuang dalam jepretan-jepretan lihaimu Brandon,” Pinta Galaxy.

“Angel Liam, sungguh bukan pekerjaan yang sulit. Hahaha!” sahut Brandon sambil terbahak.

“Okay Good! Aku tunggu kabar darimu,” ucap Galaxy sambil mengakhiri sambungan teleponnya.

“Aku jamin kau akan menyesal Nicholas Cale!” desis Galaxy.

Dua minggu sudah Kimberlie tinggal di Mansion besar milik keluarga Cale dan selama itu belum satu kalipun Kim bertemu atau bertegur sapa bersama Nicholas. Berbagai alasan selalu saja menjadi penghalang keduanya untuk bertemu. Mulai dari padatnya meeting, ada survei lapangan hingga kondisi tubuh kurang fit dan takut menularkan penyakit kepada Kim. Semua percaya saja terutama Kim, gadis yang begitu polos tak pernah pacaran sekalipun dan menjujung tinggi arti kejujuran.

Kimberlie menganggap bahwa semua yang di katakan oleh Nicholas adalah hal yang benar. Ia bahkan tidak memiliki prasangka buruk apapun, dengan tulus berjanji akan selalu mendukung dan menjadi penolong bagi Nicholas jika keduanya sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Bayangan manisnya romansa rumah tangga sudah ada dipikiran Kimberlie yang tiada henti membayangkan setiap malam sebelum tidur.

“Yah Tuhan... bagaimana jika nanti harus tidur satu ranjang dengannya. Ah! Aku akan sangat malu, membayangkannya saja aku tidak sanggup.” Gumam Kimberlie sambil menutup wajahnya dengan bantal karena malu kepada dirinya sendiri.

Apalagi selama beberapa hari ini Nyonya Iva selalu mengajak Kimberlie untuk membeli pakaian-pakaian tidur super seksi. “Kim ini kamu pakai kalau pas malam pertama nanti, jangan malu-malu. Mama pengen cepat punya cucu.” Ucap Iva kepada Kimberlie saat berbelanja kemarin.

“I...iyah ma...” jawab Kimberlie dengan terbata-bata sangking gugupnya, wajahnya juga sudah berubah warna seperti udang rebus dengan keringat dingin mendengar kata malam pertama dari mertuanya.

Walaupun Kimberlie gadis yang polos tapi Kim adalah wanita dewasa yang paham apa yaang akan terjadi saat malam pertama. Seketika itu wajahnya memanas dan rasanya Ia ingin berlari dan bersembunyi saja.

“Kenapa kamu kok mukanya berubah warna kayak gitu? Hahaha! Calon menantuku ini. Ayo, sekarang kita cari body lotion yang wangi rose yah... kamu tidak perlu pakai parfurm Kim, cukup ini saja. Body lotion ini tahan satu kali dua puluh empat jam. Bahkan setelah mandi saja terkadang wanginya masih menempel. Sini mama belikan satu set wangi rose, itu wangi kesukaan Nicho. Dia pasti lengket terus sama kamu kalau kamu pakai ini Kim.” Ucap Iva ceplas ceplos tanpa maksud untuk membuat gugup Kim tapi dia hanya terlalu senang membayangkan anak dan menantunya hidup rukun lahir batin.

“Ba...baik ma, nanti Kim pakai semua yang mama beli yah.” Jawab Kim lagi-lagi masih menahan rasa gugup.

“Bagus, nah sekarang ayo sini kita cari baju pengantin yah. Mama sudah hubungi butik langganan mama. Yuk sayang!” ajak Iva langsung menggandeng calon anak menantunya dengan semangat empat lima.

Sampailah mereka di The Holy Vow Butiqe. Butik khusus untuk pakai pesta dan pakaian pengantin. Pemilik butik yang bernama Nyonya Anderson bahkan sudah menunggu kedatangan Iva secara khusus.

“Halo Chloe! Kenalkan ini Kimberlie Frey calon menantuku. Sini Kim, kenalkan ini Chloe Anderson sahabat mama dia akan merubah kamu jadi wanita yang super duper cantik!” ucap Iva dengan semangat.

“Halo aunty.” Sapa Kim dengan hormat.

“Halo sayang, kalau ini aku tidak perlu menyulap apa-apa Iva. Calon anak menantumu sudah sangat cantik, tanpa perlu make up tebal dia cukup pakai make up minimal sudah jelita. Ini yang namanya cantik dari lahir. Nicholas benar-benar menikahi seorang bidadari pahatan Tuhan.” Ucap Chloe dengan sungguh-sungguh.

Mendengar pujian Chloe dan ekspresi jujur sang sahabat, Iva merasa begitu bangga. Ia lantas mengabil katalog dan menunjukkan pilihan gaun pengantin kepada Kimberlie. Melihat deretan gambar Kimberlie menahan kebahagian yang begitu membuncah di dadanya. Ia melihat sebuah gaun pengantin yang begitu indah, leher berbentuk turtle neck, berlengan panjang, dengan kain membentuk tubuh dan slayer di samping pinggang tidah begitu besar hanya sebagai pemanis dengan bahan full borklat dan payet manit kecil-kecil di setiap kelopak mawarnya.

Membuat gaun tersebut sangat elegan. “Aunty... apakah aku boleh memilih gaun ini saja?” tanya Kimberlie dengan sopan.

Iva lantas melihat dan memperhatikan gambar tersebut dengan detail, dalam hatinya begitu trenyuh “Kau memiliki selera yang sama dengan Lyra mamamu nak.” Ucap Iva dalam hatinya.

“Tentu saja kau boleh memilih gaun ini, Chloe anak menantuku ingin kau membuatkan gaun ini untuknya, apakah gaunnya sekarang ready?” tanya Iva berharap agar gaun tersebut sudah ada, agar tidak menunggu terlalu lama lagi membuat acara pernikahan anaknya.

“Tunggu aku lihat hubungi bagian produksi dulu.” Jawab Chloe lalu menelpon kepala produksi butiknya dan wajahnya berubah begitu sumringah.

“Iva! Gaunnya sudah siap dan tinggal fitting saja. Ayo Kimberlie kita ke kamar pas, tadi aku sudah menghubungi kepala produksi untuk membawanya turun ke lantai satu.” Ucap Chloe penuh kegirangan sambil bertepuk tangan bahagia.

“Kita sangat beruntung sayang.” Sahut Iva sambil memeluk Kimberlie sesaat.

Beberapa menit kemudian datanglah gaun yang telah di tunggu-tunggu. Ketika di buka dari bungkusan gantungan pakaian, gaun tersebut terlihat begitu elegan walau sepintas memiliki model yang sederhana di bandingkan gaun-gaun pengantin lainnya. Mata Kimberlie memancarkan kebahagiaan tak terhingga saat melihat broklat mawar dengan full payet berwarna silver, gaun itu juga tidak putih sekali melainkan putih gading.

“Aku sangat menyukainya Aunti Iva, gaun ini entahlah... melihatnya saja membuatku ingin menangis.” Ucap Kimberlie dengan mata berkaca-kaca.

“Ayo sini kamu pakai, biar Aunty lihat bagian mana yang harus di permak yah.” Ucap Chloe yang langsung memakaikaan sendiri gaun tersebut untuk calon menantu sahabat terkayanya.

“Yah Tuhan, kamu cantik sekali Kimberlie. Nicho pasti akan langsung jatuh cinta denganmu.” Goda Iva membuat Kim tersenyum malu-malu. Lantas Iva mengingat sesuatu yang sangat penting.

“Eh Kim, habis ini kita hubungi Event Organizer dan memilih gedung untuk acara resepsi yah.” Ajak Iva.

Kimberlie langsung mencegah Iva “Aunty, bukankah Nicho mengatakan akan menuruti semua keinginanku? Apakah aunty juga sama?” tanya Kimberlie sebelum mengutarakan maksud hatinya.

“Tentu saja sayang, katakan apa yang kau inginkan? Berapa ribu orang yang ingin kau undang sayang? Aunty akan pastikan semua keinginanmu terwujud.” Ucap sambil memegang kedua jemari lentik calon menantunya.

“Aunty, pernikahan impianku sejak kecil adalah menikah di taman bunga krisan dengan gaun pengantin yang seperti ini, lalu aku ingin pernikahan tersebut berjalan begitu khidmat dan sakral. Oleh karena itu bisakah tamu kita hanya keluarga saja, para suster gereja, dan aunty Chloe?” Pinta Kimberlie dengan ragu-ragu.

Baik Iva maupun Chloe saling bertukar pandangan, mereka tidak menyangka jaman seperti sekerang ini masih ada seorang gadis muda yang tidak menyukai sebuah kemewahan berlebih. Iva merasa bangga dengan pilihannya dan berterima kasih dalam hatinya kepada almarhum kedua orang tua Kimberlie.

“Sure baby... sure, semua keinginanmu pernikahan impianmu itu akan terwujud.” Ucap Iva sambil mengelus lembut rambut Kim.

BERSAMBUNG

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED