Sampul Novel Babu Kumal VS CEO Kutub Utara

Babu Kumal VS CEO Kutub Utara

8.4 / 10.0
Terryn dikirim sang ibu untuk tinggal bersama sahabatnya, Imelda. Walau berpendidikan tinggi, ia malah diperlakukan layaknya pelayan oleh Deva, putra bungsu Imelda yang sangat dingin. Ketegangan di antara mereka berujung pada pernikahan paksa demi memenuhi keinginan Imelda. Meski mencintai Deva, Terryn harus menerima sikap cuek suaminya. Namun, di saat hati Deva akhirnya mulai melunak, Terryn justru memilih melangkah pergi meninggalkannya.

Babu Kumal VS CEO Kutub Utara Bab 1

“Ibu yakin ingin menitipkan Yin sama ibu Imelda ? Ibu sendirian doong di sini, Yin gak mau Bu, Yin gak mau tinggalin Ibu.”Terryn yang baru saja lulus SMP dengan nilai yang tertinggi merajuk dalam pelukan ibunya.

“Kamu mau gapai cita-cita kamu kan Yin? Almarhum bapakmu pasti senang jika kamu bisa melanjutkan sekolahmu yang tinggi. Ibu hanya penjual kue di pasar, mau sampai mana Ibu sanggup sekolahkan kamu Yin?” ibu Asih mengelus kepala putrinya, sebenarnya dia berat melepas Terryn untuk tinggal bersama sahabatnya itu tapi demi janjinya kepada almarhum suaminya untuk bisa menyekolahkan Terry ibu Asih memilih agar Terry tinggal bersama mereka.

“Tapi Ibu janji yaa bakal telpon Terryn.”

Ibu Asih mengangguk, “Tak hanya telpon Sayang, sekali waktu Ibu akan jenguk kamu.”

Seminggu setelah kelulusan ibu Imelda datang menjemput Terryn bersama Aluna , putri sulung Ibu Imelda. Aluna sangat baik dan ramah kepada Terryn, mereka langsung akrab bahkan seperti kakak beradik. Terryn merasa nyaman di rumah barunya hingga dia bertemu dengan anak laki-laki itu lagi.

“Siapa kamu?” tanya seorang remaja laki-laki yang lebih tua sedikit dari Terryn tapi masih lebih muda dari Aluna.

“Saya Terryn Kak, saya anak ibu Asih,” jawab Terryn takut-takut.

Mata remaja pria itu menatap Terry tajam, gadis berkepang dan berkacamata itu hanya tertunduk tak berani mengangkat kepalanya.

“Ngapain kamu di rumah saya?” tanya dia lagi dengan nada dingin yang membuat Terryn merinding.

“Sa-saya …,” Terryn terbata dan ragu melanjutkan kalimatnya.

“Terryn akan tinggal di sini bersama kita, Mama akan menyekolahkannya. Terryn ini anaknya pintar lhoo di sekolah, nilainya yang tertinggi di kecamatan daerahnya,” sambung ibu Imelda tib-tiba dan merengkuh bahu Terryn hangat. Terry senang ibu Imelda memperlakukannya sama dengan Aluna.

“Oh ya Terryn, perkenalkan ini Deva, anak Ibu yang bungsu dia sekarang kelas tiga SMU jadi kalian bisa satu sekolah.”

“Apa Ma? Satu sekolah dengan anak cupu ini? Enggak! Jangan harap Deva mau temenin dia.” Deva berlalu dengan wajah yang ketus. Ibu Imelda menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Maafkan Deva yaa Terryn, anak itu memang begitu pembawaanya, duuh ngidam apa siih dulu aku sampai anak itu jutek banget sama anak cewek. Ck … ck … ck.”

Terryn hanya tersenyum canggung dan mencoba memahami sikap Deva yang seperti itu.

Di kamarnya Deva berpikir keras, sepertinya Deva pernah melihat cewek culun itu tapi lupa di mana. Dia merasa dekat tapi tidak bisa mengingatnya dengan baik.

‘Bodo amat, mau kenal atau gak aku gak peduli.’ Deva akhirnya memutuskan untuk tidak terlalu memikirkannya. Deva memang tidak bisa mengenali gadis itu dengan baik, karena kejadian terakhir bersama Terryn terjadi sangat cepat di saat Deva sudah hampir hilang kesadarannya di suatu peristiwa yang tak akan pernah bisa terlupa oleh Terryn.

Saat itu Deva masih SMP kelas tiga dan Aluna kelas satu SMU, mereka sekeluarga sedang dalam perjalanan wisata ke desa Terryn. Ibu Imelda adalah anak juragan perkebunan teh di mana banyak penduduk desa yang bekerja di kebun yang sangat luas itu, termasuk orang tua Ibu Asih dan ayah Terryn sendiri.

Saat itu cuaca memang sedang tidak bagus dan ayah Deva tetap memaksakan ingin kembali ke kota hari itu juga. Jalanan sangat licin sehingga terjadi kecelakaan dan membuat mobil mereka terperosok ke dalam jurang.

Terryn saat itu masih kelas satu SMP dan baru pulang dari rumah kakeknya. Jalanan sangat sepi di tengah hujan yang sangat deras. Terryn menyaksikan mobil yang keluarga Deva dalam keadaan rusak parah di bawah jurang. Bergegas dia mencari ayah dan ibunya serta orang-orang kampung agar menolong mobil yang kecelakaan itu.

Bersama orang tuanya dan beberapa orang kampung Terryn yang pemberani menuruni jurang untuk melihat kondisi para korban. Seorang anak laki-laki yang setengah sadar dan dalam keadaan terluka menggapai-gapai lemah ke arah Terryn. Terry melihatnya dan mencoba mengeluarkan anak laki-laki itu dari mobilnya sementara yang lain menyelamatkan ibu Imelda, suaminya dan Aluna yang juga terluka dan tak sadarkan diri.

“Tolong jangan tinggalkan aku, aku takut…,” wajah Deva pucat dengan luka di pelipisnya, Terryn membantunya untuk duduk di sebelahnya.

“Ayo Kak, duduk dulu disini, kita tunggu mereka untuk menaikkan Kakak ke atas. Aku tidak akan kemana-mana.” Sahut Terryn menenangkan Deva.

“Terima kasih sudah menolong kami,” ujar Deva lagi yang semakin melemah.

“Kakak yang sabar yaa sebentar lagi Kakak dan keluarga  Kakak akan dibawa ke rumah sakit.”

“Selamatkan terlebih dahulu mamaku dan kakakku Aluna.” Setelah mengucapkan kalimat itu Deva rebah di pangkuan Terryn tak sadarkan diri. Terryn memanggil-manggil ayah dan ibunya agar Deva pun segera ditolong.

“Aku tak apa-apa jika kau tidak mengenaliku Kak Deva, aku senang akhirnya bisa bertemu denganmu lagi, walau sikapmu dingin dan kasar seperti itu.” gumam Terryn pelan melihat Deva yang sedang bermain basket sendirian di halaman samping rumah mereka. 

Tak ada yang meminta Terryn untuk mengerjakan pekerjaan rumah di kediaman keluarga ibu Imelda karena mereka memiliki sejumlah asisten rumah tangga. Akan tetapi Terryn anak yang rajin dia tidak mau diam saja, usai pulang sekolah dia membantu membersihkan rumah atau sekedar memasak di dapur bersama bi Inah.

“Aduuh Non Terryn, gak usah masuk ke dapur yaa, ini pekerjaan Bibi Inah dan mba Wati di sini. Non Terryn di kamar aja belajar kayak non Aluna atau apa saja.” Bi Inah merasa tidak enak karena Terryn turut membantu pekerjaan mereka.

“Gak apa-apa Bi, saya suka kok, hitung-hitung Terryn belajar memasak dan bisa tahu makanan kesukaan ibu Imelda, kak Aluna dan Kak Deva, juga tahu apa yang mereka tidak suka.” Terryn mengambil sayur yang ada di baskom kecil dan mulai menyianginya.

Bi Inah dan mba Wati saling pandang dan tersenyum, mereka suka dengan sikap rajin Terryn dan sopan santunnya.

“Baiklah, nanti Bibi ajari juga cara masak ikan kuah kuning kesukaan aden Deva dan udang asam manis kesukaan non Aluna.” Bi Inah akhirnya menyerah pada sikap gigih Teryn yang selalu ingin membantu mereka. Selama majikannya tidak menegur atau memarahi mereka karena membiarkan Terryn turut mengerjakan pekerjaan rumah yang menjadi tugas mereka.

“Bi Inah, masakan kali ini enak banget," puji Aluna di meja makan saat makan malam. Deva pun terlihat lahap menyantap masakan ikan kuah kuning yang tersaji di meja.

“Semua masakan ini dibuat oleh non Terryn, katanya dia mau tahu masakan kesukaan Non Aluna, Den Deva juga ibu.”

Terryn hanya tersenyum melihat ke arah Aluna yang mengangkat dua jempolnya, matanya melirik ke arah Deva yang hanya diam saja tanpa ekspresi apa pun.

‘Yaa ampuuun … orang ini memang luar biasa cuek yaa? Es batu kalah dingin ini.’ Terryn membatin melihat sikap dingin Deva.

“Jangan ngeliatin orang kayak gitu, gak sopan tau!” tegur Deva dengan ketus, dia meminum segelas air lalu mengelap mulutnya dan meninggalkan meja makan.  Terryn terkejut dan segera memalingkan wajahnya. Aluna tersenyum kecil melihat sikap Terryn yang lucu di matanya.

“Jangan ambil hati yaa, Deva emang gitu dari dulu, gak ada manis-manisnya sama cewe. Takut kualat aja dia tuh sama aku kakaknya kalo mau judes-judes gitu hi hi hi….” Aluna tertawa kecil karena Terryn semakin terlihat salah tingkah dan senyum Terryn yang lucu.

“Kamu pintar masak Yin, cuma sayang, kita bakal jarang banget makan malam sama mama, mama orangnya sibuk banget. Apalagi hotel Ibu sekarang sedang berkembang dan ramai-ramainya pengunjung jadi Ibu sering pulang malam.” Aluna mengambil seporsi lagi udang asam manis yang dibuat Terryn tanpa nasi.

“Kak Aluna gak kesepian di rumah cuma sama kak Deva, bibi dan mba?”  tanya Terryn sambil membereskan piring bekas makan mereka.

“Tadinya, tapi sekarang gak lagi karena ada kamu yang temani aku ngobrol dan hhmmmh … jago masak pula, ini lebih enak dari buatan bi Inah,” puji Aluna lagi.

“Terima kasih kalau Kak Aluna suka masakan saya.” Terryn tersenyum dengan sikap baik Aluna.

“Deva juga suka tuh sama masakan kamu, dia makan lahap banget sampai nambah kayak gitu, biasanya cuma sekali makan aja. Dia orangnya susah banget ngungkapin sesuatu di dalam pikirannya dia. Sebenarnya dia mau bilang terima kasih tapi gengsi.” Aluna setengah berbisik mengatakan kalimat terakhirnya. Deva yang sedang duduk di ruang tengah sambil memegang remot tivi sengaja mendehem agak keras, dia tahu kakaknya sedang membicarakannya.

Aluna menaruh telunjuk di depan bibirnya sebagai kode untuk tidak bersuara lagi, dan mereka berdua tertawa tertahan.

“Aku balik ke kamar dulu yaa Yin, kalo ada perlu masuk ke kamarku aja. Aku mau ujian besok.”

“Baik Kak, yang semangat yaa belajarnya.” Terryn mengacungkan lengannya tanda semangat, Aluna melakukan hal yang sama dan keduanya tertawa lagi.

Terryn ingin mencuci piring tapi segera dicegah oleh mba Wati.

“Duuuh … jangan Non Terryn, tadi kan Non sudah masak jadi cuci piring bagiannya Mba yaa? Non Terryn juga harus belajar lhoo kayak non Aluna.” Mba Wati merentangkan tangannya menghalangi Terryn masuk ke dapur. Terryn hanya mengangguk sambil tersenyum kecil kemudian balik badan menuju ke kamarnya. Dia juga baru ingat jika dia punya tugas pekerjaan rumah yang harus segera dikumpulkan besok pagi.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Babu Kumal VS CEO Kutub Utara

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Diselingkuhi Suami Dibucinin Berondong
8.9
Kehidupan Ratih Apsari hancur setelah memergoki suaminya berselingkuh. Usai bercerai, sebuah ketidaksengajaan membuatnya masuk ke mobil Derryl Dariawan hingga mereka melewati malam bersama. Tak disangka, pria itu adalah CEO baru di tempatnya bekerja. Sempat curiga telah dijebak, Ratih justru mulai jatuh cinta seiring kebersamaan mereka. Kini ia bimbang karena status sosial dan usia Derryl yang tujuh tahun lebih muda. Haruskah ia menerima cinta baru ini atau kembali pada mantan suaminya?
Sampul Novel Gadis 100 juta (fatamorgana)
9.6
Demi menebus adiknya yang diculik, Daiva Gayatri Maheswari rela menjual kesuciannya pada Keyko Khayang Gumelar seharga 100 juta rupiah. Di tengah kemalangan itu, ia tanpa sengaja bertemu dengan duda tampan bernama Damian di supermarket. Kini, Daiva berada di persimpangan jalan ketika Keyko dan Damian sama-sama berjuang memenangkan hatinya. Siapa pria yang akan dipilih Daiva untuk menemani masa depannya dan melepaskannya dari bayang-bayang masa lalu?
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Pasca dikhianati saudara angkat dan tunangannya sekembalinya dari desa, Sabrina memilih membalas dendam lewat Charles, paman sang mantan. Walau Charles sempat menolak perasaan setelah malam intim mereka, Sabrina berhasil memicu harga diri pria itu hingga terikat selamanya. Kini berstatus sebagai bibi mantannya, Sabrina yang kerap diremehkan ternyata menyimpan kekayaan miliaran dolar. Ia membuktikan diri bukan pemburu harta, melainkan pemilik takhta yang sesungguhnya.
Sampul Novel MY LOVELY LITTLE WIFE
8.9
Yuki sangat geram karena ditolak mentah-mentah oleh pria yang dijodohkan dengannya. Alasan klasik bahwa mereka tidak saling kenal membuat Yuki berang hingga mengatai calon suaminya itu sebagai lelaki tua yang menjengkelkan. Namun, kekesalan tersebut tidak bertahan lama. Sebuah senyum licik merekah di wajah Yuki saat sebuah ide brilian muncul di benaknya. Ia pun menyusun rencana cerdik untuk memberi pelajaran bagi pria yang telah menolaknya tersebut.
Sampul Novel Pengantin Pengganti, Hati Pendendam
8.8
Hari pernikahan yang dirancang demi kampanye Baskara berakhir tragis. Diriku dibius demi membiarkannya menikahi selingkuhannya di hadapan para elite. Pengorbananku selama tujuh tahun demi kariernya dibalas dengan hinaan bahwa aku tak berguna. Di tengah proses cerai, Baskara mengalami kecelakaan, pura-pura amnesia, lalu memohon agar aku bertahan. Karena dia ingin bersandiwara, aku akan mengikuti permainannya demi menghancurkannya.
Sampul Novel Rahasia Kelam Seorang Istri
9.4
Kehidupan pernikahan Alina dan Arya kini terancam oleh bayang-bayang masa lalu Alina yang kelam. Di satu sisi, Alina sangat mencintai suaminya, namun di sisi lain ia takut rahasia lamanya akan merusak segalanya. Arya, seorang duda yang menjunjung tinggi kejujuran, mulai menaruh curiga pada kesucian masa lalu sang istri. Alina pun terjebak dalam pilihan sulit: terus bungkam atau berterus terang meski kejujuran itu bisa dianggap sebagai pengkhianatan besar bagi Arya.

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED