Sampul Novel Istri kecil tuan mafia

Istri kecil tuan mafia

8.9 / 10.0
Kehidupan Yui Miura hancur setelah terjebak dalam prostitusi daring dan bertemu bos Yakuza yang kejam. Demi menebus utang nyawa ayahnya, Matsumoto, pria itu menjadikan Yui sebagai budak. Di tengah keputusasaan, Yui menawarkan rahimnya demi uang. Kesepakatan gelap pun dimulai dengan tawa dingin sang mafia, membawa mereka ke malam penuh gairah yang justru menjadi awal penyesalan terdalam bagi hidup Yui.
Ringkasan Istri kecil tuan mafia
Kehidupan Yui Miura hancur setelah terjebak dalam prostitusi daring dan bertemu bos Yakuza yang kejam. Demi menebus utang nyawa ayahnya, Matsumoto, pria itu menjadikan Yui sebagai budak. Di tengah keputusasaan, Yui menawarkan rahimnya demi uang. Kesepakatan gelap pun dimulai dengan tawa dingin sang mafia, membawa mereka ke malam penuh gairah yang justru menjadi awal penyesalan terdalam bagi hidup Yui.
Baca Selengkapnya

Istri kecil tuan mafia Bab 1

Yui melangkah masuk ke sebuah pub di sudut kota Tokyo. Riasan tebal dengan gincu menyala terang, menjelaskan apa yang tengah ia cari. Uang dan laki-laki.

Ini bukan kali pertama. Biasanya ia akan memakai setelan seragam anak SMA. Kepunyaan sendiri dan belum dicuci. Tapi, hari ini berbeda. Ia butuh uang banyak. Menuangkan minuman sambil membiarkan tubuhnya diraba-raba tidak akan cukup. Ibunya butuh lebih untuk kemoterapi.

"Bersihkan makeup mu!" teriak seorang wanita yang sepertinya mucikari. Ia menyeret lengan ketat Yui tepat ketika gadis itu berencana duduk, menemani laki-laki tua berperut buncit.

"Kenapa? Aku akan mengikuti aturannya. Berapa pembagiannya?" Yui mengeluh, sedikit geram, ia mengeluarkan isi tas. Seingatnya, ada dua lembar dollar terakhir.

"Dasar! Kau bodoh? Idiot? Bagaimana bisa kau datang dengan dandanan kacau? Kalau niat cari uang banyak, katakan dulu padaku!" Mae, si wanita mucikari menampar tangan Yui emosi. Di bagian belakang, para bartender pura-pura tidak mendengar. Di pub miliknya, ada aturan dari pihak kepolisian tentang prostitusi.

Menjual virginitas itu kejahatan. Sedang, yang lain tidak. Anak di bawah umur juga dipastikan mendapat perlindungan. Tapi itu hanya prosedur omong kosong. Buktinya selama sepuluh tahun terakhir, Mae menjalankan bisnisnya tanpa ada kendala apapun. Para remaja penggila barang bermerk, banyak yang secara sukarela menukar virginitasnya senilai gaji setahun ayah mereka. hal itu tentu saja menjadi ladang uang untuk Mae. Semakin banyak remaja putus asa, ia semakin kaya raya.

"Kau bisa menemukan pelanggan pertamamu besok minggu. Ini tentu saja akan menjadi penawaran terbaik dariku. Kau masih perawan, kan?" bisik Mae menekan pertanyaannya dengan tatapan serius dan mengancam.

Yui terdiam. Untuk sesaat ia ingat tidak pernah punya pacar sepanjang hidupnya. Bahkan membayangkan berciuman dengan orang asing sering berujung mual. Tapi itu adalah pekerjaan part time yang sudah ia pilih. Ibunya telah lama lumpuh karena stroke. Sedang ayah Yui sudah meninggal sepuluh tahun silam. Keadaannya cukup menyedihkan hingga ia tidak perlu alasan lain untuk bertahan hidup.

"Kalau ragu, aku siap dites." Yui menghela napasnya, kasar. Selama ini Mae cukup baik. Ia sering diberi kelonggaran hutang saat masih membutuhkan uang. Karena itu Yui tahu benar resiko apa yang harus Mae ambil kalau ia ketahuan berbohong.

Mae menatapnya cukup lama. Wanita paruh baya itu kemudian mengambil foto Yui dalam beberapa sudut lalu menyuruh pulang agar bisa beristirahat.

"Besok pagi, datanglah ke apartementku. Ada sesuatu yang harus aku berikan." Mae mengibaskan jemarinya yang dipenuhi kutek warna hitam. Mengarahkan pandangan Yui ke pintu ke luar.

Sebelum kalimat protes keluar dari mulutnya, sepuluh lembar dollar dikibaskan oleh Mae, tepat di depan wajah Yui. Ia tahu benar saat akhir bulan seperti sekarang, Yui pasti kehabisan uang untuk biaya rumah sakit dan tagihan rumah sewa.

"Pastikan juga, tamu pertamaku sehat. Aku tidak mau terkena AIDS di usia produktif," kata Yui menyambar uang itu sembari berlalu. Deretan hiasan pintu berbunyi saat ia menarik mereka dengan gerakan kasar.

Mae menghela napas pelan. Waktu ini akhirnya datang. Miura Yui gadis yang awalnya polos dan malu-malu kini mulai terbiasa memperlakukan tubuhnya dengan murahan. Mae berjalan tenang menuju ruangannya yang jauh dari hingar bingar. Di sebuah lorong menuju ruangan VIP, beberapa gadis menyapa, namun berakhir tidak peduli ketika ia menghilang dari pandangan mata mereka.

---

Yui pulang dengan sebungkus panekuk daging sapi. Ia masuk begitu saja dan mendapati ibunya tengah menyiram bunga mawar malam-malam.

Kursi roda yang dibelikan Yui sangat membantunya beraktivitas. Jika awalnya ny. Miura hanya duduk saja, sekarang ia bisa melakukan banyak hal.

Yui tidak menyesal menghabiskan banyak uang untuk operasi syaraf ibunya. Tapi, ceritanya akan lain kalau pekerjaannya sampai ketahuan. Walaupun sekarang mereka miskin, dulu ayah Yui, Sakamoto Miura pernah menjadi salah satu pimpinan Yakuza paling disegani. Di daerah Kanto, bahkan namanya masih dikenal meski sudah mati. Yui dan ibunya berakhir hidup sederhana karena lilitan hutang.

Tak lama, setelah memastikan ibunya makan, Yui menuju kamarnya untuk berganti pakaian. Ia harus mencuci futon sebelum tidur. Kemarin, untuk sekian kalinya ny. Miura menumpahkan sesuatu. Memang, nodanya tidak bisa dihilangkan dengan mudah, tapi kesal di depan sang ibu, membuat suasana hatinya bertambah buruk. Ia harus bersyukur tak ada lagi piring pecah atau benda jatuh lainnya. Sistem syaraf ibunya memang harus secepatnya diterapi.

"Ibu, sekarang ibu tidur, ya? Sudah malam," kata Yui mendorong kursi roda ny. Miura ke arah ruangan di sebelah kamarnya. Di sana, ada sebuah ranjang untuk berbaring. Yui pernah memakai futon, tapi tidak berhasil. Mengangkat tubuh wanita dewasa yang bahkan tidak bisa bergerak, membuat tulangnya sakit.

Segera setelah mencuci dan membereskan beberapa perabot, Yui menyiapkan buku sekolah dan PR yang belum sempat ia kerjakan. Menjelang kelulusannya, Yui tidak mengharapkan apapun. Ia hanya ingin cepat-cepat mendapat KTP lalu menanggalkan label 'anak di bawah umur.'

--

Alarm ponsel Yui berbunyi tepat jam 7 pagi. Di luar masih gelap dan angin di penghujung musim gugur mampu membuat kebas kulit telanjang. Untung saja, syal milik gadis itu masih cukup layak untuk menutupi leher hingga dagu ke atas.

"Ibu, aku berangkat. Ada sesuatu yang harus aku kerjakan sebelum pergi. Pemanas ruangan sudah kunyalakan. Hari ini ada acara tv menarik dan untuk makan siang, maaf aku hanya meninggalkan roti lapis." Yui membungkuk, mengecup pipi ny. Miura. Meski tak bicara, sorot matanya menyiratkan terima kasih sekaligus rasa bersalah.

Halte bus pertama berada cukup jauh dari kompleks sewaan. Yui berulang kali menatap jam di layar ponselnya. Memastikan ia punya cukup waktu untuk ke apartemen Mae.

"Yui san? Ada titipan untukmu." Seorang pengendara motor tiba-tiba saja berhenti tepat di persimpangan jalan. Sekilas dari balik jaketnya, ia adalah seorang pria tinggi dan berkulit pucat. Kakinya cukup panjang karena tidak kepayahan menyangga body motor yang lumayan besar.

"Aku?"

"Yui Miura, kan? Mae san memintaku untuk mengantarnya." Ia mematikan mesin motor, menepi lalu mengambil bungkusan kecil dari dalam tasnya.

"Baiklah, terima kasih. Aku berencana ke sana tapi sepertinya waktunya tidak akan cukup." Yui mengambil barang dari tangan pria itu sembari membungkuk.

Si pria terdiam, menggeser kaca helm full facenya ke atas. Matanya menelisik, mengamati wajah Yui dengan pandangan aneh.

"Lumayan juga, apa kau masih SMA?" gumamnya menurunkan tatapannya hingga ke ujung kaki. Seragam sekolah Yui memang tidak mencolok, bahkan terkesan kampungan. Tapi, kaki jenjang milik gadis seusianya, selalu menarik perhatian.

Yui langsung memasang wajah kesal, merasa dilecehkan secara verbal. Walaupun tanpa sentuhan, tatapan pria asing itu, mampu membuat hatinya panas. Ia membayangkan ada seringai mesum di balik maskernya.

"Sampai jumpa minggu depan. Pakai seluruh perawatan juga wewangian itu. Kau tahu, kan? Pelanggan pertama harus dibuat terkesan?" ucapnya memutar kunci lalu menghidupkan mesin.

Apa-apaan dia? Yui meremas ujung roknya gelisah. Suara motor pria itu mulai menghilang bersama kendaraan lain di jalur utama. Tapi, kesannya justru tertinggal dan sulit dihapuskan.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Istri kecil tuan mafia

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Cinta matiku pada sang tunangan, Bima Wijoyo, berakhir tragis saat ia membiarkanku terpanggang api di studio seni demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Terbangun di masa lalu tepat sebelum rapat keluarga besar dimulai, aku membawa memori pahit tentang kobaran api itu. Kali ini, aku berdiri kokoh untuk membatalkan pertunangan kami di hadapan semua orang. Aku bersumpah tidak akan mati konyol untuk kedua kalinya.
Sampul Novel DOSEN ITU SUAMIKU
9.5
Kehidupan Bunga berbalik total setelah sebuah rahasia di kampusnya terungkap. Ezza, sosok suami yang dinikahinya melalui perjodohan orang tua, mendadak hadir sebagai dosen baru di tempatnya berkuliah. Kemunculan Ezza yang tiba-tiba di hadapannya memicu kecurigaan besar dalam benak Bunga. Ia pun mulai mempertanyakan tujuan sebenarnya dari sang suami. Apakah ada motif terselubung di balik keputusan Ezza, ataukah semua ini murni ketidaksengajaan?
Sampul Novel En-PD154
9.0
Kemenangan sepuluh kali beruntun di arena tak menghalangi Roderick untuk mengkhianatiku. Tunanganku itu justru asyik bermesraan dengan cinta pertamanya, bahkan membiarkan perempuan itu menghinaku sebagai sosok kasar tak berkelas. Kelembutan Roderick lenyap, digantikan pernyataan cinta untuk wanita lain di depanku. Dengan hati dingin, kuhubungi ayahku yang merupakan bos mafia. Aku meminta pertunangan ini dibatalkan demi mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel Jangan bermain-main dengan saya
8.9
Nasib malang menimpa seorang gadis setelah dikhianati dan dijual oleh ayah kandungnya sendiri. Begitu beranjak dewasa, ia dipaksa menghadapi kenyataan pahit tanpa ada celah untuk menghindar. Takdir menyeretnya menjadi istri seorang bandar narkoba yang sangat kejam. Kini, seluruh kehidupannya sepenuhnya terjebak di tengah lingkaran hitam dunia kriminal yang penuh intrik mematikan serta ancaman bahaya yang terus mengintai setiap saat.
Sampul Novel Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam
8.5
Seorang penjelajah tersesat di Hutan Gondoriyo dan mengalami teror mistis saat kendaraannya hilang secara gaib. Di sebuah gubuk sunyi, pasangan lansia misterius sempat memperingatkannya. Meski sempat kembali dengan selamat, rasa penasaran justru menyeretnya kembali ke sana, namun hutan itu seolah menguap. Misteri pun kian kelam saat ia menemukan kaitan erat antara kecelakaan bus di jurang dan hutan tersebut, hingga ia harus bertaruh nyawa demi kebenaran.
Sampul Novel Misteri Ular Xaver
8.3
Sekembalinya dari Kota Xaver, ibu membawa patung dewa ular yang dipercaya bisa memberi keawetan muda jika disembah dengan darah menstruasi perawan. Aku dipaksa menyerahkan darahku dan rambutku dipotong untuk dililitkan di patung itu. Namun, aku menyembunyikan rahasia bahwa aku pernah menginap dengan pacarku saat kuliah. Dua bulan kemudian, konsekuensi mengerikan muncul ketika kulit ibu mulai ditumbuhi bercak biru bersisik dan dia mulai berganti kulit layaknya seekor ular.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED