" Lee, ayo berbaringlah disini" ujar Taehyung pada Lee yang masih
sibuk berlari kesana kemari
Kini Lee mulai mendekati Taehyung dan Jungkook yang
sedang berbaring di rerumputan.
"ada apa hyung? " tanya Lee pada Taehyung
" sini, ikutlah berbaring disini"
ujar Taehyung pada Lee
Kini Lee mulai iku berbaring bersama Taehyung dan Jungkook
di rerumputan.
" Lee coba lihatlah ke atas langit, lihatlah langit biru sedang sangat indah" ujar Taehyung pada Jungkook
"iya hyung, awan-awan bergerak di atas sana" tutur Lee yang kini
mulai fokus menatap langit
Jungkook hanya diam saja melihat Taehyung dan Lee berbicara satu sama lain, Jungkook telah mempercayakan urusan Lee pada Taehyung karena Lee memang
jauh lebih dekat dengan Taehyung.
" Lee, apakah kau percaya bahwa orang-orang yang kita rindukan bisa melihat kita dari atas langit
sana" ujar Taehyung pada Lee
"benarkah hyung, apa kedua orang tuaku juga bisa melihatku
dari sana? " tanya Lee
"tentu saja, kau hanya perlu membayangkan wajah mereka ada
disana" jawab Taehyung
" tapi sepertinya aku tidak bisa hyung" ujar bocah itu
" kenapa? Apa yang membuatmu
tak bisa melakukannya? " tanya
Taehyung lagi
Taehyung terus berusaha memancing Lee agar bisa menceritakan sosok kedua orang tuanya, sehingga nanti Taehyung dapat memikirkan cara untuk
menyelesaikan semua.
Ketika semuanya sedang berpikir keras untuk memecahkan masalah Lee, tiba-tiba Sandi teringat akan sesuatu.
"ibu, Kookie, aku teringat sesuatu" seru Sandi pada Ibu dan Andre
"benarkah? Apa itu Tae?" tanya Andre antusias
" ibu, apa ibu bisa menceritakan saat umur berapa Lee dibawa ke panti ini" ujar sandi pada ibu
"kalau ibu tidak salah, Lee datang pertama kali ke panti ini saat usianya kurang lebih dua tahun" jawab ibu pada sandi
"kira-kira apakah saat itu Lee sudah bisa mengingat dengan jelas wajah kedua orang tuanya?" tanya Sandi lagi
"kalau itu ibu tidak yakin, ibu juga tidak tahu apakah Lee masih mengingat wajah kedua orang tuanya atau tidak" jawab ibu
'memangnya ada apa san, apa yang kini sedang kau rencanakan? "tanya Andre pada sandi
"jadi begini, kalau memang Lee tidak mengingat wajah kedua
orang tuanya, maka kita bisa mengatakan padanya kalau orang yang ingin mengadopsinya itu adalah orang tua kandungnya" jelas Sandi pada ibu dan Kookie
"iya itu ide yang Bagus, tapi kita perlu memastikan apakah Lee masih mengingat wajah orang tuanya atau tidak. Jangan sampai nanti kita malah membuat bocah itu tambah sedih karena lagi-lagi kita mencoba membohonginya" jawab Andre
"iya, Kookie benar, kita harus benar-benar memastikan Lee terlebih dahulu. Kita tidak boleh mengambil resiko yang lebih besar
lagi, itu akan sangat menyakiti Lee" ujar ibu
" baiklah bu, aku dan Kookie akan memastikan semuanya pada Lee nanti, kalau kita sudah mendapatkan jawaban dari Lee, baru kita akan memikirkan rencana selanjutnya" jawab sandi
"iya, kurasa kali ini san benar, kita harus memastikan semuanya terlebih dahulu" ujar Andre
"baiklah, ibu percayakan ini semua pada kalian, kalian bisa membuat Lee bercerita tentang kedua orang tuanya pada kalian, tapi kalian harus tetap hati-hati karena biasanya Lee akan sedih
bila membahas tentang orang tuanya" tutur ibu
"iya bu, ibu tenang saja. Aku dan Kookie yang akan mengurus semuanya" jawab sandi
"kami pergi dulu bu" ujar Andre pada ibu
Kini Andre dan sandi mulai meninggalkan ruangan ibu, keduanya kini mulai berjalan ke arah luar panti
" apa rencana kita selanjutnya san?" tanya Andre pada sandi
sepertinya sekarang kita harus menemui Lee, kita harus mencari
tahu lebih banyak tentang sosok kedua orang tua Lee" jawab sandi
tapi bagaimana kita akan bicara pada anak itu?" tanya Andre lagi
"kita hanya perlu membuat anak itu merasa nyaman untuk bercerita pada kita, lalu perlahan kita akan mulai menanyakan tentang kedua orang tuanya " jawab sandi
tapi bagaimana kalau nanti anak itu jadi sedih dan mulai menangis? tanya Andre kesekian kalinya
"sudahlah Kookie, kau jangan jadi cerewet seperti Lee, aku yakin kita akan bisa menyelesaikan masalah
ini" ujar sandi pada Andre
"hmm baiklah kalau kau berpikir begitu" tutur Andre
"sekarang kita harus mencari Lee, apa kira-kira kau tahu dimana anak itu sekarang?" tanya sandi pada Andre
"aku tidak yakin, tapi kurasa anak itu sedang berada di halaman panti. Bukankah kita melihatnya waktu tadi berjalan menuju ke ruangan ibu" jawab Andre
"iya kau benar Kookie, dia tadi bahkan memanggil nama kita" ujar sandi
segera mencarinya" ajak Andre pada sandi
"iya ayo" jawab sandi singkat
Kini kedua sahabat itu mulai berjalan ke arah halaman panti, tempat dimana tadi mereka melihat Lee.
Kini keduanya telah sampai di halaman panti, disana banyak sekali anak-anak panti yang sedang bermain. Taehyung dan Jungkook melihat ke sekeliling halaman untuk menemukan sosok Lee, dan benar saja mereka melihat Lee tengah duduk sendiri di pinggir halaman sembari melihat teman-temannya bermain bola.
"yasudah kalau begitu ayo kita
segera mencarinya" ajak Andre pada sandi
"iya ayo" jawab sandi singkat
Kini kedua sahabat itu mulai berjalan ke arah halaman panti, tempat dimana tadi mereka melihat Lee.
Kini keduanya telah sampai di halaman panti, disana banyak sekali anak-anak panti yang sedang bermain.sandi dan Andre melihat ke sekeliling halaman untuk menemukan sosok Lee, dan benar saja mereka melihat Lee tengah
duduk sendiri di pinggir halaman sembari melihat teman-temannya bermain bola.
"Kookie, lihatlah kesana, bukankah itu Lee?" tanya Sandi pada Andre
"iya Tae, itu Lee, ayo kita segera kesana" jawab Andre pada sandi
Kini keduanya mulai menghampiri
Lee, ke sudut pojok pinggir
halaman
"hyung" teriak Lee kala melihat dan Andre mendekat
"hai Lee, kenapa kau tak ikut bermain dengan teman-temanmu?" tanya sandi pada bocah itu
" tidak hyung, aku sedang tidak ingin bermain sekarang" jawab bocah itu
"tapi kenapa? Apa karena mereka tidak mengajakmu?" tanya Taehyung lagi
"bukan hyung, bukan karena itu, aku hanya sedang merasa letih saja
sekarang makanya aku hanya duduk dan melihat mereka bermain" jawab Lee
Andre hanya diam saja kala melihat sandi asyik berbincang dengan Lee, kali ini dia memang sedang tak ingin bicara pada bocah itu.
"oh ya hyung, ada apa hyung tiba-tiba mencariku? Apakah hyung mulai merasa rindu padaku?" tanya bocah itu
"hmmm, sepertinya begitu. Aku begitu merindukan kata-kata mu yang cerewet itu" jawab sandi
"Tae, ayo kita segera pergi, disini sangat panas sekali" ujar Andre
pada Sandi
"kalian mau pergi kemana? Apa aku boleh ikut? Aku sangat bosan berada disini" tanya Lee pada sandi dan Andre
'ya tentu saja Lee, kau bisa ikut dengan kami" jawab Taehyung
"asyik, terimakasih hyung" ujar bocah itu merasa senang
Kini ketiganya mulai berjalan meninggalkan panti, kini ketiganya menuju ke arah danau. Sepertinya mereka ingin pergi ke danau
"hyung apakah kita akan ke danau?" tanya Lee dalam perjalanan
"kau hafal jalan ini?" tanya Andre kembali
"iya, aku mengingat jalan ini, ini adalah jalan menuju ke danau" jawab Lee
"ya kau benar Lee, kita akan pergi ke danau" ujar sandi
"benarkah? Aku merasa sangat senang sekarang" tutur Lee
Setelah menempuh perjalan yang cukup lama, kini ketiganya telah sampai di danau. Lee segera berlari ketika sampai disana, ia tampak begitu senang kala berlari diatas rerumputan yang hijau.
"Tae, bagaimana kita akan bicara
pada anak itu?" tanya andre
lagi
"aku tidak tahu, tapi kita harus menunggu momen yang pas untuk mengatakannya" jawab sandi
" lalu kapan momen itu akan datang, apa kau tidak lihat kalau dia sekarang sangat merasa senang, lalu bagaimana bisa kita akan menanyakan pertanyaan yang akan membuatnya merasa sedih" ujar Andre
"iya kau benar, sekarang anak itu sangat terlihat bahagia" tutur Andre
Kini Andre dan sandi sama-sama memandang ke arah
Lee, keduanya juga ikut tersenyum kala dapat melihat Lee berakari di rerumputan dengan hati yang riang dan gembira.
Kini keduanya juga merasa bingung, mereka tidak tahu harus mulai dari mana untuk mencari tahu sosok kedua orang tua Lee. Mereka sama-sama tak ingin membuat bocah itu sedih kala harus menanyakan tentang kedua orang tuanya.
Kini sandi dan Andre hanya sama-sama terdiam sembari terus melihat ke arah bocah yang sedang berlari itu.
Ibu kini tengah melamun di ruangannya, sama seperti Sandi dan Andre, kini ibu terus memikirkan tentang Lee. Ibu begitu sangat menyesal karena telah membohongi Leon, namun waktu itu ibu tidak punya pilihan lain.
Kini ibu hanya bisa menyesali semuanya, ia kini juga begitu bingung, ia belum menemukan cara untuk mengatakan semuanya pada Leon.
Bukan hanya masalah Lee saja yang membuat ibu sedih, ibu juga
merasa sedih kala mengingat Sandi dan Andre juga akan segera pergi.
Kini panti akan terasa sepi jika saja Sandi, Andre dan Lee akan menjemput masa depan mereka masing-masing. Selama ini hanya mereka bertiga yang sangat dekat dengan ibu, ibu merasa tak akan bisa bila harus melihat ketiganya pergi.
Namun apa daya, ibu tidak bisa menahan semuanya agar tetap disini. Ibu tak ingin menjadi egois dan penghalang bagi masa depan Sandi, Andre dan Lee.
Kini ibu tak memiliki banyak waktu lagi, ibu harus segera
menikah cara untuk menjelaskan semuanya pada Lee. Orang tua baru yang akan mengadopsi Lee akan segera datang dan membawa Lee ke kota yang lebih besar. Mereka akan membawa Lee pergi jauh dari ibu, dan mungkin saja ibu tidak pernah bertemu Lee lagi.
Kini ibu mulai bangkit dari duduknya, ibu mondar mandir di ruangannya untuk menemukan sebuah cara agar bisa membuat Lee mengerti. Tapi sepertinya saat ini ibu tak bisa melakukannya sendiri, jadi ibu memutuskan untuk menghubungi sandi dan Andre untuk meminta pendapat mereka mengenai masalah ini.
Ibu langsung mengambil ponselnya diatas meja, kini ibu mencoba mencari nomor ponsel Jungkook dan segera menghubunginya.
"hallo Kookie, kau dan Sandi sedang berada dimana?" tanya ibu kala Andre menjawab ponselnya
"iya ibu, aku dan san sedang berada di danau. Ada apa bu? Apa ibu perlu sesuatu?" tanya Andre pada ibu
"iya, ibu memerlukan bantuan kalian saat ini, segeralah kembali ke panti dan temui ibu di ruangan ibu" ujar ibu pada Andre
"baik bu, aku dan Andre akan segera kesana" jawab Andre sembari memutuskan panggilan telepon itu.
Kini Andre kembali menyimpan teleponnya dan buru-buru menghabiskan sarapannya
" ada apa Kookie? Siapa yang menelepon mu?" tanya Sandi pada Andre
"ibu yang barusan menelpon, ibu meminta kita untuk segera menemuinya di ruangannya" ujar Andre
"ada apa ibu mencari kita sepagi ini? Apa ada sesuatu yang penting?
"tanya sandi lagi
"aku tidak tahu, cepatlah habiskan sarapanmu, kita harus: segera menemui ibu" tutur Andre pada sandi
"baiklah kalau begitu" jawab sandi sembari mempercepat makannya
Kini sandi dan Andre telah selesai sarapan, mereka segera berjalan untuk menuju ke panti lagi. Keduanya tak ingin membuat ibu terlalu lama menunggu, keduanya juga khawatir jika terjadi sesuatu yang penting sehingga ibu meminta mereka datang sepagi ini.
Tak butuh waktu lama keduanya telah sampai kembali ke panti, di halaman panti banyak sekali anak-anak yang sedang bermain termasuk Lee. Bocah itu tampak sedang memperhatikan teman-temannya yang sedang bermain.
Sandi dan Andre hanya berlaku di depan Lee, keduanya takut jika nanti mereka menyapa Lee, maka Lee akan kembali mengikuti keduanya.
Namun baru saja Sandi dan Andre melangkah beberapa langkah, bocah itu melihat Sandi dan Andre dan segera memanggil keduanya
"hyung, tunggu" teriak Lee kala melihat sandi dan Andre melintas di halam panti
Sandi dan Andre sama-sama mendengar teriakan itu, tanpa menoleh keduanya sudah tahu kalau yang memanggil mereka adalah Lee.
Mendengar teriakan Lee Sandi dan Andre langsung melanjutkan langkah kaki mereka. Sandi dan Andre tak menoleh sama sekali pada Lee,kini keduanya malah menambah kecepatan langkah kaki mereka.
"hyung tunggu aku, apakah kalian tidak mendengarku "teriak Lee
lagi
Namun kali ini Sandi dan Andre benar-benar tidak ingin berbicara pada bocah itu. Mereka seakan tahu kalau nanti mereka bicara pada Lee, maka Lee akan terus mengganggu mereka sedangkan ibu telah menunggu kedatangan keduanya.
Sandi dan Andre berlalu meninggalkan Lee, kini jarak mereka dengan Lee sudah sangat jauh sehingga Sandi maupun Andre tak bisa mendengar teriakan anak itu lagi.
"ah syukurlah, kita bisa terbebas dari anak itu" ujar Andre menghela nafasnya
"aku sih sebenarnya kasihan
melihatnya, tapi aku tahu kalau anak itu tidak akan membiarkan kita pergi begitu saja, sedangkan ibu telah menunggu kita di ruangannya " tutur Sandi
"iya kau benar san, aku juga mengkhawatirkan hal itu saat melihat anak itu mulai memandang ke arah kita" ujar Andre
"sudahlah, kita tak perlu memikirkannya dulu, saat ini kita harus segera sampai di ruangan ibu secepat mungkin" jawab Andre
Kini keduanya kembali mempercepat langkah kaki mereka, keduanya ingin segera
sampai di ruangan ibu dan melihat apa yang sebenarnya membuat ibu memanggil mereka sepagi ini.
Setelah cukup lama berjalan, kini keduanya telah sampai di ruangan ibu. Disana ibu terlihat mondar mandir seakan sedang memikirkan sesuatu.
" permisi bu" ujar Andre kaka memasuki ruangan ibu
"Kookie, dan ayo segera duduk, akhirnya kalian datang juga" ujar ibu kala melihat sandi dan Andre memasuki ruangannya
ada apa bu? Kenapa ibu memanggil kami?" tanya Sandi pada ibu
"begini san, Kookie, ibu ingin menanyakan apakah kalian sudah memiliki cara untuk berbicara pada Lee?" tanya ibu pada Sandi dan Andre
"belum bu, semalaman kami juga telah memikirkan caranya, tapi kami belum menemukan cara yang tepat untuk bicara pada Lee" jawab Andre pada ibu
"lalu kita harus berbuat apa sekarang, kita tidak bisa mengulur waktu lebih lama lagi" tutur ibu
"iya ibu, kami juga sedang berpikir keras untuk menyelesaikan masalah ini" jawab sandi pada ibu
Kini ibu, sandi dan Andre tengah sama-sama berpikir untuk menemukan solusi dari masalah Lee. Ketiganya kini sama-sama terdiam, mereka sama-sama mencari ide yang tepat untuk bicara pada Lee.
Ibu kini kembali mondar mandir, ibu merasa tak punya banyak waktu lagi. Ibu harus bisa menemukan solusi hari ini juga, karena sepertinya orang tua baru Lee tak bisa menunggu lebih lagi.
"bu, ibu duduklah, jangan berdiri seperti itu, nanyi ibu bisa pusing" ujar Andre yang khawatir melihat ibu
tidak Kookie, ibu tidak bisa
duduk tenang sekarang, ibu harus segera menemukan solusi untuk semua masalah ini" jawab ibu pada Andre.
"bu, Kookie benar, ibu harus tenang terlebih dahulu, kita pasti bisa menyelesaikan semua masalah ini" tutur Andre
"tapi bagaimana ibu bisa tenang sekarang, ini semua menyangkut masa depan Lee. Ini adalah kesempatan yang Bagus untuk Lee memulai kehidupannya yang baru" ujar ibu
"iya bu, kami juga menginginkan Lee bisa hidup bahagia kedepannya, kita semua sama-sama menginginkan yang
terbaik untuk Lee, tapi kita harus tetap tenang dalam menghadapi semua ini. Jangan sampai kita nanti akan membuat hati Lee terluka lagi, bukankah kita ingin Lee akan terus tersenyum" tutur Andre
Kini ibu mulai mendengarkan perkataan Andre dan sandi, ibu kini mau untuk duduk dan tidak terlalu memikirkan semua masalah ini yang bisa membuatnya bisa saja sakit.
Kira-kira bagaimana cara ibu, sandi dan Andre menyelesaikan semua masalah ini?
Malam ini Sandi dan Andre pergi ke kamar Lee, keduanya akan membantu bocah itu untuk mengemas barang-barangnya.
Kini keduanya telah berada di depan kamar Lee, sepertinya hanya ada Lee di kamar itu dan pintu kamar itu tidak tertutup sama sekali.
"hai Lee" sapa Sandi kala memasuki kamar bocah itu
"hyung, tumben sekali kau datang ke kamar ku " ujar bocah itu"kau hanya sendiri? Dimana teman-teman sekamarmu?" tanya Sandi pada bocah itu
"oh teman-teman ku masih berada di ruang makan, mereka masih makan malam" jawab bocah itu
"oh begitu " ujar sandi yang kini ikut duduk di ranjang milik bocah itu
Andre hanya berdiri saja menatap Sandi dan Lee, ia hanya akan menyimak pembicaraan keduanya saja.
apa kau telah selesai berkemas?" tanya sandi lagi
"iya hyung, aku telah mengemas semua pakaian ku" jawab Lee
"baguslah kalau begitu, apa kau telah berpamitan pada teman-temanmu?" tanya sandi lagi
"sudah hyung, aku sudah berpamitan pada semuanya" jawab Lee penuh semangat
"hmm Bagus Lee, berarti kau benar-benar telah siap untuk pergi"
"iya hyung aku benar-benar telah siap, aku juga sudah tak sabar melihat kedua orang tuaku. Bagaimana wajah mereka, apa mereka akan mirip denganku' ujar bocah itutentu saja mereka akan mirip dengan, bukankah mereka ayah dan ibumu" ujar sandi lagi
Kini sandi mulai menatap bocah itu, bocah itu sepertinya sangat bahagia sekali, senyuman terus terukir di wajahnya yang manis.
"Lee, ambil ini" ujar sandi sembari memberikan secarik kertas pada Lee
"apa ini hyung?" tanya Lee ketika menerima kertas ini
"itu adalah nomor ponselku dan Kookie, kau bisa menghubungi kami jika kau membutuhkan sesuatu nanti" jawab sandi Tentu saja mereka akan mirip dengan, bukankah mereka ayah dan ibumu" ujar sandi lagi
Kini sandi mulai menatap bocah itu, bocah itu sepertinya sangat bahagia sekali, senyuman terus terukir di wajahnya yang manis.
"Lee, ambil ini" ujar sandi sembari memberikan secarik kertas pada Lee
"apa ini hyung?" tanya Lee ketika menerima kertas ini
"itu adalah nomor ponselku dan Kookie, kau bisa menghubungi kami jika kau membutuhkan sesuatu nanti" jawab sandi
"wah terima kasih hyung, aku pasti akan sering-sering menghubungi kalian" ujar bocah itu
"baguslah kalau begitu, sekarang kau tidurlah, kami akan segera pergi" ujar sandi pada Lee
"baik hyung, selamat malam" jawab Lee
Kini sandi dan Andre mulai meninggalkan bocah iti, kini keduanya sedang menuju ke kamar mereka.
"ah senangnya" ujar sandi kala menghempaskan tubuhnya di atas kasur miliknya
Andre kini hanya duduk disebuah kursi yang berada di kamar mereka
"akhirnya anak itu akan pergi juga" ujar Andre
apa kau senang anak itu pergi Kookie?" tanya Sandi tiba-tiba
"yah antara senang dan sedih, tapi sudahlah aku tak ingin terus mengingat anak itu" jawab Andre
Kini sandi mulai bangkit dari tempat tidurnya dan duduk
"Kookie, lalu kapan kita akan pergi juga dari sini?" tanya Sandi pada Andre
"kita juga harus segera pergi san,kita tidak boleh membuang waktu lagi, bukankah ibu juga sudah memberi izin kita untuk pergi jadi kita tidak bisa terus menunda ini semua" ujar Andre
"iya kau benar Kookie, mungkin akan terasa sangat sulit di awalnya tapi semua akan kembali baik-baik saja setelah kita pergi. Ibu hanya akan perlu waktu untuk melupakan kita, begitu juga dengan kita, kita hanya perlu waktu untuk melalui ini semua" ujar Andre
"sekarang ayo kita putuskan kapan kita akan pergi, kalau masalah uang bukankah kita sudah memiliki sedikit modaluntuk ongkos dan menyewa sebuah kos-kosan " tutur Andre
"iya kau benar, sekarang tak ada alasan lagi bagi kita untuk tetap berada disini " jawab sandi
Kini kedua sahabat itu mulai merundingkan kapan mereka akan pergi dari panti
"Kookie, bagaimana kalau kita pergi sehari setelah kepergian Lee" usul sandi pada Andre
"maksudmu kita akan pergi besok lusa?" tanya Andre
"iya kita akan pergi esok lusa, kita harus segera memulai kehidupanbaru di luar sana" jawab sandi
"baiklah kalau begitu, besok kita harus memberitahu ibu kalau kita juga akan pergi esok lusa" ujar Andre
"okee, kita juga harus mulai mempersiapkannya dari sekarang" tutur Sandi
"kalau begitu, ayo kita segera tidur, bukankah besok kita harus melepas kepergian Lee" ujar Andre
"ya kau benar, kita harus melihat dan melepas sendiri Lee besok" jawab sandi
"baiklah, kau tolong sekalianmatikan lampunya, aku akan tidur terlebih dahulu" ujar Andre
"hey Kookie, berani-beraninya kau sekarang memerintah hyung mu ini" protes Andre
Namun Andre tak menghiraukan lagi perkataan sandi, kini ia berusaha memejamkan matanya untuk segera tidur.
"bahkan sekarang dia telah berani mengabaikanku" ujar sandi pelan
Dengan sangat terpaksa sandi bangkit dari duduknya dan mulai berdiri untuk seger mematikan lampu kamar mereka.Pagi ini semua pengurus panti dan semua anak-anak panti tengah berkumpul di halaman panti. Pagi ini mereka akan sama-sama melepas kepergian Lee bersama orang tuanya yang baru.
Memang sudah menjadi kebiasaan di panti melepas setiap anak-anak yang mempunyai keluarga baru secara bersama-sama di halaman panti seperti ini.
Kini semuanya telah berkumpul di halaman panti kecuali sansi dan Andre, kedua sahabat itu masih tak terlihat dimanapun. Sepertinya keduanya masih berada di kamar mereka"ibu dimana hyung Tae dan hyung Kookie?" tanya Lee pada ibu
" mereka tak ada disini?" tanya ibu sembari melihat ke sekeliling
Ibu terus memperhatikan setiap orang yang hadir disana, dan benar saja belum ada sosok sandi dan Andre diantara banyaknya orang di halaman itu
"kemana perginya mereka? Seharusnya mereka sudah berada disini sekarang" ujar ibu
"bagaiaman ini ibu, apa mereka tidak ingin melihat kepergianku?" tanya Lee lagi
"Lee sabarlah, pasti mereka akansegera datang, mungkin saat ini mereka masih bersiap-siap di kamar mereka" jawab ibu pada Lee
"ibu aku tak akan bisa pergi tanpa melihat mereka terlebih dahulu" ujar Lee lagi
"iya Lee, mereka pasti akan segera datang" ujar ibu berusaha menenangkan Lee
Kini Lee marasa sanagt gelisah sekali, ia masih tak bisa tenang kalau belum melihat kehadiran sandi dan Andre berada disana.
Bagi Lee kehadiran mereka sangat penting, Lee sudah menaggap keduanya sebagai kakakkandungnya. Lee tak ingin pergi sebelum melihat kehadiran ke dua hyungnya itu
"Lee kau jangan cemberut begitu, sebentar lagi kedua orang tuamu akan segera datang menjemputmu, bagaimana jika mereka melihatmu cemberut begini" ujar ibu yang melihat bocah itu mulai cemberut
tapi ibu, aku tak bisa tenang jika hyung Tae dan hyung Kookie tidak ada disini, aku tak bisa pergi tanpa melihat mereka terlebih dahulu " ujar Lee lagi
"baiklah, ibu akan coba menghubungi mereka, jadi kau tenang saja" tutur ibu pada Lee
Kini ibu mulai mencoba menghubungi Jungkook, ibu juga tak ingin jika melihat Lee terus merasa sedih dan cemberut hanya karena sandi dan Andre tidak berada disana.
Ibu telah mencoba menghubungi mereka beberapa kali, tetapi masih tak ada jawaban dari sandi maupun Andre
"kemana sebenarnya mereka? Bagaimana bisa mereka menghilang disaat-saat penting seperti ini" ujar ibu pelan
"bagaimana ibu, apa mereka akan segera datang?" tanya Lee lagi
"iya mereka telah menuju kemari"jawab ibu berbohong
Ibu terpaksa berkata bohong pada Lee, ibu tak ingin terus melihat bocah itu cemberut. Kini ibu hanya bisa berharap Sandi dan Andre akan datang tepat waktu sebelum kedua orang tua Lee datang.
Setelah cukup lama, akhirnya kedua sahabat itu datang ke halaman tempat semuanya berkumpul
"hyung" teriak Lee kala melihat sandi dan Andre datang mendekat
"dari mana saja kalian? Bagaimana kalian bisa telat di saat-saat penting seperti ini" ujar ibu pada sandi dan Andre
"maaf ibu, kami terlambat karena sandi begitu susah untuk di bangunkan" jawab Andre pada ibu
"maaf bu, aku lupa hari ini adalah hari pelepasan Lee" ujar sandi meminta maaf
"yaudah, yang penting kalian sudah berada disini sekarang. Apa kalian tahu tadi Lee sangat gelisah ketika tak melihat kalian berada disini, ia juga bilang tak akan pergi tanpa bertemu kalian terlebih dahulu" ujar ibu
"kami sungguh minta maaf ibu"tutur Andre
Kini semuanya benar-benar telah berkumpul untuk melepas kepergian Lee, kini Lee tampak sangat berharga karena semua orang datng untuk melepas kepergiannya.
"Lee apa kau merasa senang sekarang?" bisik Taehyung pada Lee
tentu saja hyung, kini semua orang ada disini, aku akan pergi dengan senang sekarang" jawab bocah itu
"syukurlah kalau kau merasa senang, tapi kau jangan pernah melupakan semua keluargamu yang ada di sini" ujar sandi pada bocah itu
" tentu saja hyung, aku tidak akan pernah melupakan kalian semua" jawab Lee sembari memeluk tubuh Sandi
Kini sandi kembali merasa haru dan sedih kala Lee memeluk tubuhnya, ia kini berusaha keras menahan air matanya agar tidak jatuh.
Di samping sandi tampak ibu dan Andre yang kini juga mulai menunduk untuk menyembunyikan kesedihan mereka. Keduanya juga tampak begitu sedih melihat Lee akan segera pergi dan meninggalkan mereka.
Di tengah-tengah kesedihan yang dirasakan semua penghuni panti, tiba-tiba dari kejauhan terlihat sebuah mobil datang mendekat menghampiri mereka di halaman panti.
"kini waktunya telah tiba" ujar ibu dengan air mata yang mengalir di pipinya