Sampul Novel CINTA SANG MAFIA : Kembali Mencinta

CINTA SANG MAFIA : Kembali Mencinta

9.5 / 10.0
Pengkhianatan masa lalu mengubah William Ferdinand menjadi pemimpin mafia yang dingin dan skeptis terhadap cinta. Namun, kehadiran kembali Shirley Smith, istri sah yang dinikahinya secara formal, perlahan meruntuhkan dinding pertahanannya. William kini sangat protektif dan posesif, bahkan melarang Shirley mendekati pria lain. Di sisi lain, Shirley yang tidak menyadari status pernikahan mereka merasa sangat kebingungan menghadapi perubahan sikap suaminya yang mendominasi.

CINTA SANG MAFIA : Kembali Mencinta Bab 1

"Tidak peduli apa pun keadaan kamu, aku janji akan menerima kamu apa adanya, Karina."

"Loe gila, tau nggak, Le! Emang loe udah tahu siapa dia sebenarnya? Keluarganya? Pekerjaannya? statusnya?"

"Kenapa loe lakuin ini ke gue?"

"Karena kamu bermarga Ferdinand. Ha ha ha! Kamulah penyebab mereka semua mati, Bule!"

Satu persatu kematian mereka mulai bermunculan di hadapannya. Baju tidur William sudah basah oleh keringat, sementara tubuhnya mengejang kesakitan.

"Apakah kamu masih merasa pantas hidup di dunia ini, Bule! Kamu penyebab kematian mereka!"

Kamu penyebab kematian mereka!

Kamu penyebab kematian mereka!

Pemuda blesteran itu menjerit, terbangun di tengah malam dengan kepala kesakitan. Perutnya bergejolak karena rasa mual. Dengan tubuh lemah dan tertatih dia pergi ke kamar mandi untuk mengeluarkan semua isi perutnya.

***

Jika saja nyawa dapat dibeli setiap kesalahan pasti akan mudah untuk diperbaiki, hingga tiada lagi yang namanya penyesalan. Dan jika setiap orang mau berpikir berulang kali dalam melakukan sebuah tindakan, mungkin penyesalan itu tak akan pernah datang untuk menghantui. Namun, memang seperti itulah hakikatnya hidup di dunia ini. Kesalahan serta penyesalan sudah menjadi hal yang lumrah untuk terjadi.

William Ferdinand tak pernah lagi merasakan ketenangan itu setelah kesalahan yang terjadi tiga tahun lalu. Untuk yang kesekian kalinya selama tiga tahun terakhir, pemuda tampan berdarah Indo-Jerman tersebut tak pernah bisa tertidur dengan lelap. Dia selalu terbangun di tengah malam dengan napas tersengal-sengal dan keringat membasahi tubuh, karena mimpi buruk yang berkepanjangan. Rasa bersalah itu tak kunjung pergi meski berulang kali dia mencoba untuk berlapang dada dan menganggap semuanya sebagai takdir dari yang Mahakuasa.

William berdiri terpaku memandangi sebuah nisan bertuliskan nama 'Ananta Permana Ridho'. Satu-satunya teman serta orang terdekat yang terakhir kali dia miliki, tetapi juga harus pergi meninggalkannya, membuat William hidup sebatang kara. Ini adalah makam keempat yang dikunjunginya hari ini, setelah makan mamanya, saudara kandungnya dan mantan teman kerjanya.

William sebenarnya sudah lelah menyalahkan diri sendiri atas setiap kejadian yang telah merenggut nyawa mereka. Meski begitu perasaan bersalah itu rasanya tak mungkin bisa pergi. Dia merutuki kebodohannya yang terlalu impulsif dalam menjalin sebuah hubungan, hingga pada akhirnya harus berujung kehilangan.

Jika saja waktu dapat diputar kembali, jika saja dia tidak tergesa-gesa dan menyelidiki terlebih dahulu status dari wanita yang telah membuatnya jatuh cinta, mungkin saja saat ini Anan dan Algo masih berdiri dan tertawa bersamanya.

"Maaf."

Entah sudah berapa banyak kata yang berkecamuk dan ingin dia tumpahkan dari dalam kepalanya. Namun nyatanya hanya satu kata tersebut yang berhasil terucap dan memecah keheningan.

William meletakkan sebuket bunga di atas makam Anan, lalu mengusap batu nisan itu dengan lembut.

"Aku berjanji akan lebih sering menjengukmu," ucapnya dengan mata berkaca-kaca. Tak ada yang pernah lebih disesalinya dari kehilangan seorang sahabat akibat ulahnya sendiri.

William berdiri dengan berat hati berbalik dan meninggalkan makam yang pagi itu terlihat sangat sepi.

Di sepanjang jalan pemakaman, ingatan William meraba-raba kembali pada kejadian tiga tahun lalu. Kejadian ceroboh karena keputusannya yang terlalu impulsif. Di mana dia jatuh cinta pada seorang wanita tanpa mengetahui jati dirinya, yang pada akhirnya menyeretnya pada sebuah petaka.

"Jika saja saat itu aku dapat mengontrol diri, apakah kehidupanku saat ini akan berbeda?" gumamnya dalam hati.

Mata biru jernih pemuda tampan itu menengadah pada langit-langit, menerawang kembali ke masa lalu.

***

🔪Tiga Tahun yang Lalu🔪

Kemerlip lampu ibukota menambah indahnya suasana jalanan kota K. Binar sang rembulan menyinari angkuhnya kegelapan malam. Seorang pemuda berdarah campuran tengah mengamati wanita cantik bertubuh mungil yang terlihat berjalan tergesa menuju sebuah ruang apartemen di mana dirinya berada. Pemuda itu bersembunyi di balik tembok, mengintip wanita yang saat ini sedang terpaku menatap sebuah kertas merah muda yang dilipat dengan rapi dan ditempel pada pintu apartemen tersebut.

Wanita bermata sayu itu tersenyum geli. Di jaman yang sudah secanggih ini, masih ada juga orang yang mau repot-repot menulis pada selembar kertas. Setengah ragu, jemari lentik itu terulur untuk mengambil dan membukanya secara perlahan. Mata sayu itu berbinar kala membaca setiap rangkaian aksara yang tersusun dengan begitu rapi dan juga indah. Sesekali dia tersenyum kecil, pancaran rasa haru terselip jelas dari sorot matanya.

Kata-kata puitis yang sudah bisa dia tebak siapa pemiliknya itu mampu menggetarkan lubuk hatinya. Dia terpejam, antara percaya dan tak percaya jika kata-kata itu memang sengaja dirangkai untuknya.

"Bolehkah aku terlalu berharap?" batinnya.

Wanita berparas sunda tersebut menggeleng pelan, lalu berdecak dengan kesal." Tidak mungkin kata-kata ini dirangkai untukku, bukan? Kamu hanya terlalu naif, Karina," lirihnya.

Sudut bibir William melengkung mendengar kalimat tersebut. Dengan langkah pelan dia berjalan mendekat, lalu berdehem padanya.

"Ekheem!"

Deheman itu dalam sekejap membuyarkan lamunan wanita bermata sayu tersebut. Dia berbalik dan tertegun saat melihat pemuda tampan yang sudah setahun ini dekat dengannya, dia tengah tersenyum manis padanya.

Karina menatapnya dengan sedikit linglung. Belum sepenuhnya percaya jika orang yang beberapa hari ini sering mengantarnya pulang, benar-benar tengah berdiri di hadapannya. Penulis aksara indah yang sedari tadi dipikirkannya itu berada tepat di depan mata.

"Will, kamu ...." Karina menghentikan ucapannya. Dia menggigit bibir bawahnya, menatap dengan canggung pada pemuda bertubuh tinggi tegap yang kini tengah berjalan menghampirinya.

Pemuda yang akrab disapa Bule oleh teman satu kostnya itu terkekeh melihat sikap canggung wanita yang baru saja membaca puisi miliknya. Puisi yang sebenarnya memang sengaja dia tempel di sana, hanya untuk mengejutkan wanita yang diam-diam menjadi dambaan hatinya.

Karina Larasati. Dialah satu-satunya wanita yang berhasil masuk dan mengusik kehidupan seorang William, hingga selalu hadir dalam mimpi indahnya dan merenggut semua ketenangan yang dia miliki.

Pertemuan yang cukup intens di restoran tempat William bekerja membuat keduanya tanpa sadar saling menyapa, saling memperhatikan hingga terlibat dalam keakraban dan akhirnya terjerumus dalam sebuah kata bernama asmara.

"Apakah ini yang dinamakan cinta sejati?" Karina berpikir.

"Itu memang untukmu, Karina," tegas William seakan telah memahami isi pikiran Karina.

Wanita itu tersenyum haru. Tak perlu bertanya kembali, dengan membaca dan menghayati setiap aksara yang telah dituliskan William untuknya, dia tentu paham sedalam mana perasaan pemuda tersebut terhadapnya.

"Tapi ... kenapa, Will? Kenapa harus aku?"

Dia penasaran. Dari sekian banyak wanita, kenapa bule tampan itu justru memilih dirinya?

"Semesta yang telah menjunjung rasa ini untukmu, Karina. Sang Hyang Widhi yang menuntun hatiku padamu."

Ada setetes embun yang tiba-tiba hadir dan tertahan di kedua pelupuk mata sayu Karina ketika mendengar jawaban dari William. Kata-kata asisten chef dari salah satu resto terkenal ibukota K itu berhasil membuat dadanya berdetak, seakan ada bunga-bunga yang tengah bermekaran di dalam sana.

Katakan bahwa saat ini dia tengah serakah. Meski ada rasa tak pantas yang seringkali hadir dalam diri Karina, nyatanya, untuk pertama kalinya dia benar-benar merasa sangat bahagia. Binar matanya tak mampu berbohong, ia menunjukkan itu semua.

William benar. Cinta bisa datang dan pergi tanpa permisi, pun hadir secara tiba-tiba tanpa pernah diminta. Seperti saat ini, seperti apa yang telah terjadi padanya meski dia tahu itu salah. Cinta mereka hadir di waktu yang tidak tepat.

Sayangnya, William tak menyadari itu semua.

"Aku harap, semua rasa ini dapat terbalas, Karina. Aku harap, perasaan rindu ini datang di waktu yang tepat."

Deg!

Sebuah rasa tak kasat mata yang seketika mencubit hati Karina kala menangkap kata-kata terakhir yang diucapkan oleh William.

Sekali lagi, pemuda itu benar. Cinta mereka datang di waktu yang kurang tepat.

Namun, melihat pemuda itu yang tiba-tiba membungkuk lalu menyerahkan sebuket bunga padanya layaknya seorang pangeran, Karina memilih untuk mengingkari logikanya.

Dia menginginkannya, sesuatu yang mungkin tak akan pernah datang untuk yang kedua kalinya.

"Will, kamu ...."

"Karina. Kita jadian, ya."

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi CINTA SANG MAFIA : Kembali Mencinta

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Kamu Mungkin Juga Suka

Novel Rilis Terbaru

Sampul Novel CINTA DI MUSIM SEMI
8.0
Dalam kisah romansa modern ini, David dan Arina memulai perjalanan emosional yang menuntun mereka pada kebahagiaan sejati. Berlatar keindahan bunga musim semi yang bermekaran, keduanya belajar saling memahami dan mengisi kekosongan jiwa masing-masing. Seiring berjalannya waktu, hubungan mereka tumbuh dengan begitu indah. Momen singkat di musim ini berhasil menyatukan dua hati dalam sebuah ikatan cinta yang tulus, kuat, dan sangat mendalam bagi mereka berdua.
Sampul Novel Gadis 100 juta (fatamorgana)
9.6
Demi menebus adiknya yang diculik, Daiva Gayatri Maheswari rela menjual kesuciannya pada Keyko Khayang Gumelar seharga 100 juta rupiah. Di tengah kemalangan itu, ia tanpa sengaja bertemu dengan duda tampan bernama Damian di supermarket. Kini, Daiva berada di persimpangan jalan ketika Keyko dan Damian sama-sama berjuang memenangkan hatinya. Siapa pria yang akan dipilih Daiva untuk menemani masa depannya dan melepaskannya dari bayang-bayang masa lalu?
Sampul Novel Istri Pengganti
9.7
Rayhan hancur setelah dikhianati calon istrinya. Demi meluapkan kekecewaan, ia nekat memaksa Zahra menikah dengannya. Zahra tentu saja terkejut dan langsung menolak rencana gila itu. Tak tinggal diam, Rayhan menawarkan sebuah butik sebagai imbalan jika Zahra bersedia menggantikan posisi pengantin wanita yang kabur. Akankah Zahra menerima tawaran tersebut dan sanggup hidup sebagai istri pengganti bagi pria sedingin Rayhan?
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN
9.0
Menjebak Ivander dalam pernikahan paksa rupanya menjadi penyesalan terbesar bagi Nada. Meski begitu, cara ekstrem ini adalah satu-satunya jalan agar ia bisa mendampingi pria yang dahulu pernah ia hancurkan hidupnya. Terbelenggu rasa bersalah, Nada kini bertekad menebus dosa masa lalu lewat pengabdiannya sebagai istri. Namun, mampukah ketulusan Nada melunakkan dinginnya kebencian Ivander, ataukah perjuangannya meraih maaf justru berujung sia-sia?
Sampul Novel Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam
8.5
Seorang penjelajah tersesat di Hutan Gondoriyo dan mengalami teror mistis saat kendaraannya hilang secara gaib. Di sebuah gubuk sunyi, pasangan lansia misterius sempat memperingatkannya. Meski sempat kembali dengan selamat, rasa penasaran justru menyeretnya kembali ke sana, namun hutan itu seolah menguap. Misteri pun kian kelam saat ia menemukan kaitan erat antara kecelakaan bus di jurang dan hutan tersebut, hingga ia harus bertaruh nyawa demi kebenaran.
Sampul Novel My Bad Boss
8.6
Xavier Narendra Maximilian selalu menganggap wanita sebatas teman tidur dan bertekad menghindari pernikahan. Namun, keyakinan sang miliarder goyah setelah bertemu Adeeva Adelia Albert, sekretaris baru yang acuh dan tak berniat memikatnya. Sempat dipandang Adeeva sebagai kesialan terbesar dalam hidupnya, sosok Xavier kini justru menjadi anugerah terindah. Hubungan yang semula dipenuhi kebencian itu kini telah bertransformasi menjadi hari-hari romantis yang indah bagi mereka berdua.

Drama Pendek Terpopuler

Bab
Baca Sekarang
Bagikan
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED