Setiap laki-laki pasti mengharapkan dapat pasangan atau istri yang sempurna semisal istri yang cantik parasnya dan tubuh yang bagus. Karena tak dapat dipungkiri mata dan pikiran laki-laki secara naluriah seneng banget liat tubuh wanita cantik dan seksi.
Begitu pula dengan Ryan Sudono yang secara tidak terduga berhasil mendapatkan seorang istri yang begitu cantik dan memiliki tubuh yang proporsional. Hal itu sudah dibayangkan sejak Ryan duduk dibangku SMA dan mencapai puncak impiannya kala di bangku kuliah dimana Ryan selalu memimpikan dapat menikah denga wanita cantik dan menggairahkan hasratnya.
Bahkan, dikarenakan libido yang sangat tinggi sejak di SMA Ryan sudah sering bermaen sendiri alias onani sambil membayangkan hubungan suami istri apalagi setiap Ryan selesai membaca cerita dewasa di internet.
Saat memasuki bangku kuliah Ryan semakin tertarik dengan sosok wanita, apalagi ia berkuliah di perguruan tinggi yang di kampusnya lebih banyak teman wanitanya dibanding laki-laki.
Bahkan Ryan sempat beberapa kali dekat dengan beberapa diantara mereka meski baru sebatas teman jalan, teman makan, mengerjakan tugas kuliah dan lain-lain yang masih sangat wajar seperti halnya pertemanan akrab biasa.
Nah, balik lagi ke saat ini dimana Ryan baru dua hari yang lalu menikah dengan seorang wanita cantik yang bernama Tania. Padahal, sebelum menikahi Tania, Ryan harus bersaing dengan sekitar 4 laki-laki lainnya yang jelas-jelas juga mengharapkan Tania jadi istri mereka. Namun, bagai dapat durian runtuh dan bagai sebuah keajaiban kala Tania pada akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Ryan yang saat ini sudah jadi seorang pengajar di sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta.
Namun demikian ada hal yang bikin Ryan lumayan bingung dan kesal adalah sampai dengan hari kedua pernikahannya ini dia belum berhasil meniduri Tania sejak malam pertama. Padahal, otak ngeresnya sudah sampe ke ubun-ubun untuk bisa bercinta sampe puas dengan sang istri.
Entah mengapa sang istri yaitu Tania masih gamang atau sedikit takut dengan sentuhan dan rayuan dari Ryan yang jelas-jelas sudah sah menjadi suaminya. Tania sendiri punya impian yang sebenarnya setara dengan Ryan. Namun, impian Tania tentunya dari kacamata seorang perempuan yang mengharapkan dapat laki-laki yang baik perangainya dan bertanggung jawab serta penuh pengertian. Juga sebagai perempuan Tania berharap selalu disayangi dan diperhatikan oleh sang suami.
Anehnya sejak malam pertama kala mereka sudah masuk kamar pengantin Tania masih belum yakin untuk bercinta dengan Ryan, padahal Ryan sudah begitu menggebu-gebu untuk menyetubuhi istrinya yang cantik itu. Ada semacam ketakutan dari Tania jika ia mau melakukannya, bayangan Tania akan terasa sakit di bagian kewanitaannya karena memang Tania masih perawan sampe hari kedua pernikahannya dengan Ryan. Dah gitu Tania termakan info bahwa jika melakukan pertama kali kabarnya sakit sehingga Tania merasa agak ngeri-ngeri sedap gitu untuk melakukannya.
“Taniaaa…, dimana kamu sayang?” panggilan Ryan mengagetkan lamunan Tania yang sedang di dapur.
Tania yang sedang menyiapkan masakan untuk suaminya di dapur memakai daster putih motif bunga setinggi lututnya. Dasternya begitu ngepas ketat ke bodinya yang yahud itu sehinga terlihat cantik dan seksi. Belahan dadanya juga cukup terlihat sehingga dua buah gunung kembarnya seolah tidak mampu tertampung sehingga menyembul keluar sebagian. Menambah gairah Ryan yang melihatnya.
Ryan langsung mendekap mesra sang istri dari belakang sambal mencium tengkuk belakang Tania.
“Cuppp….ahhh, saya kira kamu pergi ke warung, ternyata kamu di dapur. Hehe…!”seringai Ryan
“Aihhh…mas Ryan geli tauuu…” seru Tania sambil geliat leher dan tubuhnya.
Ryan seolah tidak peduli. Dia lanjut pererat pelukannya dari belakang tubuh Tania sambil raba dua buah dada indah milik istri cantiknya itu.
“Aduh, mas Ryan akukan lagi motong bawang ini. Nanti pisaunya kena jariku gimana?” Seru Tania merajuk manja.
“Aku gak tahan sayang, belum bercinta denganmu sejak kita nikah dua hari lalu!” Ryan berbisik mesra di kuping istrinya itu.
“Nanti aja ya Mas!’ sebab sekarang badan saya masih bau lagian kan mau masak untuk mas Ryan untuk makan siang nanti.
“Bener ya, kamu mau layani aku malam nanti!” Ryan seolah meminta jaminan layanan sang istri.
“Ehmmm…iyya mas..insya Alloh ya!”, jawab Tania setengah ragu.
Yah koq, insya Alloh? Ya haruslah! Kan kita sudah sah jadi suami istri!” seru Ryan penasaran dengar jawaban ragu sang istri.
Tania tidak merespon omongan suaminya itu. Dia malah makin sibuk dengan bumbu dapur di tangannya itu.
“Heuhhh….!” Ryan menghela napas agak dalam melihat istrinya Nampak tidak bergairah dengan ajakan Ryan untuk bercinta malam nanti.
Perlahan Ryan melepas pelukannya dan berjalan menuju kamar untuk nonton youtube di smartphonenya di ranjang pengantin. Sebuah Ranjang yang belum pernah acak-acakan karena pertempuran sepasang suami istri.
Hari minggu ini memang liburan yang pas untuk bersantai dan berbulan madu bagi pasangan pengantin baru itu. Apalagi rumah mereka tidak terlalu berdekatan dengan tetangga di kiri kanannya. Karena kawasan rumah mereka cukup berjarak antar rumah di komplek perumahan tempat mereka tinggal. Sehingga jika mereka bermesraan sehingga Ryan terutama Tania tidak perlu merasa khawatir atau cemas untuk terdengar oleh para tetangga.
Sambil menunggu Tania yang masih sibuk di dapur, Ryan membuka-buka google dan mencari situs dewasa yang memang sudah sering ia buka dan ia tonton. Menurut Ryan kebiasaan menonton tayangan dewasa itu bisa menambah gairah untuk bercinta dan bahkan menambah pengetahuan beberapa alternatif gaya dalam berhubungan suami istri nantinya.
Tanpa terasa CD Ryan mulai basah di bagian depan karena bacaan cerita dewasa yang ia baca benar-benar menghanyutkan dirinya sekaligus seolah mewujudkan fantasi gairah seksual Ryan yang tak tertahankan lagi dua hari ini. Ryan bertekad agar malam nanti bisa menaklukkan istri cantiknya itu. Aku harus meniduri Tania sampe dia juga ketagihan. Hehe…begitulah dalam hati Ryan berbicara dengan dirinya sendiri.
“Mas Ryan…, makanan telah siappp!” Teriak Tania dari dapur.
“Iya sayangggg…!” Ryan langsung bergegas ke meja makan dimana telah tersaji beberapa menu kesukaannnya Ryan yang memang sudah dihapal oleh Tania.
“Ayo mas..dimakan. nanti keburu dingin gak enak!” seru Tania
“Iya sayang, perut mas sudah keruyukan dari tadi nih!” Jawab Ryan sambil memakan beberapa makanan yang sudah tersaji.
“Wahhh…nikmat banget ini masakanmu Tania! Makasih sayang!” Kata Ryan sambil cium kening istrinya sebagai tanda terima kasih.
Tania cuma tersenyum puas melihat sang suami makan dengan lahap semua masakannya.
“Dihabiskan ya mas!” Pinta Tania
“Ya iyalah… pasti kuhabiskan. Sebelum kuhabiskan tubuhmu malam nanti..hehe!” seru Ryan tersenyum nakal sambil memandang buas ke istrinya itu.
Tania langsung menunduk mendengar perkataan Ryan.
“Aduh..gimana yah! Nanti malam aku siap gak yah?” Gumam Tania dalam hati sambil ikut makan masakan dia sendiri.
“Hemmm..kenyanggg…! Makasih ya Sayang! Aku koq tiba-tiba mengantuk ini? Hoammm…!” seru Ryan setelah selesai menghabiskan masakan Tania.
“Ya udah, mas Ryan bobo duluan aja ya!” Seru Tania. “Aku mo beres-beres dulu di dapur!” Lanjut Tania
“Yah koq gituh? Kamu gak mau temenin mas Bobo siang?” Ryan memelas
“Bukan gak mau mas! Tapi kerjaanku masih banyak”, kata Tania lagi.
“Sekali ini yuk sayang bobo siang bareng!” rayu Ryan. “Temenin aku. Aku pengen merem tapi sambil dielus-elus kamu Tania, Hehe! “ kata Ryan lagi.
Tanpa persetujuan Ryan, Tania langsung angkat pantatnya dari kursi beranjak menuju dapur untuk beres-beres.
Ryan langsung menghela napas dalam-dalam. Karena untuk kesekian kalinya ia harus menelan kekecewaan terhadap sang istri.
Ryan langsung berjalan lesu menuju kamarnya kembali untuk lanjutkan rebahan.
Sesampainya di kamar Ryan langsung membuka kaos dan celana pendeknya sehingga di ranjang ia hanya bercelana dalam saja namun sebelumnya ia menutup pintu kamar dahulu.
“Tok…tok…tok…! Mas Ryan, dah bobo yah?” tiba-tiba ada suara Tania dibalik pintu.
Ryan rada kaget karena dia pikir sang istri gak akan nyusul dia ke kamar.
“Owh, belum sayang. Sini masuk temenan aku bobo,” seru Ryan kegirangan.
“Buka dulu dastermu!” Pinta Ryan semangat
“Loh koq pake buka daster segala?” Tanya Tania bengong.
“Kan katanya minta ditemenin bobo?” sahut Tania lagi.
Ryan geleng-geleng kepala melihat istrinya itu yang nampak cukup lugu dalam menangkap sinyal keinginan sang suami.
“Ya sudah, sini rebahan sebelah aku sayang!” pinta Ryan
Tania langsung rebahan di sebelah suaminya sambil membuka ikatan rambutnya sehingga tergerai indah da panjang hingga melewati pundaknya.
Ryan segera memeluk sang istri namun belum bisa langsung merem karena Ryan pengen segera melancarkan aksinya. Kali-kali sang istri nanti terangsang dan mau bercinta dengannya siang-siang gini.
Sambil membelai rambut sang istri Ryan bilang “kamu cantik banget say!”
Cuppp…ahhh…sambil kecup kening sang istri
“Ayo mas segera merem aja, aku bantu usap-usap perutmu yah!” kata Tania
“Ok deh say!” kata Ryan sambil tangannya memeluk sang istri.
Namun tangan dan jari-jemari Ryan ternyata tidak diam. Melainkan malah bergerak meraba-raba dari rambut, leher, terus turun perlahan ke dada montok sang istri yang masih berdaster itu.
“Euhhh….” Tania sedikit mendesah karena diraba-raba oleh sang suami.
“Lohhh…lohh..koq malah Mas Ryan yang belai-belai aku?” seru Tania sedikit protes.
“Hmmm…gpp koq sayang aku cuma pengen merem sambil peluk dan raba-raba tubuhmu. Enak banget soale”, jelas Ryan.
“Ya sudah..mas merem yahhhh…aku temani sampe mas Ryan bisa bobo siang ini”, jawab Tania
Ryan pura-pura merem sambil peluk sang istri. Padahall otak mesumnya terus berjalan dan berpikir utuk bisa menaklukkan Tania di ranjang siang ini.
Ryan seperti mendapat jalan untuk terus melancarakan serangannya sedikit demi sedikit. Sesekali Ryan mencium rambut dan leher Tania. Sang istri pun mulai merasa kegelian dengan belaian dan kecupan Ryan.
“Loh mas Ryan koq malah yang aktif belai aku?” Tanya Tania
“Kan katanya mas mo bobo ditemani aku!” kata Tania lagi.
“Hmmm…..aku merem tapi masih pengen belai kamu dulu sayang!” ucap Ryan sambil pura-pura memejamkan matanya. Padahal Ryan sedang berpikir untuk terus melancarkan serangan erotisnya ke Tania agar mau bercinta dengannya saat itu juga.
Kini meski sambil merem tangan kanan Ryan mulai aktif lagi raba dada montok istrinya. Tania mulai terpancing karena rabaan Ryan begitu lincah dengan memutari dada dan sesekali menyentuh puting dadanya.
Tiba-tiba Ryan mulai membuka kancing bagian atas daster sang istri satu per satu. Tania mulai memejamkan matanya sambil melenguh perlahan.
“Euhhhh…” Desah Tania
Ryan sedikit membuka matanya ketika dengar lenguhan Tania.
“Hmmmm…mula terangsang dia..hehehe…!” gumam Ryan dalam hati.
Seketika Ryan bangun dari rebahan dengan menindih tubuh Tania yang sedang menggeliat dan mendesah itu.
Tanpa menunggu lama lagi tangan Ryan dengan cepat membuka semua kancing daster sang istri.
Terpampanglah dada indah itu dengan puting berwarna pink kecoklatan di sekelilingnya.
Tanpa babibu lagi Ryan langsung melahap buah dada Tania.
Jilatan, kecupan dan sesekali gigitan kecil di kedua puting susu sang istri membuat Tania makin belingsatan. “Emhhhh….massss….Ryan, eshhhh!” desah Tania
“Ahhh….mas Ryan koq jadi gini sih mas?” Tanya Tania tapi sambil mendesah dan memejamkan matanya.
“Kamu tenang aja sayang. Nanti kamu akan merasakan kenikmatan yang sebelumnya belum pernah kamu rasakan Tania,” ucap Ryan sambil terus melanjutan serangan ke dua buah dada sang istri.
Tangan kanan Ryan mulai mejelajah bagian bawah perut Tania dengan jaria menelusup diantara CD warna pink milik Tania dan mencari serta mengusap bulu-bulu halus yang melingkari lobang goa kenikmatan milik sang istri.
Bulu-bulu halus yang biasa disebut jembut itu begitu membuat Ryan belingsatan penuh nafsu untuk segera mengarahkan mulutnya sekaligus ingiin mendapatkan aroma khas goa kenikmatan milik Tania yag sejauh ini belum pernah Ryan jamah bahkan belum pernah dimasuki kemaluan laki-laki. Masih perawan!
“Tania angkat pantatmu yah!” pinta Ryan penuh semangat.
“Mo ngapian mas?”selidik Tania.
“Itulohhh…aku mo narik CD mu supaya ga menghalangi…hehe!” kata Ryan sambil tertawa kecil.
“Tapi mas….” Belum selesai Tania berkata, tangan Ryan dengan cepat menarik CD pink itu dipelorotkan ke bagian bawah dan melewati kedua kaki Tania serta melemparnya begitu saja ke ubin kamar.
Terpampanglah bibir meki indah milik Tania berwarna coklat pink dengan kerut-kerut yang dihiasi bulu-bulu jembut hitam dan langsung tercium aroma khas goa kenikmatan itu.
“Ahhhh…indah sekali meki mu Sayang!” seru Ryan sambil menatap sang Istri yang Nampak mulai pasrah dengan apa yang sedang dilakukan sang suami.
Seketika Ryan menungging di ranjang untuk mengarahkan kepalanya ke selangkangan sang Istri.
“Hmhhhh…!”gumam Ryan begitu bibir dan hidung Ryan mulai mengarah ke jembut Tania, semakin tercium aroma khas meki sang istri berbau daun sirih.
“eshhhh…ahhh….mas Ryan mau apahhh?” Tania sedikit mendongakkan palanya kebagian bawah untuk meliihat apa yang sedang dilakukan sang suami.
“Aku takut mas!”seru Tania sambil memegang kepala dan rambut Ryan yang sedang bersiap menjulurkan lidahnya menuju bibir meki yang dikelilingi jembut halus berbau merangsang itu.
“Tenang ya sayang, tahan dan rasakkan ini, jangan takut!” Kata Ryan
Reflek kedua kaki Tania yang tadinya sebatas rebahan mulai bergerak untuk menutup bagian kewanitaannya itu. Namun, Ryan menahan dengan kedua lengannya agar dengkul Tania berposisi seperti mengangkang selayaknya seorang ibu hamil yang akan melahirkan.
“Slurrpppp…ahhhh!’ Tiba-tiba lidah Ryan sudah mulai menjilat jembut halus dipinggiran meki Tania.
‘Eshhh…massss….geli masss….ahhhh….!” seru Tania sambil menggerakkan pantatnya ke kanan dan kekiri begitu juga kepalanya sambil memejamkan matanya Tania mulai merasakan hal aneh dan merasa rada takut tapi koq nikmat? Dalam hati Tania berpikir demikian.
“Slurrppp….slurppp….sleppppp…!” Lidah Ryan makin aktif bekerja menjamah setiap jengkal meki dan paha serta pantat Tania yang makin blingsatan bergerak menahan geli.
“Ahhhh…mas Ryan…aku geliiii!” seru Tania sambil mendesah pelan
Tanpa di duga tiba-tiba kepala Ryan berpindah ke atas untuk kembali menjamah dan menciumi, menjilat dan mengecup serta kadang menggigit kecil puting dada montok sang istri.
Sementara jari jemari kanan Ryan tetap menjamah wilayah bawah Tania dengan menggelitik dan meraba jembut bulu-bulu halus Tania. Sambil terkadang menyentil sedikit bagian tengah meski terutama di bagian kacang kecil atau itil sang istri.
Hal itu membuat sang istri mendesah berteriak kecil.
“Auwww…mas Ryan..eshhhh…aahhhh, geli masss…!” seru Tania
Belum selesai Tania mendesah bibir Ryan sudah melumat bibir Tania.
“Mmmppphhh…muahhh…ahhh…cuppp!” Bibir Ryan mencium bibir Tania dengan penuh nafsu dan cinta.
Awalnya bibir Tania terasa kaku menerima ciuman sang suami. Karena kelihaian Ryan yang juga memainkan lidahnya saat berpagutan. Lama-lama Tania mulai ikut memainkan lidahnya.
Tanpa sadar kedua tangan Tania mulai memeluk tubuh sang suami sedangkan kedua kakinya sedikit terangkat ke atas sambil menjepit pinggang dan pantat Ryan yang sedang menindihnya.
Rudal Ryan yang masih terbungkus CD berwarna biru gelap itu mulai berontak seolah ingin mencuat keluar dari sangkarnya. Sejenak Ryan melepaskan tindihannya pada tubuh sang istri. Ryan merangkak mundur diatas ranjang untuk selanjutnya dengan bergegas berdiri di pinggir ranjang.
Tangan Ryan dengan secepat kilat memelorotkan CD birunya dengan sigap melewati kedua kakinya dan melemparnya ke pinggir ranjang sehingga tergeletak di ubin kamar.
Rudal besar ngaceng berurat sudah tegak berdiri dan bergerak-gerak atau berkedut-kedut pelan tanda nasfu Ryan sudah tak tertahankan lagi.
Tania mendongkakkan kepalanya melihat ke pinggir kasur melihat Ryan mulai merayap naik keranjang lagi ke arahnya dan cukup kaget melihat Rudal sang suami yang sudah tegak berdiri dan bergerak-gerak itu.
“Aduh..mas Ryan…koq gede banget ya mas?” gemetar suara Tania bertanya.
“Aku takut mas….!” Kata Tania lagi
“Buka Dastermu sayang!” pinta Ryan ke istrinya
Tania bangun dan duduk di Kasur sambil tangannya membuka daster yang sudah tersingkap di bagian dadanya tadi. Seketika daster terlepas dan langsung diambl Ryan dan dilemparnya ke ubin kamar.
Kini tubuh Tania dan Ryan sudah sama-sama telanjang bulat.
Ryan sudah lama menantikan momen indah ini bersama istrinya yang cantik dan montok itu.
Secepat kilat Ryan langsung menindih lagi tubuh Tania langsung menyerang bibir sang istri.
Tania yang mulai terbiasa menerima ciuman sang suami mulai melayani permainan bibir Ryan.
“Mmmphhhh…..slurppp…mmmuach…ahhhh” keduanya mendesah sambil terus berpagutan memainkan bibir dan lidah mereka berdua.
Tangan Ryan aktif meraba buah dada sang istri. Sementara kedua tangan Tania memeluk Ryan yang sedang menindihnya.
Rudal besar milik Ryan bergesekan dengan perut bagian puser Tania. Terasa begitu hangat bagi Tania
Sambil berpikir dalam hati apakah Tania mampu menerima Rudal besar milik sang suami untuk memasuki liang surgawi miliknya?
Tania masih terlentang dalam dekapan sang suami. Dua tubuh manusia laki-laki dan perempuan yang sama-sama sudah tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuh mereka di ranjang kamar itu sedang berpacu menuju kenikmatan duniawi terutama Ryan yang ingin sekali menuntaskan tugas pertamRani sebagai seorang suami. Di sisi lain, sang istri, Tania malah belum yakin sampai dengan detik ini untuk melayani kebutuhan biologis Ryan sang suami.
Rasa takut akan sakit dan perih di bagian kewanitaannya yang masih perawan itu sungguh masih menguasai pikiran dan hatinya. Hal ini dia ketahui dari bacaan-bacaan dan info-info yang ia dapatkan dari internet. Padahal yang namanya persetubuhan apalagi jika itu dilakukan oleh sepasang suami istri yang memang sudah saling mencintai tentunya akan menimbulkan pengalaman seks yang luar biasa bagi keduanya
Hal itulah yang kurang dipahami oleh Tania sebagai seorang perempuan yang sudah menikah.
Ryan masih terus mencium dan meraba tubuh istrinya. Setelah lama berpagutan dengan Tania, dengan napas memburu Ryan mulai turun ke leher sang istri untuk menciumi dan mengecup serta menjilat. Terus lanjut turun ke bagian tengah bukit kembar milik istrinya. Sambil meremas kedua buah dada Tania. Ryan tak henti terus menyerang bagian tengah dua gunung kembar nan indah itu.
“Cuppp…slurppp….slerppp…arghhh…, nikmat banget kamu sayang!” kata Ryan sambil melenguh.
Sementara Tania menggeliat-geliatkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan. Sambil memejamkan matRani menahan serangan gelora nafsunya yang mulai menaik. Tania menggerakkan kepalRani ke atas. Sambil berkata lirih,”Arghhhhh…esshhhh….masss….!” seru Tania
Ryan mengalihkan bibir dan lidahnya ke dada sang istri. Dia langsung mengulum puting dada yang berwarna pink dan dilingkari warna kecoklatan itu. Sambil sesekali menggigit kecil si puting.
“Emhhhh.....slurppp..cuppp..aghhh...enakkk banget putingmu sayangggg!” seru Ryan
“Eshhhh...pelan-pelan mas Ryan...aku masih sedikit takutttt!” seru Tania sambil terus menggeliat dan mendesah.
‘”arghhh.....mhmmmm...eshhh..aku mulai netes Tania!” seru Ryan
“Netes apa masss...???” tanya Tania sambil kebingungan dengar Ryan bilang netes.
Seketika rudal Ryan berdenyut-denyut sambil sekuat tenaga untuk menahan agar tidak keluar maksimal. Karena Ryan masih belum berhasil masuk ke meki berjembut milik Tania itu.
“crettt...crettt...arghhh...!” aku mulai orgasme sedikit sayangggg!” Kata Ryan sambil mencium pipi istrinya. “Cupppp...ahhhh!”
Ryan langsung rebahan sebentar di sebelah Tania. Terengah-engah napas keduanya untuk rehat sejenak. Ryan tidak ingin buru-buru menghabiskan spermanya untuk menyemprot meki sang istri. Karena masih ingin pemanasan yang agak lamaan karena pengen merasakan bercumbu yang sangat lama dengan Tania. Sementara Tania merasa ini waktu yang tepat untuk menghentikan nafsu liar Ryan karena Tania masih diselubungi rasa takut untuk bersetubuh dengan suaminya.
Lalu Tania buru-buru meraba selangkangannya yang memang ternyata sudah mulai basah dan agak lengket di sekitar bulu-bulu jembutnya karena semprotan sebagian kecil cairan nikmat milik sang suami.
Tanpa sadar pun sebenarnya Tania juga sudah sange alias horny dengan cumbuan Ryan. Terbukti mekinya juga basah karena cairan yang keeluar dari lubang surgawinya.
Tiba-tiba Tania bangun dari rebahan untuk menngambil daster dan CD berwarna pink miliknya yang tergeletak di ubin kamar di sebelah ranjang mereka.
“Kamu mo ngapain Tania?” tanya Ryan agak kaget karena masih berharap untuk bisa meneruskan percumbuannya bersama istrinya.
Sambil berpakaian dasternya dan CD nya lagi Tania bilang, “Aku mau mandi dulu ya mas, karena badanku keringetan sehingga gatel-gatel dan juga anuku basah dan lengket nih!” seru Tania
“Tapi aku mo ke dapur sebentar untuk beresin yang tadi bekas kita makan bareng!” lanjut Tania
Tanpa menunggu persetujuan Ryan, Tania langsung ngeloyor ke dapur.
Ryan menggerutu dalam hati karena untuk kesekian kalinya hasrat menggebunya gagal dituntaskan.
Dalam kondisi masih bugil dan rudal ngaceng, Ryan lalu mengambil Laptop di meja lalu disetelnya di kasur untuk menonton film dewasa favoritnya untuk menuntaskan hasrat menggebunya yang masih menyala-nyala demi menghindar stres karena belum tersalurkan.
Tidak lupa sebelumnya dia mengambil kondom pengaman di laci meja sebelah ranjang untuk membungkus Rudal besarnya itu. Agar semburan sperma nantinya tidak berceceran saat ia mencapai puncak onaninya sambil menonton blue film.
Sambil telanjang dia berjalan ke arah pintu kamar untuk menguncinya dari dalam.
Ryan langsung loncat ke kasur untuk menyetel situ-situs blue film incerannya. Tidak lama kemudian terputarlah sajian film seks yang sangat menggairahkan bagi Ryan karena Ryan langsung mencari adegan dimana sang pemeran pria dengan gagah sedang mengenjot si wanita dengan gaya doggy style. Posisi gaya anjing ini adalah salah satu gaya favorit Ryan sambil menonton ia membayangkan Tania lah yang sedang nungging dengan pantat indahnya. Dan membayangkan rudal besar Ryan sedang menancap dan sedang bergerak keluar masuk karena genjotan Ryan. Di blue film sedang mencapai detik detik puncaknya dimana sang pria mulai makin kencang memacu genjotan rudalnya ke pantat sang wanita yang terus melenguh sambil mengeluarkan kata-kata kotor, “Come on honey, fuck me more faster and harder!” begitulah suara sang wanita amerika itu meminta sang pria agar lebih cepat dan lebih kecang untuk menggenjotnya. Ryan makin sange dan mulai gak tahan melihat adegan itu. Dan saat si pria di film itu mencabut rudalnya dan membalikkan tubuh si wanita untuk rebahan. Seketika si pria menindihnya dari arah depan sambil memasukan rudal kekarnya ke meki sang wanita.
“Argggghhhh....come on honeyyyy..Fuckkkk Meee...arghhh!” seru si wanita saat si pria mulai menggenjotkan dengan posisi creampie aatau missionari atau gaya yang bikin full ngentot.
Si pria seketika berteriak kencang sambil menggenjot meki si wanita sambil mereka berciuman terlihat rudal si pria berkedut-kedut yang berarti sedang menyemprotkan spermRani.
“Arghhh...honey I’m Cominggggg...arghhh....your beautiful honeyyy!” teriak sang pria
Sementara sang wanita juga orgasme berkedut-kedut kencang mekinya sambil memeluk pingggang sang pria sambil berpagutan.
Seketika sang pria mencabut rudalnya dan mengarahkan ke dada montok sang wanita untuk menumpahkan sebagian spermanya sebagai bukti kegagahan sang pria. Terlihat keduanya terengah-engah keringat bercucuran di kedua tubuh telanjang mereka. Sambil sesekai mereka berciuman lagi tanda puas maksimal
Di saat yang bersamaan Ryan pun menyemburkan spermanya di kondomnya...crotttt...crottt...crottt....Ryan sambil membayangkan pantat istrinya lah yang ia semprot saat itu.
“Aghhhhh...enakkkk...!” seru pelan Ryan tanda puas meski kurang nikmat sebenarnya tanpa dilakukan bersama sang istri.
Tidak terasa Ryan tertidur dalam keadaan telanjang dan kondom masih nangkring di rudalnya yang sudah terkulai lemas dan mengecil kembali.
Petang harinya sekitar pukul 4 sore suara ketukan pintu kamar terdengar dari luar.
“Mas Ryan...buka pintunya donk! Pinta Tania
“Masss....mass....lagi ngapain sih???” Tania bertanya-tanya dan menebak mungkin Ryan tertidur.
Tania bergumam dalam hatinya. Mas Ryan harus aku bangunkan karena sudah sore hari.
“Tok...tok..tokkk...Mas Ryan...bangunnn!” teriak Tania di balik pintu kamar
Tetiba Ryan terbangun dari tidurnya karena suara ketokan pintu dan suara Tania.
“Hoammmmhhh...yaya...bentar sayanggg...aku buka kuncinya!” seru Ryan sambil bangun dari ranjang dan berjalan agak terhuyung ke arah pintu kamar.
“Ceklekkkk....” suara pintu kamar dibuka Ryan
“Mas Ryan tertidur ya tadi?” tanya Tania
“Iya sayang, aku bener-bener ngantuk tadi” kata Ryan pelan sambil terhuyung untuk rebahan lagi di kasur.
“Loh koq mas tiduran lagi?” Tania protes. “Sana....mandi bersihkan badan mas Ryan!” perintah Tania
Tania tiba-tiba kaget liat rudal Ryan terbungkus kondom.
“Lohhhh...lohhh..mas Ryan abis onani yak tadi?” tRani Tania
Ryan senyum-senyum cengengesan, “Hmmm...hehe...iya sayang, abisnya tadi kamu tiba-tiba pergi gak lanjutin permainan kita sih!” seru Ryan sambil tertawa kecil.
“Huuhhh...dasar laki-laki....gak bisa nahan pengennya yak!” Tania menjawab sambil menahan tertawanya melihat tingkah mesum sang suami.
“Ya sudah..mandi sana, kan sudah sore ini mas!” kata Tania meminta lagi agar Ryan segera membersihkan dirinya. Itu rudalmu masih penuh cairan.
“Kan bau ituh kalo telat dbersihkan,” kata Tania lagi.
Sambil cengar-cengir Ryan langsung mengambil CD biru gelapnya dan celana pendek yang tergeletak di lantai kamar dan langsung menuju kamar mandi yang letaknya bersebelahan dengan kamar mereka.
Tania tersenyum kecil hanya menatap tubuh telanjang suaminya yang berjalan pelan dari kamar sambil membereskan tempat tidur mereka.
Dalam hati Tania berkata, “Maafkan saya mas Ryan!” karena belum bisa kasih kenikmatan yang seharusnya iya kasih sebagai istri.
Sambil beres-beres kamar tak terasa tiba-tiba mata Tania terasa berat. Rupanya ia mulai mengantuk karena seharian bekerja mengurus rumah da memask serta mencuci piring.
Setelah kasur beres ia rapihkan sambil menunggu Ryan selesai mandi, Tania merebahkan badannya di kasur sambil membuka HP untuk mengecek beberapa pesan Whatsapp yang masuk baik dari japrian seorang teman maupun pesan-pesan yang masuk di beberapa grup WA yang ia ikuti di dalamnya.
“Hoammmhhh....aduh koq ngantuk banget yah?” gumam Tania dalam hati.
Tanpa terasa matanya terpejam dan tidak lama kemudian Tania sudah tertidur pulas di kamar.
“Taniaaa....handuk saya ditaro dimana sayang?” tiba-tiba Ryan masuk kamar masih dalam kedaan telanjang tanpa handuk.
“Yah ampunnn...!” gumam Ryan dalam hati sambil geleng-geleng kepala melihat sang istri telah tertidur pulas di kasur.
Dengan perlahan Ryan mendekati istrinya itu yang sedang tertidur dan mencium kening sang istri.
“Cantik dan montok banget kamu Tania!” Ryan berkata dalam hati,
“Beruntung sekali aku mendapatkanmu!” dalam hati Ryan merasa sangat bersyukur mendapatkan istri secantik Tania.
Tak terasa waktu sudah memasuki malam hari di hari Minggu malam tersebut. Di ruang kerjanya Ryan sedang memeriksa tugas-tugas masuk secara online dari para mahasiswa maupun mahasiswinya. Ryan adalah Dosen matkul Teknologi di kampusnya. Dia mengecek satu per satu siapa saja yang sudah kirim maupun yang belum mengirim tugas yang telah ia berikan sejak pekan lalu kepada para mahasiswRani di kampus.
“Hmmmm....ini ada satu Mahasiswi yang belum mengirim tugas sampe sekarang”, gumam Ryan dalam hati.
Setelah dicek nama mahasiswi tersebut adalah Rani. Ryan langsung mengambil HP nya dan japri dengan berkirim WA ke Rani untuk menanyakan mengapa Ia belum mengirimkan tugas-tugas matkul IT dari Ryan.
“Selamat malam Rani!” begitu Ryan membuka percakapan di WA Rani. Kebetulan terlihat bahwa malam itu Rani masih online.
Tidak berapa lama langsung ada respon dari Rani.
“Malam pak Ryan!” balas Rani di WA
“Rani kenapa belum kirim tugas ya?” tanya Ryan to the point.
“Ehmmm...anu pak Ryan, maaf, saya pekan ini benar-benar terpaksa telat dan kurang bisa fokus urus tugas-tugas kuliah Rani termasuk tugas matkul dari Pak Ryan”, Rani membalas.
“Gak bisa fokus kenapa?” tRani Ryan lagi
“ehmmm ini pak..saya sedang bolak-balik ke Bandung karena mengurus Ibu saya yang sedang sakit. Bergantian dengan kakak saya yang kebetulan kami bergantian beberapa hari dalam menjaga ibu.” Jawab Rani menjelaskan alasannya.
“Tapi saya janji pak Ryan, untuk segera saya kirim tugas secepatnya ke email Pak Ryan kalo urusan ibu saya sudah beres!” tutur Rani lagi.
“Ehmmm...bapak besok ada di kampus kah?” tanya Rani lagi
“Ya saya ada sejak jam 10 pagi besok senin”, kata Ryan
“Baik pak, besok saya temui bapak di ruangan bapak”, kata Rani
“Loh, katanya mo kirim lewat email. Koq malah ingin datangi saya?” Ryan heran
“Hmmmm...anu...anu pak...!” Rani terlihat terbata-bata dan ragu
“Anu kenapa?” tanya Ryan lagi.
“Itu pak ada beberapa pertanyaan yang ingin saya tanyakan langsung ke bapak terkait tugasnya, soalnya saya masih ada yang belum paham pak’, Rani menjelaskan
“Owh, baiklah kalo begitu. Saya tunggu ya jam 10 besok di ruangan saya!” perintah Ryan
“Baik pak Ryan. Terima kasih sebelumnya” kata Rani menutup pembicaraan di WA.
Baru selesai obrolan dengan Rani di WA tiba-tiba ada telpon masuk ke HP Ryan.
“Kringgg...kringggg...kringggg....” bunyi suara HP Ryan memang masih dipilih mode suara telpon model klasik.
Setelah dilihat itu telpon dari sang mama yaitu Tyas.
“Halo anakku sayangggg, Ryanii...!” terdengar suara sang mama di ujung telpon begitu Ryan terima telpon sang mama.
“Halo mama, ada apa malam-malam gini telpon Ryan?” Tanya Ryan
“Nggakkk...mama cuma pengen tau kabarmu dan istrimu” kata mama Tyas lagi
“Kan baru tiga hari lalu mama ketemu kita di pernikahan Ryan dan Tania!” balas Ryan
“Ehmmmm...anu lohhhh..Mama cuma pengen ngecek gimana kesan malam pertama kalian, hehe...!” Sambil tertawa kecil mama Tyas
“Ya ampunnn, ternyata mama Cuma mo tanya itu doank?” Ryan tertawa geli mendengar pertanyaan sang mama.
“Bukan begitu Ryan, sebab Mama dan Papa pengen banget segera momong cucu darimu. Gituloh!” seru mama Tyas
“Ow bgitu toh...hehehe..yayaya, mohon bersabar ya maaa...kan baru juga tiga hari nikah masa dah minta cucu segala...hihihi! balas Ryan
“Giniloh, kalo kamu tokcer kan Tania bisa segera hamil. Makanya mama tanya gimana kesan malam pertamamu bersama Tania?” tanya Mama Tyas
“Hmmmm...sebenarnya saya agak males menceritakannya ma!” kata Ryan
“Loh, kenapa?” tRani mama Tyas
“Sebentar ma, Ryan tutup ruangan kerja Ryan dulu ya ma. Soale takut Tania denger pembicaraan kita!” jelas Ryan ke mamanya
Ryan sambil berjalan ke arah pintu ruangan kerjanya
“Ceklekkkk...!” pintu sudah tertutup
Gini mah, sebenarnya Ryan lagi kesel tiga hari ini karena sampe hari ketiga ini Ryan belum bisa meniduri Tania ma!” jelas Ryan
“Hahhh...yang benar, Ryan?” diujung telpon terdengar mama bernada kaget
“Koq bisa gitu?” selidik mama Tyas
“Entah kenapa Tania begitu takut aku gauli ma!” Ryan menjelaskan
“Ya ampunnn...koq Tania bisa takut gitu yah?” seru mama Tyas keheranan
“Iya ma, alasan Tania selalu begitu ma. Takut sakit katanya! Kata Ryan menjelaskan lagi.
“Sudah kamu rayu belum atau kamu bisa pake obat perangsang dari mama mau gak?” tanya mama Tyas.
“Kalo urusan merayu aku sudah berulang kali ma, tapi Tania masih terlihat ragu dan takut ma!” kata Ryan lagi.
“Begini deh, Ryan. Besok sepulang kamu mengajar di kampus, besok usahakan kamu mampir ke rumah mama untuk ambil ramuan perangsang agar istrimu itu mau ‘maen’ dengan mu. Gimana?’ tanya mama Tyas
“Wah, mama punya ramuan gituaan segala yah?” tRani Ryan
“Ok deh, besok Ryan usahain ke rumah mama seusai urusan di kampus,” Seru Ryan
“ditunggu ya nak,” kata mama Tyas menutup pembicaraan di telpon.
Ryan terduduk kembali di kursi depan meja kerjanya sambil teringat bayangan kala ia masih sekolah dulu.
Ryan baru inget kala ia masih duduk dibangku SMA pernah beberapa memergoki dan bahkan beberapa kali mengintip sang papa sedang menunggangi mamanya dengan penuh nafsu. Melihat persetubuhan mama papanya itu beberapa kali menjadikan Ryan makin sering berimajinasi untuk bisa melakukannya segera dengan seorang perempuan. Namun, karena kala itu masih duduk dibangku SMA maka Ryan Cuma bisa onani untuk menyalurkan hasrat menggebunya itu.
Bahkan, ketika beberapa kali sempat mengintip persetubuhan mama papanya, Ryan sambil onani di depan pintu kamar kedua orangtuanya itu.
Terutama kalo malam hari sekitar pukul 22 malam saat papa mamanya sudah masuk kamar. Ryan seringkali sengaja menguping di lubang pintu kamar mereka. Hanya untuk mengetahui apa saja yang kedua orangtuanya perbuat saat sudah di kamar.
Kebetulan kamar Ryan dengan kamar papa mamanya hanya dibatasi oleh satu kamar mandi sehingga Ryan sering melintas di depan kamar mama papanya.
Beberapa kali Ryan nekat ngintip dari bagian atas pintu yang kalo dicek masih bisa melihat isi kamar ortunya itu. Sehingga Ryan dengan leluasa bisa melihat sajian ngentot kedua ortunya.
Kebetulan papa Sudono adalah seorang laki-laki gagah dan sehat rajin olah raga sedangkan mama Tyas adalah wanita cantik nan cerdas yang bertubuh sintal sehingga papa Sudono begitu tergila-gila dengan istrinya itu.
Mama Tyas memang pandai menjaga penampilannya meski sekarang sudah berumur hampir lima puluh tahun namun masih bertubuh aduhai untuk seusianya. Bahkan kabarnya, ada beberapa dosen laki-laki yang naksir dan sering menggoda mama Tyas kalo sedang mengajar di kampus.
Namun, papa Sudono lah yang beruntung mendapatkannya karena mama Tyas juga jatuh cinta dengan papa Sudono yang selain gagah, cerdas juga penuh perhatian dengan sang istri.
Ryan masih inget dan terangsang banget jika sedang melihat persetubuhan papa mamanya yang begitu membuat ia makin rajin onani. Sebaba gaya persetubuhan papa mamanya sangat menggairahkan. Baik papa dan mamanya sangat agresif kala melakukan hubungan suami istri. Bahkan paling tidak dua hari sekali pasti papa mamanya bersetubuh dengan panas di kamar pada malam hari. Gilanya, Ryan pernah memergoki papa mamanay sedang melakukan persetubuhan di kamar mandi sambil shower dan desahan sang mama saat dientot papa Sudono sangat merangsang Ryan yang sering mendengarnya di balik pintu kamar mandi yang kebetulan letak kamar mandinya ada di antara kamar Ryan dan kamar papa mamanya.
Senin pagi seperti yang dijanjikan oleh Rani salah satu mahaiswinya Ryan untuk hadir menemui Ryan di kampus ternyata benar ditepati oleh Rani. Pukul 10 tepat ia sudah di depan pintu ruangan kerja Ryan di Kampus Guna Belia. Rani ini datang ke kampus dengan kebiasaannya menggunakan baju yang agak ketat membentuk tubuhnya terutama di bagian atasnya sehingga dadanya yang meski tidak terlalu besar tapi cukup menarik perhatian mata lelaki yang memandangnya akan tergiur. Rambutnya yang tergurai sebahu dan bibirnya yang tebal menambah keseksian penampilan Rani pagi ini.
“Tok...tok...tok, selamat pagi pak Ryan...!” seru Rani sambil mengetuk pintu
‘”Oiya...silakan masuk!” perintah Ryan
“Terima kasih pak!” kata Rani lagi
Ryan belum menyadari penampakan di depannya karena matanya masih menatap layar Laptop sambil memeriksa hasil pekerjaan para anak didik di mata kuliah yang ia ampu.
“Saya gak disuruh duduk nih pak?” tRani Rani sambil tertawa kecil.
“Owhhh..yayaya...silakan duduk..maaf saya tadi lagi fokus cek-cek tugas masuk!” seru Ryan sambil menatap kaget melihat penampilan Rani. Sambil menelan ludah Ryan terpana meihat gadis cantik di hadapannya.
“Gimana jadinya Rani?” tanya Ryan sambil berlagak menatap layar laptop padahal Ryan masih mencoba mengatasi kegugupannya karena masih kaget melihat penampilan mahasisiswinya ini.
“Ehmmm...gini pak! ...ehmmm...boleh gak saya minta diperpanjang deadline pengumpulan tugasnya?” tanya Rani to the point.
“Lohhh...kenapa minta diperpanjang lagi?” tanya Ryan keheranan. “Kan sudah lewat ini masa deadlinenya!” tegas Ryan lagi.
“Ehmmmm....soale saya lom bisa fokus ke tugas-tugas kuliah pak. Maaf!” jelas Rani
“Saya masih perlu bolak-balik ke Bandung urus ibu saya yang masih belum pulih bergantian dengan KK perempuan saya pak!” Rani menjelaskan lagi
“Dah gitu saya masih butuh waktu tuk memahami tugas yang bapak kasih!” bilang Rani sambil memasang wajah memelas.
Dalam hati Ryan berkata. Aihhh. Cantik dan seksi sekali mahasiswiku ini?....hmmm andai saja....!
“Gimana Pak Ryan? Apa masih bisa?” tanya Rani seolah membangunkan keterbengongan Ryan karena mulai menghayal jorok tentang Rani.
“Memangnya yang mana saja yang menurutmu masih kurang jelas?’ Ryan keheranan
“Banyak pak...ehmmm...baiknya gimana yah?” Rani kebingungan
“Ehmmm...gini aja kita cari waktu untuk saya jelaskan ulang terkait tugas-tugas itu. Besok kamu ikut saya kita cari tempat yang nyaman untuk saya jelaskan tugas-tugasmu. Gimana?” tanya Ryan sambil mengatur siasat untuk bisa berduaan dengan mahaisiwi cantik dan seksi ini.
‘Owh...ok pak..saya malah seneng banget bapak ngajak saya untuk bisa saya mengerti tugas-tugas dari bapak! Kata Rani kegirangan.
Dalam hati Rani berkhayal bisa berduaan dengan dosen pria yang cakep dan ganteng ini di sebuah tempat yang nyaman untuk berdiskusi.
“Nanti malam kamu saya WA ya untuk saya infokan tempat kita berdiskusi,” beritahu Ryan
“Ok siap, Pak Ryan yang baek hatiii...!” Rani tersenyum manis sambil mengedipkan matanya
Awww...cantik dan semakin seksi sekali gadis ini. Gak sabar untuk melahapnya besok. Seru Ryan dalam hati.
“Kalo gituh, saya ijin pergi dulu ya pak untuk menemui dosen lainnya yang tugasnya jaga belum saya rampungkan. Saya juga mo koordinasi ke bu Ratih dulu ya pak Ryan yang ganteng!” kata Rani sambil setengah merayu sang dosen.
“Ok, Rani yang seksiii....! Jangan lupa besok ya!” tegas Ryan gak kalah merayunya sambil tertawa kecil
“Baik pak Ryan...!” sambil menghilang dibalik pintu.
Ryan langsung berkutat lagi dengan data-data yang terpampang di layar laptopnya. Waktu terus bergulir tanpa terasa sudah masuk waktu Mutirahat siang dan jadwal tugas Ryan siang itu kebetulan sedang kosong dari tugas mengajar di ruang kuliah. Sehingga Ryan langsung siap-siap menuju ke rumah papa mamanya yang jaraknya sekitar 20 menitan dari Kampus Guna Belia itu.
Seketika Ryan telah memacu mobilnya menuju sebuah perumahan yang cukup mewah ketika melalui gerbang depan sapaan pak Marno satpam perumahan itu membuat Ryan tertawa karena perawakan pak Marno yang sungguh kocak setiap bertegur sapa.
“Halllooooo...pak Ryan...lama gak kliatan nih! Mentang-mentang penganten baru jadi jarang ke sini toh yoooo!” sambil teriak dan terkekeh Pak Marno menyapa Ryan
“Halahhhh...kayak aku dah pergi bertahun-tahun aja nihhh!” Ryan tergelak
“Oiya, Pak Marno! Mama ada di rumah gak?” tanya Ryan
“Kayaknya ada sih, papamu juga kayaknya juga gak kemana-mana ituh...kan mobil mereka juga masih ada tuh di depan!” tunjuk Pak Marno seraya menunjuk sebuah mobil hitam di depan rumah yang paling pojok di perumahan itu.
“Yoo...wisss...aku kesana dulu yooo...nanti kita ngopi bareng lagi yo!” seru Ryan sambil kembali memacu mobilnya perlahan.
“Okehhh..bos Ryan...!” teriak Pak Marno lagi
Sesaat kemudian mobil Ryan sudah berhenti di depan rumah mewah papa mamanya itu. Terlihat lengang tidak terlihat juga aktivitas para pembantu maupun pengurus taman rumah yang biasRani suka nampak di sekitar depan rumah. Mungkin karena sudah siang hari sehingga pada istirahat di kamarnya masing-masing, pikir Ryan.
Ryan memencet tombol bel rumah papa mamanya dan tak lama kemudian keluarlah Muti membuka pintu besar di bagian depan rumah. Muti adalah sang asisten rumah tangga yang biasa mengurus rumah papa mamanya Ryan.
“Owhhh..ada den Ryan toh...!” seru Muti pelan
“Silakan masuk den Ryan...!” Muti mempersilakan Ryan masuk.
“Mama mana mbak Muti?” tanya Ryan
“Anu....sepertinya sedang di kamar atas den!” Muti menjelaskan
Papa ada di rumah juga yak?” tanya Ryan lagi
“Ada den..yaa..itu mungkin sedang dengan ibu di kamar atas!” terang Muti lagi.
“Den Ryan mo ngaso dulu di kamar den Ryan yang dulu?” tanya Muti.
“Khawatir Bapak Ibu sedang istirahat tidur di kamar’” kata Muti lagi
“Owh, boleh deh mbak....siapin aja dulu kamarku itu ya!’ perintah Ryan.
“Baik den....!” kata Muti yang segera berlalu naik tangga menuju kamar Ryan yang sewaktu Ryan belum menikah.
Muti langsung mengambil sapu dan kaen pel dan sapukan dulu lantai kamar Ryan karena sudah beberapa hari ini tidak ditempati sehingga debu cukup tebal d lantai kamar.
Sementara itu Ryan mengambil HP dari saku celananya dan mengirim pesan WA ke Rani sang mahasiswa cantik nan seksi itu untuk mengkonfirmasi lokasi tepat pertemuan mereka yang katanya untuk membahas tugas kuliah Rani.
“Rani, jangan lupa besok jam 13 di Cafe Casanova yak, tunggu di lobi cafe saja nanti. Biar saya yang cari dan pesankan meja makan kita nantinya!” pesan Ryan
Seketika HP Rani ada notif masuk di WA nya. Begitu ia melihat HP nya teryata itu pesan japri dari Pak Ryan.
“Awww.....yesss....!” seru Rani dalam hati kegirangan ternyata harapannya untuk bisa berduaan dengan dosen menawan yang tampan itu akan terwujud besok siang.
“Siap pak Ryan....gantenggg!” balas Rani sambil mengirim ikon hati.
Di taman kampus si Rani meloncat kegirangan sendiri sambil berlari kecil menuju parkiran sepeda motornya menuju ke rumah kos tempat ia menginap tidak jauh dari kampus Guna Belia itu untuk beristirahat.
Sementara itu tiba-tiba mbak Muti memanggil Ryan untuk dipersilakan untuk naek ke atas karena kamar Ryan sudah ia bereskan.
“Den Ryan...monggo silakan, kamarnya sudah saya bereskan!” seru Muti
“Owh, terima kasih mbak!” Ryan sambil menaiki tangga rumah mewah papa mamRani itu.
Tibalah Ryan di kamarnya yang dulu sejak kecil ia tempati hingga sebelum menikah dengan Tania. Di kamar itulah Ryan sering tidak sengaja mengintip aktivitas papa mamanya kala sedang bercumbu alias melakukan hubungan suami istri.
Sejak kecil kala papa Sudono dan mama Tyas bercumbu memang sering tidak dikunci pintu kamar mereka yang luas itu sehingga Ryan sering secara leluasa untuk sekedar mengintip aktivitas papa mamanya kala sedang di kamar. Bahkan Ryan pernah masuk hingga ke depan pintu kamar mandi yang ada bathub dan shower milik ortunya itu.
Para asisten rumah tangga memang tidak bisa sembarangan ke lantai atas rumah itu jika sedang ada tuan rumah di kamar mereka yang sedang beristirahat.
"Kira-kira papa mama sedang apa yah?" Tanya Ryan dalam hati.
Seketika Ryan mengetuk pintu kamar papa mamanya itu perlahan karena takut mengganggu jika mereka memang sedang tertidur. Karena tidak ada sahutan dari dalam kamar, pelan-pelan akhirnya Ryan membuka sedikit pintu kamar ortunya itu dan nampaklah suguhan dahsyat dari papa mamanya yang ternyata sedang bercumbu ganas di pinggir ranjang besar bernuansa putih itu.
Jarak pintu kamar dengan ranjang memang cukup jauh sehingga kehadiran Ryan tidak terlihat itu pun karena Ryan sekedar membuka sedikit daun pintunya untuk sekedar mengintip.
Terlihat dua insan manusia tanpa sehelai benangpun sedang bertempur di pinggir ranjang besar itu.
Keringat nampak ngucur di sekujur tubuh papa Sudono dan mama Tyas yang nampaknya sudah cukup lama berpeluh memacu birahi di kamar besar itu.
Badan besar dan tegap papa Sudono nampak sedang berdiri di pinggir ranjang putih itu dengan kaki yang agak melebar sedang bergerak maju mundur menunggangi sang istri mama Tyas. Bokong indah mama Tyas sungguh menawan dalam posisi menungging sehingga pantat indah mama Tyas sangat tersaji indah di mata papa Sudono yang begitu nafsu menggenjot dari arah belakang. Sementara dua buah bukit kembar nan besar itu menggantung indah bergerak ke kiri ke kanan karena genjotan papa Sudono yang sangat semangat memaju mundurkan pantatnya agar torpedo besar dan berurat itu bisa keluar masuk ke goa kenikmatan milik mama Tyas.
“Ahhhh....papah...enakkkk! Genjot trus pahhh...jangan berenti sayyanggg ....arghhhh....!” desah mama Tyas sambil menggoyangkan pantat indahnya itu menyemangati sang suami untuk tidak menghentikan gerakan maju mundurnya.
“Arghhhh...eshhhh...enak banget mamahhh..arghhhh....!” teriak papa Sudono.
“Plokkkk...plokkkk...plokkk...!” terdengar suara pertemuan torpedo yang keluar masuk berulang kali milik papa Sudono yang beradu dengan bokong indah mama Tyas.
“Iyyyaaa...sama pahhh...enakkkk bangettt...terus pahhhh...arghhh....!” timpal mama Tyas
Tanpa terasa Ryan mengusap celananya di bagian seleting depan terasa sesak menyaksikan adegan panas papa mamanya itu.
“Eshhhh....gila...enak banget kalo aku bisa begitu dengan Tania istriku..eshhh...!” gumam Ryan dalam hati sambil mulai jarinya merogoh CDnya bagian atas celananya untuk mengusap-usap senjatanya itu.
“Arhhhh...papahhh...mama takut mo kluar duluan nih....esshhhh, mama balik badan yahhh!” pinta mama Tyas
Seketika papa Sudono mencabut torpedo besarnya itu untuk memberi kesempatan istrinya membalikkan badan.
Tubuh bugil Mama Tyas sudah berposisi telentang di tengah ranjang lalu kakinya menekuk sehingga membuka goa kenikmatan berbulu jembut itu makin terlihat oleh sang suami.
Tubuh perkasa papa Sudono sekejap sudah merangkak naik ke kasur putih itu untuk mendekati sang istri.
Seketika tubuh tegap Sudono sudah menindih bodi indah mama Tyas dengan dua buah dada membusung menantang papa Sudono untuk segera melahapnya penuh nafsu berlanjut mereka berpelukan berciuman dan memainkan lidah mereka.
Tiba-tiba Sudono bangun untuk mengarahkan tropedo besarnya ke arah mulut sang istri. Seolah sudah mengerti apa yang diinginkan suaminya, mama Tyas langsung melahap torpedo gede itu melesak masuk kedalam mulutnya.
“Sepong terus mahhh...arghhhh...enakkkk!” seru Sudono
“Sllurppp....slurppp...ahhhhhh!” mulut dan lidah mama Tyas dengan lincah melahap torpedo papa Sudono yang merem melek sambil mendongakkan kepalanya ke atas menahan nikmatnya permainan sang istri.
Setelah sekitar lima menit mama Tyas sepong rudal sang suami, selanjutnya papa Sudono menarik torpedonya itu dari mulut sang istri. Papa Sudono mulai menindih tubuh montok sang istri untuk membekapnya lalu mengajaknya berpagutan sambil bermain lidah seraya tangan mereka saling meraba menerobos semua kenikmatan yang sedang didapat.
Kedua tangan mama Tyas memeluk sang suami di atasnya meraba dan mengusap dari punggung hingga pantat sang suami seolah memerintahkan sang suami untuk terus membekapnya. Sementara rudal papa Sudono masih menegang menempel erat di perut mama Tyas.
Papa Sudono melepaskan ciumannya dan sedikit mengangkat pantatnya untuk memberi kesempatan sang rudal bergerak kearah lubang berjembut milik mama Tyas.
Mama Tyas bilang, “Ayo pahhhh...dah gak tahan nih...!” pinta Mama Tyas sambil mendesah menahan kedutan sang miss v yang berharap segera diseruduk torpedo besar milik sang suami.
“Ayo donk, mama ngomong jorok dulu donk, biar papa semangat genjotnya....hehe!” pinta papa Sudono dengan senyum penuh nafsu.
“Ayo pahhh..entot mamah....masukin rudalmu sayanggg!” kata mama Tyas sudah gak sabar untuk menuju puncak kenikmatan setelah mereka mulai bermain sekitar sejam yang lalu.
“Mama minta apahhh? Ayo bilang sekali lagi yang kerasss...!” kata papa Sudono sambi menciumi pentil dada montok sang istri.
“Ngentot yuk pahhhh....pengen bangettttt nih..ayo pahhh masukin cepetannn!” mama Tyas sudah belingsatan sambil tangan kanannya mencari rudal sang suami. Setelah berhasil memegang rudal besar itu langsung mama Tyas ngengkang untuk memudahkan penetrasi papa Sudono.
Nampaknya papa Sudono ingin sedikit mempermainkan gelora nafsu sang istri yang suda sange banget itu dengan memainkan dulu kepala rudal besarnya di itu dibibir miss v sang istri.
‘Eshhhhh...ehmmm....papahhh...buruan donkkk...arghhh...!” sambil tangaa mama Tyas mendorong kepala rudal itu perlahan masuk ke lubang berjembut itu.
“Sleppppp.....! ahhhhhh....enakkk pahhhh.....! Masukin semua pahhh!” pinta perempuan bohay itu.
Papa Sudono masih mencoba mempermainkan gelora nafsu sang istri. Dibekapnya mulut sang istri dengan ciuman bibir yang penuh nafsu sang istri pun terbawa permainan suaminya mereka berpelukan lagi sambil berpagutan mempermainkan lidah mereka.
“Hemmmpphhh....muahhh...cuppp ahhhh...!’ begitu nikmat gelora cinta dua manusia bugil itu sampai sampai sprei kasur putih itu sudah berantakan sana-sini.
Akhirnya papa Sudono tidak tega juga melihat sang istri ingin sgera dibenamkan rudal besarnya itu.
“Blessss....arghhhhh...papahhhhh.....!” mama Tyas berteriak kecil sambil melotot merasakan sebuah benda besar masuk full ke dalam goa berjembut itu.
Lengkap sudah batang raksasa milik sang suami masuk ke dalam miss v mama Tyas. Gerakan selanjutnya papa Sudono mulai memaju mundurkan pantatnya agar torpedo besarnya itu bergerak keluar masuk di goa berjembut milik sang istri.
“Arghhhh.....sssayanggg...enakkkk....!” pekik papa Sudono
Entah sudah berapa ratus kali gerakan rudal besar itu membombardir miss v sang istri.
Takk lama kemudian mulai terasa ada desakan aliran yang akan keluar dari rudal besar itu seiring dengan makin memuncaknya kenikmatan permainan mereka di ranjang itu.
Mama Tyas menganggukkan kepalanya memberi kode agar mereka bisa orgasme barengan.
“Ayo pahhh...kluarin yang banyakkkkk.....kencengin pahhhh!” pinta mama Tyas
Papa Sudono semakin menggila bergerak maju mundur pantatnya.
“Jangan lupa bilang kata jorok mahhhh yahhh...!”pinta papa Sudono
“ahhhhh....ngentottt enakkkk pahhhh...arghhh aku kluar pahhhh!!!” seketika miss v mama Tyas berkedut-kedut kencang berbarengan dengan semburan cairan lengket peju milik papa Sudono.
"Serrrrrr....arghhhh....ngentottt enakkkkk mahhh!” sampe bergetar pantat papa Sudono mengeluarkan cairan spermanya di dalam miss v sang istri.
Keringat mengucur deras di kedua tubuh bugil itu. Ambruklah papa Sudono disebelah mama Tyas yang juga tersengal-sengal napas mereka karena benar-benar menyerap banyak energi demi kenikmatan hampir dua jam mereka rasakan.
“Cuppp...mmphhhh...!” mama Tyas dan papa Sudono berciuman lagi saling mengucapkan terima kasih kepada pasangannya atas nimat luar biasa yang sudah saling mereka beri saat itu.
“Makasih ya sayanggg...nikmat bangettt!” seru Papa Sudono.
“Sama-sama pahhhh...!” Mama Tyas tersenyum bahagia. Lalu mama Tyas segera bangun dari kasur dan berlari bugil ke arah kamar mandi yang ada di dalam kamar mereka untuk bersih-bersih apalagi peju lengket sang suami masih menempel di sekitaran goa berjembutnya itu.
Sementara papa Sudono masih rebahan telentang dikasur dengan sang torpedo masih berkedut-kedut kecil sisa pelontaran lahar kenikmatan tadi. Lama-lama senjata itu mengecil kembali. Tak lama papa Sudono tau-tau sudah mendengkur tertidur lelap dalam kedaan masih bugil mungkin karena kelelahan hampir dua jam menggenjot sang istri.
Sepasang mata yang sedari tadi menyaksikan pertempuran dahsyat secara perlahan mengendap menutup kembali pintu besar kamar itu. Ya, tanpa terasa CD Ryan sudah basah karena tak tahan menyaksikan pergulatan papa mamanya barusan.
“Aduh, gimana ini ya!” seru Ryan dalam hati ketika merasakan tidak nyaman masih memakai CD yang basah lengket karena terkena cairannya sendiri. Seketika Ryan sudah masuk ke kamar lamanya yang terletak di kamar mandi yang bersebelahan dengan kamar ortunya itu.
Ryan langsung merebahkan dirinya di kasur untuk sekedar mengistirahakan badan dan pikirannya karena seharian sejak pagi hingga siang tadi di kampus berkutat dengan banyak data yang cukup menguras pikirannya. Tiba tiba perutnya terasa lapar sekali, seketika Ryan menelpon sang asisten rumah tangga mbak Muti untuk segera mengambilkan makanan yang barangkali ada di dapur rumah papa mamRani itu.
“Halo mbak Muti, bisa bawain saya makanan ke kamar kah? Saya tiba-tiba laper sekali ini!” pinta Ryan
“Owh halo, baik den Ryan segera saya bawaan makanan dan minuman untuk den Ryan!” balas mbak Muti di ujung telpon.