Sampul Novel CINTA YANG RETAK

CINTA YANG RETAK

9.7 / 10.0
Setelah sekian lama menikah, sang istri berhasil membongkar skandal perselingkuhan suaminya yang sangat rahasia. Namun, ketika ia hendak melangkah pergi untuk bercerai, sebuah fakta mengejutkan justru terkuak. Pengkhianatan tersebut ternyata menyimpan motif yang jauh lebih kelam dan rumit daripada sekadar hubungan asmara biasa. Kini, ia terseret dalam pusaran misteri besar yang menguji batas antara rasa benci dan kebenaran yang sesungguhnya.

CINTA YANG RETAK Bab 1

Maya duduk sendirian di ruang tamu, menatap jam dinding yang berdetak perlahan. Pukul 11 malam, dan Arya belum pulang. Sekali lagi, ia menyebut alasan pekerjaan di telepon, tapi Maya merasa ada yang berbeda. Biasanya, Arya akan memberi tahu lebih dulu jika harus lembur. Kali ini, suaminya hanya memberikan jawaban singkat yang terasa hambar.

Maya menghela napas panjang. Ia memutuskan untuk tetap terjaga, meski kantuk mulai menyerang. Suara langkah kaki terdengar di depan pintu, diikuti oleh suara kunci yang berputar. Arya masuk dengan raut wajah lelah, tetapi Maya tahu itu bukan hanya kelelahan fisik.

"Kamu baru pulang?" Maya memulai, nada suaranya setenang mungkin.

"Iya, banyak kerjaan di kantor," jawab Arya sambil melepas sepatu tanpa menatap Maya.

"Kenapa nggak kasih tahu aku sebelumnya?" Maya mencoba mencari mata suaminya, tapi Arya sibuk membuka tas kerjanya.

"Lupa. Maaf ya."

Maya terdiam. Kata-kata Arya terdengar datar, seperti sebuah rekaman yang diputar ulang tanpa emosi.

"Arya, kamu baik-baik aja, kan?" Maya bertanya, kali ini dengan nada lebih lembut.

Arya akhirnya menoleh, memasang senyum tipis yang tidak meyakinkan.

"Aku capek, Maya. Aku mandi dulu, ya."

Tanpa menunggu jawaban, Arya melangkah ke kamar mandi, meninggalkan Maya yang masih duduk terpaku.

Malam itu, Maya tak bisa memejamkan mata. Pikirannya dipenuhi tanya. Bukankah Arya selalu bercerita tentang harinya? Bukankah mereka adalah pasangan yang tak pernah menyimpan rahasia?

Esoknya, saat Maya sedang menyiapkan sarapan, ia mencoba memulai percakapan lagi.

"Mas Arya, apa ada masalah di kantor? Kamu terlihat tegang akhir-akhir ini."

Arya menggeleng sambil menyeruput kopi. "Nggak ada apa-apa kok, cuma kerjaan lagi numpuk."

"Tapi kenapa aku merasa ada yang berbeda?" Maya menatapnya tajam, mencoba membaca ekspresi wajah Arya.

"Kamu terlalu banyak mikir, Maya. Jangan khawatir, ya." Arya menepuk tangan Maya sejenak, lalu berdiri. "Aku berangkat dulu, ada meeting pagi ini."

Maya mengangguk perlahan, tetapi hatinya mulai diselimuti kekhawatiran. Tatapan Arya seperti menghindar, dan Maya merasa jarak antara mereka mulai tumbuh.

Malam harinya, Maya memutuskan untuk membersihkan kamar kerja Arya. Sebuah kebiasaan yang biasa ia lakukan ketika merasa ingin lebih dekat dengan suaminya. Namun, kali ini, tangannya berhenti di tengah tumpukan kertas di meja kerja Arya. Sebuah struk restoran jatuh dari antara dokumen-dokumen.

"Restoran ini bukan tempat dia biasanya makan siang," gumam Maya. Ia melihat tanggal di struk itu, dan hatinya mencelos. Tanggalnya cocok dengan malam Arya pulang terlambat minggu lalu.

Sebuah nama wanita tertulis di bagian bawah struk: Sinta.

"Siapa Sinta?" Maya berbisik pada dirinya sendiri, dadanya mulai terasa sesak.

Arya tiba-tiba muncul di pintu kamar kerja.

"Maya, kamu ngapain di sini?" tanyanya, suaranya terdengar tegang.

Maya menggenggam struk itu erat-erat, matanya menatap Arya penuh tanda tanya.

"Arya, siapa Sinta?" tanyanya, berusaha tetap tenang meski suaranya bergetar.

Arya terdiam sejenak, kemudian menggeleng.

"Itu cuma kolega kantor. Kamu nggak perlu khawatir."

"Kolega? Tapi kenapa kamu nggak pernah cerita tentang dia?" Maya mendesak.

Arya mendekat dan mengambil struk itu dari tangan Maya dengan lembut.

"Sudah kubilang, nggak ada apa-apa. Aku nggak mau kita berdebat soal ini, Maya. Aku capek. Aku tidur dulu, ya."

Arya berlalu tanpa menjelaskan lebih lanjut, meninggalkan Maya yang berdiri terpaku dengan hati yang mulai retak.

Maya duduk di tepi tempat tidur setelah Arya masuk ke kamar dan segera berbaring tanpa banyak bicara.

Ia menatap punggung suaminya yang sudah memunggunginya, mencoba menenangkan pikirannya yang mulai dipenuhi spekulasi.

"Arya..." panggil Maya perlahan, hampir seperti bisikan.

Tidak ada respons. Hanya napas Arya yang terdengar.

"Aku nggak mau berpikir macam-macam, tapi... apa kamu yakin nggak ada yang perlu aku tahu?" tanyanya, sedikit lebih keras kali ini.

Arya bergerak, tetapi hanya untuk membenarkan posisi tidurnya. "Maya, sudah malam. Aku benar-benar lelah. Besok saja, ya, kalau mau ngobrol."

Jawaban itu seperti tamparan bagi Maya. Ia merasa diabaikan, seolah perasaannya tidak penting. Ia bangkit dari tempat tidur dan melangkah pelan keluar kamar, membiarkan Arya sendirian.

Maya menyalakan lampu kecil di dapur dan duduk di meja makan dengan secangkir teh hangat yang kini terasa pahit. Ia membuka ponselnya, menggulir foto-foto lama saat mereka masih sering menghabiskan waktu bersama. Sebuah foto liburan mereka di Bali muncul, memperlihatkan senyum lebar Arya yang penuh cinta.

"Kapan terakhir kali kita bahagia seperti ini?" gumam Maya pelan.

Ia teringat malam-malam panjang ketika mereka bisa berbicara tentang apa saja, dari hal-hal sepele hingga impian mereka di masa depan. Tapi kini, pembicaraan mereka terasa seperti rutinitas kosong, penuh basa-basi tanpa makna.

Keesokan harinya, Maya memutuskan untuk tidak langsung menyudahi semuanya. Ia ingin memastikan bahwa kecurigaannya bukan hanya sekadar perasaan berlebihan.

Maya menghubungi Karin, sahabat yang selalu ia percaya.

"Halo, Rin? Bisa ketemu sebentar? Aku butuh curhat," kata Maya, suaranya terdengar lebih tenang daripada yang ia rasakan.

"Tentu bisa! Ada apa, May? Kamu kedengarannya lagi banyak pikiran," jawab Karin dari seberang telepon.

Di sebuah kafe kecil di sudut kota, Maya duduk bersama Karin, menceritakan semua yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

"Aku tahu Arya sibuk. Aku tahu pekerjaan kadang menyita waktu. Tapi, entah kenapa aku merasa... dia menjauh. Dan yang paling aneh, aku merasa dia menyembunyikan sesuatu," Maya menjelaskan, menatap cangkir kopinya.

Karin mengernyitkan alis. "Kamu yakin ini bukan cuma perasaan kamu aja, May? Kadang kalau kita terlalu sayang sama seseorang, kita jadi lebih sensitif."

"Aku pikir begitu juga, awalnya," Maya menarik napas panjang. "Tapi semalam aku nemu struk restoran. Ada nama wanita di sana. Sinta."

Karin mencondongkan tubuhnya, nada suaranya menjadi lebih serius. "Sinta? Siapa dia?"

"Arya bilang dia cuma kolega. Tapi... kenapa dia nggak pernah cerita soal dia?" Maya menggeleng, mencoba menahan air mata yang mulai menggenang di matanya.

Karin terdiam sejenak, lalu menyentuh tangan Maya. "May, aku nggak mau kamu buru-buru mengambil kesimpulan. Kalau memang ada sesuatu yang nggak beres, kamu harus tahu kebenarannya dulu. Jangan bertindak berdasarkan asumsi."

"Tapi bagaimana caranya? Aku nggak bisa terus-terusan begini, Rin. Aku capek bertanya tanpa jawaban."

Karin berpikir sejenak, lalu berkata pelan, "Coba amati lagi, May. Kalau memang ada yang dia sembunyikan, cepat atau lambat, kamu akan menemukannya. Tapi kamu harus siap untuk menghadapi apa pun yang kamu temukan nanti."

Malam itu, Maya kembali pulang dengan perasaan yang bercampur aduk. Ia berusaha menata pikirannya, tetapi kecurigaan itu sudah menancap dalam di hatinya.

Saat Arya pulang, Maya memperhatikan setiap gerak-geriknya. Ia mencoba mencari tanda-tanda kecil-apakah Arya gugup, apakah Arya menghindari kontak mata, atau mungkin menyembunyikan sesuatu.

Tapi Arya tetap tenang, bahkan sempat menceritakan sesuatu tentang pekerjaannya di kantor.

"Hari ini banyak banget meeting. Kepala sampai pusing, May," katanya sambil meregangkan otot bahunya.

Maya hanya tersenyum tipis. "Aku masak sup favorit kamu. Mau sekarang atau nanti makannya?"

Arya menatapnya dan tersenyum kecil. "Sekarang aja, lapar banget."

Namun, di balik senyum itu, Maya merasa ada sesuatu yang disembunyikan. Entah apa, tetapi ia tahu retakan kecil ini akan segera membesar.

Di kamar, Maya berjanji pada dirinya sendiri. "Aku akan cari tahu kebenarannya. Apa pun itu."

Bersambung...

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi CINTA YANG RETAK

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Akulah Cintamu
9.3
Pasca panggilan video terakhir, suami Kayra lenyap tanpa jejak, meruntuhkan dunianya dan memaksanya menghidupi kedua buah hati sendirian. Di masa sulit ini, Damar hadir. Sang ipar menaruh dendam akibat skandal masa lalu yang melibatkan rahasia saudara kembar Kayra. Sempat menolak mengakui darah daging dari relasi itu, Damar akhirnya luluh melihat kemiripan sang bayi. Akankah takdir baru bersama Damar ini menjadi akhir dari penderitaan panjang Kayra?
Sampul Novel Diselingkuhi Suami Dibucinin Berondong
8.9
Kehidupan Ratih Apsari hancur setelah memergoki suaminya berselingkuh. Usai bercerai, sebuah ketidaksengajaan membuatnya masuk ke mobil Derryl Dariawan hingga mereka melewati malam bersama. Tak disangka, pria itu adalah CEO baru di tempatnya bekerja. Sempat curiga telah dijebak, Ratih justru mulai jatuh cinta seiring kebersamaan mereka. Kini ia bimbang karena status sosial dan usia Derryl yang tujuh tahun lebih muda. Haruskah ia menerima cinta baru ini atau kembali pada mantan suaminya?
Sampul Novel Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
9.2
Niat tulus Rheina menyelamatkan sahabatnya dari tuan tanah malah berujung petaka. Sang ayah justru menikahi sahabatnya itu sebagai istri keempat, menyeret Rheina ke pusaran konflik keluarga yang kelam dan merusak hidupnya. Di tengah kerasnya tekanan hidup yang dipenuhi makian dan adegan dewasa, gadis lugu ini terperangkap dalam cinta segitiga yang rumit bersama dua pria. Simak perjuangan emosional Rheina menghadapi takdirnya yang sarat liku.
Sampul Novel Istri Untuk Tuan Alex
7.9
Demi melindungi kehormatan ibu angkatnya, seorang gadis rela menjadi pengantin pengganti. Sayangnya, kesalahpahaman fatal membuat Alex sangat membenci dan memperlakukannya dengan kasar. Meski mendapat perlakuan buruk, ia tidak tinggal diam dan terus berjuang keras menyembunyikan rahasia besar tentang identitas aslinya. Akankah Alex mampu membongkar misteri yang tersimpan rapat ini? Temukan kelanjutan kisah penuh ketegangan dan emosi mereka di Bakisah.
Sampul Novel Mafia In The Night
8.0
Demi ambisinya, William yang merupakan putra bos mafia kejam rela melakukan segalanya. Namun, ayahnya yang bernama Ferdinand tewas secara tragis akibat sebuah pengkhianatan fatal. Kematian ini membuat sang istri, Rosemary, mulai menyadari sisi gelap suaminya yang selama ini tersembunyi. Kini, William bertekad membalas dendam sekaligus membersihkan nama baik ayahnya dari fitnah. Meski jalannya dihalangi seorang polisi wanita, William takkan mundur hingga peluru terakhirnya habis.
Sampul Novel Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan
7.9
Pernikahan Mira Aditya dan Rafiq Jaya yang didasari perjodohan orang tua berujung duka. Mira harus menelan pil pahit setelah tahu suaminya telah menikahi cinta lamanya, Elena Faris, secara sembunyi-sembunyi. Tersisih dan terabaikan di rumahnya sendiri, Mira merasakan kepedihan yang luar biasa. Di tengah keputusasaan yang terus menyiksa batinnya, kini ia harus menentukan sikap: tetap bertahan dalam hubungan toxic ini atau melangkah pergi demi meraih kebahagiaannya sendiri.

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED