Bab 1

"Bagaimana mungkin anda melakukan ini, aku tidak mau menjadi penganting pengganti anda," tolak Zahra kepada pemuda mengajaknya menikah, karena mempelai wanitanya kabur.

"Aku akan memberimu Butiq itu, asal kamu bersedia menjadi mempelaiku," tegas Rayhan penuh dengan penekanan, jawaban di katakan seolah memaksa Zahra untuk melakukan apa yang telah menjadi keinginannya.

Gadis itu terdiam ketika mendengar ucapan pemuda di hadapannya, berpikir keras, menimang-nimang jawaban akan di katakan.

"Maaf aku tidak bisa Tuan."

Kejadian semalam, sebelum calon istri Rayhan kabur.

Di dalam kamar hotel Rayhan dan calon istrinya tengah melakukan pergulatan hebat, mereka berdua menikmati malam yang begitu sangat indah, ini bukanlah yang pertama bagi mereka berdua, karna Rayhan selalu melakukan hal itu dengan kekasihnya Lucia

Tak tanggung-tanggung Rayhan melakukan hal itu dengan calon istrinya, mengingat besok adalah hari bersejarah dalam kehidupannya dan juga Lucia calon istrinya.

Lucia, dialah calon istri Rayhan, wanita yang telah menjadi kekasihnya selama setahun ini, wanita yang selalu menemani Rayhan kemana pun ia pergi, bahkan Rayhan selalu membawa Lucia untuk melakukan perjalanan bisnis, sekaligus memenuhi hasrat dalam dirinya.

Lucia keluar dari dalam kamar mandi, hanya menggunakan gaun yang tipis, gaun yang selalu ia gunakan ketika ia tengah berduaan dengan Rayhan. Karna gaun yang ia gunakan adalah gaun kesukaan Rayhan, seperti saat ini, di dalam kamar hotel mereka menghabiskan malam hanya indah berdua.

Lucia berjalan ke arah tempat tidur dimana Rayhan saat ini tengah menantinya, tubuh polos Rayhan masih terbungkus dengan selimut mengingat mereka baru saja melakukan pergulatan panas, dengan segurat senyuman manis selalu Lucia perlihatkan, ketika ia bersama dengan Rayhan.

Lucia duduk di pinggir tempat tidur, meraih sebotol wine yang telah di siapkan oleh petugas hotel untuknya dan juga untuk Rayhan atas permintaannya, Lucis menuan wine ke dalam gelas, lalu memberikannya kepada Rayhan kekasihnya.

“Thanks beb, aku mencintamu,” ujar Rayhan menarik wajah Lucia lalu menempelkan bibir pada bibir kekasihnya dengan cara perlahan.

Lucia hanya tersenyum manis ketika mendengar ucapan Rayhan, lalu merebahkan tubuhnya bersandar di dada bidang Rayhan.

“Ray, besok adalah hari pernikahan kita, apa kamu sudah memiliki rencana untuk pergi berbulan madu?” pinta Lucia memainkan jari telunjuknya di dada bidang kekasihnya.

“Kemana kamu akan pergi beb?” Rayhan memiringkan tubuhnya, membiarkan kekasihnya melakukan apa yang ingin ia lakukan.

“Istanbul turki, aku ingin ke sana Rey,” bisik Lucia pelan dan manja, sambil mengigit pelan daun telinga Rayhan.

“Baiklah terserah kamu saja, aku sudah menyiapkan semua yang kamu inginkan, semuanya ada di dalam laci meja itu,” tunjuk Rayhan mulai menaiki tubuh Lucia, tubuh gadis yang sangat di cintainya.

Rayhan kembali menyentuh bibir kekasihnya. Dan mendapat sambutan hangat dari bibir Lucia, sentuhan tadinya ada di bibir kini telah berada di leher.

Sehingga membuat Lucia kembali mengeluarkan suara yang aneh dari dalam mulutnya, suara yang membuat Rayhan semakin bergairah untuk melakukan lebih dari apa yang di lakukannya saat ini, karna merasa terbuai dengan setiap sentuhan bibir Rayhan hingga akhirnya Lucia membalas semua permainan kekasihnya dengan caranya sendiri.

Lucia menaiki tubuh Reyhan, lalu menyentuh sesuatu mulai menegan, sesuatu sangat di sukai, mulai memainkannya dengan tangannya.

“Terus beb,” ujar Rayhan mulai terbuai dengan apa yang di lakukan Lucia pada ularnya.

Tidak berhenti di situ saja, Lucia mulai melakukan hal yang membuat Rayhan merasa mabuk dengan sentuhan yang ia berikan pada bagian tertentu pada tubuh Rayhan. Sehingga mereka berdua sama-sama mengeluarkan suara yang aneh dari dalam mulut mereka berdua.

Rayhan membalik tubuh Lucia karna merasa tidak tahan ingin segera menuntaskan hasratnya yang semakin berada di ambang.

Dengan sekali hentakan Rayhan kembali mencelupkan ularnya ke dalam benda legit milik Lucia yang terasa hangat dan basah, sehingga membuat Lucia tidak berheti meracau tidak menentu atas semua yang di lakukan ular Rayhan pada benda legitnya.

Melakukan permainan panas seperti yang mereka berdua lakukan saat ini, itu adalah hal yang biasa bagi keduanya karna mereka berdua sudah sering melakukan hal itu, dan kata lain mereka berdua sudah terbiasa sama-sama melakukan hal itu.

Meskipun Rayhan tau kalau dirinya bukan yang pertama melakukan hal itu kepada kekasihnya, namun kejujuran Lucia malam itu, sehingga keduanya mulai melakukan hal itu untuk pertama kalinya.

“Maafkan aku Ray, akan lebih jika kita sudahi hubungan kita ini,” pinta Luci amenundukkan wajahnya di dalam kamar hotel bersama dengan Rayhan.

“Kenapa? apa yang terjadi? Kita sudah bersama selama 7 bulan, apa kamu meragukan cintaku?” Rayhan duduk di samping Lucia lalu mengankat wajahnya Lucia yang menunduk di hadapannya.

Lucia menatap wajah Rayhan pandangan mereka berdua saling bertemu, Lucia bisa melihat kesungguhan yang terlihat dimata Rayhan untuknya, hingga akhirnya ia memilih mengatakan yang sebenarnya tentang dirinya.

“Maafkan aku Ray, bukan maksud aku ingin membuatmu kecewa, namun...” terdiam sejenak “Apakah kamu bisa menerima kalau aku tidak seperti yang kamu harapkan, aku bukan gadis lagi, aku suda...?”

Ucapan Lucia terhenti ketika bibir Rayhan mendarat di bibirnya, lalu melepas di saat Lucia mulai agak kesusahan bernapas.

“Aku mencintaimu, aku juga bukan pemuda yang tidak pernah melakukan hal itu dengan wanita lain, namun semenjak kehadiranmu aku mulai menjauhi semua wanita-wanita itu, karna untuk saat ini dan untuk selamanya aku hanya menginginkanmu, menginginkan tubuhmu.”

Rayhan adalah tipekal pemuda yang suka bergonta ganti pasangan, bahkan bisa di bilang tiap malam ia bisa tidur dengan wanita yang berbeda, wanita mana yang tidak menginginkan Rayhan selain tampan, kaya, bertubuh atletis kesempurnaan semuanya Rayhan miliki, dan itu membuat wanita mana pun yang melihatnya, tampa di bayar mereka akan bersedia menaiki ranjang Rayhan.

Rayhan kembali menyentuh bibir Lucia ketika selesai mengatakan itu, karna memang benar yang ia katakan, yang ia inginkan saat ini, hanya Lucia dan semua yang ada pada dirinya.

Pelan-pelan Rayhan merebahkan tubuh Lucia di atas tempat tidur dan mulai melakukan apa yang sempat tertunda selama beberapa bulan ini. Karna semenjak menjadikan Lucia kekasihnya Rayhan tidak pernah lagi mengencani ataupun meniduri wanita lain, karna ia berharap suatu hari dan suatu malam ia bisa membuat Lucia menjadi miliknya dan malam yang ia nantikan akhirnya menjadi kenyataan.

Setelah Rayhan berhasil menuri Lucia, ia merasa sangat senang dan puas karna telah mendapatkan apa yang ia inginkan selama beberapa bulan ini, dan semenjak malam itu Rayhan dan Lucia tidak merasa sungkan lagi untuk melakukan hal itu untuk yang kesekian kalinya, cuman ikatan pernikahan yang tidak ada di antara mereka, karna hubungan yang melebihi suami istri telah mereka berdua lakukan.

Rayhan menatap wajah wanita yang akan resmi menjadi istrinya besok, ia merasa sangat senang dan bahagia di tambah mereka berdua baru saja melakukan pergulatan panas yang membuat keduanya merasa kelelahan.

“Aku mencintaimu beb,” ujar Rayhan menyentuh dahi kekasihnya"Tidurlah besok adalah hari bersejarah untuk kita," ucap Rayhan ikut merebahkan tubuhnya di samping Lucia calon istrinya.

Bab 2

Pagi-pagi sekali Lucia telah terbangun dari tidurnya, ketika mendengar hapenya tidak berhenti bergetar di bawa bantal yang ia gunakan, ia meraih hapenya lalu melihat nama yang tertera di layar hapenya.

Lucia tersenyum ketika ia melihat nama yang tertera pada layar hapenya pagi ini, ia bangun dan lansung beranjak dari tempat tidur dalam keadaan polos, berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk segera membersikan diri.

Di dalam kamar mandi dengan segera Lucia mengankat telpon dari orang yang menelponnya.

"Aku menunggumu di depan hotel," ucap seseorang dari balik telpon.

“Baik aku akan segera turun,” jawab Lucia segera.

Setelah membersikan diri Lucia menggunakan baju yang telah ia siapkan di dalam kamar mandi, lalu keluar, melihat sejenak ke arah Rayhan yang masih berdamai dengan mimpinya.

Lucia tersenyum ketika melihat apa yang telah Rayhan siapkan untuknya semalam, lalu memasukkan semua ke dalam tasnya.

“Terimakasih Ray, atas semua uang yang kamu berikan kepadaku, terimakasih juga karna selalu membuatku merasa puas dengan semua pelayananmu selama beberapa bulan ini, kamu adalah pemuda yang terhebat yang pernah aku temui, namun maaf aku tidak bisa menikah denganmu karna aku tidak pernah mencintaimu, yang aku inginkan hanya uangmu, dan kepuasan darimu.” ucap Lucia pelan.

Lucia merasa sangat senang karna ia telah mendapatkan semua yang ia inginkan, Rayhan telah memanjakannya dengan memberinya banyak uang hingga membuat tabungannya membengkak.

Awalnya Lucia hanya iseng ingin mengenal pemuda yang bernama Rayhan, karna banyak yang mengatakan kalau ia adalah tipe pemuda yang suka meniduri wanita cantik yang ia temui, namun karna ia suka dengan tipe pemuda yang seperti itu, hingga akhirnya ia mulai mendekati Rayhan.

Lucia yang terbilang gadis yang menyukai pemuda yang bisa membuatnya merasa puas dengan permainannya, ingin mencoba mendekati pemuda yang bernama Rayhan Wilson.

Hingga akhirnya ia dengan sengaja menabrak tubuh kekar Rayhan ketika ia baru saja keluar dari dalam restoran karna baru saja melakukan mitin dengan klienya.

“Aucc, sorry,” ujar Lucia ketika ia menabrak tubuh kekar Rayhan yang masih terbungkus dengan jas lengkap.

Lucia bisa merasakan otot kekar Rayhan ketika ia memegan bahunya, ketika ia hampir saja terjatuh, sementara Rayhan dengan segera memegang erat pinggang ramping Lucia.

Hingga membuat kedua mata mereka saling bertatap, cukup lama mereka berdua saling bertatapan, hingga akhirnya Lucia pura-pura tersadar.

“Maaf." Lucia kembali mengulang kata-katanya.

“Tidak masalah. Nama anda siapa nona?” tanya Rayhan langsung tanpa basa-basi.

Sebagai pemuda yang terbiasa meniduri wanita cantik yang ia temui, Rayhan lansung menanyakan nama gadis itu, bahkan ia mengajaknya untuk minum kopi bersama di dalam restoran.

“Lucia tuan,” jawabnya dengan senyuman menggoda yang ia perlihatkan kepada Rayhan.

Menang benar Lucia sangat terkenal dengan senyuman nya yang terlihat cantik dan menawan, siapa pun yang melihatnya pasti akan merasa tergoda.

Lucia yang sengaja ingin mendekati Rayhan dengan segera menerima ajakan pemuda yang baru saja ia temui, untuk minum kopi di dalam restoran, karna itu memang tujuan utamanya.

"Silahkan duduk, nona cantik." gombal Rayhan, menarik kursi untuk Lucia.

"Terimakasih."

Rayhan dan Lucia mulai menikmati kopi yang telah di pesan, mereka berdua tidak berhenti saling tertawa ketika Rayhan mengeluarkan gombalan mautnya untuk meluluhkan hati gadis yang ada di hadapannya, hingga ungkapan kata cinta langsung, dan sekali lagi Lucia lansung menjawab dan menerima Rayhan sebagai kekasihnya.

Dan sejak saat itu Rayhan dan Lucia mulai menjalin hubungan. Lucia yang tidak pernah merasa puas dengan hubungan dengan satu peria, kini terpuaskan setelah mengenal Rayhan.

Tidak terasa hubungan keduanya telah terjalin selama 7 bulan, Rayhan selalu mengajak Lucia melakukan perjalanan bisnis, seperti saat ini ia mengajak Lucia ke Swess selama beberapa hari.

Lucia nampak sangat senang berjalan-jalan gratis di tempat-tempat yang ingin iakunjungi di tambah Rayhan selalu memanjakannya dengan memberikan uang yang sangat banyak kepadanya di akhir bulan.

Gadis mana yang bisa menolak semua itu, uang banyak, jalan-jalan gratis, berbelanja barang mewah dan serba brand pasien, tampa harus mengeluarkan uang sepeserpun ia bisa memiliki semua itu.

Dengan rasa lelah Lucia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur di dalam hotel, ia merasa sangat kelelahan setelah seharian berkeliling di negara swess tanpa di temani oleh kekasihnya karna sibuk mengurus bisnisnya.

Lucia yang merasa bosan tinggal di dalam kamar hotel, memilih untuk menghabiskan waktunya untuk berjalan-jalan di negara yang terkenal dengan hawa dingin.

Rayhan yang baru saja pulang, setelah menyelesaikan semua pekerjaannya tersenyum, melihat kekasih yang sangat di cintainya tengah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.

Rayhan membuka jas, dasi yang ia gunakan, lalu meletakkan di atas sandaran kursi, lalu berjalan ke arah tempat tidur dimana saat ini kekasihnya telah merebahkan tubuhnya.

Rayhan duduk di pinggir tempat tidur, lalu menatap wajah kekasihnya yang kini tengah tertidur dengan sangat pulas.

Rayhan menyingkirkan rambut yang menutupi wajah cantik kekasihnya, lalu mengelus lembut wajah cantik Lucia hingga mebuatnya terbangun dari tidurnya.

“Hemm, Ray, kamu sudah pulang?” tanya Lucia lembut meraih tangan Rayhan lalu memeluknya.

“Iya, beb, aku baru saja pulang, apa kamu merasa kelelahan?”

“Hemm, aku merasa sangat kelelahan." Lucia memijat leher ketika mengatakan hal itu.

“Baiklah istirahatlah, jika kamu merasa sangat kelelahan."

Rayhan ingin berangjak dari tepi tempat tidur, namun Lucia tidak melepas tangan Rayhan.

Ia sengaja melakukan itu karna ia merasa ingin melakukan hal itu, sudah hampir sebulan Lucia tidak melakukan hal itu dengan kekasihnya, rasa haus yang ia rasakan dalam dirinya membuatnya benar-benar ingin melakukan hal indah itu dengan Rayhan.

Meskipun nantinya Rayhan akan mempertanyakan tentang keperawanannya, namun bukan Lucia jika tidak bisa mengatasi semua itu.

“Beb, apa yang kamu lakukan? Apa kamu sengaja menggodaku dengan caramu ini?” tanya Rayhan tersenyum melihat ke arah Lucia yang masih setia memeluk tangannya.

Lucia melepas tangan kekasihnya lalu bangun, duduk di hadapan Rayhan dan memulai sandiwaranya, sandiwara yang berhasil membuat hati Rayhan luluh dengan semua yang ia katakan.

Dan sejak malam itu mereka berdua selalu melakukan permainan panas itu tampa merasa canggun, Rayhan tipe pemuda yang suka meniduri wanita sementara Lucia tipe gadis yang selalu merasa haus akan belaian pemuda yang selau dekat dengannya.

*****

Rayhan bangun, melihat sekeliling sudut dalam kamar yang ia tempati, namun ia tidak menemukan keberadaan calon istrinya.

“Beb, beby, kamu dimana?” panggil Rayhan menyandarkan tubuh polosnya di sandaran tempat tidur.

Bab 3

Rayhan tidak berhenti memanggil nama calon istrinya, namun seperti yang ia lihat tidak ada siapa pun di dalam kamarnya yang ia tempati saat ini, hingga ia berangjak, lalu berjalan ke arah kamar mandi, Rayhan mengira Lucia berada di dalam kamar mandi untuk membersikan diri.

Rayhan mengetuk pintu kamar mandi lalu membukanya, melihat sekeliling dalam kamar mandi namun ia tidak menemukan keberadaan calon istrinya.

“Kemana Lucia? Apa ia keluar mencari sesuatu untuk ia makan?”

Rayhan mengambil haduk yang tergantung di dalam kamar mandi lalu melilitkan di bagian pinggannya. Kembali berjalan ke arah tempat tidur, lalu meraih hapenya yang ia letakkan di atas nakas, lalu menghubungi nomor calon istrinya.

Rayhan nampak sangat terkejut ketika menghubungi nomor Lucia yang tidak aktip-aktip.

“Apa Lucia keluar membeli keperluannya? Namun kenapa ia tidak mengatakan padaku kalau ia ingin keluar?” ucap Rayhan mulai merasa khawatir.

Rayhan kembali meletakkan hapenya di atas meja, lalu segera masuk ke dalam kamar mandi untuk segera membersikan diri, namun sebelum ia berjalan ke arah kamar mandi, tampa sengaja Rayhan melihat selembar kertas di depan cermin hias yang ada di dalam kamar yang ia tempati saat ini.

Dengan segera Rayhan berjalan ke arah cermin, lalu meraih selembar kertas yang berada di bawah botol parfum milik calon istrinya kemudian membacanya.

‘Ray, maafkan aku ya sayang. Aku tidak bisa menikah denganmu, karna aku tidak ingin terikat dengan siapapun, dan setelah aku berfikir lebih jernih, akan lebih baik jika aku pergi meninggalkanmu, terimakasih atas semua pelayananmu selama ini, aku mencintaimu semua kepuasan yang kamu berikan untukku. Emuaa, Lucia.

Itulah isi surat yang Lucia tulis di dalam kertas putih yang ia tinggalkan untuk calon suaminya, dan itu membuat Rayhan merasa sangat kesal dan marah, karna merasa di permainkan oleh calon istrinya. Untuk seketika wajah Rayhan memerah, giginya menggerutu kesal, bahkan sampai merasa sebuah tanduk tumbuh di kepalanya karna merasa sangat marah setelah membaca surat yang di tinggalkan oleh calon istrinya.

“Dasar wanita murahan! Tidak tau diri! aku sudah berbaik hati ingin mengankat derajatnya, namun ternyata ia lebih memilih pergi meninggalkan aku tepat di hari pernikahan, apa ia ingin membuat aku malu? Dengan meninggalkan aku dengan cara seperti ini?” sumpah serapah mulai Rayhan lontarkan keluar begitu saja dari dalam mulutnya.

Rayhan nampak sangat marah dengan apa yang telah di lakukan Lucia kepadanya, meninggalkan di hari pernikahan sama halnya dengan mempermalukannya di depan semua para tamu dan semua rekan bisnisnya yang akan menghadiri acara pesta pernikahannya.

Rayhan mengusap kasar wajahnya, memikirkan apa yang harus ia lakukan saat ini, empat jam lagi acara pernikahan akan segera di mulai, sementara mempelai wanitanya kabur tidak tau kemana.

Trinzz.

Rayhan beralih melihat ke arah hapenya yang terus berdering di atas meja, samping tempat tidur dimana ia meletakkan, setelah ia menghubungi nomor telpon Lucia yang tidak aktip-aktip.

Rayhan meraih hapenya, lalu melihat nama yang tertera di layar hapenya.

‘Zahra Desainer’

Itulah nama yang tertera di layar hape Rayhan, sehingga membuatnya, dengan segera ia menjawab panggilan telpon tersebut.

“Sekaran bawa semua, pakaianku ke hotel Malioboro, cepat aku menunggumu!" tegas Rayhan kepada sag desainer.

Setelah mengatakan itu Rayhan menutup sambungan telponnya secara sepihak, lalu melempar hapenya ke atas tempat tidur.

Sehingga membuat gadis itu terdiam menatap layar hapenya ketika mendengar perintah orang yang telah bersedia membeli hasil rancangannya dengan harga yang sangat pantastis.

“Hotel Malioboro? Apa aku harus kesana? Oh tentu saja kamu harus kesana, membawa pakaiannya yang tengah kamu bawa ini.” Ucap gadis yang bertubuh mungil yang menggunakan kecamata kecil yang selalu ia gunakan dalam setiap pekerjaannya.

Banyak orang yang mengira gadis kecil ini penglihatannya minus, namun sebenarnya tidak, ia menggunakan kecamata hanya karna ia menyukai bukan karna ada hal yang lain.

Dialah Zahra gadis bertubuh mungil, yang selalu pokus dengan pekerjaannya karna ia memiliki impian yang sangat besar yang ingin menjadi seorang Desainer terkenal di negara yang ia tempati saat ini, Zahra selalu bekerja dengan sangat rajin dan telaten, karna ia memiliki impian, ingin memiliki butiq sendiri dengan cara mendesain gaun-gaun yang indah yang akan membuat para gadis yang ingin menikah akan memilih gaun rancangannya dan menjualnya sesuai dengan harga yang sepantasnya.

Zahra memiliki paras yang sangat cantik, namun semua itu tertutup oleh kecamata yang selalu ia kenakan kemana pun ia pergi, wajah polos tampa riasan itu semua yang membuat kecantikan Zahra tidak pernah terlihat.

Namun satu yang perlu di ketahui Zahra adalah gadis sederhana, ia terlahir dari keluarga yang terbilang miskin, karna ibunya hanyalah seorang perkebung sayur di pinggir negara yang ia tempati saat ini, sementara ayah Zahra elah meninggal beberapa tahun yang lalu sehingga ia hanya tinggal berdua dengan sang ibu.

Wina selaku ibu Zahra bekerja begitu sangat keras, semua untuk memenuhi kebutuhan hidup dan juga biaya untuk pendidikan Zahra agar cita-cita putrinya menjadi kenyataan yaitu dengan menjadi seorang desainer sukses di negara yang ia tempati saat ini, dan memang benar kata orang berusaha keras untuk mencapai sebuah tujuan tidaklah semudah membalikkan telapak tangan karna semua butuh proses.

Hingga akhirnya Zahra bisa menyewa tempat yang terbilang sangat kecil di negara yang di tempatinya saat ini, dan mulai merangcang semua gaun-gaun yang selama ini ia kumpulkan sewaktu masih kuliah.

Zahra pernah membawa hasil gambar rancangannya ke desainer terkenal yang ada di negaranya, namun desainer itu hanya ingin membeli harga yang murah tidak sesuai dengan harga yang sebenarnya, hingga akhirnya ia memilih untuk menyimpan semua hasil rancangannya dengan baik, hingga suatu hari dan suatu saat ia sendiri yang akan menjahit semua hasil rancangannya itu.

Dan memang benar, setelah lulus kuliah di bidang desain Zahra mulai menjahit gaun dari kain biasa, lalu menjualnya dengan harga yang sesuai dengan bahan yang ia gunakan untuk membuat gaun tersebut, dan ia tidak pernah menduga gaun yang ia jahit laku di pasaran karna banyak yang menyukai bentuk gaun yang ia jahit.

Sedikit demi sedikit Zahra mulai mengumpulkan uang dari hasil menjual gaun buatannya, hingga akhirnya ia bisa menyewa tempat yang terbilang sangat kecil di negara tempat tinggalnya.

Tempat kecil yang Zahra sulap menjadi sebuah butiq yang unik dan bisa menarik para pencinta gaun, untuk membeli gaun buatannya, karan memang benar semua hasil rancangan Zahra sangat indah dan menarik.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED