Sampul Novel Istri Terlupakan Mr Casanova

Istri Terlupakan Mr Casanova

8.1 / 10.0
Naladhira menghadapi cobaan berat setelah dari klinik kandungan. Suaminya, Theodore, mengalami kecelakaan tragis hingga amnesia dan melupakan dirinya sepenuhnya. Di tengah perjuangan menjaga janinnya yang bermasalah, Nala kini diperlakukan layaknya orang asing yang terabaikan. Meski pernikahan mereka dipenuhi duka, air mata, dan hilangnya kasih sayang, ia tetap bertahan serta berjuang sendirian demi menyelamatkan rumah tangga mereka.

Istri Terlupakan Mr Casanova Bab 1

Seorang wanita berparas cantik, lembut bak bidadari baru saja keluar dari ruang dokter spesialis kandungan, tapi sayang suasana hatinya mendung seperti langit Kota Birmingham saat ini.  Dia sengaja datang seorang diri memeriksakan kehamilannya, belakangan ini sering mengalami pendarahan, pembengkakkan, serta sakit pada sekujur tubuh.

“Mirror syndrome?” ucapnya, bahkan suara wanita itu tercekat. Namanya Naladhira, terus menyeka air mata yang menetes sejak dokter menjelaskan perihal kelainan kandungannya.

Nala membelai perut buncitnya, pikirannya kalut, kebingungan sudah pasti. Sebagai calon ibu, dipenuhi ketakutan yang luar biasa menyangkut keselamatan buah cintanya.

Akibat melamun di tengah lorong, Nala hampir tertabrak sekumpulan orang. Ia melihat keributan,  dokter dan perawat berlarian menuju bangsal IGD. Sayup-sayup mendengar percakapan tenaga medis bahwa dua pasien kecelakaan motor, dengan luka sangat serius tiba di depan rumah sakit.

Wanita ini menelan air liur, teringat akan suaminya yang siang tadi pamit hendak mengikuti balapan motor di salah satu sirkuit. “Oh tidak mungkin, bukan Theo. Pasti orang lain. Semoga dia selamat.”

Tak bisa dipungkiri, lubuk hatinya tak tenang, selalu menoleh pada pintu penghubung antara poli dan IGD. Nala meremas kesepuluh jari, cemas sekaligus penarasan, sebab suaminya tidak memberi kabar apapun.

Sedetik kemudian Nala menggelengkan kepala, menepis semua pikiran buruk dalam otaknya. “Aku harus pulang. Pasti Theo di mansion.” Senyum tipis terukir di bibir tipis.

Semula Nala bersikap acuh tak acuh, tetapi dering pada ponselnya membawa kabar buruk.

“Ya? Apa? Ti-tidak mungkin.” Suara Nala bergetar, seketika benda pipih terjatuh dari genggaman.  

“Theo.” Jeritnya dalam hati. Suara seseorang di balik telepon meruntuhkan harinya yang sudah hancur berkeping-keping.

Dengan langkah tertatih sembari memegang perut buncitnya, Nala menghampiri sang suami yang tergeletak lemah tak berdaya di atas brankar.

Tubuhnya lemas, dadanya begitu sesak dan sulit menghirup udara. Manik hitam pekatnya terbelalak melihat tetesan darah berjatuhan ke lantai, mengalir dari kepala. Wajah tampan nan rupawan Theo berubah merah.

“Tolong selamatkan suamiku. Theodore.” Tangisnya, jujur Nala tak ingin kehilangan sosok pria yang teramat sangat dicintai.

“Aw … sa-sakit.” Mendadak perut buncit Nala menegang, raganya limbung dan tak sadarkan diri.

"Mrs. Bradley, Ya Tuhan. Tolong bawa ke ruang perawatan, hubungi dokter kandungan."

Dibantu seorang perawat, ibu hamil itu mendapat perawatan intensif. Tekanan darahnya meningkat, suhu tubuh tinggi, bulir keringat memenuhi keningnya.

Kepalanya bergerak gelisah, kedua tangan meremas selimut, hingga selang infus yang sebelumnya berwarna bening berganti menjadi merah, karena pergerakan punggung tangan Nala.

Dalam mimpinya, Nala terbayang wajah Theodore, teringat kalimat terakhir ketika suaminya berpamitan.

“Aku, Theo hanya mencintai Naladhira istriku yang baik hati, manis dan cantik.” Pria itu menciumi perut buncit sang istri. Lalu menitipkan pesan agar Nala menjaga anak dalam kandungannya, berjanji tetap sehat dan bahagia.

“Jaga anak-anak kita. Ingatkan mereka kalau aku menyayangi kalian. Jangan lupa ya. Aku berangkat dulu Nala, podium juara 1 hari ini ku persembahkan untuk kamu.”

Sungguh Nala tak menyangka jika pesan itu memiliki pertanda lain. Ia tidak membutuhkan podium kejuaraan, hanya ingin suaminya sehat seperti sediakala.

Nala pingsan selama beberapa jam, dia tidak mendampingi proses operasi yang dilakukan oleh dokter terhadap Theo. Dokter kandungan melarangnya terlalu larut dalam kesedihan, sebab menimbulkan dampak negatif bagi kandungannya.

Semalaman penuh Nala ditemani Valerie –saudari kembar Theo. Penuh perhatian menghapus peluh dan memeluk raga ringkih itu.

Pagi hari, Nala terbangun seorang diri. Ia membaca pesan pada ponselnya, betapa senangnya Nala karena Theo sudah siuman.

“Suster, bisa minta tolong?” ucapnya dengan wajah berbinar. Baru semalam berpisah tetapi rasa rindu sudah menggunung.

"Tapi Nyonya, pesan dokter …"

Perawat keberatan, mengingat kondisi Nala tidak memungkinkan. Namun, ibu hamil itu memohon dan memaksa perawat mengantarnya ke ruang pemulihan khusus.

Setibanya di depan ruangan, Nala bisa melihat jika suaminya tengah duduk melempar senyum kepada seluruh anggota keluarga.

“Theodore.” Panggil Nala ketika pintu terbuka lebar.

“Ya? Siapa?” dua kata penyambutan yang membuat Nala kebingungan.

“Akhirnya kamu bangun juga, aku merindukan kamu. Peluk.” Nala tidak sungkan bersikap manja di depan keluarga besar.

“STOP. Perempuan gatal, tidak tahu diri, menyingkir. Alergi dekat-dekat perempuan kampungan.” Ketus Theodore, melirik tajam Naladhira yang mematung di sisi ranjang.

Kedua mata pria itu memindai penampilan Nala dari ujung kepala hingga kaki. Satu sudut bibir tertarik, seakan mencemooh wanita yang nekat mendekati.

“Aku Nala, kamu jangan bercanda!” Nala masih santai menghadapi suaminya, ia tahu betul bahwa Theo gemar bergurau dan penipu ulung.

Tak peduli, Nala mencoba meraih lengan suaminya untuk melepas penat dan kegundahan hati yang menyelimuti sejak kemarin. Tetapi secara tegas Theodore menghindar, mengangkat satu tangan, mengalihkan pandangan.

“Mundur! Cepat! Telinganya terpasang kan? Masih berfungsi?” bentak Theo.

“Theo ka-kamu kenapa? Ini tidak lucu.” Nala memajukan bibir, tetap beranggapan bahwa suaminya membuat lelucon.

Theodore menoleh, jari telunjuknya menunjuk Nala dengan tenaga, sampai tubuh wanita itu mundur  satu langkah. “Satu lagi, panggil Tuan Muda Bradley, bukan nama. Dasar wanita penggoda.”

Pria itu menganggap Nala sebagai wanita pada umumnya, sering datang menemui, berpura-pura saling mengenal kemudian menggodanya. Lebih parahnya lagi, menghisap hartanya.

“Mungkin lebih baik penggoda daripada perempuan berlagak suci, bersembunyi di balik topeng, ternyata hatinya busuk, tujuannya menjerat pria kaya. Benar kan Nona?” tukas Theodore berapi-api, tidak menyukai tingkah Nala.

“Tidak masalah kalau kamu cantik dan seksi, cukup berguna dan enak dipandang di atas ranjang.” Sambungnya.

“Cukup Theodore, dia Naladhira. Istri kamu. Bukan orang lain.” Sentak Daddy Dariel, lalu menggelengkan kepala.

“Naladhira? Nama macam apa itu? Hahaha. Jelek.” Tawa Theodore menggema dalam ruangan.

Rupanya Theo yang terbangun dari tidurnya, dengan sikap dan sifat berbeda. Dia sama sekali tidak mengingat Naladhira. Tim dokter segera memeriksa kondisi pasien prioritas ini. Dugaan sementara, memori Theodore terhenti pada beberapa tahun yang lalu, tepat sebelum mengenal Naladhira.

Serangkaian tes harus dilakukan oleh Theodore, agar pengobatan tepat sasaran. Tetapi secara tegas ditolak, pria itu merasa sehat, “Kepalaku baik-baik saja, kenapa harus CT Scan, tes darah dan sebagainya. Tangan dan kakiku yang sakit, bukan otakku.”

“Hanya karena tidak mengingat wanita murahan itu, harus melalui pemeriksaan lagi. Sebaiknya kalian semua kembali bekerja, atau aku rotasi ke pelosok desa.” Geram Theodore sembari menatap bengis kepada Nala.

Satu tangan Nala terangkat hendak menampar pipi suaminya, “Jaga mulutmu, Theo!” dadanya naik turun, napasnya memburu, kata-kata yang keluar dari bibir pria itu menyakiti harga dirinya sebagai wanita.

Theodore mengusir istrinya sendiri karena merusak pemandangan. “Keluar dari sini! Perempuan kasar, tidak tahu diri, penggoda. Lebih baik kamu bercermin, wajahmu saja tidak cocok menjadi pelayanku apalagi istri.” Mengangkat dagu, bersikap angkuh.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Istri Terlupakan Mr Casanova

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Akulah Cintamu
9.3
Pasca panggilan video terakhir, suami Kayra lenyap tanpa jejak, meruntuhkan dunianya dan memaksanya menghidupi kedua buah hati sendirian. Di masa sulit ini, Damar hadir. Sang ipar menaruh dendam akibat skandal masa lalu yang melibatkan rahasia saudara kembar Kayra. Sempat menolak mengakui darah daging dari relasi itu, Damar akhirnya luluh melihat kemiripan sang bayi. Akankah takdir baru bersama Damar ini menjadi akhir dari penderitaan panjang Kayra?
Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku
8.6
Melinda kecil tanpa sengaja menemukan patung beruang di jalan dan membawanya pulang untuk dirawat dengan tulus. Ia tidak pernah menduga bahwa benda mati tersebut sebenarnya adalah inkarnasi dari sosok dewa muda yang sangat kuat. Wujud beruang itu terus bertahan menemani Melinda hingga ia tumbuh dewasa menjadi wanita yang cantik. Namun, sebuah konflik menegangkan mendadak muncul dan menguji ikatan unik mereka. Akankah kisah cinta antara manusia dan dewa ini berujung pada kebahagiaan?
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Nadia Antika selalu sabar menghadapi cemoohan ibu mertua demi cintanya pada sang suami, Askara Brahma. Namun, biduk rumah tangga mereka yang berjalan dua tahun mulai retak saat Askara mendadak bersikap dingin dan penuh rahasia. Kecurigaan Nadia menuntunnya pada kenyataan pahit yang tak terbayangkan. Bagaimana ia menghadapi fakta bahwa suaminya diam-diam mengkhianatinya dengan menjalin hubungan gelap bersama adik iparnya sendiri di dalam rumah mereka?
Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota, pemuda malas berumur dua puluh tahun, lebih memilih menganggur dan bermain gawai meski otaknya sangat licik. Tabiat buruk ini membuat ibunya, Artisa, merasa sangat khawatir. Sebagai pekerja keras yang juga punya sisi licik, Artisa bertekad merombak total kepribadian putranya. Ia pun memilih cara ekstrem dengan mengubah wujud fisik Sota. Akankah rencana drastis sang ibu berhasil mengubah jati diri Sota melalui transformasi tubuh tersebut?
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN
9.0
Menjebak Ivander dalam pernikahan paksa rupanya menjadi penyesalan terbesar bagi Nada. Meski begitu, cara ekstrem ini adalah satu-satunya jalan agar ia bisa mendampingi pria yang dahulu pernah ia hancurkan hidupnya. Terbelenggu rasa bersalah, Nada kini bertekad menebus dosa masa lalu lewat pengabdiannya sebagai istri. Namun, mampukah ketulusan Nada melunakkan dinginnya kebencian Ivander, ataukah perjuangannya meraih maaf justru berujung sia-sia?
Sampul Novel Menaklukkan Duda Dingin
8.7
Amber Lim, sosialita kontroversial yang kerap dicap perusak hubungan, bertekad mengubah hidupnya. Demi belajar dari desainer legendaris Adam Smith, ia nekat menerjang musim dingin utara yang ekstrem. Sialnya, Amber dirampok hingga tersesat di tengah hutan beku. Harapan hidupnya kini bergantung pada Tuan Dingin, duda misterius pembenci wanita yang dirumorkan sebagai kanibal. Bisakah Amber menaklukkan hati pria tersebut, atau ia justru akan menjadi korban dari kebenciannya?

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED