Kayla tengah duduk di tepi ranjang hotel yang sangat mewah dengan menggunakan lingerie transparan yang berwarna merah sangat kontras dengan tubuhnya yang putih dan sexi.
Wanita itu kini tengah menunggu kehadiran sang kekasih yang beberapa jam lalu sudah berjanji akan bertemu di hotel yang sudah Kayla pesan.
Lelaki dengan postur tubuh tegap, kekar dan tampan tengah melajukan mobilnya dengan sangat cepat. Karena, dia sudah terlambat menemui sang kekasih yang membuatnya tergila-gila.
Jalanan yang tidak terlalu ramai. Karena masih belum jam istirahat kantor. Farel menambah laju mobilnya agar cepat sampai.
Beberapa menit kemudian mobil hitam itu sudah sampai di parkiran hotel.
Lelaki berhidung mancung itu turun dari mobil dan membenarkan jasnya yang kusut.
Setelah keluar dari mobil lelaki itu langsung saja berjalan masuk kedalam hotel.
Di dalam kamar hotel yang mewah seorang wanita dengan tubuh putih sexi, bongkahan pantat dan dadanya yang menyembul begitu menantang sedang, menyesap wine dengan sangat pelan sambil menunggu sang kekasih yang sudah terlambat sekitar tiga puluh menit.
Wanita itu berdiri di jendela hotel dengan menikmati pemandangan pantai berpasir putih.
Tidak lama kemudian pintu kamar yang ditempatinya diketuk oleh seseorang.
Tok...tok..tok...
Mendengar suara ketukan pintu wanita itu pun berjalan ke arah pintu dengan senyum yang mengembang. Kayla tahu itu Farel selingkuhannya.
Pintu kamar hotel pun terbuka, benar saja lelaki yang di tunggunya sudah berada di ambang pintu.
Farel langsung masuk ke dalam dan mengunci pintu kamar hotel tersebut .
"Maaf, baby. Aku terlambat, tadi masih ada urusan." Ucap Farel sambil memeluk tubuh sintal Kayla.
"It's ok baby." Jawab Kayla sambil mengalungkan tangannya di leher sang kekasih.
Farel melepas pelukannya, di lihatnya penampilan wanita itu membuat juniornya berdiri.
"Kamu, cantik dan sexi baby. Aku sudah tidak sabar ingin menikmati tubuh indahmu." Farel berkata sambil meremas pantat Kayla.
Mendengar pujian sang kekasih membuat wanita itu tersipu malu, tanpa pikir panjang Kayla mengalungkan tanganya kembali dan mengecup bibir sang kekasih.
Farel membalas kecupan Kayla, ciuman mereka menjadi semakin dalam bahkan kini tangan Farel tengah meremas-remas bongkahan bokong sang kekasih sambil menaikkan wanita tersebut ke perutnya.
Farel berjalan menggendong Kayla dengan bibir yang masih terpaut.
Farel merebahkan tubuh wanita tersebut ke atas kasur king size itu.
Lelaki itu menindih tubuh sexi sang kekasih, dia kembali melumat bibir ranum Kayla dengan tangan yang mulai bergerilya.
Ciuman lelaki itu pindah ke leher Kayla, dimana itu adalah titik sensitif wanita tersebut.
"Ahh...."
Kayla mendesah dengan begitu merdu membuat Farel semakin bernafsu.
Lelaki itu kini semakin menurunkan ciumannya di atas dada ranum milik sang kekasih.
Meskipun Kayla sudah pernah melahirkan dan punya anak. Namun, tubuhnya masih sexi dadanya yang begitu besar dengan perut rata.
Farel meremas dan mengulum benda kenyal itu dari balik lingerie yang dipakai oleh Kayla.
"Ah...ohh... iya terus sayang." Suara lenguhan Kayla yang semakin nyaring.
Farel kembali ke atas melumat bibir sang kekasih dengan sangat ganas dan pindah ke leher Kayla dan meninggalkan kissmark di leher jenjang wanita tersebut .
Farel kembali turun ke dada Kayla dan membuka lingerie wanita itu, terpampanglah gunung kembar yang sangat besar itu membuat lelaki itu dengan ganas melahapnya.
Dilumat, dipelintirnya puting yang berwarna merah merah muda itu membuat Kayla semakin kencang mendesah.
Suara desahan Kayla menjadi candu bagi Farel, setiap desahannya membuat dia semakin terangsang.
Kini ciuman itu semakin turun ke perut rata sang kekasih, bahkan Farel memberikan tanda disana.
Lelaki itu semakin turun menjilat-jilat paha sampai ke pangkal paha Kayla.
"Ohh...shiit...baby" suara desahan Kayla.
Farel membuka lebar paha sang kekasih yang masih menggunakan kain segitiga mini yang sangat transparan, terdapat bulu-bulu halus menyembul di pinggirannya.
Disibaknya kain segitiga yang membuat rawa-rawa Kayla terpampang sempurna.
Farel mendekatkan mulutnya, menjilat-jilat rawa-rawa itu bahkan semakin dalam hingga bertemu dengan benda yang sebesar kacang itu.
Farel menarik dan menggigit- gigit benda itu membuat Kayla semakin melenguh.
"Oh.. baby"
Farel menjulurkan lidahnya dan memasukkan ke dalam rawa-rawa tersebut.
Kayla semakin meraung-raung, sudah lama dia tidak merasakan kenikmatan itu, semenjak sang suami pergi ke luar negeri.
Farel kembali menggigit dan memelintir benda sebesar kacang itu, bahkan lelaki itu kini memasukkan jari-jarinya kedalam organ intim Kayla.
Farel memasukkan dan mengeluarkan jari-jarinya secara perlahan yang semakin lama semakin kencang membuat Kayla semakin melenguh.
"Oh..baby! Terus... ahh...oh..." suara erangan Kayla semakin kencang.
Wanita itu kini seakan terbang tinggi ke awan menikmati permainan sang kekasih.
Kini seperti ada yang mau meledak dan keluar di area intim wanita tersebut. Sedangkan farel semakin mempercepat tusukan tangannya.
"Oh.. baby aku mau nyampek" ucap Kayla dengan nada yang bergetar dan tidak lama kemudian wanita itu memuntahkan lahar panasnya.
Farel yang mengetahui sang kekasih sudah mencapai puncak, lelaki itu langsung menyedot cairan cinta wanita tersebut dan menjilatnya sampai bersih.
Kayla mengatur nafasnya, baru pertama kali dia mengalami orgasme yang sangat hebat, selama ini dia dengan sang suami tidak pernah sampai seperti itu.
Farel membuka baju dan celana panjangnya, tidak lupa dia juga melepaskan boxer dan menyembulah juniornya yang begitu besar membuat Kayla membelalak tidak percaya.
Ukuran junior Farel lebih besar dari sang suami, wanita itu berdecak kagum.
"Kenapa, kamu melihatnya seperti itu, baby?" Tanya Farel sambil berjalan mendekati wanita itu dengan junior yang mengayun-ayun.
"Besar baby," jawab Kayla kagum
"Lebih besar mana dengan punya suamimu, hem?" Farel bertanya lagi.
"Punya kamu, baby." Kayla menjawab masih dengan mata melotot.
Farel tersenyum senang, dia sangat bangga dengan juniornya yang membuat Kayla terbelalak kaget.
"Sekarang puaskan aku baby." Farel berkata sambil duduk di tepi ranjang.
Kayla paham apa maksud Farel. Wanita itu langsung berdiri dan duduk jongkok di depan junior lelaki itu.
Tanpa menunggu lama Kayla memegang junior yang besar dengan urat-urat kasar itu. Wanita itu memijit-mijit dan menjilat-jilat ujung tombak pusaka itu. Membuat Farel melenguh.
"Uh.. terus baby! Nikmat sekali lidahmu" ujar Farel.
Kayla menjilat junior itu seperti permen lolipop, wanita itu memasukkan milik farel kedalam mulutnya dan mengulum dengan sangat lembut.
"Oh..ah... kenapa mulut kamu begitu nikmat baby, apakah surgamu juga sangat nikmat?" Farel mendesah sambil bergumam yang tidak dijawab oleh sang wanita justru dia semakin ganas mengoralnya.
Farel sudah akan mencapai klimaks, lelaki itu menahan bahu Kayla agar tidak melanjutkannya, dia tidak ingin keluar di mulut wanita itu.
"Kenapa, baby?" Tanya Kayla heran.
Farel bangkit dari duduknya dan menelentangkan Kayla di atas ranjang.
Lelaki itu membuka lebar paha Kayla kembali melumat dan menjilat agar tidak kering.
Setelah dirasa cukup lelaki itu bangkit dan mengangkat paha Kayla ke pundaknya.
Farel berusaha memasukan benda pusakanya ke dalam organ intim Kayla.
Namun, sangat susah. Karena, junior lelaki itu sangat besar
Tiga kali Farel mencoba, dan akhirnya benda itu masuk ke lobang surganya.
Bles...
"Ahh..." lenguhan nikmat dari kedua insan itu.
Organ intim Kayla terasa sesak dan nikmat, begitu juga Farel yang merasakan seperti di urut. Karena, sangat sempit.
"Oh, baby punyamu begitu sempit." Ucap Farel sambil menggoyangkan pinggulnya perlahan.
"Ah, punya kamu juga sangat besar baby. Aku sangat nikmat sekali," puji Kayla dengan nafas yang menderu.
Setelah puas dengan posisi konvensional Farel membalikkan badan Kayla menjadi menungging. Dia ingin menyetubuhi wanita itu dengan gaya doggy style.
Kayla kembali melenguh setelah junior Farel melesat masuk.
Farel semakin mengencangkan pompaannya kepada organ intim Kayla, membuat wanita itu semakin meraung-raung.
Lima belas kemudian Kayla merasa ada yang ingin keluar begitu juga dengan Farel.
"Baby, aku mau keluar, ah" ucap Kayla.
"Tahan baby, kita keluar bareng,"
Tidak lama kemudian Kayla mengejang dan Farel menyemprotkan spermanya ke dalam lobang surganya.
"Ahh..."
Desahan keduanya begitu erotis.
Setelah mencabut rudalnya Farel merebahkan tubuh di samping sang kekasih begitu juga dengan Kayal. Tidak lupa lelaki itu mengecup kening wanita yang di cintainya itu
"Terima kasih, baby!"
Kedua insan yang sudah mengalami pertempuran hebat itu kini tengah terlelap.
Kayla sangat merasa puas, akhirnya setelah dua tahun lebih dia tidak mendapatkan sentuhan dari seorang lelaki sekarang baru merasakannya dan itu dari mantan kekasihnya dulu.
Tiga puluh menit kemudian, Kayla mengerjapkan matanya, tubuhnya terasa hangat. Tangan kekar Farel sedang memeluk tubuhnya dari samping. Wanita itu menoleh ke arah lelaki yang telah memberikan kepuasan kepadanya itu.
Kayla menatap lekat wajah sang kekasih, memang tidak dapat dipungkiri bahwa laki-laki itu jauh lebih tampan dari sang suami. Bahan lebih perkasa, membuat wanita itu semakin tergila- gila.
Setelah puas menatap wajah Farel, Kayla memindahkan tangan kekar itu agar menjauh. Karena, sudah siang sebentar lagi kedua anaknya pulang sekolah.
Farel yang sebenarnya sudah bangun dia tidak ingin melepaskan pelukannya kepada mantan kekasihnya itu.
Lelaki itu semakin mengeratkan pelukannya, dia tidak ingin berpisah dengan wanita yang baru beberapa hari dia temui lagi itu.
"Sebentar saja seperti ini baby, aku masih sangat merindukanmu." Ucap Farel dengan mata terpejam dan tangan yang semakin kuat memeluk wanita itu.
Kayla merogoh ponselnya di atas nakas untuk melihat jam. Wanita itu menuruti sang kekasih. Karena, masih ada waktu sekitar dua jam kedua anaknya pulang sekolah.
"Tiga puluh menit ya baby, takutnya anak-anak pulang sekolah dan aku belum datang kasihan." Jawab Kayla yang berusaha membenarkan posisinya.
Farel tidak menjawab. Tetapi, tangannya mulai meraba-raba perut rata sang kekasih, bahkan semakin ke bawah mengelus rawa-rawa yang ditumbuhi banyak rambut itu.
Mendapat sentuhan lembut itu membuat Kayla melenguh, rasa nikmat kembali menjalari tubuhnya.
Entah siapa yang memulai duluan kini bibir keduanya sudah mulai berpaut, bahkan tangan lelaki itu kini mulai menekan-nekan daging yang sebesar biji jagung itu. Begitu juga dengan Kayla yang mulai nakal memainkan junior Farel.
Kamar hotel itu kembali panas, Farel berpindah ke leher jenjang sang kekasih memberikan tanda kepemilikan.
Dijilatnya leher tersebut, lelaki itu terus turun sampai ke gunung kembar yang berukuran sangat besar itu. Bahkan tangan Farel saja tidak cukup meremasnya.
Kayla semakin terbuai, tubuhnya yang lama tidak dimanjakan semakin membuat perempuan itu menggeliat-geliat manja.
Farel merubah posisinya tepat berada di atas Kayla, ciumannya semakin turun ke perut langsing sang kekasih.
Sedangkan tangan Farel memasukkan jari-jarinya ke dalam lobang surga dunia nya itu.
Kayla semakin melebarkan kakinya, Farel kembali turun ke arah paha, dijilatnya sampai ke pangkal.
Organ intim yang wangi dan terawat seakan menjadi candu bagi lelaki yang sudah beristri itu
Dihirupnya aroma kewanitaan Kayla, yang membuat Farel semakin bernafsu.
"Baby, kenapa kewanitaan mu ini sangat wangi?" Tanya Farel sambil terus mengobok-obok dan menciumnya dengan sangat bernafsu.
Dipuji oleh Farel membuat Kayla melayang, wanita itu tersipu malu. Baru pertama kali ini dia mendapat pujian, selama berhubungan dengan sang suami tidak pernah seperti itu.
Farel semakin mempercepat jemarinya keluar masuk di dalam kewanitaan Kayla, membuat wanita itu meliuk- liuk tidak karuan.
"Oh... yes Baby" lenguhan Kayla.
Lima menit kemudian Kayla merasakan ada yang akan keluar dan meledak.
Farel yang mengetahui sang kekasih akan sampai puncak, lelaki itu semakin mempercepat jari-jarinya keluar masuk, benar saja tidak menunggu lama Kayla melenguh panjang.
"Ahh...oh...aahh... baby Ahh." Kayla melenguh panjang cairan putih keluar dengan begitu deras di organ intimnya.
Farel menghentikan jemarinya dan menyapu bersih organ intim wanita itu.
Setelah bersih lelaki itu bangkit dan menelentangkan tubuhnya tepat di sebelah Kayla.
"Baby, naiklah. Puaskan aku." Farel berkata sambil mengelus pipi Kayla.
Bagaikan di cucuk hidungnya, wanita itu naik ke atas tubuh Farel. Mengarahkan lubang surganya ke benda pusaka yang begitu besar itu. Dengan satu hentakan benda itu melesak masuk ke dalam sarangnya, membuat keduanya melenguh.
"Ah... enak baby" desah farel
Kayla menaik turunkan tubuhnya, sedangkan Farel meremas dan melumat benda kenyal yang bergelantung itu.
Kedua insan itu di mabuk birahi, desahan demi desahan menggema di hotel megah dan mewah itu.
Saat sedang menikmati penyatuan tiba-tiba ponsel Farel berbunyi, sekali lelaki itu tidak menghiraukannya. Namun, setelah ketiga kalinya diraih ponsel tersebut. Karena, merasa mengganggu aktivitasnya.
Mata Farel membulat, setelah melihat nama yang tertera di layar benda pipih itu.
Kayla menghentikan gerakannya, menatap lelaki yang sedang berada di bawahnya itu. Wanita itu penasaran siapa yang menghubungi sang kekasih itu sehingga membuatnya berubah.
"Siapa baby?" tanya Kayla penasaran.
Bukannya menjawab justru Farel memberikan isyarat untuk diam.
Kayla mengangguk lemah dengan kelamin yang masih menyatu.
Panggilan Masuk dari Indira- istri Farel, wanita yang wataknya keras seumuran dengan Kayla.
Wanita yang perawakannya sedikit berisi, kulit hitam kusam dengan jerawat yang lumayan banyak.
Indira malam merawat dirinya, bahkan mandi pun sehari sekali. Wanita itu termasuk orang yang beruntung Farel tidak pernah membebankan dia dengan pekerjaan rumah. Karena, lelaki itu sudah banyak memiliki pembantu.
Farel menggeser layar ponselnya dengan membuang nafas secara perlahan berkali-kali
"Halo, Mas. Lagi dimana?!" suara Indira terdengar dari arah sebrang dengan nada yang meninggi.
"Aku kerja lah In, kamu ini ada-ada saja!" jawab Farel kesal.
Kayla menyeringai mendengar sang kekasih menyebut nama istrinya. Wanita itu menaikkan turunkan kembali tubuhnya, dan tidak jarang memutar-mutar pinggulnya.
Farel berusaha menahan nikmat di alat vitalnya. Lelaki itu menggigit bibirnya dengan mata yang terpejam.
"Aku tadi telpon kantor, katanya kamu tidak ada"
Farel berusaha menahan nikmat, " A- - - aku, a- - - ada rapat,"jawab lelaki itu dengan nafas yang menderu da suara yang bergetar.
Kayla sangat senang dengan ekspresi Farel. Wanita itu merasa kesal. Karena, aktivitas menuju kenikmatan harus terganggu oleh suami sang kekasih.
"Kamu, kenapa suaranya seperti itu, Mas? tanya Indira penasaran.
Sedangkan Kayla semakin mempercepat pompaannya, wanita itu berbisik di telinganya.
"Aku benci di ganggu sayang, lobang surgamu ingin cepat terpuaskan," Bisik Kayla.
Mendapat bisikan seperti itu membuat Farel berusaha memutuskan sambungan teleponnya.
"Aku ada rapat Indira, jangan ganggu dulu! Tanpa menunggu jawaban sang istri Farel mematikan sambungan teleponnya.
Farel membalikkan badan Kayla tepat berada di bawahnya dan membuat wanita itu berada di posisi menungging.
Kayla cuma bisa nurut, tidak butuh lama benda besar melesak masuk , Farel sambil memukul pantat wanita tersebut.
Farel semakin kencang memaju mundurkan sodokannya, sedangkan Kayla semakin merasa nikmat apa lagi dengan ukuran junior Farel yang tergolong besar.
"Ah.. terus baby yang dalam," Lenguhan Kayla dengan binar bahagia.
Tusukan demi tusukan, membuat kedua insan itu semakin larut dalam permainan panasnya.
Tiga puluh menit kemudian Farel merasakan bahwa ada yang mau keluar dan dia pun semakin mempercepat tusukannya.
"Baby, aku sudah mau sampai." Ucap farel.
"Aku juga baby, ayo kita keluarkan bersama"
"Mau dikeluarin dimana baby? tanya lelaki itu heran.
" Di dalam saja baby, aku ingin merasakan lahar panas masuk ke organ intim ku.
Tidak lama kemudian pertahanan keduanya jebol, Cairan putih kental ditembakkan secara kasar ke dalam rawa-rawa Kayla
Kedua insan yang sedang dimabuk asmara itu tengah terkapar lemah setelah mengalami pelepasan yang begitu dahsyat.
Kayla bangkit dari ranjang, wanita itu berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya dari sisa-sisa pertempuran dahsyatnya dengan sang kekasih.
Wanita itu secepatnya menyelesaikan mandinya. Karena, dia tidak mau sampai terlambat menjemput si sulung ke sekolah.
Tiga puluh menit kemudian, Kayla keluar dari kamar mandi menggunakan kimono, Sedangkan Farel masih terlentang dengan tubuh polos tanpa sehelai benang pun.
Kayla menggunakan bajunya tidak lupa dia juga bersolek sedikit dengan menyapukan lipstik berwarna nude di bibir sexinya itu.
Kayla bergegas meraih tasnya dan memasukkan ponsel, tidak lupa wanita itu juga menghampiri sang kekasih.
"Baby, aku pulang duluan, ya? Sebentar lagi putri kecilku pulang sekolah. Kasihan dia jika harus menunggu lama." Ucap Kayla sambil mencium bibir sang kekasih.
"Aku masih kangen kamu, baby. Sudah beberapa tahun kita tidak bertemu." Rajuk Farel sambil menarik lengan wanita yang dicintainya itu.
"Aku tahu baby, next time kita ketemu lagi. Aku juga mau memperkenalkan anak-anakku kepada kamu." Kayla berusaha membujuk sang kekasih dengan mengelus-elus lengannya.
"Ok, baiklah. Secepatnya perkenalkan aku dengan mereka." Akhirnya Farel melepaskan tangan wanita itu.
Kayla tersenyum lebar dan kembali mencium bibir tebal Farel. Dia pun kini melangkahkan kakinya keluar dari kamar hotel tersebut.
Wanita itu berjalan menyusuri lorong hotel hingga sampai di depan lift. Kayla memencet tombol tidak lama kemudian terbuka pintu itu.
Kayla masuk ke dalam lift, dan kembali memencet tombol angka satu. Tidak lama kemudian pintu itu berdenting dan terbuka, wanita yang tampak lelah itu keluar dengan langkah yang tergesa-gesa. Sedikit berlari ke arah bestman dimana mobilnya terparkir.
Setelah sampai di parkiran wanita itu langsung masuk dan melajukan mobilnya membelah jalan yang sudah mulai ramai. Karena, sudah hampir jam istirahat.
Kayla lupa jika dia belum mengaktifkan handphone nya. Setelah berada di lampu merah wanita itu mengeluarkan benda pipih tersebut dari tas branded berwarna biru.
Kayla mengaktifkan ponselnya, wanita itu sengaja mematikannya. Karena, dia tidak ingin ada yang mengganggunya termasuk sang suami yang kini tengah berada di Kamboja.
Benar saja setelah ponselnya hidup terdapat banyak notif panggilan tak terjawab juga beberapa pesan singkat dari sang suami.
Kayla mendengus kesal, wanita itu sudah hilang respect kepada sang suami. Karena, penghianat nya yang sudah berkali-kali.
Wanita itu meletakkan kembali ponselnya, dia hanya melihat pesan singkat dari sang suami tanpa membalasnya.
Kayla masih ingat jelas bagaimana adegan sang suami yang berhubungan intim dengan wanita lain di Negri orang itu. Tidak terasa butiran bening jatuh dari netranya yang berwarna hitam pekat itu.
Wanita itu masih tidak habis pikir dengan sang suami. Teganya dia kembali mengkhianatinya. Belum cukupkah selama ini dia sabar dan memaafkannya. Kenapa, harus mengulanginya kembali.
Kayla semakin terisak, hatinya terasa nyeri. Bahkan dengan dia membalas dendam saja masih belum bisa menghilangkan rasa sakitnya. Wanita itu selama ini sudah cukup sabar dengan tingkah laku sang suami.
Kayla masih mengingat bagaimana kelakuan sang suami bersama keponakan wanita itu. Tepatnya delapan tahun yang lalu, saat dirinya masih mengandung anak keduanya.
Kayla mengusap air matanya secara kasar, wanita itu sebentar lagi sampai di sekolah sang putri yang kini tengah duduk di bangku kelas satu SD.
Ketika sudah sampai di parkiran sekolah, tiba-tiba ponselnya berdering pertanda panggilan masuk. Kayla meraih benda canggih itu dan melihat siapa yang menghubunginya itu. Wanita itu tersenyum melihat nama yang terpampang di layar putih itu.
Farel melakukan panggilan video kepada Kayla, tanpa pikir panjang wanita itu langsung menggeser layar hijaunya.
Kayla tersenyum manis, " Hai, baby. Ada apa lagi,hem?" tanya Kayla lembut.
"I miss you so much, baby," jawab Farel dengan nada manja.
"Ih kamu nakal ya baby, baru saja kita ketemu masak udah kangen aja," Kayla terkekeh.
Obrolan mereka terhenti ketika Kayla melihat bahwa semua siswa sudah keluar dari sekolah.
"Baby, aku tutup dulu. Putri sudah keluar nih." Kayla berpamitan sambil mematikan sambungan video call tanpa mendapat persetujuan dari Farel.
Farel mendengus kesal, pasalnya lelaki itu masih merindukan tubuh sexi Kayla yang membuatnya terpuaskan akan hasrat yang selama ini tidak terpenuhi dari sang istri.
Bagaikan menemukan berlian bertemu kembali dengan Kayla, wanita yang dulu pernah mengisi hatinya. Namun, hubungan mereka kanda ketika ketika Farel di jodohkan oleh orang tuanya dengan perempuan pilihan mereka.
Kayla turun dari mobil menghampiri Putri kecilnya yang sedang menunggu di luar gerbang.
"Hai, sayang. Maaf ya sudah menunggu terlalu lama." Ucap Kayla sambil memeluk sang buah hati.
"It's Ok Mom. Putri baru saja keluar kok." Ucap gadis kecil itu dengan senyum yang mengembang sambil mengeratkan pelukannya.
Kayla menuntun sang anak menuju tempat di mana mobilnya terparkir. Setelah sampai wanita itu membukakan pintu putri kecilnya itu.
"Silahkan masuk tuan putri." Ucap Kayla sambil mempersilahkan sang anak masuk.
Gadis kecil itu melayangkan senyum manisnya kepada wanita yang sudah melahirkannya itu. Putri sangat menyayangi sang Ibu, kebahagiaan wanita itu baginya paling penting.
Putri sering melihat sang Ibu menangis di sudut kamar ketika malam dengan keadaan yang gelap, gadis itu tahu pasti wanita itu mengalami kesedihan yang mendalam.
Kayla mengelilingi mobilnya lalu masuk kedalam, wanita itu pun menancapkan gasnya melaju dengan kecepatan sedang.
Setelah dari sekolah si bungsu Kayla melajukan mobilnya ke arah sekolah anak sulungnya, jaraknya tidak begitu jauh hanya ditempuh dengan waktu sepuluh menit saja sudah sampai.
Kayla memarkirkan di bawah pohon rindang tepat di depan sekolah Alif- anak sulungnya yang kini duduk di bangku kelas tiga SMP.
Di depan sekolah sang anak itu terdapat lahan kosong yang sangat luas ditumbuhi dengan banyak pepohonan. Tempat itu biasa digunakan untuk parkir mobil dan motor bagi orang tua siswa yang menjemput atau mengantarkan anak-anaknya sekolah.
Tidak lama kemudian anak laki-laki yang bertubuh tinggi dengan kulit yang sedikit gelap. Karena, dia sering berolahraga lari juga renang itu keluar dari halaman sekolahnya menuju mobil sang Ibu yang sudah menunggu dia.
Alif membuka pintu mobil belakang setelah masuk dan duduk anak lelaki yang sudah beranjak dewasa itu menyandarkan badannya ke jok mobil, dia merasa sangat lelah dan penat.
Kayla menoleh ke arah sang putra dan mengulurkan tangannya dengan senyum yang mengembang langsung disambut oleh Alif. Anak itu mencium tangan sang ibu dengan penuh takzim.
"Capek sayang?" tanya Kayla lembut.
Alif mengangguk lemah, dia sudah tidak punya tenaga lagi menjawab ucapan sang ibu itu. Setelah pelajaran Matematika yang bagi dia menguras tenaga dan pikirannya.
"Ayo, berangkat, Ma. Adik sudah sangat lapar." Gumam si kecil dengan menarik lengan sang ibu.