Bab 1

Baru kali ini Frans merasa terlambat menyesali jalan yang telah ia pilih. Anjani benar. Laki-laki seperti dirinya memang tidak pantas menjadi seorang ayah. Jemarinya bergerak cekatan melepas pakaian Lea . Ia harus tampak bergairah dan luar biasa menginginkan Lea , meski sedang meratapi keadaan. Frans berjuang menyingkirkan sedihnya sejenak, demi menjelma pelayan seks bagi Lea .

Lea begitu menggilai Kontol besar Frans yang sungguh bisa membuat nya kecanduan luar biasa.

Di usianya 46 tahun Lea seolah menemukan surganya.

Frans berlutut di sisi sofa dan merentangkan kedua paha Lea . Namun, kecupannya malah mampir di atas perut wanita itu.

Frans memejamkan mata sejenak, saat gagal mengusir sedih yang sedari tadi merajai hatinya.

Bibirnya menempel di atas rahim Lea , tetapi yang ia bayangkan adalah rahim Anjani . Di dalam perut itu, hidup janin yang tidak lain adalah anaknya.

Tetapi mereka berdua tidak mengetahui apa yang sedang dilakukan olehnya, anak istrinya membutuhkan dirinya.

Frans sadar, ia sungguh tidak pantas berada di dalam kehidupan Anjani dan mengambil tanggung jawab itu, namun saat ini hanya ini yang bisa ia lakukan untuk menafkahi keluarga kecilnya.

“Frans ...” Lea mengusap kepalanya dan membuat Frans tersadar. Bibir Frans kembali bergerak meski pikirannya tidak bisa beranjak dari seorang wanita di gedung sebelah yang sedang mengandung anaknya.

Lea menarik kepala Frans, membenarkan di selangkangan nya.

Lidah Frans segera menari.

Hanya satu tujuannya,ingin cepat selesai.

Selesaikan melakukan tugasnya dan mendapatkan uang untuk anak dan istrinya.

Lea sadar akhir-akhir ini ia menjadi wanita yang memiliki gairah tinggi. Semenjak mengenal Frans , keinginan bercinta itu kerap datang. Padahal baru kemarin siang mereka bercinta dan sejak semalam ia sudah menginginkannya lagi. Frans terlanjur memberikan rasa yang berbeda. Lea yakin ini bukan perkara kebutuhan biologis semata, melainkan juga kebutuhan hatinya akan cinta.

Lea melirik Frans yang tidur di sampingnya dengan memeluk guling. Tidak pernah bosan menikmati keindahan kulit kuning langsat yang terbungkus selimut. Akhirnya ia menemukan Frans , setelah sekian tahun mencari-cari perasaan seperti ini, yang membuatnya hanyut dalam lautan gelora.

Lea mengusap sayang kepala Frans . Jemarinya memainkan helaian-helaian rambut Frans yang terasa lembut di permukaan jemarinya. Frans , selalu indah ditatap dari sudut mana pun akan tetapi mampu menjelma teramat sangat maskulin di ranjangnya.

Seumur hidup, baru kali ini Lea merasa begitu tergila-gila dengan seorang laki-laki. Tidak ada satu pun di dalam diri Frans yang membuatnya harus menelan kekecewaan.

Frans bagai mengembalikan masa mudanya yang telah hilang. Ia adalah satu-satunya anak perempuan di keluarganya, dari empat bersaudara. Anak urutan nomor tiga, yang diperlakukan bagai putri raja. Ia tidak pernah punya kesempatan untuk mengencani laki-laki yang ia inginkan. Pilihan yang datang kepadanya, hanya deretan laki-laki yang dijamin sudah bermasa depan cerah.

Dan saat ini berhadapan dengan Frans yang begitu tampan dan sangat nikmat.

Lea meraih penis Frans yang mulai terkulai.

Jemari lentik Lea menggesekkan kepala penis Frans ke lobang kewanitaannya.

" Aaaahk Frans... Kok bisa gede dan enak gini sih....? Padahal masih tidur. Uhk Frans.... Aaaahk.... Gini enak banget Frans ..." Ceracau Lea sambil terus menggesek kepala penis Frans yang besar dimulut kewanitaan nya.

Frans segera meremas payudara Lea yang masih kencang,menjilati dan menghisap putingnya.

" Aih sayang... Iya begitu sayang...jilati sayang... Uh uh aaaaargh.. sambil dimasukin pelan enak Frans... Masukin Frans... Aaaahkkkk....nah gitu Frans..." Lea menarik bokong Frans agar menekan.

" Tarik sayang sampai lepas...,masukin lagi...!" Frans menuruti semua keinginan Lea.

" Enaaaaak anjiiiiiing gila enak banget...."

“Kalau miskin dan jual diri, tolong tahu diri.” Ucap Lea sambil menatap tajam wajah Frans, berusaha menangkap tatapan malu pemuda yang kini mati kutu di hadapannya.

“Jangan berlagak selama kamu terikat kontrak. Sesuai perjanjian kamu masih punya Tante. Ngerti?” ujar Lea yang kesal dengan Frans yang berniat memutuskan kontrak.

Frans bertahan membisu.

“Ngerti?” tanya Lea dengan nada lebih tinggi.

“Ngerti,” jawab Frans pelan.

Senyuman Lea tergelincir begitu saja. “Sadar, kamu siapa....? Kamu tuh cuma punya kontol yang ngegantung. Paham Lo...? Bertingkah.!"

Frans menghela napas panjang demi melonggarkan himpitan di dadanya.

“Tante udah kasih kamu kehidupan yang enak. Harusnya kamu mikir pake otak!” Lea kembali menepuk-nepuk sebelah kepala Frans yang sudah pasti merasa luar biasa bodoh saat ini.

Frans mati-matian menahan diri. Dadanya bergerak naik turun ketika amarah sudah di ubun-ubun.

Lea menarik sudut bibir saat melihat wajah keras Frans Yang enggan menatapnya.

“Sekarang, turunin celana kamu..! Puasin aku...! Kamu sudah aku bayar mahal. Malah dipake nikah, ha ha ha kamu tuh bisa nikah karena jual kontol kamu. Aku ga mau tau,ku harus ceraikan istri kamu,atau kamu balikin semua uang aku. Tiga setengah Milyar...!"

Fadlymenatap tak percaya. Apa Lea perlu menghinanya sejauh ini? Frans segera menggeleng sambil menekan kuat-kuat bibirnya.

“Turunin!” Lea melirik celana Frans, sengaja menginjak-injak ego pemuda di hadapannya. Ia akan mendidik Frans supaya menyadari perbedaan kasta mereka. Ia serupa ratu dan Frans hanya sebatas suruhannya, Frans hanyalah pemuda yang dibayar oleh nya sebagai budaknya.

“Aku Nggak mood!” Frans berteriak marah.

Tawa Lea berderai begitu saja. “Kamu pikir Tante peduli? Kamu jualan kontol, mau kamu nggak mood kek, itu kontol aku. Itu hak aku selama masa kontrak. Udah kamu diem aja turunin celana kamu pokoknya... ha ha ha!” Lea tidak sanggup menahan tawanya lebih lama lagi.

“Jangan kayak gini Tante!” Frans menggeram kesal. Tangannya gemetaran akibat menahan luapan amarah.

“Kamu gigolo! Itu tugas kamu!” Lea menampar-nampar kecil sebelah pipi Frans.

Dada Frans bergemuruh hebat. Napasnya kian menderu menahan emosi. Wajahnya mengeras. Rasanya ia ingin mencekik Lea saat ini juga. Kalau bisa, ia ingin menghabisi iblis di hadapannya. Sebelah tangan Frans bersiap menyahut lampu tidur di atas nakas dan menghantamkannya pada kepala Lea .

Tiba-tiba bayangan janin kecil melintas. Seketika Frans tersadar. Jika Lea mati di tangannya ia akan masuk penjara dan tidak akan pernah bisa melihat anaknya lahir ke dunia.

" Heh ...? Malah bengong..! Turunin celana kamu anjing...!" Bentak Lea sambil menendang paha Frans tidak keras tapi cukup membuat sakit hati Frans.

Sejak mengetahui Frans sudah menikah dengan Anjani,Lea seringkali marah bahkan memukuli Frans.

" Ah anjing kamu......!?" Lea merogoh tasnya yang disimpan di atas meja rias. Lalu mengambil Vape.

Frans memejamkan Matanya, kalau sudah Lea mengeluarkan Vape, itu artinya bisa dua hari dua malam ia jadi pejantan di ranjang.

" Nih....!" Lea bahkan memaksa Frans menghisap Vape itu berulang ulang,tidak perlu waktu lama.

Daging gembul kesukaan Lea pun berdiri tegak.

Lea tertawa senang lalu duduk di ujung ranjang menarik Frans yang memegang rudalnya sambil mengocok perlahan dengan gel yang diberikan oleh Lea.

Gel yang berkhasiat menguatkan kejantanan nya.

Lea mengambil Vape yang dipegang oleh Frans lalu menghisapnya.

" Sini sayang...! Jilati yuk memek aku....!" Pintanya manja.

Dengan enggan Frans lirih dilantai menekuk lututnya dan dua tangannya memegang paha Lea yang sudah terbuka.

" Cium dulu paha aku.. jilatin...!" Titah Lea lagi sambil menghisap vape bak ratu dengan budaknya.

Lidah Frans mulai terjulur dan mulai menjilati kemaluan Lea, dan menghisap klitorisnya perlahan.

Frans yang sudah mulai terangsang mulai dengan aksinya bagaikan bison liar yang lapar.

Lea tertawa senang,kini pria piaraan nya sudah kembali bak kuda liar menungganginya.

Frans menghantam vagina Lea dalam,,pekikan nikmat Lea menggema Frans semakin brutal,tubuh Lea dibalik,ditusuk dari berbagai sisi.

Dan Lea memekik senang,entah sudah berapa jam mereka bergumul dari sofa ke ranjang,, pindah ke karpet. Bahkan sampai Lea menungging di sisi ranjang dengan sebelah kaki diangkat dan Frans terus menggenjotnya.

Bab 2

"Bagus banget Bu, rumahnya....halaman di belakang luas terus pemandangan dari balkon cantik banget."Prama melantunkan pujian yang bersambut senyuman Lea .

"Frans, kamu kemana aja? Kirain ngikutin di belakang." Lea menatap Frans yang seolah-olah baru muncul dari ruangan lain kemudian melirik Tania yang terlihat sibuk sendiri dengan ponselnya.

"Jadi rencana mau ngajuin berapa Bu?" Prama mulai masuk ke inti pokok pembicaraan. Tania otomatis bergeser dari tempatnya dan mendekati mereka berdua.

"Frans sini Sayang." Lea memanggil Frans yang masih berlagak melihat-lihat. Tania sempat melirik Prama menarik sudut bibir sedikit. Frans dengan raut sedikit enggan mendekat dan bergabung bersama mereka.

"Jadi gini Pak Prama, rencana rumah ini buat Frans. Ini sebagai hadiah dari saya untuk Frans. Anggaplah hadiah pernikahan" Lea menatap antusias Prama yang hanya manggut-manggut.

"Mas Frans ini.... pacar Bu Lea ya?" Prama kembali memperjelas informasi yang ia dapatkan dari Tania.

"Calon suami." Lea menggamit mesra lengan Frans dan mereka semua terdiam.

Tania menatap Frans yang menoleh hampa menatap Lea , sebelum lirikan matanya bertemu dengan lirikan mata Prama.

"Oh...." Prama tetap menyungging senyuman meski terlihat heran. Sambil melipat tangan di depan dada, kini perhatiannya tertuju pada Lea . "Jadi, gimana Bu?"

"Jadi nanti saya yang bayar angsurannya, KPR-nya tetep atas nama Frans. Bisa diatur nggak? Uang DP udah ada di rekening deposito Frans. Nanti Saya tambahin."

Tania memperhatikan Frans yang tampak tertekan. Frans hanya berdiri mematung di samping Lea dengan tatapan kosong.

"Mas Frans ini kalo boleh tahu, kerjanya apa?" Sesuai instruksi Tania di chat kemarin malam, Prama memanggil Frans dengan embel-embel Mas, seperti yang diinginkan Lea .

"Dia anak band," jawab Lea .

"Kalau boleh tahu penghasilan per bulan berapa Mas Frans?" Prama menatap lurus wajah Frans.

"Tiga juta." Frans sengaja memperkecil nominal penghasilannya. Toh Lea tidak benar-benar tahu berapa penghasilannya setiap bulan.

"Oh..." Prama menatap ragu. "Gini Bu Lea , sesuai peraturan, jadi untuk pengajuan KPR harus ada slip gaji atau mutasi rekening selama enam bulan terakhir. Karena atas nama Mas Frans, jadi mutasi harus berasal dari rekening Mas Frans di mana ada transaksi yang konsisten dalam jangka waktu itu.

Jadi penghasilan dari ngeband, harus terlihat jelas di rekening itu. Karena saat dilakukan analisa kredit, kita harus melihat kemampuan bayar nasabah dari riwayat transaksi. Kalau pengajuannya sekarang, walaupun secara DP ada dana, tapi secara kemampuan kurang mendukung dengan penghasilan tiga juta itu tadi. Kecuali kalau pengajuannya setelah Bu Lea dan Mas Frans sudah resmi menikah, saya bisa lampirkan double income suami istri, jadi secara kemampuan bayar itu ada."

Bagai mendapat mukjizat, seketika Frans menatap wajah Prama. Kedua matanya melebar saat kini merasa terselamatkan. Sebenarnya ia memiliki rekening khusus yang biasa ia gunakan sebagai tempat penampungan penghasilan dari menjual diri, tetapi tidak mungkin ia mengakui pekerjaannya yang satu itu.

"Iya saya udah denger kemaren dari Tania. Apa nggak bisa dibantu Pak Prama?" Lea berusaha bernegosiasi. "Saya ajuin KPR jumlah besar lho ini. Dana saya di bank ini 150M lho. Masa nggak bisa dibantu?" Lea menunjukkan tampang kecewa.

Prama melirik Tania dengan raut serba salah. Tentu ia tidak bisa mengambil risiko, mengingat Frans masih berstatus sebagai kekasih Lea . Bagaimana jika terjadi sesuatu dan pembayaran macet? Apalagi semalam Tania memberi informasi hubungan Lea dan Frans masih belum jelas. Hanya saja Tania membutuhkan bantuannya untuk muncul hari ini di hadapan Lea demi menjaga perasaan nasabah besar kelolaan wanita itu.

"Ayolah Ras.." Lea beralih menatap Tania. "Masa nggak bisa bantu gue sih?"

"Sayang...." Frans membuka bibirnya. "Mendingan, nunggu kalo kita udah nikah aja gimana? Daripada repot. Lebih praktis kalo kita udah nikah kan ambil KPR-nya?" Frans menatap lurus kedua mata Lea . Ini kesempatannya untuk mengulur waktu.

Tania sontak menatap Frans. Jadi Frans. setuju menikah dengan Lea ?

Sementara Lea tertegun menatap Frans. Masih tidak percaya akan reaksi berbeda Frans yang sebelumnya tampak tidak menyetujui rencananya. Apa Frans benar-benar berubah pikiran secepat ini?

"Rumahnya bagus, Frans suka. Tadi Frans liat ruangan kosong di sebelah sana, cocok banget buat dijadiin studio. Kita urus pernikahan dulu, baru KPR, setuju?" Frans kembali bertanya sambil berharap pilihan sikapnya bisa mencairkan sikap keras Lea .

"Iya, sebaiknya begitu Bu Lea ." Prama menimpali sambil melirik kikuk pada Tania yang tampak menatap Frans dengan wajah kaku.

"Jadi kita.... nikah dulu?"Lea menatap tidak yakin saat tatapan intens Frans menenggelamkannya. Perubahan sikap Frans yang begitu tiba-tiba terbaca begitu janggal di matanya.

"Iya Sayang." Frans tersenyum sambil mencubit gemas sebelah pipi Lea . Sengaja berakting mesra demi menghentikan sikap memaksa Lea . Ia pun merasa tidak enak terhadap Prama dan Tania ketika Lea tadi terkesan memaksakan keinginan. Lea bahkan mengungkit-ungkit dana 150 M, sepertinya bermaksud mengancam para pegawai bank secara halus.

"AHAHAHAHA!" tawa Lea berderai saat mendadak salah tingkah. "Di depan orang-orang ini lho..." Kemudian menahan senyum sambil mendorong pelan lengan Frans. Meski ia merasa janggal, tetap saja sikap Frans barusan membuatnya tersipu malu.

Lea benar-benar menahan gemas sampai menarik Frans segera masuk kedalam mobil usai berbasa basi.

Didalam mobil nya.. di jok belakang... Frans yang tak bisa lagi menahan hasratnya langsung melumat bibir Lea.

" Sayang..."desah Lea saat Frans Mulai meremas payudaranya.

Frans membalikkan posisi Lea yang duduk mengangkanginya.

Dan Lea mengunci nya dengan tangan berpegangan pada sandaran seolah takut Frans akan berubah fikiran.

Tubuhnya naik turun dengan dadanya berayun.

" Sayang kamu memang nikmat...." Ujar Frans ikut menghentak mendorong dari bawah terong jumbonya melesak masuk semakin dalam.

" Ahk kamu sangat besar dan panjang.. " guman Lea sambil menyodorkan dada bulatnya... Sekarang doa baru tahu kenapa Frans gigolo paling mahal. Terong jumbonya memang luar biasa.

Frans meraup dan menyesap nya...

" Bagaimana... Sayang.. .?" Tanya Lea nakal.

Frans menarik wajah cantik Lea Dengan rakus melumat bibir nya dengan agresif.

Keduanya sama-sama puas dengan pergumulan di mobil dengan sensasi luar biasa.

Frans terus menekan denga kaki Lea diangkat ke bahunya menekan ... " Aaaaaah...."

Frans terus menggenjot lobang sempit Lea semakin dalam yang berbaring di jok belakang.

Tubuh mulus Lea sudah penuh kiss mark disekitar payudaranya.

Frans benar-benar gila dengan kenikmatan liang Lea. Bercinta dengan rasa rindu pada kedua istrinya dilampiaskan pada Lea memang indah.

" Ahk sayang... Auh.... Ahk... Auh..." Lea terus menceracau saat liang nya digenpur oleh Frans yang tak mau berhenti merasakan cengkraman dan denyutan didalam sana.

Terong jumbonya dicabut dan dimasukan terus berulang rasa nikmat luar biasa setiap kepala Terong jumbonya nya menghantam bibir liang yang sempit.

Bab 3

Didalam mobil nya.. di jok belakang... Frans yang tak bisa lagi menahan hasratnya langsung melumat bibir Lea.

" Sayang..."desah Lea saat Frans Mulai meremas payudaranya.

Frans membalikkan posisi Lea yang duduk mengangkanginya.

Dan Lea mengunci nya dengan tangan berpegangan pada sandaran seolah takut Frans akan berubah fikiran.

Tubuhnya naik turun dengan dadanya berayun.

" Sayang kamu memang nikmat...." Ujar Frans ikut menghentak mendorong dari bawah terong jumbonya melesak masuk semakin dalam.

" Ahk kamu sangat besar dan panjang.. " guman Lea sambil menyodorkan dada bulatnya... Sekarang doa baru tahu kenapa Frans gigolo paling mahal. Terong jumbonya memang luar biasa.

Frans meraup dan menyesap nya...

" Bagaimana... Sayang.. .?" Tanya Lea nakal.

Frans menarik wajah cantik Lea Dengan rakus melumat bibir nya dengan agresif.

Keduanya sama-sama puas dengan pergumulan di mobil dengan sensasi luar biasa.

Frans terus menekan denga kaki Lea diangkat ke bahunya menekan ... " Aaaaaah...."

Frans terus menggenjot lobang sempit Lea semakin dalam yang berbaring di jok belakang.

Tubuh mulus Lea sudah penuh kiss mark disekitar payudaranya.

Frans benar-benar gila dengan kenikmatan liang Lea. Bercinta dengan rasa rindu pada kedua istrinya dilampiaskan pada Lea memang indah.

" Ahk sayang... Auh.... Ahk... Auh..." Lea terus menceracau saat liang nya digenpur oleh Frans yang tak mau berhenti merasakan cengkraman dan denyutan didalam sana.

Terong jumbonya dicabut dan dimasukan terus berulang rasa nikmat luar biasa setiap kepala Terong jumbonya nya menghantam bibir liang yang sempit.

Handphone Frans bergetar berulang, frans mendiamkan saja tetap fokus pada tubuh Lea.

Terus menyodok nya tanpa jeda. Sampai keduanya merasakan puncak nya.

Frans segera memeluk Lea dan melumat bibirnya dengan tangan meremas payudaranya, sensasi nikmat luar biasa dirasakan Lea apalagi saat puncak dadanya di isap kuat. Bersamaan dengan tekanan terong jumbo menyentuh daging kecil nya Lea menjerit Nikmat sangat nikmat saat Rahim nya tersembur sperma hangat Frans.

Frans merasakan lobang berdenyut menjepit dan Frans menekan jumbonya tetap didalam sambil menghisap puting susu Lea.

" Sekali lagi ya....!" Bisik Frans yang masih merasa kurang padahal sperma nya sudah banyak keluar.

Lea yang memang juga masih ingin merasakan TerongJumbo Frans meraih wajah Lea dan melumat bibir nya.

Frans kembali menyodok liang Lea dari samping terasa lebih sempit walaupun becek karena sperma nya tadi.

Sambil meremas susu Lea dari belakang Frans terus menggenjot liang Lea sampai menyentuh ujung liang.

Frans melumat bibir liar menyedot lidahnya sambil meremas bokong Lea yang bulat.

Sampai mereka akhirnya menemukan kembali puncaknya.

Setelah mengantarkan Lea Pulang ke Mess nya mamih mega, Frans baru membuka Handphonenya banyak panggilan masuk dari Mamih Mega.

Malam itu Frans harus kembali melayani Tante kesepian lainnya.

Kali ini Tante Ratih yang sedikit sakit, maksudnya dia selalu ingin bercinta dengan konsep, dan konsepnya kali ini ia memakai pakaian seragam sekolah putih abu dan Frans sebagai Om senang pemetik cabe-cabean.

Frans membaca pesan mamih mega seperti membaca skrip saja.

Dimana dia harus datang ke apartemennya seolah mau memeprkosa keponakannya.

Benar saja saat Frans menekan bel, dan pintu terbuka Ratih yang sudah mengenakan seragam sekolah putih abu langsung menarik Frans dan menciumnya.

Frans yang langsung mendorongnya ke sofa dengan tangannya yang langsung meremas dadanya Ratih yang bulat besar.

" Ahk maaf sayang,om suka hard core saat bercinta.." jawab Frans dan kembali menghujani Ratih dengan ciuman liar. Ratih yang juga suka permainan kasar melayani dengan penuh gairah.

Dengan kasar Frans melucuti pakaian Ratih dan meremas dadanya menggigit puting susu Ratih dengan tangan kanan yang sudah menggosok kewanitaan ratih yang mulai basah.

Tangan Ratih gemas memegang pusaka Frans yang yang ukuran nya membuat Ratih ingin segera bermain dengan terong Jumbo milik Frans.

" Om ... Ayo om...masukin om..." Rengek Ratih.

Frans membalik tubuh Ratih dengan posisi nungging dan langsung mengarahkan pusaka besarnya ke dalam liang nikmat Ratih.

" Ahk kamu sempit sekali sayang... " Frans menekan keras batang kepala pusakanya agar bisa menembus liang sempit Ratih.

Ratih memekik saat pusaka Terong Jumbo Frans amblas masuk dan menyentuh dinding sensitif nya yang nyentil kecil didalam sana.

Frans menggoyang pinggulnya sambil memukul keras bokong Ratih yang meninggalkan tanda merah di bokong putih Ratih.

' ahk om sakit om..." Semakin Ratih berteriak sakit semakin Frans bergairah dan semakin kasar menusuk dan menghujam kan pusakanya lebih dalam. Frans menjambak rambut pendek Ratih sampai wajahnya menoleh kebelakang lalu Frans menciumi bibir Ratih dan memasukan lidahnya tanpa menghentikan gempuran pusakanya.

" Ahk om...aku sampai Om..." Frans semakin bersemangat dia lalu memiringkan tubuhnya tubuh ratih dan mengangkat sebelah kakinya tanpa mencabut pusaka nya dan terus menggenjot sampai dalam.

" Ahk om...sakit om... Om besar sekali . Sakit om... " Pekik Ratih yang tahu pekikan nyabakan membuat Frans tambah gila menggempurnya.

Frans mencabut pusaka nya lalu mengasongkan ke mulut Ratih sambil menjambak rambut pendek Ratih.

Mulut kecil Ratih berusaha memasukkan pusaka Robert yang terus didorong masuk.

Mata ratih berair nyaris muntah karena mulutnya disodok pusaka Terong Jumbo Frans.

Frans lalu menindih tubuh Ratih dan kembali memasukan pusakanya.

" Ahk om sakiiiit...." Ratih kembali memekik saat dengan kasar Frans n menekan pusaka besar panjangnya ke dalam liang Ratih.dan terus menggempur nya dengan kasar.

Frans membalikan tubuh Ratih dengan bokong terangkat,terlihat bokong Ratih lebih bulat montok dan semok.

Frans memukulnya keras berkali-kali.

Plak plak ...! tanda merah berberkas jelas di bokong Ratih yang putih.

Frans lalu meremas bongkahan bokong Ratih sambil menekan Terong Jumbo masuk menekan kuat dan dalam lalu menariknya kembali dan menekanya dalam dengan ritme yang cukup cepat.

" Auh Sayang nikmat sekali...aku suka bokong kamu... Ahk sayang.... Aaaahk..." Frans terus menggenjot lebih cepat sambil meremas payudara Ratih yang menggantung bergoyang karena hentakan pinggul Frans.

" Duh ooooooom . ahk auh ... Aduh ommmmm... pekik Ratih saat Terong Jumbo Frans melesak masuk dan mundur dan saat kepala Terong Jumbo Frans masuk kembali sangat terasa gesekan otot dibatang nya.

Frans menciumi punggung Ratih.

" Kamu mau aku selesaikan dibelakang atau didepan sayang...?" Tanya Frans tanpa menghentikan tusukannya.

" Didepan om ,,, lebih nikmat." Jawab Ratih.

Frans semakin memompa cepat .. lalu membalikan tubuh Ratih dan mengangkat kedua kaki Ratih lalu meletakan dipundaknya.

Frans semakin menekan cepat saat merasakan denyutan kuat didalam dinding vagina Ratih yang berdenyut dan meremas.

" Ahm ahk ahk... Om... Auh om....

Frans menggigit puting susu Ratih sambil meremasnya kuat dengan Terong Jumbo Frans menekan kuat dan menyembur didalam sana. Ratih mengangkat bokongnya.

Frans melumat bibir Ratih dengan pinggul yang masih bergoyang membuat Ratih semakin melayang.

" Auh nikmat sekali om saat keluar digoyang seperti ini... Lagi om aaaahk...." Ratih kembali keluar dengan lidahmya dihisap oleh Frans.

" Aku puas sekali Frans, kamu tidak pernah mengecewakan aku. Minggu depan kamu datang lagi ya sayang. Aku selalu kangen sensasi bercinta dengan kamu." Frans pun tersenyum dan memeluk Ratih.

Suara notifikasi uang masuk di rekening nya,menambah lebar senyuman Frans.

Ahk akhirnya selesai juga tugasnya malam ini. Tapi bercinta dengan Lea di mobil tadi benar-benar berkesan untuknya.

Lanjut Membaca
Dukung penulis dan beri inspirasi untuk cerita luar biasa lainnya Moboreader
Buka Semua Bab

Gigolo2

Bab 1
Bab
Kustomisasi
Bab Berikutnya
Minishorts Logo
Baca novel web, fiksi online, dan cerita romantis tren di MiniShorts. Temukan novel romansa miliarder, fantasi werewolf, drama, dan fantasi, plus konten drama pendek pilihan yang terinspirasi dari tren cerita populer.
YouTube MiniShorts
©2026 MiniShorts. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. CHASINGTOP HK LIMITED