Beberapa jam sebelum nya.
"kak jemput aku di klub malam xxxxxxx"
bayangkan bagaimana terkejutnya Theo saat dia tahu adik tirinya ada di sebuah klub malam tanpa diketahui oleh dirinya, dia bilang pergi ke pesta ulang tahun teman nya tapi bukan berarti ke diskotik.
"apa?" tanpa berpikir dua tiga kali dia bergegas meninggalkan semua orang yang ada disekitar nya. Diabaikan nya para relasi bisnis nya dimana kini mereka tengah melakukan obrolan pertemuan tentang kerjasama proyek terbaru mereka.
dan disini dia, mencari keberadaan adik nya di antara lautan manusia.
"Dimana Athena?" Dia bertanya pada satu gadis yang pernah dia lihat beberapa kali ke apartemen nya.
"disana" dan tanpa peduli pada gadis tersebut, Theo melesat cepat menuju ke arah yang dimaksud oleh nya.
Dan sialnya Theo pikir ada yang salah dengan tubuh nya, dia merasa seperti nya apa yang dia minum tadi salah, mungkin karena tidak biasa banyak minum memberikan efek panas dan gerah di tubuhnya.
Begitu dia mendapatkan sosok gadis tersebut secepat kilat Theo langsung bergerak berlarian menuju ke arah Athena.
bisa dilihat bagaimana ekspresi panik laki-laki tersebut saat ini, dia berusaha untuk menetralisir detak jantungnya di tengah perasaan aneh dan juga tubuhnya yang semakin aneh.
Oh shi..t ada apa dengan ku?!.
Theo mengeluh didalam hati nya, mencoba untuk memijat-mijat kepalanya yang terasa sakit secara tiba-tiba. Tapi dia berusaha untuk mengabaikan apa yang ada di dalam kepala dan juga tubuhnya, baginya saat ini Yang penting dia menjemput adiknya dengan segera.
"apa yang kamu lakukan disini?" dia pantas bertanya pada gadis itu, menatap Athena dengan perasaan gelisah karena dia pikir ada yang aneh dengan kondisi adik tiri nya saat ini.
"Kamu mabuk?"
dia kembali bertanya dengan cepat pada gadis tersebut, mencoba untuk menyentuh kedua belah wajah adik tiri nya tersebut dengan cepat.
"kak?" Athena secepat kilat menatap dalam wajah Theo, ketika dia merasakan sebuah sentuhan mengenai wajahnya.
seolah-olah ada aliran listrik khusus yang mengalir di dalam tubuhnya ketika laki-laki tersebut menyentuh dirinya, tidak tahu kenapa tapi dia merasa ada sesuatu yang aneh di dalam perasaannya saat ini saat laki-laki itu terus berusaha untuk menyentuh kulitnya.
satu desiran aneh menghantam dirinya, dia mencoba untuk menetralisir detak jantungnya, seolah-olah dia haus akan sentuhan dari laki-laki di hadapannya tersebut.
"aku pikir ada yang salah dengan diriku mungkin aku mabuk" dia mulai bicara melantur agak bingung dengan apa yang terjadi pada dirinya saat ini.
"apa kamu minum banyak?" laki-laki itu berusaha untuk menelusuri bola mata Athena, menatap khawatir gadis yang ada di hadapannya tersebut.
Athena berusaha untuk menggelengkan kepalanya dengan cepat, kemudian gadis tersebut berkata lagi.
"aku hanya minum satu gelas tapi sepertinya minuman yang aku minum tidak seperti minuman biasanya" dia mulai mengeluh sabarin memijat-mijat kepalanya untuk beberapa saat, dia merasa dirinya berputar-putar dan tubuhnya terasa benar-benar mulai menghangat.
ada satu sensasi aneh yang terus mengalir di dalam tubuhnya melewati setiap pori-pori dan juga urat-urat di aliran darahnya, Athena benar-benar merasa ada yang tidak beres dengan dirinya saat ini.
mendengar ucapan adiknya tersebut jelas saja membuat Theo langsung mengerutkan keningnya.
"aku sudah bilang meskipun usiamu sudah cukup 17 tahun, tapi bukan berarti kamu harus bisa sembarangan minum tanpa pendamping di sampingmu, ada berbagai macam minuman dengan kadar alkohol yang juga berbeda, kamu salah meminum nya itu akan beresiko buruk untuk dirimu sendiri" laki-laki itu mulai protes dia membopong tubuh karena dengan cepat dan berusaha untuk membawanya pergi dari sana.
"maafkan aku aku tidak memikirkannya sampai ke sana"
Ada sejuta sesal dari kalimat yang diucapkan oleh gadis tersebut, mungkin ini adalah kesalahannya karena sembarangan minum tanpa pernah berpikir apa akibat dan resikonya.
"Kak...bawa aku pulang sekarang, aku benar-benar ingin berbaring di atas kasur"
dia bicara cepat, memeluk Theo dengan cepat, menenggelamkan dirinya pada laki-laki tersebut, demi apapun dadahangat Theo seolah-olah menjadi satu obat yang sangat dia butuhkan saat ini.
rasanya dia menemukan sesuatu yang dia inginkan, sesuatu yang membuat dia berdebar-debar dan dan ingin di sentuh di beberapa bagian tubuhnya oleh laki-laki tersebut.
"Kak..." Dia mengeluarkan kembali suaranya, terdengar seperti sebuah desahan yang menggoda pendengaran.
tidak tahu kenapa tapi Athena menatap Theo dengan penuh gairah, ketika dia melihat bibir hidung wajah dan semua anggota tubuh laki-laki tersebut dia berpikir ingin sekali menyentuhnya dan bahkan menyambar bibir laki-laki yang ada di hadapannya tersebut.
"Kakak terlihat seksi malam ini" demi apapun sangat tidak tahu diri sekali saat gadis itu bicara memuji ke arah kakak tirinya sembari menatap penuh hasrat ke arah laki-laki yang ada di hadapannya tersebut.
hal itu jelas membuat Theo merasa pening mendengar nya,kini dia merasa kepalanya semakin berdenyut-denyut, dan dia merasa ada yang memberontak didalam tubuhnya ketika Athena tahu-tahu kembali masuk kedalam pelukan nya.
Ada apa?.
Theo mengerutkan keningnya.
dia pikir ada yang tidak beres dengan dirinya saat ini dan rasanya ini buruk sekali.
sial.
laki-laki itu mencoba kembali mengumpan dan berusaha untuk menahan perasaannya yang terasa begitu aneh dan Theo bersusah payah berusaha kembali membawa Athena untuk melangkah keluar dari sana menuju ke arah parkiran, mencari dimana mobil nya dan membawa masuk tubuh adik tiri nya ke dalam mobilnya, begitu tiba di dalam mobilnya dia buru-buru membiarkan gadis tersebut duduk tepat di samping kemudi, setelah itu Theo dengan cepat berjalan memutar bergerak menuju kearah pintu kemudi, membuka pintu mobilnya dengan tergesa-gesa setalah itu dia duduk di atas kursi kemudi nya.
laki-laki tersebut mulai melajukan mobilnya secara perlahan ke arah sisi kirinya untuk mencari jalan memutar kembali apartemen nya.
Yakinlah sejak tadi ada satu perasaan gelisah yang terus menghantam laki-laki tersebut saat ini, dia tidak mengerti Ada apa sebenarnya, tapi dia merasa tubuhnya semakin lama semakin gerah dan panas hingga membuat dia menarik depan kancing kemejanya dan mengendurkan kemeja yang digunakannya tersebut dengan perasaan yang bercampur untuk menjadi satu.
"kenapa kamu pergi ke klub malam tanpa izin dari semua orang?" Kini laki-laki tersebut berusaha untuk bertanya pada Athena, masih sedikit marah karena gadis tersebut pergi ke tempat yang tidak dia sukai tanpa ada orang terdekat di sampingnya atau bahkan tanpa dirinya.
"Maafkan aku, aku hanya berusaha untuk bersenang-senang bersama teman-temanku, ada yang ulang tahun tapi..."
gadis itu menjawab dengan perlahan namun kemudian dia menghentikan kata-katanya.
"Benar-benar Maafkan aku, kak"
ucap gadis itu lagi kemudian.
yah dia tahu ada kejadian seperti ini hingga membuat dia merasa kepalanya berputar-putar dan tubuhnya menjadi aneh seketika dia merasa ada sejuta sesal di dalam dirinya.
dia tidak berani bicara pada Theo apa yang dia rasakan saat ini, bahkan dia tidak berani bicara pada kakaknya itu soal teman laki-laki nya yang memberikannya minuman yang aneh.
dia tahu betul bagaimana Theo ketika marah, laki-laki tersebut bisa berbuat melampaui batasannya dan begitu mengerikan, setiap seseorang ada yang mencoba untuk berbuat yang tidak tidak atau melukai sedikit saja kulitnya maka bisa Athena Pastikan Theo akan menghajar siapapun itu tanpa berpikir dua tiga kali.
dia memilih untuk diam dan tidak membicarakannya sama sekali, berusaha memejamkan bola matanya namun realitanya sangat sulit bagi nya.
pada akhirnya keheningan menghantam mereka berdua, di mana kedua orang tersebut larut dengan pemikiran masing-masing dan rasa di dalam tubuh masing-masing yang tidak mereka ketahui dan pahami.
Sedangkan Theo terus mencoba untuk menetralisir perasaannya dan berpikir apa dia salah minum wine yang diminumnya tadi.
Begitu Theo turun dari mobil mereka, laki-laki tersebut menyeret langkah Athena sang adik tirinya tersebut dengan bersusah payah, tidak tahu kenapa tapi Theo berpikir seakan-akan tubuh nya benar-benar menjadi tidak baik-baik saja.
semakin dia menyentuh oleh gadis yang ada di sampingnya itu semakin dia merasa satu hantaman aneh menghantam dirinya, ditambah lagi beberapa setan kecil seakan-akan berbisik-bisik di atas kepalanya, meminta dia untuk menyambar bibir gadis yang sudah 1 hampir 4 tahun lebih menjadi adik tirinya tersebut.
"setubuhi dia" bisikan itu sangat nyata.
"No" Theo mencoba memberontak dari pemikiran kotornya.
dia benar-benar kesusahan saat ini, mencoba untuk menetralisir detak jantungnya sembari menggendong Athena yang mabuk parah untuk masuk ke dalam apartemen nya.
Seharusnya dia tidak mengizinkan gadis tersebut keluar melewati pesta perayaan ulang tahun teman nya, seharusnya dia tidak membawa Athena tinggal di apartemen nya, semua mungkin tidak akan jadi sekacau ini saat ini.
begitu tiba di pintu masuk apartemen dua orang terlihat menundukkan kepala mereka, melebarkan senyuman mereka kemudian membantu Theo membuka pintu elevator nya ada di didepan mereka.
"apa adik anda baik-baik saja tuan?" Yang satu security apartment tersebut, satu nya adalah sopir pribadi nya.
mendengar pertanyaan salah satu dari mereka berdua membuat Theo diam, dia tidak berniat untuk menjawab sama sekali.
Athena, pesona gadis tersebut sebenarnya sudah mengganggu hidupnya saat gadis tersebut pertama kali dibawa oleh ayah nya, memperkenalkan ibu nya yang akan menjadi ibu sambung Theo kemudian memperkenalkan Athena yang akan menjadi adik tirinya.
Pandangan pertama membuat dia gelisah, gadis cantik dengan seragam SMP dibalut kepolosan dan keceriaan yang luar biasa.
sejujurnya semakin bertambah usia Athena, Theo menjadi semakin gelisah. Meskipun dulu dia pernah membayangkannya berkali-kali jika dia mencium bibir indah Athena dan ingin sekali membawa nya melayang ke angkasa dalam sensasi bercinta yang dia impikan atau berkhayal menjadikan gadis tersebut sebagai istrinya, tapi seiring berjalannya waktu setelah dia menjadi sedewasa ini dia menekan kewarisannya dan berkata dia jangan gila dan dia tidak mungkin melakukan nya karena mereka tidak mungkin bersama.
"Dia sedikit lelah, ini bukan masalah" Pada akhirnya Theo menjawab, dia terus menggendong Athena dan membiarkan kaki nya masuk ke dalam pintu elevator dihadapan nya.
percayalah saat Theo menggendong adiknya tersebut ala bridal style, seluruh pasang bola mata menutup iri ke arah laki-laki tersebut karena memperlakukan perempuan di dalam pelukannya dengan cara yang begitu istimewa, orang-orang asing penghuni apartemen berpikir jika dia menggendong pasangannya dengan begitu mesra, sengaja tidak membangunkan kekasih nya dan dia dipikir sebagai kekasih yang sangat pengertian.
Sial.
di balik apa yang orang-orang lihat dan orang-orang fikirkan kan, Theo sama sekali tidak mempedulikan nya, laki-laki tersebut pikir dia harus segera sampai menuju ke arah kamarnya karena dia merasa kepalanya semakin lama semakin berdenyut kencang saat ini.
seperti nya efek minuman yang dia konsumsi bersama relasi bisnis nya tadi Cukup membuat hilang kesadaran nya.
Yakinlah saat ini laki-laki tersebut menahan gejolak di dalam diri nya yang terus memberontak sejak tadi, apalagi saat Athena mulai dengan nakal meraba-raba dadanya.
"Kakkk...aku pikir ini panas, buka baju ku, aku mohon"
Bisik Athena saat elevator yang mereka naiki bergerak menuju ke lantai atas.
"Please buka pakaian ku"
Rengek Athena lagi, dia mencoba untuk membuka pakaian nya didalam elevator tersebut.
sontak saja apa yang dilakukan Athena membuat Theo terkejut.
"apa?". tanyanya sambil membulatkan bola matanya.
"Ada apa dengan mu?"
laki-laki itu langsung berusaha untuk mengingatkan adik nya itu.
"No....no... Athena baby apa yang kamu lakukan? stop sayang ini di muka umum, lakukan dikamar, please"
Theo menjawab sambil menggelengkan kepalanya, dia pikir Athena pasti gila, apa efek mabuk bisa separah itu?.
ada terlalu banyak beban yang hantamnya saat ini, selain dia harus menahan gerakan adiknya dan tingkah laku Athena yang tiba-tiba menjadi aneh laki-laki tersebut berusaha untuk terus menekan kesadaran nya sendiri sejak tadi.
Ada apa dengan mu Theo?!
dia mulai mengeluh, sentuhan demi sentuhan yang diberikan oleh adiknya sangat menyiksa dirinya, dia merasa di bawah sana seolah-olah bergejolak dan mulai memberontak dengan sempurna.
percayalah sepertinya dibawa sana perlahan mulai mengembung dengan sempurna.
jangan katakan kamu meminta nya.
batin Theo lagi.
Dia tahu laki-laki seusianya jelas lumrah meminta sesuatu ketika dia menginginkannya, meskipun tidak dipungkiri dia sering melakukan sesi percintaan dengan beberapa perempuan panggilan, tapi dia tidak memilih sembarang perempuan bahkan dia menggunakan kondom untuk mencari aman.
Mengingat dia laki-laki normal, memiliki pergaulan yang luas dan laki-laki seperti dirinya yang terlalu sering hilir mudik keluar masuk ke tempat klub malam apalagi dalam urusan pekerjaan nya dengan orang-orang pembisnis yang suka merealisasikan bisnis mereka di tempat tertutup seperti itu, jelas sangat munafik sekali jika dia masih mempertahankan keperjakaan nya dan tidak pernah menyentuh seorang perempuan pun, tapi Theo pikir bukan berarti dia memiliki sebuah keinginan besar dan berhasrat dengan adik tiri nya sendiri saat ini.
Kau pasti sudah gila.
Umpat Theo kesal.
Tringggg.
seketika pintu elevator terbuka, laki-laki itu menatap ke arah Athena yang terus bergerak meraba-raba dadanya dan bahkan mencoba untuk melepaskan baju perempuan itu sendiri sejak tadi karena terus meracau berkata panas.
laki-laki tersebut jelas saja langsung buru-buru keluar dari pintu elevator begitu dia tiba di lantai di mana kamar hotelnya berada, laki-laki itu dengan cepat membawa adik nya itu masuk ke dalam kamar miliknya.
dia pikir jika Athena kehilangan akal warasnya dan memaksakan diri untuk membuka bajunya sendiri saat ini juga maka ini benar-benar sangat memalukan, di mana di setiap sudut hotel jelas terpasang CCTV pengawas, itu pasti sangat memalukan sekali.
tanpa berpikir dua tiga kali Theo langsung membuka pintu kamar apartment nya begitu mereka tiba di depan kamar nya kemudian menutupnya kembali.
"Kakkk...."
lagi Athena merengek kearah nya, memaksakan diri membuka pakaian nya saat laki-laki tersebut telah meletakkan tubuhnya ke atas kasur.
"Athena apa yang kamu lakukan?" Theo mengerutkan keningnya.
Tiba-tiba saja Athena menyambar tubuh Theo ketika dia telah meletakkan gadis tersebut keatas kasur, hal tersebut sontak membuat laki-laki itu langsung terkejut.
Athena..."
Dia nyaris tidak bisa bernafas, namun detik berikutnya Athena membalikkan posisi mereka, gadis tersebut menindih tubuh nya dan dengan gila nya Athena menyambar bibir laki-laki tersebut begitu saja.
"Athena...no... please"
Theo mati-matian mencoba melepaskan diri.
bagi nya ada yang aneh dengan Athena.
"Puaskan aku kak...aku benar-benar membutuhkan nya saat ini."Bisik Athena cepat.
bola mata gadis tersebut dipenuhi gairah saat menatap dirinya.
"Apa?" Theo jelas terkejut.
Dia belum sempat bicara hingga didetik berikut nya gadis tersebut dengan cepat kembali menyambar bibirnya kembali, mengajak nya berpetualang dalam dunia yang tidak semestinya mereka lalui bersama.
Dan Theo seolah-olah terpancing atas sulit nya dia mencoba menahan hasrat nya saat ini.