Pagi yang cerah dan tentunya juga dengan suasana hati seorang gadis yang baru saja bangun dari tidurnya, pagi ini ia sengaja bangun pagi karena hari ini ia akan pergi bekerja untuk pertama kalinya, setelah sekian lama ia mencari kerjaan dan baru kemarin ia dapat panggilan kerja dari perusahaan yang tentunya sangat benefit. Sudah lama ia sebenarnya ingin masuk ke perusahaan itu karena selain menjanjikan dan gaji besar tentu saja dengan bekerja diperusahaan itu ia bisa berkembang karena setiap karyawan yang kerjanya bagus akan mendapat penghargaan selain itu juga akan naik pangkat dan kebanyakan yang didengarnya setiap karyawan yang naik pangkat pasti akan dipindah kerjakan ke kantor pusat. Ya gadis cantik yang baru berusia 23 tahun, bernama Ainsley Arabella Caesar yang sering dipanggil Ara oleh teman-teman kampusnya dan juga tentangga dirumahnya. Ara baru saja wisuda S1 nya beberapa hari yang lalu, Ara bisa kuliah karena harta peninggalan dari kedua orang tuanya, Ara juga bekerja paruh waktu disebuah restoran milik temannya untuk menambah buat kuliahnya Ara tak bisa diam saja karena pasti harta peninggalan dari orang tuanya lama-kelamaan kalau digunakan juga akan habis maka dari itu Ara harus bisa hidup mandiri dan saat itu pula teman Ara menawarkan pekerjaan ke Ara, temannya itu bernama Shella anak dari pengusahaan restoran yang sukses. Ara dan Shella berteman sejak mereka awal masuk kampus sampai kini mereka masih menjadi teman baik. Kini Ara bersiap-siap untuk mandi.
Kini Ara sudah berada di lobi dimana tempat ia akan bekerja, ia terlebih dahulu menghampiri resepsionis dimana ruang HRD karena ia harus laporan terlebih dahulu. Setelah sang resepsionis sudah memberitahu kepada Ara, Ara pun langsung berjalan ke arah lift dan menuju lantai delapan dimana ruang HRD berada. Sampai di lantai delapan Ara langsung menuju ruangan HRD, lalu ia mengetuk pintu ruangan HRD.
"Iya masuk."
"Permisi apa benar ini ruangan HRD?" Ara memastikan kembali kalau ini benar ruangan HRD.
"Iya benar, apa kamu yang bernama Ainsley Arabella Caesar?" tanya HRD.
"Iya benar Bu, panggil saja saya Ara,"ucap Ara.
"Baiklah kalau begitu Ara, selamat datang di perusahaan kami. O, ya perkenalkan nama saya Amelia, kamu bisa panggil saya Bu Amel,"ucap Amel.
"Baik Bu Amel,"ucap Ara.
"O, ya disini kamu akan menempati posisi Staff Acounting, dan nanti saya akan tunjukkan dimana ruangan kamu berada dan disana juga ada enam orang partner kerja kamu, nanti kamu bisa minta bantuan kepada mereka jika ada kesulitan atau yang tidak kamu mengerti. O, ya kalau begitu kita bisa langsung saja aku kasih tahu dimana ruangan kamu, mari ikutin saya, ucap Amel.
"Baik Bu."
Ara pun langsung mengekori sang HRD dibelakangnya dan ternyata ruangan yang akan dia tempatin juga berada dilantai delapan dan rungan itu tidak jauh dari ruangan HRD. Ara pun mengenalkan diri kepada teman barunya dimana ia akan bekerja sekarang. Setelah semuanya telah dirasa sudah selesai sang HRD pun meninggalkan Ara dan Ara pun duduk ditempat kerjanya yang berdampingan dengan teman kerjanya yang juga kebetulan cewek.
"Hai, kenalin aku Mira,"ucap MIra.
"Hai, uga Mira, mohon bantuanya ya kalau aku tidak mengerti,"ucap Ara.
"Itu pasti Ara kita kan sesama rekan kerja jadi harus saling membantu,"ucap Mira.
Dan yang lainnya pun juga sudah berkenalan dengan Ara mereka semua senang dan suka Ara masuk kebagian rekan kerja mereka.
Hari-hari Ara disibukkan dengan pekerjaannya ia kadang lebih sering kerja lembur agar pekerjaannya cepat selesai dan besoknya bisa mengerjakan kerjaan lain, Ara sangat rajin tak hanya itu dia juga pintar sehingga teman kerjannya mengaguminya dan kadang malah mereka yang minta bantuan sama Ara saat menemui kesusahan. Apalagi kalau sudah mau akhir bulan sampai awal bulan pasti kerjaan mereka jadi sangat banyak sehingga mereka sampai lembur akan tetapi sekarang dengan adanya Ara mereka jadi lebih tenang.
Malam ini Ara pulang kerumah sekitar pukul sembilan malam baru sampai dirumah, lalu ia langsung menuju ke kamarnya dan setelah itu merebahkan badannya di kasurnya, hari ini Ara benar-benar capek karena harus kerja lembur karena laporan yang ia buat harus selesai hari ini dan harus dikirim segera kekantor pusat dan akhirnya saja Ara sudah menyelesaikannya dan mengirimkan lewat email dan besok juga hari sabtu dan Ara bisa libur dengan tenang jadi dua hari libur akan ia gunakan waktunya untuk tidur cantik atau menonton film kesukaanya. Ya kegiatan luang Ara biasa ia gunakan untuk tidur kalau badannya benar-benar capek atau nonton, selain itu Ara juga lebih sering membaca buku bila dikantor kerjaannya longgar atau saat tidak ada kerjaan. Ara berniat bila uang gajinya sudah terkumpul banyak maka ia akan meneruskan kuliahnya S2. Sampai Ara tak terpikirkan dengan yang namanya pacaran yang sering teman-temannya bilang, Ara tak mempedulikan itu, sebenarnya banyak rekan kerjanya yang mendekatinya selama kerja diperusahaan tapi Ara menolak secara terang-terangan bahwa ia akan mengejar cita-citanya dan karier ia tak mau menjalin hubungan dengan seorang laki-laki.
Setelah setengah jam beristirahat Ara bangun dan bergegas untuk mandi dan setelah itu ia bisa tidur dengan nyenyak. Dua puluh menit kemudian Ara sudah selesai dengan rutinitas mandinya kini ia mengenakan baju tidur, sebelum tidur ia membersihkan mukanya terlebih dahulu dan memakai cream malam.
Ditempat lain seorang laki-laki yang sedang duduk santai diruang kerjanya, ia sedang menikmati minumannya untuk menghilangkan penatnya dan capek karena hari ini banyak kerjaan yang harus ia selesaikan. Ya pria itu bernama Dominic Immanuel Horrison yang berumur tiga puluh tahun dia seorang duda beranak satu yang baru berusia lima tahun. Istrinya meninggal dunia sehabis melahirkan anak pertama mereka karena pendarahan sehingga nyawa istrinya tidak tertolong, semenjak kepergian istrinya Dominic menjadi lebih banyak diam dan terlihat sangat dingin, apa lagi saat dia marah seperti membangunkan macan dari kandangnya. Dominic tinggal di Paris dan menjalankan bisnis keluarganya dia menjadi CEO mengantikan ayahnya. Kini dominic selain menjadi ayah buat anaknya ia juga harus bisa menjadi mama buat anaknya walaupun ada sang mama yang mengurus anaknya akan tetapi dominic tidak mau kalau anaknya kehilangan kasih sayang dari orang tuanya maka dari itu Dominic bila ada waktu luang ia sering gunakan untuk mengajak anaknya jalan- jalan atau untuk berlibur, sudah lima tahun Dominic ditinggal oleh sang istri tapi ia belum juga bisa melupakan istrinya itu dan sang mama yang selalu berusaha menjodohkanya ke pada anak temannya selalu ditolak oleh Dominic dan itu membuat mamanya capek sendiri mencarikan jodoh untuk anak laki-lakinya itu.
Seperti biasanya Ara bangun pagi langsung mandi. Setelah selesai berpakaian rapi dan dirasa tidak ada yang kurang Ara menuju meja rias dan memoleskan mukanya dengan sedikit bedak setelah itu ia memakaikan lipstik warna pink untuk bibirnya dan itu membuat muka Ara terlihat natural dan tidak terlalu menor untuk riasannya. Habis itu Ara langsung pergi ke kantor menggunakan taxsi yang telah dipesannya. Ara hari ini tepat tiga tahun bekerja di perusahaannya itu, selama itu pula Ara bekerja dengan sangat baik dan bahkan dia sangat cepat dalam mengerjakan kerjaannya.
Sampai dikantor Ara langsung turun dari taxsi dan berjalan masuk kedalam kantor saat tiba dilobi ada yang memanggil namanya dan Ara pun langsung menoleh kebelakang dan ternyata itu Andrian teman sedevisinya.
"Ara kamu baru saja sampai kantor?"tanya Andrian.
"Iya Ian, kamu sendiri habis darimana?" tanya Ara balik.
"Ini tadi aku baru saja habis dari luar beli sarapan kebetulan tadi buru-buru berangkat kantor dan nggak sempat sarapan," ucap Andrian.
"Hemm begitu, kalau begitu ayo kita bareng keruangan,"ajak Ara.
"Iya ayo, ehh ngomong-ngomong kamu udah sarapan belum Ra, ini aku juga kebetulan beli makanan banyak kalau belum sekalian nanti kita sarapan bareng sebelum jam kerja,"ucap Andrian.
"Belum tadi aku juga buru-buru masuk kerja, soalnya takut nanti kena macet dijalan,"ucap Ara.
"Ya udah kalau gitu kita sarapan aja nanti bareng, kalau kamu ngerasa nggak enak lain kali kamu bisa traktir aku,"ucap Andrian.
"Ide bagus tu Ian,"ucap Ara.
Sampai didalam ruangan sudah ada Mira dan yang lain sedang mengobrol dengan yang lain, entah Ara sendiri juga nggak tahu karena Ara tahu kalau Mira juga suka bergibah kaya ibu-ibu tetangga sebelah rumahnya.
"Selamat pagi semuanya,"ucap Ara.
"Eh, Ara udah sampai, aku ada kabar baik untuk kamu,"ucap Mira
"Apa itu?"tanya Ara, menatap Mira dengan serius.
"BTW selamat buat kamu,"ucap Lina.
"Selamat buat apa sih Lin, aku kan lagi nggak ulang tahun,"ucap Ara, semakin tidak mengerti.
"Ihh bukan itu Ara maksudnya itu selamat kamu naik pangkat sebagai sekretaris dan bakal di pindah kerjakan ke Paris,"ucap Mira senang dan bahkan dengan sepontan Mira memeluk tubuh Ara.
"Hah kamu serius Ra, kok aku nggak tahu ya?" tanya Andrian.
"Iya beneran Ra, Lin yang kalian omongin itu?" tanya Ara memastikan jika apa yang dia dengar barusan itu tidaklah salah.
"Iya aku seriusan, tadi aku dengar dari HRD lagi ngomong sama seseorang aku juga nggak tahu dan mereka lagi bahas tentang kamu, dan kamu bakal naik pangkat tapi aku juga nggak tahu itu kapan bakal dikasih ke kamu yang pasti kamu bakal di pindah kerjakan ke Paris dan kita bakal berjauhan,"ucap Mira, terlihat sedih.
"Hah, seriusan aku bahagia banget akhirnya bentar lagi cita-cita gue bakal terkabul,"ucap Ara. Bahkan dia juga terlihat sangat bahagia jika itu terjadi.
Tiba-tiba ada orang masuk kedalam ruangan mereka, yaitu Amel HRD, ia berjalan mendekati Ara dan bilang ke Ara bahwa dia akan di pindah kerjakan ke Paris dan dia juga naik pangkat sebagai sekretaris CEO, "Ini ada file-file penting tentang pemindahan kerja dan ke naikan pangkat kamu nanti kamu tanda tangani kalau kamu setuju setelah itu kamu kasihkan ke saya lagi dan untuk keberangkatanya kamu tenang saja semua akan di urus oleh kantor,"ucap Amel.
"Ahh baik Bu terima kasih dan nanti akan saya kasihkan filenya ke Ibu lagi,"ucap Ara.
"Baiklah kalau begitu, saya permisi pergi dulu,"ucap Amel.
"Iya Bu baik," ucap Ara. Setelah kepergian Amel, Mira dan yang lainnya mendekati Ara.
"Tu, kan bener apa kata aku, dan aku bakal kehilangan Ara,"ucap Mira.
"Apaan sih Ra, kamu lebay deh, lagian kita juga masih bisa contekan sama Ara lewat telepon asal Ara nggak ganti nomor Hp saja,"ucap Andrian.
"Kalian tenang aja aku pasti ingat kalian kok,"ucap Ara, lalu memeluk mereka secara bersama.
"Sudah-sudah mending kita kerja udah jamnya kerja, aku sampai belum sempat sarapan deh gara-gara ngobrol muluk,"ucap Andrian.
Akhirnya mereka duduk ke bangku kerja mereka masing-masing dan menyelesaikan kerjaan mereka.
Diruangan kerja yang begitu sangat luas dan banyak hiasan-hiasan yang terlihat begitu sangat mahal terdapat seorang pria yang sedang duduk dan fokus dengan laptopnya, siapa lagi kalau bukan Dominic ia sangat gila kerja setelah istrinya meninggal, ia lebih banyak bekerja dari pada ia harus pulang kerumah. Melihat anaknya pun ia tidak menentu dia kerap kali melihat wajah anaknya pasti teringat pada sang istri yang sudah meninggal jadi Dominic sedikit agak menjauh dari anaknya padahal anaknya sudah berusia lima tahun yang dimana ia selalu menanyakan keberadaan ayahnya saat tidak melihat ayahnya dirumah, dan itu membuat mama Dominic pusing sendiri memperingati anak laki-lakinya itu agar ia memperhatikan anaknya, mau bagaimana lagi sang anak juga butuh kasih sayang dari orang tuanya, mamanya sudah beberapa kali membujuk Dominic tapi Dominic masih keras kepala juga.
Dominic yang sedang fokus dengan laptopnya tiba-tiba dibuyarkan dengan suara telepon dari mamanya, lalu ia pun segera mengangkat telepon dari mamanya itu.
"Iya halo ma, ada apa mama telepon?"tanya Dominic.
"Mama cuma mau kasih tahu sama kamu bahwa Keira hari ini mau mampir ke kantor kamu,"ucap mama Dominic.
"Keira siapa ma?"tanya Dominic.
"Masa kamu lupa Keira teman waktu kecil kamu, dia baru saja kembali dari Jepang,"ucap mama Dominic.
"Oh iya ma, Dominic baru ingat,"ucap Dominic datar.
"Ya sudah kalau gitu, mama hanya memberi tahu itu,"ucap mama Dominic.
Jam makan siang sudah tiba kini saatnya Ara dan yang lain istirahat untuk makan siang di kantin yang sudah disiapkan oleh kantor disana makanan gratis untuk semua karyawan dan bebas memilih menu yang akan mereka makan. Kini Ara sudah duduk paling pojok bersama yang lainnya dan mereka makan sambil mengobrol ringan.
"Ra, kamu jadi ambil?"tanya Lina.
"Jadi Lin ini kesempatan nggak datang dua kali, jadi aku ambil saja, lagian disini juga nggak ada keluarga yang aku tinggalkan jadi aku bisa pergi dengan tidak ada gangguan atau kekhawatiran,"ucap Ara.
"Semoga nanti di Paris kamu betah dan satu lagi jangan lupain kita sering-sering hubungi kita,"ucap Lina.
"Iya itu pastilah,"ucap Ara.
"O, ya Ra lupa ngomong-ngomong aku belum ngucapin selamat. Selamat ya Ra atas ke naikan pangkat kamu. Gimana kalau kita rayain dengan makan-makan direstoran tempat kita sering makan bareng,"ucap Andrian.
"Wah ide bagus itu aku setuju, gimana kalau malam minggu atau malam sabtu kita rayainnya,"ucap Mira.
"Malam minggu saja, lagian kalian juga nggak ada yang punya pacar kan, dari pada bete malam minggu nggak jalan atau nggak ada yang di ajak jalan,"ucap Andrian.
"Iya aku juga setuju malam minggu saja,"ucap Lina.
"Kalau aku sih nurut sama kalian nanti aku traktir sepuasnya,"ucap Ara. Mereka pun mengobrol sambil menghabiskan makan siang mereka sampai jam istirahat makan siang habis dan mereka pun balik keruang kerja.
Hari ini Ara libur kerja jadi ia akan bangun siang dan bermalas-malasan, jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi tetapi Ara masih belum juga bangun dari tidurnya. Tiba-tiba handpone Ara berbunyi pertanda ada yang menelponnya, dia pun bangun dan menerima telepon.
"Iya hallo Mira ada apa pagi-pagi sudah telepon saja," ucap Ara sambil mengucek-ngucek matanya.
"Ini sudah siang Ra, sudah mau jam sepuluh juga," ucap Mira dari seberang telepon.
"Hemmm iya ya deh aku nggak mau berdebat sama kamu, kamu telepon ada apa?" tanya Ara.
"Jalan-jalan yuk lagian sebentar lagi kamu juga mau pergi ninggalin kita mana jauh banget lagi," ucap Mira.
"Hah jangan kaya orang susah kamu deh Mir kamu kan anak orang kaya, kamu mau pergi kemana saja juga bisa tanpa kamu harus bekerja dan lagian kamu kenapa kerja di perusahaan orang bukan perusahaan orang tua kamu," ucap Ara.
"Aku hanya ingin belajar lebih banyak nanti kalau sudah siap baru aku mau bekerja di kantor papa aku dan siap menggantikannya," ucap Mira.
"Gue dukung keputusanmu," ucap Ara.
"Makasih Ra, memang loe, sahabat terbaik gue. O, ya jangan lupa nanti gue jemput kita jalan-jalan mending loe sekarang mandi," ucap Mira.
"Iya bawel, ya udah ya, gue mau mandi dulu," ucap Ara lalu memutuskan sambungan teleponnya dan bergegas untuk segera mandi.
Ara keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di badannya ia menuju lemari untuk mencari baju yang akan ia kenakan hari ini. Ara mengambil dress warna kuning bermotif bunga lalu ia memakai terlihat sangat cantik di pakai oleh Ara.
setelah itu Ara make up, cukup dengan menggunakan bedak tipis-tipis dan lipstik warna pink agar terlihat natural karena kulit yang di miliki Ara sudah putih jadi tak perluh memakai yang berlebihan.
Setelah itu ia menunggu kedatangan Mira yang katanya mau datang menjemputnya, Ara memainkan handponenya, ia melihat-lihat di IG nya banyak teman sekolah SMA dan kuliah sudah menikah, Ara ingin seperti temannya mendapatkan pendampin dan menikah hidup bahagia dengan keluarga kecilnya.
Mira sudah sampai di tempat Ara ia membunyikan klakson mobilnya agar Ara tahu bahwa dia telah sampai, Ara keluar dari dalam rumahnya tak lupa ia mengunci pintunya. Ara berjalan kearah mobil dan masuk kedalam, Mira pun melajukan mobilnya meninggalkan pelataran rumah Ara.
Sepanjang perjalan yang tidak terlalu ramai oleh kendaraan sehingga tidak macet, Ara dan Mira mereka mengobrol dengan sangat asyik.
"Ra kapan kamu mau nikah?" tanya Ara.
"Hah! loe ada-ada aja deh Ra, loe tahu sendiri gue nggak punya pasangan terus mau nikah sama siapa juga," ucap Mira menoleh ke samping sambil tersenyum.
Hari ini mereka benar-benar menghaniskan waktunya seharian untuk jalan-jalan dan belanja, biasanya Ara yang suka berhemat bahkan hari ini belanja banyak mulai dari baju, tas, high heels dan sepatu dan tentunya yang membayar semua Mira karena Ara di larang untuk membayarnya sendiri oleh Mira. Mira bilang jika ini adalah hadiah kenang-kenangan untuk Ara karena memang Ara akan pergi ke Paris dan entah kapan mereka akan bertemu.
Mereka baru pulang pada malam harinya, mereka pulang larut malam sehingga membuat Mira harus menginap di rumah Ara karena tidak memungkinkan untuk pulang ke rumah, apa lagi mereka juga baru kembali dari club malam. Ya, selain bekerja mereka juga sering menghabiskan waktunya di club malam walau di negaranya ini di bilang haram atau apalah namun bagi mereka pergi ke club malam adalah sebagai hiburan.
Pagi ini Ara sudah berada di bandara, dia diantarkan oleh Mira dan yang lainnya, bahkan sesekali mereka juga berpelukan sebelum Ara pergi. "Aku harap kamu akan baik-baik saja di sana Ara dan tidak melupakan kami semua yang ada di sini," ucap Lina sambil mengusap air matanya yang sejak tadibkeluar terus menerus.
Ara tersenyum, dia menganggukkan kepalanya, "Pastinya aku tidak akan pernah melupakan kalian. Jadi kalian jangan pernah bersedih dan harus tersenyum, tentunya kalian juga harus semangat bekerja," ucap Ara, sungguh dia juga sebenarnya berat meninggalkan sahabatnya di sini tapi ini adalah impiannya dan kesempatan belum tentu datang kedua kalinya.
"Tentu saja Ara, jika nanti kamu sudah sampai di sana jangan lupa kabari kami dan aku harap kamu juga jaga kesehatan di sana," ucap Andrian yang sedari tadi hanya menatap ketiga wanita saling berpelukan.
"Ya, terima kasih Andrian, tolong jaga Mira dan Lina," ucap Ara, sedangkan Andrian hanya tersenyum dan mengangguk, tanpa Ara bilang dia akan menjaga Mira dan Lina karena bagaimana juga mereka adalah sahabat, bahkan sebelum Ara bergabung di devisi mereka.
Penerbangan menuju Paris membutuhkan waktu yang sangat lama, Ara menggunakan waktunya untuk istirahat. Di Paris nanti Ara sudah di siapkan satu apartemen yang akan dia tempati nantinya selama bekerja di sana, bahkan nanti saat tiba di sana nanti Ara juga akan dijemput oleh seorang sopir yang sudah disiapkan oleh Dominic, bagaimana juga Dominic akan memberikan yang terbaik untuk karyawannya namun apa yang dia berikan tentunya harus ada kerja dibalik itu semua. Jika semuanya disepelekan maka Dominic tidak akan segan memecat karyawannya tanpa terhormat karena telah disepelekan atau penghianatan, di situlah Dominic tidaklah suka.
Dominic saat ini berada di sebuah hotel bersama dengan seorang wanita bayaran, entah kenapa hari ini dia mengingkanya sehingga dia menyuruh orang kepercayaannya untuk mencarikan seorang wanita bayaran untuk menemaniya. Namun sampai saat ini Dominic masih duduk di sofa dan menatap seorang wanita yang duduk tidak jauh darinya, bahkan wanita itu yang sedang ditatap oleh Dominic, tersenyum bahkan sesekali menggoda Dominic dengan bibirnya akan tetapi Dominic hanya menatapnya dalam diam.
"T-tuan," panggil wanita itu sehingga menyadarkan Dominic.
"Ya, kenapa? Apa kamu butuh sesuatu atau kamu mau makan sesuatu?" tanya Dominic, akan tetapi wanita itu menggelengkan kepalanya dan tersenyum pada Dominic.
"Tidak tuan, akan tetapi tadi tuan terlihat melamun saja dengan menatapku," ucapnya.
Dominic pun mengangguk dan mengalihkan padangannya ke arah lain, dia menghela nafas panjangnya. "Apa yang bisa kamu lakukan?" tanya Dominic.
"Apa pun yang tuan minta saya akan melakukannya dengan baik," ucapnya tersenyum.
"Kalau begitu lakukan segera," perintah Dominic, dan saat itulah wanita bayaran itu beranjak dari duduknya, dia berjalan mendekati Dominic dan siap melakukan pekerjaannya sebagai wanita bayaran. Wanita itu duduk berjongkok di depan Dominic, dia juga melepaskan ikat pinggang Dominic dan sesekali dia menatap ke atas menatap wajah Dominic yang begitu tampan, dia memulai semuanya dan membuat Dominic merasakan nikmat dari apa yang dia lakukan.