Bab 1

" cepat hubungi orang tua anda nona atau anda tidak akan pernah bisa keluar dari kantor polisi ini." ucap kepala polisi yang sudah geram dengan kelakuan anak muda di depannya itu. sudah ketangkep basah melakukan balapan liar tapi tetap saja tidak ada takut takutnya atau pun merasa bersalah. dan dari tadi justru mengajaknya berdebat.

" pak jangan suruh saya menghubungi orang tua saya. atau bapak akan menyesal lho nanti udah berani nangkep anak kesayangannya ini." jawab Alexa dengan tersenyum, yang entah memberikan nasehat atau memberikan peringatan

kepala polisi hanya tersenyum remeh sambil menggelengkan kepalanya. bukan hanya kali ini dia menghadapi anak orang kaya yang hanya menggertaknya saja. nanti setelah orang tua mereka datang juga mereka akan nangis nangis dan nyalinya menjadi ciut karena memang mereka bersalah. fikir kepala polisi itu yang memang tidak tau siapa itu Alexa

dengan menghembuskan nafasnya mencoba untuk bersabar, kepala polisi itu menatap Alexa dengan tajam. " ini kantor polisi dan jaga sopan santun anda kalau tidak ingin mendapatkan masalah baru lagi nona. " ucapnya

" bapak ini akan menyesal kalau sampai Daddy saya datang kemari pak. jadi lebih baik lepaskan saya karena memang saya tidak bersalah." jawab Alexa yang secara tidak langsung menantang polisi di depannya

" Anda ini sudah ketangkep basah sedang balapan liar nona. dan itu membahayakan orang lain dan juga diri anda sendiri. Anda sudah melanggar aturan dengan ikut balapan liar. apa anda tidak mengerti. dan masih bilang kalau nona tidak bersalah. cepat katakan nama anda dan juga nomor telepon orang tua anda yang bisa di hubungi." ucap kepala polisi dengan tegas

Alexa pasrah mendengar ocehan polisi. " nama saya Alexa Arsya Wijaya. putri tunggal dari Reynan hadi Wijaya " jawab Alexa lalu menyebutkan nomor ponsel daddynya

kepala polisi dan juga anak buahnya hanya terkekeh mendengar jawaban Alexa. sementara Alexa bingung dengan reaksi para polisi di depannya. begaimana mungkin mereka justru menertawakan dirinya sekarang.

" apa ada yang aneh pak?" tanya Alexa

kepala polisi menatap Alexa sambil tersenyum remeh." katakan dengan benar nona. kenapa harus berbohong dan mengaku menjadi putri bapak Rey Wijaya. jangan bercanda bahkan menjadi asistenya saja tidak pantas apa lagi menjadi putrinya." jawab kepala polisi itu sambil terkekeh dan di susul gelak tawa dari anak buahnya juga

Alexa mengangguk anggukan kepalanya Mendengar jawaban mereka yang terkesan merendahkan dirinya. dengan pandangan tajam Alexa menatap kepala polisi itu." baiklah kalau kalian tidak percaya Sekarang saya akan menghubungi daddy untuk datang ke mari. " ucap Alexa sambil merogoh ponselnya yang ada di sakunya

kepala polisi dan para rekannya kembali menertawakan Alexa. siapa yang percaya kalau Alexa adalah putri tunggal dari keluarga Wijaya orang terkaya dan di segani di kota itu dilihat dari penampilannya yang simpel apalagi hobinya yang suka balapan liar.

" hallo dad." ucap Alexa begitu panggilan teleponnya tersambung sambil melirik ke arah polisi polisi di depannya yang sudah meragukan dirinya tadi

" iya sayang." jawab Rey di seberang telepon

Alexa menghela nafasnya sebelum memberitahu daddynya." Alexa ada di kantor polisi dad. datang lah kemari dan bebaskan Alexa." ucap Alexa

" Kenapa bisa kamu ada di kantor polisi? apa lagi yang kamu lakukan?" tanya Rey yang terdengar marah pada Alexa

" datanglah kesini dulu dad dan bebaskan Alexa. Daddy akan tau nanti." jawab Alexa sambil mematikan panggilannya.

di sisi lain Rey mengumpat kesal pada putri tunggalnya bisa-bisanya dia mematikan telepon begitu saja saat dia masih belum selesai bicara.

" kamu urus semua meeting hari ini Frans. dan hubungi pengaca untuk menyusul ku ke kantor polisi." ujar Rey sambil menoleh pada Frans asisten pribadinya

" baik tuan." jawab Frans sambil menundukkan kepalanya pada atasannya

Rey segera bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari ruangannya sambil merogoh ponselnya untuk menghubungi sopirnya agar menyiapkan mobil. lalu setelahnya dia menghubungi istrinya sambil berjalan keluar dari kantor

" kamu di mana mom?" tanya Rey begitu panggilannya terhubung

" aku sedang arisan bersama dengan teman sosialita ku dad. kenapa?" tanya Elena

"ckk. kamu itu selalu sibuk dengan urusan luar hingga melupakan tugas mu menjadi istri dan ibu dari anakku." jawab Rey dengan kesal

" kenapa sih dad? ada apa lagi?" tanya Elena dengan lembut. karena biasanya suaminya mengkritiknya seperti ini pasti ada masalah dengan Alexa. entah apa lagi yang putrinya lakukan kali ini hingga membuat suaminya terdengar marah

" anak mu, Alexa ada di kantor polisi sekarang. dan aku sedang menuju kesana" jawab Rey lalu mematikan panggilannya saat dia sudah sampai lobi kantornya.

di sisi lain Alexa menatap para polisi di depannya dengan sinis dan juga angkuh. " kalian akan menyesal karena sudah meminta Daddy untuk datang kemari." ujar Alexa

para polisi hanya tertawa dan menghiraukan ucapan Alaxa.

setengah jam berlalu akhirnya Alexa melihat daddynya dan juga pengacara keluarganya yang berjalan di belakang daddynya.

para polisi pun tertegun dan tidak percaya kalau reynan Hadi Wijaya benar benar datang untuk membebaskan Alexa. mereka semua berkeringat dingin karena gugup melihat raut wajah Rey Wijaya yang tidak bersahabat.

" Daddy maafkan Alexa ya, aku tidak melakukan apapun dad, tapi para polisi ini malah menahan Alexa di sini dad, jadi terpaksa Alexa harus menghubungi Daddy" ucap Alexa sambil memeluk tubuh daddynya

Rey mendengus jengkel, tapi dia juga tetap membalas pelukan putri kesayangannya itu. senakal apapun Alexa dia tidak pernah bisa marah pada putri semata wayangnya.

Rey menoleh ke arah kepala polisi dengan wajah datar." saya orang tua dari Alexa Arsya Wijaya apa yang sudah putri ku lakukan hingga kalian membawanya kemari?" tanya Rey dengan dingin

" silahkan duduk dulu tuan " ucap kepala polisi itu setelah mengontrol rasa gugupnya

" katakan dengan cepat saya tidak punya banyak waktu." ucap Rey dengan angkuh sambil duduk di kursi

kepala polisi tersenyum mencoba untuk bersikap seramah mungkin pada orang berpengaruh di depannya itu." begini tuan Rey, tadi putri anda tertangkap sedang melakukan balap liar bersama dengan teman temanya " jelas kepala polisi itu dengan menjelaskan kesalahan yang sudah Alexa lakukan

Rey mendengarkan setiap penjelasan kepala polisi itu sambil sesekali melirik ke arah Alexa yang sedang memainkan kukunya tanpa rasa bersalah ataupun takut sama sekali.

" baiklah biar pengacara saya yang mengurus semuanya." jawab Rey sambil menoleh ke arah pengacaranya yang sudah menganggukan kepala menjawabnya.

" Anda bisa membawa nona Alexa pulang tuan, biar saya mengurus semuanya di sini ." jawab Hendi pengacara keluarga Wijaya.

Rey mengangguk dan menoleh pada Alexa. " ayo kita pulang "

Alexa tersenyum manis pada daddynya." baiklah dad. ayo, Alexa juga sudah bosan di sini " jawab Alexa

Bab 2

Alexa berjalan di belakang Rey saat masuk kedalam rumahnya. ada rasa bersalah dan tidak enak karena dari kantor polisi tadi sampai di rumahnya, dia hanya di diamkan Daddynya. Alexa sudah berusaha untuk mengajaknya berbicara tapi tetap saja Daddynya itu hanya diam dan mengacuhkannya hingga akhirnya Alexa pasrah dan diam.

" Mommy!" panggil Alexa sambil berlari menghampiri Elena saat melihat mommynya sudah berdiri menunggunya di ruang keluarga.

Elena tersenyum dan mengusap punggung putrinya yang sedang memeluknya." kamu tidak apa apa Sayang?" tanya Elena

Alexa mengangguk sambil melepaskan pelukannya pada mommynya." maafin Alexa Mom, Alexa janji nggak akan mengulanginya lagi."

" selalu saja janji seperti itu tapi tidak akan di tepati. Daddy sudah bosan mendengar janji mu Alexa." sahut Rey dengan kesal

Elena dan Alexa serempak menoleh ke arah Rey." untuk kali ini maafin Alexa Dad. Alexa janji tidak akan ikut balapan liar lagi " jawab Alexa

Rey duduk di sofa sambil menatap Alexa. " duduk Daddy ingin berbicara hal yang penting!"

Alexa dan Elena saling menatap sekilas lalu mengikuti perintah Rey mereka duduk bersebrangan.

" ada apa Dad?" tanya Alexa yang mendadak perasaannya jadi tidak enak

" Daddy sudah mengambil keputusan untuk menjodohkan mu dengan anaknya teman Daddy. dia pebisnis muda yang sukses. dari keluarga baik baik dan terhormat seperti kita. bahkan keluarganya jauh lebih hebat dari pada keluarga kita. " ujar Rey sambil menatap Alexa

Alexa yang terkejut secara spontan langsung berdiri." nggak Dad. Alexa nggak mau di jodohin kayak gitu. Alexa masih muda dan masih kuliah juga Alexa belum siap untuk menikah." jawab Alexa dengan lantang.

" Alexa sabar Sayang, kita bicarakan ini baik baik." ujar Elena sambil menarik tangan anaknya agar kembali duduk

Alexa menoleh pada mommynya lalu menghembuskan nafasnya dengan kasar dan kembali duduk di tempatnya semula.

" Mommy Alexa tidak mau di jodohin Mom. Alexa belum siap " rengek Alexa pada Elena berharap Mommynya mau membujuk Daddynya untuk membatalkan rencana perjodohan

Elena tersenyum pada Alexa ." dengarkan dulu maksud dan penjelasan kami sayang."

Alexa menghentikan dahinya menatap Elena." mommy tau kalau Alexa mau di jodohin?"

Elena mengangguk " Mommy dan Daddy sudah membicarakan ini sebelumnya, dan Mommy fikir ini adalah keputusan yang tepat dengan menjodohkan kamu dengan lelaki itu. kamu tenang saja sayang karena lelaki yang akan kami jodohkan itu sudah setuju dan seperti yang Daddy mu katakan kalau dia juga bukan orang sembarangan, dia baik dan soal fisik dia orang yang sangat tampan, kamu pasti bahagia kalau bisa menikah dan hidup bersama dengannya." jawab Elena

Alexa menggelengkan kepala dengan pelan menatap Mommynya." Alexa tidak mau menikah, tidak perduli mau seperti apapun dia. Alexa tidak akan mau. Alexa masih mau mengejar cita cita Alexa dulu. " ujar Alexa

" kamu tidak punya pilihan lain selain menerima perjodohan ini Alexa. keputusan Daddy sudah final dan tidak bisa di ganggu gugat." sahut Rey

Alexa menoleh ke arah Rey dengan kesal." Daddy fikir Daddy itu hakim yang keputusannya tidak bisa di ganggu gugat. sudah lah pokoknya Alexa tidak mau menikah, Alexa mau ke kamar istirahat. Alexa capek." jawab Alexa lalu berdiri dan meninggalkan orang tuanya begitu saja

" lihat anak mu Mom, benar benar tidak punya sopan santun meninggalkan kita saat kita belum selesai bicara." kesal Rey yang sudah ikut berdiri dan berlalu meninggalkan istrinya sendiri

Elena hanya mendengus jengkel pada suaminya. selalu saja dia yang di salahkan kalau sudah menyangkut Alexa.

di sisi lain seorang pria tampan berwajah dingin dan datar sedang menatap tajam ke arah asistennya yang sedang berdiri di depannya.

" bukan kah aku sudah pernah bilang untuk tidak ikut campur dalam urusan pribadi ku kris!" bentak Bryan Adelois Bagaskara pada asisten pribadinya

kris hanya menundukkan kepalanya tanpa berani menatap bosnya." maaf tuan, saya hanya menjalankan perintah dari tuan besar." jawab Kris sambil meraih botol minuman keras yang masih utuh dari meja kerja bosnya.

Kris segera berlari keluar ruangan bosnya sambil membawa botol minuman keras di tangannya. sebelum di amuk oleh bosnya.

Bryan hanya mengumpat kesal pada asisten pribadinya sambil menyandarkan tubuhnya di kursi kebesarannya dan menatap ke arah langit langit dengan tatapan nanar dan sendu.

" Laura kenapa kamu meninggalkan aku dan pergi bersama dengan pria lain Lau? apa kurangku selama ini? aku begitu mencintai mu, tapi kenapa kamu meninggalkan aku ?" gumam Bryan sambil memejamkan matanya, hatinya masih sakit saat teringat dengan Laura mantan calon istrinya yang meninggalkannya begitu saja bersama dengan pria lain yang lebih kaya darinya dulu.

Bab 3

Bryan Adelois Bagaskara adalah pewaris tunggal kekayaan keluarga Bagaskara. pria berwajah tampan, bertubuh atletis, bertubuh putih, beralis tebal dengan rahang yang tegas yang menyempurnakan ketampanan seorang bryan Bagaskara.

pria tampan itu masih betah duduk sambil memejamkan matanya mengenang kenangan bersama mantan kekasihnya yang dulu sangat dia cintai bahkan dia rela meninggalkan keluarga dan segala kekayaannya hanya untuk bersama wanitanya.

Bryan masih ingat dengan jelas bagaimana perjuangan dan pengorbanannya hanya untuk Laura. saat dia meminta restu menikahi Laura pada kedua orang tuanya.

"flashback onn"

Bryan menggenggam tangan Laura dengan erat sambil menatap ke arah orang tuanya yang menentang hubungannya bersama dengan Laura.

" aku akan tetap menikahi Laura dengan atau tanpa restu dari Daddy " ujar Bryan dengan lantang

Ferdian Bagaskara memicingkan matanya menatap ke arah putranya Bryan." kalau begitu Daddy akan tarik semua fasilitas yang kamu punya Bryan, silahkan kamu keluar dari rumah ini dan hidup di luar sana tanpa kemewahan dan uang lagi dari Daddy." jawab Ferdian

Bryan menganggukan kepalanya Mendengar jawaban Daddynya dengan yakin, sementara Felicia mommynya sedang menangis mendengar suaminya mengusir putranya dari rumah, karena bagaimana pun Bryan adalah putra tunggalnya. tapi dia juga tidak bisa melakukan apa apa selain pasrah melihat putranya meninggalkan rumah.

Bryan menoleh ke arah Laura yang terlihat bingung. " ayo kita pergi dari rumah ini sayang, aku akan tetap menikah dengan mu walaupun tanpa restu dan uang dari orang tua ku " ujar Bryan sambil berdiri dan ingin meninggalkan rumahnya

" tunggu Bryan! " cegah Ferdian

Bryan tersenyum tanpa menoleh ke arah daddynya, " aku tau Daddy nggak mungkin bisa membiarkan aku pergi dari rumah ini." batin Bryan

" berikan dompet mu beserta semua isinya karena itu semua masih milik Daddy, dan juga tinggalkan kunci mobil mu. " sambung ferdian

Bryan mengepalkan tangannya ternyata pikirannya salah, karena Ferdian bukan berubah pikiran. dengan kesal Bryan merogoh kantongnya lalu kembali menghampiri orang tuanya dan menyerahkan dompet dan kunci mobil kesayangannya selama ini.

" suatu saat kamu akan menyesal sudah meninggalkan keluarga mu hanya untuk wanita itu. karena ucapan Daddy itu benar dia bukan wanita yang baik untuk mu." ucap Ferdian sambil menatap ke arah Bryan

Ferdian benar benar kecewa melihat sifat keras kepala anaknya, dia juga kecewa melihat anaknya terlalu membela wanita seperti Laura sampai dia rela meninggalkan semuanya hanya untuk Laura.

setelah Bryan menghilang dari pandangannya, ferdi langsung memeluk istrinya " tenang lah sayang Bryan akan kembali pada kita, dia tidak mungkin bisa bertahan terlalu lama di luar sana, dan mungkin saja hanya dengan cara ini yang bisa membuat Bryan sadar kalau Laura hanya mencintai harta dan bukan dirinya. " ucap ferdi

Felicia mengangguk sambil mengusap air matanya." ya aku juga percaya kalau Bryan pasti kembali Dad, mommy hanya tidak menyangka saja begitu besar rasa cintanya Bryan untuk Laura. sampai tega meninggalkan kita " jawab Felicia

di sisi lain setelah keluar dari gerbang rumahnya Bryan menghentikan langkahnya sambil menoleh ke arah Laura yang sedari tadi hanya diam saja." apa yang kamu pikirkan sayang, kamu jangan khawatir kita pasti bisa melewati semuanya berdua." ucap Bryan memeluk Laura

Laura hanya menghela nafasnya dengan kasar sambil membalas pelukan Bryan.

" lalu kamu akan kemana sekarang Bryan? kamu tidak punya uang sepeser pun, bagaimana caranya kamu melanjutkan hidup mu? tanya laura sambil melepaskan pelukan Bryan

Bryan terdiam sebentar, sebenarnya dia juga bingung dengan nasibnya sekarang. " bagaimana kalau aku menginap dulu di apartemen mu Lau, dan setelah aku mendapatkan pekerjaan aku akan mencari tempat tinggal sendiri." jawab Bryan

Laura menggelengkan kepalanya dengan cepat sambil menatap Bryan" maaf Bryan bukannya gak boleh tapi kan gak baik kalau kita satu rumah belom ada ikatan" jawab Laura.

" baiklah kalau begitu aku bakal nginep di rumah temen ku dulu dan Minggu depan kita akan segera menikah saja biar bisa tinggal satu rumah." ucap Bryan

Laura tersenyum mendengar ucapan Bryan. dengan lembut Laura mengusap lengan Bryan." keadaan kamu masih seperti ini Bryan, lebih baik kamu fokus cari kerjaan dulu ajah untuk masa depan kita juga kan, setelah kamu cukup mapan kita baru fikirkan lagi soal pernikahan ya, jangan tersinggung karena ini juga demi kebaikan masa depan kita berdua nanti." jelas Laura.

Bryan mengangguk mengerti dengan ucapan Laura yang ada benarnya. setidaknya dia sekarang harus mencari pekerjaan dulu agar bisa menafkahi Laura dan keluarga kecilnya nanti

Laura tersenyum sambil merogoh dompetnya dan mengambil dua lembar uang untuk di berikan pada Bryan." kamu pakai ini buat naik taksi ke rumah teman mu dulu ya Bryan. maaf aku tidak bisa mengantar mu karena aku ada janji dengan teman ku." ucap Laura

Bryan memandang uang di tangannya sebenarnya dia gengsi juga menerima uang dari Laura tapi dia juga tidak punya pilihan lain selain menurunkan egonya.

---

setahun berlalu Bryan dengan susah payah mengumpulkan uang dan menabung demi menikah dengan Laura. walaupun dia harus sangat berhemat karena dia hanya bisa mendapatkan pekerjaan jadi pelayan restoran. walaupun pendidikannya tinggi tapi Ferdian selalu membuatnya gagal saat melamar pekerjaan di perusahaan entah besar ataupun kecil karena ferdian mengancam akan menghancurkan perusahaan yang berani menerimanya bekerja di perusahaan mereka.

Bryan masuk ke dalam apartemen Laura karena dia memang tau sandinya jadi dia bisa masuk begitu saja tanpa memberi tahu pada Laura dulu,, Bryan membawa seuntai bunga dan juga cincin untuk melamar Laura malam ini. dengan wajah yang bahagia akhirnya dia bisa melamar Laura setelah dia merasa pantas untuk kekasihnya.

Bryan mengernyitkan alisnya saat mendengar suara tidak biasa dari kamar apartemen milik Laura. perasaannya menjadi sangat tidak enak sekarang. dengan langkah pelan dan menajamkan pendengarannya Bryan membuka pintu kamar Laura yang tidak di kunci. dan apa yang dia lihat sekarang benar benar di luar dugaannya. hatinya terasa sakit sekali melihat ada seorang laki laki yang sedang ada di atas tubuh Laura.

" bajingan,, " geram Bryan sambil menghampiri ranjang Laura,

Bryan menarik tubuh lelaki yang sedang menikmati tubuh Laura. dengan membabi buta Bryan memukuli tubuh lelaki yang sudah berani menyentuh tubuh Laura.

lelaki itu terjatuh ke lantai saat Bryan memukulnya dengan sangat keras hingga dia kehilangan ke seimbangannya. belum sempat dia bangun dan membalas serangan Bryan, tiba tiba saja Bryan sudah berada di atasnya dan memukulinya tanpa ampun hingga matanya kabur dan akhirnya tidak sadarkan diri

" BRYAN BERHENTI !" pekik Laura sambil menutupi tubuhnya yang masih polos, lalu menghampiri Bryan yang sudah hilang kendali.

" lepaskan Bryan! dia bisa mati! " pekik Laura sambil menarik tangan Bryan. dan menoleh ke arah pria yang baru saja bercinta dengannya sudah tidak sadarkan diri

Bryan menghentikan pukulannya sambil menatap Laura dengan sorot mata tajam dan juga dingin.

" kamu itu kenapa hah?" geram Laura pada Bryan.

" kamu mengkhianati ku saat aku berjuang untuk bisa menikahi mu Lau?. apa kurang ku selama ini? aku sudah memberikan semua yang kamu mau dan aku juga sudah mengorbankan segalanya hanya untuk bisa bersama mu, tapi kenapa kamu mengkhianati ku!" ujar Bryan sambil mengusap wajahnya dengan kasar

laura tersenyum mengejek Bryan " ya kamu memang baik tapi kamu sekarang adalah pria miskin. aku tidak mau hidup susah bersama mu. dan dia yang sudah kamu hajar habis habisan itu adalah calon suami ku yang punya segalanya dari pada kamu Bryan. " jawab Laura sambil menatap mata Bryan Nyalang dan penuh kemarahan

Bryan mengangguk sekali pun dia merasa sangat sakit hati dengan ucapan Laura tapi dia sekarang sadar kalau omongan orang tuanya memang benar kalau Laura hanya mencintai uangnya dan bukan dirinya. dengan kesal dan marah Bryan keluar dari kamar Laura begitu saja sambil membanting pintu dengan sangat keras.

" flashback off "

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED