Sampul Novel Perjanjian Rahim

Perjanjian Rahim

9.6 / 10.0
Demi uang, Calista rela menyewakan rahimnya kepada Darian. Transaksi tidak biasa ini digagas oleh Mireya, pacar Darian sekaligus sahabat Calista yang menolak hamil. Awalnya Calista mengira kesepakatan ini hanyalah urusan bisnis biasa. Namun seiring berjalannya kehamilan, benih cinta justru tumbuh di antara Calista dan Darian. Keadaan menjadi makin pelik saat rahasia kelam Mireya mulai terbongkar, mengubah perjanjian rahim tersebut menjadi pusaran konflik emosional yang berbahaya.
Ringkasan Perjanjian Rahim
Demi uang, Calista rela menyewakan rahimnya kepada Darian. Transaksi tidak biasa ini digagas oleh Mireya, pacar Darian sekaligus sahabat Calista yang menolak hamil. Awalnya Calista mengira kesepakatan ini hanyalah urusan bisnis biasa. Namun seiring berjalannya kehamilan, benih cinta justru tumbuh di antara Calista dan Darian. Keadaan menjadi makin pelik saat rahasia kelam Mireya mulai terbongkar, mengubah perjanjian rahim tersebut menjadi pusaran konflik emosional yang berbahaya.
Baca Selengkapnya

Perjanjian Rahim Bab 1

Calista menatap lembar kontrak di depannya seolah-olah benda itu bisa meledak kapan saja. Matanya terpaku pada nama-nama yang tercetak rapi di atas kertas itu-termasuk namanya sendiri, seakan ia baru saja menandatangani surat kematiannya.

"Ini hanya sembilan bulan, Cal. Setelah itu semuanya selesai," kata Mireya dengan suara lembut tapi dingin. Nada suaranya tak selaras dengan ketegangan yang menggantung di antara mereka.

Calista masih diam. Tangannya gemetar di bawah meja kayu restoran hotel tempat mereka bertemu diam-diam malam itu. Matanya lalu berpindah pada pria yang duduk di samping Mireya-Darian Evander. Dingin, rapi, berjarak. Seorang pewaris tunggal dari keluarga pengusaha properti terbesar di negara itu. Pria yang selalu dilihat Calista sebagai bayangan pendukung dalam cerita cinta sahabatnya. Tak pernah ia pikirkan Darian akan menjadi bagian dari hidupnya-secara harfiah.

"Jadi... ini bukan hanya untuk hari ini, ya?" gumam Calista, suaranya nyaris tak terdengar.

Mireya tersenyum miring. "Tentu saja tidak. Ini untuk masa depan. Kamu tahu aku nggak mau punya anak. Aku sudah bilang dari awal, aku mau childfree. Tapi keluarganya Darian nggak berhenti menekan. Mereka ancam kalau Darian nggak punya anak dalam waktu dekat, warisan itu akan jatuh ke tangan pamannya. Itu tidak boleh terjadi."

Calista mengerjap. Uang lima ratus juta memang bukan angka kecil. Jumlah itu bisa menyelamatkannya dari jeratan utang rumah sakit mendiang ibunya, bisa membebaskannya dari tuntutan hidup yang sejak kecil tak pernah memberinya pilihan.

Namun tetap saja... ini bukan sekadar uang. Ini tentang kehidupan. Tentang tubuhnya. Tentang menyerahkan sesuatu yang suci-rahimnya-untuk seseorang yang bahkan bukan miliknya.

"Aku hanya perlu hamil, lalu melahirkan... dan setelah itu semuanya selesai?" tanyanya pelan.

Darian akhirnya angkat bicara, suaranya berat, tegas, tapi netral. "Kamu tidak akan diminta bertanggung jawab terhadap anak itu. Tidak ada tuntutan hak asuh, tidak ada ikatan hukum apa pun setelah lahiran. Kami sudah siapkan surat legalnya."

"Kamu nggak akan kehilangan apapun, Cal," tambah Mireya cepat, menekan lengan Calista dengan manis. "Sebaliknya, kamu justru dapat sesuatu yang akan menyelamatkan hidupmu. Kamu bilang sendiri, kamu sedang butuh uang, kan?"

Kalimat itu menyayat seperti pisau. Benar. Ia sedang butuh uang. Sangat. Tapi kenapa harus seperti ini?

Calista menarik napas dalam. Dunia selalu menyudutkannya, bahkan sekarang pun ia dipaksa memilih antara harga diri atau kelangsungan hidup.

"Aku... butuh waktu berpikir."

"Kamu sudah berpikir cukup lama," kata Mireya sambil tersenyum kaku. "Darian harus memberi jawaban ke keluarganya minggu depan. Kalau kamu nggak bisa... aku harus cari orang lain."

Nada ancaman itu jelas. Mireya sedang menggertaknya. Mengusik rasa bersalahnya.

Calista mengangguk pelan. "Baik. Aku akan tandatangani."

Tangan Calista menggenggam pena seperti memegang pisau. Setiap goresan tanda tangannya terasa seperti pengkhianatan-pada dirinya sendiri, pada batas-batas yang dulu ia pikir tak akan pernah ia langgar.

Saat pulpen itu selesai menari di atas kertas, Mireya berseru kecil penuh kemenangan. "You're saving my life, Cal. Aku bakal utang budi sama kamu selamanya."

Calista hanya mengangguk lemah. Ia tahu itu bohong.

Hari-hari setelahnya berubah drastis.

Calista harus melalui serangkaian pemeriksaan medis dan sesi konsultasi dengan dokter kesuburan yang semuanya sudah diatur oleh Darian. Semuanya begitu cepat dan terorganisir, seperti proyek korporat. Emosi dikesampingkan. Hanya prosedur. Efisiensi.

Darian nyaris tidak bicara banyak padanya. Sikapnya dingin, profesional. Mereka hanya bertemu saat proses pembuahan dilakukan secara medis di klinik fertilitas mewah.

Mireya tak pernah ikut hadir. Ia bilang ia terlalu sibuk dengan pekerjaannya sebagai direktur kreatif sebuah agensi fashion terkenal. Tapi Calista tahu alasan sebenarnya-Mireya ingin menjauhkan dirinya dari proses ini. Ia hanya ingin hasilnya. Bukan prosesnya.

Dua minggu setelah prosedur pertama, dokter mengonfirmasi bahwa embrio berhasil menempel. Calista hamil.

Dan semuanya berubah.

Tubuhnya mulai merespons dengan mual di pagi hari, migrain, dan kelelahan tak berujung. Namun bukan itu yang paling menyakitkan-melainkan kesendirian. Mireya tak lagi sering menghubunginya. Bahkan saat Calista menelepon untuk memberitahu kabar kehamilannya, suara sahabatnya terdengar hambar.

"Oh, oke. Jaga kesehatanmu ya," katanya singkat, lalu menutup telepon sebelum Calista sempat berkata lebih banyak.

Lucunya, justru Darian yang mulai lebih sering muncul. Awalnya hanya untuk membawakan vitamin dan makanan sehat. Lalu mulai mengantar Calista ke dokter kandungan. Dan kini, duduk di ruang tamu apartemen kecil Calista, ia bahkan terlihat lebih peduli daripada Mireya sendiri.

"Kalau butuh sesuatu, jangan sungkan bilang. Aku bertanggung jawab penuh," ucap Darian suatu sore, setelah menaruh sekantong belanjaan di meja makan.

Calista hanya menatapnya dengan pandangan sulit dijelaskan. "Kenapa kamu repot-repot datang sendiri?"

Darian menatap balik. "Karena Mireya nggak datang."

"Aku cuma rahim sewaan, Darian. Kamu nggak harus berpura-pura peduli."

Darian menghela napas pelan, lalu bersandar di sandaran kursi. "Aku nggak pura-pura. Aku cuma... merasa ini salah. Meminta kamu melakukan ini."

Kata-katanya membekas.

Dan di hari-hari setelahnya, Calista mulai melihat sesuatu yang tak seharusnya ia lihat-kelembutan dalam mata Darian. Kekhawatiran tulus dalam caranya memeriksa makanan yang ia makan. Dan kehangatan yang... tak seharusnya ia harapkan.

Empat bulan kemudian, perut Calista mulai terlihat. Dan rasa bersalah mulai tumbuh bersamaan dengan janin dalam tubuhnya. Bukan rasa bersalah karena mengandung anak pria yang mencintai sahabatnya, tetapi karena ia mulai merasakan hal yang tak seharusnya-ia ingin Darian menatapnya... lebih lama. Ia ingin sentuhan itu... bertahan lebih lama.

Hingga suatu malam, setelah ia muntah hebat dan Darian datang menemaninya, terjadi sesuatu yang mengubah semuanya.

"Kamu nggak harus melakukannya sendirian," ucap Darian sambil memegang handuk dingin di dahinya.

"Aku memang sendiri," bisik Calista. "Mireya bahkan nggak pernah menelepon. Ini anak kalian, tapi aku yang mual, aku yang gemetar sendirian setiap malam. Kenapa dia nggak pernah datang?"

Darian menatapnya lama, lalu berkata, "Mireya hanya ingin hasil. Dia bahkan tidak peduli bagaimana caranya."

"Lalu kamu?"

Darian tak menjawab. Ia hanya menatapnya lama, dan untuk pertama kalinya, Calista merasa... dilihat. Bukan sebagai alat, bukan sebagai kontrak berjalan. Tapi sebagai perempuan. Sebagai seseorang.

Dan itu menakutkan.

"Aku harus pergi," bisik Calista sambil beranjak.

Namun Darian menggenggam lengannya. "Tunggu."

Tatapan mereka bertemu. Dan di dalamnya ada badai yang tak bisa lagi mereka kendalikan.

Calista menarik napas. "Jangan perlakukan aku seperti istrimu. Jangan buat ini jadi lebih sulit."

Darian masih menatapnya, tapi ia melepaskan genggamannya perlahan.

"Kalau kamu pikir aku tidak bingung, kamu salah."

Tapi Calista tahu, ini baru awal. Ia mulai mencintai pria yang seharusnya bukan miliknya. Ia mengandung anak dari pria yang tak akan pernah jadi miliknya. Dan sahabat yang dulu ia percaya... kini mulai menunjukkan warna aslinya.

Dan dari balik semua itu, Calista mulai mencium sesuatu yang jauh lebih mengerikan:

Mungkin ini bukan sekadar perjanjian rahim. Tapi jebakan yang sejak awal sudah dirancang untuk menghancurkannya.

Malam itu, saat Calista tertidur dengan tangan di perutnya, ponselnya bergetar. Sebuah pesan masuk dari nomor tak dikenal.

"Kau pikir anak itu akan jadi milikmu? Lihat saja nanti."

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Perjanjian Rahim

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel DOSEN ITU SUAMIKU
9.5
Kehidupan Bunga berbalik total setelah sebuah rahasia di kampusnya terungkap. Ezza, sosok suami yang dinikahinya melalui perjodohan orang tua, mendadak hadir sebagai dosen baru di tempatnya berkuliah. Kemunculan Ezza yang tiba-tiba di hadapannya memicu kecurigaan besar dalam benak Bunga. Ia pun mulai mempertanyakan tujuan sebenarnya dari sang suami. Apakah ada motif terselubung di balik keputusan Ezza, ataukah semua ini murni ketidaksengajaan?
Sampul Novel Godaan Liar Sang Ustazah
8.5
Kisah romansa dewasa untuk pembaca usia 21 tahun ke atas ini menguak sisi kehidupan tersembunyi yang jarang dibahas. Di balik topeng kesucian, terdapat luka mendalam, dilema, serta kerinduan emosional yang rumit. Melalui penyampaian yang realistis dan eksplisit, Anda diajak merenungkan jati diri di tengah kegelapan demi meraih titik terang. Sebuah bacaan penuh makna tentang pencarian hakikat hidup dan cinta yang berliku, siap memberikan sudut pandang baru yang mendalam bagi pembacanya.
Sampul Novel KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU
8.6
Randika mengurus ekspansi bisnis keluarga Baskoro di Bali bersama mentornya, Charli. Di sana, ia terpikat oleh Andini Wijaya, pemilik sekolah yang mandiri. Namun, hubungan mereka diuji saat mantan kekasih Andini, Junot, tiba-tiba kembali. Masalah kian rumit karena Lily, adik Andini, bertekad merebut Randika demi mendapat pengakuan dari ayah mereka, Sigit Wijaya. Di tengah bayang-bayang masa lalu dan ambisi keluarga Wijaya, akankah cinta Randika dan Andini tetap bertahan?
Sampul Novel P. S. I LOVE YOU
8.5
Cyra Alesha, mahasiswi berumur dua puluh tahun, harus membanting tulang sebagai pekerja paruh waktu di kota besar. Nasib buruk menimpanya saat ia terlibat kesalahpahaman dengan Felix Domil. CEO muda yang kejam itu tanpa ragu merendahkan harga diri Cyra dan menyiksanya dalam penderitaan. Meski terus tersakiti oleh perlakuan sang pewaris tunggal, Cyra malah terpikat oleh pesona pria itu. Akankah ia tetap bertahan atau memilih memberontak untuk lepas?
Sampul Novel Rahasia Keluarga dan Pengkhianatan
9.5
Nadia terpaksa menyetujui kesepakatan rahasia dengan Satria, ibu dari miliarder Reza Azhar, demi membiayai pengobatan sang adik. Ia bersedia menjadi ibu pengganti bagi pasangan kaya tersebut. Namun, kematian adiknya mengubah segalanya. Nadia memutuskan melarikan diri dalam keadaan mengandung anak Reza. Di bawah ancaman kejaran Satria, ia harus bertahan hidup melindungi bayinya dari pusaran intrik kekuasaan keluarga Azhar yang sangat berbahaya.
Sampul Novel She's Mine
9.3
Salju mengerahkan segalanya demi membawa She's Mine bersaing di industri fesyen. Namun, di puncak kesuksesan, ia terjebak dilema asmara masa lalu yang rumit. Justin, sang mantan pacar, datang kembali untuk mengejarnya. Di sisi lain, ada Mars yang selalu setia menyokong bisnisnya. Demi meredam rumor miring yang mengancam reputasi perusahaannya, Salju kini dituntut segera memilih satu di antara mereka untuk menyelamatkan karier dan masa depannya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED