Bab 2

Pak Adit dan Bu Amanda maafkan saya sudah menolak bantuan kalian ,atas segala yang tidak berkenan semoga ibu manda dan pak Adit bisa memaafkan saya.Rasa nya saya sudah tidak bisa bertahan lebih lama ,mungkin sudah waktunya kami bersama kembali,

papa Aleeya sudah menunggu disana.

Saya titip putri kami kepada kalian, maaf jika permintaan ini merepotkan kalian tapi Aleeya tidak punya siapa-siapa lagi selain saya.

Namanya Aleeya,putri tercinta kami saya berharap dia tidak merepotkan kalian.

Lidya

Bu Amanda dan pak Adit kemudian memeluk Aleeya.

"Mulai sekarang kami adalah orang tua kamu" yang di balas anggukan oleh pak Raditya.

"Ibu mu menitipkan kamu kepada kami"

satu Minggu yang lalu pak Raditya bertemu teman lamanya yang sedang ada urusan kerja di kota M .

Pak Raditya mengobrol-ngobrol sampai pada akhirnya, temanya itu membahas tentang Bu Lidya dan suaminya yang sudah meninggal.

Pak Raditya mengetahui tentang kecelakaan yang merenggut nyawa suami mantan tunangannya itu, bahkan dia dan istrinya menawarkan bantuan untuk biaya hidup Bu Lidya dengan putrinya.

Namun,Bu Lidya menolaknya.

Setelah itu pak Raditya sibuk membesarkan anak bisnisnya yang ada di Inggris.

Setelah kembalinya ke tanah air dirinya di sibukkan dengan urusan kerja.Sempat terpikir untuk mencari tahu kabar Bu Lidya dan anaknya tapi,lagi-lagi dirinya yang terlalu sibuk membuat nya selalu tertunda.

Temanya itu lalu bercerita bahwa beberapa hari yang lalu sempat bertemu ibu lidya di rumah sakit Pelita harapan, Bu Lidya saat itu menggunakan kursi roda yang di dorong oleh anaknya.

Tapi tidak sempat bertanya tentang penyakitnya karena dirinya juga sedang terburu-buru membesuk saudaranya yang sakit di rumah sakit yang sama dengan Bu Lidya.

Pak Raditya sempat kaget dengan cerita temanya itu. Dia lalu memberitahukan kepada istrinya, Amanda.

Setelah memilih dan cancel sebagian pekerjaan yang telah di jadwalkan ,baru hari itu lah dirinya bisa datang untuk menjenguk,maklum lah pak Raditya memang orang kaya yang setiap detik punya jadwal ini,itu .Hari itu,dimana Bu Lidya pergi ke peristirahatan nya yang terakhir.

Mungkin sangat kebetulan rasanya tapi begitulah takdir hidup sudah ada yang mengaturnya.

Aleeya yang mendengar ucapan pak Raditya dan Bu Amanda untuk mengizinkan nya tinggal bersama mereka. Perasaannya sedikit membaik setidaknya masih ada orang yang mau menerima dirinya yang sebatang kara.

Mulai saat itu Aleeya akan berjanji menjalani hidupnya meskipun tanpa ibunya .Aleeya tidak ingin ibu nya dan papanya merasa sedih disana,Aleeya sangat menyayangi mereka.

Dengan dukungan dari pak Raditya dan Bu Amanda ,Aleeya mulai memiliki semangat lagi.Malam itu pun Aleeya lewati dengan perasaan yang sudah tidak terlalu sedih.

Ke esokan harinya di rumah mewah dan besar pak Raditya dan Bu Amanda .

Semua orang tengah sibuk untuk memulai aktivitas nya,Aleeya terbangun dari tidurnya, dia menemukan dirinya berada di sebuah kamar tidur yang sangat empuk baru kali ini dirinya tidur di tempat sebagus itu.

Aleeya mencoba untuk keluar dari kamar, Aleeya mencoba untuk menerima kenyataan hidupnya.

Ternyata kamar Aleeya itu berada di lantai dua rumah tersebut.

Aleeya pun turun dan melihat banyak sekali pelayan di rumah itu,

ada yang memasak,mencuci ,mengepel dll.

Beda-beda orang dengan berbeda pekerjaan.

"Adakah yang bisa aku bantu?" tanya Aleeya.

Semua pelayan berpandangan .

"Nona duduk saja ,sebentar lagi waktunya sarapan"kata seorang pelayan di rumah itu.

"Tapi aku tidak biasa jika hanya terdiam saja"

kembali para pelayan itu menatap satu sama lain..

"Jika nona memaksa untuk bekerja kami akan kena marah tuan besar dan nyonya"

"Aku bukan siapa-siapa disini,aku sama seperti kalian" jawab Aleeya lagi.

lama berdebat dengan pelayan-pelayan itu akhirnya Aleeya menurut untuk duduk saja.

Sekitar 6:30 pak Raditya dan ibu Amanda keluar dari kamar mereka, terlihat pak Raditya sepertinya akan pergi kekantor.

Pakainya yang terlihat sangat rapi membuat pak Raditya sangat gagah, meskipun umurnya sudah 50 tahun tapi sisa-sisa ketampanan nya masih jelas terlihat.

Mereka berdua hanya tersenyum melihat Aleeya yang sudah menunggu di meja makan

"Kamu sudah bangun sayang?"

"Iya Tante" Aleeya langsung berdiri dan tersenyum kepada ibu Amanda.

"Duduklah kita sarapan bersama" kata pak Raditya.

"Iya Om " Aleeya pun duduk kembali.

Mereka pun mulai sarapan Aleeya yang sejak kemarin tidak mengisi perutnya mulai menggigit potongan roti di tangan nya.

Sebenarnya Aleeya masih tak berselera makan tapi Aleeya mengingat semua kata-kata ibu Amanda kemarin.

Aleeya harus mengikhlaskan kepergian ibunya.

Ibu dan ayah nya akan tenang disana jika dirinya disini baik-baik saja.

Aleeya juga menghargai mereka berdua karena sekarang di saat keadaan Aleeya tidak memiliki siapapun cuma mereka yang menerima Aleeya dengan tangan terbuka.

"Aleeya ,bagaimana sekolah mu nak?" Ibu Amanda membuka percakapan kembali setelah mereka selesai sarapan.

"Em, Aleeya ga tau Tante,hampir satu bulan Aleeya tidak masuk sekolah. Minggu ini adalah Minggu terakhir ujian akhir sekolah,mungkin Aleeya tidak akan lulus dan terpaksa mengulang satu tahun lagi"

Ibu Amanda sudah tahu sebenarnya dari asisten pribadi suami nya.

Sejak membawa pulang Aleeya dari pemakaman ibunya, sore itu ibu Amanda meminta Asisten pribadi suaminya untuk mencari tahu tentang Aleeya.

Tentu dengan seizin pak Raditya juga.

Malam nya pun pak Dimas Asisten pribadi pak Raditya mengirimkan informasi lengkap tentang Aleeya yang ia dapat dari beberapa teman dekat Aleeya dan guru-gurunya.

Ibu Amanda bertanya karena ingin mendengar secara langsung dari Aleeya.

Mendengar jawaban Aleeya dengan sedih nya ia mencoba tersenyum, Aleeya segera menunduk dirinya tidak ingin ibu Amanda dan pak Raditya melihat kesedihan di wajah nya.

"Al,kamu ga perlu sedih Tante dan om akan urus semuanya agar kamu bisa lulus tahun ini"

"Tapi Tan,apa bisa Aleeya lulus tahun ini?" tanya Aleeya dengan polos nya seolah tidak percaya bahwa Bu Amanda dan pak Raditya bisa melakukannya.

Aleeya lupa bahwa dengan uang apapun bisa terjadi .

"Sekarang bersiaplah, Tante akan mengantar mu kesekolah untuk mengikuti ujian akhir,untuk pelajaran yang sudah terlewat itu urusan Tante"

"Kalo begitu Aleeya mandi dulu Tan" Aleeya pun bergegas kekamar yang semalam ia tempati, senang sekali rasanya Aleeya mendengar perkataan ibu Amanda yang mau membantunya agar bisa ikut ujian dan lulus tahun ini.

Selesai mandi Aleeya memakai baju nya yang kemarin.

Aleeya menuruni anak tangga, di ruang keluarga Bu Amanda sudah menunggu nya.

sedangkan pak Raditya sudah berangkat kekantor.

Melihat Aleeya tidak ganti baju Bu Amanda baru ingat kalau dirinya lupa untuk menyuruh pegawai nya menyiapkan pakaian untuk Aleeya.

"Kalau begitu sebelum kita ke sekolah Tante akan mengantar mu pulang untuk berganti pakaian " Aleeya pun mengangguk tanda setuju.

" Bik An,,,"panggil Bu Amanda kepada salah satu pelayan di rumah itu.

"Iya nyonya ada yang bisa saya bantu?" dengan berlari kecil Bi Ani menghampiri ibu Amanda.

"Bi Ani ikut saya , saya mau Bi Ani bantu Aleeya untuk mempersiapkan pakaian nya yang akan dia bawa nanti" bi ani pun mengangguk.

"Aleeya sayang, mulai sekarang kamu akan tinggal di disini dirumah Om dan Tante,kamu sekarang tanggung jawab Tante"

"Terimakasih Tante,Aleeya tidak akan bisa membalas kebaikan Tante sama Om" Aleeya pun menangis dan memeluk ibu Amanda.

Setelah beberapa menit larut dalam suasana seperti itu, mereka pun berangkat kerumah Aleeya dan Aleeya pun mengemasi barang-barang yang akan dia bawa dan berganti pakaian seragam sekolah.

Bi Ani membantunya memasukan kedalam koper dan sebuah tas besar milik Aleeya.

Ibu Amanda juga ikut membantu,barang nya tidak terlalu banyak lalu kemudian berangkat ke sekolah.

sebelum jam 8 Aleeya dan Bu Amanda tiba di sekolah.Terlebih dahulu mereka menemui kepala sekolah,tak lama di dalam ruang kepala sekolah Aleeya dan ibu Amanda pun keluar ruangan.

"Sekarang masuklah ke ruang ujian mu,nanti pulang sekolah pak Izan supir Tante yang akan menjemput"

"Iya Tante ,sekali lagi terimakasih untuk semua bantuan Tante" setelah mencium tangan Bu Amanda,Aleeya pun berlari kecil masuk ruang ujian agar tidak telat pikirnya.

Bab 3

Aleeya mengikuti ujian dengan tenang Aleeya berusaha untuk tegar dan mengiklaskan ibunya.

Bagaimana pun juga hidupnya harus tetap berjalan dan sekarang dia harus fokus dengan masa depan nya.

Untung ibu Amanda dan pak Raditya bersedia menampung nya dan membantu dirinya agar bisa mengikuti ujian akhir.

m

Meskipun nanti Aleeya tidak puas dengan hasilnya, setidaknya dirinya tidak perlu mengulang satu tahun lagi untuk lulus dari bangku SMA .

Banyak teman-teman nya yang mengucapkan turut berdukac cita atas kepergian ibu nya.

Aleeya pun mencoba untuk tetap tegar.

"Ini sudah takdir hidup " batinay,seketika hatinya sedikit lega meskipun belum sepenuhnya ia iklas menerima kenyataan hidup ,setidaknya ia mencoba,dirinya tak mungkin terus hidup dalam keterpurukan. Baru satu hari ibunya pergi meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya rasa nya tidak mungkin bisa secepat itu diri untuk melupakan peristiwa yang paling menyakitkan dalam hidupnya itu.Kata-kata ibu Amanda dan pak Raditya juga benar, hidup ini akan terus berlanjut tanpa berhenti sedetik pun.

Tidak ada yang menguatkan dirinya selain dirinya sendiri.

Aleeya memang terkenal anak nya mandiri dan kuat. sejak kepergian ayahnya beberapa tahun lalu, jarang sekali dirinya mengeluh kepada teman-teman nya meskipun Aleeya dan ibunya hidup dalam serba kurang .

Aleeya lebih fokus belajar dan membantu ibunya sehari-hari.

Aleeya periang dan suka bergaul, anak nya ramah dan cantik.

Banyak sekali teman sekelas ataupun beda kelas yang suka padanya.

Aleeya dengan rambut panjang nya yang di kuncir,kulit putih dan tinggi sekitar 165,make up yang natural menjadikanya begitu terlihat cantik.

Sepulang sekolah,Aleeya buru-buru,dia takut pak Izan supir ibu Amanda sudah menunggu.

Dari jarak beberapa meter Aleeya sudah bisa melihat pak Izan supir yang tadi pagi juga mengantar nya ke sekolah.

Pak Izan kemudian mempersilahkannya masuk kedalam mobil.

Di rumah kediaman george,pak Raditya yang biasa nya pulang di sore hari,kali ini pulang lebih awal, tidak ada pemberitahuan kepada istrinya.

Terlihat pak Raditya sangat buru-buru dan sambil melonggarkan dasinya pak Raditya langsung masuk ke kamar.

Bu Amanda yang sedang baca majalah sontak kaget.

"Papa,kok ga bilang-bilang mau pulang cepet?" tanya Bu Amanda yang melihat suaminya yang buru-buru.

"Ada yang mau papa bicarakan sama mama"

"Soal apa pa?"

"Soal Richo ma,papa berniat untuk menjodohkan ya dengan Aleeya"

sedikit kaget mendengar perkataan suaminya

Bu Amanda pun membenarkan cara duduk nya .

"Papa yakin?"

Pak Raditya lalu mengangguk , dan duduk di samping Bu Amanda.

"Coba jelasin ke mama kenapa papa bisa berpikir untuk menjodohkan Aleeya dengan Richo ?" katanya penuh menyelidik.Pak Raditya pun menjelaskan alasan nya

kenapa dirinya berniat menjodohkan anaknya Richo Rahman George dengan Aleeya anak sahabat sekaligus mantan tunangan nya itu.

ibu Amanda tidak keberatan setelah mendengar alasan suaminya menjodohkan putra satu-satunya itu dengan Aleeya .

"Apa Aleeya tidak keberatan nikah muda pa?" tanya Bu Amanda menyakinkan.

"Papa harap tidak."

Sementara di bawah, Aleeya baru sampai

Bu Amanda segera menyambut kedatangan Aleeya .

"Al, kamu sudah datang?"

"Iya Tante,Oya Tante baju Aleeya tadi di taruh dimana ya?" tanya Aleeya

"Sudah di taruh sama Bik Ani di lemari di kamar mu,sekarang kamu ganti baju dan makan siang ya,Tante ada urusan sebentar tapi Tante akan segera kembali"

"Baik Tante, hati-hati Tante."

Kemudian Bu Amanda pun berjalan menuju mobil dan sudah di tunggu oleh pak Izan.

Aleeya pun masuk kamar nya dan berganti pakaian.kemudian Aleeya turun untuk makan siang.

Aleeya melihat pak Raditya di meja makan dan Aleeya pun segera mendekat

"Om , Om bukanya di kantor ya?"

"Om baru aja sampai di rumah kira-kira 15 menit sebelum Aleeya datang"

"Oh,,tapi Aleeya tidak lihat om tadi"

"Om tadi ada di kamar"

"Ayo temani om makan siang ,kamu apsti sudah lapar kan?"

Aleeya sambil tersenyum lalu mengangguk

"Duduklah " perintah pak Raditya .

Aleeya pun langsung duduk dan menikmati makan siang yang sudah ada di hadapannya .

Bi Ani dan beberapa pelayan lainya sudah menyiapkan makan siang.

Beberapa menit kemudian mereka selesai makan siang. Pak Aditya pun mengajak Aleeya duduk di ruang keluarga.

"Om senang lihat kamu sudah lebih baik dari hari kemaren"

"Iya om,terimakasih untuk semua bantuan om dan Tante .Aleeya berhutang Budi sama kalian"

"Kamu tidak perlu merasa seperti itu nak, ibu dan ayah kamu adalah teman baik om dan Tante sejak dulu,mungkin itulah sebab nya ibu mu mempercayai kami untuk menjaga mu" pak Raditya mengenang masa lalu nya dengan Bu Lidya almarhum ibu Aleeya .

" Ibu mu adalah mantan tunangan om, tapi karena ketidak cocokan membuat kita memilih untuk berpisah. Ibu mu menikah dua tahun setelah putus dari m dan m menikah setahun setelah ibu mu menikah, m dan Tante Amanda pun di karuniai seorang anak cowok , sementara ibu dan ayah mu belum "

kembali pak Raditya mengenang masa-masa indah bersama Lidya sahabat sekaligus mantan tunangannya itu.

"Meskipun kami tidak jadi menikah tapi m dan ibu kamu masih berteman baik, bahkan m memperkenalkan istri m, dan ibu mu juga memperkenalkan ayahmu kepada om, kami pun jadi sering bertemu bersama dan menjadi sahabat " lanjut pak Raditya.

Aleeya mulai mengetahui hubungan ibunya dengan dua orang yang waktu itu menolongnya untuk mengurus pemakaman ibunya.Bahkan Sampai mau menampung dirinya saat ini.

"Ternyata pernah sedekat itu" katanya dalam hati.

"Om dan Tante pergi ke Amsterdam dan memulai usaha om di sana, saat anak om berumur 7 tahun dan itu mungkin kamu masih di dalam kandungan ibu mu, sejak itu om jarang komunikasi lagi dengan ibu dan ayah mu.Sampai om mendengar berita meninggalnya ayahmu.Om dan Tante menawarkan bantuan untuk memberikan pendidikan dan biaya hidup kamu dan ibu mu tapi ibu mu menolak."

Pak Raditya cerita panjang lebar yang membuat Aleeya mengerti dengan semua yang pak Raditya ceritakan .

Jadi ceritanya seperti itu pikir Aleeya. Ibunya tidak pernah cerita apapun mengenai Pak Raditya dan Bu Amanda. Ibunya justru banyak cerita tentang Almarhum ayahnya yang semasa hidupnya beliau sangat baik. Aleeya tidak tahu kalau ibunya justru memiliki seorang teman yang juga sangat baik, jika dulu ibunya menikah dengan pak Raditya mungkin Aleeya tidak akan ada.

Mereka pun cerita banyak hal siang itu, Aleeya memang tipe gadis yang mudah akrab dengan siapapun. Sangat nyambung sekali saat pak Raditya mengajaknya untuk berbincang, bernostalgia kisah kedua orang tuanya dulu semasa muda. Aleeya seperti merasakan masa-masa remaja ibunya dulu.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED